• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEMPAT PELAYANAN TERPADU

Dalam dokumen Administrasi-Pajak (Halaman 110-116)

PENGUSAHA KENA PAJAK

TEMPAT PELAYANAN TERPADU

Input: Seksi PPh perorangan Formulir pendaftaran (KP.PDIP.4.1-00)

Output:

1.Bukti Penerimaan Surat.

2.Lembar Pengawasan Arus Dokumen

Seksi PPh badan Seksi PPh PotPut Input Seksi Penerimaan

SEKSI TUP/ SUBSEKSI PENDAFTARAN Output:

2. Kartu NPWP (KP.PDIP 4.4.00;

3. Surat Pengukuhan PKP(KP.PDIP 4.3.00)

BERKAS WAJIB PAJAK( Subsi Tapsip)

Catatan :

Dalam penyerahan Nomor Pokok Wajib Pajak dan atau Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak tersebut sekaligus diserahkan pula:

1. Wajib Pajak yang melaksanakan pendaftaran sejalan dengan self assessment system diserahkan pula Formulir Surat Pemberitahuan Tahunan 1770, atau 1771 dan apabila mungkin 1721 (mungkin untuk beberapa tahun) dan juga diserahkan Surat Setoran Pajak. Hal ini dimaksudkan untuk mengingatkan dan memberi kesempatan kepada Wajib Pajak yang telah terdaftar agar dapat melaksanakan kewajiban perpajakan dengan baik;

2. Pengusaha yang melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak diserahkan pula Formulir Surat Pemberitahuan PPN dan Surat Setoran Pajak serta kode nomor Faktur Pajak. Pemberian Surat Setoran Pajak tersebut untuk menghindari pengenaaan Surat Tagihan Pajak Pasal 14 ayat (1) huruf d KUP jo Pasal 14 ayat (4), sebab bukan mustahil pelaporan usaha tersebut dilakukan setelah dirinya sudah sebagai Pengusaha sebagaimana dimaksud dalam UU.PPN;

3. Pendaftaran NPWP dan atau Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak sebagai pelaksanaan Pasal 2 ayat (4) KUP atau NPWP dan/atau Pengukuhan secara jabatan, bersama-sama dengan pemberian NPWP dan/atau Pengukuhan diserahkan pula Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) dan/atau Surat Tagihan Pajak (STP) PPh dan atau PPN.

Demikian banyaknya bentuk formulir dalam kaitannya dengan pendaftaran Nomor Pokok Wajib Pajak, yang sebagian formulir adalah keluaran dari komputer sebagai akibat perekaman misalnya perekaman Formulir Pendaftaran dan Pelaporan Usaha, sehingga menimbulkan keluaran berupa Surat Keterangan Terdaftar, Surat Tugas Pembuktian Alamat dan lain sebagainya. Penulis tidak memahami mengapa ada surat keterangan pembuktian

alamat yang dikhususkan hanya untuk pelaporan usaha pengukuhan sebagai PKP. Perlakukan berbeda antara pendaftaran NPWP dengan pelaporan usaha memerlukan penelitian tersendiri akan sebab akibatnya.

RANGKUMAN

1. Setiap Wajib Pajak wajib mendaftarakan diri, artinya timbulnya Wajib Pajak adalah mendahului pendaftaran diri, oleh karena itu setiap pemberian NPWP dan/atau Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak haruslah sekaligus kepada nya diserahkan Formulir Surat Pemberitahuan dan Surat Setoran Pajak;

2. Dalam kasus pemberian NPWP dan atau Pengukuhan Pengusaha sebagai Pengusaha Kena Pajak, maka sekaligus harus diberikan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB dan atau Surat Tagihan Pajak (STP);

3. Permohonan pendaftaran NPWP dan atau pelaporan usaha untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak dilakukan dengan cara mengisi formulir pendaftaran/pengukuhan yang telah ditentukan serta dilampiri dengan lampiran-lampiran yang telah ditentukan untuk masing-masing jenis Wajib Pajak. Formulir dimaksud juga berlaku apabila ada perubahan data identitas Wajib Pajak, pindah alamat maupun pindah domisili, permohonan penghapusan pendaftran atau pencabutan diri sebagai sebagai Pengusaha Kena Pajak;

4. Pengertian ”Wajib Pajak” yang wajib mendaftarkan diri adalah Wajib Pajak sebagaimana dimaksud dalam ketentuan formal perpajakan;

5. Unit kerja yang melayani surat masuk pendaftaran NPWP dan pelaporan usaha untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak adalah unit kerja Tempat Pelayanan Terpadu, yang kemudian diteruskan ke Seksi Tata Usaha Pajak/Korlak Pendaftaran;

6. Pelayanan pendaftaran NPWP harus diselesaikan dan dikirim kepada Wajib Pajak paling lambat satu hari kerja setelah surat permohonan diberikan secara lengkap, sedangkan menyangkut pengukuhan sebagai Pengusaha Kena Pajak paling lambat diselesaikan dan dikirim kepada PKP dalam jangka waktu 3 (tiga) hari kerja setelah pelaporan usaha diterima; 7. Dalam kasus komputer tidak berfungsi maka pelayanan pemberian NPWP

dan pengukuhan Pengusaha Kena Pajak harus dilakukan secara manual, dan setelah perbaikan komputer harus dilakukan perekaman ulang.

