• Tidak ada hasil yang ditemukan

Program dan Kegiatan Urusan Ketahanan Pangan a. Tingkat Pencapaian Standar Pelayanan Minimal

BPPKP Kabupaten Purbalingga sesuai tugas dan fungsinya melaksanakan urusan wajib bidang Ketahanan Pangan. Sesuai dengan Permentan Nomor : 65/Permentan/OT.140/12/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Ketahanan Pangan Provinsi dan Kabupaten/Kota, maka sesuai dengan tugas dan fungsi BPPKP Kabupaten Purbalingga juga menetapkan SPM Bidang Ketahanan Pangan. Diharapkan target SPM Bidang Ketahanan Pangan dapat dicapai pada tahun 2016. Realisasi SPM Bidang Ketahanan Pangan Kabupaten Purbalingga Tahun 2016, adalah sebagai berikut :

Tabel 3.8

Capaian Standar Pelayanan Minimal Bidang Ketahanan Pangan Kabupaten Purbalingga Tahun 2016.

No Jenis Pelayanan

Cadangan Pangan 1. Ketersediaan Energi per kapita Ketersediaan Protein per Kapita

90 135,4

133

2. Penguatan Cadangan Pangan 60 65

B Distribusi dan Akses Pangan

1. Ketersediaan Informasi Pasokan, Harga dan Akses Pangan di Daerah

90 85

2. Stabilitas Harga dan Pasokan

Pangan 90 90

C Penganekaragaman dan Keamanan Pangan

1. Skor Pola Pangan Harapan (PPH)

90 82,5

2. Pengawasan dan Pembinaan Keamanan Pangan

Sumber : BPPKP Kabupaten Purbalingga, 2016

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Purbalingga Tahun 2016

Bab III

III.165

b. Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan

Dari segi anggaran, pembangunan bidang ketahanan pangan mendapatkan alokasi anggaran belanja langsung urusan ketahanan pangan sebesar Rp.796.075.000,- (0,10%) dari total anggaran belanja daerah langsung urusan wajib yang dialokasikan dalam APBD Kabupaten Purbalingga Tahun 2016. Apabila dibandingkan dengan total anggaran belanja daerah langsung, alokasi belanja langsung urusan ketahanan pangan sebesar 0,09%.

Rincian pelaksanaan program urusan ketahanan pangan yang dilaksanakan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan dilaksanakan melalui Program Peningkatan Ketahanan Pangan. Program dimaksud dilaksanakan melalui kegiatan :

1) Kegiatan Fasilitasi Pemanfaatan Pekarangan

Realisasi pelaksanaan kegiatan ini untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat terutama di daerah rawan pangan. Alokasi anggaran Rp.30.000.000,- realisasi Rp.30.000.000,- (100%), digunakan untuk melakukan pendampingan kepada kelompok penerima manfaat KRPL dan memberi motivasi para anggotanya agar lebih bersemangat memanfaatkan lingkungan pekarangan dengan tanaman yang bermanfaat untuk kebutuhan keluarga secara berkelanjutan. Penerima kegiatan Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan (OPP) tahun 2016 antara lain : 1) KWT Mekarsari Desa Karangsari Kecamatan Karangmoncol, 2) KWT Sri Lestari Desa Karangmanyar Kecamatan Kalimanah, 3) KWT Harapan Maju Desa Darma Kecamatan Kertanegara, dan 4) KWT Rahayu Desa Kedungbenda Kecamatan Kemangkon. Selain itu diselenggarakan lomba pekarangan untuk memotivasi KWT agar terus aktif dalam pengembangan KBD dan pekarangan menjadi produktif untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan. Selain itu juga melakukan pendampingan kepada pemenang lomba pemanfaatan pekarangan terbaik yaitu Juara I KWT Nur Umi Desa Siwarak Kecamatan Karangreja, Juara II KWT Mekarsari Desa Bakulan Kecamatan Kemangkon, Juara III KWT Dewi Sri Kelurahan Penambongan Kecamatan Purbalingga, untuk dipersiapkan maju dalam seleksi penerima penghargaan Adhi Karya Pangan Nusantara tahun 2017.

2) Kegiatan Pelatihan Usaha Pengelolaan Bahan Pangan Potensi Lokal (DBH-CHT)

Kegiatan dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku pengolah pangan lokal, yang menunjang Program Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP). Alokasi anggaran Rp.65.000.000,- realisasi Rp.65.000.000,- (100%). Alokasi anggaran dimaksud digunakan untuk menyelenggarakan pelatihan

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Purbalingga Tahun 2016

Bab III

III.166

pengolahan pangan berbahan baku lokal, pelatihan penggunaan peralatan teknologi tepat guna dan pemberian bantuan peralatan.

