BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.2 Saran
Upaya untuk mewujudkan prinsip partisipasi dalam pelayanan administrasi kependudukan khususnya pada proses pembuatan Akta Kelahiran tentunya harus dilakukan secara terus-menerus atau berkelanjutan agar dapat mencapai tujuan yaitu terwujudnya tertib administrasi. Pada upaya yang dilakukan tentunya juga harus memperhatikan faktor-faktor yang menjadi kendala atau penghambat proses implementasi tersebut. Berdasarkan kesimpulan di atas maka yang dapat penulis sarankan agar implementasi prinsip partisipasi dalam pembuatan Akta Kelahiran dapat membawa perubahan yang semakin baik, yaitu melalui peningkatan pada beberapa aspek implementasinya sebagai berikut : 5.2.1 Isi Kebijakan (Content of Policy)
5.2.1.1 Kepentingan yang terpengaruh oleh kebijakan
Kepentingan yang terpengaruh pada upaya partisipatif dalam pembuatan Akta Kelahiran yaitu berkaitan anatar kepentingan pemerintah dan juga masyarakat. Namun belum semua pihak secara keseluruhan menyadari keterkaitan kepentingan tersebut. Oleh karena itu, disarankan agar pemerintah dan masyarakat bekerja sama dalam pembuatan Akta Kelahiran dan memahami lebih dalam lagi mengenai kepentingan kepemilikan Akta Kelahiran sesuai dengan tanggung jawabnya masing-masing.
5.2.1.2 Manfaat yang dihasilkan
Manfaat yang dihasilkan tentunya membawa dampak positif bagi pemerintah dan masyarakat. Namun, pada umumnya masyarakat tidak memahami secara keseluruhan manfaat dari kempemilikan Akta Kelahiran tersebut. Oleh karena itu, disarankan agar pemerintah secara rinci (detail) dan berkelanjutan menyampaikan kepada masyarakatnya tentang pentingnya kepemilikan dokumen kependudukan termasuk Akta Kelahiran.
5.2.1.3 Derajat perubahan yang diinginkan
Perubahan yang diinginkan yaitu terwujudnya tertib administrasi dan secara keseluruhan atau 100% anak memiliki Akta Kelahiran. Meskipun terjadi peningkatan kepemilikan Akta Kelahiran sebanyak 7,35% dari tahun 2017 ke tahun 2018 secara keseluruhan, pemerataan kepemilikan Akta Kelahiran masih jauh untuk mencapai angka 100%. Oleh karena itu, disarankan agar pemerintah mensosialisasikan dan mengadakan kegiatan atau program yang bertujuan untuk menghimpun partisipasi masyarakat dalam melengkapi dokumen kependudukan.
5.2.1.4 Kedudukan pembuat kebijakan
Kedudukan pembuat kebijakan pada implementasi prinsip partisipasi dalam pembuatan Akta Kelahiran yang dapat dideskripsikan saat mengatasi permasalahan atau kendala yang terjadi sudah berperan cukup baik. Oleh karena itu, diharapkan agar kedepannya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat terus berjalan sesuai dengan tanggung jawab masing-masing.
5.2.1.5 Pelaksana program
Pelaksana program yang melibatkan masyarakat yang bersangkutan hingga Pegawai Disdukcapil sesuai dengan tanggung jawabnya sudah terlaksana cukup baik. Namun belum secara keselurahan pihak yang terlibat mengetahui
adanya program dari Disdukcapil seperti program pelayanan keliling yang bertujuan untuk memudahkan masyarakat untuk mengurus dokumen kependudukannya. Oleh karena itu, disarankan agar Disdukcapil mengupayakan sosialisasi kepada Pemerintah Kecamatan untuk selanjutnya disampaikan pada Kelurahan maupun Desa tentang adanya program tersebut guna menghimpun partisipasi masyarakatnya untuk melengkapi dokumen kependudukan termasuk Akta Kelahiran dan Disdukcapil dapat menyusun jadwal pelayanan kelilingnya.