1. Apakah setiap pembayaran pajak hanya dapat dilakukan oleh mereka yang memiliki NPWP saja? Jelaskan jawaban saudara dengan memberikan contoh yang konkrit!

2. Dimana Wajib Pajak dapat memperoleh dan menyerahkan formulir pendaftaran permohonan NPWP?

3. Bendahara adalah bukan Wajib Pajak orang pribadi, mengapa dia wajib mendaftarkan diri? Dan apakah Bendaharawan dapat melakukan tugas kebendaharanya setelah dia memiliki NPWP?

4. Bagaimana tata cara pendaftaran Wajib Pajak orang pribadi, badan dan Bendahara?

5. Jelaskan asas-asas pendaftaran dari ketiga Wajib Pajak tersebut dimuka! 6. Jelaskan pengertian dari pemotongan pajak dan juga pengertian dari

pemungutan pajak! Serta apa dampak yuridis dari dari pengertian pemotongan dan pemungutan tersebut!

7. Bulan April 2005 Nn. Linda Lestari pengusaha salon kecantikan dengan NPWP 06. 789. 012. 3. 045. 000 melaporkan perkawinan tanpa pisah harta dengan Tn. Budiman Hari yang terdaftar dengan NPWP 06. 123.456. 7. 046. 000.

Pertanyaan:

a. Jelaskan bagaimana kelanjutan NPWP Nn. Linda Lestari?

b. Bagaimana kewajiban perpajakan mereka berdua untuk tahun 2005 dan seterusnya?

c. Apa yang menjadi kewajiban KPP (045) dan KPP (046) dalam kaitannya dengan perkawinan ini?

8. Pada Tanggal 15 Juli KPP (031) menerima laporan lengkap dari Tn. Sungkowo salah seorang putra dari Tn. Prasongko, seorang pengusaha Perhotelan, Rumah Makan, dan Taksi serta Transportasi. Bahwa Tn. Prasongko pada Tanggal 30 Juni telah meninggal dunia, dan dalam surat tersebut Tn. Sungkowo memohon penjelasan tentang perpajakan atas usah ayahnya sebagai akibat dari meninggalnya beliau. Jelaskan langkah apa dan penjelasan yang bagaimana yang harus diberikan oleh KPP (031) kepada ahli waris tersebut?

9. Dalam persyaratan pendaftaran diri terhadap Wajib Pajak bentuk Perseroan Terbatas disarankan agar melampirkan salinan atau kopi bukti setoran Modal selain akte pendiriannya. Jelaskan apa yang menjadi alasan dari persyaratan yang diminta tersebut!

10. Di dalam pendaftaran diri bagi Wajib Pajak orang pribadi yang menjalankan usaha, oleh Direktur Jenderal Pajak disyaratkan harus dilampirkan Surat Keterangan Usaha sekurang-kurang dari lurah atau kepala desa. Berikan komentar saudara terhadap persyaratan yang diminta oleh Direktur Jenderal Pajak tersebut?

11. Undang-undang Pajak menggabungkan NPWP isteri kepada NPWP suami, apakah ini berarti seorang wanita dianggap tidak mampu bertindak didepan hukum pajak oleh Undang-undang pajak? Jelaskan jawaban saudara!

12. Jelaskan bagaimana seharusnya perlakuan Pasal 2 ayat (4) KUP dalam praktek mekanisme hukum pajak?

13. Ada ketentuan bahwa setiap orang yang memiliki penghasilan di atas PTKP wajib mendaftarkan diri, sekalipun penghasilan tersebut diterima atau diperoleh hanya dari satu pemberi kerja. Berikan komentar dan pendapat saudara terhadap ketentuan ini!

14. Jelaskan landasan filosofi dasar dari mengapa penghasilan yang diterima atau diperoleh dari gaji dalam rangka hubungan kerja dipotong dan disetorkan oleh pemberi kerja!

15. Seorang Pejabat eselon I dari suatu Departemen Pemerintah memasuki masa pensiun, apakah NPWP dari Pejabat tersebut harus dihapuskan? Jelaskan jawaban saudara!

BAB

4

Dalam dokumen Administrasi-Pajak (Halaman 110-116)