1. Pendekatan Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif atas dasar paradigma naturalistik. Sugiono (2009: 9) menegaskan bahwa: metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiyah (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi. Moleong (2013: 10-12) menambahkan bahwa, penelitian kualitatif itu berakar pada setting dunia empiris sebagai mengandalkan keutuhan manusia sebagai instrument penelitan. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, analisis data dilakukan secara induktif, serta lebih menekankan pada kualitas proses penelitian, membatasi studi tentang fokus penelitian, dan memilih seperangkat kriteria untuk validitas rancangan penelitian serta subjek penelitian.
Hasil penelitian dalam penelitian kualitatif tidak digunakan untuk menjawab hipotesis yang telah diumuskan, dan memutuskan menerima atau menolak hipotesis, tetapi lebih ditekankan pada bagaimana pengumpulan data yang dimaksud untuk mendeskripsikan dan menganalisis terhadap keadaan sesungguhnya yang terjadi di lapangan penelitian.
2. Jenis Data
Data yang akan dicari dan dikumpulkan melalui penelitian ini adalah data yang sesuai dengan fokus penelitian, yaitu tentang pengembangan kurikulum Pesantren al- Hamidiyah, termasuk di dalamnya terdapat pola-pola pengembangan sistem pendidikan Pesantren al-Hamidiyah, setting sosial dan keadaan dan kebutuhan pendidikan masyarakat sekitar Pesantren al-Hamidiyah, dan alur perkembangan Pesantren al-Hamidiyah itu sendiri.
Jenis data dalam penelitian ini dibedakan menjadi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dalam bentuk verbal yaitu dalm bentuk kata-kata atau ucapan lisan dan perilaku subjek (informan), berkaitan dengan pengembangan kurikulum keagamaan Pesantren al- Hamidiyah. Lexy J Moleong (2013: 157) menyatakan bahwa karakteristik data primer adalah bentuk kata-kata atau ucapan lisan dan perilaku manusia. Data sekunder bersumber dari dokumen-dokumen dan foto-foto yang dapat digunakan sebagai pelengkap data primer. Karakteristik yang ada pada data sekunder yaitu berupa tulisan-tulisan, rekaman, gambar, foto yang berhubungan dengan subjek penelitian. Dari kedua jenis data tersebut penulis akan menggunakan data primer yang didapat dari wawancara dan observasi terhadap informan penelitian yang ditentukan, dan data sekunder pendukung yaitu berupa literatur tambahan dan dokumentasi yang berkaitan dengan penelitian ini.
Data primer akan digali melalui wawancara yang akan dilakukan kepada orang- orang yang terkait dengan penelitian ini, seperti: pengasuh pesantren (kiai), kepala madrasah, kepala kajian Islam dan Asrama, bidang kurikulum pesantren, bidang kepesantrenan, guru-guru, dan staf-staf terkait dengan penelitian. Sedangkan, data skunder pada penelitian ini didapat dengan mengumpulkan data-data tulisan-tulisan, seperti dokumen-dokumen, profil pesantren, program kerja dan arsip-arsip yang berkaitan dengan
penelitian. Kemudian data sekunder lainnya berupa rekaman, gambar, foto kegiatan yang berhubungan dengan subjek penelitian.
3. Objek dan Sumber Data Penelitian
Objek penelitian dalam penelitian ini adalah kurikulum Pesantren al-Hamidiyah yang diwujudkan dalam pengembangan satuan pendidikan yang ada dalam ruang lingkup Pesantren al-Hamidiyah. Sebagai perluasan dari satuan pendidikan pesantren maka madrasah bisa menjadi kepanjangan tangan dari Pesantren al-Hamidiyah dalam mengembangkan kurikulum keagamaan dan menjawab kebutuhan masyarakat disekitarnya.
Berkaitan dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian yang dirumuskan, maka yang dijadikan sumber data dalam penelitian ini adalah sumber yang berasal dari informan (narasumber penelitian), dokumentasi, dan literatur pendukung yang relevan. Pada dasarnya perolehan data-data penelitian ini bermuara pada dua sumber, yakni sumber primer dan sumber sekunder. Mengenai sumber data primer, penulis melakukan observasi lapangan dan mengolah dokumen-dokumen Pesantren al-Hamidiyah. Sedangkan data sekunder penelitian ini adalah buku-buku utama yang sangat berhubungan dengan persoalan kurikulum, jurnal-jurnal ilmiah pendidikan, makalah-makalah, informasi sekitar pesantren, serta sumber-sumber lainnya yang terkait dengan penelitian ini, undang-undang tentang pendidikan.
Selanjutnya, penulis juga melakukan studi eksplorasi (Morissan, 2012: 35), yaitu mengumpulkan berbagai informasi tentang Pesantren al-Hamidiyah dari aspek kependidikannya sebagai bahan untuk penelitian. Informasi akan penulis lacak dari elemen-elemen penting Pesantren al-Hamidiyah seperti para tenaga pengajar, pembina/pengelola pesantren, kepengurusan struktural, dan alumni pesantren tersebut. B. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi, dan gabungan ketiganya atau triangulasi. Peneliti menggunakan pedoman wawancara dengan pertanyaan yang bersifat terbuka. ( Moleong, 2013: 189) Pedoman ini dimaksudkan untuk menjaga agar wawancara dapat berlangsung tetap pada konteks permasalahan penelitian. Dengan daftar pertanyaan tersebut diharapkan dapat memperoleh data primer mengenai pengembagan kurikulum dan pendidikan keagamaan. Penelitian ini akan dilakukan dengan tahapan sebagai berikut.
