PROSEDUR PENELITIAN, ANALISA DATA DAN SINTESA PENELITIAN
4.2 Tahap Penelitian
4.2.1 Tahap Persiapan Penelitian
4.2.1.2 Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Sekolah-Sekolah Theresiana Yayasan Bernardus Semarang. Ada sejumlah 15 unit sekolah yang berlindung pada Yayasan Bernardus tersebar di beberapa lokasi: Semarang, Weleri, Salatiga, Bedono, Sumowono dan Bandungan. Dari 15 unit sekolah yang ada, akan dipilih 10 sekolah menengah sebagai representatif (mewakili) tempat penelitian yakni SMP Theresiana Bedono,
Latar Belakang,
Rumusan Masalah Kajian Teori
Pengumpulan, Analisis data KUALITATIF
Pengumpulan analisis data
kuantitatif
Sintesa Data
KUALITATIF-kuantitatif (Integrasi) Refleksi hasil
penelitian Kesimpulan dan
Saran
122 SMP Theresiana Sumowono, SMP, Theresiana Bandungan, SMP Theresiana Tanah Mas, SMA Theresiana Salatiga, SMA Theresiana Semarang, SMA Theresiana Weleri, SMK Theresiana Farming Bandungan, SMK Theresiana Semarang.
Sekolah-sekolah tersebut memiliki corak yang berbeda yang dapat dibagi menjadi dua kategori lokasi yakni sekolah lingkungan pedesaan dan sekolah lingkungan perkotaan. Untuk pembagiaan kategori tersebut adalah sebagai berikut:
a. Sekolah lingkungan pedesaan/perbukitan 1. SMP Theresiana Bedono
Awalnya sekolah ini adalah sekolah desa yang kemudian diambil alih oleh Yayasan Bernardus pada tahun 1969. Lokasi sekolah berada di desa Bedono Kec. Jambu, + 10 km arah ke barat dari Kota Ambarawa. Bangunan sekolah berdiri di atas tanah sewa milik PJKA dari tahun 1972 hingga sekarang.
2. SMP Theresiana Sumowono
Sekolah ini berada di desa Sumowono daerah sekitar pegunungan Ungaran.
Sekolah ini awalnya sekolah desa karena penyelenggaraannya kurang lancar maka pada tahun 1968, delegasi dari hasil rapat 16 kepala desa serta Tri Tunggal Kecamatan Sumowono meminta agar Yayasan Bernardus melanjutkan tersebut.
Awalnya sekolah ini menggunakan balai desa kemudian pada tahun 1974 memakai gedung sekolah yang dibangun di sebelah barat pasar Sumowono.
3. SMP Theresiana Bandungan
Sekolah ini berdiri tahun 1967 di desa Bandungan + 10 km arah barat laut dari Kota Ambarawa. Sekolah ini berdiri atas permohonan tokoh masyarakat desa Bandungan yang merasa kesulitan mengirim anak-anak bersekolah di
123 Ambarawa yang jalannya harus naik turun gunung lereng Gunung Ungaran.
Mayoritas penduduk di sekitar Bandungan adalah petani, dan pedagang. Daerah Bandungan dan sekitarnya sendiri sekarang sudah menjadi daerah tujuan wisata dan hiburan, banyak berkembang di sekitar sekolah tempat-tempat hiburan Karaoke.
4. SMA Theresiana Weleri
Sekolah ini berada di Jalan Tamtama Weleri + 3 Km dari Kota Weleri. Latar belakang berdirinya sekolah ini karena adanya permintaan paroki dan masyarakat di Weleri pada tahun 1976 karena belum adanya sekolah tingkat menengah di Weleri. Sekolah menengah atas berjarak terdekat 18 Km yang berada di Kota Kendal. Di samping faktor jarak yang jauh alasan kedua adalah pada umumnya orang tua kurang mampu menyekolahkan anaknya di kota. Pada tahun Januari 1977 sekolah ini akhirnya dibuka. Sekolah ini termasuk sekolah yang berada dipinggiran Kota Weleri dan berada di daerah perbukitan arah Sukorejo. Mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani dan buruh. Mayoritas peserta didik terdiri dari etnis Jawa sebagian kecil etnis Tionghoa dan beberapa dari Flores dan Batak.
