Penghargaan Energi Pratama
sapi ditampung dalam biodigester. Gas dapat disalurkan menjadi listrik dan bahan bakar kompor gas. Kotoran kering untuk pupuk tanaman dan pakan ikan, cairan dari kotoran untuk pupuk, urine untuk pupuk
cair organik. Kita dapat memanfaatkan semua potensi yang ada di masyarakat dengan memberikan teknologi yang bermanfaat untuk masyarakat,” kata Sri Wahyuni, yang menjabat Direktur PT Swen IT.
Dalam melayani masyarakat, Swen memasang langsung instalasi biogas dan memastikan bahwa instalasi yang terpasang dapat diimplementasikan dengan baik dengan memberikan jaminan selama 5 tahun. Selain pemasangan instalasi penyaluran biogas, Swen IT juga memberikan pembinaan sumber daya manusia (SDM) apabila daerah membeli produk tersebut minimal sebanyak 10 unit.
Bonus pelatihan gratis mengenai aplikasi biogas, hingga pengolahan pupuk organik dan integrasinya dengan pertanian juga ditawarkan. ”Kami siap membantu 24 jam untuk para petani, peternak, maupun industri kecil yang memanfaatkan biogas untuk berkonsultasi melalui telepon maupun secara langsung,” kata Sri.
Hingga pertengahan tahun 2012, Swen IT berhasil memasang instalasi biogas yang telah tersebar hampir di seluruh Indonesia di 230 Kabupaten, 32 Provinsi, dengan total jumlah 3.000 unit. Produk Reaktor Biogas dari fiber glass yang dihasilkan kedap suara dengan berbagai tipe ukuran kapasitas mulai 4 m3 untuk skala rumah tangga sampai dengan 100 m3.
Penghargaan Energi Pratama
Produksi dilakukan secara kontinu dengan frekuensi 10 unit per hari. Standarisasi reaktor buatan PT Swen IT juga telah mendapat Uji Report dari Balai Pengujian Mutu dan Alat Mesin Pertanian (BPMA), Departemen Pertanian pada tahun 2010 dan memenuhi SNI.
Swen IT juga memenuhi kebutuhan dengan melakukan pengadaan peralatan dan perlengkapan yang memanfaatkan biogas, seperti kompor biogas, rice cooker biogas, lampu biogas, kantong biogas, generator biogas, oven biogas, mesin pasteurisasi susu bahan bakar biogas, hingga peralatan penunjang (sekop, arco/
gerobak dorong, tempat sampah) dari fiber glass.
Semakin hari, tentu saja semakin banyak permintaan masyarakat maupun pemerintah daerah untuk memasang reaktor biogas. Kebutuhan ini juga mendorong tersedianya tenaga kerja, dan
Swen IT memprioritaskan tenaga kerja dari masyarakat sekitar.
“Selain meningkatkan penyerapan tenaga kerja, kami juga melaksanakan program CSR (Corporate Social Responsibility) dengan membantu penduduk setempat membangun jalan dan jembatan di desa sekitar untuk memudahkan transportasi bersama, sunatan masal maupun bantuan sosial lainnya,” jelas Sri.
Perubahan Pola Pikir
“Paket lengkap” biogas yang diberikan Swen, mulai dari produksi reaktor, peralatan rumah tangga, pertanian, dan terutama pelatihan aplikasi teknologi biogas di daerah-daerah sekaligus mengubah cara pandang masyarakat terhadap kotoran.
Masyarakat yang semula jijik berubah menjadi lebih memahami bahwa kotoran mampu menghasilkan sumber energi Penghargaan Energi Pratama
terbarukan yang murah, mudah diperoleh dan ramah lingkungan.
“Kami pernah bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Bangka Barat. Di sana harga LPG 12 kg sangat tinggi, yaitu Rp 170 ribu, hampir dua lipat dengan harga di pulau Jawa. Dengan adanya peternakan sapi sebanyak 70 ekor sapi dan pengadaan 30 kantong biogas, kini masyarakat di sana sangat bersemangat untuk menggunakan biogas. Mau tidak mau dengan keterbatasan yang ada, tantangan harus kami taklukan dan masyarakat Bangka Barat akhirnya melakukan tukar menukar,
yaitu para petani yang tidak memiliki sapi membawa rumput ke peternakan sapi, kemudian peternak mengisi biogas ke tabung gas 3 kg, sehingga hal itu kami jadikan slogan ‘Datang Membawa Rumput, Pulang Membawa Gas’,” kenang direktur PT Swen IT.