5.2.1.6 Sumber daya yang digunakan
Sumber Daya Manusia (SDM) yaitu masyarakat yang perlu meningkatkan kesadaran dan partisipasinya, dan pegawai (ASN) meningkatkan upaya dalam menghimpun partisipasi masyarakat. Pada Sumber Daya Finasial yang harus disediakan masyarakat karena jarak tempuh atau karena melalui bantuan pihak lain, disarankan agar dapat diminimalisir dengan menempatkan pegawai dari Disdukcapil Kabupaten Deli Serdang pada Kantor Kecamatan Deli Tua, atau jika anggaran memungkinkan pemerintah membentuk Unit Pelaksanaan Teknis mengenai Administrasi Kependudukan yang ditempatkan di wilayah kecamatan agar masyarakat dapat secara mandiri mengurus kebutuhan dokumen kependudukannya.
5.2.2 Konteks Implementasi (Context of Implementation) 5.2.2.1 Kekuasaan dan kepentingan aktor yang terlibat
Kekuasaan dan kepentingan dari seluruh pihak yang terlibat sesuai dengan peran dan tanggung jawabnya masing-masing sudah terlaksana cukup baik. Oleh karena itu, diharapkan kedepannya seluruh pihak yang terlibat tetap menjalankan peran dan tanggunng jawabnya secara berkelanjutan.
5.2.2.2 Karakteristik lembaga dan penguasa
Karakteristik yang ditunjukkan oleh Pemerintah baik Disdukcapil, Kelurahan, dan Perangkat Desa dengan sikap yang bertanggung jawab, komunikatif, ramah dan sabar kepada masyarakat menunjukkan karakteristik yang baik. Oleh karena itu, diharapkan agar kedepannya pemerintah tetap mempertahakan sikap tersebut saat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
5.2.2.3 Kepatuhan dan daya tanggap pelaksana
Kepatuhan dan daya tanggap pelaksana yang ditunjukkan dalam menerapkan nilai-nilai dalam maklumat/janji pelayanan publik sudah cukup baik.
Namun, dalam menerapkan nilai-nilai tersebut juga dibutuhkan peran aktif dari masyarakat agar dapat mewujudkan maklumat/janji pelayanan publik dengan maksimal. Oleh karena itu, disarankan agar masyarakat secara langsung terlibat dalam setiap pengurusan dokumen kependudukannya.
DAFTAR PUSTAKA
Sumber Buku :
Amirin, Tatang M. 2000. Menyusun Rencana Penelitian. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada
Dwiyanto, Agus. 2014. Mewujudkan Good Governance Melalui Pelayanan Publik. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press
Effendi, Sofian & Tukiran. 2015. Metode Penelitian Survei. Jakarta : LP3ES Hamidi. 2010. Metode Penelitian Kualitatif: Aplikasi Praktis Pembuatan
Proposal dan Laporan Penelitian. Malang : UMM Press
Hiplunudin, Agus. 2017. Kebijakan, Birokrasi, dan Pelayanan Publik.
Yogyakarta : CALPULIS
Idrus, Muhammad. 2011. Metode Penelitian Ilmu Sosial : Pemdekatan Kualitatif dan Kuantitatif, Edisi Kedua. Jakarta : Erlangga
Indradi, Sjamsiar Sjamsuddin. 2017. Etika Birokrasi dan Akuntabilitas Pemerintahan. Malang : Intrans Publishing
Istianto, Bambang. 2011. Manajemen Pemerintahan Dalam Perspektif Pelayanan Publik. Jakarta : Mitra Wacana Media
Makmur & Thahier, Rohana. 2016. Konseptual & Konstektual Administrasi dan Organisasi Terhadap Kebijakan Publik. Bandung : PT. Rafika Aditama Mardikanto, Totok & Soebiato, Poerwoko. 2017. Pemeberdayaan Masyarakat
Dalam perspektif Kebijakan Publik. Bandung : Alfabeta
Moenir, H.A.S. 2014. Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia. Jakarta : Bumi Aksara
Mulyadi, Deddy. 2015. Studi Kebijakan Publik dan Pelayanan Publik : Konsep dan Aplikasi Proses Kebijakan Publik dan Pelayanan Publik. Jakarta : Alfabeta
Mustopadi Djaja, AR. 2003. Manajemen Proses Kebijakan Publik, Formulasi, Implementasi dan Evaluasi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar
Nazir, Mohammad. 2011. Metode Penelitian. Jakarta : Ghalia Indonesia.
Sabaruddin, Abdul. 2014. Manajemen Kolaborasi Dalam Pelayanan Publik.
Yogyakarta : Graha Ilmu
Santosa, Pandji. 2012. Administrasi Publik Teori dan Aplikasi Good Governance.
