• Tidak ada hasil yang ditemukan

Program dan Kegiatan Urusan Penanaman Modal a. Tingkat Pencapaian Standar Pelayanan Minimal

Secara umum pelaksanaan pembangunan dibidang penanaman modal telah dilaksanakan dengan baik, hal ini dapat dilihat dari capaian kinerja penyelenggaraan urusan penanaman modal sebagai berikut :

Pada tahun 2016 telah diterbitkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sejumlah 641 dokumen berdasarkan Perda Nomor 19 Tahun 2012 tentang Izin Mendirikan Bangunan dan Retribusi Izin Mendirikan Bangunan. Pada tahun 2016 KPMPT menerbitkan IMB rumah tinggal sebanyak 471 unit.

Jumlah rumah seluruhnya pada tahun 2016 sebanyak 120.080 unit dan jumlah rumah ber IMB pada tahun 2015 sebanyak 43.767, maka sampai dengan tahun 2016 jumlah rumah yang sudah ber-IMB sebanyak 44.238 unit atau sebesar 36,84%. Disamping itu pada tahun 2016 diterbitkan Izin Lokasi/Izin Pemanfaatan Lahan sebanyak 10 unit. Dalam rangka pelaksanaan ketataruangan sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Purbalingga Nomor 5 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Purbalingga Tahun 2011-2031, penerbitan Izin Mendirikan Bangunan dan Izin Lokasi/Pemanfaatan Lahan juga memperhatikan kesesuaian tata ruang wilayah dan untuk kategori tertentu memperhatikan rekomendasi dari Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) serta dalam pelaksanaan survey lapangan melibatkan SKPD terkait termasuk Bappeda selaku institusi yang membidangi tata ruang wilayah.

b. Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan

Dari segi anggaran, pembangunan bidang penanaman modal merupakan bidang pembangunan yang mendapatkan prioritas, hal ini ditunjukkan dengan alokasi anggaran belanja langsung urusan penanaman modal yang

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Purbalingga Tahun 2016

Bab III

III.146

mencapai Rp.855.845.000,- (0,11%) dari total anggaran belanja daerah langsung urusan wajib yang dialokasikan dalam APBD Kabupaten Purbalingga Tahun 2016. Apabila dibandingkan dengan total anggaran belanja daerah langsung, alokasi belanja langsung urusan penanaman modal sebesar (0,10%)

Rincian pelaksanaan program dan kegiatan urusan penanaman modal yang dilaksanakan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah Kantor Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu dapat dilaporkan sebagai berikut :

1) Program Penguatan Kelembagaan Perangkat Daerah a) Penyediaan Bahan dan Jasa Perkantoran

Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan dimaksud berupa penyediaan bahan dan jasa untuk memenuhi seluruh kebutuhan kantor, antara lain pemenuhan kebutuhan honorarium pegawai tidak tetap, honor PNS/Non PNS, belanja barang habis pakai (ATK), belanja jasa telepon, air, listrik, surat kabar/majalah, belanja cetak dan penggandaan serta belanja makanan dan minuman rapat/jamuan tamu. Alokasi anggaran Rp.230.845.000,- realisasi Rp.205.442.530,- (89,00%). Realisasi fisik dan keuangan yang belum mencapai 100% tersebut disebabkan efisiensi belanja sesuai kebutuhan dan urgensinya.

b) Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi

Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan dimaksud yaitu berupa kegiatan keikutsertaan dalam rapat koordinasi/konsultasi baik di dalam daerah maupun di luar kabupaten (regional Jawa Tengah maupun Nasional). Alokasi anggaran Rp.107.250.000,- realisasi Rp.77.194.069,- (71,98%). Realisasi fisik 100% sesuai pemenuhan undangan dengan mempertimbangkan tingkat kepentingan /urgensinya. Realisasi keuangan yang belum mencapai 100%

disebabkan kegiatan rapat menyesuaikan undangan dengan mempertimbangkan urgensi dan kemanfaatannya sehingga tetap efisien.

c) Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Kantor

Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan dimaksud yaitu berupa pemeliharaan terhadap fasilitas kantor dan kendaraan dinas baik roda empat maupun roda dua, belanja bahan bakar minyak dan pelumas dan pemeliharaan peralatan-peralatan kantor. Alokasi anggaran Rp.190.000.000,- realisasi Rp.139.036.000,- (73,18%).

