• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEROLEHAN SUARA PRABOWO-SANDI

D. Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka merupakan cara yang sistematis untuk mengumpulkan dan mensintesis penelitian sebelumnya. Fungsi dari adanya tinjauan pustaka yakni untuk mengetahui perkembangan suatu bidang keilmuan yang pernah di lakukan oleh peneliti sebelumnya dalam berbagai publikasi, menghindari duplikasi penelitian, memberikan batasan penelitian, mendalami landasan teori yang berkaitan dengan masalah penelitian, mengkaji kelebihan dan kekurangan dari penelitian sebelumnya. 27Adapun tinjauan pustakanya sebagai berikut:

Pertama penelitian yang ditulis oleh Husni Amri. Penelitian ini menjelaskan bahwa kekalahan M. Amin dan M. Saleh disebabkan oleh beberapa hal yaitu pertama adanya ketidakseimbangan kekuatan di dalam partai pengusungnya (partai Demokrat), hal itu berdampak pada tingkat tingkat solidaritas di antara para elite. Kedua kurangnya sosialisasi di masyarakat dan yang ketiga kurangnya anggaran ketika melakukan kampanye. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dari ketiga faktor

27 Muhammad Syukri Nur dan Aep Saepul Uyun. Tinjauan Pustaka Sistematis: Pengantar Metode Penelitian Sekunder untuk Energi Terbarukan. (Jakarta: Lakeisha, 2020). Hal. 37-38

16

tersebut, faktor yang paling mempengaruhi kekalahan pasangan tersebut adalah kurangnya sosialisasi kepada masyarakat.28

Peneliti melihat adanya perbedaan dengan penelitian yang akan peneliti buat. Pada penelitian pertama fokusnya terletak pada basis dukungan (parpol, kultural, sosial) dan strategi politik yang dipakai. Sedangkan penelitian ini terfokus pada basis kultural dan pengaruh ulama pada pilpres 2019.

Kedua penelitian yang ditulis oleh Iding Rosyidin. Penelitian ini menjelaskan bahwa tumbangnya pemerintahan Orde Baru memberikan tempat yang leluasa bagi tumbuhnya benih-benih civil society khususnya yang berbasiskan Islam untuk tumbuh kembali di awal reformasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa MUI sebagai salah satu civil society yang mana ia hadir sebagai organisasi para ulama dengan sifat khas yang dimilikinya. Runtuhnya Orde Baru telah merubah sebuah hubungan menjadi lebih kooperatif dari pada konflik. Kemitraan yang terjalin seperti saling memberi dan menerima antara pemerintah dan MUI tidak menghilangkan sikap kritis yang di milikinya.29

Penelitian kedua ini terfokus pada hubungan yang terjalin antara pemerintah dengan ulama dan civil society yakni Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta dinamika sosial politik Islam yang berkembang, dengan menggunakan analisis civil society vis- a- vis dan wacana kritis dari model

28 Husni Amri. “Faktor yang Mempengaruhi Kekalahan M. Amin dan M. Saleh dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kampar Periode 2017- 2022”. Jurnal JOM FISIP. Vol. 5 No.

1 (April, 2018).

29 Iding Rosyidin. Hubungan Ulama- Umara di Indonesia: Studi atas Majelis Ulama Indonesia. (Tesis S2 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Pasca Sarjana UI 2004).

17

Teun A. Van Dijk. Sedangkan penelitian ini berfokus pada Ma‟ruf Amin yang ikut berkontestasi dalam politik serta bagaimana perspektif MUI di daerah Kresek dalam melihat hal tersebut dan faktor-faktor kekalahan yang melatarbelakanginya dengan menggunakan konsep civil society, peran ulama dalam politik, teori pertimbangan sosial dan konsep model perilaku politik.

Ketiga penelitian ini ditulis oleh Akbar Faqih Maulana Nahdi.

