OLAH RASA DAN KARSA
6. Nilai-Nilai Dalam Pendidikan Karakter
Aktivitas yang dilakukan dalam pendidikan adalah membangun sumber daya manusia yang berkarakter mulia yang dilalui melalui proses pembelajaran. Aktivitas yang dikehendaki dalam proses pembelajaran dalam pendidikan adalah yang dapat mengoptimalkan upaya pendidikan yang dapat membentuk karakter manusia yang mulia yang menjunjung nilai-nilai karakter yang mulia, berjiwa kebangsaan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan rasa nasionalisme yang tinggi serta peserta didik mampu mengatasi berbagai persoalan kehidupan yang dilakukan dengan cerdas dan mulia. Melalui proses pendidikan yang berkualitas
81Muhammad Nasib Ar-Rifa’i Kemudahan dari Allah, Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir Jilid
dilihat dari berbagai asfek secara holistik akan terbangun karakter pada diri pendidik dan juga peserta didik sebagai modal yang kuat untuk berkehidupan berbangsa dan bernegara, secara cerdas dan mulia mampu mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi diberbagai bidang kehidupan dalam keluarga, masyarakat maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Adapun nilai-nilai pendidikan karakter dalam Islam memiliki empat karakter yang terkenal yaitu: siddiq, amanah, tabligh, dan fathonah.
a.Siddiq (honest, jujur): berkata benar, satu kata, satu perbuatan, taat asas, menepati janji, mandiri, penuh syukur, dan taat beribadah.
b. Amanah (trustable, dipercaya); bertanggung jawab, disiplin, rendah hati, ikhlas, adil, dermawan,dan kasih sayang.
c. Tabligh (realible, komunikatif); percaya diri, menghargai waktu, dan pendapat orang lain, lapang dada, kepedulian, kerjasama, saling menghormati, toleransi, berani ambil resiko, senang silaturrahmi.
d. Fathonah (smart, cerdas): keberanian, menaati peraturan, bekerja keras, kreatif, inovatif, reasoning, dan arif.82
Perubahan melalui proses pendidikan adalah perubahan yang terencana. Stewart menegaskan bahwa perubahan terencana mengimplikasikan adanya sebuah keputusan yang disadari dan positif untuk menciptakan suatu perbedaan yang diinginkan.Perubahan terencana berhubungan dengan pelaksanaan sebuah keputusan yang disadari dan positif untuk menciptakan suatu perbedaan yang diinginkan. Perubahan terencana berhubungan dengan pelaksanaan sebuah keputusan yang sfesifik untuk mengatasi sebuah keputusan atau problem yang dirasakan yang mungkin saja berasal dari sebuah perubahan dalam lingkungan operasional atau dari sebuah sumber internal. Melalui proses pendidikan dengan manajemen yang bekualitas, semua tahapan akan dapat diamati dan diukur sejauh mana perubahan yang terjadi.83
82Jejen Mustafa (Ed), Pendidikan Holistik; Pendekatan Lintas Persfektif, (Jakarta : Kencana Prenada Media Group, 2012), h.225.
83Stewart, Jim, Managing Change Through Training and Depelopment: Mengelola
Perubahan Melalui Pelatihan dan Pengembangan, Alih bahasa: Justinus Agus Budi, ( Jakarta :
Proses pendidikan yang dapat membentuk karakter peserta didik, jika pengalaman belajar yang dirancang oleh guru melalui tahapan yang jelas mekanismenya dan muatannya serta membentuk karakter yang tangguh, memiliki karakter yang kuat dan selalu mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik. Membangun pendidikan karakter perlu diwujudkan melalui proses pembelajaran dengan memberikan sejumlah latihan sebagai pengalaman belajar yang materi pembelajarannya secara menyeluruh berorientasi pada pengembangan karakter peserta didik yang mulia.
Sigmund Frued mengatakan “caracter is astriving sistem wich underly
behavior” karakter adalah kumpulan nilai yang mewujud dalam suatu sistem daya
juang yang melandasi pemikiran, sikap, dan perilaku, karakter adalah bawaan, hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti, perilaku, personalitas, sifat, tabiat, temperamen, etos, dan watak. Karakter mengacu pada serangkaian sikap
(attitudes), perilaku (behaviors), motivasi (motivations), dan keterampilan (skill).
