ii
RIWAYAT HIDUP
iii
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) DAN ADVERSITY QUOTIENT TERHADAP
HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK LISTRIK DINAMIS DI KELAS X SEMESTER II SMA NEGERI 2
K E J U R U A N M U D A T . P . 2 0 1 5 / 2 0 1 6
Rizky Ulfa Umaiyah (4122121028)
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe GI dan adversity quotient terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok Listrik Dinamis dikelas X Semester II SMA Negeri 2 Kejuruan Muda T.P.2015/2016.
Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen.Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X Semester II SMA Negeri 2 Kejuruan Muda yang terdiri dari 10 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling dengan mengambil 2 kelas dari 10 kelas secara acak yaitu kelas X-5 sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 30 orang dan kelas X-8 sebagai kelas kontrol yang berjumlah 30 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ada dua, yaitu:1) Tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda dengan jumlah 16 soal yang telah divalidasi dan dinyatakan valid oleh validator, 2) Lembar angket adversity quotient yang terdiri atas 20 soal yang telah dinyatakan valid Untuk menguji hipotesis digunakan uji ANAVA Dua Jalur 2X2. Data penelitian menunjukkan, nilai rata-rata pretes kelas eksperimen 35 dan nilai rata-rata kelas kontrol 31,8, Pada desain penelitian ini digunakan pembagian adversity qoutient tinggi dan adversity qoutient sedang. Hasil uji hipotesis mengunakan ANAVA dengan SPSS 16.0 diperoleh pada pengunaan model kooperatif tipe GI dan model konvensional diperoleh taraf signifikan 0,000 maka hipotesis diterima dimana model kooperatif tipe GI memiliki hasil yang lebih baik dari model pembelajaran konvensional dengan rata-rata 77,7 di kelas eksperimen dan pada kela kontrol dengan rata-rata 62,5, pada adversity quotient diperoleh taraf signifikan 0,00 hipotesis diterima dan pada hubungan antara model dengan advesity qoutient diperoleh taraf signifikan 0,042 sehinga 0,042<0,05 jadi dapat dikatakan ada hubungan antara model dengan adversity quotient.
iv
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT karena atas rahmat dan hidayat-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini, dengan judul “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) dan Adversity Quotient Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Pokok Listrik Dinamis di Kelas X Semester II SMA Negeri 2 Kejuruan Muda T.P 2015/2016.” Adapun skripsi ini disusun untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada: Bapak Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, selaku Rektor beserta Staf-stafnya di Universitas Negeri Medan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bapak Dr. Asrin Lubis, M.Pd selaku Dekan beserta Staf-stafnya di FMIPA Universitas Negeri Medan. Terima kasih juga kepada Bapak Dr. Alkahfi Maas Siregar , M.Si, selaku Ketua Jurusan Fisika, Bapak Drs. Juru Bahasa Sinuraya, M.Pd selaku Ketua Program Studi Pendidikan Fisika, Ibu Rita Juliani, M.Si selaku Sekretaris Jurusan Fisika dan seluruh Bapak/Ibu Dosen serta staf pegawai jurusan Fisika yang telah banyak membantu kelancaran selama penyusunan skripsi ini.
Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya penulis ucapkan kepada Bapak Bapak Dr. Ridwan A. Sani, M.Si. selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang telah memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis sejak awal sampai dengan selesainya penulisan skripsi ini. Terima kasih juga penulis ucapkan kepada Bapak Dr. Rahmatsyah, M.Si., Ibu Dr. Sondang R. Manurung, M.Pd., dan Bapak Mukti Hamjah Harahap, S.Si., M.Si, selaku Dosen Pemberi Saran dan Penguji yang telah memberikan masukan dan saran mulai dari rencana penelitian sampai selesainya penyusunan skripsi ini. Ucapan terima kasih juga diucapkan kepada Bapak Prof. Dr. Sahyar, M.Si., M.M selaku Dosen Pembimbing Akademik penulis.
