• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODELOGI PENELITIAN

A. Pendekatan Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh data tentang model pembinaan karakter siswa pada MAN se kota Medan. Penelitian ini di lakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif..

Penelitian ini terkait dengan pelaksanaan model pembinaan karakter siswa di MAN se kota Medan dengan upaya untuk meningkatkan karakter siswa dengan pendekatan proses pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas, tentunya dalam pelaksanaan ini juga pendekatan atau model penelitian yang terkait dengan studi kasus adalah penelitian untuk memperoleh pemahaman yang utuh dan terintegrasi mengenai interrelasi berbagai fakta dan kebiasaan-kebiasan yang ciri khas penelitian kualitatif tidak dapat dipisahkan dari pengamatan peran serta. Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrumen kunci, partisipan sekaligus pengumpul data, sedangkan instrumen yang lain dijadikan sebagai instrumen penunjang atau pendukung.

Penggunaan pendekatan kualitatif ini didasarkan pada beberapa pertimbangan, antara lain bahwa :

a. Pembinaan karakter tidak hanya menyangkut aspek pengetahuan (knowledge), melainkan bersinggungan dengan semua asfek secara holistik. Asfek-asfek tersebut antara lain : Fisik, emosi, bahasa, sosial, kepribadian, moral, dan kesadaran atau penghayatan beragama.

b. Karakter merupakan prilaku manusia yang bersifat komplek karena menyangkut keyakinan manusia kepada Allah swt, tujuan hidup, tindakan-tindakan yang tampak dalam lingkungan. Oleh karena itu eksplorasi induktif terhadap proses interaksi sosial dalam lingkungan sekolah atau Madrasah menjadi ciri yang menonjol dalam penelitian ini.

c. Pemahaman terhadap Karakter memerlukan pemaduan secara tepat antara asumsi peneliti dengan realitas yang ada. Dengan demikian paradigma naturalistik sangat diperlukan untuk memahaminya.

Dalam melaksanakan penelitian kualitatif juga lebih mengutamakan tindakan yaitu:

1) Penelitian kualitatif mempunyai setting alami sebagai sumber data langsung dan peneliti adalah instrumen utamanya. Kedudukan peneliti sebagai instrumen pengumpul data lebih dominan daripada instrumen lainnya.

2) Penelitian kualitatif bersifat deskriftif yaitu data yang terkumpul berbentuk kata-kata, gambar bukan angka-angka, kalaupun angka-angka sifatnya hanya sebagai penunjang. Data yang diperoleh melalui transkip interviu, catatan lapangan, poto-poto, dokumen pribadi dan lain-lain.

3) Penelitian kualitatif lebih menekankan proses kerja, seluruh fenomena yang dihadapi.

4) Penelitian kualitatif cendrung menggunakan pendekatan induktif. Abstraksi-abstraksi digunakan atas dasar data yang telah terkumpul dan dikelompokkan bersama-sama melalui pengumpulan data selamakerja lapangan di lokasi penelitian.

5) Penelitian kualitatif memberikan tekanan pada titik tekan makna yaitu fokus penelaahan terpaut langsung dengan masalah kehidupan manusia.197

Pelaksanaan kegiatan dalam melakukan penelitian ini lebih menekankan kepada upaya peneliti sendiri, dengan melakukan penelitian observasi secara langsung yang terjadi di lapangan sehingga peneliti dapat melihat fakta- fakta yang sesungguhnya yang terjadi di lapangan. Penelitian ini tentu memiliki keterbatasan baik yang berkaitan dengan ruang dan waktu.

Samiaji menegaskan bahwa dalam pelaksanaan penelitian studi kasus (case study), seorang penelitian studi harus memiliki tahapan atau langkah-langkah kegiatan yang harus dilaksanakan. Langkah-langkah-langkah kegiatan yang akan ditempuh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1) Melakukan pengumpulan data, salah satu sarananya dengan melakukan wawancara terhadap informasi kunci. Penelitian ini dilakukan sampai pada tingkat kejenuhan data dan selama itu pula dilakukan kategorisasi dalam tema-tema untuk menemukan konsepsi teoritis dan praktis.

2) Melakukan interpretasi terhadap data sehingga ditemukan mekanisme yang berlaku yang sesuai dengan data penelitian.

3) Menyimpulkan temuan yang telah dilakukan.198

197Sudarwan Danim, Menjadi Peneliti Kualitatif, (Bandung : Pustaka Setia, 2006), h. 51.

Menurut Bogdan dan Taylor dalam buku Lexy Moleong, menjelaskan bahwa : Metodologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghadirkan data deskriptif beberapa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau pelaku yang diamati.199

Penelitian kualitatif memiliki karakteristik antara lain : ilmiah, manusia sebagai instrument, menggunakan metode kualitatif, analisis data secara induktif, deskriftif, lebih mementingkan proses dari pada hasil, adanya fokus, adanya criteria untuk keabsahan data, desain penelitian bersifat sementara, dan hasil penelitian di rundingkan dan disepakati bersama.200

Adapun metode yang digunakan dalam pendekatan penelitian kualitatif ini adalah metode kasus. Penggunaan metode studi kasus dalam pendekatan kualitatif dianggap tepat karena keduanya memiliki tinjauan yang menyeluruh (holistik) dan alamiah. Begitupun dengan tujuan yang ingin didapatkan, keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu mengembangkan pengetahuan dan gambaran yang mendalam mengenai objek yang diteliti.

B. Lokasi Penelitian. 1. Lokasi Penelitian.

Penelitian ini dilaksanakan di MAN Se Kota Medan yang terletak di : 1) MAN 1 terletak di Jl. Williem Iskandar, No. 7 B,Medan, Indonesia.

2) MAN 2 terletak di Jl. Williem Iskandar, No. 7 A-B, Sidorejo, Medan Tembung Medan,

3) MAN 3 terletak di Jl. Pertahanan, No. 99S, 20149 Medan.

Penelitian dilakukan bagi peserta didik tahun ajaran 2015/2016, Kelas XII semester ganjil. Waktu Pelaksanaan Penelitan di mulai bulan Agustus 2015 Tabel7 :Situs Penelitian

S i t u s P e n e l i t i an

Latar Madrasah Aliyah Negeri Se Kota Medan, yaitu ; MAN 1, MAN 2, MAN 3.

Pelaku Kepala Madrasah, WKM bid Kesiswaan, Guru, Konselor, Siswa, Peristiwa Pelaksanaan Model Pembinaan Karakter Siswa di MAN Se Kota

199Lexy Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif ( Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005), h. 11

Medan.

Proses 1. Pelaksanaan Model Pendidikan Karakter 2. Proses Pendidikan Karakter Siswa

3. Pelaksanaan Evaluasi Model pendidikan Karakter

Madrasah Aliyah Negeri tersebut merupakan Madrasah yang pertama sekali berdiri dan merupakan sekolah unggulan untuk kategori sekolah Madrasah Aliyah Negeri yang ada di Propinsi Sumatera Utara. Keunggulan terletak pada aktivitas pembelajaran dan prestasi yang diraih melebihi Madrasah Aliyah yang lain. Di samping itu kelengkapan sarana dan prasarana pembelajaran yang dimiliki sangat lengkap. Demikian pula aktivitas keagamaan di Madrasah Aliyah Negeri Medan tersebut sangat tinggi sehingga budaya keagamaan di Madrasah Aliyah Negeri Medan tersebut sangat tampak. Hal-hal tersebut menjadi alasan ditetapkannya sebagai lokasi penelitian ini.

C. Alat Pengumpulan Data