1. Masalah Pemantapan Dan Aktualisasi : Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Bagi Hidup Dan Kehidupan Anak Kemenakan (Sdm Masa Depan) Dengan Memfungsikan Surau Dan Sekolah/Madrasah.
2. Dampak Globalisasi Dengan Kemajuan Ilmu Teknologi Sangat Mempengaruhi Dalam Interaksi Budaya Antar Bangsa. Apalagi Jika Daya Tahan Individu Dan Masyarakat Bangsa Goyah Dan Lemah Terutama Rasa Ke Agama Dan Adat (Kultur) Sebagai Jati Diri Bangsa Itu Sendiri.
3. Masalah Etos Kerja, Disiplin Dan Kejujuran 4. Masalah Kwalitas Produk Dan Persaingan Bebas 5. Pemanfaatan Lahan Yang Ditinggal Perantau 6. Pemanfaatan Tanah Ulayat
7. Penentuan Komoditi Jual
8. Pengaturan Zakat, Wakaf, Infak Dan Sadakah Yang Produktif Dan Bukan Konsumtif
9. Peran Perantau Dan Pembangunan Ekonomi “Adat”
(Aturan, Diri, Akhlak, Tuntunannyo)
Kita Tidak Memandang/Memperlakukan Orang Lain Lebih Rendah Dari Pada Kita, Bimbingan Kaidah Adat Ialah : Nan Tuo Dimuliakan, Nan Gadang Di Hormati, Nan Ketek Disayangi, Samo Gadang Lawan Baiyo.
Adat Ialah : Suatu Lukisan Yang Tergambar Dalam Hati Manusia Sebagai Kekembangan Budi Dan Daya Yang Diperoleh Akal Dan Ilmu Didalam Bari, Alur Dan Patut Nan Manjadikan Limbago Tempat Tumbuh.
35 1. Budi : Ialah Sikap Tingkah Laku Yang Lahir Dari Alam Azal Halus Tidak
Bersisih, Putih Tidak Berkumal.
2. Akal : Ialah Perjalanan Kata Hati Melalui Pertimbangan Hati Menuju Kebenaran Panjang Indak Mangobek, Singkek Indak Mambunuah.
3. Ilmu : Ialah Kafiat Yang Tetap Bagi Hati Dan Perjalanan Ilmu, Ialah Sebagaimana Yang Diketahui Pada Adya Maka Ianya Akan Terbagi Kepada Ilmu Yang Dipahamkan Dan Ilmu Yang Diperangaikan
4. Alur : Ialah Bari Yang Lurus Dan Bertantangan Menjadi Awal Pada Suatu Yang Baik
5. Patut: Ialah Manakat Yang Lebih Kuat Datang Dari Petunjuk Gaib Meliputi Budi Halus Yang Dijalankan Oleh Ilmu Dan Akal
Wewenang Kepemimpinan Adat Dalam Mengemban Pengayoman Adat Berbunyi : “Kamanakan Barajo Kamamak, Mamak Barajo Ka Panghulu, Penghulu Barajo Ka Mufakat, Mufakat Barajo Ka Alur Patut, Alur Patut Barajo Kepada Yang Benar/Bana, Bana/Benar Berdiri Sendirinya.
Tupoksi (Tugas Pokok, Fungsi, Wewenang Dan Tanggung Jawab) Penghulu/Ninik Mamak
1. Penghulu
Yang Memegang Hukum Putuih, Biang Cabiak, Bagi Anak Kemenakan Yang Sapayuang Sasuku Atau Menjadi Anggota Maupun Pmpinan Kerapatan Adat Nagari Sesuai Dengan Anggo Tanggo Adatnyo.
