• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peran Kepemimpinan dan Kompensasi Terhadap Karyawan Perum BULOG Divisi Regional Sumatera Utara

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Peran Kepemimpinan dan Kompensasi Terhadap Karyawan Perum BULOG Divisi Regional Sumatera Utara"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

Dharma, Agus (2003). Manajemen Supervisi. Edisi kelima, Cetakan kelima, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada

Hamalik, Oemar (2005). Manajemen Pelatihan dan Ketenaga Kerjaan. Edisi pertama, Cetakan ketiga, Jakarta : PT Bumi Aksara

Handoko, T. Hani (2003). Manajemen. Edisi kedelapanbelas, Yogyakarta : BPFE

Mangkunegara, Anwar Prabu (2011). Manajemen Sumber Daya Manusia

Perusahaan. Cetakan kesepuluh, Bandung : PT Bumi Aksara

Nawawi, Hadari (2008). Manajemen Sumber Daya Manusia untuk bisnis yang

kompetitif. Edisi ketujuh, Yogyakarta : PT Bumi Aksara

Rivai, Veithzal (2009). Manajemen Sumber Daya Manusia untuk perusahaan dari

teori ke praktek. Edisi pertama, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada

____________ (2010). Kepemimpinan dan perilaku organisasi. Cetakan ketujuh, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada

Sutrisno, Edy (2009). Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi pertama, Cetakan pertama, Jakarta : Kencana Prenada Media Group

Usman, Husaini (2011). Manajemen Teori, Praktek dan Riset. Edisi ketiga, Cetakan ketiga, Jakarta : PT Bumi Aksara

(2)

A. Uraian Teoritis 1. Kepemimpinan

a. Pengertian Kepemimpinan

Dalam suatu organisasi, faktor kepemimpinan memegang peranan yang

penting karena pemimpin itulah yang akan menggerakkan dan mengarahkan

organisasi dalam mencapai tujuan dan sekaligus merupakan tugas yang tidak

mudah, karena harus memahami setiap perilaku bawahan yang berbeda-beda.

Kepemimpinan merupakan kemampuan untuk mempengaruhi atau memerintah

seseorang dalam melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai tutjuan yang telah

ditetapkan.

Menurut Dharma (2003:136) mengatakan bahwa kepemimpinan adalah

proses mempengaruhi seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan

dalam situasi tertentu. Menurut Yaverbaum dan Sherman (dalam Usman,

2011:281) kepemimpinan adalah tindakan mendapatkan kerja sama dari orang

untuk mencapai tujuan, jadi jika anda dapat membuat orang lain bekerja sama

untuk mencapai tujuan maka anda dapat disebut sebagai pemimpin. Menurut

Rivai (2010:2) mendefenisikan sebagai berikut :

“Kepemimpinan secara luas adalah proses mempengaruhi dalam menentukan

tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan,

(3)

Dalam teori-teori di atas, dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah

suatu proses kegiatan seseorang untuk menggerakkan orang lain dengan cara

memimpin , membimbing, memenuhi orang lain, untuk melakukan sesuatu agar

dicapai hasil yang diharapkan.

b. Teori Kepemimpinan

Menurut Hamalik (2005:169) ada dua teori yang menjelaskan konsep

kepemimpinan :

1) Teori manusia harismatik (the great man theory)

Kepemimpinan merupakan kualitas perorangan. Individu tertentu memiliki

kepribadian dan kecerdasan yang secara otomatis dapat menempatkannya

sebagai pemimpin kelompok atau organisasi. dia merupakan magnitisme

pribadi dan penampilan hipnotik. Kepribadian yang kharismatis itu

menyebabkan tiap orang mengakui dan dengan rela hati mengikutinya sebagai

pemimpin. Penampilan pribadi seolah-olah merupakan mistik, sehingga

dipandang sebagai pemimpin pada jamannya.

2) Teori kelompok (the group theory)

Kepemimpinan ditentukan oleh kelompok. Seseorang menjadi pemimpin

karena dia mampu memenuhi kebutuhan kelompok berkat kemampuan

pengetahuan dan perlengkapan. Bila kebutuhan kelompok berubah maka

pemimpin juga harus berubah. Ini berarti, kepemimpinan ditentukan oleh

(4)

c. Faktor-faktor Kepemimpinan

Menurut Fiedler (dalam Sutrisno 2009:224) faktor yang mempengaruhi

kepemimpinan :

1) Hubungan Antara pemimpin dengan bawahan

2) Derajat susunan tugas

3) Kedudukan kekuasaan seorang pemimpin

d. Indikator Kepemimpinan

Menurut Keith Davis (dalam Handoko 2003:297) ada beberapa indikator

kepemimpinan :

1) Kecerdasan

Seorang pemimpin mempunyai tingkat kecerdasan yang lebih tinggi

dibandingkan dengan yang dipimpinnya.

2) Kedewasaan dan keluasan hubungan sosial

Pemimpin cenderung matang dan mempunyai emosi yang stabil dan

mempunyai perhatian yang luas terhadap aktivitas-aktivitas sosial.

3) Motivasi diri dan dorongan berprestasi

Para pemimpin secara relatif mempunyai dorongan motivasi yang mendorong

untuk berprestasi.