v
selesai. Terima kasih juga disampaikan kepada adik-adik tercinta Niwayan Masitoh, Taufik Firmansyah, Ikbal Fauzi, Muzakkir Walat, Uswatun Khasanah, dan I Made Aulia Rajab yang senantiasa memberikan dukungan dan semangat. Semoga kelak kita semua menjadi orang yang sukses dan membahgiankan orang tua kita.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Drs. Suhairi, MM selaku kepala sekolah SMAN 2 Kejuruan Muda, Ibu Azirah Yuni, S.Pd selaku guru mata pelajaran Fisika SMAN 2 Kejuruan Muda dan Ibu Nur Asiah S.Pd selaku guru mata pelajaran Biologi SMAN 2 Kejuruan Muda yang telah memberikan izin, bantuan dan informasi bagi penulis selama melakukan penelitian.
Terima kasih juga buat sahabat penulis: Syariva Maris, Astri Vindi, Five Chay dan teman-teman di kelas Fisika Dik C Reguler 2012 yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu, terima kasih atas doa dan dukungannya. Dan terspesial penulis mengucapkan terima kasih untuk Nur Samsi Hutabarat dan Khairunnisa S, yang selama ini memberikan semangat, do’a, motivasi, dan bantuan kepada penulis. Terimakasih kepada Teman Satu Dosen Pembimbing Ferawati Fajrina, Rizki Rino Pratama yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Terimakasih kepada adek-adek kos 16 C, Novi, Juwita, Masitoh, Rini, Marni, Meri, Halim, Yangkin, Arifin, dan kawan-kawan PPLT SMPN 1 Pantai Cermin atas kasih sayang, dan semangat yang selalu diberikan kepada penulis.
Penulis telah berupaya semaksimal mungkin dalam penyelesaian skripsi ini, namun penulis menyadari masih banyak kelemahan baik dari segi isi maupun tata bahasa. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca demi sempurnanya skripsi ini. Kiranya skripsi ini bermanfaat bagi para guru fisika dalam menambah khasanah ilmu pendidikan.
Medan, Februari 2017 Penulis,
vi
DAFTAR ISI
Halaman
Lembar Pengesahan i
Riwayat Hidup ii
Abstrak iii
Kata Pengantar iv
Daftar Isi vi
Daftar Gambar ix
Daftar Tabel x
Daftar Lampiran xi
BAB I PENDAHULUAN 1
1.1. Latar Belakang Masalah 1
1.2. Identifikasi Masalah 5
1.3. Batasan Masalah 6
1.4. Rumusan Masalah 6
1.5. Tujuan Penelitian 7
1.6. Manfaat Penelitian 7
1.7. Definisi Operasional 8
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 9
2.1. Kerangka Teoritis 9
2.1.1. Pengertian Belajar dan Hasil Belajar 9
2.1.2. Pengertian Model Pembelajaran 13
2.1.2.1. Model Pembelajaran Kooperatif 14
2.1.2.2. Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif 15 2.1.2.3. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe GI 16 2.1.2.4. Orientasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe GI 17 2.1.2.5. Dampak Instruksional dan Pengiring 19 2.1.2.6 Kelebihan dan Kelemahan Model Kooperatif Tipe GI 16
2.1.3. Pembelajaran Konvensional 21
