• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENGAPA MELAKUKAN DAN TIDAK MELAKUKAN OUTSOURCING

Dalam dokumen Konsep Manajemen bisnis dunia Outsourcing (Halaman 80-85)

A.  MENGAPA MELAKUKAN OUTSOURCING 

Perusahaan-perusahaan yang melakukan outsourcing melakukannya dengan berbagai alasan. Demikian pula perusahaan-perusahaan yang tidak melakukan outsourcing juga mempunyai alasan-alasan tertentu. Di bawah ini dikumpulkan alasan-alasan tersebut baik bagi yang menggunakan maupun yang tidak menggunakan outsourcing.

Bagi yang menggunakan outsourcing, ada cukup banyak alasan yang diajukan, antara lain :

• Alasan organisasi.

• Alasan perbaikan kinerja. • Alasan keuangan.

Alasan penghasilan. • Alasan biaya.

• Alasan sumber daya manusia. Alasan organisasi.

Beberapa alasan yang termasuk dalam kategori ini antara lain ialah :

• Meningkatkan efektivitas perusahaan dengan menfokuskan diri pada apa yang dapat dilakukan paling baik, yaitu kompetensi utamanya. Dengan perkataan lain memfokuskan diri pada bisnis utamanya.

• Meningkatkan fleksibilitas untuk mengantisipasi perubahan dalam bisnis, baik penggunaan teknologi atau proses, maupun perubahan volume bisnis. • Melakukan tranformasi organisasi.

Meningkatkan nilai produk dan layanan. • Meningkatkan kepuasan pelanggan. • Meningkatkan nilai pemegang saham.

• Menghindari pengendalian bagian yang sulit dikendalikan. • Mempercepat hasil reengineering.

• dan sebagainya.

Alasan perbaikan kinerja.

Beberapa alasan yang dikategorikan dalam golongan ini antara lain ialah : • Memperbaiki kinerja operasi perusahaan.

Memperoleh ketrampilan ahli dan teknologi yang tidak mungkin diperoleh dengan cara lain.

• Meningkatkan manajemen dan pengendalian. • Memperbaiki manajemen risiko.

Memperbaiki kredibilitas dan pamor tinggi dengan cara berasosiasi dengan pemberi jasa yang unggul.

dan sebagainya.

Alasan keuangan.

Langkah outsourcing dapat dipicu juga karena alasan keuangan, antara lain misalnya adalah :

• Mengurangi investasi dalam pembelian atau penggantian aset.

Menggunakan dana yang ada untuk keperluan lain yang lebih mendesak dan penting.

Memperoleh arus kas dengan memindahkan aset kepada pemberi jasa. • Membagi risiko keuangan dengan pemberi jasa.

• Mengurangi dan mengendalikan biaya operasi. • dan sebagainya.

Alasan penghasilan.

Alasan penghasilan (revenue) juga merupakan salah satu sebab suatu perusahaan melakukan outsourcing, yang secara lebih terinci pengharapkan :

• Mendapatkan akses pasar dan kesempatan bisnis lebih luas dengan melalui jaringan pemberi jasa.

Mempercepat perluasan bisnis dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, sistem dan proses pemberi jasa.

Menambah kapasitas produksi dan penghasilan pada saat perusahaan tidak mampu mendanainya.

dan sebagainya.

Alasan biaya.

Alasan yang cukup banyak yang melatarbelakangi suatu perusahaan melakukan kebijakan outsourcing ialah biaya.

Mengurangi biaya dengan memanfaatkan kemampuan unggul pemberi jasa, baik kemampuan teknologi, spesialisasi, produktivitas, pengembangan dan riset dan sebagainya.

Merubah biaya tetap menjadi biaya variabel. • Mengurangi kebutuhan arus kas.

• Sering kali dapat mengurangi biaya gaji dan upah karyawan. • dan sebagainya.

Alasan sumber daya manusia.

Juga latar belakang sumber daya manusia memberikan motivasi kuat pada suatu perusahaan untuk melakukan outsourcing.

• Memberikan pada karyawan kepastian lebih dalam hal jenjang karier.

Menghindari problema yang ditimbulkan oleh tuntutan sumber daya manusia, yang sering kali sulit diatasi sendiri.

