Dalam PL YHWH dianggap sebagai Raja Israel (lih. I Sam 8:7; Maz 10:16; 24:7-9; 29:10; 44:4;
89:18; 95:3; Yes 43:15; 44:4,6) dan Mesias sebagai raja yag ideal (lih. Maz 2:6). Dengan kelahiran
Yesus di Bethlehem (6-4 SM) kerajaan Allah muncul dalam sejarah manusia denan kekuatan baru dan
penebusan (perjanjian baru, lih. Yer 31:31-34; Yeh 36:27-36). Yohanes Pembaptis memproklamirkan
kedekatan dari kerajaan tersebut (lih. Mat 3:2; Mar 1:15). Yesus secara jelas mengajarkan bahwa
kerajaan tersebut telah datang dalam DiriNya dan dalam pengajaranNya (lih. Mat 4:17,23; 9:35; 10:7;
11:11-12; 12:28;16:19; Mar 12:34; Luk 10:9,11; 11:20; 12:31-32; 16:16; 17:21). Namun kerajaan
tersebut juga di masa depan. (lih. Mat 16:28; 24:14; 26:29; Mar 9:1; Luk 21:31; 22:16,18).
Dalam paralel-paralel synopsis dalam Markus dan Lukas kita menemukan frasa “kerajaan Allah”.
Topik pengajaran Yesus yang lazim ini melibatkan bertahtaNya Allah dalam hati manusia saat ini yang
di kemudian hari akan disempurnakan atas seluruh dunia. Hal ini dicerminkan dalam doa Yesus dalam
Mat 6:10. Matius, ditulis kepada orang Yahudi, lebih memilih frasa yang yang tidak menggunakan
nama Alah (kerajaan Surga), sementara Markus dan Lukas, menulis kepada Orang bukan Yahudi,
menggunakan penunjukan yang serupa, namun menggunakan nama Tuhan.
1:4
NASB “mengumpulkan mereka bersama-sama” NKJV “berjemaat bersama-sama dengan mereka”
NRSV “sementara tinggal bersama-sama dengan mereka” TEV “ketika mereka datang bersama-sama”
TEVb “sementara ia tinggal bersama-sama dengan mereka” NIV “ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka” NJB “sementara di meja bersama-sama dengan mereka”
Ayat 4-5 menggunakan satu dari penampakan Yesus sebagai suatu contoh dari salah satu dari beberapa penampakan dan bukti-buktiNya. Istilah sunalizomenos bisa dieja secara berbeda. Perubahan ejaan merubah artinya.
1. a panjang - berjemaat/berkumpul
2. a pendek - makan bersama dengan (secara hurufiah “dengan garam”) 3. Au (diftong) – tinggal bersama dengan
Tidaklah pasti yang mana yang dimaksudkan, namun Lukas 24:41-43 (lih. Yoh 21) menjelaskan Yesus makan bersama-sama dengan kelompok para rasul, yang akan menjadi bukti dari tubuh kebangkitanNya (lih. ay 3). “melarang… meninggalkan Yerusalem” Ini dicatat dalam Luk 24:49. Bagian pertama dari Kisah adalah suatu tinjauan dari bagian akhir Injil Lukas, kemungkinan ini adalah cara kesastraan untuk mengaitkan kedua buku tersebut.
“menantikan janji Bapa” Dalam 2:16-21 Petrus menghubungkan ini dengan nubuatan eskatologis dari Yoel 2:28-32. mereka menunggu selama sepuluh hari sampai Pentakosta. Lukas secara spesifik menunjuk “janji Bapa” sebagai Roh Kudus (lih. Luk 24:49; Kis 2:33). Yesus telah sebelumnya berbicara kepada mereka mengenai kedatangan Roh Kudus dalam Yoh 14-16. Namun demikian, ada kemungkinan bahwa Lukas memahami janji Bapa bukan sebagai satu hal saja (yaitu, Roh Kudus), namun juga keselamatan yang dijanjikan PL yang akan disampaikan pada Israel dalam pribadi dari Mesias (lih. Kis 2:39; 13:23,32; 26:6).