Bandung : PT Refika Aditama
Setyawan, Dody. 2017. Pengantar Kebijakan Publik. Malang : Intelegensia Media
Sinaga, Rudi Salam. 2016. Politik Kebijakan dan Manajemen Pembangunan Daerah. Semarang : Perdana Publishing.
Sinambela, L.P, dkk. 2010. Reformasi Pelayanan Publik: Teori, Kebijakan, dan Implementasi. Jakarta : Bumi Aksara
Suaib, Muhammad Ridha. 2016. Pengantar Kebijakan Publik Dari Administrasi Negarara, Kebijakan Publik, Good Governance, Hingga Implementasi Kebijakan. Yohyakarta : CALPULIS
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Administrasi. Bandung : Alfabeta
Sulistiyani, dkk. 2011. Memahami Good Governance Dalam Perspektif Sumber Daya Manusia. Yogyakarta : Gava Media
Suyanto, Bagong. 2013. Metode Penelitian Sosial : Berbagai Alternatif Pendekatan. Jakarta : Kencana
Theresia, Aprilia dkk. 2015. Pembangunan Berbasis Masyarakat. Bandung : Alfabeta
Thoha, Miftah. 2014. Ilmu Administrasi Publik Kontemporer. Jakarta : Prenada Media Group
Wirawan. 2012. Evaluasi : Teori, Model, Standar, Aplikasi, dan Profesi. Jakarta : Rajawali Press
Sumber Undang-Undang& Peraturan :
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2018 Tentang Kecamatan
Sumber Jurnal :
Mulyawan, Budi. 2009. Pengaruh Pelaksanaan Good Governance Terhadap Kinerja Organisasi (Studi Pada Dinas Kesejahteraan Sosial Kota Palembang).http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/14915/1/09 E00979.pdf, (diakses pada 18 Oktober 2018, pukul 19:05)
Sumber Internet & Website :
https://beritagar.id/artikel/berita/meski-gratis-18-persen-penduduk-tanpa-akta-kelahiran
diakses pada rabu, 6 maret 2019 pukul 14:59 WIB http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/?id=25116
diakses pada rabu, 06 maret 2019, pukul 15:2WIB
http://www.getinthepicture.org/sites/default/files/resources/Plan-BRI-long_bahasa-web.pdf
dikases pada Rabu, 20 Maret 2019 pukul 12:16 WIB
http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2014/12/08/134251/pendaftaran-kependudukan-di-deliserdang-secara-online/
diakses pada rabu, 06 maret 2019 pukul 15:22 WIB
https://bimasislam.kemenag.go.id/uploads/files/PMA%2019%20TAHUN%202018 .pdf
diakses pada rabu, 07 JUNI 2019 pukul 17:20 WIB Sumber lain-lain :
Kecamatan Deli Tua Dalam Angka 2018 (BPS Kabupaten Deli Serdang)
Buku Bimbingan Teknis “Kebijakan Penyelenggaraan Pencatatan Sipil Dalam Mendukung Gerakan Indonesia Sadar Administrasi” (GISA)
LAMPIRAN
Lampiran 1. Pedoman Wawancara
PEDOMAN WAWANCARA Kepala Lingkungan/Kepala Dusun (Kecamatan Deli Tua) a. Tujuan
Wawancara ini dilakukan untuk memperoleh informasi secara jelas mengenai Implementasi Prinsip Partisipasi Dalam Pembuatan Akta Kelahiran di Kecamatan Delitua Kabupaten Deli Serdang.
b. Pertanyaan Panduan Nama : Jabatan : Alamat : Hari/Tgl : Waktu/Tempat:
c. Pertanyaan Penelitian
1) Kepentingan Pihak manakah yang diutamakan dalam pembuatan Akta Kelahiran ?
2) Apakah warga sudah secara keseluruhan menyadari kepentingan akan kepemilikan Akta Kelahiran ?
3) Manfaat Apa saja yang dapat diperoleh bagi warga yang memiliki Akta Kelahiran ?
4) Apakah terdapat peningkatan jumlah warga yang mengurus Akta Kelahiran dari beberapa tahun sebelumnya ?
5) Siapa saja pihak yang terlibat dalam proses pembuatan Akta Kelahiran ? 6) Bagaimana kerjasama antara pihak tersebut dalam pembuatan Akta
Kelahiran ?
7) Apa kendala yang biasa terjadi dalam proses pembuatan Akta Kelahiran tersebut ?