4) Sifat-sifat hubungan kemanusiaan

Pemimpin-pemimpin yang berhasil mau mengakui kesalahan, saling

menghormati para pengikutnya, dan mampu berpihak kepada yang benar.

(5)

1) Kemampuan dalam kedudukannya sebagai pengawas (supervisor ability)

atau pelaksanaan fungsi-fungsi dasar manajemen, terutama pengarahan

dan pengawasan pekerjaan orang lain.

2) Kebutuhan akan prestasi dalam pekerjaan, mencakup pencarian tanggung

jawab dan keinginan sukses.

3) Kecerdasan, mencakup kebijakan, pemikiran kreatif dan daya pikir.

4) Ketegasan (desiveness) atau kemampuan untuk membuat

keputusan-keputusan dan memecahkan masalah-masalah dengan cakap dan tepat.

5) Kepercayaan diri, atau pandangan terhadap dirinya sebagai kemampuan

menghadapi masalah.

6) Inisiatif, atau kemampuan untuk bertindak tidak tergantung,

mengembangkan serangkaian kegiatan dan menentukan cara-cara baru

atau inovasi.

e. Kepemimpinan pada BULOG

Tipe kepemimpinan yang diterapkan oleh pimpinan di BULOG adalah

gaya demokratis. Kepemimpinan demokratis berorientasi pada manusia dan

memberikan bimbingan yang efisien kepada para pengikutnya. Terdapat

koordinasi pekerjaan pada semua bawahan, dengan penekanan pada rasa tanggung

jawab internal (pada diri sendiri) dan kerja sama yang baik. Kekuatan

kepemimpinan demokratis tidak terletak pada pemimpinnya akan tetapi terletak

pada partisipasi aktif dari setiap warga kelompok.

Kepemimpinan demokratis menghargai potensi setiap individu, mau

(6)

spesialis dengan bidangnya masing-masing. Mampu memanfaatkan kapasitas

setiap anggota seefektif mungkin pada saat-saat dan kondisi yang tepat.

Kegiatan pendidikan dan pelatihan salah satu proses pengembangan

sumber daya manusia yang dilakukan oleh perusahaan dalam rangka

meningkatkan kemampuan personilnya, baik dari sisi knowledge, skill maupun

attitude. Hal inilah disadari penuh oleh manajemen Perum BULOG, yang

kemudian ditindaklanjuti oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan BULOG

(Pusdiklat) dengan menyelenggarakan berbagai pelatihan.

Kepala Pusdiklat Perum BULOG, Widodo Hamungkasih berharap diklat

ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh peserta untuk menggali

pengetahuan serta wawasan sehingga terjadi peningkatan kompetensi pada

masing-masing personil. Kepemimpinan pada BULOG harus mencakup beberapa

karakter, yaitu :

1) Menguasai konsep pangan

2) Memahami fungsi manajerial

3) Bisa mengayomi dan membimbing bawahan sekaligus menjadi sahabat

4) Dapat menjadi kompetitor (pesaing) dalam rangka meningkatkan

pengembangan perusahaan

3. Kompensasi

a. Pengertian Kompensasi

Kompensasi merupakan balas jasa yang diberikan oleh

(7)

memberikan kepuasan bagi karyawan dan memungkinkan perusahaan

memperoleh, mempekerjakan, dan mempertahankan karyawan.

Bagi organisasi/perusahaan, kompensasi memiliki arti penting karena

kompensasi mencerminkan upaya organisasi dalam mempertahankan dan

meningkatkan kesejahteraan karyawan. Pengalaman menunjukkan bahwa

kompensasi yang tidak memadai dapat menurunkan prestasi kerja, motivasi kerja,

dan kepuasan kerja karyawan.

Menurut Singodimejo (dalam Sutrisno, 2009:182) mengemukakan

kompensasi adalah semua balas jasa yang diterima seorang karyawan dari

perusahaannya sebagai akibat dari jasa/tenaga yang telah diberikannya pada

perusahaan tersebut. Menurut Wibowo (2010:348) kompensasi merupakan

kontraprestasi terhadap penggunaan tenaga atau jasa yang telah diberikan oleh

tenaga kerja. Menurut Sikula (dalam Mangkunegara, 2011:83) kompensasi

merupakan sesuatu yang dipertimbangkan sebagai sesuatu yang sebanding dalam

kepegawaian, hadiah yang bersifat uang merupakan kompensasi yang diberikan

kepada pegawai sebagai penghargaan dari pelayanan mereka.

Dari pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kompensasi

adalah balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan sebagai

penghargaan atas apa yang diberikan oleh karyawan kepada perusahaan.

Kompensasi yang teratur dan layak diberikan kepada karyawan, berfungsi sebagai

kelangsungan perusahaan yang dilakukan oleh sumber daya manusia. Dalam hal

ini penentuan besarannya kompensasi sangat penting agar karyawan merasa puas

(8)

Manajemen kompensasi menurut Rivai (2009:743-745) memiliki tujuan

sebagai berikut :

1) Memperoleh SDM yang berkualitas

Kompensasi yang cukup tinggi sangat dibutuhkan untuk memberi daya tarik

kepada para pelamar. Tingkat pembayaran harus responsif terhadap penawaran

dan permintaan pasar kerja karena para pengusaha berkompetisi untuk

mendapatkan karyawan yang diharapkan.