Studi lapangan (field research), yaitu pengamatan langsung di lapangan untuk memperoleh data dan informasi yang dikumpulkan dengan cara:
(1) Observasi (pengamatan), yaitu teknik observasi (pengamatan) dilakukan dengan cara pengamatan langsung dan pencatatan secara sistematis atas fokus permasalahan dan objek penelitian. (Moleong, 2013: 174) Dalam penelitian ini observasi penulis digunakan untuk memperoleh gambaran nyata berkaitan dengan fokus studi dan objek yang diteliti berkenaan dengan kondisi objektif dilapangan serta pengamatan dan sudut pandang peneliti terhadap objek penelitian. Teknik observasi ini mengambil berbagai data yang berhubungan dengan perkembangan Pesantren al-Hamidiyah, perkembangan kurikulum keagamaan Pesantren al-Hamidiyah, dan keadaan Pesantren al-Hamidiyah masa kini.
(2) Wawancara, yaitu sebagai instrumen penting dalam penelitian kualitatif, wawancara yang akan penulis gunakan adalah wawancara yang mendalam, yang menggali
sedalam-dalamnya informasi yang didapat dari informan (narasumber) yang telah penulis tentukan. Wawancara ini digunakan untuk menggali data tentang sejarah lahirnya Pesantren al-Hamidiyah, serta perkembangan Kurikulum kegamaan Pesantren al-Hamidiyah dari dulu sampai sekarang. Adapun narasumber yang telah penulis tentukan adalah Pimpinan Pengasuh Pesantren al-Hamidiyah, Kepala Madrasah dan Waka kurikulum setiap jenjang pendidikan di Pesantren al-Hamidiyah, Kepala Kajian Islam Pesantren al-Hamidiyah.
(3) Dokumentasi, yaitu dengan mengumpulkan data yang terkait dengan fokus studi dan objek penelitian yang berasal dari sumber utamanya yaitu modul yang dibuat yayasan, pesantren, maupun madrasah, silabus, RPP, arsip-arsip yang terkait dengan kurikulum pesantren dan madrasah, majalah dan artikel yang memuat tentang Pesantren al- Hamidiyah, serta brosur dan pemberitaan lain yang terkait dengan permasalahan fokus studi serta objek yang dikaji.
C.Teknik Analisis dan Validasi Data
Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif- eksploratif dengan melibatkan tiga komponen analisis. Menurut Suprayogo (2003: 193-97) dan Moleong (2013: 248-269) proses yang dapat dilakukan dalam menganalisis data deskriptif-eksploratif, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Ketiga komponen analisis ini bersifat interaktif. pada tahap reduksi data dilakukan kategorisasi dan pengelompokan data dalam sekala prioritas, mana yang lebih penting, yang bermakna, dan yang relevan dengan fokus studi dan objek yang diteliti, sehingga kesimpulan-kesimpulan finalnya mampu ditarik dan diverivikasi. Pada tahap penyajian data digunakan analisis tema, grafik, matrik, dan tabel. Adapun penarikan kesimpulan dilakukan dengan teknik mencari pola, tema, hubungan, persamaan, dan hal-hal yang sering timbul.
Analisis data akan disesuaikan berdasarkan hasil temuan penelitian dan teori-teori para ahli pengembangan kurikulum, seperti model pengembangan kurikulum Hilda Taba, Beauchamp yang terdapat pada buku karangan Nana Syaodih Sukmadinata tahun 2012, yang berjudul “Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktek”, model pengembangan kurikulum Oliva yang terdapat pada buku karangan George Paulas dan Peter F. Oliva tahun 2008, yang berjudul “Supervision for Today‟s Schools”, dan model pengembangan kurikulum pesantren yang terdapat dalam buku karangan Mujamil Qomar tahun 2014 yang berjudul “Menggagas Pendidikan Islam”.
Pengujian validasi data pada penelitian ini dilakukan dengan cara triangulasi. Mengenai triangulasi, Moleong (2013: 330) menjelaskan bahwa metode ini digunakan sebagai teknik keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding data lain. Untuk menguji validasi data pada penelitian ini, penulis mencocokkan dan membandingkan data dari berbagai sumber, baik sumber lisan (hasil wawancara), tulisan (pustaka), maupun data hasil observasi. D. Kisi-kisi Pertanyaan Wawancara
Terdapat beberapa informasi penting yang dapat dijadikan rujukan dalam penelitian ini, untuk itu dibutuhkan beberapa pertanyaan yang akan digunakan dalam metode wawancara. Agar lebih jelas dan terarah berikut ini terdapat beberapa kisi-kisi pertanyaan yang akan dipakai sebagai pedoman wawancara, yaitu:
1. Konsep pengembangan kurikulum
b. Landasan pengembangan kurikulum c. Komponen pengembagan kurikulum:
- Tujuan - Materi/isi - Metodologi - Evaluasi
d. Model pengembangan kurikulum
e. Pengembangan kurikulum keagamaan di pesantren 2. Struktur organisasi lembanga
3. Latarbelakang pendidikan tenaga pengajar (guru) 4. Kegiatan penunjang kurikulum keagamaan
BAB IV
KURIKULUM DAN PENDIDIKAN KEAGAMAAN DI PESANTREN AL-