Lebih memberikan fokus pada pembinaan sumber daya manusia di bidang kegiatan utama perusahaan.

B.  MENGAPA TIDAK MELAKUKAN OUTSOURCING 

Disamping banyak alasan yang dikemukakan perusahaan untuk melakukan outsourcing, namun cukup banyak pula alasan yang dikemukakan oleh sebagian perusahaan yang tidak melakukan outsourcing. Alasan-alasan itu diantaranya berkaitan dengan ketidak pastian, kurangnya pengawasan, potensi konflik, ketidak senangan karyawan, finansial dan lain-lain. Karena alasan-alasan ini, baik karena pertimbangan maupun pengalaman, suatu perusahaan tidak mau melakukan outsourcing atau tidak mau melanjutkan melakukan outsourcing.

Ketidak-pastian.

Beberapa alasan perusahaan yang dikemukakan yang termasuk dalam kategori ini antara lain ialah :

• Ketidak-pastian yang cukup besar memang ada. • Biaya yang ada sekarang kurang dimengerti besarnya. • Penghematan yang diharapkan tidak kunjung didapat. • Kinerja pemberi jasa ternyata tidak memuaskan. • Reputasi besar pemberi jasa ternyata tidak terbukti.

Tidak ada pemberi jasa yang memenuhi harapan dan persyaratan. • dan sebagainya.

Kurangnya pengawasan.

Banyak perusahaan yang mengalami was-was mengenai kehilangan pengawasan. Ada semacam kekhawatiran sejumlah perusahaan dalam melaksanakan outsourcing, antara lain mengenai :

• Kehilangan kendali terhadap pemberi jasa. • Kehilangan kendali kelancaran tersedianya jasa. • Ketergantungan pada pemberi jasa.

Potensi kehilangan keahlian. dan sebagainya.

Potensi konflik.

Ada semacam konflik dalam kepercayaan diri dalam melaksanakan tugas perusahaan, termasuk kekhawatiran :

Kehilangan kompetensi utama. • Kehilangan rasa percaya diri.

• Ketidak mulusan jalannya operasi karena berbagai konflik kepentingan yang mungkin timbul.

• Pemberi jasa dapat mengetahui rahasia perusahaan dan berpotensi membocorkan pada kompetitor.

• Pemberi jasa dapat mengambil alih kegiatan perusahaan dan berubah menjadi kompetitor.

Ketidak senangan karyawan.

Yang termasuk alasan keberatan dalam kategori ini ialah antara lain :

• Perasaan gagal melaksanakan tanggung jawab atas preservasi kesempatan kerja.

Memberikan sinyal buruk pada karyawan lain yang terkena transfer atau pemutusan hubungan kerja.

Mengurangi komitmen pada masyarakat.

• Khawatir dianggap tidak etis dalam menangani nasib karyawan.

• Memperburuk moral dan semangat karyawan lain, meskipun tidak terkena transfer.

• dan sebagainya. Alasan finansial.

Meskipun banyak alasan finansial yang mendukung kebijakan outsourcing, tetapi ada juga beberapa alasan finansial yang menghalangi kebijakan ini, antara lain :

• Pemberi jasa tidak mampu melaksanakan kerja dengan biaya yang lebih efisien.

• Ekonomis skala besar mungkin tidak dapat diperoleh. • dan sebagainya.

Lain-lain.

Alasan-alasan lain yang dapat dikemukakan perusahaan mengapa kebijakan outsourcing tidak ditempuh, yang kadang-kadang juga semacam alasan yang dibuat- buat antara lain misalnya :

• Belum melakukan studi.

• Merasa terlalu sibuk melakukan studi.

Tidak berani mengambil risiko walau kecilpun.

• Menganggap ide yang baik tetapi waktunya belum tepat. • Mempunyai pengalaman jelek dengan pemberi jasa terdahulu. • Menganggap pelanggan membenci ini.

Takut akan reaksi karyawan. • Takut reaksi serikat buruh.

• Menunggu proyek percobaan sampai berhasil.

• Terlalu banyak biaya tersembunyi yang tidak ketahuan. • dan sebagainya.