2. Monti
Pembantu Penghulu Yang Bertugas Membina Dan Menyelesaikan Hal – Hal Yang Berkaitan Dengan Kehidupan Sehari – Hari Anak Kemenakan Silang Selisih Ataupun Sengketa Sako Dan Pusako Dalam Suku Dan Kaumnya, Yang Cerdik Cendikiawan, Kata Yang Akan Menjawab, Gayuang Yang Akan Menyambut, Monti Disebut Dengan Cahayo Nagari Ujuang Jari Sambuang Lida Penghulu. 3. Malin
Pembantu Penghulu Yang Bertugas Membina Syarak Menyelesaikan Segala Hal Ikhwal Yang Menyangkut Dengan Syarak, Suluah Bendang Dalam Nagari,
36 Memegang Kita Kitabullah, Tahu Dengan Nahu Dan Syaraf, Tahu Dengan Hadis Sunah Nabi Dan Berdalil Bermakna
4. Dubalang
Pembantu Penghulu Yang Berugas Menjadi Parik Paga Dalam Nagari Parik Nan Dalam Paga Nan Kokoh, Benteng Pertahanan Dalam Nagari, Kok Tibo Parang Jo Cabua, Dubalang Dipintu Mati Menanggulangi Bencana Alam Dan Hura Hara Di Nagari
5. Orang Tuo Kampuang
Sebagai Penasehat Untuk Semua Masalah Dinagari, Urang Tuo Tidak Ikut Memerintah Namun Ianya Kok Poi Tampek Batanyo Pulang Bake Babarito, Mintak Pertimbangan Oleh Orang Ompek Jinih.
Adat 4 (Empat) :
1. Adat Nan Sabana Adat :
Aturan Pokok Dan Falsafah Yang Mendasari Kehidupan Masyarakat Pendukung Adat, Yang Berlaku Turun Temurun, Tidak Terpengaruh Oleh Tempat, Waktu Dan Keadaan, Tidak Lakang Dek Paneh, Dan Tidak Lapuak Oleh Hujan, Kadar Sifat Alam Yang Melekat Padanya.
Contoh :
a. Garis Keturunan Menurut Garis Keturunan Ibu Yang Lazim Disebut Sistem Matrilinial
b. Kedudukan Harta Pusaka Tinggi, Tanah Ulayat Yang Turun Temurun Menurut Garis Keturunan Ibu/Matrilinial Yang Menjadi Milik Bersama Tidak Boleh Diperjual Belikan
c. Perkawinan Dengan Pihak Luar Suku Yang Lazim Disebut Exsogami, Suami Bertempat Tinggal Di Lingkungan Kerabat Istri Mertua
2. Adat Nan Diadatkan:
Hasil Dari Kebulatan Mufakat Pemimpin Adat Merubahnya Harus Dengan Mufakat Bulat, Keputusan Mufakat Yang Dikalikan Dalam, Digantungkan Tinggi
3. Adat Nan Taradat :
Kebiasaan Baik Yang Disepakati Bersama, Tiru Meniru, Teladan Dan Meneladani, Dalam Masyarakat Yang Boleh Ditambah Dan Dikurangi Ataupun Ditinggalkan, Selama Tidak Menyalahi Alur Dan Patut, Raso Pareso
37 Serta Anggo Tanggo Dan Harus Diambil Dengan Kata Mufakat. Adat Nan Taradat Ini Menyangkut Aturan Tingkah Laku Dan Kebiasaan Masyarakat Sehari – Hari Seperti Tata Cara Berpakaian
4. Adat Istiadat :
Aneka Kelaziman Dalam Suatu Nagari Berkaitan Dan Menyangkut Pengajuan Tahan/Melestarikan Seni Budaya Anak Nagari.
Mengganti Penghulu Ada 4 Cara : 1. Iduik Bakarilahan
Bila Seorang Penghulu Tidak Mampu Lagi, Menjalankan Pimpinan Kaum/Suku, Bukik La Tinggi Lurah La Dalam
2. Mati Batungkek Bodi
Wafat Atau Pun Meninggal Seorang Penghulu Sako Gelarnya Di Himbaukan Di Tanah Sira/Kuburan
3. Mangambang Nan Balipek
Pada Waktu Wafat/Meninggal Seorang Penghulu Tidak Terdapat Kata Sepakat Diantara Nan Satali Dara (Waris Nasab)
4. Mambangkik Batang Tarandam
Pada Waktu Wafat/Meninggal Seorang Penghulu Tidak Ada Waris Nan Satali Dara (Waris Nasab)
Istiadat Menambah Penghulu Ada 4 1. Gadang Manyimpang
Bila Anak Kamanakan Telah Berkembang
2. Menggunting Siba Baju
Bagi Anak Kemenakan Yang Hinggap Ancajam Batang, Tabang Basitumpu/Manumpu Dahan.
3. Baju Sahalai Dibagi Duo
Yaitu Dipakai Oleh Yang Setali Darah Atau Waris Nasab
4. Bungo Bakarang
Anak Kamanakan/Kaum Yang Menyanda Ke Mamak/Kepada Mamak Kesebuah Kaum.