2.1.4. Pengertian Daya Juang (Adversity Quotient) 22 2.1.4.1. Tipe-tipe Daya Juang (Adversity Quotient) 23 2.1.4.2. Tingkatan Daya Juang (Adversity Quotient) 24 2.1.4.3. Teori Pendukung Daya Juang (Adversity Quotient) 25 2.1.4.4. Dimensi-Dimensi Daya Juang (Adversity Quotient) 26 2.1.4.5 Faktor-faktor Pembentuk Daya Juang Adversity Quotient) 28
2.1.5. Materi Pembelajaran 29
vii
2.3. Hipotesis Penelitian 38
BAB III METODE PENELITIAN 40
3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 40
3.2. Populasi dan Sampel Penelitian 40
3.2.1. Populasi Penelitian 40
3.2.2. Sampel Penelitian 40
3.3. Variabel Penelitian 40
3.4. Rancangan dan Prosedur Penelitian 41
3.4.1. Rancangan Penelitian 41
3.4.2 Prosedur Penelitian 42
3.5. Instrumen Penelitian 44
3.5.1 Wawancara Guru 44
3.5.2. Tes Hasil Belajar 44
3.5.3. Angket Adversity Quotient 45
3.5.4.1 Validitas Tes 46
3.5.4 2 Reliabilitas 47
3.5.4.3 Taraf Kesukaran 48
3.5.4.4 Daya Pembeda Tes 48
3.6. Teknik Analisis Data 49
3.6.1. Uji Normalitas 49
3.6.2. Uji Homogenitas 50
3.6.3. Uji Hipotesis 51
3.6.3.1. Uji Analisis Varians (ANAVA) 2X2 51
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 54
4.1. Hasil Penelitian 54
4.1.1. Uji Coba Instrumen Penelitian 54
4.1.1.1 Validitas Tes 54
4.1.1.2 Reliabilitas Tes 55
4.1.1.3. Taraf Kesukaran Tes 55
4.1.1.4. Daya Pembeda Tes 56
4.2. Data Hasil Penelitian 56
4.2.1. Data Pretes Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol 56 4.2.2. Data postes Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol 57 4.2.3. Hasil Uji Instrumen Hasil Belajar Kelas Eksperimen 58 4.2.4 Hasil Uji Instrumen Hasil Belajar Kelas Kontrol 58
4.2.5 Uji Persyaratan Analisis Data 58
4.2.5.1. Uji Normalitas 58
viii
4.2.6. Pengujian Hipotesis 59
4.2.6.1. Analisis Varians (ANAVA) Dua Jalur 59
4.3. Pembahasan 64
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 70
5.1. Kesimpulan 70
5.2. Saran 71
ix
DAFTAR GAMBAR
Halaman Gambar 2.1. Dampak Instruksional dan Pengiring Dalam GI 21
Gambar 2.2. Tiga Tingkatan Kesulitan 26
Gambar 2.3. Hubungan antara Arus Listrik dan Potensial Listrik 33
Gambar 2.4. Rangkaian Hambatan Seri 34
Gambar 2.5. Rangkaian Hambatan Paralel 35
Gambar 2.6. Arus pada Percabangan Kawat 37
Gambar 3.1. Skema Rancangan Penelitian 44
x
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 2.1. Dimensi Poses Kognitif 11
Tabel 2.2. Tahapan Model Pembelajaran Kooperatif 16 Tabel 2.3. Sintaks Pembelajaran Kooperatif Tipe GI 17 Tabel 3.1. Rancangan penelitian ANAVA 2X2 41 Tabel 3.2. Spesifikasi Materi Listrik Dinamis 44 Tabel 3.3. Spesifikasi Angket Adversity Quotient 45
Tabel 3.4. Kategori dan Nilai Reliabilitas 48
Tabel 3.5. Kategori dan Nilai Taraf Kesukaran 48
Tabel 3.6. Kategori dan Nilai Daya Pembeda 49
Tabel 3.7. Ringasan ANAVA 2X2 52
Tabel 4.1. Kategori Validitas Tes 55
Tabel 4.2. Kategori Taraf Kesukaran Tes 55
