• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hormon inilah yang meningkatkan libido dan kemampuan untuk ereksi. Kadarnya akan menurun seiring bertambahnya usia. Pada usia 75 tahun, kadar testosteron seseorang hanyalah setengahnya dibanding saat ia berusia 20 tahun. Tetapi menurut para ahli sangat jarang impotensi yang disebabkan karena rendahnya testosteron.

Segera tes darah untuk mengetahui kadar testosteron. Normalnya, kadar testosteron adalah 12 nanomol per liter. Dikatakan rendah bila angkanya kurang dari 8. Jika kadar testosteron rendah dokter akan memberikan terapi pengganti testosteron.

Berita 72 – Penulis: Kevin Sanly Putera | Sabtu, 20 September 2014 | 09:35 WIB

Kaitan Antara Perut Buncit dan Penyakit Jantung

KOMPAS.com - Bila Anda ingin terhindar dari risiko penyakit jantung dan stroke,

segeralah susun rencana untuk melakukan pengecilan lingkar perut. Berbagai penelitian telah menunjukkan kaitan antara perut buncit dengan penyakit kronis.

Menurut riset yang dilakukan tim dari Universitas Texas, orang dengan perut buncit punya risiko lebih besar terkena hipertensi dibanding dengan orang yang indeks massa tubuhnya sama, tapi lokasi penumpukan lemaknya berbeda. Tekanan darah yang tinggi bukanlah kondisi yang bisa diabaikan karena bisa menyebabkan organ tubuh memompa darah lebih banyak. Akibatnya, tekanan di pembuluh darah pun menjadi lebih besar dan berisiko menyebabkan penyakit jantung atau stroke.

Mengapa lokasi penumpukan lemak lebih berpengaruh dari jumlah lemaknya? Peneliti pun masih mencoba memahami hal ini. Lemak yang menyelimuti organ-organ tubuh dalam dapat menyebabkan hipertensi, jaringan lemak ini juga menghambat kerja ginjal atau kelenjar adrenal dalam memproduksi hormon-hormon penting. Studi sebelumnya mendapati bahwa perut buncit terkait erat dengan diabetes, penyakit jantung, stroke, bahkan disfungsi ereksi (ED). Sehingga, solusi terbaik untuk menghindari sejumlah penyakit ini adalah mengecilkan perut.

"Sedikit saja penurunan berat badan dapat berpengaruh pada metabolisme, terutama yang menderita diabetes dan hipertensi," kata Dr. Aslan Turer, peneliti. Lemak visceral, lemak yang ada pada organ lama, sebenarnya lebih mudah dibakar daripada lemak subkutan, seperti lemak yang ada di pinggul. Sehingga olahraga rutin dan pola makan sehat dapat membantu mengurangi lemak jahat dan menyehatkan jantung.

Berita 73 – Penulis: Kevin Sanly Putera | Sabtu, 20 September 2014 | 10:25 WIB

Telat Makan Juga Bikin Gemuk

KOMPAS.com - Program penurunan berat badan bukan hanya masalah memilih

makanan yang sehat dan rendah kalori tapi juga waktu makan yang tepat. Meski sedang diet, jangan biasakan untuk melupakan jam makan karena ini justru bisa membuat bobot tubuh sulit turun.

Peneliti dari Brigham and Women's Hospital, Universitas Tufts, dan Universitas Murcia, Spanyol, menemukan bahwa makan pada waktunya dapat membantu mengurangi berat badan dalam periode diet 20 minggu daripada yang suka makan telat. Riset tersebut menguji 420 orang yang kelebihan berat badan di Spanyol. Jadwal makan utama mereka adalah di siang hari.Para responden ini mengasup jumlah kalori yang sama, punya kebiasaan tidur yang sama, dan kadar hormon rasa lapar, ghrelin dan leptin yang sama.

