• Tidak ada hasil yang ditemukan

a. Tingkat Pencapaian Standar Pelayanan Minimal

Pencapaian kinerja penyelenggaraan urusan kesehatan diukur melalui pencapaian target indikator kinerja utama pelayanan kesehatan yang telah ditetapkan dalam Perencanaan Strategis Dinas Kesehatan. Secara umum pelaksanaan pembangunan di bidang kesehatan telah dilaksanakan dengan baik, hal ini dapat dilihat dari capaian indikator kinerja utama tahun 2016 sebagai berikut:

1) Cakupan kunjungan ibu hamil K4, tercapai realisasi kinerja 95,53%.

2) Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani, tercapai realisasi kinerja 100% yaitu sebanyak 3.226 kasus.

3) Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan, tercapai realisasi kinerja sebesar 99,52% atau sejumlah 14.313 dari sasaran 14.382 ibu bersalin.

4) Cakupan pelayanan nifas, tercapai realisasi kinerja sebesar 94,51%

atau 14.349 kunjungan.

5) Cakupan neonatal dengan komplikasi yang ditangani yaitu 100%

dengan jumlah total 1.391 kasus.

6) Cakupan kunjungan bayi, tercapai realisasi kinerja sebesar 95,87%

yaitu tercapai 13.746 kunjungan dari total 14.338 bayi.

7) Cakupan desa/kelurahan universal child ummunization, tercapai realisasi kinerja 100% atau sejumlah 239 desa/ kelurahan.

8) Cakupan pelayanan balita, tercapai realisasi kinerja 88,76%.

9) Cakupan pemberian PMT bagi balita kurus tercapai target 100%.

10) Cakupan balita gizi buruk yang mendapat perawatan, tercapai target kinerja 100%, yaitu sejumlah 58 anak gizi buruk mendapatkan perawatan.

11) Cakupan penjaringan siswa SD/setingkat, target kinerja tahun 2016 adalah 100% dan realisasi kinerja pada tahun 2016 sebesar 100%.

12) Cakupan peserta KB aktif, tercapai realisasi kinerja 75,39% yaitu 148.458 peserta dari total 196.908 pasangan usia subur. Target kinerja tahun 2016 adalah 77%, sehingga target kinerja sudah tercapai.

13) Cakupan penemuan dan perawatan penderita penyakit,

a) Cakupan penemuan kasus Acut Flacid Paralysis (AFP Rate) tercapai 3,9 per 100.000 yaitu ditemukan 3 kasus AFP. Target kinerja tahun 2016 adalah 2/100.000 dengan demikan target kinerja belum tercapai.

b) Cakupan penemuan penderita penyakit pneumonia balita sebesar 41,55% yaitu sebesar 1.341 Balita, dari perkiraan 3.225 Balita.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Purbalingga Tahun 2016

Bab III

III.33

Target kinerja 43%, dengan demikian target belum tercapai.

Sedangkan penanganan penderita pneumonia balita tercapai 100%

sesuai target kinerja.

c) Cakupan penemuan penderita penyakit pasien baru TB BTA positif tercapai 35,43%, yaitu 1.001 kasus dari perkiraan 2.825 kasus.

Target kinerja tahun 2016 adalah 65%, dengan demikian belum mencapai target.

d) Angka Kesakitan Demam Berdarah tercapai 2,9/10.000 penduduk yaitu terdapat 274 kasus. Target kinerja tahun 2016 adalah 2,5/10.000 penduduk, dengan demikian belum mencapai target;

e) Cakupan penemuan Diare pada Balita yaitu tercapai 47,72%.

Terdapat 7.680 kasus dari perkiraan 16.093 kasus. Target kinerja tahun 2016 adalah 58%, sehingga target kinerja belum tercapai.

Sedangkan cakupan penanganan balita tercapai 100% atau seluruh penderita dapat tertangani sesuai target.

14) Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin, tercapai realisasi kinerja 100% yaitu sejumlah 20.377 orang. Target kinerja tahun 2016 adalah 85%, dengan demikian target kinerja sudah tercapai.

15) Cakupan pelayanan kesehatan rujukan masyarakat miskin, tercapai 100%, yaitu dari 17.996 orang atau 2,82% dari total masyarakat miskin, seluruhnya mendapatkan pelayanan rujukan. Target kinerja tahun 2016 adalah 100%, dengan demikian target kinerja sudah tercapai.

