• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengawetan dengan Bahan Kimia

Dalam dokumen RPP PKWU Pengolahan Kelas X Revisi Ok (Halaman 38-42)

F. Penilaian, Remidial dan Pengayaan 1. Penilaian

4. Pengawetan dengan Bahan Kimia

Pengawetan bahan pangan dapat juga dilakukan dengan melakukan penambahan bahan kimia tertentu, yang telah diketahui memiliki efek mengawetkan. Penggunaan bahan kimia untuk

pengawet harus digunakan dalam takaran yang tepat dan sesuai dengan ketentuan agar aman bagi manusia.Pemberian Asam, Asam dapat menurunkan pH makanan sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk. Asam dapat dibagi dalam 3 golongan yaitu:

(1) asam alami yang pada umumnya adalah asam organik misalnya asam tartrat dan asam dari buah-buahan, misalnya asam sitrat seperti yang terdapat pada jeruk nipis dan belimbing wuluh; (2) asam yang dihasilkan melalui proses fermentasi, misalnya asam laktat dan asam asetat; dan (3) asam-asam sintetik, misalnya asam malat, asam fosfat, dan asam adipat. Cuka adalah asam sintetik yang dapat kita temui sehari-hari.

D. Cara merancang pengawetan bahan nabati dan hewani 1. Mencari ide

Halaman | 39 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X

Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017 Ide perancangan yang dicari dapat berupa modifikasi atau penyempurnaan dari proses

pengawetan yang sudah dilakukan di daerah setempat, atau berupa proses pengawetan yang belum pernah dilakukan di daerah tersebut.

2. Percobaan

Lakukan beberapa percobaan modifikasi terhadap proses pengolahan produk pengawetan yang sudah ada, atau percobaan untuk memperoleh resep baru pengawetan. Lakukan percobaan sampai ditemukan proses dan teknik yang tepat

3. Perencanaan Produksi

Rancangan proses pengawetan yang akan dilakukan dimulai dengan pengadaan dan persiapan bahan serta peralatan, langkah-langkah pada proses pengawetan hingga pengemasan. Buatlah perancangan sesuai dengan meliputi waktu, sarana, dan proses yang harus dilakukan

4. Pembuatan Produk

Lakukan proses sesuai rencana dengan hati-hati dan teliti. Kesalahan pada salah satu langkah akan mempengaruhi kualitas. Ingatlah selalu untuk memperhatikan keselamatan kerja dan kebersihan agar menghasilkan produk pengolahan yang higienis

E. Pengawetan dan perawatan produk hasil pengawetan bahan nabati dan hewani

Pengemasan dan pelabelan adalah tahap terkakhir dalam proses pengolahan pangan sebelum dipasarkan. Pengemasan adalah salah satu faktor penentu kesuksesan suatu produk. Jadi, peran teknis, ekonomis, dan sosial harus dipahami dengan baik.

Kemasan yang baik adalah kemasan yang memenuhi keinginan konsumen. Hal-hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut :

1. Kemasan harus melindungi isi dnegan baik, mudah dibuka dan mudah ditutup serta mudah dibawa.

2. Bentuk dan ukuran menarik serta sesuai kebutuhan. 3. Labeling harus jelas dan komplit.

4. Bahan kemasan haruslah ramah lingkungan. A. Fungsi Kemasan

3 dasar fungsi kemasan :

1. Fungsi perlindungan, meliputi melindungi isi dari kerusakan fisik, perubahan kadar air, dan sinar matahari

2. Fungsi penanganan, meliputi kemudahan dalam membuka, mudah dalam tahap penanganan, pengangkutan dan distribusi ; mempunyai fisik yang baik, efisien, ekonomis ; aman untuk

lingkungan ; mempunyai ukuran, bentuk dan bobot yang sesuai norma dan standar yang ada ; mudah dibuang dan mudah di bentuk atau dicetak ;

3. Pemasaran, meliputi menampakkan identifikasi, informasi, daya tarik, dan penampilan kemasan.

B. Jenis dan Bahan

a. Kemasan Primer : Kemasan yang berhubungan langsung dengan produk, ukurannya relatif kecil dan biasa disebut kemasan eceran. Contoh : air putih (cup), botol mizon*, botol aqu*

