• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL TEMULAWAK (Curcuma Xanthorrhiza Roxb.) TERHADAP TEKANAN DARAH MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIINDUKSI HIPERTENSI DENGAN KONTROL CAPTOPRIL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL TEMULAWAK (Curcuma Xanthorrhiza Roxb.) TERHADAP TEKANAN DARAH MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIINDUKSI HIPERTENSI DENGAN KONTROL CAPTOPRIL"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

i

SKRIPSI

WAWAN KURNIAWAN

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL

TEMULAWAK (

Curcuma Xanthorrhiza

Roxb.)

TERHADAP TEKANAN DARAH MENCIT JANTAN

(

Mus musculus

) YANG DIINDUKSI HIPERTENSI

DENGAN KONTROL CAPTOPRIL

PROGRAM STUDI FARMASI

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

(2)

ii

Lembar Pengesahan

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL

TEMULAWAK (

Curcuma Xanthorrhiza

Roxb.)

TERHADAP TEKANAN DARAH MENCIT JANTAN

(

Mus musculus

) YANG DIINDUKSI HIPERTENSI

DENGAN KONTROL CAPTOPRIL

SKRIPSI

Dibuat untuk memenuhi syarat mencapai gelar Sarjana Farmasi pada Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan

Universitas Muhammadiyah Malang 2015

Oleh:

WAWAN KURNIAWAN 201010410311085

Disetujui oleh:

Pembimbing I Pembimbing II

(3)

iii

Lembar Pengujian

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL

TEMULAWAK (

Curcuma Xanthorrhiza

Roxb.)

TERHADAP TEKANAN DARAH MENCIT JANTAN

(

Mus musculus

) YANG DIINDUKSI HIPERTENSI

DENGAN KONTROL CAPTOPRIL

SKRIPSI

Telah diuji dan dipertahankan di depan tim penguji Pada tanggal 9 Mei 2015

Oleh:

Wawan Kurniawan

201010410311085

Tim Penguji:

Penguji I Penguji II

Dra. Lilik Yusetyani, Apt., SpFRS Siti Rofida, S.Si.,M.Farm.,Apt NIP 11407040450 NIP 11408040453

Penguji III Penguji IV

(4)

iv

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Alhamdulillahirrobbil’alamin, segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat, nikmat dan pertolonganNya sehingga penulis

dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma Xanthorrhiza Roxb.) TERHADAP TEKANAN DARAH MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIINDUKSI HIPERTENSI DENGAN KONTROL CAPTOPRIL.

Skripsi ini diajukan untuk memenuhi syarat untuk mencapai gelar Sarjana

Farmasi pada Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas

Muhammadiyah Malang. Dalam penyusunan skripsi ini penulis tidak terlepas dari

peranan pembimbing dan bantuan dari seluruh pihak. Oleh karena itu, dengan segala

kerendahan hati, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:

1. Dra. Lilik Yusetyani, Apt., SpFRS selaku dosen pembimbing I dan Siti

Rofida, S. Si., M.Farm., Apt. selaku dosen pembimbing II atas saran,

bimbingan, dan arahannya yang dengan sabar telah meluangkan waktu untuk

membimbing dan mengarahkan penulis sampai terselesaikannya skripsi ini.

2. Drs. Didik Hasmono, Apt., M.S dan Ahmad Shobrun Jamil, S.Si.,MP selaku

dosen penguji yang telah banyak memberikan saran dan masukan demi

kesempurnaan skripsi ini.

3. Yoyok Bekti Prasetyo, M. Kep., Sp. Kom. selaku Dekan Fakultas Ilmu

Kesehatan yang telah memberikan kesempatan penulis belajar di Fakultas

Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang.

4. Nailis Syifa, S. Farm., M. Sc., Apt. selaku Ketua Program Studi Farmasi

(5)

v

kesempatan penulis belajar di Program Studi Farmasi Universitas

Muhammadiyah Malang.

5. Sovia Aprina Basuki, S. Farm., M. Si., Apt. selaku Kepala Laboratorium di

Program Studi Farmasi, yang telah memberi kesempatan kepada penulis

supaya bisa menyelesaikan penelitian skripsi di laboratorium Farmasi

Universitas Muhammadiyah Malang.

6. Laboratorium Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah

Malang, khususnya Mas Miftah yang telah bersedia meluangkan waktu dan

memberikan tempat agar penulis dapat melaksanakan penelitiannya dengan

baik.

7. Ahmad Shobrun Jamil, S.Si.,MP selaku dosen wali. Terima kasih atas arahan

bapak baik tentang akademik atau non akademik selama ini.