Dengan terpasangnya biogas di daerah-daerah membuka peluang para petani dan peternak untuk membuka usaha lain sehingga menambah penghasilan, masyarakat tidak perlu lagi membeli minyak tanah, menghemat penggunaan listrik, memperoleh penghasilan tambahan Penghargaan Energi Pratama
dari pengolahan pupuk organik dan mewujudkan masyarakat yang mandiri energi dan membangun Desa Mandiri Energi (DME). “Kegiatan yang dilakukan PT Swen IT akan terus berlanjut selama bahan baku tersedia, baik dari kotoran ternak, manusia, dan sampah organik,” kata Sri penuh semangat.
Terus Berkembang
Menyusul beberapa penghargaan yang diterima, termasuk dari Kementerian UKM dan Kementerian ESDM, Swen IT semakin mendapat kepercayaan dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Koperasi dan
UKM, dan Kementerian ESDM maupun pemerintah daerah untuk memasang instalasi biogas.
Pemasangan biogas yang semula 3000 unit kini terus bertambah mencapai 4500 unit, dan telah terpasang di 292 kabupaten di 33 provinsi. Pada tahun 2013 akan dilaksanakan sosialisasi di 10 Provinsi di Indonesia. Untuk terus mensosialisaikan produknya, telah dikirim brosur ke 450 kabupaten di seluruh Indonesia.
Pada awal tahun 2013 juga telah dilaksanakan kerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri untuk mewujudkan Desa Mandiri Energi (DME) berbasis biogas di 48 kabupaten.
Penghargaan Energi Pratama
Biogas yang sebagai bahan bakar generator, listrik yang dihasilkan untuk mengisi baterai sepeda motor.
Penghargaan Energi Pratama
Sri Wahyuni bersama karyawan Swen IT
Kementerian UKM dan Koperasi bermitra untuk melaksanakan pengadaan biogas bagi usaha industri kecil dengan memanfaatkan limbah tahu berintegrasi dengan limbah gula di 10 provinsi. Tidak mau kalah, Kementerian Pertanian menggandeng Swen IT untuk melaksanakan pengadaan biogas di 30 kabupaten di 17 provinsi.
Selain Kementerian, kerja sama dilakukan dengan Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Selatan untuk melaksanakan pengadaan 150 unit biogas. Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Timur meminta Swen IT mendukung pembangunan DME di Bulungan (20 unit biogas), dan Dinas ESDM Provinsi Jambi 30 unit biogas.
“Kami masih akan terus berjuang untuk pengembangan energi baru terbarukan
dengan mengembangkan peralatan-peralatan yang menggunakan biogas, seperti setrika, water heater, maupun sepeda motor ke pelosok negeri.”
Sri juga berharap Kementerian ESDM terus mengembangkan energi baru terbarukan di daerah pelosok yang sulit terjangkau, di perbukitan, pegunungan, pinggiran sungai sampai pelosok hutan. Hal ini, kata Sri, tentu akan membantu program konservasi dan diversifikasi energi sehingga Indonesia menjadi negara mandiri energi seperti yang menjadi tujuan pemberian Penghargaan Energi. Seperti dikutip dalam pantunnya,
Marilah kita mengolah limbah menjadi biogas
Untuk mewujudkan energi terbarukan Penghargaan Energi Pratama
Berkomitmen tinggi mempelopori dan mengembangkan serta mendorong perubahan dalam mewujudkan pengelolaan energi yang berkelanjutan dan efisien melalui perancangan sampai pembangunan 3000 Unit Reaktor Biogas sekaligus pengadaan peralatan biogas pada 230 Kabupaten/32 Provinsi di Indonesia, berdampak besar meningkatnya lapangan kerja dan perekonomian serta implementasi mewujudkan Desa Mandiri Energi.
Alamat: Jl. Cikerti No.25 RT/RW 03/06 Kelurahan Padasuka, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor – Jawa Barat Penghargaan Energi Pratama
Penghargaan Energi Prakarsa 2012
Energi Baru dan Terbarukan (EBT) seringkali dipandang sebagai sumber energi “alternatif” ketika sumber energi yang dianggap
“utama” sulit didapat. Pandangan itu seperti terbantahkan di Provinsi Sulawesi Barat. Provinsi termuda di Indonesia ini, mengandalkan energi terbarukan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi dari hanya 37 persen pada tahun 2007, hingga mencapai 87,3 persen pada akhir tahun 2012.
Penghargaan Energi Prakarsa 2012