2) Mempertahankan karyawan yang ada

Para karyawan dapat keluar jika besaran kompensasi tidak kompetitif dan

akibatnya akan menimbulkan perputaran karyawan yang semakin tinggi.

3) Menjamin keadilan

Manajemen kompensasi selalu berupaya agar keadilan internal dan eksternal

dapat terwujud. Keadilan internal mensyaratkan bahwa pembayaran dikaitkan

dengan nilai relatif sebuah pekerjaan sehingga pekerjaan yang sama dibayar

dengan besaran yang sama. Keadilan eksternal berarti pembayaran terhadap

pekerja merupakan yang dibandingkan dengan perusahaan lain di pasar kerja.

4) Penghargaan terhadap perilaku yang diinginkan

Pembayaran hendaknya memperkuat perilaku yang diinginkan dan bertindak

sebagai insentif untuk perbaikan perilaku di masa depan, rencana kompensasi

efektif, menghargai kinerja, ketaatan, pengalaman, tanggung jawab, dan

(9)

5) Mengendalikan biaya

Sistem kompensasi yang rasional membantu perusahaan memperoleh dan

mempertahankan para karyawan dengan biaya yang beralasan.

6) Mengikuti aturan hukum

Sistem gaji dan upah yang sehat mempertimbangkan faktor-faktor legal yang

dikeluarkan pemerintah dan menjamin pemenuhan kebutuhan karyawan.

7) Memfasilitasi pengertian

Sistem manajemen kompensasi hendaknya dengan mudah dipahami oleh

spesialis SDM, manajer operasi, dan para karyawan.

8) Meningkatkan efesiensi administrasi

Program pengupahan dan penggajian hendaknya dengan mudah dirancang

untuk dapat dikelola dengan efisien, membuat sistem informasi SDM optimal,

meskipn tujuan ini hendaknya sebagai pertimbangan sekunder dibanding

dengan tujuan-tujuan lain.

b. Faktor-faktor yang mempengaruhi Kompensasi

Menurut Magginson (dalam Mangkunegara, 2011:84-85) ada enam faktor

yang mempengaruhi kebijakan kompensasi, yaitu :

1) Faktor pemerintah

Peraturan pemerintah yang berhubungan dengan penentuan standar gaji

minimal, pajak penghasilan, penetapan harga bahan baku, biaya

transportasi/angkutan, inflasi maupun devaluasi sangat mempengaruhi

perusahaan dalam menentukan kebijakan kompensasi pegawai.

(10)

Kebijakan dalam menentukan kompensasi dapat dipengaruhi pula pada saat

terjadinya tawar menawar mengenai besarannya upah yang akan diberikan oleh

kepada pegawainya. Hal ini terutama dilakukan oleh perusahaan dalam

merekrut pegawai yang mempunyai keahlian dalam bidang tertentu yang sangat

dibutuhkan di perusahaan.

3) Standar dan biaya hidup pegawai

Kebijakan kompensasi perlu mempertimbangkan standar dan biaya hidup

minimal pegawai. Hal ini karena kebutuhan dasar pegawai harus terpenuhi.

Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar pegawai akan memungkinkan pegawai

dapat bekerja dengan penuh motivasi untuk mencapai tujuan perusahaan.

4) Ukuran perbandingan upah

Kebijakan dalam menentukan kompensasi dipengaruhi juga oleh ukuran besar

kecilnya perusahaan, tingkat pendidikan pegawai, masa kerja pegawai. Artinya,

perbandingan tingkat upah pegawai perlu memperhatikan tingkat pendidikan,

masa kerja, dan ukuran perusahaan.

5) Permintaan dan persediaan

Dalam menentukan kebijakan kompensasi pegawai perlu mempertimbangkan

persediaan dan permintaan pasar. Artinya, kondisi pasar disaat itu dijadikan

pertimbangan dalam menentukan tingkat upah pegawai.

6) Kemampuan membayar

Dalam menentukan kebijakan kompensasi pegawai perlu didasarkan pada

(11)

Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi kompensasi menurut

Sutrisno (2009:191) adalah :

1) Tingkat biaya hidup

Kompensasi yang diterima seorang karyawan baru mempunyai arti bila dapat

digunakan untuk memenuhi kebutuhan fisik minimum. Kebutuhan fisik

minimum karyawan yang tinggal di luar kota besar akan jauh berbeda dengan

kebutuhan fisik minimum bagi karyawan yang tinggal di kota kecil.

2) Tingkat kompensasi yang berlaku di perusahaan lain

Dewasa ini transportasi semakn lancer, arus informasi tidak mungkin dapat

dibendung lagi. Termasuk informasi tentang kompensasi yang berlaku di

perusahaan lain untuk macam kegiatan yang sama, cepat diketahui. Bila tingkat

kompensasi yang diberikan kepada karyawan lebih rendah dari yang dapat

diberikan oleh perusahaan lain untuk pekerjaan yang sama, maka akan dapat

menimbulkan rasa yang tidak puas di kalangan karyawan, yang dapat berakhir

dengan banyaknya tenaga potensial meninggalkan perusahaan.

3) Tingkat kemampuan perusahaan

Perusahaan yang memiliki kemampuan tinggi akan dapat membayar tingkat

kompensasi yang tinggi pula bagi karyawannya. Sebaliknya, perusahaan yang

tidak mampu tentu tidak mungkin dapat membayar tingkat kompensasi yang

diharapkan para karyawan.

