BAB II. KAJIAN PUSTAKA
2.2 P ENELITIAN S EJENIS T ERDAHULU
Pertama, penelitian yang dilakukan oleh Zerlina dkk (2017) tentang Persepsi Pegawai Negeri Sipil dan Calon Pegawai Negeri Sipil terhadap kewajiban penggunaan e-filing. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif.
Subjek penelitian ini adalah pegawai negeri sipil dan calon pegawai negeri sipil di Rektorat serta Fakultas Ekonomi UNDIKSHA Singaraja karena menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSHA) Singaraja. Persepsi pegawai negeri sipil dan calon pegawai negeri sipil digali melalui wawancara mendalam. Hasil Penelitian ini
Universitas Sumatera Utara
menunjukkan adanya persepsi positif, baik dari pegawai negeri sipil dan calon pegawai negeri sipil terhadap kewajiban penggunaan e-filing. Pegawai negeri sipil dan calon pegawai negeri sipil merasakan manfaat dari penggunaan e-filing dan menilai bahwa aplikasi e-filing mudah untuk digunakan karena bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.
Kedua, penelitian yang dilakukan oleh Ulfa dkk (2018) yaitu Persepsi Masyarakat Surabaya Tentang Iklan ―Manfaat Pajak‖ Di Televisi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh persepsi negatif. Hal ini dapat diketahui dari beberapa wawancara yang ditanyakan kepada informan, sebagian besar informan menyatakan tidak setuju. Namun masih ada sebagian kecil yang mempunyai persepsi positif terhadap iklan ―manfaat pajak‖ di televisi, karena iklan dianggap untuk mendapatkan dukungan dalam proses pengumpulan pajak di masyarakat.
Ketiga, penelitian yang dilakukan Fajar (2015) tentang Persepsi Anak Terhadap Orangtua Yang Bekerja Penuh Waktu Di Luar Rumah: Studi Kualitatif dengan Pendekatan Fenomenologi. Penelitian ini bermaksud untuk menilik persepsi subjek terhadap kedua orangtua yang bekerja di luar rumah terkait dengan kehidupan sehari-hari yang terjadi. Tujuan penelitian ini adalah memahami persepsi anak secara kognisi, afeksi, dan psikomotor kepada orangtua mereka yang bekerja penuh waktu di luar rumah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Peneliti menggunakan pendekatan fenomenologi dalam penelitian ini, khususnya IPA (Interpretative Phenomenological Analysis).
Universitas Sumatera Utara
Subjek yang terlibat pada penelitian ini berjumlah tiga orang yang terdiri dari dua wanita dan satu pria yang berasal dari kota Semarang dan sekitarnya. Berdasarkan riset yang telah dilakukan, peneliti menemukan pemaknaan persepsi anak terhadap orangtua yang keduanya bekerja menghasilkan: (1) pemaknaan secara kognisi pada kedua orangtua; (2) penerimaan secara afeksi pada kedua orangtua;
(3) bentuk perilaku pada kedua orangtua. Bentuk-bentuk dari hasil persepsi terhadap orangtua yang bekerja membentuk perasaan dan harapan pada anak agar dapat berkumpul bersama kedua orangtua serta mempengaruhi kedekatan serta kelekatan anak dengan orangtuanya dan menjadikan anak mengetahui gambaran tentang dirinya dan kedua orangtuanya, dengan demikian anak dapat memahami memposisikan dirinya diantara kedua orangtua.
Keempat, penelitian yang dilakukan oleh Matahari (2012) tentang Studi Kualitatif Mengenai Persepsi Dan Perilaku Seksual Wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) Dalam Upaya Pencegahan IMS Di Kota Semarang Tahun 2012.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara mendalam (indepth interview).