38 Tambo Adat : Adapun Yang Bernama Penghulu Itu Barang Siapa Yang Memerintahkan Akan Kaumnya Lagi Memerintahkan Ke Akhirat, Itulah Penghulu Yang Sebenarnya.
Penghulu Terdiri 4 (Empat) : 1. Penghulu, 2. Pengalah, 3. Pengeluh, 4. Pengalar
1 Penghulu : Yang Sebenar – Benarnya Memerintahkan Kaumnya Pada Dunia Dan Akhirat, Seperti Nabi Muhammad Saw Sekalian Kelakuannya Kasih Dan Sayang Kepada Umatnya
2
Pengalah : Jikalau Benar Sekali Pun, Disalihahnya Juga Karena Pengalahnya
3
Pengeluh : Mengikut Kata Orang Saja Yang Pengalar Tidak Takut Ia Akan Menyalahi Janji Sama Allah Swt Atau Agama Islam, Itulah Penghulu Pengalar Namanya
Sifat Penghulu :
1 Sidik Jujur / Benar Tidak Merobah Dari Yang Betul Kepada Yang Salah
2 Tabligh Menyampaikan Hukum Syarak Kepada
Segala/Semua Rakyat/Masyarakat
3 Amanah Kepercayaan Tidak Menyembunyikan Hukum Syarak Kepada Yang Sepatutnya
4 Fatonah Kesempurnaan Cerdik/Cerdas Memelihara Harta Dan Agama (Sifat – Sifat Nabi Muhammad Saw “Selaras Perkataan Dengan Perbuatan” )
5 Baiak Zatnyo Keturunan Dara Yang Baik, Sudah Dewasa
6 Adil Menempatkan Sesuatu Pada Tempatnya,
Mangati/Menimbang Samo Barek, Tibo Dimato Indak Dipiciangkan, Tibo Diparuik Indak Dikampihkan, Tibo Didado Indak Dibusuangkan
7 Arif Dan
Bijaksano
Tahu Dibiang Kato Sampai, Tahu Di Tunggu Kan Manaruang, Takilek Ikan Dalam Aie, La Tantu
39 Jantan Batinonyo
8 Pemurah,
Murah Jo Maha Ditampeknyo
Murah Pado Nasehat, Murah Pado Nasehat, Murah Pada Melarang Mudorat
Filosofi Adat Minangkabau :
Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, Syarak Mangato Adat Mamakai, Alam Takambang Jadi Guru (Syarak Diamalkan, Adat Dilaksanakan).
Togak Indak Bapaliang, Duduak Indak Bakisa, Satapak Indak Baranjak, Sajari Indak Baralieh, Tabuju Lalu Tabalintang Patah.
Barang Siapa Yang Mengingkari Ikrar Yang Demikian, Pai Indak Barago Disuruah, Kalua Indak Barago Bahalau, , Tinggakan Rumah Tinggakan Kampuang, Carilah Bumi Tampek Diam, Carilah Alam Tampek Iduik, Tidak Banamo Lagi Masyarakat Hukum Adat Minangkabau.
Syarak Yang Mangato Aqimusholata Wa‟atuzzakata
Tegakkan Sholat Dan Tunaikan Zakat Wamaanu Wa‟amilu Ussolihati
Beriman Dan Beramal Dengan Ilmu
Adat Nan Dipakai :
Tengganglah Raso, Lakukan Periksa, Gunakan Etika, Pakailah Logika, Miliki Imtaq (Iman Dan Taqwa), Raihlah Iptek (Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi), Kerajakan Zikir, Fungsikan Fikiran.
Tali Tigo Sapilin Tungku Tigo Sajarangan 1. Niniak Mamak Wadahnyo Adat/Hukum Adat
2. Alim Ulama Wadahnyo Yaitu Agama Islam, Al-Qur‟an Dan Hadis
3. Cadiak Pandai Wadahnyo Ilmu, Peraturan Perundang – Undangan Hukum Yang Berlaku
40 Tupoksi (Tugas Pokok, Fungsi, Wewenang Dan Tanggung Jawab) Tali Tigo Sapilin Tungku Tigo Sajarangan
1. Niniak Mamak
Nan Gadang Basa Batuah Nan Dianjuang Tinggi, Mambalah Maampalau, Mamapek Mandatakan, Mamacik Naraco Adie/Adil, Mamagang Bungka Nan Piawai
2. Cadiak Pandai
Nan Cadiak Biopori Tahu Jo Ereng Jo Gendeng, Tau Jo Caka Jo Kaik, Pandai Manarah Manalakang, Pandai Marapek Dalam Aie, Mambuhu Indak Mambuku, Mauleh Indak Mangasan.
