• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendekatan Pembelajaran PAI Berbasis Discovery dan Inquiry

PEMBELAJARAN BERBASIS DISCOVERY DAN INQUIRY 1. Pembelajaran Berbasis Discovery

2. Pembelajaran Berbasis Inquiry

Pada masa ini pendekatan pembelajaran yang diterap-kan di sekolah maupun madrasah adalah pembelajaran inquiry, pendekatan ini menekankan kepada proses mencari dan men-emukan, pendekatan ini dapat digunakan disemua mata pelajaran termasuk pula mata pelajaran PAI. Materi tidak diberikan secara langsung sehingga peran siswa dalam hal ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran sedangkan guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing siswa untuk belajar. Dibawah ini pendapat para ahli mengenai pembelajaran berbasis inquiry.

Menurut Nunung Sriwidianingsih (2005: 28) yang dimak-sud dengan inquiry adalah “Guru jarang menerangkan tetapi ban-yak mengajukan pertanyaan”, sedangkan metode mengajar

inqui-ry menurut Zuhairini dan kawan-kawan (1983 : 86) disebut juga

metode mengajar tanya jawab (http://www.bloggermajalengka.

com/2012/03/10/penerapan-metode-mengajar-inquiry-dalam-pembelajaran-sains-di-sekolah-dasar-part-1.html).

Menurut Dimyati dan Mudjiono (2006: 173) model

in-quiry merupakan pengajaran yang mengharuskan siswa

mengo-lah pesan sehingga memperoleh pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai, dalam model inquiry siswa dirancang untuk terlibat dalam melakukan inguiry dan model ini terpusat pada siswa.

Sedangkan menurut Sudjana (2000: 154) pendekatan

in-quiry merupakan pendekatan mengajar yang berusaha

meletak-kan dasar dan mengembangmeletak-kan cara berfikir ilmiah, pendeka-tan ini menempatkan siswa lebih banyak belajar sendiri dalam mengembangkan kekreatifan pemecahan masalah dan siswa bet-ul-betul di tempatkan sebagai subyek yang belajar.

124 Nurhayati ~ Maju Bersama Pendidikan Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa pendeka-tan inquiry merupakan proses pembelajaran yang menekankan kepada peran siswa dan untuk aktif dalam pembelajaran tersebut, siswa dituntut untuk belajar mandiri dan kreatif dalam memecah-kan masalah yang dihadapinya, sehingga peran siswa mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran yang ditanyakan sedangkan seorang guru hanya sebagai fasilitator saja.

Pendekatan inquiry banyak dipengaruhi oleh aliran kog-nitif, menurut aliran ini belajar adalah proses mental dan proses berfikir dengan memanfaatkan segala potensi yang dimiliki setiap individu secara optimal, belajar bukan hanya dari sekedar proses menghafal dan memupuk ilmu pengetahuan, tetapi bagaimana pengetahuan yang diperolehnya bermakna bagi siswa melalui ket-erampilan berpikir.

Adapun tujuan utama pendekatan inqury adalah mem-bantu siswa untuk dapat mengembangkan disiplin intelektual dan keterampilan berfikir dengan memberikan pertanyaan-per-tanyaan dan mendapatkan jawaban atas dasar ingin tahu mereka.

Dalam pembelajaran inquiry peran guru hanya bertindak sebagai fasilitator, narasumber dan penyuluh kelompok, selain itu peran guru juga sebagai konselor, Pembina dan pengarah. Guru juga harus senantiasa memberikan bantuan kepada kelompok dalam melaksanakan interaksi, mengungkapkan argumen mereka dan mengarahkan diskusi. Adapun peran guru dalam proses pem-belajaran inquiry sebagai berikut:

a. Menciptakan suasana bebas berfikir, sehingga siswa be-rani bereksplorasi dalam penemuan dan pemecahan ma-salah

125 Maju Bersama Pendidikan ~ Nurhayati

b. Sebagai fasilitator dalam pembelajaran

c. Sebagai rekan diskusi dalam klasifikasi pemecahan ma-salah

d. Pembimbing, pendorong keberanian berfikir dalam pem-ecahan masalah

Setelah itu tugas selanjutnya guru dalam pembelajaran inquiry ini adalah menyediakan sumber belajar bagi siswa dalam rangka memecahkan suatu masalah. Setelah peran guru dalam pembelajaran inquiry, seorang siswa pun mempunyai peran dalam hal ini, adapun peran siswa dalam pembelajaran inquiry sebagai berikut.