Realisasi keuangan yang belum mencapai 100% disebabkan kegiatan service, penggantian suku cadang kendaraan bermotor, belanja bahan bakar minyak dan pemeliharaan peralatan kantor yang dilakukan secara efisien sesuai kebutuhan.

d) Pengadaan Sarana dan Prasarana Kantor

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Purbalingga Tahun 2016

Bab III

III.147

Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan dimaksud yaitu berupa pembelian/pengadaan 1 paket instalasi Genset, 1 paket sekat ruang Arsip, 1 paket sekat penyempurnaan ruang kerja, 2 buah komputer, 1 unit sepeda motor yamaha New Mio M3, 5 set Gorden, 2 set Kursi Pemohon, 1 set sofa tamu, 1 unit Handycam, 5 buah filling cabinet besi 4 pintu, 1 unit meja ½ biro, 4 buah komputer note book, 2 unit komputer, 2 unit printer inkjet, 1 unit scaner, 1 paket pembuatan website on line, dan 5 unit pendingin/AC ½ PK. Alokasi anggaran Rp.157.000.000,- realisasi Rp.151.621.300,- (96,57%). Realisasi fisik dan keuangan tidak mencapai 100% disebabkan ada satu jenis belanja modal berupa kamera pocket yang tidak dapat direalisasikan karena spesifikasi yang tertera dalam DPA sudah tidak dapat ditemukan dan merupakan efisiensi belanja.

e) Pendidikan dan Pelatihan Pegawai

Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan dimaksud yaitu berupa keikutsertaan pegawai KPMPT pada pendidikan dan pelatihan teknis khusus bidang penanaman modal dan bidang perizinan yang dilaksanakan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Pusat di Pusdiklat Cisarua, Bogor pada tahun 2016 dan diklat lainnya sesuai dengan yang dibutuhkan oleh KPMPT. Alokasi anggaran Rp.20.000.000,- realisasi Rp.10.774.787,- (53,87%).

Mengingat kegiatan diklat yang dilaksanakan oleh BKPM pada tahun 2016 sangat sedikit, maka pengiriman peserta juga menyesuaikan, namun demikian dari rencana mengikutsertakan diklat pegawai sebanyak 10 orang dapat terealisasi 10 orang (100%) dari berbagai diklat yang diikuti dengan tetap mempertimbangkan urgensi dan kemanfaatan diklat terhadap peningkatan kinerja pelayanan.

f) Penyusunan Dokumen Perencanaan dan Laporan Kinerja SKPD Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan dimaksud yaitu membuat rencana kerja tahun 2016, LKPJ tahun 2016 dan Laporan kinerja KPMPT tahun 2016. Alokasi anggaran Rp.8.000.000,- realisasi Rp.7.476.000,- (93,45%). Realisasi keuangan yang tidak mencapai 100% terjadi karena efisiensi honorarium panitia dan belanja makanan minuman untuk rapat.

2) Program Promosi dan Pemasaran Potensi Daerah serta Fasilitasi Investasi dan Peningkatan Pelayanan Penanaman Modal

a) Promosi dan Pemasaran Potensi Daerah

Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan dimaksud yaitu berupa mengikuti pameran tingkat nasional yaitu Central Java Investment Business Forum di Hotel Sahid Jakarta pada tanggal 21-22 November 2016. Kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai dengan rencana kegiatan dari BPMD Jawa Tengah yang wajib diikuti oleh

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Purbalingga Tahun 2016

Bab III

III.148

kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Dari rencana hanya mengikuti 1 jenis kegiatan, dengan serapan anggaran tersebut dapat mengikuti 5 (lima) kegiatan promosi yaitu CJIBF di Jakarta, Indonesia Infrastucture Week di Jakarta, INAVEST di Bandung, Temanggung Fair di Temanggung dan Solo Invesment Turism Trade Expo and Business (SITTEBIZ) di Solo. Alokasi anggaran Rp.50.000.000,- realisasi Rp.30.900.606,- (61,80%). Realisasi keuangan yang belum mencapai 100% merupakan efisiensi belanja.

b) Business Gathering (Temu Bisnis)

Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan dimaksud yaitu berupa forum temu bisnis antara pengusaha kecil di Kabupaten Purbalingga dengan pemerintah daerah/stakeholder yang dilaksanakan di Ruang Operational Room Adi Guna Pemda Purbalingga pada Tanggal 26 Oktober 2016. Alokasi anggaran Rp.25.000.000,- realisasi Rp.19.791.500,- (79,17%). Realisasi keuangan yang tidak mencapai 100% terjadi karena efisiensi pada belanja cetak dan perjalanan dinas dalam daerah.

c) Updating Buku Induk Penanaman Modal

Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan dimaksud yaitu berupa pengumpulan data penanaman modal dan penyusunan buku induk penanaman modal tahun 2016. Alokasi anggaran Rp.10.000.000,- realisasi Rp.9.226.000,- (92,26%). Realisasi keuangan yang tidak mencapai 100% merupakan efisiensi belanja.