16) Cakupan pelayanan gawat darurat level I yang harus diberikan sarana kesehatan (RS) di Kabupaten/Kota tercapai 100%, yaitu terdapat 5 pelayanan gawat darurat level I. Target kinerja adalah 100%, dengan demikian target sudah tercapai.

17) Cakupan desa/ kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiolgi < 24 jam, tercapai 100%. Terdapat 1 kasus KLB keracunan dan dapat dilakukan penanganan 100%. Target kinerja adalah 100%, dengan demikian target sudah tercapai.

18) Cakupan desa siaga aktif, tercapai target 100% yaitu total 239 desa/

kelurahan merupakan kategori desa siaga aktif. Target kinerja adalah 80%, dengan demikian target SPM sudah tercapai.

b. Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan

Dari segi anggaran, pembangunan bidang kesehatan merupakan bidang pembangunan yang mendapatkan prioritas, hal ini ditunjukkan dengan alokasi anggaran belanja langsung urusan kesehatan yang mencapai Rp.251.193.901.000,- (32,13%) dari total anggaran belanja daerah langsung urusan wajib yang dialokasikan dalam APBD Kabupaten Purbalingga Tahun 2016. Apabila dibandingkan dengan total anggaran belanja daerah langsung, alokasi belanja langsung urusan kesehatan sebesar 28,91%.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Purbalingga Tahun 2016

Bab III

III.34

Rincian pelaksanaan program dan kegiatan urusan kesehatan yang dilaksanakan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah Dinas Kesehatan dapat dilaporkan sebagai berikut :

1) Program Penguatan Kelembagaan Perangkat Daerah a) Penyediaan Bahan dan Jasa Perkantoran

Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan dimaksud yaitu terwujudnya kemudahan dalam pelayanan administrasi perkantoran dan pelayanan kepada masyarakat yang didukung oleh penyediaan bahan dan jasa perkantoran yang memadai. Kegiatan yang dilakukan meliputi honorarium Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa sebanyak 1 orang, honorarium Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan sebanyak 1 orang, honorarium Pengelola Keuangan pada SKPD sebanyak 41 orang, honorariun Non PNS sebanyak 7 orang, uang lembur PNS sebanyak 11 orang, belanja ATK, belanja cetak, alat listrik dan elektronik, benda-benda pos, bahan kebersihan, pengisian tabung gas, bendera, umbul-umbul, layur-layur dan jasa kantor lainnya serta memenuhi jamuan rapat dan tamu. Alokasi anggaran Rp.396.833.000,- realisasi Rp.368.659.125,- (92,90%).

b) Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi

Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan dimaksud yaitu terlaksananya rapat-rapat koordinasi baik lintas sektoral, lintas program maupun untuk intern dinas, serta kemudahan dalam tersampaikannya informasi yang dibutuhkan dalam konsultasi.

Kegiatan yang terlaksana meliputi perjalanan dinas dalam daerah sebanyak 270 kali, perjalanan dinas luar daerah sebanyak 173 kali.

Alokasi anggaran Rp.302.630.000,- realisasi Rp.302.560.000,- (99,98%).

c) Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Kantor

Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan dimaksud yaitu terlaksananya tugas pekerjaan sehari-hari bagi pegawai di lingkungan Dinas Kesehatan yang meliputi pemeliharaan gedung Dinas Kesehatan, penggantian suku cadang, jasa service, kir, STNK, BBM dan pelumas, dan upah harian. Alokasi anggaran Rp.385.528.000,- realisasi Rp.350.493.240,- (90,91%).

d) Pengadaan Sarana dan Prasarana Kantor

Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan dimaksud yaitu terwujudnya peningkatan kinerja dan administrasi perkantoran dengan adanya penambahan sarana dan prasarana kantor yang ada berupa pengadaan almari arsip, mesin potong rumput. Alokasi anggaran Rp.313.100.000,- realisasi Rp.226.190.000,- (72,24%).

e) Pendidikan dan Pelatihan Pegawai

Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan dimaksud yaitu terwujudnya tenaga kesehatan yang terampil dan profesional melalui

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Purbalingga Tahun 2016

Bab III

III.35

diklat-diklat, kursus singkat maupun sosialisasi/ workshop dan mengirim petugas teknis di tingkat kabupaten maupun UPTD untuk dididik atau dilatih sesuai dengan profesinya masing-masing, antara lain dokter, dokter gigi, dan petugas teknis lain yang berkaitan dengan program kerja dan kegiatan sebanyak 25 (dua puluh lima) orang. Alokasi anggaran Rp.25.000.000,- realisasi Rp.7.207.500,- (28,83%).

f) Penyusunan Dokumen Perencanaan dan Laporan Kinerja SKPD.

Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan dimaksud yaitu terwujudnya RENSTRA Dinas Kesehatan 2016-2021, Profil Kesehatan Tahun 2015, LAKIP dan LKPJ Tahun 2016. Alokasi anggaran Rp.10.000.000,- realisasi Rp.9.550.000,- (95,50%).

2) Program Pengelolaan Obat Publik, Makanan, Minuman dan Perbekalan Farmasi

a) Pengadaan Obat dan Perbekalan Kesehatan untuk Pelayanan Kesehatan Dasar (DAK)

Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan dimaksud yaitu terpenuhinya kebutuhan obat dan reagensia di 22 (dua puluh dua) Puskesmas, 48 (empat puluh delapan) Puskesmas Pembantu, 1 (satu) Laboratorium Kesehatan (Labkes) Kabupaten sesuai dengan jenis dan jumlah yang dibutuhkan. Alokasi anggaran Rp.3.520.988.000,- realisasi sebesar Rp.3.380.183.337,- (96%).

Permasalahan yang dihadapi adalah proses pengadaan menggunakan sistem E-Katalog, sedangkan pabrikan yang ditunjuk tidak dapat memenuhi pesanan kebutuhan obat, sehingga ada beberapa item obat yang tidak bisa terpenuhi. Solusinya adalah penunjukan langsung sesuai ketentuan PP 70 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa, sisa anggaran yang belum terserap akan diluncurkan pada tahun 2017.

b) Pemeriksaan Makanan dan Minuman

Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan dimaksud yaitu terlaksananya pemeriksaan bahan makanan agar masyarakat terlindungi dari bahaya makanan yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Alokasi anggaran Rp.24.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp.24.000.000,- (100%).

c) Pengawasan Pengedaran Obat dan Kosmetika

Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan dimaksud yaitu terlaksananya pengawasan pengedaran obat dan kosmetika yang beredar di masyarakat agar masyarakat terlindungi dari bahaya obat dan kosmetika yang berbahaya dan tidak memenuhi syarat kesehatan. Alokasi anggaran sebesar Rp.12.630.000,- dan realisasi anggaran sebesar Rp.12.450.000,- (98,57%).

d) Pengadaan Reagen Refill Complete Test Kit

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Purbalingga Tahun 2016

Bab III

III.36

Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan dimaksud yaitu terlaksananya Pengadaan Reagen Refill Complete Test Kit. Alokasi anggaran Rp.61.097.000,- realisasi Rp.59.087.000,- (96,71%).

e) Penyelesaian Kegiatan Pengadaan Obat dan Perbekalan Kesehatan untuk Pelayanan Kesehatan Dasar (Luncuran DAK).

Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan dimaksud yaitu terlaksananya kegiatan pengadaan obat dan perbekalan kesehatan untuk pelayanan kesehatan dasar. Alokasi anggaran sebesar Rp.24.000.000,- realisasi sebesar Rp.23.967.750,- (99,87%).

3) Program Pelayanan KIA, Remaja dan Usia Lanjut a) Fasilitasi Upaya Pencegahan Kematian Ibu dan Bayi

Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan dimaksud dilaporkan dalam uraian pelaksanaan masing-masing sub kegiatan sebagai berikut :

(1) Pertemuan Audit Maternal Perinatal (AMP)

Kegiatan ini telah dilaksanakan sebanyak delapan (8) kali sesuai dengan rencana dan selesai tepat pada waktunya.

Sasaran peserta pertemuan adalah Kepala Puskesmas, bidan dan dokter umum dari Puskesmas dan RSU pemerintah dan swasta. Dari hasil pertemuan AMP sudah dilakukan audit sebanyak 14 kasus kematian ibu dan 3 kasus kematian bayi, kasus yang sudah diaudit adalah eklamsia, perdarahan post partum, penyakit jantung dan kematian karena penyakit lain.

Peserta AMP adalah 56 orang setiap kali pertemuan dengan sasaran 22 puskesmas, RSUD, RSU Swasta, dan Panti Nugroho. Kendala yang ditemui adalah pengambilan data pelacakan kasus yang kurang lengkap sehingga menyulitkan pada saat analisis kasus, adanya kesulitan pada saat sudah terjadwal tetapi Nara sumber ahli ada kegiatan lain.