Subjek penelitian adalah 6 (enam) PSK yang mengalami Infeksi Menular Seksual (IMS) dan mewawancarai dua kelompok diskusi Focus Group Discussion (FGD), seorang mucikari, dan seorang petugas lapangan (PL) sebagai triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengetahuan PSK dan persepsi PSK terhadap IMS juga sudah baik, tetapi perilaku PSK dalamupaya mencegah penularan IMS masih belum bisa dikatakan baik karena penggunaan kondom diantara pekerja seks komersial pada saat melakukan hubungan seksual dengan pelanggannya
Universitas Sumatera Utara
masih rendah. Tidak adanya dukungan dari mucikari dalam meningkatkan perilaku pencegahan IMS. Hal ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kesehatan diri sendiri masih rendah. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Perilaku pencegahan PSK terhadap penularan IMS belum baik.
Kelima, penelitian yang dilakukan Cahyaningtyas (2017) tentang Persepsi Masyarakat Terhadap Keterbukaan Informasi Publik Di Kota Semarang, Studi Kasus: Masyarakat Pengguna Pusat Informasi Publik (PIP) Tahun 2017.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan studi literatur.
Analisis data dilakukan dengan fase reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini adalah masyarakat kota Semarang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pengetahuan kota Semarang tentang keberadaan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) belum sepenuhnya mengacu pada UU KIP, 2) kurangnya pemahaman masyarakat tentang penerapan KIP, 3) penilaian masyarakat terhadap KIP umumnya cenderung hanya membutuhkan hasil yang memuaskan tetapi tidak mengubah perilaku mereka untuk berpartisipasi dalam pemerintahan.
Keenam, penelitan yang dilakukan Makarno dkk (2017) tentang Persepsi Pegawai Negeri Sipil Terhadap Penerapan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara (Studi Kasus Aparatur Sipil Negara Di Kantor Kelurahan Temindung Permai Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda). Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dimana pada penelitian bersifat
Universitas Sumatera Utara
memberikan gambaran tentang keadaan yang sebenarnya yang terjadi di lapangan.
Temuan dari hasil penelitian ini bahwa persepsi pegawai negeri sipil sangat setuju diterapkan sehingga memberikan peningkatan kualitas disiplin, produktivitas, kemampuan, kinerja pegawai dan berdampak baik bagi pegawai yang berdasarkan kompetensi, kualitas dan prestasi kerja pegawai.
Ketujuh, penelitian yang dilakukan Harjeni (2016) tentang Persepsi Masyarakat Terhadap Eksistensi Pak Ogah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap keberadaan Pak Ogah di kota Makassar tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian sosial budaya. Jenis Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan cara penentuan sampel melalui teknik Purposive Sampling dengan memilih beberapa informan yang memiliki kriteria yang telah ditentukan oleh peneliti yakni yang mengetahui tentang aktivitas Pak Ogah di kota Makassar tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap keberadaan Pak Ogah dalam setiap kalangan memiliki pandangan masing-masing, namun apabila kita mengutamakan keamanan dan kenyamanan di jalan maka polisi lalu lintaslah yang berhak mengatur kendaraan karena itu merupakan tugas dan tanggung jawab serta wewenangnya selaku lembaga resmi, dan selain daripada polisi maka tidak memiliki wewenang di jalan dan bersifat ilegal seperti aktivitas Pak Ogah tersebut.
Kedelapan, penelitian yang dilakukan Indirwan (2016) tentang Persepsi Mahasiswa terhadap Kualitas Pelayanan Akademik Pasca Sarjana UIN Alauddin
Universitas Sumatera Utara
Makassar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap kualitas pelayanan akademik Pasca Sarjana UIN Alauddin Makassar tidak sesuai dengan harapan atau negatif. Kendala yang dihadapi dalam pelayanan akademik seperti masih lambatnya proses pelayanan, sarana dan prasarana yang belum memadai, SDM yang belum mumpuni, dan kurangnya kedisiplinan pegawai.
Kesembilan, penelitian yang dilakukan Ningrum (2018) tentang Kajian Ujaran Kebencian di Media Sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi. Data berupa tutur netizen pada kolom komentar facebook yang mengandung ujaran kebencian dan tindak tutur ilokusi, asertif, direktif, komisif, ekspresif dan deklaratif. Hasil penelitian menunjukkan bentuk ujaran kebencian yang ditemukan antara lain;
bentuk penghinaan, menghasut, provokasi politik, pencemaran nama baik, penistaan agama, dan menyebarkan berita bohong (hoax).