C.  BEBERAPA HASIL SURVEI. 

Seperti telah disinggung di atas, beberapa survei atau riset mengumpulkan data alasan mengapa perusahaan-perusahaan melakukan atau tidak melakukan outsourcing. Untuk membandingkan dengan uraian di atas, di bawah ini disampaikan sekali lagi beberapa hasil survei yang berkenaan dengan mengapa suatu perusahaan melakukan atau tidak melakukan outsourcing dan beberapa hal lain seperti motivasi utama melakukan outsourcing dan sebagainya.

Hasil survei Outsourcing Institute.

Outsourcing Institute yang berbasis di Amerika, yang mempunyai 18.000 anggota pernah melakukan survei pada tahun 1998 di antara 600 anggotanya mengenai alasan mereka melakukan outsourcing. Survei tersebut menghasilkan 10 alasan terpenting yang dikemukakan oleh mereka yaitu :

1. Mempercepat keuntungan reengineering.

2. Mendapatkan akses pada kemampuan kelas dunia. 3. Memperoleh suntikan kas.

4. Membebaskan sumber daya untuk kepentingan lain.

5. Membebaskan diri dari fungsi yang sulit dikelola atau dikendalikan. 6. Memperbaiki fokus perusahaan.

7. Memperoleh dana kapital. 8. Mengurangi biaya operasi. 9. Mengurangi risiko.

10. Memperoleh sumber daya yang tidak dimiliki di dalam perusahaan.

Hasil survei Shreeveport. 

Shreeveport mengadakan survei diantara 500 perusahaan besar di Inggris dengan judul ‘outsourcing – winning the benefits, reaping the rewards’ antara lain menghasilkan alasan-alasan yang paling banyak dikemukakan mengapa suatu perusahaan takut melakukan outsourcing, yaitu :

1. Kehilangan kendali.

2. Implikasi kehilangan lapangan kerja. 3. Kehilangan sumber daya manusia 4. Kesulitan mengendalikan biaya. 5. Kehilangan waktu pengorganisasian. 6. Terlalu tergantung pada pemberi jasa. 7. Butuh waktu mengendalikan pemberi jasa. 8. Meragukan kemampuan pemberi jasa. Hasil survei Business Communications Review.

Survei yang dilakukan oleh Business Communications Review (BCR) pada tahun 1998 menunjukkan bahwa alasan utama yang semula diajukan untuk melakukan outsourcing yaitu untuk menekan biaya, yang memang berlaku pada tahun 1995an, rupanya tidak sepenuhnya berlaku lagi sesudah tiga tahun. Khususnya di bidang teknologi informasi, outsourcing terutama dipicu oleh kekurangan tenaga intern yang menguasai bidang tersebut. Oleh karena itu hasil yang diperoleh mungkin tidak berupa pengurangi biaya.

Hasil survei American Management Association.

Pada tahun 1997, American Management Association (AMA) mengadakan riset tahunan mengenai penghapusan pekerjaan menemukan bahwa 23% dari penghapusan pekerjaan adalah karena outsourcing, yang merupakan kenaikan dari angka 21% pada tahun 1995. Hasil ini menyebabkan AMA mengembangkan risetnya mengenai outsourcing sekitar apakah suatu jenis pekerjaan tertentu di oursourcekan, sebagian atau seluruhnya, pada satu atau beberapa pemberi jasa, apakah sudah

dilakukan sejak lama (sebelum 1994) atau baru saja. Riset ini antara lain menemukan beberapa data sebagai berikut, yang memberikan gambaran mengenai :

• Tingkat outsourcing dalam berbagai jenis usaha atau industri. • Tingkat outsourcing dalam fungsi keuangan.

• Tujuan melakukan outsourcing fungsi bidang keuangan. • Tingkat outsourcing dalam fungsi umum dan administrasi.

• Tujuan melakukan outsourcing dalam fungsi umum dan administrasi. • Tingkat outsourcing dalam fungsi personalia.

• Tujuan melakukan outsourcing dalam fungsi personalia. • dan sebagainya.

Misalnya, tingkat outsourcing dalam berbagai jenis usaha atau aktivitas dapat dilihat dalam gambar berikut ini.

Respondents Currently Outsourcing One or More

Dalam dokumen Konsep Manajemen bisnis dunia Outsourcing (Halaman 80-85)