8) Bagaimana cara yang dilakukan untuk menghipun partisipasi masyrakat untuk membuat Akta Kelahiran ?
9) Sumber daya apa saja yang dibutuhkan dalam proses pelayanan pembuatan Akta Kelahiran ?
10) Persyaratan apa saja yang harus dipenuhi agar dapat mengurus Akta Kelahiran ?
11) Apakah terdapat biaya yang dikenakan pada warga dalam pembuatan Akta Kelahiran dan bagaimana respon dari masyarakat ?
12) Apa saja peran dan tanggung jawab dari pihak yang terlibat dalam pembuatan Akta Kelahiran ? Bagaimana sikap dari pihak yang terlibat dalam proses pelayanan pembuatan Akta Kelahiran ?
13) Apakah pelayanan yang diberikan oleh pihak terkait sudah berjalan dengan baik ?
14) Apa saran yang dapat diberikan agar pembuatan Akta Kelahiran dan administrasi lainnya dapat berjalan dengan baik ?
15) Apakah masyarakat sudah mengetahui dan dapat mengurus Akta Kelahiran secara Online ?
Lurah/Kepala Desa/Pegawai (Kantor Lurah/Kepala Desa Kecamatan Deli Tua)
a. Tujuan
Wawancara ini dilakukan untuk memperoleh informasi secara jelas mengenai Implementasi Prinsip Partisipasi Dalam Pembuatan Akta Kelahiran di Kecamatan Delitua Kabupaten Deli Serdang.
b. Pertanyaan Panduan Nama : Jabatan/NIP : Alamat : Hari/Tgl : Waktu/Tempat:
c. Pertanyaan Penelitian
1) Apa yang menjadi kepentingan bagi pemerintah untuk mewajibkan masyarakatnya memiliki Akta Kelahiran ?
2) Bagi pemerintah apa manfaat yang dapat dirasakan jika masyarakat/warga berperan aktif dalam pembuatan Akta Kelahiran ? 3) Tujuan apa yang ingin dicapai dalam memberikan pelayanan berupa
pembuatan Akta Kelahiran bagi warga/masyarakat ?
4) Apakah terdapat data mengenai peningkatan jumlah warga yang mengurus Akta Kelahiran dari beberapa tahun sebelumnya ?
5) Siapa saja pihak yang terlibat dalam proses pembuatan Akta Kelahiran ? 6) Bagaimana bentuk kerjasama antara pihak yang terlibat dalam
pembuatan Akta Kelahiran ?
7) Jika terdapat kendala dalam pembuatan Akta Kelahiran maka pihak mana yang bertanggung jawab untuk menanganinya ?
8) Apakah sudah dilakukan upaya untuk menghimpun partisipasi masyarakat/warga untuk mengurus Akta Kelahiran ?
9) Apakah terdapat program atau wadah yang mengupayakan untuk mendorong partisipasi masyarakat untuk mengurus Akta Kelahiran ? 10) Bentuk pelayanan seperti apa yang dilaksanakan oleh pegawai Kantor
Kelurahan/Kepala Desa ini dalam pembuatan Akta Kelahiran ?
11) Sumber daya apa saja yang dibutuhkan dalam proses pelayanan pembuatan Akta Kelahiran ?
12) Apa saja peran dan tanggung jawab dari masing-masing pihak yang terlibat dalam proses pembuatan Akta Kelahiran ?
13) Bagaimana sikap pihak yang terlibat dalam memberikan pelayanan dalam pembuatan Akta Kelahiran ?
14) Apakah pihak terkait sudah memberikan pelayanan yang sesuai dengan tanggung jawabnya ?
15) Apakah pelayanan yang diberikan dalam pembuatan Akta Kelahiran sudah terlaksana dengan baik sesuai dengan maklumat/janji pelayanan publik (Cepat, Efisien, Ramah, Akuntabel, Tepat) ?
Masyarakat/Warga (Kecamatan Deli Tua) a. Tujuan
Wawancara ini dilakukan untuk memperoleh informasi secara jelas mengenai Implementasi Prinsip Partisipasi Dalam Pembuatan Akta Kelahiran di Kecamatan Delitua Kabupaten Deli Serdang.
b. Pertanyaan Panduan
Nama :
Pekerjaan :
Alamat :
Waktu Wawancara : c. Pertanyaan Penelitian
1) Apakah Bapak/Ibu sudah mengurus Akta Kelahiran bagi anak-anak Bapak/Ibu ?