”Bapa” PL memperkenalkan penggambaran kekeluargaan yang intim dari Allah sebagai Bapa: 1. bangsa Israel sering disebut sebagai “anak laki-laki” YHWH (lih. Hos 11:1; Mal 3:17) 2. dalam Ulangan analogi Allah sebagai bapa digunakan (1:31)
3. dalam Ul 32:6 Israel disebut “anak-anakNya” dan Allah disebut “Bapa mu”
4. analogi ini dinyatakan dalam Maz 103:13 dan dikembangkan dalam Maz 68:5 (bapa dari anak-anak yatim piatu)
5. adalah lazim dalam kitab nabi-nabi (lih. Yes 1:2; 63:8; Israel sebagai anak laki-laki, Allah sebagai Bapa, 63:16; 64:8; Yer 3:4,19; 31:9)
Ini termasuk merupakan suatu frasa kunci dalam Injil-injil Sinopsis. Khotbah pertama dan terakhir
Yesus dan kebanyakan perumpamaan-perumpamaanNya, berurusan dengan topic ini. Hal ini menunjuk
pada bertahtanya Allah dalam hati manusia sekarang! Cukup mengejutkan, Yohanes hanya menggunakan
frasa ini dua kali (dan tak ada sama-sekali di perumpamaan-perumpamaan Yesus). Dalam injil Yohanes
“kehidupan kekal” merupakan suatu istilah dan penggambaran kunci.
Ketegangan ini disebabkan oleh ke dua kedatangan Kristus. PL berfokus hanya pada satu kedatangan
Mesias Allah—suatu kedatangan yang bersifat militer, penghakiman, kemegahan—namun PB
menunjukkan bahwa Ia datang pertama kali sebagai Hamba yang menderita dari yes 53 dan raja yang
merendahkan diri dari Zak 9:9. Ke dua jaman Yahudi, jaman kelaliman dan jaman baru kebenaran,
bertumpang tindih. Yesus saat ini bertahta dalam hati orang percaya, namun akan satu hari nanti bertahta
atas semua makhluk ciptaan. Ia akan datang seperti diprediksikan oleh PL! Orang percaya hidup di dalam
“yang sudah” lawan “yang belum” dari kerajaan Allah (lih. tulisan Gordon D. Fee dan Douglas Stuart
Yesus berbicara bahasa Aram, yang artinya banyak dari tempat dimana kata “Bapa” muncul sebagai Pater dalam bahasa Yunani mungkin mencerminkan kata Aram Abba (lih. 14:36). Istilah kekeluargaan “Ayah” atau “Bapa” ini mencerminkan keintiman Yesus dengan Allah Bapa; PengungkapanNya akan hal ini kepada para pengikutNya juga mendorong keintiman kita sendiri dengan Bapa. Kata “Bapa” sangat jarang digunakan dalam PL (dan tidak sering dalam tulisan-tulisan kerabian) untuk YHWH, namun Yesus menggunakannya secara sering dan meluas. Ini adalah perwahyuan utama dari hubungan baru orang percaya dengan Allah melalui Kristus (lih. Mat 6:9).
1:5 “Yohanes” Semua empat Injil (lih. Mat 3:1-12; Mar 1:2-8; Luk 3:15-17; Yoh 1:6-8,19-28) menceritakan pelayanan Yohanes Pembaptis. “Yohanes” adalah bentuk pendek dari nama Ibrani Yohanan, yang berarti “YHWH adalah murah hati” atau “pemberian dari YHWH.” Namanya signifikan karena, seperti nama-nama alkitab lainnya, menunjuk kepada maksud Allah dalam hidupnya. Yohanes adalah yang terakhir dari nabi-nabi PL. Tidak ada nabi di Israel sejak Maleakhi, sekitar 430 SM. Kehadirannya menyebabkan kegairahan rohani yang besar di antara orang-orang Israel.
“membaptis dengan air” Baptisan adalah suatu ritual pendahuluan yang lazim di kalangan orang Yahudi di abad pertama dan kedua, namun hanya dalam kaitan dengan pemelukan agama baru. Jika seseorang dari suatu latar belakang bukan Yahudi ingin menjadi putera Israel secara penuh, ia harus menyelesaikan tiga tugas: (1) sunat, jika laki-laki; (2) baptisan-diri secara selam, di hadapan tiga saksi; dan (3) sebuah korban di Bait Suci jika memungkinkan. Dalam kelompok-kelompok sektarian dari Palestina abad pertama, seperti, kaum Essenes, baptisan sepertinya merupakan suatu pengalaman yang lazim dan berulang. Namun demikian, bagi kelompok Yudaisme utama, preseden ritualisme bisa dikutip bagi upacara pembasuhan ini: (1) sebagai suatu perlambang dari penyucian rohani (lih. Yes 1:16); dan (2) sebagai suatu ritual sehari-hari yang dilakukan oleh para imam (lih. Kel 19:10; Im 15) dan (3) suatu prosedur ritual umum sebelum memasuki bait suci untuk beribadah.
“kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus” Ini adalah sebuah FUTURE PASSIVE INDICATIVE. Bentuk PASSIVE VOICE nya bisa menunjuk pada Yesus karena Mat 3:11; Luk 3:16. Kata depan ev nya dapat berarti “ di dalam,” “dengan,” atau “oleh” (yaitu instrumen, lih. Mat 3:11). Frasa ini bisa menunjuk pada dua peristiwa: (1) menjadi seorang Kristen, (lih. I Kor 12:13) atau (2) dalam konteks ini, penyuntikan yang dijanjikan akan kuasa Roh Kudus bagi pelayanan yang efektif. Yohanes Pembaptis sering berbicara tentang pelayanan Yesus dengan frasa ini, (lih. Mat 3:11; Mar 1:8; Luk 3:16-17; Yoh 1:33).
Ini sebagai kontras dari baptisan Yohanes. Mesias akan menahbiskan jaman baru Roh. BaptisanNya akan merupakan baptisan dengan (atau “di dalam” atau “oleh”) Roh. Telah ada banyak diskusi dikalangan denominasi-denominasi mengenai menunjuk pada peristiwa apakah pengalaman Kristen ini. Beberapa mengambilnya untuk menunjuk pada suatu pengalaman pemberdayaan setelah keselamatan, sejenis berkat kedua. Secara pribadi saya kira ini menunjuk pada menjadi seorang Kristen (lih. I Kor 12:13). Saya tidak menyangkal pemenuhan dan pembekalan di kemudian hari, namun saya percaya hanya ada satu baptisan roh mula-mula ke dalam Kristus yang di dalamnya orang percaya mengenali kematian dan kebangkitan Yesus (lih. Rom 6:3-4; Ef 4:5; Kol 2:12). Pekerjaan memulai dari Roh ini digambarkan dalam Yoh 16:8-11. Dalam pemahman saya pekerjaan Roh Kudus adalah:
1. menimbulkan rasa bersalah akan dosa 2. mengungkapkan kebenaran tentang Kristus 3. memimpin kepada penerimaan injil
4. membaptis ke dalam Kristus
5. menimbulkan rasa bersalah orang percaya akan keberlanjutan berbuat dosa 6. membentuk keserupaan dengan Kristus di dalam orang percaya
“tidak lama lagi” Ini adalah suatu rujukan pada perayaan Pentakosta Yahudi yang dilakukan tujuh minggu setelah Paskah. Ini mengakui kepemilikan Allah atas hasil panen. Hari ini datang lima puluh hari setelah Paskah (lih. Im 23:15-31; Kel 34:22; Ul 16:10).
NASKAH NASB (UPDATED): 1:6-11
6
Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" 7Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. 8Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." 9Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. 10Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, 11dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."
1:6 “bertanyalah mereka (kepadaNya)” Betuk KALIMAT IMPERFECT ini bisa berarti tindakan berulang di masa lampau atau pemulaian suatu tindakan. Tampaknya para murid ini telah banyak kali menanyakan hal ini. “Tuhan” Kata Yunani “Tuhan” (kurios) bisa digunakan dalam suatu pengertian umum atau dalam suatu pengertian teologis yang telah dikembangkan. Kata ini bisa berarti “bapak (panggilan),” “tuan,” “guru,” “pemilik,” “suami,” atau “manusia Allah sepenuhnya” (lih. Yoh 9:36, 38). Penggunaan PL (Ibrani, adon) akan sitilah ini berasal dari keengganan orang Yahudi untuk mengucapkan nama perjanjian Allah, YHWH, yang adalah bentuk CAUSATIVE dari kata kerja Ibrani “adalah/menjadi” (lih. Kel 3:14). Mereka takut melanggat Perintah yang mengatakan “Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan” (lih. Kel 20:7; Ul 5:11). Oleh karenanya, mereka berpikir jika mereka tidak mengucapkannya, mereka tidak bisa bersikap sembarangan. Jadi, mereka menggantikannya dengan kata Ibrani adon, yang memiliki arti serupa dengan kata Yunani kurios (Tuhan). Para penulis PB menggunakan istilah ini untuk menjelaskan keTuhannan penuh dari Kristus. Frasa “Yesus adalah Tuhan” adalah pengakuan iman umum dan suatu rumusan baptisan dari gereja mula-mula (lih. Rom 10:9-13; I Kor 12:3; Fil 2:11).