4) Jenis pekerjaan dan besar kecilnya tanggung jawab

Jenis pekerjaan biasanya akan menentukan besar kecilnya tanggung jawab para

(12)

dengan tanggung jawab yang lebih besar, tentu akan diimbangi dengan tingkat

kompensasi yang lebih besar pula.

5) Peraturan perundang-undangan yang berlaku

Suatu perusahaan akan selalu terikat pada kebijaksanaan dan peraturan yang

dikeluarkan oleh pemerintah, termasuk pula tingkat kompensasi yang diberikan

kepada para karyawan. Pemerintah menetapkan bahwa kompensasi yang

diberikan oleh suatu perusahaan haruslah dapat memenuhi kebutuhan fisik

minimum para karyawan.

6) Peranan serikat baru

Dalam masyarakat kita, keberadaan serikat pekerja yang ada dalam

perusahaan-perusahaan dirasa penting. Ia akna data menjembatani kepentingan para

karyawan denga kepentingan perusahaan.

c. Indikator Kompensasi

Pada umumnya manusia bekerja untuk memenuhi dan mencari kebutuhan

hidupnya. Manusia sebagai pekerja atau karyawan member kontribusi kepada

perusahaan berupa tenaga, keterampilan atau skill dala proses produksi

perusahaan.

Sebaliknya perusahan memberikan imbalan atau kompensasi baik dalam bentuk

materi maupun non materi. Dari imbalan yang diberikan perusahaan dapat

menjadi indikator apakah karyawan memiliki kesejahteraan atas hasil kerja

mereka dan apakah dengan imbalan tersebut mampu memenuhi kebutuhan hidup

(13)

Komponen-komponen yang dapat dijadikan kompensasi menurut Rivai

(2009:744) :

1) Gaji

Yaitu balas jasa dalam bentuk uang yang diterima karyawan sebagai

konsekuensi dari kedudukannya sebagai seorang karyawan yang memberikan

sumbangan tenaga dan pikiran dalam mencapai tujan suatu perusahaan.

2) Upah

Yaitu imbalan finansial langsung yang dibayarkan kepada karyawan

berdasarkan jam kerja, jumlah barang yang dihasilkan atau banyaknya

pelayanan yang diberikan.

3) Insentif

Yaitu imbalan langsung yang dibayarkan kepada karyawan karena kinerjanya

melebihi standar yang ditentukan.

Menurut Nawawi (2008:338) mengatakan kompensasi yang diindikatori

oleh :

1) Aspek ketepatannya

Kompensasi harus tepat sasaran. Sasaran pertama adalah diberikan pada pekerja

yang tepat, terutama yang berprestasi. Sasaran kedua untuk kegiatan yang tepat,

dalam arti diberikan bentuk yang relevan.

2) Aspek kelayakan/keadilan

Aspek ini dimaksudkan dalam pemberian kompensasi tidak langsung apabila

dalam bentuk barang atau uang yang harus memadai dalam artian cukup

(14)

3) Aspek pembiayaan yang terkontrol dan seimbang

Meskipun keuntungan perusahaan cukup besar, tidak harus dibayar secara

berlebih-lebihan. Penyediaan pembiayaan yang terkontrol dan seimbang dengan

kontribusi setiap pekerja akan dapat dilakukan melalui perencanaan

kompensasi.

d. Kompensasi pada BULOG

BULOG memakai kompensasi langsung, kompensasi tidak langsung, dan

insentif pada setiap karyawannya. Kompensasi langsung, berupa

pernghargaan/ganjaran yang disebut gaji atau upah, yang dibayar secara tetap

berdasarkan tenggang waktu yang tetap. Kompensasi tidak langsung, berupa

pemberian bagian keuntungan/manfaat bagi para pekerja di luar gaji atau upah

tetap, dapat berupa uang atau barang. Insentif, berupa penghargaan/ganjaran yang

diberikan untuk memotivasi para pekerja agar produktivitas kerjanya tinggi,

sifatnya tidak tetap atau seaktu-waktu.

Program kompensasi atau balas jasa umumnya bertujuan untuk

kepentingan perusahaan, karyawan dan masyarakat. Supaya tercapai dan

memberikan kepuasan bagi semua pihak hendaknya program kompensasi

berdasarkan prinsip adil dan wajar.

Hubungan gaya kepemimpinan dan kompensasi Perum BULOG Divre

Sumut adalah :

1) Kepemimpinan pada BULOG dapat menuntut karyawan yang memperoleh

(15)

2) Kepemimpinan pada BULOG juga dapat mengatur kompensasi pada

setiap karyawan sesuai dengan perkembangan ekonomi.

3) Kepemimpinan pada BULOG dapat mengatur keadilan seperti punishment

(pemotongan gaji) apabila karyawan sering terlambat atau bolos kerja, dan

rewards (gaji promosi) apabila BULOG memiliki karyawan yang sangat

(16)

A. Kesimpulan

Dapat ditarik kesimpulan dari hasil yang dibahas sebagai berikut :

1) Gaya kepemimpinan yang digunakan di BULOG adalah gaya

kepemimpinan demokratis. Gaya ini melibatkan karyawan dalam

mengambil keputusan sehingga karyawan merasa dihargai dan keputusan

yang diambil adalah keputusan bersama.

