• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I: PENDAHULUAN

1.7. Metode Penelitian

Sebagai seorang Pendeta di Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) (salah satu

“Gereja Suku” di Sumatera Utara) dan juga sebagai salah seorang yang terlibat dalam proses pembentukan Komunitas CUM “Talenta” maka tujuan saya melakukan penelitian adalah untuk mengembangkan pemahaman secara teoritik tentang praktik pengartikulasian identitas politik gereja-gereja di Indonesia khususnya “Gereja Suku” dalam konteks barunya di “ruang publik”. Dengan posisi subjektif seperti itu, posisi peneliti dalam penelitian ini adalah“orang dalam”.

Tentulah ada keuntungan dan kerugian dengan identitas ganda saya sebagai seorang Pendeta yang terlibat dalam mendirikan Komunitas CUM “Talenta” dan sebagai peneliti yang meneliti justru apa yang saya lakukan sendiri. Identitas saya sebagai Pendeta di GKPS dan juga sebagai salah seorang pendiri Komunitas CUM

“Talenta” tahun 2007 telah memberikan saya pemahaman dan pengetahuan dasar tentang arti dan makna istilah-istilah yang terdapat dalam gerakan pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang terdapat dalam wacana CUM. Dengan menyatakan hal ini, saya tidak mengklaim bahwa saya memiliki semacam monopoli atas kebenaran tentang wacana CUM yang digunakan sebagai instrumen untuk mengartikulasikan aspek etis gereja di bidang diakonia pemberdayaan ekonomi rakyat-jemaat. Pernyataan tentang posisi saya sebagai peneliti dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkapkan bahwa posisi (identitas ganda) tersebut justru memungkinkan saya untuk melakukan penelitian atas sebuah komunitas yang justru saya sendiri terlibat di dalamnya.

Sangat disadari bahwa posisi peneliti sebagai “orang dalam” potensial menimbulkan bias karena subjektifitas saya masuk terlalu jauh mempengaruhi proses

pengumpulan data-data dan pengolahannya. Oleh karena itu, penelitian ini dikerjakan dan bersandar semata-mata pada kaidah-kaidah penelitian yang objektif dan dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

1.7.2. Sumber dan Teknik Memperoleh Data

Berdasarkan rumusan permasalahan dan tujuan penelitian yang telah ditetapkan makauntuk mendapatkan data yang dibutuhkan guna menjawab rumusan permasalahan dan tujuan penelitian yang telah dirumuskan digunakan metode etnografis yang difokuskan untuk mendeskripsikan sekaligus menginterpretasikan praktik-praktik kebudayaan yang dilakukan oleh subjek penelitian ini, yakni komunitas CUM

“Talenta”.

Untuk menggali data-data yang dibutuhkan untuk mendeskripsikan setting sosiohistoris keagamaan yang meliputi urgensi keterlibatan gereja dalam menghadirkan sistem pemberdayaan ekonomi kerakyatan di era kapitalisme neoliberal. Selain itu, studi kepustakaan juga dilakukan untuk mendeskripsikan sejarah dan perkembangan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) di Indonesia hingga perdebatan seputar wacana Credit Union (CU) antara gerakan ekonomi dan gerakan sosial.

Sedangkan untuk memperoleh data-data yang dibutuhkanguna menjawab rumusan permasalahan dan tujuan penelitian ini, dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1. Untuk memperoleh data-data tentang apa dan bagaimana latar belakang historis munculnya wacana Credit Union Modifikasi sebagai wacana allternatif bagi pemberdayaan ekonomi rakyat-jemaat, maka dibutuhkan data-data primer antara lain Buku Pedoman Umum Pengelolaan CUM, buku Bank Perkreditan Rakyat: PT. Pijer Podi Kekelengen. Sebagai seorang yang sudah pernah

mengecap “Pendidikan dan Pelatihan” calon pengelola (manajer) yang diselenggarakan oleh MP. Ambarita, data primer tersebut sebelumnya sudah ada di tangan penulis. Data-data primer lain yang dibutuhkan diperoleh dengan melakukan wawancara MP.Ambarita sebagai penemu gagasan CUM.Karena alasan alasan jarak tempuh yang cukup jauh dan waktu yang tidak meungkinkan (kini domisili MP.Ambarita sekarang di desa Sirait Uruk Kecamatan Porsea Toba Samosir) maka wawancara dilakukan melalui telepon. Data-data sekunder yang dibutuhkan diperoleh melalui pelacakan dari internet.

2. Untuk memperoleh data-data primer tentang sejauhmana komunitas CUM

“Talenta” mampu mengartikulasi identitas politik GKPS sebagai “gereja suku” di ruang publiknya di pedesaan Simalungun, dilakukan dengan cara mengumpulkan dokumen-dokumen seperti Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Komunitas CUM “Talenta” edisi tahun 2009 dan edisi revisi tahun 2012 yang menggambarkan dapat menggambarkan konstruksi pola relasi atau hubungan Komunitas CUM “Talenta” dengan institusi GKPS. Selain itu, dibutuhkan data-data primer lainnya seperti Tata Gereja (TG) dan Peraturan Rumah Tangga (PRT) GKPS serta risalah dan Keputusan-keputusan Sinode Bolon GKPS tahun 2000 dan tahun 2005 untuk mengkonfrontasi klaim- klaim yang dilakukan Komunitas CUM “Talenta”.Sebagai “orang dalam” data- data ini sebelumnya sudah ada di tangan penulis.

