S
aat pertama kali memasuki daerah wisata Kamojang, Garut Jawa Barat, kita akan disuguhi dengan kenampakan pipa-pipa besar dan panjang yang saling terhubung menuju ke beberapa bangunan. Pipa-pipa tersebut adalah milik PT. Pertamina Geothermal Energi (PGE), perusahaan yang bergerak dan mengembangkan 15 Wilayah Kerja Pengusahaan Geothermal di Indonesia.Berdiri sejak tahun 2006, anak perusahaan PT. Pertamina (Persero) ini diamanatkan pemerintah untuk menyediakan energi
tanpa polusi. Kamojang menjadi perusahaan geothermal terbesar di dunia dengan kapasitas terpasang lebih dari 2.000 Mega Watt (MW) atau setara 100.000 barel minyak per hari.
Energi bersih, terbarukan dan ramah lingkungan
Panas Bumi adalah sumber energi panas yang terkandung di dalam air panas, uap air, batuan bersama mineral ikutan dan gas lainnya yang secara genetik tidak Penghargaan Energi Pratama
dapat dipisahkan dalam suatu sistem Panas Bumi dan untuk pemanfaatannya diperlukan proses penambangan. Berbeda dengan energi fosil seperti minyak bumi dan batubara, energi panas bumi dapat diperbaharui dengan menjaga kandungan air yang berinteraksi dengan panas yang berasal dari dalam bumi.
Pemanfaatan panas bumi relatif ramah lingkungan, terutama karena tidak memberikan kontribusi gas rumah kaca, sehingga perlu didorong dan dipacu perwujudannya. Peman-faatan panas bumi juga akan mengurangi
ketergantungan terhadap bahan bakar minyak sehingga dapat menghemat cadangan minyak bumi.
Potensi energi panas bumi di Indonesia mencakup 40 persen potensi panas bumi dunia. Potensi ini tersebar pada 251 lokasi di 26 provinsi dengan total potensi energi lebih kurang 27.140 MW atau setara 219 milyar ekuivalen barrel minyak. Sementara kapasitas terpasang saat ini baru 1.194 atau 4% dari seluruh potensi yang ada.
PT. Pertamina Geothermal Energi (PGE) sendiri memiliki 14
Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP). WKP Kamojang adalah
salah satu yang dioperasikan sendiri
dengan empat U n i t Asal Usul
Usulan JB Van Dijk (warga negara Belanda) pada tahun 1918 untuk memanfaatkan sumber energi panas bumi di daerah kawah Kamojang, Garut, Jawa Barat, menandai titik awal sejarah perkembangan panas bumi di Indonesia. Tahun 1926, eksplorasi pertama panas bumi dilakukan oleh pemerintah Belanda, dan berhenti pada tahun 1928 sampai dengan 1964. Penyelidikan komprehensif di Kamojang mulai dilakukan pada 1972 hingga saat ini. Era baru Kamojang sebagai daerah penghasil panas bumi diawali dengan peresmian Lapangan Geothermal Kamojang pada tanggal 29 Januari 1983 dan diikuti dengan beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) Unit-1 (30MW) pada tanggal 7 Februari 1983.
“...bila ingin eksis menjadi benchmark bagi lainnya, harus tetap menelurkan inovasi-inovasi baru..”
(Tavip Dwikorianto) Penghargaan Energi Pratama
produksi dan menorehkan prestasi di berbagai bidang. Dengan jumlah karyawan sebanyak 337 orang (250 orang di antaranya merupakan karyawan out-sourcing), sederet prestasi telah diraih.
PGE mendapat penghargaan Proper Emas yang kedua, penghargaan ISRA, Penghargaan Aditama, Penghargaan Energi Pratama Tahun 2012 dan pengakuan internasional ISO (ISO 9001:2008, ISO 14001: 2004, ISO 9007:2008). Prestasi ini PLTP. Total kapasitas saat ini sebesar 200
MW, terdiri atas PLTP Unit 1,2,3 (total 140 MW) yang dioperasikan oleh PLN, serta PLTP Unit 4 (60 MW) yang dioperasikan sejak tahun 2008 oleh PT. PGE.
Saat ini sedang dibangun PLTP Unit 5 berkapasitas 30 MW yang peresmiannya oleh Menteri ESDM Jero Wacik pada bulan Januari 2013 lalu. Wilayah Kerja Panas Bumi Kamojang memiliki prospek sumber daya sekitar 300 MW. Keberhasilan membangun PLTP Unit 5 Kamojang dan PLTP Lahendong (Sulawesi Utara) kian mengukuhkan PT.
Pertamina Geothermal Energy (PGE) mendominasi dalam menggarap potensi panas bumi di Indonesia dan berpacu menuju posisi perusahaan geothermal terbesar dunia pada tahun 2014.
Prestasi
Kamojang yang terletak di ketinggian 1.500m dpl dan 23 km arah Barat Laut Kota Garut, Jawa Barat, masih menjadi unggulan bagi PT. PGE dalam menggapai
“….menjadikan Area Kamojang sebagai Geothermal Information Center, Desa Wisata dan Area Konservasi Burung Elang..”