2) Kompensasi pada BULOG dengan memberi upah dan insentif untuk

mensejahterakan kehidupan karyawan selain daripada gaji yang mereka

terima untuk memberikan hasil yang baik atau sempurna bagi perusahaan.

B. Saran

1) Kepemimpinan yang sudah baik harus dipertahankan sehingga karyawan

dapat bekerja secara maksimal.

2) Kompensasi yang layak dan tepat maka karyawan akan semansgat, tulus

(17)

A. Sejarah Ringkasan Perum BULOG Divre Sumut

Perjalanan perum BULOG dimulai pada saat dibentuknya BULOG pada

tanggal 10 Mei 1967 berdasarkan keputusan presidium kabinet No.

114/U/Kep/5/1967, dengan tujuan pokok untuk mengamankan penyediaan pangan

dalam rangka menegakkan eksistensi pemerintah baru.Selanjutnya direvisi

melalui Keppres No. 39 tahun 1969 tanggal 21 januari 1969 dengan tugas pokok

melakukan stabilisasi harga beras, dan kemudian direvisi kembali melalui

Keppres No.39 tahun 1987, yang dimaksudkan untuk menyongsong tugas

BULOG dalam rangka mendukung pembangunan komoditas pangan yang multi

komoditas. Perubahan berikutnya dilakukan melalui Keppres No. 103 tahun 1993

yang memperluas tanggung jawab BULOG mencakup koordinasi pembangunan

pangan dan meningkatkan mutu gizi pangan, yaitu ketika kepala BULOG

dirangkap oleh menteri Negara urusan pangan.

Pada tahun 1995, keluar Keppres No. 50, untuk menyempurnakan struktur

organisasi BULOG yang pada dasarnya bertujuan untuk lebih mempertajam tugas

pokok, funsi serta peran BULOG. Oleh karena itu, tanggung jawab BULOG lebih

difokuskan pada peningkatan stabilisasi dan pengelolaan persediaan bahan pokok

dan pangan. Tugas pokok BULOG sesuai Keppres tersebut adalah mengendalikan

harga dan mengelola persediaan beras, gula, gandum, terigu, kedelai, pakan dan

(18)

pangan lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam rangka

menjaga kestabilan harga bahan pangan bagi produsen dan konsumen serta

memenuhi kebutuhan pangan berdasarkan kebijaksanaan umum pemerintah.

Namun tugas tersebut berubah dengan dikeluarkannya Keppres No. 45 tahun

1997, dimana komoditas yang dikelola BULOG dikurangi dan tinggal beras dan

gula. Kemudian melalui Keppres No. 19 tahun 1998 tanggal 21 januari 1998,

pemerintah mengembalikan tugas BULOG seperti Keppres No. 39 tahun 1968.

Selanjutnya melalui Keppres No. 19 tahun 1998, ruang lingkup komoditas

BULOG kembali dipersempit seiring dengan kesepakatan yang diambil oleh

pemerintah dengan pihak IMF yang tertuang dalam letter of intent.

Dalam Keppres tersebut, tugas pokok BULOG dibatasi hanya untuk

menangani komoditas beras. Sedangkan komoditas lain yang dikelola selama ini

dilepaskan ke mekanisme pasar. Arah pemerintah mendorong BULOG menuju

suatu bentuk badan usaha mulai terlihat dengan terbitnya Keppres No. 29 tahun

2000, dimana didalamnya tersirat BULOG sebagai organisasi transisi (tahun

2003) menuju organisasi yang bergerak dibidang jasa logistic disamping masih

menangani tugas tradisionalnya. Pada Keppres No. 29 tahun 2000 tersebut, tugas

pokok BULOG adalah melaksanakan tugas pemerintah dibidang manajemen

logistic melalui pengelolaan persediaan, distribusi dan pengendalian harga beras

(mempertahankan Harga Pembelian Pemerintah-HPP), serta usaha jasa logistic

sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Arah perubahan

tersebut semakin kuat dengan keluarnya Keppres No. 166 tahun 2000, yang

(19)

Keppres No. 03 tahun 2002 tanggal 7 januari 2002 dimana tugas pokok BULOG

masih sama dengan ketentuan dalam Keppres No. 29 tahun 2000, tetap dengan

nomenklatur yang berbeda dan member waktu masa transisi sampai dengan tahun

2003. Dengan dikeluarkannya peraturan pemerintah RI No. 7 tahun 2003 BULOG

resmi beralih status menjadi Perusahaan Umum (Perum) BULOG.

1. Visi Perum BULOG Divre Sumut

Terwujudnya perusahaan yang handal dalam pencapaian ketahanan pangan

nasional yang bersangkutan.

2. Misi Perum BULOG Divre Sumut

a. Memenuhi kecukupan bahan pangan pokok secara aman, bermutu, stabil dan

terjangkau.

b. Mewujudkan SDM professional, jujur, amanah dan menerapkan prinsip–

prinsip Good Corporate Governance (GCG) dibidang pangan.

B. Tujuan Perum BULOG Divre Sumut

Adapun tujuan Perum BULOG Divre Sumut, yaitu :

Turut serta membangun ekonomi nasional khususnya dalam rangka pelaksanaan

program pembangunan nasional di bidang pangan.