Solusi Pepenyelesaian masalah :

o Membuat jadwal kegiatan lebih awal dan terkoordinir o Meningkatkan koordinasi dengan tenaga ahli

o Kerjasama dengan petugas RS dan Puskesmas dalam pelacakan kasus

(2) Pertemuan Peningkatan Kapasitas Bidan

Kegiatan ini dilaksanakan 4 kali dengan peserta bidan Puskesmas dan bidan di desa sebanyak 52 orang, materi pertemuan meliputi peningkatan skill dan pengetahuan bidan yang diberikan oleh narasumber kabupaten dan dokter spesialis kebidanan.

(3) Pertemuan Pembekalan dan Evaluasi Magang PPGDON Kegiatan ini dilaksanakan 1 kali pada saat sebelum pelaksanaan magang PPGDON dan Pertemuan Evaluasi

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Purbalingga Tahun 2016

Bab III

III.37

magang PGDON serta satu (1) kali dilaksanakan setelah proses magang selesai. Peserta pertemuan adalah bidan yang mengikuti magang PPGDON sejumlah 72 orang. Target 100%

realisasi 100%. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan pembekalan kepada peserta magang PPGDON tentang aturan dan pelaksanaan magang di RSUD. Pertemuan evaluasi magang PGDON dilaksanakan setelah proses magang selesai dengan tujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan magang di RSUD dan manfaat magang. Setiap kelompok melakukan presentasi kasus dan penanganannya yang didapatkan selama magang.

(4) Magang PPGDON bagi bidan di RSU

Kegiatan ini dilaksanakan di RSUD Purbalingga dari bulan Pebruari sd Juli 2016 dengan jumlah peserta masing-masing angkatan 6 orang selama 12 hari. Total peserta 72 orang sebanyak 12 angkatan. Target 100% realisasi 100%.

Pelaksanaan magang di bimbing oleh CI di RSUD dan dokter Spesialis Kandungan dan anak. Pelaksanaan magang di ruang VK dan perinatologi (bila ada kasus perinatologi). Magang dipantau oleh dinas kesehatan. Setiap peserta magang membuat laporan individu tentang kasus yang ditemui selama magang, setiap kelompok membuat laporan kelompok dan presentasi pada saat evaluasi. Kendala yang ditemui adalah pada saat praktek bersamaan dengan mahasiswa sehingga kasus yang didapat kurang. Solusi yang ditempuh adalah : o Penyusunan jadwal disesuaikan dengan jadwal praktek

mahasiswa.

o Koordinasi dengan pihak RSU dalam pembuatan jadwal magang.

o Pemeriksaan Ibu hamil Risti oleh Dokter Spesialis.

Kegiatan ini dilaksanakan di 20 Puskesmas sebanyak 22 kali, oleh dokter Spesialis Kebidanan dengan sasaran Ibu hamil Risti di setiap Puskesmas sebanyak 20 orang bumil risti.

(5) Pertemuan koordinasi Lintas sektor

Kegiatan ini dilaksanakan 2 kali di DKK dengan jumlah peserta 55 orang dari Puskesmas, Organisasi profesi, Dinas terkait, PKK, Organisasi keagamaan dll. Target 100% realisasi 100%.

(6) Pertemuan hasil Monev PKD

Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Pebruari sd April 2016 dengan sasaran 36 PKD di 22 Puskesmas, sasaran Monev adalah bidan di desa dengan semua kegiatan dan administrasinya. Target 100% realisasi 100%. Permasalahan

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Purbalingga Tahun 2016

Bab III

III.38

yang dihadapi adalah kesulitan transportasi dan tenaga driver karena keterbatasan tenaga dan kendaraan. Solusi yang ditempuh adalah berkoordinasi dengan bagian umum untuk jadwal penggunaan kendaraan dan driver. Pertemuan hasil Monev PKD dilaksanakan 1 kali dengan jumlah peserta 52 orang dari Puskesmas, Pertemuan ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil Monev yang sudah dilaksanakan sebelumnya. Permasalahan yang dihadapi adalah kegiatan Monev sebagian tidak ditindak lanjuti oleh PKD atau Puskesmas sehingga kegiatan/administrasi tidak update.