(General Manager PT. PGE Area Kamojang)
Alat pemotong rumput dengan memanfaatkan tenaga uap hasil inovasi karyawan PT. PGE Area Kamojang memperoleh penghargaan Nasional CIP Gold dalam ajang lomba inovasi antar Unit PT. Pertamina.
Dapat menghemat BBM sebesar 8 liter/hari untuk pemakaian satu alat.
Harga alat ± 4 juta rupiah
Penghargaan Energi Pratama
penjadikan Kamojang menjadi ikon dan benchmark bagi perusahaan lainnya, terutama di lingkungan PT. Pertamina.
“Usaha kami dalam hal penghematan dan diversifikasi energi dihargai yang dihargai dengan Penghargaan Energi Pratama, dan efeknya juga sampai ke penilaian Proper.
Hal ini sebagai penilaian puncak kinerja di lingkungan korporat yang mendorong kami untuk terus berinovasi dalam upaya konservasi dan diversifikasi energi,” ujar Tavip Dwikorianto, General Manager PT.
PGE Area Kamojang.
Dalam bidang penelitian, melalui kerja sama litbang dengan BPPT pada PLTP Unit 3, PT. PGE Area Kamojang menyediakan uap untuk tujuan penelitian pengembangan
peralatan PLTP, seperti turbin, generator dan peralatan lainnya. Nantinya diharapkan dapat menumbuhkan industri dalam negeri yang dapat memproduksi peralatan utama PLTP dan mengurangi ketergantungan impor dari negara lain, selain membuka lapangan kerja. Serta pada akhirnya dapat dikembangkan PLTP skala kecil (kapasitas lebih kurang 3 MW) di seluruh wilayah Indonesia.
Melalui inovasi, PT. PGE Area Kamojang pada tahun 2013 akan memanfaatkan buangan uap untuk sterilisasi bibit jamur bagi petani di sekitar area Kamojang.
Sedangkan pada tahun 2012 lalu telah berhasil dibuat prototipe alat pemotong rumput yang tenaganya dengan Penghargaan Energi Pratama
memanfaatkan uap buangan dari stream trap di sepanjang jalur pipa.
Untuk rencana ke depan, PT. PGE Area Kamojang bertekad untuk menjadi Geothermal Information Center (GIC) di Indonesia dengan konsep pengunjung saat masuk sudah bisa melihat proses geotermal sesuai dengan urutan atau proses mulai dari eksplorasi, produksi sampai dengan pembangkit listriknya.
Sampel batuan dari seluruh area yang ada di Indonesia akan dikirim dan dikumpulkan di GIC Kamojang ini untuk dapat mudah diteliti dan dianalisa dengan peralatan lengkap.
Untuk memberdayakan masyarakat lokal Kamojang dan Garut umumnya, PT. PGE Area Kamojang telah memulai kerja sama dengan Pemda Kabupaten Garut dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) akan menjadikan Area Kamojang sebagai salah satu tujuan desa wisata. “Selain dengan Pemda juga kerjasama dengan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) salah satunya adalah konservasi burung elang yang nantinya akan dilepas di kawasan ini,” kata Tavip.
Kamojang tampaknya tak akan berhenti berinovasi. “...bila ingin eksis menjadi benchmark bagi lainnya, harus tetap menelurkan inovasi-inovasi baru..” kata Tavip Dwikorianto. ***
Penghargaan Energi Pratama
“….berjasa luar biasa dan berkomitmen tinggi mewujudkan keseimbangan pasokan energi dengan kebutuhan masyarakat melalui penyaluran uap panas bumi untuk Pembangkit Listrik 200 MW ke PT Indonesia Power dan PLTP Kamojang Unit 4 terkoneksi jaringan Jawa Bali Madura, konservasi serta membangun dan mengoperasikan PLTP produksi 1.638 GWh listrik/th setara 3,2 juta BOE/th , berdampak besar penghematan 18.707.107 kl/th dan dukungan ketahanan energi nasional dalam penyediaan listrik yang beroperasi konstan sepanjang tahun…”
Alamat: Jalan Raya Kamojang, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Propinsi Jawa Barat
Penghargaan Energi Pratama
Penghargaan Energi Prakarsa 2012
Berlokasi di Margamukti - Pangalengan, desa di lingkungan perkebunan teh yang asri berjarak 40 kilometer ke arah selatan kota Bandung, Provinsi Jawa Barat;, Star Energy Geothermal (Wayang Windu) Ltd mengoperasikan Pembangkit Listrik Panas Bumi Wayang Windu. Pada awal beroperasi tahun 2000, terdapat satu unit pembangkit berkapasitas 110 MW, - pembangkit listrik panas bumi terbesar di dunia saat itu. Kini, total kapasitas PLTP Wayang Windu telah mencapai 227 MW, melalui penambahan sebuah unit pembangkit kapasitas 117 MW yang beroperasi sejak 2009.
Penghargaan Energi Prakarsa 2012