C. Jenis Usaha / Kegiatan

(20)

D. Struktur Organisasi

Adapun struktur organisasi Perum BULOG Divre Sumut adalah sebagai

berikut :

[image:20.595.136.487.196.651.2]

Sumber : Perum BULOG Divre Sumut (2014) Gambar 2.1.

(21)

E. Job Description 1. Kepala / pimpinan

a. Memimpin Divre sesuai dengan tugas yang telah ditetapkan berdasarkan

ketentuan yang berlaku

b. Membina sumber daya Perum BULOG di lingkungan Divre

c. Melaksanakan kebijakan teknis di bidang pelayanan publik, perencanaan dan

pengembangan usaha, adminsitrasi dan keuangan

d. Melaksanakan kerja sama dengan badan usaha lain atau instansi pemerintah

2. Bidang Pelayan Publik

a. Merencanakan dan mengkoordinasikan kegiatan pengadaan gabah/beras

b. Merencanakan dan mengkoordinasikan kegiatan pemantauan dan analisa

harga dan pasar

c. Merencanakan dan mengkoordinasikan kegiatan pengelolaan persedian dan

angkutan

d. Merencanakan dan mengkoordinasikan kegiatan perawatan kualitas dan

pemberantasan hama serta pengelolahan komoditi pangan

e. Merencanakan dan mengkoordinasikan kegiatan pelayanan penyaluran beras

kepada kelembagaan pemerintah serta masyarakat umum dan khusus

3. Bidang Perencanaan dan Pengembangan Usaha

a. Merencanakan dan mengkoordinasikan kegiatan pengelolaan perencanaan dan

pengembangan industri dan pengelolaan serta perdagangan komoditi pangan

(22)

b. Merencanakan dan mengkoordinasikan kegiatan perencanaan dan

pengembangan usaha jasa pergudangan, angkutan dan pembongkaran, suvey

dan perawatan serta usaha jasa lainnya

c. Merencanakan dan mengkoordinasikan kegiatan perencanaan dan

pengembangan pemeliharaan sarana dan dukungan teknologi informasi

4. Bidang Administrasi dan Keuangan

a. Merencanakan dan mengkoordinasikan kegiatan pengelolaan administrasi

sumber daya manusia, urusan hokum dan klaim

b. Merencanakan dan mengkoordinasikan kegiatan pengelolaan surat menyurat,

arsip, ekspedisi, hubungan masyarakat, kerumahtanggaan dan pengelolaan

pengadaan, pemeliharaan perlengkapan sarana kantor, rumah dinas jabatan,

mess, pergudangan dan inventaris serta penghapusan

c. Merencanakan dan mengkoordinasikan kegiatan kehumasan

d. Merencanakan dan mengkoordinasikan kegiatan pengelolaan anggaran,

administrasi pembiayaan dan verifikasi

e. Merencanakan dan mengkoordinasikan kegiatan administrasi pembukuan,

neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan dan hubungan rekening antar

(23)

A. Latar Belakang Masalah

Sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu hal penting dalam

proses pencapaian tujuan suatu perusahaan karena memiliki potensi untuk dapat

mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif

yang mampu mengelola dirinya sendiri. SDM dapat berperan sebagai inisiator,

pemberi tenaga, kreativitas dan usaha mereka kepada organisasi untuk

meningkatkan kemampuan perubahan organisasi secara terus menerus.

Kepemimpinan adalah seseorang yang mempunyai wewenang untuk

memerintah orang lain. Seorang pemimpin harus mempunyai syarat sebagai

motivator yaitu bisa memotivasi bawahannya agar mampu menyelesaikan

tugasnya. Seorang pemimpin juga bisa menjadi teladan kepada bawahannya,

mampu mengawasi untuk mencegah kesalahan yang akan datang dan bukan

mencari kesalahan.

Salah satu tantangan yang cukup berat yang dihadapi oleh pemimpin

adalah bagaimana ia dapat menggerakkan para bawahannya agar senantiasa mau

dan mengerahkan kemampuan yang terbaik untuk kepentingan kelompok atau

organisasi. Hubungan antara karyawan dengan pihak pimpinan sangat penting

artinya dalam menaikkan produktivitas sehingga akan memberikan kepuasan

kerja. (dalam Sutrisno 2009:79). Masalah yang sering muncul berkaitan dengan

(24)

sehingga karyawan merasa kurang termotivasi dalam menyelesaikan pekerjaannya

dan ketidakpedulian seorang pemimpin atas apa yang telah terjadi pada karyawan

seperti kurangnya pengarahan dari pemimpin kepada karyawan untuk

menyelesaikan pekerjaan.

Kompensasi adalah balas jasa yang diberikan perusahaan kepada

karyawan sebagai balasan atas jasa yang telah diberikan oleh karyawan kepada

perusahaan. Dalam dunia kerja kepuasan itu mengacu pada kompensasi yang

diberikan perusahaan, termasuk gaji atau imbalan dan fasilitas kerja lainnya

seperti, rumah dinas dan kendaraan kerja.

Kompensasi sangat penting bagi karyawan karena besarnya kompensasi

akan menjadi ukuran nilai pekerjaan karyawan itu sendiri. Apanila kompensasi

diberikan secara tepat dan benar, para karyawan akan meningkatkan kinerjanya

dan termotivasi untuk mencapai tujuan perusahaan. Begitu pula sebaliknya,

apabila kompensasi diberikan tidak memadai atau kurang tepat, maka prestasi

kerja, motivasi dan kepuasan kerja karyawan akan menurun.