“‘maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel’” mereka masih mempunyai sudut pandang naionalistik Yahudi sepenuhnya (lih. Maz 14:7; Yer 33:7; Hos 6:11; Luk 19:11; 24:21). Mereka kemungkinan bahkan memohon jabatan-jabatan administratif mereka.
Pertanyaan teologis ini masih menyebabkan banyak pertentangan. Saya ingin mengikut sertakan di sini satu bagian dari komentari saya pada kitab Wahyu, yang mendiskusikan pokok permasalahan yang satu ini.
“nabi-nabi PL memprediksikan suatu pemulihan dari kerajaan Yahudi di Palestina yang berpusat di Yerusalem di mana segala bangsa di dunia berkumpul untuk memuji dan melayani seorang pemimpim keturunan Daud, namun Rasul-rasul PB tidak pernah berfokus pada agenda ini. Bukankah PL adalah hasil inspirasi? (lih. Mat 5:17-19)? Apkah para penulis PB telah mengabaikan peristiwa-peristiwa krusial di akhir jaman?
Ada beberapa sumber informasi mengenai akhir dari dunia ini: 1. nabi-nabi PL
2. para penulis apokaliptik PL (lih. Yeh 37-39; Dan 7-12)
3. para penulis buku antar perjanjian, non-kanonika Yahudi (seperti I Henokh) 4. Yesus Sendiri (lih. Mat 24; Mar 13; Luk 21)
5. tulisan-tulisan Paulus (lih. I Kor 15; II Kor 5; I Tes 4; II Tes 2) 6. tulisan-tulisan Yohanes (kitab Wahyu).
Apakah semua ini dengan jelas mengajarkan suatu agenda akhir jaman (peristiwa-peristiwa, kronologi, orang-orang)? Jika tidak, mengapa? Bukankah semua sumber tersebut hasil inspirasi (kecuali tulisan-tulisan antar perjanjian Yahudi)?
Roh Kudus mengungkapkan kebenraran kepada para penulis PL dalam istilah-istilah dan kategori-kategori yang bisa mereka pahami. Namun dmikian, melalui perwahyuan yang bertumbuh Roh Kudus telah memperluas konsep-konsep eskatologis PL ini menjadi suatu cakupan universal (lih. Ef 2:11-3:13). Berikut adalah beberap contoh relevan:
1. Kota Yerusalem digunakan sebagai suatu penggambaran uantuk umat Allah (Zion) dan diproyeksikan ke dalam PB sebagai suatu istilah yang menyatakan peneriman Allah akan semua orang yang bertobat dan percaya (Yerusalem baru dari Wahyu 20-22). Perluasan Teologis dari suatu kota jasmanai dan hurufiah kepada umat Allah dibayangkan dalam janji Allah untuk menebus manusia yang jatuh dalam Kej 3:15 bahkan sebelum adanya orang Yahudi atau suatu ibukota Yahudi. Bahkan pemanggilan Abrahampun (lih. Kej 12:3) mencakup orang Non Yahudi. 2. Dalam PL musuh-musuh aalah bangsa-bangsa di sekeliling Timur Dekat Kuno, namun dalam PB mereka telah diperluas menjadi semua orang tidak percaya, anti-Allah, dan diilhami Setan. Peperangannya telah berpindah dari suatu pertentangan geografis, regional kepada suatu pertentangan kosmik.
3. Janji akan sebidang tanah yang sangat menyeluruh di PL (janji-janji kekepalakeluargaan) sekarang telah menjadi keseluruhan bumi. Yerusalem Baru datang pada bumi yang diciptakan kembali, bukan hanya atau semata-mata Timur Dekat saja (lih. Wah 20-22).