2) Kapan dan Bapak/Ibu mengurus Akta Kelahiran tersebut ?
3) Apa yang Bapak/Ibu ketahui tentang pentingnya memiliki Akta Kelahiran ?
4) Bagaimana prosedur/proses yang Bapak/Ibu lakukan saat mengurus Akta Kelahiran ?
5) Persyaratan apa saja yang harus Bapak/Ibu penuhi agar dapat mengurus Akta Kelahiran ?
6) Apakah terdapat sejumlah biaya yang dikenakan saat Bapak/Ibu mengurus Akta Kelahiran tersebut ?
7) Apakah terdapat kendala yang Bapak/Ibu alami saat mengurus Akta Kelahiran ?
8) Apakah pihak pemerintah sudah melakukan upaya untuk menghimbau/mengajak masyarakat untuk mengurus Akta kelahiran dll ? 9) Menurut Bapak/Ibu bagaimana sikap pegawai saat memberikan
pelayanan dalam pembuatan Akta Kelahiran ?
Kepala Dinas/Pegawai Disdukcapil (Kabupaten Deli Serdang) a. Tujuan
Wawancara ini dilakukan untuk memperoleh informasi secara jelas mengenai Implementasi Prinsip Partisipasi Dalam Pembuatan Akta Kelahiran di Kecamatan Delitua Kabupaten Deli Serdang.
b. Pertanyaan Panduan Nama : Jabatan/NIP : Hari/Tgl : Waktu/Tempat:
c. Pertanyaan Penelitian
1) Apa yang menjadi kepentingan bagi pemerintah untuk mewajibkan masyarakatnya memiliki Akta Kelahiran ?
2) Bagi pihak pemerintah apa manfaat yang dapat dirasakan jika masyarakat/warga berperan aktif dalam pembuatan Akta Kelahiran ? 3) Sejauh apa tujuan dan perubahan yang ingin dicapai dalam memberikan
pelayanan berupa pembuatan Akta Kelahiran bagi Warga ?
4) Apakah terdapat data mengenai peningkatan jumlah warga yang mengurus Akta Kelahiran dari beberapa tahun sebelumnya ?
5) Kendala seperti apa yang umumnya terjadi saat proses pembuatan Akta Kelahiran ?
6) Jika terdapat kendala dalam pembuatan Akta Kelahiran maka pihak mana yang bertanggung jawab untuk mengatasinya ?
7) Apasaja program yang sudah dilakukan untuk menghimpun partisipasi Masyarakat/Warga untuk mengurus Akta Kelahiran ?
8) Apakah terdapat upaya/solusi yang dapat diterapkan agar masyarakat dapat lebih mudah mengurus Akta Kelahiran ?
9) Bentuk pelayanan seperti apa yang dilaksanakan oleh pegawai Disdukcapil dalam pembuatan Akta Kelahiran ?
10) Sumber daya apa saja yang dibutuhkan dalam proses pelayanan pembuatan Akta Kelahiran ?
11) Apa saja peran dan tanggung jawab dari masing-masing pihak yang terlibat dalam proses pembuatan Akta Kelahiran ?
12) Bagaimana upaya yang dilakukan untuk menerapkan Maklumat/Janji pelayanan publik (Cepat, Efisien, Ramah, Akuntabel, Tepat) ?
Lampiran 2. Pedoman Observasi
PEDOMAN OBSERVASI
Dalam pengamatan (observasi) yang dilakukan pada Implementasi Prinsip Partisipasi Dalam Pembuatan Akta Kelahiran di Kecamatan Delitua Kabupaten Deli Serdang.
a. Tujuan
Observasi (pengamatan) ini bertujuan untuk memperoleh informasi dan data baik secara tertulis maupun tidak tertulis dalam Implementasi Prinsip Partisipasi Dalam Pembuatan Akta Kelahiran di Kecamatan Delitua Kabupaten Deli Serdang.