Kompensasi yang baik akan memberi beberapa efek positif pada

organisasi / perusahaan seperti mendapatkan karyawan yan berkualitas baik,

memacu pekerja untuk bekerja lebih giat dan meraih prestasi gemilang, memikat

pelamar kerja berkualitas dari lowongan kerja yang ada, mudah dalam

pelaksanaan administrasi, memiliki keunggulan lebih dari pesaing. Jenis-jenis

kompensasi yang diberikan kepada karyawan yaitu, imbalan ektrinsik berupa gaji,

bonus, komisi, insentif, uang cuti, uang makan, uang transportasi, asuransi, dan

(25)

berupa kelangsungan pekerjaan, jenjang karir yang jelas, kondisi lingkungan

kerja, dan pekerjaan yang menarik.

Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik atau disingkat Perum BULOG

adalah sebuah lembaga pangan di Indonesia yang mengurusi tata niaga beras.

Perum BULOG Divisi Regional Sumatera Utara memiliki beberapa hambatan

yang menjadi masalah yaitu masih adanya karyawan yang menunda pekerjaan dan

keluar pada saat jam kerja tanpa ada alasan yang tepat.

Hal ini mengakibatkan karyawan di perusahaan Perum Bulog Divisi

Regional Sumatera Utara menjadi lemah dan mengakibatkan tidak fokus dan

bekerja tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh perusahaan. Akibat dari

lemahnya kepemimpinan dalam menangani masalah bawahan, membuat semakin

banyak tindakan-tindakan yang tidak disiplin menjadi kebiasaan yang tidak

menguntungkan. Masalah-masalah yang ada diantaranya sering memanfaatkan

waktu kerja untuk melakukan hal di luar pekerjaan, banyak pekerjaan tidak selesai

tepat waktu dan sering menunda-nunda pekerjaan sehingga menumpuk belum

terselesaikan.

B. Perumusan Masalah

Dirumuskan masalah sebagai berikut :

a. Bagaimana kepemimpinan pada Perum BULOG Divisi Regional Sumatera

Utara ?

b. Bagaimana kompensasi pada Perum BULOG Divisi Regional Divisi Sumatera

(26)

C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Penelitian

a. Untuk mengetahui peran kepemimpinan dalam kepuasan kerja pada Perum

BULOG Divisi Regional Sumatera Utara.

b. Untuk mengetahui peran kompensasi dalam kepuasan kerja pada Perum

BULOG Divisi Regional Sumatera Utara.

2. Manfaat Penelitian

Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian yang peneliti lakukan ini

adalah sebagai berikut :

a. Bagi peneliti, dapat menambah wawasan berfikir peneliti dalam bidang

manajemen sumber daya manusia.

b. Bagi Perum Bulog Divisi Regional Sumatera Utara, diharapkan dapat

dijadikan informasi yang bermanfaat dalam memecahkan masalah yang

berkaitan dengan kepemimpinan, kompensasi dan kepuasan kerja.

c. Bagi peneliti lain, sebagai bahan referensi perbandingan bagi penelitian

sejenis di masa yang akan datang.

3. Jadwal Survei

Penelitian ini dilakukan di Perum BULOG Divre Sumut di Jl. Gatot Subroto no.

180 Medan. Untuk lebih jelasnya jadwal kegiatan dapat dilihat pada Tabel 1.1

(27)
[image:27.595.115.514.163.314.2]

Tabel 1.1

Jadwal Kegiatan Penelitian

NO. KEGIATAN

MINGGU

1 2 3 4 5

1. Persiapan

2. Pengumpulan Data 3. Penulisan Laporan Sumber : penulis (2014) 4. Sistematika Penelitian

Adapun sistematika penelitian tugas akhir ini adalah sebagai berikut :

BAB I Pendahuluan

Dalam bab ini penulis menguraikan latar belakang masalah, rumusan

masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penelitian.

BAB II Profil Perusahaan

Dalam bab ini penulis menguraikan profil perusahaan,struktur perusahaan,

uraian pekerjaan, dan ruang lingkup perusahaan.

BAB III Topik Pembahasan

Dalam bab ini penulis menguraikan pendekatan penelitian, defenisi

operasional, dan tempat waktu penelitian.

BAB IV Kesimpulan dan Saran

(28)

PERAN KEPEMIMPINAN DAN KOMPENSASI TERHADAP KARYAWAN PERUM BULOG DIVISI REGIONAL

SUMATERA UTARA

OLEH :

AMELIA JUWITA LG 112103020

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KESEKRETARIATAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(29)

Assalamu’alaikum Wr, Wb

Dengan rasa syukur kehadirat Allah swt, yang telah memberikan rahmat

dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyusun dan menyelesaikan tugas akhir

ini, serta shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad saw, yang dengan risalah

yang dibawanya saya memperoleh pedoman dalam hidup ini. Tugas Akhir ini

berjudul “Peran Kepemimpinan dan Kompensasi Terhadap Karyawan Perum

BULOG Divisi Regional Sumatera Utara” yang diajukan untuk melengkapi tugas

dan syarat menyelesaikan pendidikan pada Fakultas Ekonomi jurusan

Kesekretariatan Universitas Sumatera Utara.