Tabel 4.3. Kategori Daya Pembeda Tes 56
Tabel 4.4. Hasil Pretest Kelas Eksperimen dan Kontrol 56 Tabel 4.5. Hasil Postest Kelas Eksperimen dan Kontrol 57 Tabel 4.6. Ringkasan Hasil Perhitungan Standar Deviasi dan Varians 57 Tabel 4.7. Ringkasan Hasil Uji Normalitas K. Eksperimen dan Kontrol 59 Tabel 4.8. Ringkasan Hasil Uji Homogenitas K. Eksperimen dan kontrol 59
Tabel 4.9. Hasil Perhitungan ANAVA 2X2 60
Tabel 4.10. Hasil Uji ANAVA Terhadap Model 63
Tabel 4.11. Hasil Uji ANAVA Terhadap Adversity Quotient 63 Tabel 4.12. Hasil Uji ANAVA Terhadap Model dan AQ 63
Tabel 4.13. Statistik ANAVA 65
xi
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman Lampiran 1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 74
Lampiran 2 LKS 109
Lampiran 3 Kisi-kisi Tes Hasil Belajar 127
Lampiran 4 Tes Hasil Belajar 139
Lampiran 5 Angket Adversity Quotient 143
Lampiran 6 Validitas Isi Perangkat Instrumen 145
Lampiran 7 Tabel Validitas Tes 147
Lampiran 8 Perhitungan Validitas Tes 148
Lampiran 9 Tabel Reliabilitas 149
Lampiran 10Perhitungan Reliabilitas 150
Lampiran 11 Tabel Daya Beda 152
Lampiran 12 Perhitungan Daya Beda 154
Lampiran 13 Tabel Tingkat Kesukaran Tes 156
Lampiran 14 Perhitungan Tingkat Kesukaran Tes 157 Lampiran 15 Distribusi Pretest Kelas Eksperimen 158 Lampiran 16 Distribusi Pretest Kelas Kontrol 160 Lampiran 17 Distribusi Postest Kelas Eksperimen 162 Lampiran 18 Distribusi Postest Kelas Kontrol 164 Lampiran 19 Perhitungan Rata-rata, Varians dan Standar Deviasi 166
Lampiran 20 Uji Normalitas 169
Lampiran 21 Uji Homogenitas 172
Lampiran 22 Rekapitulasi Nilai AQ Kelas Eksperimen 175 Lampiran 23 Rekapitulasi Nilai AQ Kelas Kontrol 176 Lampiran 24 Analisis Varians Dua Jalur ( ANAVA 2X2) 177 Lampiran 25 Daftar Nilai Kritis untuk Uji Lilliefors 181 Lampiran 26 Tabel Wilayah Luas di Bawah Kurva Normal 0 ke z 182 Lampiran 27 Daftar Nilai Persentil untuk Distribusi F 183
1
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan suatu aspek kehidupan yang sangat mendasar bagi pembangunan bangsa suatu Negara. Pendidikan memegang peranan penting dalam pembangunan bangsa karena berhasilnya pembangunan di bidang pendidikan akan sangat berpengaruh terhadap pembangunan di bidang yang lainnya. Oleh karena itu, pembangunan dalam bidang pendidikan sekarang ini semakin giat dilaksanakan. Berbagai carapun ditempuh untuk memperoleh pendidikan, baik pendidikan secara formal maupun pendidikan nonformal. Berkembangnya pendidikan sudah pasti berpengaruh terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Hal ini dapat terlihat dengan semakin pesatnya perkembangan IPTEK sekarang ini. Pesatnya perkembangan IPTEK tidak dapat terlepas dari kemajuan ilmu, khususnya fisika yang banyak menghasilkan temuan baru dalam bidang sains dan teknologi (Trianto, 2011 : 1).