3. Alim Ulama
Suluah Bendang Dalam Nagari, Palito Nan Tak Amua Padam, Duduaknyo Bacamin Kitab Tagaknyo Nan Rintang Jo Pituah.
Dalam Kehidupan Orang Minang Adalah Kebersamaan Dalam Kelompok, Segala Urusan Individu (Perorangan) Menjadi Tanggung Jawab Kelompok, Orang Minang Tidak Mengenal Kebiasaan Mutlak Kehiduoan Pribadi.
Konsep Kepemimpinan Tali Tigo Sapilin Tungku Tigo Sajarangan.
Bahwa Seseorang Pemimpin Adat Atau Pemimpin Masayarakat Minangkabau, Haruslah Punya Karakteristik Kepribadian Yang Utuh, Ia Adalah Orang Yang Bertaqwa Kepada Allah Swt Tuhan Yang Maha Esa Dan Dalam Kehidupannya Sehari – Hari Taat Melaksanakan Perintah Agama Berdasarkan Al-Qur‟an Dan Hadis. Dalam Dirinya Tercermin Budi Luhur Sebagai Seorang Penghulu (Datuk) Sehingga Tingkah Lakunya Itu Membuatnya Seorang Yang Dihargai, Dihormati, Disegani, Dianjung Tinggi Diambang Gadang.
Pada Waktu Yang Sama Ia Adalah Cendikiawan Orang Yang Berilmu Pengetahuan Keduniaan, Pengetahuan Adat, Tetapi Tahu Pula Tentang Ilmu Keakhiratan.
41 Dengan Kata Lain Sesungguhnya Pada Satu Diri Terdapat Tiga Unsur Tersebut (Ninik Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai).
Kepemimpinan Tali Tigo Sapilin Tungku Tigo Sajarangan Adalah Kepemimpinan Bersama Dalam Sebuah Masyarakat Yang Terdiri Dari Ninik Mamak, Alim Ulama Dan Cadiak Pandai.
Cadiak Pandai
Cadiak : Berhubungan Erat Dengan Akal Pikiran Atau Kecerdasan Otak. Pandai : Berhubungan Erat Dengan Keahlian Profesional Atau Keterampilan Seseorang.
Bundo Kanduang
Sama Dengan Bundo : Ibu, Kanduang = Sejati, Jadi Ibu Yang Sejati.
Bundo Kanduang Merupakan Sebuah Simbol Dari Sistem Matrilinial (Masyarakat Minangkabau Mengikuti Keturunan Menurut Garis Ibu).
Bundo Kanduang = Ibu Sejati Yang Berfungsi Melanjutkan Keturunan Suatu Kaum Bila Anak Laki – Laki Adalah Calon Penghulu Bagi Kaumnya Dan Mamak Bagi Kemenakannya. Bila Dilahirkan Anak Perempuan Merupakan Calon Bundo Kanduang Berikutnya Atau Mandeh (Perempuan Yang Dituakan Oleh Kaumnya).
Bundo Kanduang
Limpapeh Rumah Nan Gadang, Sumarak Dalam Kampuang, Hiasan Dalam Nagari, Kok Hiduik Tampek Banasa, Kok Mati Tampek Baniat, Kaundang – Undang Ka Madinah, Ka Payuang Panji Ka Sarugo, Cahayo Rumah Salendang Dunia.
Perangkat Ninik Mamak Penghulu Pucuk : 1 Penghulu Suku : 4 Penghulu Andiko : 8 Manti : 12 Malin : 12 Dubalang : 12 Jumlah 49
Tungganai Rumah Adat : 92
Suku : 4
Kampuang : 12
42 TUO KAMPUANG, BUNDO KANDUANG, TUNGGANAI RUMAH ADAT
JINI NAN AMPEK : 1. IMAM, 2. KHATIB, 3. BILAL, 4. KADHI
DAFTAR ORANG EMPAT JINIH (DATUK EMPAT SUKU)