Penelitian ini menjelaskan bahwa kemenangan Idris-Pradi dipengaruhi oleh tingkat religius masyarakat Depok, semakin religius tingkat keimanan masyarakatnya maka ia akan memilih pasangan tersebut. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemenangan Idris-Pradi dipengaruhi oleh dukungan structural (PKS, NU, Muhammadiyah dan MUI) yang dimilikinya. Adanya hal tersebut memberikan keuntungan bagi pasangan ini karena bisa mendapatkan banyak dukungan ulama bahkan mereka sampai terang-terangan menyatakan dukungannya kepada pasangan ini.30

Penelitian ketiga ini berfokus pada sosok seorang ulama (Idris-Pradi) yang maju dalam kontestasi politik dengan modal relasi yang luas (MUI, PKS, NU dan Muhammadiyah) yang sangat memengaruhi kemenangan pasangan tersebut. Sedangkan penelitian ini berfokus pada sosok Ma‟ruf Amin seorang ulama dari MUI, Rais Aam PBNU yang dengan keilmuan serta relasinya yang luas diharapkan dapat menarik simpati ulama dan masyarakat untuk memilihnya, tetapi dalam realitanya menimbulkan pro dan kontra di

30 Akbar Faqih Maulana Nahdli. Keterlibatan Ulama Dalam Politik: Studi Terhadap Peran Ulama dalam Kemenangan Idris- Pradi Pada Pemilukada Kota Depok Tahun 2015.

(Skripsi S1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Jakarta, 2017).

18

kalangan ulama daerah seperti di daerah Kresek dan hal tersebut berdampak pada perolehan suara yang didapat.

Keempat penelitian ini ditulis oleh H. Sadi. Penelitian ini menjelaskan tentang motif yang melatarbelakangi seorang kiai untuk terlibat pada pemilu 2009 di Glenmore. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa motif kiai berpolitik adalah untuk menegakan amar ma‟ruf nahimunkar. Pilihan politik kiai merupakan pilihan pribadi dan cerminan sikap politik yang dipilih jam‟iyah Nahdatul Ulama. Meskipun masih banyak yang beranggapan bahwa politik itu kotor karena melakukan segala cara untuk mendapatkannya, di Kecamatan Glenmore tidak ada kiai yang bertindak demikian karena mereka meniatkan diri berpolitik untuk beribadah dan memperjuangkan dakwah Islam.31

Penelitian keempat lebih berfokus pada sosok kiai yang ikut serta dalam menentukan pilihan politik di dalam masyarakatnya dengan alasan amar ma‟ruf nahi munkar. Sedangkan penelitian ini berfokus pada sosok ulama MUI yang maju sebagai cawapres yang merupakan putra daerah Kresek membuat sebagian ulama di Kresek yang merasa masih memiliki ikatan struktural, kultural serta ikatan kekeluargaan ikut serta baik menjadi timses untuk melakukan sosialisasi di majelis taklim, pesantren dan lain sebagainya guna mempengaruhi pilihan politik jama‟ahnya.

Kelima penelitian ini ditulis oleh Ridwan Hasan. Penelitian ini menjelaskan bagaimana sikap dan kebijakan ulama di Aceh untuk

31 H. Sadi. “Kiai dan Politik: Mengintip Motif Kiai NU (Nahdatul Ulama) Dalam Pemilu 2009 di Glenmore Kabupaten Banyuwangi”. Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol X, No. 1, (September, 2016).

19

mensukseskan pemilu 2014. Hasil penelitian menunjukan bahwa menjelang pemilu para ulama melakukan kerjasama dengan pihak keamanan, menghimbau pemerintah setempat untuk mengantisipasi terjadinya kekacauan, menghimbau para partai politik dan para peserta pemilu untuk menyampaikan visi misi dengan cara mendidik agar masyarakat cerdas dalam memilih pilihan politiknya. Hal itu cukup efektif dilakukan dalam mencipatakan suasana damai dalam menyukseskan pemilu tersebut.32

Kemudian penelitian yang terakhir ini lebih fokus membicarakan peran kiai dalam politik, bukan pada ranah politik praktisnya akan tetapi lebih kepada mengingatkan kepada para peserta, aparat dan masyarakat untuk menjalankan setiap rangkaian proses pemilu dengan baik, aman dan damai.

Sedangkan penelitian penulis berfokus pada sosok ulama yang terjun dalam ranah politik untuk menarik simpati masyarakat di tengah isu sara yang gencar dilakukan pada pilpres 2019.