a. Menganalisis pertanyaan dan memecahkan pertanyaan tersebut

b. Aktif dalam belajar

c. Mencari tahu mengenai masalah tersebut dan mencari jaw-abannya

d. Menemukan pemecahan masalah dari pertanyaan yang diajukan oleh guru

Pada hakikatnya pembelajaran inquiry membutuhkan kerjasama antara seorang guru dan siswanya, tetapi dalam pem-belajaran inquiry ini menekankan pada aktifitas kognitif siswa dalam memecahkan suatu masalah yang diajukan oleh seorang guru. Pembelajaran inguiry ini disebut dapat juga disebut strategi dalam pembelajaran.

Ada beberapa hal yang menjadi ciri utama strategi pem-belajaran inquiry menurut Sanjaya sebagai berikut (2008: 197):

a. Strategi inquiry menekankan kepada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan, maksudnya

126 Nurhayati ~ Maju Bersama Pendidikan disini strategi inquiry menempatkan siswa sebagai subjek belajar, dalam proses pembelajaran siswa tidak hanya se-bagai penerima pelajaran melalui penjelasan guru secara verbal, tetapi mereka berperan untuk menemukan sendiri inti dari materi pelajaran tersebut.

b. Seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan sendiri dari sesuatu yang diper-tanyakan, sehingga dapat diharapkan dapat menumbuh-kan sikap percaya diri pada setiap peserta didik.

c. Tujuan dari penggunaan pembelajaran inguiry adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis dan kritis atau mengembangkan kemampuan intele-ktual mereka sebagai bagian dari proses mental, dengan demikian dalam strategi pembelajaran inquiry siswa tidak hanya dituntut agar menguasai materi pelajaran akan teta-pi mereka belajar bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang dimilikinya. Manusia yang hanya menguasai pelajaran belum tentu dapat mengembangkan kemampuan berfikir secara optimal, malah sebaliknya siswa akan dapat mengembangkan kemampuan berfikirnya manakala ia bisa menguasai materi pelajaran tersebut.

Dalam pembelajaran inquiry siswa tidak hanya dituntut agar menguasai materi pelajaran, akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang dimilikinya sehingga mereka dapat mengembangkan pola berfikirnya, jika ia bisa menguasai materi pelajaran mereka akan belajar mandiri dalam mengha-dapi masalah yang ada di sekolah maupun luar sekolah.

127 Maju Bersama Pendidikan ~ Nurhayati

prinsip yang harus diperhatikan oleh setiap guru, adapun setiap prinsip tersebut akan dijelaskan dibawah ini:

a. Berorientasi pada pengembangan intelektual, tujuan uta-ma dari strategi inquiry adalah pengembangan keuta-mam- kemam-puan berfikir, pembelajaran ini selain berorientasi kepada hasil belajar juga berorientasi pada proses belajar

b. Prinsip interaksi, proses pembelajaran pada dasarnya adalah proses interaksi, baik interaksi dengan siswa mau-pun seorang guru, pembelajaran sebagai proses interaksi berarti menempatkan guru sebagai sumber belajar, tetapi sebagai pengatur lingkungan atau pengatur interaksi itu sendiri, seorang guru perlu mengarahkan agar siswa bisa mengembangkan berfikirnya melalui interaksi mereka c. Prinsip bertanya, peran guru dalam prinsip ini adalah

se-bagai penanya, sebab kemampuan siswa untuk menjawab setiap pertanyaan pada dasarnya merupakan sebagian dari proses berfikir, oleh sebab itu kemampuan guru untuk ber-tanya dalam pendekatan inquiry ini sangat diperlukan. d. Prinsip belajar untuk berpikir, belajar bukan hanya

meng-ingat sejumlah fakta yang ada akan tetapi bagaimana pros-es berpikir tersebut, yang mana prospros-es mengembangkan potensi seluruh otak, baik otak kiri maupun otak kanan. Pembelajaran berfikir merupakan pemanfaatan dan peng-gunaan otak secara maksimal.

e. Prinsip keterbukaan, belajar adalah suatu proses mencoba berbagai kemungkinan karena segala sesuatu mungkin saja terjadi, oleh sebab itu peserta didik perlu diberikan kebebasan untuk mencoba sesuai dengan perkembangan

128 Nurhayati ~ Maju Bersama Pendidikan kemampuan logika dan nalarnya, pembelajaran yang ber-makna adalah pembelajaran yang menyediakan berbagai kemungkinan sebagai hipotesis yang harus dibuktikan ke-benarannya, adapun tugas guru adalah menyediakan ruang untuk memberikan kesempatan kepada siswa mengem-bangkan hipotesis dan secara terbuka membuktikan ke-benaran hipotesis yang diajukan.