5. SMK Theresiana Farming Bandungan
Sekolah SMK Theresiana Bandungan ini merupakan sekolah yang berada dalam satu kompleks dengan SMP Theresiana Bandungan. Sekolah ini didirikan pada tahun 1969 sebagai bagian dari penyediaan jenjang pendidikan lulusan SMP. Sekolah ini mempersiapkan tenaga ahli dan terampil di bidang pertanian dan peternakan mengingat daerah sekitar Bandungan ini adalah
124 daerah pegunungan yang mayoritas penduduknya adalah petani dan pedagang.
Mayoritas peserta didik terdiri dari etnis Jawa.
b. Sekolah lingkungan perkotaan
1. SMP Theresiana Semarang, SMA Theresiana 1 Semarang, SMK Theresiana SMP, SMA dan SMK Theresiana Semarang berada dalam satu kompleks Gedung Sekolah yang sama di Jl. Mayjend Soetoyo 69 Kampungkali, + 200 meter utara dari pusat kota (Simpang Lima). Mayoritas peserta didik untuk SMP dan SMA adalah etnis Tionghoa sedang untuk SMK sebagaian besar anak didik dari etnis Jawa. Untuk SMK sendiri unit sekolah terbagi 3 tempat yang letaknya tidak jauh dengan kompleks Gedung Sekolah Di Kampung kali ini, yakni di Jalan Gajahmada 91 dan Jalan Seroja Dalam I/10.
2. SMP Theresiana Tanah Mas Semarang
SMP Theresiana Tanah Mas berada di jalan Delta Mas VIII Semarang.
Lokasi sekolah ini berada di pinggiran sebelah utara kota Semarang, + 3 km arah ke laut Jawa. Kawasan sekitar sekolah ini diapit oleh kanal dan sungai yang menuju laut oleh karenanya tak heran jika sering terjadi banjir ataupun rob (air laut pasang). Siswa mayoritas etnis Tionghoa dan sebagian lagi Jawa.
3. SMA Theresiana Salatiga
Sekolah ini diresmikan pada tanggal 16 Juli 1979 bertempat di Jalan Cemara II Salatiga. Sekolah ini berada sekitar + 2 km sebelah utara pusat kota. Peserta didik sebagian besar dari etnis Jawa, lainnya dari sebagain kecil Tionghoa dan Papua.
125 4.2.1.3 Instrumen Penelitian
Pada penelitian metode campuran ini, yang menjadi instrumen penelitian adalah pertama peneliti sendiri (human instrument) dan kedua berupa angket atau kuesioner. Dalam metode kualitatif peneliti sebagai instrument atau alat penelitian berfungsi menetapkan fokus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, analisis data, menafsirkan data dan membuat kesimpulan atas temuannya.149 Sedangkan dalam metode kuantitatif instrumen penelitiannya adalah berupa kuesioner. Kualitas instrumen penelitian dan kualitas pengumpulan data mempengaruhi kualitas hasil penelitian. Kualitas instrumen penelitian ditentukan dari validitas dan reliabilitas instrumen yang. Oleh karenanya perlu adanya uji validitas dan reliabilitas terhadap instrumen penelitian.
Pengumpulan data terdiri dari subyek penelitian yang terbagi atas narasumber (informan) dan responden. Untuk metode kualitatif narasumber dipilih dari populasi pendidik yang dianggap tahu dan mampu. Sedangkan untuk kuantitatif responden dipilih dengan menggunakan metode sampling yang mewakili populasi.
Jenis data yang akan digali dari penelitian terdiri dari dua yakni data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara dengan guru dan hasil kuesioner peserta didik (siswa-siswi). Data sekunder diperoleh dari sumber-sumber pustaka, dokumentasi penelitian serta arsip direktorat Yayasan Bernardus Sekolah-sekolah Theresiana Semarang.