4. Beberapa contoh lain dari konsep-konsep nubuatan PL yang telah diperluas adalah (1) benih Abraham sekarang adalah orang yang bersunat rohani (lih. Rom 2:28-29); (2) umat perjanjian sekarang mencakup bangsa Non-Yahudi (lih. Hos 1:9; 2:23; Rom 9:24-26; juga Im 26:12; Kel 29:45; II Kor 6:16-18 dan Kel 19:5; Ul 14:2; Titus 2:14); (3) Bait Suci sekarang adalah geeja lokal (lih. I Kor 3:16) atau orang-percaya secara individu (lih. I Kor 6:19); dan (4) bahkan Israel dan frasa-frasa penjelasan khasnya sekarang menunjuk pada keseluruhan umat Allah (lih. Gal 6:16; I Pet 2:5, 9-10; Wah 1:6)
Model nubuatan telah digenapi, diperluas, dan sekarang menjadi lebih luas cakupannya. Yesus dan para penulis keRasulan tidak menyajikan akhir jaman secara sama dengan para nabi PL (lih. Martin Wyngaarden, Masa Depan Kerajaan dalam Nubuatan dan Penggenapan). Para penafsir moderen yang mencoba untuk membuat model PL hurufiah atau normatif memutarbalikkan Wahyu menjadi suatu kitab yang sangat Yahudi dan memaksakan artinya ke dalam frasa-frasa Yesus dan Paulus yang bersifat sendiri-sendiri dan rancu! Para penulis PB tidak menegatifkan para nabi PL, namun menunjukkan implikasi akhir mereka yang universal.”
1:7
NASB “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya”
NKJV “Engkau tidak perlu mengetahui waktu atau musimnya”
NRSV “Engkau tidak perlu mengetahui waktu atau periode-periodenya” TEV “waktu dan kesempatan-kesempatannya@
NJB “Engkau tidak perlu mengetahui waktu atau tanggal-tanggalnya”
Kata “waktu” (chronos) berarti “era” atau “jaman” (yaitu berlalunya waktu), sementara kata “masa” (kairos) berarti suatu waktu dari peristiwa-peristiwa atau musim-musim tertentu” (lih. Titus 1:2-3). Louw dan Nida:
Kamus Yunani-Inggris, berkata bahwa keduanya bersinonim secara sederhana menyatakan panjangnya waktu (lih.
I Tes 5:1). Nyatalah bahwa orang percaya tidak mencoba untuk menetapkan suatu tanggal tertentu; bahkan Yesus tidak tahu waktu kedatanganNya kembali (lih. Mat 24:36; Mar 13:32). Orang-orang percaya boleh tahu alasan umumnya, namun mereka harus tetap bersiap-sedia dan aktif untuk peristiwa sesungguhnya di setiap waktu (lih. Mat 24:32-33). Peekanan kembar dari PB mengenai Kedatangan Kedua adalah untuk tetap aktif dan siap sedia. Selebihnya adalah terserah pada Allah!
1:8 “Tetapi kamu akan menerima kuasa” Perhatikan bahwa kedatangan Roh Kudus dikaitkan dengan kuasa dan menjadi saksi. Kisah adalah buku tentang “kesaksian” (yaitu martus). Tema ini mendominasi kitab ini (lih. 1:8,22; 2:32; 3:15; 5:32; 10:39,41; 13:31; 22:15,20; 26:16). Gereja telah diberikan tugasnya-menjadi saksi bagi injil Kristus! Para rasul adalah saksi-saksi dari kehidupan dan pengajaran Yesus, sekarang mereka menjadi saksi bagi kehidupan dan pengajaranNya. Kesaksian efektif hanya terjadi dengan melalui kuasa Roh.
} A Yerusalem… Yudea… Samaria… ujung bumi” Ini adalah sebuah garis besar geografis dari Kisah: Yerusalem, pasal 1-7; Yudea dan Samaria, pasal 8-12; ujung bumi (yaitu Roma), pasal 13-28. Garis besar ini mungkin menyatakan maksud dan struktur kesastraan dari si penulis. KeKristenan bukanlah suatu sekte dari Yudaisme, namun suatu pergerakan mendunia dari Allah yang esa dan benar dalam memenuhi janji-janji PL Nya
untuk memulihkan umat manusia yang memberontak kepada persekutuan dengan DiriNya (lih. Kej 12:3; Kel 19:5; Yes 2:2-4; 56:7; Luk 19:46).