Dari penjelasan di atas pendekatan inquiry mempunyai kelebihan dan penghambat dalam proses belajar-mengajar, di bawah ini akan dijabarkan kelebihan inqury dalam proses pembe-lajaran sebagai berikut:

a. Pendekatan inquiry menekankan pada pengembangan as-pek kognitif, afektif dan psikomotorik secara seimbang se-hingga pembelajarannya dianggap lebih bermakna.

b. Dengan adanya pendekatan inquiry dapat memberikan ke-sempatan kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka.

c. Pendekatan inquiry dianggap sesuai dengan perkemban-gan psikologi belajar modern yang menperkemban-ganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pen-galaman belajar (Sanjaya, 2008: 206).

Adapun penghambat dalam pendekatan inquiry sebagai berikut.

a. Selama ini pendidik sudah terbiasa dengan pola pembela-jaran sebagai proses menyampaikan informasi yang lebih menekankan kepada hasil belajar dari pada proses belajar. b. Sejak dulu sudah tertanam dalam budaya peserta didik

129 Maju Bersama Pendidikan ~ Nurhayati

melalui pendidik.

c. Kadang-kadang dalam menerapkan metode inquiry guru kesulitan menyesuaikan dengan waktu yang cukup singkat. d. Selama kriteria keberhasilan belajar ditentukan oleh ke-mampuan siswa dalam menguasai materi pelajaran, maka pendekatan inquiry ini sulit diterapkan oleh setiap guru. 3. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Berbasis

Dis-covery dan Inquiry

Pembelajaran PAI berbasis discovery dan inquiry meru-pakan proses belajar yang melibatkan keaktifan pola fikir setiap peserta didik, yang mana materi pelajaran bukan hanya diberikan kepada peserta didik tetapi mereka diberikan sebuah pertanyaan untuk mencari dan menemukan sendiri jawabannya serta men-cari konsep-konsep yang ada tetapi mereka menemukan konsep yang baru dengan bahasa mereka sendiri.

Pembelajaran PAI dengan menggunakan pendekatan dis-covery dan inquiry ini dapat memudahkan siswa dan membuat siswa bisa berfikir mengenai materi pelajaran yang diberikan, misalnya seorang guru memberikan materi mengenai “zakat” jadi peserta didik disuruh mencari mengenai materi zakat, beserta siapa saja yang berhak menerima zakat, peran seorang guru han-ya sebagai fasilitator saja, ini merupakan contoh dari pendekatan inquiry.

Pembelajaran PAI jika menggunakan pendekatan dis-covery artinya metode mengajar yang menggunakan teknik pen-emuan dan merupakan proses mental (misalnya mengamati, menggolong-golongkan, membuat dugaan, menjelaskan,

130 Nurhayati ~ Maju Bersama Pendidikan kur, membuat kesimpulan, dan sebagainya) dimana siswa menye-suaikan suatu konsep atau prinsip. Dalam teknik ini siswa dibiar-kan menemudibiar-kan sendiri atau mengalami proses mental itu sendi-ri, guru hanya membimbing dan memberikan instruksi.

Sehingga dengan menggunakan metode ini juga akan membantu peserta didik dalam memahami konsep materi agama Islam dengan proses berfikirnya sehingga apa yang dipelajarinya dan apa yang ditemukannya akan membuat dia lebih belajar send-iri serta mandsend-iri dalam aktifitas belajarnya mengenai agama Islam itu sendiri.

Sedangkan pembelajaran PAI berbasis inquiry ini meru-pakan pendekatan mengajar yang berusaha meletakkan dasar dan mengembangkan cara berpikir ilmiah, pendekatan ini men-empatkan siswa lebih banyak belajar sendiri dalam mengembang-kan kekreatifan pemecahan masalah dan siswa betul-betul di tem-patkan sebagai subyek yang belajar.