Jadi karakter terdiri dari watak, akhlak dan budi pekerti yang diwujudkan melalui nilai-nilai moral yang dipatrikan untuk menjadi nilai instrinsik dalam diri dan mewujud dalam suatu sistem daya juang. Berkarakter adalah berkepribadian, berperilaku, bersifat, bertabiat, dan berwatak.84
Program pendidikan moral yang berdasarkan pada dasar hukum moral dapat dilaksanakan dalam dua nilai moral yang utama yaitu sikap hormat dan bertanggung jawab. Nilai-nilai tersebut mewakili dasar moralitas utama yang berlaku secara universal. Mereka memiliki tujuan, nilai yang nyata, di mana mereka mengandung nilai-nilai baik bagi semua orang baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari masyarakat. Nilai-nilai rasa hormat dan tanggung jawabtersebut sangatlah diperlukan untuk:
a. Pengembangan jiwa yang sehat.
b. Kepedulian akan hubungan interpersonal.
c. sebuah masyarakat yang humanis dan demokratis.
84Syaiful Sagala, Etika & Moralitas Pendidikan ; Peluang dan Tantangan, ( Jakarta : Kencana, 2013), h. 290-291
d. Dunia yang adil dan damai.85
Nilai-nilai pendidikan karakter yang utama ada dua yaitu adanya rasa hormat yang dimiliki siswa, yaitu hormat kepada guru, orang tua dan sesama teman dan memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi yang harus ditanamkan guru kepada siswa, karena nilai ini merupakan nilai yang penting dalam kehidupan.
Rasa hormat berarti sebuah penghormatan yang menunjukkan penghargaan kita terhadap harga diri orang lain ataupun hal lain selain kita, yang menjadi pokok yaitu penghormatanterhadap diri sendiri, penghormatan terhadap orang lain, dan penghormatan terhadap semua bentuk kehidupan dan lingkungan yang saling menjaga satu sama lain.
Sedangkan nilai tanggung jawab adalah merupakan suatu bentuk lanjutan dari nilai rasa hormat, jika kita menghormati orang lain, berarti kita menghargai mereka.Jika kita menghargai mereka, berarti kita merasakan sebuah ukuran dari rasa tanggung jawab kita untuk menghormati kesejahteraan hidup mereka.
Nilai-nilai rasa hormat dan tanggung jawab ini merupakan nilai utama yang harus senantiasa di tanamkan dan di biasakan guru kepada siswanya agar dapat di jaga dan dikembangkan oleh siswa sehingga ia memiliki karakter yang baik dalam hidupnya. Seperti bagaimana siswa menghormati gurunya, menghormati temannya, dan menghormati orang yang lebih tua dari mereka, serta memberikan amanah atau penugasan kepada siswa agar ia terbiasa untuk bertanggung jawab terhadap amanah yang diberikan kepadanya.
Berdasarkan kajian nilai-nilai agama, norma-norma sosial, peraturan/hukum, etika akademik, dan prinsip-prinsip HAM, telah teridentifikasi butir-butir nilai yang dikelompokkan menjadi lima nilai utama, yaitu nilai-nilaiperilaku manusia dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa, yang berhubungan dengan diri sendiri, yang berhubungan dengan sesama manusia, dan yang berhubungan dengan lingkungan serta kebangsaan.
Berikut adalah daftar nilai-nilai utama yang di maksud dan deskripsi ringkasnya.
85Thomas lickona, Educating For Character Mendidik Untuk Membentuk Karakter
Bagaimana Sekolah Dapat Mengajarkan Sikap Hormat dan Tanggung Jawab, Penerjemah Juma
Bagan 1 : Nilai-Nilai Utama Karakter
Sumber : Buku Zainal Aqib, Pendidikan Karakter di Sekolah Membngun Karakter dan Kepribadian Anak, Zainal Aqib , 2012.
Kemudian contoh nilai nilai utama dalam mata pelajaran bisa dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 3 : Contoh Distribusi Nilai-Nilai Utama ke Dalam Mata Pelajaran
Mata Pelajaran Nilai Utama
1. Pendidikan
keberagaman, patuh pada aturan sosial, bergaya hidup sehat, sadar akan hak dan kewajiban, kerja keras, peduli.