Pelatihan diselenggarakan bekerjasama dengan Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian UNSOED Purwokerto sebagai narasumber materi dan praktek pengolahan pangan lokal dengan menggunakan teknologi tepat guna. Pada tahun 2016 kegiatan pelatihan diselenggarakan selama 5 hari di 3 wilayah BPK dengan 3 jenis komoditas yang berbeda sesuai potensi wilayah masing-masing, yang diikuti oleh 20 peserta.

(1) Wilayah BPK Karangreja di Desa Siwarak : strowbery diolah menjadi saos strobery dan nanas diolah menjadi selai dan dodol nanas.

(2) Wilayah BPK Kutasari di Desa Kutasari : jagung diolah menjadi susu jagung, biskuit jagung dan kue getas jagung.

(3) Wilayah BPK Pengadegan di Desa Pasunggingan : tepung singkong (mocaf) diolah menjadi mei mocaf dengan tambahan ekstrak sayuran dan sereal untuk sarapan.

(4) Wilayah BPK Pengadegan di Desa Pengadegan : Pelatihan lanjutan pembuatan beras analog berbahan baku tepung singkong (mocaf).

Selanjutnya guna mendorong semangat peserta pelatihan yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) agar meningkatkan produksi, masing-masing kelompok diberikan bantuan peralatan teknologi tepat guna, diantaranya :

(1) Lemari display diberikan kepada KWT Mekarsari Desa Karangjengkol, KWT Delima Desa Pasunggingan, KWT Berkah Segar Alami desa Siwarak, KWT Kenanga Desa Pengadegan, KWT Karya Mandiri Desa Karangpule.

(2) Lemari es dan timbangan digital diberikan kepada KWT Nur Umi Desa Siwarak.

(3) Vacum Sealer dan timbangan digital diberikan kepada KWT Mekarsari Desa Karangjengkol.

(4) Gilingan mie dan timbangan digital diberikan kepada KWT Delima Desa Pasunggingan.

3) Fasilitasi Raskin

Kegiatan dimaksud merupakan pendampingan program beras untuk keluarga berpendapatan rendah (Raskin), terutama untuk operasional Tim Raskin dan bantuan distribusi beras dari titik bagi ke titik distribusi/rumah tangga sasaran. Pada tahun 2016 Program Raskin ditujukan kepada 80.377 Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM) @ 15 kg beras sebanyak 12 kali penyaluran, sehingga jumlah keseluruhan yang didistribusikan selama tahun 2016 adalah sebanyak 14.467.860 kg. Alokasi anggaran Rp.185.000.000,- realisasi Rp.184.839.818,-(99,91%). Anggaran ini sebagian besar digunakan

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Purbalingga Tahun 2016

Bab III

III.167

untuk : 1) bantuan sewa sarana mobilitas angkutan darat untuk transportasi beras dari titik distribusi ke titik bagi, selama 10 bulan penyaluran kepada 41 desa yang memiliki tingkat kesulitan tinggi dan jarak titik distribusi ke titik bagi cukup jauh; 2) pengadaan kartu raskin;

3) kegiatan sosialisasi dan rapat koordinasi program raskin tingkat Kabupaten dan Kecamatan; dan 4) pemberian penghargaan bagi pengelolaan program raskin terbaik bagi desa/kelurahan dan kecamatan.

4) Fasilitasi Cadangan dan Distribusi Pangan

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai anggaran pendampingan kegiatan Penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) pada gapoktan dan untuk pemberdayaan lumbung pangan masyarakat.

Sasaran kegiatannya adalah pembinaan kepada Gapoktan penerima kegiatan LUPM/Toko Tani Indonesia yaitu Gapoktan Karya Maju Desa Majatengah Kecamatan Kemangkon dan pelatihan manajemen pengelolaan lumbung pangan kepada 30 orang pengurus serta menyalurkan bantuan cadangan pangan (gabah) senilai

@Rp.12.000.000,- kepada 2 lumbung pangan yang menerima kegiatan Pra Penumbuhan LDPM yaitu Gapoktan Sumber Makmur, Desa Karanglewas, Kecamatan Kutasari dan Gapoktan Tri Mandiri, Desa Sempor Lor, Kecamatan Kaligondang. Alokasi anggaran Rp.38.000.000,- realisasi Rp.36.937.685,- (97,20 %).

5) Operasional Gudang Cadangan Pangan Kabupaten

Kegiatan ini dilaksanakan untuk melakukan pengelolaan gudang cadangan pangan Pemerintah Kabupaten Purbalingga, mulai dari pengadaan gabah, penyimpanan, perawatan sampai dengan penyaluran gabah/beras kepada masyarakat yang membutuhkan yang mengalami kerawanan pangan karena bencana maupun yang mengalami krisis pangan. Cadangan pangan yang tersimpan di gudang cadangan pangan tahun 2016 berupa gabah sebanyak 12,5 ton, telah digiling dan didistribusikan kepada masyarakat kurang mampu sebanyak 7 ton, sehingga sisa gabah yang tersimpan di Gudang Cadangan Pangan Kabupaten Purbalingga sebanyak 5,5 ton. Alokasi anggaran Rp.15.000.000,- realisasi Rp.14.960.000,-(99,73 %).