Para pemimpin Yahudi pertama, yang mengetahui Septuaginta dan banyak janji nubuatan YHWH untuk memulihkan Yerusalem, membangkitkan Yerusalem, membawa dunia ke Yerusalem, mengharapkan penggenapan hurufiah dari hal-hal ini. Mereka tinggal di Yerusalem (lih. 8:1). Namun injil merevolusi dan memperluas konsep-konsep PL ini. Mandat ke seluruh dunia (lih. Mat 28:18-20; Luk 24:47; Kis 1:8) memerintahkan orang percaya untuk pergi ke seluruh dunia, bukannya menunggu dunia datang pada mereka. Yerusalem PB adalah penggambaran dari surga (lih. Wah 21:2), bukan suatu kota di Palestina.
1:9 “terangkatlah Ia” peristiwa ini dikenal sebagai Kenaikan. Yesus yang telah bangkit dikembalikan ke tempat kemuliaanNya yang telah ada sebelumnya (lih. Luk 24:50-51; Yoh 6:22; 20:17; Ef 4:10; I Tim 3:16; Ibr 4:14; dan I Pet 3:22). Pelaku yang tak dinyatakan dari KALIMAT PASSIVE ini adalah Bapa. Lihat Topik Khusus: Kenaikan pada 1:2.
“awan” Awan adalah suatu tanda eskatologis yang signifikan. Awan digunakan dalam tiga cara berbeda dalam PL:
1. menunjukkan hadirat jasmani Allah, awan Kemuliaan Shekinah (lih. Kel 13:21; 16:10; Bil 11:25);
2. menyelubungi KekudusanNya sehingga manusia tidak melihat Allah dan mati (lih. Kel 33:20; Maz 18:9; Yes 6:5)
3. menjadi alat transportasi Tuhan (lih. Maz 104:3; Yes 19:1). Dalam Daniel 7:13 awan digunakan sebagai alat transportasi Mesias Illahi.
Nubuatan dalam Daniel ini disinggung lebih dari 30 kali dalam PB. Hubungan yang sama dari Mesias dengan awan surga ini dalat dilihat dalam Mat 26:64; Mar 13:26; 14:62; Kis 1:9,11 dan I Tes 4:17. Lihat Topik Khusus berikut.
1:10 “mereka sedang menatap ke langit” Ini adalah sebuah PERIPHRASTIC IMPERFECT. Mereka terus memaksakan dengan keras untuk melihat Yesus selama mungkin. Bahkan setelah Ia hilang dari pandangan, mereka tetap terus memandang.
Istilah ini khas dalam tulisan-tulisan Lukas (lih. Luk 4:20; 22:56; Kis 1:10; 3:4,12; 6:15; 7:55; 10:4; 11:6; 13:9; 14:9; 23:1, hanya ditemukan di luar Lukas dan Kisah dua kali dalam II Kor 3). Ini mengisyaratkan “menatap secara tajam,” “ menatap,” atau “mengarahkan mata seseorang terhadap.”
“ke langit” Orang orang dahulu percaya bahwa surga ada di atas, namun di jaman kita, atas berseifat relatif. Dalam Lukas 24:31, Yesus menghilang. Ini mungkin merupakan suatu model yanglebih baik bagi budaya kita. Surga bukanlah di atas atau di luar sana, namun kemungkinan merupakan suatu dimensi waktu dan tempat yang lain. Surga bukan suatu jurusan, namun suatu pribadi!
“dua orang yang berpakaian putih” PB sering mengenali malaikat-malaikat melalui pakaian putihnya yang cemerlang. (lih. Luk 24:4; Yoh 20:12). Malaikat-malaikat nampak pada kelahiranNya, pencobaanNya, di Getsemani, di kuburan, dan di sini pada kenaikanNya.
TOPIK KHUSUS: KEDATANGAN DI AWAN-AWAN
Kedatangan di awan-awan ini adalah suatu tnda eskatologis yang sangat signifikan. Ini digunakan dalam tiga cara berbeda dalam PL
1. menunjukkan hadirat jasmani Allah, awan Kemuliaan Shekinah (lih. Kel 13:21; 16:10; Bil 11:25);
2. menyelubungi KekudusanNya sehingga manusia tidak melihat Allah dan mati (lih. Kel 33:20; Maz 18:9; Yes 6:5)
3. menjadi alat transportasi Tuhan (lih. Maz 104:3; Yes 19:1). Dalam Daniel 7:13 awan digunakan sebagai alat transportasi Mesias Illahi.