Fisika adalah bidang ilmu yang banyak membahas tentang alam dan gejalanya, dari yang bersifat riil (terlihat secara nyata) hingga yang bersifat abstrak atau bahkan hanya berbentuk teori yang pembahasannya melibatkan kemampuan imajinasi atau keterlibatan gambaran mental yang kuat. Pelajaran fisika pada umumnya lebih menekankan pada pemberian langsung untuk meningkatkan kompetensi sehingga siswa kurang mampu berpikir kritis dan sistematis dalam memahami konsep fisika. Sehingga siswa memperoleh pemahaman yang benar tentang fisika. Pemahaman yang benar tentang pelajaran fisika akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Akan tetapi, pada kenyataannya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran fisika masih rendah jika dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya (Setiawan Agung, 2012 : 285)
2
dikerjakan dirumah. Banyak guru yang masih menggunakan pendekatan tradisional sehingga proses pembelajaran hanya berlangsung satu arah dimana guru menerangkan dan siswa mendengar atau mencatat. Hal inilah yang membuat siswa kurang senang belajar fisika (Suryadana dkk., 2012).
Berdasarkan observasi yang telah dilakukan di SMA Negeri 2 Kejuruan Muda bahwa minat dan motivasi belajar siswa disekolah ini khususnya pada mata pelajaran fisika masih tergolong rendah. Hal ini dikarenakan banyak siswa yang beranggapan bahwa fisika itu sulit sehingga keinginan untuk mengikuti pelajaran fisika cenderung menurun. Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti kepada guru fisika SMA Negeri 2 Kejuruan Muda, beliau mengatakan bahwa hasil nilai rata – rata fisika siswa pada ujian akhir semester ganjil T.A 2015/2016 adalah 68 . Hasil belajar ini masih jauh dari yang diharapkan. Sedangkan untuk ulangan harian fisika, dilihat dari standar ketuntasan belajarnya (Kriteria Ketuntasan Minimal) pada mata pelajaran fisika yang ditetapkan di sekolah tersebut, hanya 10 –15 orang saja yang mampu mencapai nilai di atas KKM (70) dan selebihnya masih di bawah 70. Ketika di wawancara lebih lanjut bahwa pembelajaran disekolah masih menggunakan model pembelajaran konvensional dengan menggunakan metode ceramah, mencatat, dan mengerjakan soal sehingga pembelajaran hanya berlangsung satu arah, dan membuat siswa menjadi kurang aktif dalam belajar. Guru tidak mengikutsertakan siswa dalam pembelajaran. Dan kurangnya motivasi siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar.
3
terhadap kesulitan. Dan yang ketiga, AQ adalah serangkaian peralatan yang memilki dasar Ilmiah untuk memperbaiki respon individu terhadap kesulitan, yang berakibat memperbaiki efektifitas pribadi dan profesional individu secara keseluruhan.
Stoltz mengelompokkan individu menjadi tiga: quitter, camper, dan climber. Penggunaan istilah ini memang berdasarkan pada sebuah kisah ketika para pendaki gunung yang hendak menaklukan puncak Everest. Ia melihat ada pendaki yang menyerah sebelum pendakian selesai, ada yang merasa cukup puas sampai pada ketinggian tertentu, dan ada pula yang benar-benar berkeinginan menaklukan puncak tersebut. Dari pengalaman tersebut kemudian Stoltz mengistilahkan orang yang berhenti di tengah jalan sebelum usai sebagai quitter, kemudian mereka yang merasa puas berada pada posisitertentu sebagai camper, sedangkan yang terus ingin meraih kesuksesan ia disebut sebagai climber.
4
kimia siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis asesmen portofolio lebih rendah dari pada siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional.
Kemudian Prihatin, (2013) hasil penelitian menunjukkan bahwa(1) . pembelajaran inkuiri memberikan prestasi belajar matematika lebih baik daripada metode pembelajaran kovensional pada materi segi empat, (2) Prestasi belajar matematika siswa dengan adversity quotients tinggi lebih baik dari pada siswa dengan adversity quotients rendah, dan prestasi belajar matematika siswa dengan adversity quotients sedang juga lebih baik dari siswa yang adversity quotientsnya rendah pada materi segi empat,(3) Tidak terdapat interaksi antara metode pembelajaran adversity quotients siswa terhadap prestasi belajar matematika pada materi segi empat.