2. PKn Nasionalis, patuh pada aturan sosial, demokratis, jujur, menghargai keragaman, sadar akan hak dan kewajiban diri dan orang lain.
3. Bahasa Indonesia Berpikir logis, kritis, kreatif dan inovatif, peduli sosial dan lingkungan, berjiwa wirausaha, jujur, kerja keras.
4. IPS Nasionalis, menghargai keberagaman, berpikir logis,
kritis, kreatif, dan inovatif, peduli sosial dan lingkungan, berjiwa wirausaha, jujur, kerja keras. 5. IPA Ingin tahu, berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif,
jujur, bergaya hidup sehat, percaya diri, menghargai keberagaman, disiplin, mandiri, bertanggung jawab, peduli lingkungan, cinta ilmu.
6. Bahasa Inggris Menghargai keberagaman, santun, percaya diri, mandiri, bekerja sama, patuh pada aturan sosial.
7. Seni Budaya Menghargai keberagaman, nasionalis, dan
menghargai karya orang lain, ingin tahu, jujur, displin, demoktaris.
8. Penjas-Kes Bergaya hidup sehat, kerja keras, disiplin, jujur, percaya diri, mandiri, menghargai karya dan prestasi orang lain.
9. TIK/Keterampilan Berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif, mandiri, bertanggung jawab, dan menghargai karya orang lain. 10. Muatan Lokal Menghargai keberagaman, menghargai karya orang
lain, nasionalis, peduli.
Sumber : Buku Pendidikan Karakter di Sekolah Membngun Karakter dan Kepribadian Anak, Zainal Aqib, Bandung : Yrama Widya, 2012
Nilai-nilai pendidikan karakter yang harus ditanamkan dan dimiliki oleh siswa adalah :
1. Jujur
Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan, baik terhadap diri sendiri dan orang lain.
2. Bertanggung Jawab
Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagaimana yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), Negara dan Tuhan YME.
3. Bergaya Hidup sehat
Sebagai upaya untuk menerapkan kebiasaan yang baikdalam menciptakan hidup yang sehat dan menghindarkankebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan.
4. Disiplin
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
5. Kerja Keras
Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatanguna menyelesaikan tugas (belajar/pekerjaan) dengan sebaik-baiknya.
6. Percaya Diri
Sikap yakin akan kemampuan diri sendidri untuk mencapai setiap keinginan dan harapannya.
7. Berjiwa Wirausaha
Sikap dan perilaku yang mandiri, pandai dan berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru. Memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.
8. Berpikir Logis, Kritis, Kreatif, dan Inovatif
Berpikir dan melakukan sesuatu secara kenyataan atau logika untuk menghasilkan cara baru dan termutakhir dari apa yang telah dimiliki.
9. Mandiri
Sikap dan perilaku yang tidak mudah bergantung pada orang lain dalam menyelesaikan permasalahan
10. Ingin Tahu
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari apa yang dipelajari, dilihat, dan didengarnya.
11. Cinta Ilmu
Cara berpikir, bersikapdan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap pengetahuan.
Sikap tahu dan mengerti serta melaksanakan apa yang menjadi milik/hak diri sendiri dan orang lain serta tugas/kewajiban diri sendiriserta orang lain.
13. Patuh pada aturan-aturan Sosial
Sikap menurut dan taat terhadap aturan-aturan berkenaan dengan masyarakat dan kepentingan Umum.
14. Menghargai Karya dan Prestasi orang Lain.
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, mengakui dan menghormati keberhasilan orang lain. 15. Santun
Sifat yang halus dan baik dari sudut pandang tata bahasa maupuntata perilakunya ke semua orang.
16. Demokratis
Cara berpikir, bersikap dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
17. Peduli Sosial dan Lingkungan
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi juga selalu ingin member bantuan bagi orang laindan masyarakat yang membutuhkan.
18. Nasionalis
Cara berpikir, bersikap dan berbuat menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsanya.
