• Tidak ada hasil yang ditemukan

Percepatan dan Perluasan Elektronifikasi

Dalam dokumen ATANIA RASBINA BR SEMBIRING (Halaman 61-66)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Hasil Penelitian

4.2.4 Percepatan dan Perluasan Elektronifikasi

Pemerintah daerah terus melakukan pengembangan dalam penerapan pelaksanaan digitalisasi daerah, dalam melakukan penerapan Bank Indonesia dan Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara memberikan arahan untuk mencapai ETPD kategori digital dan kemudahan agar penerapan dapat berjalan dengan maksimal. Berikut hasil wawancara dengan beberapa informan:

“Saat ini, terdapat metode asesmen baru untuk mengukur tingkat pencapaian implementasi ETPD yaitu Indeks ETPD. Adapun indeks ETPD kab/kota wilayah kerja Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara menunjukkan telah memasuki pada kategori digital. Hal ini menandakan bahwa secara umum mayoritas transaksi pendapatan pajak dan retribusi daerah telah dilakukan secara non tunai dengan memanfaatkan kanal basic (teller, loker bank) dan medium (ATM, EDC, sms/mobile/internet banking). Meskipun demikian, pemerintah daerah masih dapat melakukan perluasan elektronifikasi dengan memanfaatkan kanal pembayaran advance (fintech, e-commerce, ritel, QRIS) di seluruh transaksi penerimaan”. (Direktur Sistem Pembayaran Nontunai Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara)

“Penerapan yang telah dilakukan pada Kota Medan dalam percepatan dan perluasan digitalisasi daerah yakni telah dilaksanakan launching e-parking Kota Medan pada tanggal 18 Oktober 2021. Layanan e-parking diterapkan pada 18 ruas jalan dan 8 kawasan di Kota Medan yang dimana pembayarannya tidak lagi menggunakan uang tunai. Penerapan e-parking yang baru diterapkan terbukti telah meningkatkan pendapatan asli daerah sekitar 150 persen. Oleh karena itu,

retribusi persampahan, retribusi pasar juga telah dikembangkan beralih ke nontunai. Saat ini juga telah dilaksanakan soft launching pada tanggal 15 Desember 2021 untuk pembayaran nontunai penerimaan Pajak Hotel, Restoran dan kafe (Horeka). Pemko Medan juga telah mengimplementasikan cash management system untuk 39 dari 62 OPD dan telah menggunakan aplikasi SIMDA yang terintegrasi dengan CMS milik Bank Sumut”. (Kepala BPKPAD Kota Medan)

“Penerapan yang telah dilakukan Kota Tebing Tinggi telah diimplementasikan layanan pembayaran nontunai untuk retribusi parkir dan retribusi kebersihan di Kota Tebing Tinggi. Penerapan e-parking juga telah dilakukan pada tiga ruas jalan utama Kota Tebing Tinggi dan akan dilakukan perluasan dengan metode pembayaran Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS), Kota Tebing Tinggi juga telah melakukan penerapan e-STS untuk pembayaran pajak hotel, retribusi tera ulang dan retribusi izin mendirikan bangunan. Dalam hal transaksi belanja Kota Tebing Tinggi telah mengimplementasikan cash management system untuk 39 OPD Pemko Tebing Tinggi dan telah menggunakan aplikasi SIMDA yang terintegrasi dengan CMS milik Bank Sumut”. (Kepala BPKPAD Kota Tebing Tinggi)

“Penerapan yang dilakukan oleh Kota Binjai, telah tersedia website Binjai Smart City yang dapat menjadi pondasi pengembangan layanan ETPD yang mudah diakses oleh masyarakat dan telah diimplementasikan layanan penerimaan pajak e-PBB dan e-BPHTB yang bekerja sama dengan Bank Sumut, dalam hal transaksi belanja, Pemko Binjai telah menggunakan aplikasi SIMDA yang

terintegrasi dengan CMS milik Bank Sumut guna menyeragamkan aplikasi keuangan pemerintah daerah”. (Kepala BPKPAD Kota Binjai)

“Penerapan yang dilakukan Pemkab Dairi telah dikembangkan Smart ETPD yang merupakan program perluasan QRIS pada transaksi penerimaan pemda pada 4 (empat) jenis pajak diantaranya pajak hotel, pajak restoran, pajak minerba dan PBB serta 5 (lima) jenis retribusi yaitu retribusi pengujian kendaraan bermotor, retribusi pasar, retribusi kebersihan, retribusi pariwisata dan izin mendirikan bangunan. Pemkab Dairi juga mengimplementasikan tapping box kepada restoran dan hotel sebagai fasilitator pengadaan alat rekam. Pemkab Dairi telah mengimplementasikan cash management system untuk 40 OPD dan menggunakan aplikasi SIMDA yang terintegrasi dengan CMS milik Bank Sumut guna menyeragamkan aplikasi keuangan pemerintah daerah”. (Kepala BPKPAD Kabupaten Dairi)