Seseorang yang mempunyai AQ tinggi akan termotivasi dan memiliki semangat tinggi untuk menghadapi tantangan, kesulitan ataupun masalah. Dan seseorang yang mempunyai AQ tinggi akan berusaha sebaik mungkin untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Hal ini akan sangat bermanfaat dalam belajar, siswa yang mempunyai AQ tinggi, akan memiliki semangat lebih tinggi , tidak mudah menyerah ataupun menghindar untuk belajar walaupun pelajarannya sulit, termasuk pelajaran fisika. Namun tingkat AQ siswa beragam ada siswa yang memiliki AQ sedang bahkan rendah. Guru perlu menciptakan kondisi belajar yang memungkinkan siswa memiliki AQ tinggi. Cara yang dilakukan adalah dengan memilih model pembelajaran yang dapat menumbuhkan semangat dan rasa ingin tahu serta member kesempatan kepada siswa untuk terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk terlibat secara aktif dalam pembelajaran adalah model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI).
5
mempresentasikan hasil penyelidikannya. Dalam model pembelajaran ini siswa terlibat secara aktif dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, siswa dituntut untuk belajar bekerja sama dengan anggota lain dalam satu kelompok. Siswa memiliki dua tanggung jawab, yaitu mereka belajar untuk dirinya sendiri dan membantu sesama anggota kelompok untuk belajar. Model pembelajaran ini menuntut siswa berinteraksi dengan siswa lain dalam kelompok tanpa memandang latar belakang. Model kooperatif tipe GI juga melatih siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi dan mengemukakan pendapatnya.
Model pembelajaran kooperatif tipe GI sudah pernah diteliti oleh mahasiswa sebelumnya yaitu oleh Harahap (2014) dan Simanjuntak (2014). Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Harahap di kelas X semester Genap SMA Negeri 14 Medan, bahwa pada saat diberikan pretes, nilai rata-rata tes hasil belajar fisika pada materi pokok Hukum Newton adalah 36,54. Setelah diberikan perlakuan dengan menggunakan model kooperatif tipe GI diperoleh hasil postes dengan nilai rata-rata 71.62. Simanjuntak (2014) melakukan penelitian di SMA Negeri 10 Medan menyatakan bahwa ada pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe GI terhadap hasil belajar siswa yaitu dapat dilihat dari nilai rata-rata pretes 35.41 menjadi 67.65.
Berdasarkan latar belakang di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang ”Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) dan Adversity Quotients (AQ) terhadap Hasil Belajar
Siswa pada Materi Pokok Listrik Dinamis di Kelas X Semester II SMA Negeri 2 Kejuruan Muda T.A. 2015/2016”.
1.2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka diambil pokok-pokok masalah sebagai berikut:
6
3. Penggunaan model pembelajaran saat ini masih belum maksimal, kecenderungan penggunaan model pembelajaran konvensional masih sangat mendominasi dalam proses belajar mengajar.
4. Siswa masih pasif, belum memiliki Adversity Quotient (AQ) yang tinggi dalam menghadapi tantangan.
1.3.Batasan Masalah
Karena banyaknya Faktor-faktor yang mempengaruhi penelitian ini, maka dibuat batasan masalah sebagai berikut:
1. Hasil belajar yang diteliti adalah hasil belajar kognitif
2. Bagaimana melibatkan siswa agar aktif mengikuti pembelajaran di kelas. 3. Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran
kooperatif tipe GI dan pembelajaran konvensional.
1.4.Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Apakah ada perbedaan hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe GI dengan pembelajaran konvensional pada materi pokok Listrik Dinamis kelas X Semester II SMA Negeri 2 Kejuruan Muda T.A. 2015/2016.
2. Adakah pengaruh Adversity Quotient (AQ) siswa terhadap hasil belajar pada materi pokok Listrik Dinamis di kelas X Semester II di SMA Negeri 2 Kejuruan Muda?
7
1.5.Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui bagaimana hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 2 Kejuruan Muda T.A. 2015/2016 dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe GI.