3. Untuk memperoleh data-data tentang “Perjuangan-perjuangan demokratik baru yang seperti apa yang dilakukan komunitas CUM “Talenta” di ruang publiknya di pedesaan Simalungun, dilakukan dengan cara mengumpulkan dokumen (rencana program kerja Komunitas CUM “Talenta” tahun 2011),

Laporan Pertanggung jawaban pelaksanaan program oleh Badan Pengurus dan

Badan Pengawas Komunitas CUM “Talenta” kepada Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun 2012. Selain itu, data-data primer juga diperoleh dengan cara melakukan observasi (pengamatan langsung di lapangan) yakni di kelompok- kelompok basis di mana perjuangan-perjuangan demokratik baru itu diartikulasikan. Data-data yang diperoleh kemudian didokumentasikan dalam bentuk foto. Sementara itu untuk memperoleh data-data tentang untuk mengukur keberhasilan perjuangan-perjuangan demokratik baru yang dilakukan komunitas

CUM “Talenta” tersebut data-data yang dibutuhkan diperoleh melalui dokumen

dan wawancara terhadap lima orang anggota KomunitasCUM “Talenta”.

Semua data yang telah diperoleh kemudian dikumpulkan dan diklasifikasi secara tematis sesuai dengan rumusan permasalahan penelitian sehingga proses analisis data secara teknis dapat dikerjakan dengan lebih mudah. Deskripsi tentang sumber data dan teknik memperoleh data penelitian ini dapat digambarkan bentuk matrik berikut ini:

No Kategori Data Jenis Data Sumber Data Prosedur Memperoleh Data 1. Gereja dan urgensi menghadirkan Sistem Ekonomi Mikro Alternatif di Era Kapitalisme Neoliberal(setting sosio historis keagamaan) Konteks Oikumenis Literatur/Internet

Studi literatur dan media elektronik (internet) Lembaga Keuangan Mikro (LKM): Pengertian, Sejarah, Perkembangan dan peta persoalan LKM di Indonesia Jenis-jenis LKM Perdebatan seputar CU: antara LKM dan gerakan sosial 2. Proses menciptakan identitas politik “GKPS”di Latar belakang munculnya wacana CUM: Mengenal MP.Ambarita sebagai penemu gagasan dan kisah awal kemunculan wacana CUM • Buku Bank Perkreditan Rakyat Kekelengen Pijer Podi Desa Simalem • Buku Pedoman

Umum Pengelolaan CUM

• MP. Ambarita

• Ada di tangan penulis • Wawancara

(hasil wawancara ditranskripsi dan

diterjemahkan secara bebas oleh penulis) Konkretisasi wacana CUM ke dalam • Liharson Sigiro • AD/ART komunitas • Wawancara (hasil wawancara

Ruang Publik dan representasinya oleh Komunitas CUM “Talenta”

konteks GKPS CUM “Talenta”

(2009/2012)

ditranskripsi dan

diterjemahkan secara bebas oleh penulis) Hubungan kelembagaan Komunitas CUM “Talenta” dengan GKPS • TG/PRT GKPS • Risalah Sinode Bolon GKPS tahun 2000/2005

• Ada di tangan penulis

3. Perjuangan- perjuangan demokratik baru yang dilakukan Komunitas CUM “Talenta” dan ruang politis (political space) yang tercipta Menciptakan modal bersama • AD/ART Komunitas CUM “Talenta” • Manajer • Wawancara (hasil wawancara ditranskripsi dan

diterjemahkan secara bebas oleh penulis) Memaknai (ulang) Haroan Bolon • 2 Komisariat/ (kelompok basis)/pengurus komisariat • Observasi (didokumentasikan dalam bentuk foto)l Mendirikan perusahaan (CV.Talenta) • Manajer Komunitas CUM “Talenta” Saribudolok/P. Raya dan P.Siantar • Keputusan RAT

tahun 2012

• Wawancara (hasil wawancara ditranskripsi dan

diterjemahkan secara bebas oleh penulis) Perkembangan organisasi dan manfaat yang dirasakan anggota • 4 orang anggota Komunitas CUM “Talenta” • Wawancara (hasil wawancara ditranskripsi dan

diterjemahkan secara bebas oleh penulis)

1.7.3. Pengolahan Data dan Analisis

Data-data yang diperoleh kemudian diklasifikasi dan dinarasikan mengikuti kerangka rumusan permasalahan. Setelah itu, data-data tersebut dianalisis dengan menggunakan perspektif teoritis tentang politik hegemoni yang dikembangkan Ernesto Laclau dan Chantal Mouffe (LM). Sebagaimana sudah disebutkan pada bagian sebelumnya, bahwa LM juga mengembangkan perspektif teoritiknya dengan mengadopsi sejumlah perspektif psikoanalisa Lacanian maka analisis dalam penelitian ini, juga menggunakan perspektif psikoanalisa Lacanian.