Dalam pembelajaran PAI siswa benar-benar mengembang-kan cara berfikirnya mengenai suatu materi yang membuat dia dapat menanamkan nilai-nilai keagamaan pada dirinya sehingga keimanannya melalui pendekatan ini semakin kokoh, contohnya seorang guru memberikan materi pelajaran mengenai iman ke-pada Allah, seorang guru hanya sebagai pembimbing saja, dari materi tersebut peserta didik disuruh mencari pengertian beri-man kepada Allah, cara beriberi-man kepada Allah dan ciri-ciri orang yang beriman kepada Allah, dari materi tersebut akan membuat peserta didik belajar mandiri dan berfikir sendiri mengenai cara beriman kepada Allah, dan dengan tidak sengaja dia akan menge-tahui bagaimana cara beriman kepada Allah, dari materi tersebut

131 Maju Bersama Pendidikan ~ Nurhayati

akan membuat dia berfikir dan belajar mandiri dalam mengha-dapi persoalan yang dihamengha-dapinya. Adapun langkah- langkah kedua pendekatan tersebut sudah dibahas di atas serta penerapan kedua pendekatan tersebut.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pendeka-tan discovery adalah merupakan suatu metode pengajaran yang menitik beratkan pada aktifitas siswa dalam belajar, dalam pros-es pembelajarannya, guru hanya bertindak sebagai pembimb-ing dan fasilitator yang mengarahkan siswa untuk menemukan konsep, dalil, prosedur, algoritma dan semacamnya sedangkan pendekatan inquiry adalah merupakan proses pembelajaran yang menekankan kepada peran siswa dan untuk aktif dalam pembe-lajaran tersebut, siswa dituntut untuk belajar mandiri dan kreatif dalam memecahkan masalah yang dihadapinya, sehingga peran siswa mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran yang di-tanyakan sedangkan seorang guru hanya sebagai fasilitator saja.

Dari kedua metode pendekatan tersebut bahwa melibat-kan peran aktif siswa dalam belajar dan menitik beratmelibat-kan pada ak-tifitas siswa dalam berfikir sehingga seorang siswa menjadi lebih kreatif dan mandiri. Sehingga pembelajaran PAI berbasis discov-ery dan inquiry akan memudahkan seorang guru menyampaikan materi pelajaran, guru tidak perlu lagi menggunakan metode ce-ramah seperti biasanya, dengan menggunakan metode ini peserta didik akan lebih aktif dan tidak fasif dalam belajar.***

132 Nurhayati ~ Maju Bersama Pendidikan DAFTAR PUSTAKA

Armai arief. 2002. Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Is-lam. Jakarta: Ciputat Pers.

Nana Sudjana. 2000. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Band-ung: Sinar Baru Algensindo.

M. Zainuddin. 2008. Paradigma Pendidikan Terpadu. Malang: UIN Malang Pers.

Seherman, dkk. 2000. Common Texbook Strategi Pembelajaran

Matematika Kontemporer. Bandung: Jurusan Pendidikan

Matematika UPI Bandung.

Wina Sanjaya. 2008. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar

Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. http://mbahbrata-blogspot.com/2012/8/03/pengertian-pendeka-tan-strategi-metode.html http://ismanpunggul.blogspot.com/2012/08/03metode-pene-muan-discovery-method.html http://www.bloggermajalengka.com/2012/03/10/penerapan- metode-mengajar-inquiry-dalam-pembelajaran-sains-di-sekolah-dasar-part-1.html

133 Maju Bersama Pendidikan ~ Yudi Arpandi

K

EUNGGULAN suatu bangsa tidak lagi bertum-pu pada kekayaan alam (SDA), melainkan pada keunggulan sumber daya manusia (SDM), yaitu tenaga terdidik yang mampu menjawab tantangan-tantangan yang sangat cepat. Sejumlah pembicara dalam berbagai seminar, diskusi atau tulisan di media massa mengisyaratkan bahwa, se-cara keseluruhan, mutu SDM Indonesia saat ini masih ketinggalan dan berada di belakang SDM negara-negara maju dan negara-neg-ara tetangga, seperti Malaysia dan Thailand. Kenyataan ini sudah lebih dari cukup untuk mendorong pakar dan praktisi pendidikan melakukan kajian sistematik untuk membenahi atau memperbaiki

[10]