2. Untuk mengetahui bagaimana hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 2 Kejuruan Muda T.A. 2015/2016 dengan menggunakan pembelajaran kovensional.
3. Mengetahui adakah pengaruh Adversity Quotient (AQ) siswa terhadap hasil belajar pada materi pokok Listrik Dinamis di kelas X Semester II di SMA Negeri 2 kejuruan Muda .
4. Mengetahui adakah pengaruh antara model pembelajaran kooperatif tipe GI dengan Adversity Quotient (AQ) untuk meningkatkan hasil belajar pada materi pokok Listrik Dinamis di kelas X Semester II SMA Negeri 2 Kejuruan Muda.
1.6.Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini diharapkan:
1. Sebagai bahan informasi hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe GI pada materi pokok Listrik Dinamis di Kelas X SMA Negeri 2 Kejuruan Muda T.A.2015/2016.
2. Sebagai bahan informasi tentang pengaruh Adversity Qoutient terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok Listrik Dinamis Kelas X Semester II SMA Negeri 2 kejuruan Muda T.A. 2015/2016.
3. Sebagai masukan bagi guru fisika untuk meningkatkan hasil belajar fisika siswa dengan baik.
8
1.7. Definisi Operasional
1. Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebai pedoman dalam merancang pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk didalamnya buku-buku, film, komputer, kurikulum dan lain-lain.
2. Pembelajaran konvensional adalah pembelajaran yang umum diterapkan di dalam kelas, sifatnya berpusat pada guru dan kurang memperhatikan keseluruhan situasi belajar
3. Model kooperatif tipe Group Investigation merupakan model pembelajaran kooperatif yang menekankan pada partisipasi dan aktivitas siswa untuk mencari sendiri materi (informasi) pelajaran yang akan dipelajari melalui bahan-bahan yang tersedia, misalnya dari buku pelajaran atau siswa dapat mencari melalui internet. suatu proses pembelajaran yang melibatkan siswa sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi (Suryadana dkk., 2012)
4. Hasil belajar adalah hasil yang dicapai siswa setelah menyelesaikan tes hasil belajar yang dilihat dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. 5. Adversity Quotient adalah bentuk respon individu terhadap kesulitan dan
70
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan uji statistik serta pembahasan maka disimpulkan sebagai berikut:
1. Hasil belajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe GI dan konvensional di diperoleh signifikan ,000 lebih kecil dari taraf signifikan 0,05 = 0,05>0,00 maka dapat disimpulkan pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe GI lebih tinggi dibandingkan model pembelajaran konvensional.
2. Dari hasil uji anava diperoleh signifikan 0,00 hal ini lebih kecil dari taraf signifikan 0,05 (0,05>0,00) maka dapat diartikan bahwa hipotesis penelitian yang menyatakan bahawa kelompok siswa yang memiliki tingkat adversity quotient tinggi memperoleh hasil belajar yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelompok siswa yang memiliki tingkat adversity quotient sedang. 3. Dari hasil uji hipotesis diperoleh signifikan anatar model dengan AQ yaitu
0,042 lebih kecil dari taraf signifikan 0,05 (0,05<0,042) maka menyatakan bahwa ada interaksi antara model pembelajaran kooperatif tipe GI dengan adversity quotient terhadap hasil belajar siswa.
Hal lain yang dapat disimpulkan berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian Tidak terdapat kelompok quitters (rendah) pada SMA Negeri 2 Kejuruan Muda. Semua siswa yang diteliti memiliki tingkat adversity quotient campers (sedang) dan climbers (tinggi). Siswa yang memiliki adversity quotient quitters (rendah) tidak akan mampu menlanjuti ke sekolah menengah atas (SMA) sesuai dengan pernyataan Stolt (2000).