Terwujudnya Tugas Akhir ini tak lepas dari bantuan dan dukungan

berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan

yang setinggi-tingginya kepada :

1. Bapak Prof. Dr. dr. Syahrial Pasaribu, DTM&H, M.Sc (CTM), Sp.A(K)

selaku rektor Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Prof. Dr. Azhar Maksum, M.Ec,Ac,Ak, CA selaku dekan Fakultas

Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

3. Ibu Dr. Beby Karina Fawzeea Sembiring, SE, MM selaku ketua program

studi D-III Kesekretariatan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

4. Ibu Magdalena LL Sibarani, SE,M.Si selaku sekretaris D-III

(30)

penyelesaian Tugas Akhir ini.

6. Seluruh dosen/staff pengajar serta pegawai si Fakultas Ekonomi

Universitas Sumatera Utara yang telah banyak memberikan ilmu kepada

penulis.

7. Kepada kedua orangtua penulis Rex Soon Richardo dan Kamariah yang

dengan penuh kesabaran telah mendidik penulis dan memberikan

dukungan kepada penulis di setiap kesempatan. Semoga Tugas Akhir ini

dapat membuat orangtua penulis bangga.

8. Kepada kakak penulis Veny Yunita Sari, abang penulis Rizal Tunggul

Karibsa, dan adik penulis Bayu Ridho Pratama yang selama ini telah

memberikan dukungan kepada penulis.

9. Kepada teman-teman penulis Ayuni Asri, Fitri Marito, Nurul Annisa,

Heristya Afrita, Reza Indra, Ivan Jovi, N Sadida Alfi, dan Amelia

Sembiring yang telah menghibur dan mendukung serta kerjasamanya

kepada penulis.

10. Kepada seluruh teman-teman di D-III Kesekretariatan angkatan 2011 grup

(31)

dapat dilupakan penulis. Semoga Allah SWT membalas kebaikkan dengan

limpahan rahmat dan kasih sayang-Nya kepada kita semua. Akhir kata penulis

sampaikan terima kasih dan semoga Tugas Akhir ini dapat berguna bagi para

pembacanya.

Medan, Agustus 2014

Penulis

(32)

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... iv

DAFTAR TABEL ... vi

DAFTAR GAMBAR ... vii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Perumusan Masalah ... 3

C. Tujuan Penelitian ... 4

1. Tujuan Penelitian ... 4

2. Manfaat Penelitian... 4

3. Jadwal Survei ... 4

4. Sistematika Penelitian ... 5

BAB II PROFIL INSTANSI/LEMBAGA A. Sejarah Ringkasan Perum BULOG Divre Sumut ... 6

1 Visi Perum BULOG Divre Sumut ... 8

2. Misi Perum BULOG Divre Sumut ... 8

B. Tujuan Perum BULOG Divre Sumut ... 8

C. Jenis Usaha/Kegiatan... 8

D. Struktur Organisasi ... 9

(33)

3. Bidang Perencanaan dan Pengembangan... 10

4. Bidang Administrasi dan Keuangan... 11

BAB III TOPIK PEMBAHASAN A. Uraian Teoritis ... 12

1. Kepemimpinan... 12

a. Pengertian Kepemimpinan ... 12

b. Teori Kepemimpinan ... 13

c. Faktor-faktor Kepemimpinan ... 14

d. Indikator Kepemimpinan ... 14

e. Kepemimpinan pada BULOG ... 15

2. Kompensasi... 16

a. Pengertian Kompensasi ... 16

b. Faktor-faktor Mempengaruhi Kompensasi ... 19

c. Indikator Kompensasi ... 22

d. Kompensasi pada BULOG ... 24

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 26

B. Saran ... 26

(34)
(35)

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan

Gambar

Gambar 2.1.
Tabel 1.1 Jadwal Kegiatan Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Kompensasi yang diterima karyawan sesuai atau bahkan melebihi apa yang dipersepsikannya akan menimbulkan rasa puas pada diri karyawan, sehingga karyawan akan meningkatkan

Hasil penelitian secara serempak menunjukkan bahwa pendelegasian wewenang dan komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja karyawan perum bulog

Hasil penelitian secara serempak menunjukkan bahwa pendelegasian wewenang dan komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja karyawan perum bulog

Berdasarkan beberapa pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa prestasi kerja merupakan hasil yang dapat dicapai oleh seseorang baik secara kualitas dan kuantitas di

“ Pengaruh Komitmen Organisasional terhadap Prestasi Kerja (Studi Pada Karyawan AJB Bumiputera Kantor Cabang Batu) ”, Universitas Brawijaya, Vol.6 No.2.. Pangastuti, Sartika

Dalam rangka untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pendelegasian wewenang terhadap prestasi kerja karyawan pada Perum Bulog Divisi Regional Sumatera Utara, maka sangat dibutuhkan

penghargaan yang diberikan sesuai dengan harapan, dan kondisi lingkungan kerja yang mendukung, yang dapat dijadikan indikator dalam pengukuran kepuasan kerja.. karyawan

Melihat begitu pentingnya persediaan barang dalam suatu perusahaan, untuk mencegah terjadinya penumpukkan barang yang dapat menimbulkan tingginya biaya total