Para partisipan dibagi menjadi dua kelompok besar. Grup pertama akan makan siang sebelum pukul 15.00 dan grup kedua makan sesudah jam tersebut. Setelah 20 minggu, peneliti membandingkan jumlah penurunan berat badan di antara kedua kelompok itu. Ternyata, kelompok pertama kehilangan berat badan lebih banyak dibanding yang kedua. Selain itu, penurunan berat badan kelompok kedua terjadi lebih lambat.

Perlu diketahui bahwa asupan makan siang di Spanyol sekitar 40 persen dari rata-rata asupan kalori harian orang Kaukasia. Bagi orang Amerika, porsi kalori makan siang orang Spanyol setara dengan porsi makan malam mereka.

Beberapa studi sebelumnya juga menunjukkan kesimpulan yang hampir sama, yakni melewatkan jam makan justru membuat berat badan sulit turun. Hal ini karena sering menahan lapar justru membuat seseorang lebih sulit untuk fokus memilih makanan yang lebih bergizi. Kelaparan cenderung membuat seseorang mengambil makanan apa saja yang ada di depan mata.

Orang yang sering begadang juga cenderung lebih gemuk. Ini karena setelah makan malam biasanya mereka masih akan ngemil di malam hari. Sementara itu orang yang sering melewatkan sarapan atau makan terlalu sedikit di pagi hari cenderung makan lebih banyak di siang hari. Perusahaan diet, Forza Supplements, melakukan survei terhadap 1.000 pelaku diet mengenai jam makan yang tepat.

Hasilnya menunjukkan, waktu sarapan yang paling tepat adalah tidak lama setelah pukul 07.00 pagi. Makan siang idealnya antara pukul 12.30 - 13.00. Sedangkan makan malam adalah sekitar pukul 18.30.

Berita 74 – Penulis: Kevin Sanly Putera, Dian Maharani | Sabtu, 20 September 2014 | 11:29 WIB

Drama Korea dan Kecantikan Plastik

KOMPAS.com - Sebuah iklan di bus umum yang melintas di Seoul, Korea Selatan,

berbunyi "Semua orang sudah melakukan bedah plastik kecuali Anda." Di Korea, tren mempercantik diri memang kian marak dan berkembang. Saat ini bedah plastik semakin identik dengan Korea, seperti halnya Kimchi, Samsung, atau K-Pop. Banyak kaum muda, tidak hanya perempuan, tapi juga laki-laki, yang berusaha memperbaiki penampilan fisiknya dengan memperlebar mata atau membuat wajah lebih tirus.

Standar kecantikan di negeri ginseng memang tak bisa lepas dari bentukan industri gaya hidup. Drama Korea yang populer atau para penyanyi K-Pop kerap mempertontonkan wajah-wajah cantik dan mulus, hidung mungil, dan mata lebar. Bagi generasi muda yang setiap hari melihat tayangan tersebut, wajah seperti para bintang itulah kecantikan yang sempurna.

Menurut Aditya Wardhana, dokter spesialis bedah plastik dari RSCM Jakarta, populernya bedah plastik di Korea berawal dari banyaknya artis yang melakukannya. "Di sana, para artis terang-terangan mengakui wajahnya hingga bentuk tubuhnya telah dioperasi plastik. Industri hiburan turut membuat operasi plastik meroket di Korea," katanya. Para generasi muda di sana juga percaya karier dan pekerjaan yang bagus akan terbuka luas bagi mereka yang berwajah cantik dan ganteng.

Keinginan untuk melakukan operasi plastik ini dipahami benar oleh para orangtua sebagai sesuatu yang wajar, sama seperti keinginan anak-anaknya memiliki gadget canggih. Terbukti, banyak orangtua yang memberi hadiah ulang tahun atau kelulusan anak-anaknya berupa biaya operasi plastik.

Tertinggi

Menurut data dari Society of Aesthetic Plastic Surgeon, Korea masuk dalam 10 negara yang paling banyak melakukan operasi plastik. Diperkirakan 1 dari 10 orang di sana sudah melakukan operasi plastik. Jenis bedah plastik yang paling diminati adalah memperlebar kelopak mata agar mata tampak lebih besar.