Upaya yang ditempuh untuk menghadapi permasalahan tersebut adalah berkoordinasi dengan Kepala Puskesmas untuk menindak lanjuti hasil monev.

(7) Sosialisasi Pelaksanaan wali resti

Kegiatan ini dilaksanakan 1 kali dengan sasaran 64 orang terdiri dari Bidan dan kepala Puskesmas dari 22 Puskesmas.

Diharapkan ada tindak lanjut pelaksanaan wali resti didesa di wilayah Puskesmas. Target 100% realisasi 100%. Diharapkan ada tindak lanjut pelaksanaan wali resti didesa di wilayah Puskesmas. Permasalahan yang dihadapi adalah belum semua Puskesmas melaksanakan Kegiatan wali resti karena keterbatasan dana untuk pendamping/wali resti. Solusi yang ditempuh yakni dengan mengadakan sosialisasi wali resti ke Puskesmas.

(8) Pertemuan interaktif Pelayanan KIA

Kegiatan ini dilaksanakan 2 kali tetapi karena sesuatu hal hanya dilaksanakan satu (1) kali, dengan sasaran Bidan koordinator Puskesmas, target 100% realisasi 50%.

Pertemuan hanya dilaksanakan satu kali karena jadwal yang sangat padat dari Narasumber dan terbatasnya waktu pelaksanaan. Permasalahan yang dihadapi adalah keterbatasan waktu dan tenaga Narasumber. Solusi yang ditempuh untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu berkoordinasi dalam penjadwalan dan pengaturan waktu pertemuan.

(9) Pertemuan Pembekalan APN

Pertemuan ini dilaksanakan satu (1) kali dengan sasaran peserta pelatihan APN sejumlah 46 orang bidan, target 100%, realisasi 100%.

(10) Pelatihan APN

Kegiatan pelatihan APN ini dilaksanakan sebanyak 3 angkatan di P2KP Purwokerto dengan jumlah peserta 46 bidan. Setiap

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Purbalingga Tahun 2016

Bab III

III.39

angkatan pelatihan selama 10 hari dengan materi teori dan praktek lapangan. Target 100% realisasi 100%. Monitoring Pelatihan APN kegiatan ini dilaksanakan selama proses pelatihan berlangsung untuk memantau proses pelatihan APN di P2KP Purwokerto.

Alokasi anggaran Rp.244.332.000,- realisasi Rp.235.604.500,- (96,43%).

b) Peningkatan mutu Pelayanan Kesehatan Anak dan Remaja

Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan dimaksud dilaporkan dalam uraian pelaksanaan masing-masing sub kegiatan sebagai berikut :

(1) Refresing MTBS dan SDIDTK bagi Bidan

Kegiatan ini dilaksanakan 2 angkatan dengan sasaran bidan desa sejumlah 55 orang dari 22 Puskesmas setiap pertemuan.

Target 100% realisasi 100%. Kegiatan ini dilaksanakan satu kali dengan peserta bidan koordinator dan bidan di desa sebanyak 60 orang, dengan tujuan meningkatkan cakupan kepesertaan KB mandiri MKJP dan KB pasca salin.

(2) Peningkatan Kemampuan tenaga kesehatan dalam tata laksana Neonatus.

Kegiatan ini dilaksanakan dua (2) kali, setiap pertemuan dengan jumlah peserta 44 orang terdiri dari kader posyandu dari 10 Puskesmas, masing masing Puskesmas 4 orang kader. Tujuan pertemuan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader posyandu lansia sehingga meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan lansia. Kendala yang ditemui yaitu belum semua kader posyandu Lansia dilatih sehingga pengetahuan dan keterampilannya masih kurang. Kegiatan ini dilaksanakan 3 angkatan dengan peserta dokter, bidan dan perawat sebanyak 30 setiap angkatan.

(3) Evaluasi kelas Ibu hamil dan Balita

Evaluasi kelas ibu hamil dan balita satu kali untuk mengevaluasi kegiatan kelas ibu dan balita di Puskesmas dengan sasaran Bidan Koordinator ibu dan anak di 22 Puskesmas. Target 100%

realisasi 100%. Kegitan ini dilaksanakan satu kali dengan peserta Bikor ibu dan Bikor anak puskesmas. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk mengevaluasi pelaksanaan kelas ibu hamil dan ibu balita yang sudah dilaksanakan di desa .