3) Program Peningkatan Pelayanan Perizinan

Program dimaksud dilaksanakan melalui kegiatan pemeriksaan dan pengawasan obyek dan subyek retribusi perizinan. Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan dimaksud yaitu berupa perjalanan dinas pemeriksaan obyek dan subyek retribusi perizinan dari 12 jenis perizinan yang ada di wilayah Kabupaten Purbalingga yang dikelola oleh KPMPT. Alokasi anggaran Rp.57.750.000,- realisasi Rp.57.520.000,- (99,60%). Realisasi keuangan yang tidak mencapai 100% merupakan efisiensi belanja.

c. Proses Perencanaan Pembangunan, Kondisi Sarana dan Prasarana Proses perencanaan pembangunan program dan kegiatan urusan penanaman modal yang dilaksanakan oleh Kantor Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu melalui dan termuat dalam Renstra, Renja dan RKA SKPD. Kondisi sarana prasarana yang digunakan memadai. Hal lain yang perlu dilaporkan tidak ada.

d. Permasalahan dan Solusi 1) Permasalahan

Permasalah yang terjadi pada pelaksanaan kegiatan-kegiatan di KPMPT pada prinsipnya bukan permasalahan yang sangat mendasar

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Purbalingga Tahun 2016

Bab III

III.149

terbukti dengan capaian fisik kegiatan rata-rata sebesar 99,42% dan capaian keuangan rata-rata mencapai 83,13% dari target anggaran (pagu) yang tersedia. Realisasi keuangan yang tidak mencapai 100%

tersebut lebih didominasi adanya efisiensi belanja. Permasalahan yang terjadi pada pelaksanaan tugas pokok pelayanan penerbitan izin dan penanaman modal adalah:

a) Masih terjadinya komplain atau keberatan dari masyarakat sekitar lokasi usaha, karena masih kurangnya pendekatan (sosialisasi) pemilik usaha terhadap masyarakat sekitar serta masih relatif rendahnya kesadaran pemilik usaha dalam pengelolaan lingkungan.

b) Masih perlunya peningkatan kecepatan pelayanan perizinan, terkait perizinan terstruktur yang melibatkan SKPD terkait.

c) Pelayanan perizinan masih belum berbasis teknologi informasi aplikasi on line sehingga penelitian berkas dan proses input data belum dapat disinergikan (masih harus dilakukan untuk masing-masing jenis izin) yang diajukan oleh satu perusahaan/pengusaha/

pemohon. Hal ini memperlambat proses perizinan.

d) Masih lambatnya pemenuhan persyaratan berupa rekomendasi dari SKPD teknis sehingga menghambat kecepatan penerbitan izin.

e) Tidak tersedianya hasil kajian peluang investasi dari masing-masing bidang atau SKPD dalam bentuk feasibility study sebagai bahan promosi investasi atau untuk ditawarkan kepada calon investor.

2) Solusi

a) Membuat perencanaan pelaksanaan kegiatan yang secermat mungkin dan dilaksanakan sesuai dengan time schedule yang telah ditetapkan dalam DPA.

b) Mendayagunakan pegawai yang ada secara optimal dengan tetap terus meningkatkan kemampuan melalui berbagai diklat teknis.

c) Mendayagunakan sarana dan prasarana semaksimal mungkin.

d) Penjelasan kepada calon investor dan meningkatkan monitoring kegiatan usaha.

e) Meningkatkan koordinasi dengan SKPD terkait.

f) Meningkatkan pelayanan perizinan dengan berbasis teknologi informasi dengan sistem aplikasi on line

g) Meningkatkan koordinasi dengan SKPD teknis terkait serta menyarankan agar masing-masing SKPD membuat kajian peluang/

potensi investasi dalam bentuk feasibility study.

10. Program dan Kegiatan Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah