PEMBAGIAN PARAGRAF DARI TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN
TOPIK KHUSUS: ZAMAN INI DAN ZAMAN YANG AKAN DATANG
Para nabi PL melihat masa depan melalui kepanjangan dari sekarang. Bagi mereka masa depan adalah suatu pemulihan Israel geografis, Padahal, bahkan mereka telah melihat hari baru. (lih. Yes 65:17; 66:22).
“demikianlah firman Allah” Codex Bazae, MS D, mempunyai kurios (Lord). Apakah Kurios menunjuk pada YHWH PL atau pada Yesus, sang Mesias? Sangatlh mungkin bahwa Theos (Allah) adalah suatu upaya si penyalin untuk menjernihkan si pembicara.
"AKU AKAN MENCURAHKAN ROH-KU KE ATAS SEMUA MANUSIA” Catat elemen universalnya (lih. ay 39). Semuruh batasan-batasan tradisional lama runtuh dalam Kristus (lih. I Kor 12:13; Gal 3:28; Ef 3:6; Kol 3:11). Walaupun tak ada perbeaan Yahudi-Bukan Yahudi disebutkan dalam Yoel 2, perhatikan ay 38, yang mengisyaratkan tak adanya perbedaan. YHWH membagika RohNya kepada semua manusia yang diciptakan dalam gambarNya (secara hurufiah, “semua daging”), yang ditegaskan dalam Kej 1:26-27.
“‘ANAK-ANAKMU LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN AKAN BERNUBUAT… LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN AKAN
KUCURAHKAN ROH-KU’” Perhatikan bahwa tak ada pembedaan atas dasar jenis kelamin.
Dengan penolakan secara sengaja yang terus menerus terhadap YHWH oleh keturunan Abraham (bahkan setelah pembuangan) suatu paradigma baru berkembang dalam tulisan-tulisan perwahyuan Yahudi di antara dua perjanjian (yaitu, I Henokh, IV Ezra, II Barukh). Tulisan-tulisan ini mulai membedakan antara dua jaman: jaman jahat sekarang yang didominasi oleh setan dan jaman kebenaran yang akan datang yang didominasi oleh Roh dan diresmikan oleh Mesias (seringkali seorang ksatria perkasa).
Dalam bidang teologia ini (eskatologi) adasuatu perlembangan yang nyata. Para teolog menyebutnya “perwahyuan progresif.” PB meneguhkan realita kosmik dua jaman yang baru ini (yaitu, dualisme sementara):
Yesus Paulus Ibrani
Matius 12:32 Roma 12:2 1:2 Matius 13:22 & 29 I Kor 1:20; 2:6,8; 3:18 6:5 Markus 10:30 II Kor 4:4 11:3 Lukas 16:8 Galatia 1:4 Lukas 18:30 Ef 1:21; 2:1,7; 6:12 Lukas 20:34-35 I Tim 6:17 II Tim 4:10 Titus 2:12
Dalam teologia PB keduazaman Yahudi ini telah saling bertumpang tindih karena prakiraan yang tak terduga dan terabaikan mengenai dua kedatangan dari Mesias. Inkarnasi Yesus menggenapi nubuatan-nubuatan PL mengenai peresmian dari zaman baru. Namun demikian, PL juga melihat kedatanganNya sebagai Hakim dan Penakluk, namun Ia datang pertama-tama sebagai Hamba yang Menderita (lih. Yes 53), rendah hati dan lemah lembut (lih. Zak 9:9). Ia akan kembali berkuasa tepat seperti diprakirakan PL (lih. Wah 19). Penggenapan dua tahap ini menyebabkan Kerajaan menjadi ada sekarang (diresmikan), namun di masa depan (belum disempurnakan sepenuhnya). Inilah ketegangan yang sudah namun belum dari PB!
TOPIK KHUSUS: WANITA-WANITA DALAM ALKITAB I. Perjanjian Lama
A Secara Adat Istiadat , wanita dianggap sbagai suatu harta milik. 1. dicakup dalam daftar milik (Kel 20:17)
2. perlakuan terhadap budak wanita (Kel 21:7-11)
3. sumpah wanita bisa dibatalkan oleh laki-laki yang bertanggung jawab social (Bil 30) 4. wanita sebagai tawanan perang (Ul 20:10-14; 21:10-14)
B. Dalam praktek terdapat suatu kebersamaan
1. laki-laki dan perempuan diciptakan dalam gambar Allah (Kejadian 1:26-27) 2. hormatilah ibu dan bapamu (Keluaran 20:12 [Ul 5:16])
3. hormatilah ibu dan bapamu (Imamat 19:3; 20:9)
5. anak perempuan mendapatkan hak waris (Bilangan 27:1-11) 6. bagian dari umat perjanjian (Ulangan 29:10-12)
7. memperhatikan didikan ayah dan ibu (Amsal 1:8; 6:20)
8. anak-anak Heman (keluarga Lewi) memimpin musik di Bait Allah (I Tawarikh 25:5-6) 9. anak laki-laki dan perempuan akan bernubuat di jaman baru (Yoel 2:28-29)
C. Wanita dalam peranan sebagai pemimpin.
1. Saudara perempuan Musa, Miryam, disebut sebagai seorang nabiah (Keluaran 15:20-21) 2. Wanita-wanita yang dikaruniai Allah untuk membangun Tabernakel (Keluaran 35:25-26) 3. Debora, seorang nabiah, (lih. Hak 4:4), memimpin semua suku (Hak 4:4-5; 5:7)
4. Hulda adalah seorang nabiah yang dipanggil Raja Yosia untuk membaca dan menafsirkan “Kitab Hukum” yang baru saja ditemukan (II Raj 22:14; II Taw 34:22-27)
5. Ruth, seorang wanita yang saleh, adalah nenek moyang Daud.
6. Ratu Ester, wanita yang saleh, menyelamatkan orang Yahudi di Persia II. Perjanjian Baru
A. Secara adat, wanita, baik dalam dunia Yudaisme dan Yunani Romawi dianggap sebagai warga kelas dua dengan hanya memiliki sedikit hak atau keistimewaan (kecuali Makedonia).
B. Wanita-wanita yang berperan sebagai pemimpin
1. Elisabeth dan Maria, wanita-wanita saleh, menyediakan diri bagi Allah (Lukas 1-2) 2. Hanna, wanita saleh, melayani di Bait Allah (Lukas 2:36)
3. Lidia, orang percaya dan pemimpin dari sebuah gereja rumah tangga (Kisah 16:14,40) 4. Empat anak perempuan Filipus adalah para nabiah (Kis 21:8-9)
5. Febe, diaken wanita dari gereja di Kenkrea (Rom 16:1)
6. Priska (Priskila), rekan sekerja Paulus dan guru dari Apollos (Kis 18:26; Rom 16:3)
7. Maria, Trifena, Trifosa, Persis, Yulia, Saudara perempuan Nereus, beberapa wanita kawan sekerja Paulus (Rom 16:6-16)
8. Yunia (KJV), kemungkinan adalah rasul wanita (Rom 16:7) 9. Euodia dan Sintikhe, rekan sekerja Paulus (Flp 4:2-3)
III. Bagaimana orang-orang percaya moderen menyeimbangkan contoh-contoh alkitabiah yang beragam ini? A. Bagaimana seseorang bisa memisahkan kebenaran-kebenaran historis atau budaya, yang hanya berlaku pada
konteks aslinya, dari kebenaran-kebenaran kekal yang memenuhi syarat bagi seemua gereja, semua orang percaya di segala jaman?
1. Kita harus mengambil maksud dari si penulis asli yang mendapatkan ilham secara sangat serius. Alkitab adalah Firman Allah dan satu-satunya sumber bagi iman dan perbuatan.
2. Kita harus berurusan dengan naska-naskah yang terilhami, yang secara nyata sangat terkait dengan kesejarahannya.
a. kultus (yaitu. upacara dan liturgi) dari Israel (lih. Kis 15; Gal 3) b. Yudaisme abad pertama
c. pernyataan Paulus yang nyata-nyata terkait dengan kesejarahan dalam I Korintus (1) system perundangan dari bagsa kafir Romawi (I Korintus 6)
(2) tetap menjadi budak (I Kor 7:20-24) (3) pembujangan (I Kor 7:1-35) (4) keperawanan (I Kor 7:36-38)
(5) makanan yang dipersembahkan pada berhala (I Kor 10:23-33) (6) tindakan yang tidak layak pada perjamuan Tuhan (I Korintus 11)
3. Allah sepenuhnya dan secara jelas menunjukkan DiriNya kepada suatu budaya tertentu, di suatu hari tertentu. Kita haris menganggap serius perwahyuan ini, namun tidak setiap aspek akomodasi historisnya. Firman Allah ditulis dalam kata-kataNya sendiri yang disampaikan pada suatu budaya tertentu di waktu tertentu.
B. Penafsiran Alkitabiah harus mencari maksud asli si penulis. Apa yang dikatakannya pada jamannya? Hal inilah yang mendasar dan sangat menentukan bagi suatu penafsiran yang tepat. Namun lalu kita harus menerapkannya ke jaman kita. Sekarang, di sinilah permasalahannya dengan wanita dalam kepemimpinan (masalah penafsiran sesungguhnya mungkin adalah pendefinisian istilahnya). Apakah lebih banyak pelayan daripada gembala sidang yang dipandang sebagai pemimpin? Apakah diaken wanita (lih. Rom 16:1) dipandang sebagai pemimpin-pemimpin? Cukup jelas, bahwa Paulus, dalam I Kor 14:34-35 dan I Tim 2:9-15, sedang menegaskan bahwa wanita tidak seharusnya memimpin dalam penyembahan secara umum! Tetapi bagaimana saya harus menerapkannya sekarang? Saya tidak ingin budaya Paulus atau budaya saya membungkam Firman dan kehendak Allah. Kemungkinan jaman Paulus terlalu bersifat membatasi, namun juga jaman saya sekarang mungkin terlalu terbuka. Saya sangat merasa tidak nyaman untuk mengatakan bahwa kata-kata dan pengajaran Paulus adalah kebenaran yang bersifat kondisional, abad pertama, situasi dan kondisi lokal. Siapakah saya ini hingga saya harus membiarkan pikiran saya atau budaya saya menegatifkan seorang peulis yang berilham?!
Namun demikian apa yang harus saya lakukan apabila ada contoh-contoh alkitabiah mengenai pemimpin wanita (bahkan di tulisan Paulus, lih. Rom 16)? Sebuah contoh yang baik dari hal ini ialah diskusi Paulus mengenai ibadah umum dalam I Korintus 11-14. Dalam 11:5 ia nampaknya mengijinkan wanita untuk berkhotbah dan berdoa dalam ibadah umum jika kepala mereka dikerudungi, namun dalam 14:34-35 ia menuntut bahwa mereka tetap berdiam saja! Padahal ada diaken wanita (lih. Rom 16:1) dan nabiah-nabiah (lih. Kis 21:9). Keberagaman inilah yang mengijinkan kepada saya kemerdekaan untuk mengidentifikasi komentar Paulus (yang berkaitan dengan pembatasan pada wanita) terbatas hanya untuk abad pertama di Korintus dan Efesus saja. Di ke dua gereja tersebut ada permasalahan dengan wanita-wanita yang melaksanakan kemerdekaan yang baru diperolehnya (lihat Bruce Minter, Korintus Setelah Ditinggalkan
Paulus), yang dapat menyebabkan kesulitan bagi gereja mereka untuk menjangkau masyarakat mereka bagi
Kristus. Kemerdekaan mereka harus dibatasi sehingga injil dapat menjadi lebih efektif.
Jaman saya adalah lawan dari jaman Paulus. Di jaman saya injil akan menjadi terbatas jika para wanita yang lugas dan terlatih tidak diijinkan untuk memberitakannya, tak diijinkan memimpin! Apakah tujuan akhir dari ibadah umum? Bukankah penginjilan dan pemuridan? Dapatkah Allah dihormati dan disenangkan dengan para pemimpin wanita? Alkitab secara keseluruhan nampaknya berkata “Ya”!
Saya ingin tunduk pada Paulus; teologia saya terutama juga aliran Paulus. Saya tidak ingin terlalu dipengaruhi atau di manipulir oleh aliran feminisme moderen! Namun demikian, saya merasa bahwa gereja masih sangat lambat untuk menanggapi kebenaran-kebenaran alkitabiah yang nyata, seperti ketidak pantasan perbudakan, rasialisme, fanatisme dan diskriminasi berdasar jenis kelamin. Gereja juga masih sangat lambat untuk menganggapi secara tepat terhadapa masalah pelecehan wanita dalam dunia moderen ini. Allah dalam Kristus memerdekakan budak dan wanita. Saya dengan berani tidak akan membiarkan suatu naskah yang teikat budaya membelenggu mereka kembali.
Satu hal lagi: sebagai seorang penafsir saya mengetahui bahwa Korintus adalah gereja yang sangat kacau. Karunia-karunia rohani diungkit-ungkit dan di pamer-pamerkan. Para wanita barangkali terikut dengan hal ini. Saya juga percaya bahwa Efesus sedang dipengaruhi oleh guru- guru palsu yang mengambil keuntungan atas para wanita dan menggunakan mereka sebagai pengganti-pengganti pembicara dalam gereja-gereja rumah tangga di Efesus (lih. I & II Timotius).
C. Saran bagi pembacaan selanjutnya
1. Bagaimana Membaca Alkitab Untuk Mendapatkan Semua Manfaatnya oleh Gordon Fee dan Doug Stuart
(hal. 61-77)
2. Injil dan Roh: Permasalahan dalam Hermeneutik Perjanjian Baru oleh Gordon Fee
3. Kata-kata Keras dalam Alkitab oleh Walter C. Kaiser, Peter H. Davids, F. F. Bruce dan Manfred T.
“nubuat” Setidaknya ada dua cara untuk memahami istilah ini: (1) dalam surat-surat Korintus istilah ini menunjuk pada membagikan atau memproklamirkan injil (lih. 14:1; Kis 2:17); (2) kitab Kisah menyebut para nabi (lih. 12:27; 13:1; 15:32; 22:10, bahkan nabiah, 21:9), yang meramalkan masa yang akan datang.
Permasalahan dengan istilah ini adalah, bagaimana karunia nubuat PB berhubungan dengan para nabi PL? Dalam PL para nabi adalah para penulis Kitab Suci. Dalam PB tugas ini diberikan kepada ke dua belas Rasul yang mula-mula dan para pembantu mereka. Sebagaimana istilah “rasul” dipertahankan sebagai karunia yang terus berlangsung (lih. Ef 4:11), hanya dengan suatu perubahan tugas setelah kematian dari Dua belas Rasul, demikian pula dengan nabi. Pengilhaman telah berhenti, tak ada lagi Kitab Suci yang diilhami (lih. Yud 3,20). Tugas utama para nabi Perjanjian Baru adalah pemroklamasian Injil, namun juga suatu tugas berbeda, kemungkinan adalah bagaimana menerapkan kebenaran-kebenaran PB kepada situasi-situasi dan kebutuhan-kebutuhan sekarang.
“‘TERUNA-TERUNA...ORANG-ORANG… YANG TUA’” Perhatian tiadanya pembedaan usia.
2:18 “‘JUGA KE ATAS HAMBA-HAMBAKU’” Perhatikan bahwa tidak ada diskriminasi sosiekonomis. Petrus telah menambahkan istilah “nubuat” kepada nubuatan Yoel. Ini tidak ada dalam naskah Ibrani Masoretis ataupun Septuaginta Yunani, namun diisyaratkan dalam ay 17.
2:19-20 Bahasa apokaliptis ini, yang nyata karena Petrus menegaskan bahwa ini telah digenapi, namun tak satupun fenmena alamiah yang khusus ini terjadi, kecuali kemungkinan kegelapan saat Yesus di kayu salib. Ini berbicara dalam bahasa kiasan mengenai kedatangan Sang Pencipta dan Hakim. Dalam PL kedatanganNya bisa untuk pemberkatan atau penghakiman. Semua makhluk ciptaan bergetar atas pendekatanNya (lih. Yes 13:6 dst dan Amos 5:18-20). Dalam nubuatan PL tak ada pembedaan nyata antara Inkarnasi (kedatangan pertama) dan Parousia (kedatangan kedua). Orang Yahudi mengharapkan hanya satu kedatangan dan ini sebagai Hakim/Juru Selamat yang berkuasa. Sebuah buku yang sangat membantu tentang bahasa apokaliptis adalah D. Brent Sandy,
Mata Bajak dan Penajaman Kait: Memikirkan Kembali Bahasa Nubuatan dan Apokaliptis.