6) Fasilitasi Desa Mandiri Pangan

Realisasi pelaksanaan kegiatan ini adalah tersedianya anggaran untuk pendampingan Program Desa Mandiri Pangan. Program Desa Mandiri Pangan merupakan kegiatan meningkatkan kemandirian pangan pada desa-desa yang mempunyai kerentanan pangan, dimana salah satu indikatornya adalah tingkat kemiskinan penduduknya lebih dari 30%.

Kegiatan ini dilaksanakan pada 4 desa mandiri pangan, melalui pembinaan kepada kelompok afinitas pada sub sistem ketersediaan, distribusi dan penganekaragaman konsumsi pangan serta bantuan

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Purbalingga Tahun 2016

Bab III

III.168

peralatan pengolahan pangan kepada Lokasi Desa Mandiri Pangan yaitu Desa Majatengah, Kecamatan Kemangkon, Desa Senon, Kecamatan Kemangkon, Desa Bumisari, Kecamatan Mrebet, Desa Pengadegan, Kecamatan Pengadegan. Alokasi anggaran Rp.30.000.000,- realisasi Rp.29.986.350,- (99,95 %).

7) Pembinaan Kewaspadaan dan Keamanan Pangan

Realisasi pelaksanaan kegiatan ini adalah tersedianya anggaran operasional Tim Sistem Kerawanan Pangan dan Gizi (SKPG) Kabupaten Purbalingga dalam rangka melakukan deteksi dini kerentanan pangan dan gizi. Outputnya adalah penyusunan data kerentanan pangan, peta kerentanan pangan Kabupaten Purbalingga dan rekomendasi untuk melakukan intervensi penanganan terhadap kerawanan pangan dan gizi di wilayah serta melaksanakan kegiatan penunjang berupa : 1) memfasilitasi pengiriman peserta sosialisasi kantin sehat sekolah untuk pengelola kantin SD Negeri Karangsentul I, SD Negeri Kembaran Kulon I, dan Pendamping dari BPPKP Kab.

Purbalingga di Badan Ketahanan Pangan (BKP) Provinsi Jawa Tengah;

2) Survey keamanan pangan menjelang hari raya Idul Fitri dan menjelang Natal tahun 2016 dan tahun baru 2017 bersama Dinas Kesehatan, Dinperindagkop, dan Kantor Satpol PP; dan 3) memfasilitasi pengajuan sertifikasi Produk Prima 3 sehingga berhasil mendapatkan sertifikat dari BKP Provinsi Jawa Tengah untuk komoditas Nanas Desa Siwarak, Duku Desa Kalikajar, dan Stroberi Desa Serang. Alokasi anggaran Rp.32.485.000,- realisasi Rp.30.235.000,-(93,07 %). Sisa lebih anggaran sebesar Rp.2.250.000,- merupakan penghematan belanja rapid test formalin, borak dan rodhamin karena dapat menggunakan rapid test milik Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga sebagai salah satu anggota tim SKPT.

8) Fasilitasi Dewan Ketahanan Pangan

Realisasi pelaksanaan kegiatan ini adalah tersedianya anggaran operasional Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Purbalingga, dimana BPPKP Kabupaten Purbalingga sebagai Sekretariat Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten. Dewan Ketahanan Pangan mengkoordinasikan dan mensinergikan pelaksanaan program peningkatan ketahanan pangan di Kabupaten Purbalingga, melalui kegiatan rapat koordinasi Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Purbalingga sebanyak 2 kali, mengikuti rakor Dewan Ketahanan Pangan Provinsi, Sidang Regional Dewan Ketahanan Pangan Nasional serta rapat-rapat di sekretariat DKP Kabupaten. Alokasi anggaran Rp.33.000.000,- realisasi Rp.22.005.000,- (66,68%). Sisa anggaran yang tidak digunakan sebesar Rp.10.995.000,- merupakan penghematan dari Rakor DKP Tingkat Kabupaten ke dua yang tidak di SPJ kan, karena penyelenggaraannya digabung dengan rakor kegiatan

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Purbalingga Tahun 2016

Bab III

III.169

lain serta kegiatan survey konsumsi pangan yang tidak direkomendasikan karena sudah ada Data Susenas.