Kepopuleran bedah plastik di Korea juga mengundang pasien dari negara-negara tetangga. Pada tahun 2011, jumlah wisata medis di negeri ginseng ini sekitar 2.545 orang. Tahun 2013 jumlahnya naik 10 kali lipat. Kebanyakan yang mencari tubuh dan wajah ideal datang dari Tiongkok dan Jepang. Salah satu daerah di Korea yang menjadi pusat bedah plastik adalah Gangnam. Distrik ini disebut sebagai "Barisan Kecantikan" karena terdapat banyak penyedia jasa bedah plastik di sini.

Salah satu operasi kecantikan yang diminati di daerah urban ini adalah pemotongan tulang dagu, supaya pipi terlihat lebih tirus. Satu kali operasi membutuhkan biaya sekitar Rp 35 juta. Jika kecantikan dan ketampanan wajah para bintang pop Korea menjadi rujukan remaja Indonesia, ternyata orang-orang Korea justru terobsesi memiliki bentuk wajah seperti orang Eropa. Beberapa bagian wajah yang bisa diubah agar semakin mirip perempuan Eropa adalah bagian mata, hidung, dan dahi. Untuk mendapatkannya, mereka tidak ragu untuk menjalani bedah plastik.

Mereka ingin mengubah bagian mata yang kecil dan sipit menjadi agak besar dan tajam (narrow eyes). Kelopak mata pun dibuat lebih "tebal". Bagian hidung juga ingin diubah menjadi sedikit lebih panjang dan lurus, sedangkan bagian dahi inginnya menjadi sedikit lebih kecil.

Kompetisi

Obsesi untuk mendapatkan penampilan ideal, dipercaya para ahli sebagai akibat dari peningkatkan kemakmuran di Korea. Park Jong-hi, dokter dari Kangwon National University Hospital, menyebut bahwa tren operasi plastik di negaranya merupakan bagian dari gejala kompetisi yang makin sengit. Ketatnya persaingan, bukan hanya dalam penampilan, diperkirakan merupakan faktor dari fenomena sosial sepertinya tingginya angka bunuh diri di Korea. "Masalah yang dihadapi orang Korea adalah persaingan, yang mendorong mereka melakukan operasi plastik. Ini membuat mereka sulit mencapai kebahagiaan," kata Park seperti dikutip Korea Times. Operasi plastik menurutnya adalah gejala dari masyarakat yang mengalami kesulitan dalam merayakan perbedaan nilai. Standar kecantikan pun dibuat seragam.

Berita 75 – Penulis: Kevin Sanly Putera | Sabtu, 20 September 2014 | 14:15 WIB

Terapi untuk Mengatasi “Mr.P” Loyo

KOMPAS.com — Bertambahnya usia bisa membuat hasrat seksual dan

kemampuan penis tidak sebaik sebelumnya. Tentu saja, ketidakmampuan untuk mencapai ereksi alias impotensi ini bisa membuat hidup seorang pria seolah tamat. Akan tetapi, sebenarnya banyak yang bisa diperbuat untuk mengatasi kondisi tersebut. Jangan sekadar bertanya kepada teman atau membaca di internet, tetapi datanglah ke dokter dan carilah kemungkinan terapinya.

"Biasanya mereka baru ke dokter setelah dua atau tiga tahun, dan tidak jarang pasangan mereka yang berinisiatif untuk mengajak," kata Graham Jackson, seorang seksolog. Pengobatan disfungsi ereksi (DE) akan disesuaikan dengan penyebabnya. Jika impotensi karena faktor psikologis, seperti stres atau depresi, biasanya Anda akan dianjurkan untuk melakukan konseling.

Untuk kasus impotensi yang disebabkan oleh penyakit kronis, seperti hipertensi atau kolesterol, tentu saja yang harus dilakukan adalah mengatasi penyebabnya. Ini berarti Anda harus hidup lebih sehat. Berikut adalah beberapa hal yang bisa membantu Anda mengembalikan "keperkasaan" di tempat tidur.