Halaman | 40 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X

Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

b. Kemasan Sekunder : Kemasan kedua yang berisi sejumlah kemasan primer, kemasan ini tidak kontak langsung dengan produk yang dikemas. Contoh : kemasan krat kayu untuk sirup dalam botol.

c. Kemasan Tersier : Bahan Kemasan kemasan tersier adalah kemasan yang banyak diperuntukan sebagai kemasan transport. Contoh : container dan kotak karton gelombang

C. Bahan Kemasan

Bahan-bahan kemasan yang umumnya digunakan yaitu : 1. Logam 2. Gelas 3. Plastic 4. Kertas 5. flexsibel. D. Persyaratan Kemasan

1. Kemasan harus melindungi isi : dari pengaruh luar, pengaruh dalam, dan menjaga kestabilan mutu agar tetap sama.

2. Kemasan harus menjadi media penandaan terhadap barang yang dikemas sehingga label harus tercetak dengan jelas dan komplit.

3. Kemasan harus mudah dibukadan mudah ditutup kembali serta berdesain atraktif 4. Kemsan harus dapat mempromosikan diri sendiri jika dipajang etalase toko swalayan. 5. Bahan kemasan harus ramah lingkungan dan dapat didaur ulang

E. Pelabelan

Label dan pelabelan berkaitan dengan fungsi pengemasan, yaitu fungsi identifikasi. Fungsi identifikasi mengandung arti bahwa kemasan harus berbicara kepada konsumen ; memberikan informasi tentang bahan yang dikemas, cara menggunakan produk, cara penganganan kemasan bekas, kapan tanggal kadaluarsa, komposisi produk, ukuran, volume, bobot, dan siapa

produsennya, lokasi produksi, customer service, identifikasi persyaratan lingkungan.

Label juga harus mengikuti UU Pangan No.7 Tahun 1996 Pasal 30 Bab IV menyebutkan bahwa “setiap orang yang memproduksi atau memasukan ke dalam wilayah Indonesia, pangan yang dikemas untuk diperdagangkan wajib mencantumkan label pada, didalam dan atau dikemasan pangan”

Label yang dimaksud adalah sekurang-kurangnya : 1. Nama Produk

2. Nama dagang 3. Komposisi 4. Berat/isi bersih

5. Nama dan alamat produsen 6. Nomor pendaftaran (PIRT/MD) 7. Tanggal/bulan dan tahun kadaluarsa 8. Kode Prouduksi

Halaman | 41 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X

Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan

Mata Pelajaran : Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas/Semester : X / 1

Materi pokok :

Sistem pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati dan pengemasan berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat

Waktu : 4 JP (8 x 45 Menit) A. Kompetensi Inti

KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

KI 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia

KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar 1. KD Pada KI-3

KD 3.3. Menganalisis sistem pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati dan pengemasan berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat

2. KD Pada KI-4

KD 4.3. Mengolah makanan awetan dari bahan pangan nabati berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat

Halaman | 42 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X

Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017 C. Indikator Pencapaian Kompetensi

1. Indikator KD Pada KI-3

3.3.1. Memahami Jenis dan karakteristik bahan dan alat pengolahan 3.3.2. Menganalisis Macam-macam makanan awetan

3.3.3. Memahami Teknik pengolahan/pengawetan 3.3.4. Menganalisis jenis dan kegunaan bahan kemas 3.3.5 Mengevaluasi teknik penyajian dan pengemasan 2. Indikator KD Pada KI-4

4.3.1. Mencoba Latihan membuat makanan awetan dan mengemas dari bahan pangan nabati

4.3.2. Mengolah atau menganalisis informasi yang telah dikumpulkan dari kegiatan mengamati dan eksperimen pengolahan makanan serta membuat hubungan keduanya dan menyimpulkan

Dalam dokumen RPP PKWU Pengolahan Kelas X Revisi Ok (Halaman 38-42)