9) Fasilitasi Penganekaragaman Konsumsi Pangan

Kegiatan ini dilaksanakan untuk menunjang Program Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP). Alokasi anggaran Rp.191.000.000,- realisasi Rp.190.400.000,-(99,69%). Alokasi anggaran tersebut digunakan :

(a) Untuk pelaksanaan Lomba Cipta Menu B2SA tingkat kabupaten dan provinsi. Lomba cipta menu B2SA tingkat kabupaten diikuti peserta dari TP PKK Kecamatan, GOW dan DWP dilaksanakan di Pendopo Dipokusumo pada tanggal 22 November 2016.

(b) Mengikuti Lomba Makanan Khas di Anjungan Jawa Tengah TMII Jakarta pada tanggal 27–29 Mei 2016 dengan tema “Menggali Kuliner Sarapan Pagi Khas Jawa Tengah dengan menu sarapan beras dan non beras”. Kab. Purbalingga berhasil memperoleh Juara Harapan III kategori Pemenang Lomba Menu Sarapan Beras.

(c) Menyelenggarakan pelatihan packaging/pengemasan produk pangan lokal dan pentingnya keamanan pangan, dengan nara sumber dari Fakultas Pertanian UNSOED Purwokerto dan Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, diikuti 25 orang peserta dari pengusaha pangan lokal Kabupaten Purbalingga.

(d) Penyerahan bantuan alat pengolahan lokal berupa : 1) pedal sealer kepada KWT Mekarsari Desa Bakulan Kecamatan Kemangkon, KWT Barokah Desa Lamuk Kecamatan Kejobong, dan KWT Ngudi Lestari Desa Karanggedang Kecamatan Karanganyar; 2) botol dan plastik kemasan kepada KWT Mekarsari Desa Karangjengkol Kecamatan Kutasari dan KWT Nur Umi Desa Siwarak Kecamatan Karangreja; 3) plastik kemasan kepada KWT Mekarsari Desa Bakulan Kecamatan Kemangkon, KWT Barokah Desa Lamuk Kecamatan Kejobong, KWT Ngudi Lestari Desa Karanggedang Kecamatan Karanganyar, dan KWT Cipta Utami Desa Cendana Kecamatan Kutasari.

(e) Mengikuti kegiatan pameran hari pangan sedunia tingkat Nasional di Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 28-30 Oktober 2016.

(f) Mengikuti pameran dalam rangka mensukseskan pencanangan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Kabupaten Purbalingga yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga pada tanggal 15 November 2016 di Monumen Jenderal Soedirman Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga.

(g) Mengikuti pameran Purbalingga Expo dalam rangka Hari Ulang Tahun Kabupaten Purbalingga ke 186 pada tanggal 20-23

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Purbalingga Tahun 2016

Bab III

III.170

Desember 2016 bertempat di Kompleks Stadion Guntur Daryono Purbalingga.

(h) Pengenalan menu makanan B2SA kepada siswa di SD Negeri 3 Kedungbenda Kecamatan Kemangkon sebanyak 100 siswa selama 10 kali, dilaksanakan 4 kali pada bulan Maret 2016 dan 6 kali pada bulan April 2016.

(i) Studi banding pengolahan hasil pangan pada tanggal 8-9 Desember 2016 ke kelompok tani Aneka Tiwul Megita Mas Wonosobo, Rumah Ketela Magelang dan KWT Putri 21 Gunung Kidul.

10) Pengadaan Sarana Prasarana Lumbung Desa (DAK)

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat cadangan pangan yang ada di masyarakat melalui Program Pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat. Realisasi pelaksanaan kegiatan yaitu untuk pembangunan 1 unit Gudang Lumbung Desa Bokol Kecamatan Kemangkon dan luncuran pembangunan lantai jemur Lumbung Desa Kalialang Kecamatan Kemangkon tahun 2015. Selain itu biaya umum untuk konsultan perencanaan dan konsultan pengawas pembangunan lumbung serta monitoring pelaksanaan kegiatan. Alokasi anggaran sebesar Rp.176.590.000,- bersumber dari APBD DAK 2016 sebesar Rp.130.200.000,- dan luncuran APBD perubahan 2016 sebesar Rp.46.390.000,- adapun realisasinya sebesar Rp.176.210.000,- atau mencapai 99,78%.

c. Proses Perencanaan Pembangunan, Kondisi Sarana dan Prasarana Proses perencanaan pembangunan program dan kegiatan urusan ketahanan pangan yang dilaksanakan oleh Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan melalui dan termuat dalam Renstra, Renja dan RKA SKPD. Kondisi sarana prasarana yang digunakan cukup memadai. Hal lain yang perlu dilaporkan tidak ada.

d. Permasalahan dan Solusi

Permasalahan dan solusi secara umum tidak ada, kecuali yang sudah dicantumkan dalam pelaksanaan masing-masing kegiatan.

14. Program dan Kegiatan Urusan Pemberdayaan Perempuan dan