5.2.Saran
71
1. Guru dan peneliti selanjutnya hendaknya menguasai semua sintaks dalam Pembelajaran kooperatif tipe GI dan mampu mengatur waktu untuk melaksanakan semua sintaks tersebut dengan tepat waktu.
2. Guru dan peneliti selanjutnya hendaknya melakukan atau memberikan motivasi kepada siswa untuk meningkatkan adversity qoutient (daya juang) siswa sehingga kemauan belajar siswa juga meningkat.
72
DAFTAR PUSTAKA
Arends, R., (2012), Learning to Teach: Belajar untuk Mengajar, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
Arikunto, S., (2009), Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Bumi Aksara, Jakarta. Aunurrahman. (2012). Belajar dan Pembelajaran, Alfabeta, Bandung.
Budiada, I Wayan., (2011). Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbasis Asesmen Portofolio Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa Kelas X Ditinjau dari Adversity Quotient. Hasil Penelitian, Singaraja: Fakultas Pendidikan MIPA. Universitas Pendidikan Ganesha. Djamarah, S.B. dan Aswan, Z., (2013), Strategi Belajar Mengajar, Rineka Cipta,
Jakarta.
Dimyati, dan Mudjiono., (2013), Belajar dan Pembelajaran. Jakarta Rieneka Cipta.
Harahap, Rosmeidani,. (2014), Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) Berbantu Media Flash Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa SMA, Jurnal Inpafi, 2(3), 156-163, Medan.
Hasanah, Hariatussani. (2010), Hubungan Antara Adversity Quotient dengan Prestasi Belajar Siswa SMUN 102 Jakarta Timur, Skirpsi, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Ibrahim, M., Fida, R., Mohammad, N. dan Ismono, (2000), Pembelajaran Kooperatif, Pusat University Press, Surabaya.
Isjoni, (2011). Cooperative Learning : Efektivitas Pembelajaran Kelompok, Alfabeta, Bandung.
Istarani, (2012). 58 model pembelajaran inovatif. Cetakan ketiga. Media Persada, Medan.
Joyce, B., Weil, M. dan Calhoun, E., (2011), Models of Teaching: Model-Model Pengajaran, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
Handayani, Sri., (2009), Fisika untuk SMA/MA Kelas X, Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.
Kanginan, M., (2007), Fisika untuk SMA Kelas X semester 2, Erlangga, Jakarta. Nurachmadani, Setya.,(2009), Fisika I untuk SMA/MA Kelas X, Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.
73
Prihatin, Lilis., (2013), Eksperimentasi Pembelajaran Matematika Dengan Metode Inkuiri Pada Materi Segi Empat Ditinjau Dari Adversity Quotient (AQ) Siswa di SMP Negeri 3 Polokarto Tahun Ajaran 2011/2012, e-journal Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
Sagala, S., (2009), Konsep dan Makna Pembelajaran, CV Alfabeta, Bandung. Sanjaya, W., (2009), Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar dan Proses
Pendidikan, Penerbit Kencana Predana Media Group, Jakarta.
Setiawan, Agung., Sutarto., dan Indrawati., (2012), Metode Praktikum dalam Pembelajaran Pengantar Fisika SMA : Studi pada Konsep Besaran dan Satuan Tahun Ajaran 2012/2013, Jurnal Pembelajaran Fisika 1(3), 2301-9794, Jember.
Simanjuntak, Sofia Monika., (2014), Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Pokok Listrik Dinamis di Kelas X Semester II SMA Negeri 10 Medan T.A.2012/2013, Jurnal Inpafi, 2(4), 97-104, Medan.
Slavin, R., E., (2010), Cooperative Learning Teori, Riset,dan Praktik, Penerbit Nusa Media, Bandung.
Stoltz, G poul., (2000), Adversity Quotient Mengubah Hambatan Menjadi Peluang, Grasindo, Jakarta.
Sudjana, (2005), Metode Statistika, Penerbit Tarsito, Bandung.
Sudjana, N., (2010), Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Rosda, Bandung. Trianto, (2009), Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif, Kencana,