149 Sugiyono, Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods), Alfabeta, Bandung, 306.
126 4.2.1.4 Populasi dan Sampel
a. Populasi
Populasi adalah sekumpulan orang atau obyek yang memiliki kesamaan dalam beberapa hal yang membentuk masalah pokok. Populasi juga dipahami sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.150 Populasi dalam penelitian ini adalah para guru dan peserta didik di sekolah menengah Theresiana (SMP, SMA dan SMK) yang tersebar di beberapa daerah (Bedono, Salatiga, Sumowono, Bandungan, Weleri dan Semarang).
Tabel 4.1 Jumlah Populasi Sekolah Menengah Theresiana
No. Keterangan Jumlah
Guru Anak Didik
1 SMP Theresiana Bedono 8 92
2 SMP Theresiana Bandungan 7 45
3 SMP Theresiana Sumowono 6 69
4 SMP Theresiana Tanah Mas 10 50
5 SMP Theresiana 1 Semarang 17 177
7 SMA Theresiana Salatiga 14 46
8 SMA Theresiana Weleri 15 92
6 SMA Theresiana 1 Semarang 30 288
9 SMK Theresiana Farming Bandungan 8 80
10 SMK Theresiana Semarang 56 799
Jumlah 171 1738
150 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, Alfabeta, Bandung, 2013, 117.
127 b. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi dimana pengambilan dilakukan harus mewakili populasi atau harus representatif.151 Sampel dalam penelitian ini adalah 10 pendidik mengajar dan sebagian peserta didik yang belajar di sekolah-sekolah menengah Theresiana. Untuk metode kualitatif sampel sumber data dipilih dari para pendidik yang memiliki masa kerja di atas 10 tahun dan yang dianggap mampu memberikan keterangan berkaitan dengan tema penelitian. Untuk jumlah sampel peserta didik ditentukan dengan mengambil 20% dari jumlah peserta didik yang ada di tiap-tiap unit sekolah, seperti di tunjukkan pada tabel 4.2 di bawah ini.
Tabel 4.2 Jumlah Sampel Anak Didik per-sekolah
No. Keterangan Perhitungan Jumlah
1 SMP Theresiana Bedono 20% x 92 18
2 SMP Theresiana Bandungan 20% x 45 9
3 SMP Theresiana Sumowono 20% x 69 14
4 SMP Theresiana Tanah Mas 20% x 50 10
5 SMP Theresiana 1 Semarang 20% x 177 35
7 SMA Theresiana Salatiga 20% x 46 9
8 SMA Theresiana Weleri 20% x 92 19
6 SMA Theresiana 1 Semarang 20% x 288 58
9 SMK Theresiana Farming Bandungan 20% x 80 16
10 SMK Theresiana Semarang 20% x 799 160
Jumlah 348
151 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, Alfabeta, 118.
128 4.2.2 Tahap Pelaksanaan Penelitian
Pada tahap pelaksanaan penelitian ini, peneliti menyampaikan secara lisan permohonan untuk penelitian dan disusul dengan membuat surat permohonan ijin untuk melakukan penelitian yang ditujukan kepada Direktur Yayasan Bernardus Sekolah-sekolah Theresiana tertanggal 16 Februari 2016. Surat permohonan ijin penelitian ini juga dikirimkan kepada Kepala-Kepala Sekolah Menengah Theresiana sebagai tindasan. Ijin penelitian tersebut secara lisan pula disetujui dan kemudian dikirimkan surat balasan tentang pengabulan untuk ijin penelitian tersebut mendapat balasan dari pihak Yayasan Bernardus No.
296/A.II/DYB/E.5/II/2016, tertanggal 20 Februari 2016. Selanjutnya proses penelitian ini dimulai pada tanggal 19 Februari – 9 Maret 2016 untuk memperoleh data-data penelitian melalui wawancara dengan sepuluh guru sebagai narasumber dan pengumpulan data dari angket/kuesioner responden (siswa) pada hari yang sama.