“Penerapan yang telah dilakukan Kabupaten Karo dengan melakukan kerja sama dengan Bank Sumut dalam mengembangkan beberapa layanan untuk meningkatkan penerimaan pajak dan retribusi seperti e-SPTPD, SIMPATDA, SISIMOP, e-BPHTB, e-STS. Pemkab Karo juga mengimplementasikan penambahan tapping box kepada Bank Sumut sebagai fasilitator pengadaan alat rekam. Pemkab Karo telah mengimplementasikan cash management system untuk 61 OPD dan menggunakan aplikasi SIMDA yang terintegrasi dengan CMS milik Bank Sumut guna menyeragamkan aplikasi keuangan pemerintah daerah”. (Kepala BPKPAD Kabupaten Karo)

“Penerapan yang dilakukan Kabupaten Pakpak Bharat dalam perluasan elektronifikasi transaksi dengan mengembangkan penerimaan pajak dan pendapatan seperti e-SPTPD, SIMPATDA, SISIMOP, e-STS melalui QRIS dan berbagai kanal digital lainnya seperti e-commerce dan e-wallet. Selaku Bank RKUD, Bank Sumut berkolaborasi dengan Gojek sehingga memungkinkan masyarakat Kab. Pakpak Bharat untuk membayar pajak melalui menu GoTagihan pada aplikasi gojek. Pemkab Pakpak Bharat telah mengimplementasikan cash management system untuk 28 OPD dan menggunakan aplikasi SIMDA yang terintegrasi dengan CMS milik Bank Sumut guna menyeragamkan aplikasi keuangan pemerintah daerah”. (Kepala BPKPAD Kabupaten Pakpak Bharat).

“Pemerintah Kabupaten Langkat telah mengembangkan e-pasar untuk penerimaan retribusi pasar dan tera ulang. Saat ini Dinas Perdagangan Kabupaten Langkat tengah menentukan kanal pembayaran non tunai yang dapat digunakan.

Beberapa opsi yang dianggap memungkinkan antara lain menggunakan virtual account atau QRIS. Dinas perdagangan kabupaten langkat juga merencanakan adanya perluasan elektronifikasi pada pembayaran toilet dan parkir di kawasan pasar tradisional. Penerapan e-parking juga tengah dirancang untuk dilakukan menggunakan kanal digital. Penerimaan pajak dan penerapan tapping box terus dikembangkan oleh Pemkab Langkat untuk mendorong peningkatan pendapatan asli daerah. Pemkab Langkat telah menerapkan cash management system pada 55 OPD”.

(Kepala BPKPAD Kabupaten Langkat)

“Penerapan yang dilakukan Serdang Bedagai telah tersedia website e-government Kab. Serdang Bedagai yang dapat diintegrasikan dengan layanan ETPD,

telah diimplementasikan layanan e-PBB, e-BPHTB dan e-STS bekerja sama dengan Bank Sumut. Pemkab Serdang Bedagai juga telah menggunakan aplikasi SIMDA yang terintegrasi dengan cash management system milik Bank RKUD”. (Kepala BPKPAD Serdang Bedagai).

“Penerapan yang dilakukan oleh Kabupaten Deli Serdang telah diimplementasikan layanan e-PBB, e-BPHTB dan e-STS di Kabupaten Deli Serdang bekerja sama dengan Bank Sumut, Pemkab Deli Serdang bekerja sama dengan Bank RKUD untuk perluasan pembayaran digital dengan e-commerce dan e-wallet, penerapan e-parking juga telah dikembangkan oleh Pemkab Deli Serdang untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah, Pemkab Deli Serdang juga telah mengimplementasikan cash management system milik Bank Sumut. (Kepala BPKPAD Kabupaten Deli Serdang)

Berdasarkan hasil wawancara diatas yang dilakukan dengan informan, maka dapat disimpulkan sejauh ini segala kebijakan baik yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia maupun Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara telah diterima dan dilaksanakan dengan baik oleh seluruh Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Utara. Bahwa penerapan yang dilakukan oleh setiap pemerintah daerah untuk mempercepat dan memperluas digitalisasi daerah sudah termasuk mendorong penggunaan digital dengan menerapkan transaksi pendapatan pajak/retribusi dan pengeluaran. Dengan memperluas transaksi pendapatan pajak dan retribusi dengan memanfaatkan kanal digital seperti teller, loket bank, ATM, mobile banking, fintech, e-commerce, ritel dan QRIS. Pada setiap daerah telah mengembangkan beberapa layanan untuk meningkatkan penerimaan pajak dan retribusi seperti:

e-parking, e-pasar, e-KIR, e-PDAM, e-SPTPD, SIMPATDA, SISMIOP, e-BPHTB, e-STS, yang diyakini dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Setiap Kabupaten/Kota juga telah melakukan aktivasi cash management system pada organisasi perangkat daerah. Pemerintah daerah juga melakukan kerjasama dengan Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara untuk mengajukan penambahan tapping box pada setiap daerah sebagai fasilitator pengadaan alat rekam. Konsistensi dari ketersediaan kanal pembayaran dan ketersediaan informasi juga terus dilakukan oleh Bank Indonesia dan Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara kepada seluruh pemerintah daerah guna membantu pemerintah daerah dalam melakukan percepatan dan perluasan elektronifikasi transaksi sehingga dapat tercipta ekosistem digital pada setiap kabupaten/kota.

4.2.5 Peluang dan tantangan yang dihadapi oleh Pemerintah Daerah

Dalam dokumen ATANIA RASBINA BR SEMBIRING (Halaman 61-66)