19. Menghargai Keberagaman
Sikap memberikan respek/hormat terhadap berbagai macam hal baik yang berbentuk fisik, sifat, adat, budaya, suku, maupun agama.86
Inilah yang merupakan nilai-nilai utama yang harus dimiliki oleh siswa yang yang baik nilai yang berhubungan dengan Allah swt, diri sendiri maupun yang berhubungan dengan orang lain.
Menurut Maslow, manusia yang berkualitas adalah manusia yang mampu mengaktualisasikan diri, yaitu manusia yang memiliki karakteristik, sebagai berikut:
1. Dapat menerima dirinya, orang lain, dan lingkungan sekitar. 2. Perpandangan realistik.
3. Tidak bersikap pasrah (pasif).
4. Berorientasi pada problem-problem eksternal.
5. Mengapresiasi kebebasan dan kebutuhan akan spesialisasi. 6. Berkepribadian independen dan bebas dari pengaruh orang lain.
7. Mengapresiasi segala sesuatu secara progresif, tidak terjebak pada pola-pola baku.
8. Integratif dan akomodatif terhadap semua kalangan.
9. Hubungan dengan orang lainsangat kuat dan mendalam, bukan sekedar formalitas.
10. Arah dan norma demokratisnya diliputi oleh sikap toleran dan sensitivitasnya. 11. Tidak mencampuradukkan antara sarana dan tujuan.
12. Gemar mencipta, berkreasi, dan menemukan penemuan-penemuan dalam skala besar.
13. Menentang ketaatan dan kepatuhan buta terhadap budaya. 14. Berjiwa riang secara filsufis, tidak bermusuhan.87
Ciri manusia yang berkarakter menurut Maslow adalah aktualisasi diri, manusia yang berkarakter menurut rumusan Maslow tersebut adalah manusia yang mampu mengaktualisasikan dirinya dalam menjalani kehidupan.
Istilah komprehensif yang digunakan dalam pendidikan nilai mencakup berbagai aspek :
Pertama, isi pendidikan nilai harus komprehensif, meliputi semua
permasalahan yang berkaitan dengan pilihan nilai-nilai yang bersifat pribadi sampai pertanyaan pertanyaan mengenai etika secara umum.
87 Ngainun Naim, Carakter Building: Optimalisasi Peran Pendidikan dalam
Kedua, metode pendidikan nilai juga harus komprehensif. Termasuk di
dalamnya inkulkasi (penanaman) nilai, pemberian teladan, dan penyiapan generasi muda agar dapat mandiri dengan mengajarkan dan memfasilitasi pembuatan keputusan moral secara bertanggung jawab dan keterampilan-keterampilan hidup yang lain. Generasi muda perlu memperoleh penanaman nilai-nilai tradisional dari orang dewasa yang menaruh perhatian kepada mereka, yaitu para anggota keluarga, guru dan masyarakat. Mereka juga memerlukan teladan dari orang dewasa mengenai integritas kepribadian dan kebahagiaan hidup. Demikian juga mereka perlu memperoleh kesempatan yang mendorong mereka memikirkan dirinya dan mempelajari keterampilan keterampilan untuk mengarahkan kehidupan mereka sendiri.
Ketiga, pendidikan nilai hendaknya terjadi dalam keseluruhan proses
pendidikan di kelas, dalam kegiatan ekstrakurikuler, dalam proses bimbingan dan penyuluhan, dalam upacara-upacara pemberian penghargaan, dan semua asfek kehidupan. Beberapa contoh mengenai hal ini, misalnya kegiatan belajar kelompok, penggunaan bahan-bahan bacaan dan topik-topik tulisan mengenai kebaikan, penggunaan strategi klarifikasi nilai-nilai dan dilema moral, pemberian teladan tidak merokok, tidak korup, tidak munafik, dermawan, menyayangi sesama makhluk Allah, dan sebainya.
Keempat, pendidikan nilai hendaknya terjadi melalui kehidupan dalam
masyarakat. Orang tua, lembaga keagamaan, penegak hukum, polisi, organisasi kemasyarakatan, semua perlu berpartisifasi dalam pendidikan nilai. Konsistensi semua pihak dalam melaksanakan pendidikan nilai mempengaruhi kualitas moral generasi muda.88