b. Aspek yang diamati
1) Kondisi Fisik Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Deli Serdang
2) Sarana dan Prasarana Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Deli Serdang yang terkait dengan pelayanan publik
3) Kondisi Fisik Kantor Kecamatan Delitua
4) Sarana dan Prasarana Kantor Kecamatan Delitua yang berkaitan dengan pelayanan publik
5) Kondisi Fisik Kantor Lurah/Kepala Desa di Kecamatan Deli Tua
6) Sarana dan Prasarana Kantor Lurah/Krpala Desa di Kecamatan Delitua yang terkait dengan pelayanan publik
7) Sikap Pegawai Disdukcapil dalam memberikan pelayanan publik 8) Sikap Pegawai Kecamatan dalam memberikan pelayanan publik
9) Sikap Pegawai Kantor Lurah/Kepala Desa dalam memberikan pelayanan publik
10) Kegiatan menghimpun partisipasi masyarakat untuk melengkapi dokumen kependudukan khususnya Akta Kelahiran
Lampiran 3. Pedoman Dokumentasi
PEDOMAN DOKUMENTASI
Adapun dokumentasi yang diperlukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Gambaran Lokasi Penelitian 2. Struktur Organisasi
3. Sarana dan Prasarana yang tersedia 4. Produk Pelayanan
5. Dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penelitian (Peraturan atau SOP)
Lampiran 4. Transkrip Wawancara
TRANSKRIP WAWANCARA Kepala Lingkungan/Kepala Dusun Kecamatan Delitua
Nama : Sim Tek, S.E.
Pekerjaan : Wiraswasta
Jabatan : Kepala Lingkungan I Kelurahan Delitua Timur Alamat : Jl. Teratai Lingkungan I Kelurahan Delitua Timur Waktu Wawancara : Selasa, 14 Mei 2019, Pukul 11:37 WIB
No Keterangan Informasi
1 Pewawancara Kepentingan Pihak manakah yang diutamakan dalam pembuatan Akta Kelahiran ?
Informan Macam mana mau di jawab semua pertanyaan di kuesioner ini, karena teori tidak ada yang bisa di terapkan di lapangan
2 Pewawancara Apakah warga sudah secara keseluruhan menyadari kepentingan akan kepemilikan Akta Kelahiran ?
Informan Maksudnya sadar yang macam mana, masalah akta kelahiran ini susah karena tidak ada yang free dan tidak ada yang berani melontarkan biaya. Masyarakat sebagian ada dan sebagian belum karena pengurusan di persulit, kita sendiri pun bingung, bingungnya macam mana karena orang tua harus mempunyai akta dulu baru anaknya, sekarang dibedakan lagi kelasnya turunan atau tidak, kita bicara satu sisi dulu kalau turunan, ini harus dilihat lagi bapaknya punya akta atau enggak kalo belum harus di lihat lagi ke kakeknya masih ada atau enggak, sementara biaya dari kakek, bapak, terus ke anak dan cucunya mau kena berapa
3 Pewawancara Manfaat Apa saja yang dapat diperoleh bagi warga yang memiliki Akta Kelahiran ?
Informan -
4 Pewawancara Apakah terdapat peningkatan jumlah warga yang mengurus Akta Kelahiran dari beberapa tahun sebelumnya ?
Informan -
5 Pewawancara Siapa saja pihak yang terlibat dalam proses pembuatan Akta Kelahiran ?
Informan Di Kecamatan Delitua ini gak ada harus minta rekom ke kelurahan, di kecamatan semua pengurusan bisa langsung ke capil tanpa rekomendasi
6 Pewawancara Bagaimana kerjasama antara pihak tersebut dalam pembuatan Akta Kelahiran ?
Informan -
7 Pewawancara Apa kendala yang biasa terjadi dalam proses pembuatan Akta Kelahiran tersebut ?
Informan Ini semuanya kesalahan di capil, bukan di kelurahan ataupun kecamatan, di capil semua yang bermasalah.
Kenapa berani mengatakan ini, karna di pileg ini kami masih selaku pengawas pemilu, data itu data ganda semua yang dikeluarkan disdukcapil. Kendala juga susah warga untuk melengkapi berkas-berkas itu terutama yang turunan, makanya kalo gak perlu untuk sekolah masyarakat malas ngurusnya, pokoknya akta kelahiran ini ricuh lah. Semua kesalahan ini di capil
8 Pewawancara Bagaimana cara yang dilakukan untuk menghimpun partisipasi masyrakat untuk membuat Akta Kelahiran ? Informan Sosialisasi ya sosialisasi, ya uruslah ke disdukcapil,
macam mana kami selaku kepling mendorong masyarakat untuk mengurus Akta Kelahiran, sementara dokumen apa semua capil yang megang. Ini kan menyangkut populasi jadi data yang di lingkungan ini tidak ada yang akurat sampai sekarang. Di lingkungan ini pertambahan dan pengurangan penduduk tidak dapat di kontrol. Semua data babak belur dan tidak akurat, kesalahan semua terletak pada disdukcapil. Saya sendiri selaku kepling tidak berani menghimbau, karena pada kenyataannya tidak ada yang free di lapangan dan akan
11 Pewawancara Apakah terdapat biaya yang dikenakan pada warga dalam pembuatan Akta Kelahiran dan bagaimana respon dari masyarakat ?
