• Tidak ada hasil yang ditemukan

E. KONDISI PEREKONOMIAN

7. Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Pendapatan Asli Daerah (PAD) terdiri atas beberapa komponen, yaitu: Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan dan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah. Pendapatan Asli Daerah merupakan penghasilan yang menjadi ujung tombak penerimaan daerah dalam kerangka otonomi daerah yang menuntut kemandirian daerah.

Seiring dengan kebebasan daerah untuk mengelola daerah secara otonom, maka daerah sudah sewajarnya menyelenggarakan fungsi pemerintahannya secara maksimal. Salah satunya adalah bagaimana daerah berusaha menggali dan mengelola sumber-sumber pendapatannya secara maksimal sehingga bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan daerah. Dalam hal ini, daerah dituntut untuk mengembangkan upaya penggalian dana secara maksimal terhadap potensi-potensi yang dimilikinya sehingga memberikan kontribusi yang besar terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan sedikitnya ketergantungan pemerintah daerah terhadap pemerintah pusat, maka ini merupakan momentum bagi daerah untuk mengoptimalkan kemampuannya dalam meningkatkan pendapatannya.

Dalam upaya meningkatkan penerimaan daerah yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah, suatu daerah termasuk Kabupaten Jayapura sangat tergantung dalam penentuan target penerimaan. Penentuan target penerimaan seharusnya didasarkan pada potensi yang dimiliki oleh masing-masing daerah. Namun banyak daerah dalam menentukan target penerimaan tidak berdasarkan pada potensi yang dimilikinya, sehingga menyebabkan perbedaan yang cukup besar antara target dan realisasi. Untuk itu, pemerintah daerah seharusnya menetapkan target penerimaan berdasarkan data potensi yang dimilikinya agar target tersebut menjadi acuan yang jelas dalam mengoptimalkan pendapatannya.

Berdasarkan data target dan realisasi Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Jayapura pada Tabel 3.13 selama lima tahun terakhir, yakni

Laporan Akhir Hasil Penyusunan Master Plan Pembangunan Ek. Daerah  Page 48 

2010-2014, maka terlihat bahwa realisasi penerimaan selalu melebihi target yang ditetapkan kecuali pada tahun 2011 dengan realisasi hanya mencapai 98,99 persen.

Tabel 3.13

Target dan Realisasi Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Jayapura Tahun 2010-2014

Tahun Target Realisasi %

2010 23,263,943,124 26,744,931,866 114.96 2011 24,961,254,000 24,709,724,148 98.99 2012 32,113,751,921 32,544,334,958 101.34 2013 34,516,471,560 41,914,407,615 121.43 2014 69,423,015,948 81,007,745,806 116.69 Sumber: Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Jayapura, Tahun 2015

Data pada Tabel 3.13 memberikan indikasi bahwa selama periode 2010- 2014, penentuan target penerimaan PAD belum didasarkan pada potensi yang dimiliki daerah ini. Jika diamati secara mendalam penentuan target tersebut, maka nampak bahwa hanya menambah beberapa persen dari target tahun sebelumnya. Sebagai contoh, pada tahun 2011 target penerimaan yang ditetap oleh pemerintah Kabupaten Jayapura hanya menambah sekitar 8 persen dari tahun sebelumnya dan bahkan target tersebut justru lebih kecil dari realisasi tahun sebelumnya. Kondisi demikian menunjukkan bahwa penentuan target penerimaan PAD tidak didasarkan pada potensi penerimaan yang dimiliki oleh Kabupaten Jayapura.

Kelemahah yang dapat terjadi jika penentuan target penerimaan terlalu rendah adalah pemerintah daerah tidak dapat bekerja secara maksimal dalam mengelolah sumber pendapatannya. Hal tersebut disebabkan karena sasaran utamanya adalah hanya sampai pada keinginan untuk mencapai target yang telah ditentukan. Kondisi demikian

Laporan Akhir Hasil Penyusunan Master Plan Pembangunan Ek. Daerah  Page 49 

menyebabkan potensi penerimaan yang seharusnya masih dapat dicapai akan menjadi bukan lagi tujuan utama.

Walaupun demikian, jika diamati perkembangan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jayapura selama lima tahun terakhir (2010-2014) menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dengantrend yang meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2010 besarnya realisasi PAD Kabupaten Jayapura sebesar Rp. 28.812.145.760 meningkat menjadiRp. 81.007.745.806 pada tahun 2014. Sedangkan pada tahun 2011 mengalami penurunan dari dari tahun sebelumnya sebesarRp. 4,492,503,871 atau -15,59 persen atau realisasi hanya sebesar Rp. 24.319.641.889. Namun pada tahun 2012 kembali mengalami peningkatan menjadi Rp. 32.544.334.958, sebagaimana yang nampak pada Tabel 3.14 berikut:

Tabel 3.14.

Kontribusi PAD Terhadap Pendapatan Daerah Kabupaten Jayapura Tahun 2010-2014

TAHUN PAD PENDAPATAN

DAERAH KONTRIBUSI (%) 2010 28,812,145,760 669,100,670,982 4.31 2011 24,319,641,889 709,149,045,861 3.43 2012 32,544,334,958 751,825,620,630 4.33 2013 47,003,680,309 868,437,011,822 5.41 2014 81,007,745,806 1,004,538,507,481 8.06

Sumber: LKPJ Bupati Tahun 2010-2014 (data diolah), Tahun 2015.

Selanjutnya, jika diamati kontribusi PAD terhadap total penerimaan daerah Kabupaten Jayapura, sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 3.14 di atas, maka nampak bahwa pada tahun 2010 kontribusi PAD terhadap total pendapatan daerah sebesar 4,31 persen, kemudian pada tahun 2011 mengalami penurunan kontribusi menjadi 3,43 persen. Akan tetapi pada tahun 2012 sampai 2014 kembali mengalami peningkatan kontribusi dengan besarnya kontribusi sebesar 8,06 persen pada tahun 2014. Walaupun demikian kontribusi tersebut masih relatif kecil karena sumber

Laporan Akhir Hasil Penyusunan Master Plan Pembangunan Ek. Daerah  Page 50 

pembiayaan daerah masih didominasi dari penerimaan yang bersumber dari pusat dalam bentuk dana perimbangan sekitar 92 persen. Hal tersebut mengindikasikan bahwa ketergantungan Kabupaten Jayapura terhadap pemerintah pusat masih sangat tinggi.

Kemudian jika diamati berdasarkan komponen pembentuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jayapura, makapenerimaan yang bersumber dari Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah merupakan penyumbang tertinggi dalam penerimaan PAD selama lima tahun terakhir (2010-2014). Untuk lebih jelasnya kontribusi masing-masing sumber pendapatan asli daerah terhadap total pendapatan asli daerah dapat dilihat pada Tabel 3.15 berikut:

Tabel. 3.15.

Kontribusi Setiap Sumber PAD Terhadap Total PendapatanAsli Daerah Kabupaten Jayapura Tahun 2010-2014

Sumber: Dinas Pendapatan Daerah (data diolah), Tahun 2015 Keterangan:

P.D = Pajak Daerah

R.D = Retribusi Daerah

H.P.K.U.D = Hasil Pengelolaan Kekayaan dan Usaha Daerah yang Dipisahkan

P.L.S = Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah.

Berdasarkan data pada Tabel 3.15, maka dapat diketahui bahwa besarnya kontribusi Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah terhadap total PAD Kabupaten Jayapura pada tahun 2010 adalah sebesar 37,40

TAHUN P.D % R.D % H.P.K.U.D % L.P.S % PAD

2010 4,701,707,092 16.32 8,549,482,206 4,785,624,51029.67 16.61 10,775,331,952 37.40 28,812,145,760

2011 4,022,805,949 16.54 7,992,060,457 3,098,166,40232.86 12.74 9,206,609,081 24,319,641,88937.86

2012 8,593,187,187 26.40 5,759,178,355 3,554,630,59417.70 10.92 14,637,338,386 44.98 32,544,334,522

2013 11,371,630,738 24.19 8,466,385,867 3,648,392,77718.01 7.76 23,517,270,927 50.03 47,003,680,309

2014 28,247,804,695 34.87 25.3820,556,692,293 4,464,415,345 5.51 27,738,833,473 34.24 81,007,745,806

Laporan Akhir Hasil Penyusunan Master Plan Pembangunan Ek. Daerah  Page 51 

persen, disusul oleh pendapatan yang bersumber dari Retribusi Daerah sebesar 29,67 persen, kemudian Hasil Pengelolaan dan Usaha Daerah yang Dipisahkan sebesar 16,61 persen. Sedangkan Pajak Daerah hanya dapat menyumbang sebesar 16,32 persen terhadap total pendapatan asli daerah.

Kemudian pada tahun 2011 besarnya kontribusi Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya menjadi 37,86 atau meningkat 0,46 persen terhadap total PAD. Sementara Retribusi Daerah masih menenpati urutan kedua dengan peningkatan kontribusi menjadi 32,86 persen (atau meningkat 3,11 persen), sedangakan Pajak Daerah menggeser posisi Hasil Pengelolaan Kekaayaan dan Usaha Daerah yang Dipisahkan pada urutan ketiga menjadi 16,54 persen.

Sampai pada tahun 2013 sumber pendapatan asli daerah masih didominasi oleh Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah dengan capaian 50,03 persen pada tahun 2013 dan urutan kedua ditempati oleh Pajak Daerah. Namun pada tahun 2014 sumber pendapatan asli daerah pada urutan pertama bersumber dari Pajak Daerah dengan besarnya kontribusi sebesar 34,87 persen menggeser posisi Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah ke posisi kedua dengan kontribusi seebsar 34,24 persen.

Untuk lebih jelasnya mengenai rata-rata kontribusi sumber pedapatan asli daerah terhadap total pendapatan asli daerah dapat dilihat pada Gambar 3.3 berikut:

Laporan Akhir Hasil Penyusunan Master Plan Pembangunan Ek. Daerah  Page 52 

Gambar. 3.3

Kontribusi Rata-rata Setiap Sumber PAD Terhadap Total PAD Tahun 2010-2014

Sumber: Dinas Pendapatan Daerah (data diolah), Tahun 2015

Pada Gambar 3.3 nampak bahwa secara rata-rata selama lima tahun terakhir, lain-lain pendapatan asli daerah yang sah memberikan kontribusi terbesar terhadap peningkatan pendapatan asli daerah Kabupaten Jayapura yakni sebesar 40,90 persen, kemudian urutan kedua penyumbang peningkatan pendapatan asli daerah adalah retribusi daerah yakni sebesar 24,72 persen, sedangkan kontribusi pajak daerah hanya sebesar 23,67 persen terhadap peningkatan total PAD Kabupaten Jayapura.