Kesepuluh, penelitian yang dilakukan oleh Wibowo (2018) tentang Konstruksi Ujaran Kebencian Melalui Status Media Sosial. Penelitian dengan pendekatan studi kasus bertujuan untuk mengeksplorasi pergolakan bermedia sosial dan janjinya di dunia siber yang memberikan kebebasan berpendapat atau juga batasan dari praktik tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah adanya pergolakan bermedia sosial karena hadirnya UU ITE (terutama pasal 27 ayat 3) membatasi kebebasan berpendapat dalam bermedia sosial untuk melayangkan kritiknya sebagai audiens yang sekaligus sebagai produsen aktif menyampaikan pendapatnya. Media sosial bukan hanya sebagai ruang bebas untuk berpendapat,
Universitas Sumatera Utara
melainkan bisa menjadi ruang yang membuat seseorang dipenjara. Dalam bermedia sosial, privasi menjadi memudar dan perwujudan di dunia siber tidak hanya sebagai representasi penggunanya, tetapi juga mengintervensi dan mengikat pada relasi individu, budaya, dan teknologi.
Peneliti memilih mengembangkan penelitian yang dilakukan Makarno dkk (2017) tentang Persepsi Pegawai Negeri Sipil Terhadap Penerapan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara (Studi Kasus Aparatur Sipil Negara Di Kantor Kelurahan Temindung Permai Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda). Permasalahan yang difokuskan dalam penelitian Makarno untuk mengetahui persepsi ASN tentang keberadaan UU ASN No.
Tahun 2014 dan penerapannya. Undang-Undang ASN merupakan ketentuan yang bersifat umum mengatur banyak aspek tentang ASN antara lain: mengatur tentang hak ASN, kewajiban ASN, pengembangan karir ASN, kepangkatan ASN, pensiun ASN, sampai dengan hukuman disiplin ASN. Makarno dkk (2017) dalam penelitiannya tentang persepsi ASN terhadap UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN tidak mengambil satu fokus kajian dari berbagai aspek dari ASN yang diatur dalam undang-undang tersebut.
Peneliti mengangkat aspek hukuman disiplin yang diatur dalam UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN. Secara khusus peneliti mengangkatnya dari kondisi sosial yang sangat mengkhawatirkan terkait dengan ujaran kebencian dan hoax yang melibatkan oknum ASN yang telah dijelaskan pada latar belakang penelitian.
Peneliti berusaha mengungkapkan fokus penelitian terkait dengan persepsi PPK tentang 6 (enam) aktivitas ujaran kebencian berkategori pelanggaran disiplin
Universitas Sumatera Utara
sebagaimana diatur dalam rilis BKN No. 006/RILIS/BKN/V/2018. Rilis yang dikeluarkan BKN sejak bulan Mei tahun 2018 menimbulkan pro dan kontra.
Ketentuan tentang larangan terhadap perbuatan-perbuatan yang berkategori hukuman disiplin ASN pada Rilis BKN merupakan peraturan yang berdiri sendiri dan terpisah dari PP 53 Tahun 2010 tentang Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil.
Perbedaan persepsi dalam memaknai ketentuan rilis BKN juga memunculkan pro dan kontra terhadap substansi yang diatur yaitu 6 (enam) aktivitas ujaran kebencian berkategori pelanggaran disiplin. Salah satu perhatian PPK tentang pernyataan mendukung pendapat di media sosial seperti kegiatan berkomentar (comment), suka (like), berkomentar kembali di twitter (retweet) dipahami telah melanggar hak azasi sebagai pribadi dan melanggar UUD 1945 karena menyampaikan pendapat dijamin oleh Undang Undang Dasar 1945. Hal inilah yang menjadi kekhawatiran di kalangan ASN maupun Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) sebagai pelaksana rilis BKN di instansi pemerintah.
2.3 Uraian Teoretis