Informan Sebenarnya menurut peraturan itu free, tetapi kenyataannya di lapangan tidak ada yang free siapa yang berani melontarkan berapa biaya, sementara kalo berkas disampaikan melalui kepling dikasih ke kantor tak akan terurus kalo gak ada biayanya, tak akan keluar
12 Pewawancara Apa saja peran dan tanggung jawab dari pihak yang terlibat dalam pembuatan Akta Kelahiran ?
Informan -
13 Pewawancara Bagaimana sikap dari pihak yang terlibat dalam proses pelayanan pembuatan Akta Kelahiran ?
Informan -
14 Pewawancara Apakah pelayanan yang diberikan oleh pihak terkait sudah berjalan dengan baik ?
Informan -
15 Pewawancara Apa saran yang dapat diberikan agar pembuatan Akta Kelahiran dan administrasi lainnya dapat berjalan dengan baik ?
Informan Capil boleh menangani masalah ini tapi mintalah rekom dari bawah ke atas, kalo tidak ada rekom dari bawah ke atas janganlah menangani masalah ini, karena warga yang masuk atau keluar kan dari bawah yang tau RT/RW nya pun gak tau siapa warganya, jadi untuk kedepannya capil lah yang perbaiki sistemnya, segala surat menyurat dari bawah lah diminta minimal dari kecamatan atau kelurahan surat rekom. Sistem yang dia pake menguntungkan dia tapi menghancurkan sistem yang dibawah
Nama : Paidi Pekerjaan : Petani
Jabatan : Kepala Lingkungan II Kelurahan Delitua Timur Alamat : Jl. Puskesmas No. 62 Kelurahan Delitua Timur Waktu Wawancara : Selasa, 14 Mei 2019, Pukul 10:34 WIB
No Keterangan Informasi
1 Pewawancara Kepentingan Pihak manakah yang diutamakan dalam pembuatan Akta Kelahiran ?
Informan Sebenarnya kepentingan masyarakat dan pemerintah saling terkait masyarakat iya pemerintah iya, karena kalo gak ada akta kelahiran mau masuk apa-apapun gak bisa susah sekarang, saling berkaitan itu masyarakat dan pemerintah kita mau masuk sekolah aja harus ada akta ya kan
2 Pewawancara Apakah warga sudah secara keseluruhan menyadari kepentingan akan kepemilikan Akta Kelahiran ?
Informan Kesadaran masyarakat si bagus hampir semua udah tau itu penting, ada yang belum lah sedikit, tapi kebanyakan sudah punya itu Akta Kelahiran
3 Pewawancara Manfaat Apa saja yang dapat diperoleh bagi warga yang memiliki Akta Kelahiran ?
Informan Salah satunya mendaftar sekolah, nanti kalo sudah besar kan untuk melamar kerja, kalo bagi pemerintah ya itu kan peraturan, mungkin supaya memudahkan pemerintah mengetahui data pribadi warganya
4 Pewawancara Apakah terdapat peningkatan jumlah warga yang mengurus Akta Kelahiran dari beberapa tahun sebelumnya ?
Informan Meningkat, sangat meningkat karena sekarang mau TK aja udah minta Akta, tapi ada juga yang belum entah faktor apa gak tau lah kita
5 Pewawancara Siapa saja pihak yang terlibat dalam proses pembuatan Akta Kelahiran ?
Informan Biasanya yang bersangkitan langsung, bisa juga minta tolong ke kita gitu baru ke lurah dan ke pusat
6 Pewawancara Bagaimana kerjasama antara pihak tersebut dalam pembuatan Akta Kelahiran ?
Informan Kerjasama ya baik, kalo kendala si gak ada mulus-mulus aja kalo pengurusan ini
7 Pewawancara Apa kendala yang biasa terjadi dalam proses pembuatan Akta Kelahiran tersebut ?
7 Pewawancara Apa kendala yang biasa terjadi dalam proses pembuatan Akta Kelahiran tersebut ?