(4) Fasilitas Upaya Pencegahan Kematian Ibu dan Bayi

Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan dimaksud yaitu meningkatnya mutu pelayanan KIA dalam rangka mempercepat penurunan AKI-AKB. Alokasi anggaran Rp.244.332.000,- dan realisasi Rp.235.604.000,- (97%).

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Purbalingga Tahun 2016

Bab III

III.40

(5) Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan Anak dan Remaja Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan dimaksud yaitu meningkatnya cakupan kunjungan SDIDTK dan terdeteksinya kasus-kasus tumbuh kembang Balita.

Alokasi anggaran Rp.12.000.000,- realisasi Rp.11.960.000,- (99,67%).

c) Peningkatan Pelayanan Kesehatan Lansia dan KB

Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan dimaksud yaitu meningkatnya cakupan kunjungan lansia di Posyandu dan cakupan akseptor KB. Alokasi anggaran Rp.14.160.000,- realisasi Rp.14.080.000,- (99,44%).

4) Program Pemantapan Fungsi Manajemen Kesehatan a) Supervisi Terpadu Kinerja UPTD Kesehatan

Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan dimaksud yaitu terlaksananya kegiatan supervisi ke UPTD sebanyak 1 (satu) kali putaran ke semua UPTD yang meliputi 22 Puskesmas, 1 Rumah Bersalin Daerah Panti Nugroho dan 1 Laboratorium Kesehatan Kabupaten dan 2 kali untuk beberapa UPTD yang membutuhkan tindak lanjut dari hasil supervisi tahap pertama yang hasilnya adalah:

- Mengetahui sejauh mana pelaksanaan program dan kegiatan di UPTD

- Mengetahui hambatan/permasalahan yang ada serta upaya pemecahan masalah

- Meningkatnya manajemen di UPTD

- Tersebarnya informasi terbaru tentang pembangunan kesehatan, kebijakan serta peraturan-peraturan

- Merupakan salah satu wahana komunikasi antara Dinas Kesehatan dengan UPTD

- Adanya data dan informasi tentang UPTD

Alokasi anggaran Rp.13.680.000,- realisasi Rp.13.680.000,- (100%).

b) Pelayanan Perijinan Registrasi Kesehatan

Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan, dan tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang merata, berkualitas dan terjangkau, maka dokter dan dokter gigi dalam menjalankan praktiknya diwajibkan mengikuti standar pelayanan kedokteran dan kedokteran gigi. Dengan terbitnya Peraturan Perundangan yang mengatur semua tenaga kesehatan dan sarana kesehatan, maka semua tenaga kesehatan yang menjalankan praktik dan semua sarana pelayanan kesehatan wajib memiliki ijin praktik atau ijin operasional. Ijin akan di berikan kepada mereka yang telah memenuhi persyaratan sesuai peraturan

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Purbalingga Tahun 2016

Bab III

III.41

perundangan. Perijinan yang diberikan meliputi perijinan untuk tenaga kesehatan, sarana kesehatan, surat terdaftar pengobat tradisional dan Industri Rumah Tangga di Bidang makanan minuman. Selain kegiatan pelayanan juga ada kegiatan pertemuan yaitu Sosialisasi UU Tenaga Kesehatan dan Sosialisasi Perijinan untuk Pengobat (Penyehat) Tradisional, masing-masing sekali.

Namun kegiatan pertemuan ini hanya dapat dilaksanakan sekali yaitu Sosialisai UU Tenaga Kesehatan. Kegiatan ini dapat terealisasi 77%. Permasalahan yang dihadapi adalah :

- Adanya pemohon ijin yang tidak lengkap dalam memenuhi persyaratan sehingga proses perijinan menjadi terkesan lama.

- Adanya pihak-pihak tertentu yang kadang memaksakan kehendak

Langkah-langkah yang diambil untuk mengantisipasinya adalah dengan :

- Membuat protap prosedur pengajuan permohonan ijin.

- Meningkatkan pemahaman isi peraturan perundangan.

- Senantiasa mencari info tentang peraturan perundang-undangan terbaru.

- Meningkatkan koordinasi antar petugas, antar seksi dan lintas sektor.

Untuk itu diadakan kegiatan Sosialisasi Peraturan Perundangan dengan sasaran yang berbeda-beda. Antara lain dokter, bidan, apoteker, pengobat tradisional dan pemilik Industri Rumah Tangga.