Nubuatan dalam Daniel ini disinggung lebih dari 30 kali dalam PB. Hubungan yang sama dari Mesias dengan awan surga ini dalat dilihat dalam Mat 26:64; Mar 13:26; 14:62; Kis 1:9,11 dan I Tes 4:17.
1:11 “orang-orang Galilea” Beberapa kali dalam Kisah Lukas mencatat asal usul Galilea dari para murid (lih. 2:7; 13:31). Seluruh keduabelas murid, kecuali Yudas Iskariot, berasal dari Galilea. Wilayah ini dipandang rendah oleh penduduk Yudea karena di sana terdapat suatu populasi orang Bukan Yahudi yang besar dan mereka tidak “kosher” (ketat) dalam melakukan Tradisi-tradisi Lisan (Talmud).
“Yesus. . .akan datang” Beberapa teolog mencoba membuat suatu perbedaan antara Yesus dan Kristus. Malaikat-malaikat ini meneguhkan bahwa Yesus yang mereka kenallah yang akan datang kembali. Kristus yang telah dipermuliakan dan naik ke Surga adalah masih tetap Yesus dari Nazaret. Ia tetap Allah/manusia.
Yesus akan datang lagi sebagaimana Ia pergi, di atas awan-awan surga (Lihat Topik Khusus pada 1:9, lih. Mat 10:23; 16:27; 24:3,27,37,39; 26:64; Mar 8:38-39; 13:26; Luk 21:27; Yoh 21:22; I Kor 15:23; I Tes 1:10, 4:16; II Tes 1:7, 10; 2:1,8; Yak 5:7-8; II Pet 1:16; 3:4,12; I Yoh 2:28; Wah 1:7). Kedatangan Kedua Yesus adalah sebuah tema utama dan berulang dalam PB. Satu alasan Injil memakan waktu cukup lama untuk diwujudkan dalam bentuk tertulis adalah pengharapan dari gereja mula-mula akan kedatangan Kristus yang sangat segera. PenundaanNya yang mengejutkan, kematian dari para Rasul, dan bangkitnya pengajaran sesat kesemuanya akhirnya mendesak gereja untuk mencatat kehidupan dan pengajaran dari Yesus secara tertulis.
NASKAH NASB (UPDATED): 1:12-14
12
Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem. 13Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus.
14
Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.
1:12 “kembali” Lukas 24:52 menambahkan “dengan sukacita yang besar.”
“bukit yang disebut Bukit Zaitun” Ini sepertinya bertentangan dengan Luke 24:50 (yaitu Betania); namun demikian, bandingkan Luk 19:29 dan 21:37 dengan Mar 11:11-12 dan 14:3. punggung bukit yang dikenal sebagai Bukit Zaitun adalah sebuah punggung bukit sepanjang 2.5 mil (4 km) sekitar 300-400 kaki (100-130 m) di atas Yerusalem yang bermula dari Betania berlawanan dengan Lembah Kidron, di seberang Bait Suci. Ini disebutkan dalam nubuatan eskatologis PL (lih. Zak 14:4). Yesus telah banyak kali bertemu dengan para murid di sana untuk berdoa dan kemungkinan berkemah.
“seperjalanan Sabat jauhnya” Jarak perjalanan yang diperbolehkan bagi seorang Yahudi di hari Sabat ditetapkan oleh para rabi (lih. Kel 16:29; Bil 35: 5). Jarak yang ditetapkan para rabi sebagai jarak maksimum bagi seseorang untuk berjalan di hari Sabat tanpa melanggar hukum Musa tersebut adalah kira-kira 2,000 hasta (atau langkah).
1:13 “ruang atas” Ini kemungkinan adalah lokasi yang sama dengan Perjamuan Terakhir (lih. Luk 22:12; Mar 14:14-15). Tradisi mengatakan bahwa ini adalah lantai atas (lantai tingkat 2 atau 3) dari rumah Yohanes Markus (lih. Kis 12:12), yang menuliskan kenangan-kenangan akan Petrus ke dalam Injil Markus. Pastilah ini merupakan suatu ruangan yang besar yang bisa menampung 120 orang.
“mereka” Ini adalah satu dari empat daftar para Rasul (lih. Mat 10:2-4; Mar 3:16-19; dan Luk 6:14-16).