Untuk sasaran tahun ini adalah Bidan Praktik Mandiri dan Pengobat Tradisional. Alokasi anggaran sebesar Rp.19.060.000,- dan realisasi anggaran sebesar Rp.15.158.000,- (79,53%)

c) Pelayanan Kesehatan Jiwa

Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, perlu diselenggarakan tidak hanya pelayanan kesehatan fisik saja tetapi juga perlu diperhatikan kesehatan jiwanya. Sehubungan dengan hal tersebut maka diperlukan kegiatan Pertemuan Penguatan Program Kesehatan Jiwa kepada seluruh dokter dan petugas pemegang program kesehatan jiwa di puskesmas., dan Pertemuan Evaluasi Program Pelayanan Kesehatan Jiwa. Kegiatan dapat dilaksanakan dan berjalan dengan lancar. Kegiatan yang dilaksanakan adalah Pertemuan Penguatan Program Kesehatan Jiwa dan Pertemuan Evaluasi Pelayanan Kesehatan Jiwa. Pertemuan dilaksanakan masing-masing sekali, sesuai dengan perencanaan. Kendala yang dihadapi :

- Sebagian besar penderita gangguan jiwa adalah dari kalangan sosial ekonomi lemah, sehingga untuk pengobatan dan pengiriman pasien sangat tergantung pada bantuan Pemerintah.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Purbalingga Tahun 2016

Bab III

III.42

- Ketidakpedulian keluarga pada proses pengobatan pasien sehingga pasien tidak bisa tertangani secara paripurna.

- Kurang kerjasama lintas sektor, sehingga setelah pasien jiwa ditangani oleh bidang kesehatan dan dinyatakan sembuh, penerimaan kembali di masyarakat dan pendayagunaan pasien tersebut di masyarakat kurang optimal, sehingga terjadi kekambuhan.

Solusi yang ditempuh untuk menghadapi permasalahan tersebut yaitu :

- Bekerjasama dengan BAZDA dalam pengiriman/penjemputan pasien jiwa ke RSJ Magelang.

- Menyampaikan kepada Puskesmas untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang peran keluarga dalam mendukung kesembuhan pasien jiwa.

- Meningkatkan kerjasama lintas sektor dengan jalan mengaktifkan Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat.

Alokasi anggaran Rp.7.300.000,- realisasi Rp.7.300.000,- (100%).

d) Manajemen Kesehatan dan Sistem Informasi Kesehatan

Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan dimaksud yaitu terlaksananya penyusunan profile kesehatan Kabupaten Purbalingga dan mengembangkan Sistem Informasi Kesehatan Daerah Kabupaten Purbalingga. Alokasi anggaran Rp.215.000.000,- realisasi Rp.205.877.780,- (95.76%).

e) Bimbingan Teknis Pengelola Obat dan Petugas Laboratorium.

Untuk lebih meningkatkan pelayanan di UPTD Puskesmas diperlukan SDM yang profesional dan kompeten dalam pengelolaan obat dan laboratorium. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dilakukan Kegiatan pertemuan rutin yang membahas masalah-masalah dalam yang ada di Puskesmas dan juga perkembangan – perkembangan dalam pengelolaan obat dan laboratorium sehingga SDM Petugas Pengelola Obat dan Petugas Laboratorium lebih meningkat ketrampilan dan kompetensinya. Kegiatan yang dilaksanakan adalah Pertemuan Pengelola Obat 4 kali dan Pertemuan Petugas Laborat 3 kali. Kegiatan ini bertujuan untuk lebih meningkatkan ketrampilan dan juga kompetensi petugas dalam pengelolaan obat & laboratorium sehingga diharapkan pelayanan di

Untuk lebih meningkatkan pelayanan di UPTD Puskesmas diperlukan SDM yang profesional dan kompeten dalam pengelolaan obat dan laboratorium. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dilakukan Kegiatan pertemuan rutin yang membahas masalah-masalah dalam yang ada di Puskesmas dan juga perkembangan – perkembangan dalam pengelolaan obat dan laboratorium sehingga SDM Petugas Pengelola Obat dan Petugas Laboratorium lebih meningkat ketrampilan dan kompetensinya. Kegiatan yang dilaksanakan adalah Pertemuan Pengelola Obat 4 kali dan Pertemuan Petugas Laborat 3 kali. Kegiatan ini bertujuan untuk lebih meningkatkan ketrampilan dan juga kompetensi petugas dalam pengelolaan obat & laboratorium sehingga diharapkan pelayanan di