8. Untuk semua Dosen Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang yang sudah

memberikan waktunya untuk mengajarkan ilmu-ilmu yang sangat bermanfaat.

Terutama Ibu Arina Swastika Maulita, S.Farm., Apt., dan Ibu Sendi Lia

Yunita, S. Farm., Apt. yang telah susah payah membantu jalanya ujian skripsi

sehingga kami dapat melaksanakan ujian skripsi dengan baik.

9. Staff Tata Usaha Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu kesehatan Universitas

Muhammadiyah Malang terima kasih karena telah banyak membantu dalam

hal administrasi.

10. Untuk kedua orang tua Ayah dan Ibu tercinta dan tersayang yang tiada

hentinya memotivasi dalam segala hal, dengan sabar mendoakan untuk

kebaikan dan kesuksesan putranya. Terima kasih banyak atas didikan dan

kerja keras untuk membuat putranya bahagia serta mendapatkan ilmu yang

bemanfaat.

11. Untuk ketiga kakak tersayang mba Ika, Novi, dan Nani yang tiada henti

memotivasi dan mendoakan dan memberi semangat kepada penulis selama

(6)

vi

12. Untuk 20 anggota skripsi Ekstrak Temulawak yang telah berjuang bersama

dalam proses pengerjaan skripsi, penulis mengucapkan terima kasih atas

semangat dan kerjasama kalian semua.

13. Teman–teman seperjuangan dan satu kontrakan, Rasyid, Fauzi, Rengki dan Ogi, terima kasih atas keseruan selama 4 tahun lebih.

14. Teman-teman Farmasi 2010 terutama kelas B, terima kasih kawan untuk

waktu dan kebersamaan kalian selama perkuliahan.

15. Untuk semua pihak yang belum disebutkan namanya, penulis mohon maaf

dan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semua keberhasilan ini tak luput dari

bantuan, doa yang telah kalian semua berikan.

Jasa dari semua pihak yang telah membantu dalam penelitian ini, penulis tidak

mampu membalas dengan apapun. Semoga amal baik semua pihak mendapat imbalan

dari Allah SWT. Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari kesempurnaan, oleh

karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca

demi kebaikan skripsi ini. Semoga penulisan skripsi ini dapat berguna bagi penelitian

berikutnya ataupun bagi semua pihak yang membaca skripsi ini, amiin.

Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

Malang, 9 Mei 2015

Penyusun

(7)

vii

RINGKASAN

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi medis dimana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis (dalam jangka waktu yang lama). Pemeriksaan tekanan darah akan didapat dua angka, angka yang lebih tinggi diperoleh pada saat jantung berkontraksi atau sistolik, angka yang lebih rendah diperoleh saat jantung berelaksasi atau diastolik. Tekanan darah kurang dari 120/80 mmHg didefinisikan sebagai normal. Tekanan darah tinggi biasanya terjadi kenaikan tekanan sistolik dan diastolik. Hipertensi terjadi pada tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih.

Temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb.) merupakan jenis herba yang memiliki batang semu, tingginya mencapai 2-2,5 meter, berwarna hijau atau coklat gelap. Pelepah daun saling menutupi membentuk batang. Rimpang temulawak sering dimanfaatkan untuk pengobatan alternatif. Rimpang temulawak, mengandung 0.8-2% kurkuminoid termasuk didalamnya kurkumin dan demetoksikurkumin, 3-12% minyak atsiri termasuk didalamnya xhanthorrhizol, dan 30-40% pati. Khasiat temulawak terutama disesbabkan oleh adanya kandungan kimia utamanya, yaitu senyawa kurkuminoid dan minyak atsiri

Kurkumin sebagai salah satu senyawa pada fraksi dari kurkuminoid mempunyai aktifitas aktivitas hepatoprotektor, antioksidan, anti inflamasi, antikolesterol, antimikroba dan menambah nafsu makan. Senyawa fenol yang terdapat dalam temulawak juga berfungsi sebagai antioksidan karena kemampuannya meniadakan radikal-radikal bebas dan radikal peroksida sehingga efektif dalam menghambat oksidasi lipida.

Tujuan dari penelitian ini untuk menganilisa penurunan tekanan darah yang terjadi pada mencit jantan (Mus musculus) yang hipertensi setelah diberikan ekstrak etanol temulawak dengan kontrol captopril.

Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan pretest-posttest control group design. Menggunakan mencit jantan (Mus musculus) yang diinduksi hipertensi dengan L-name selama 28 hari (4 minggu). Mencit jantan (Mus musculus)

dibagi menjadi 4 kelompok yaitu, kelompok kontrol negatif (P1) diberikan Aquadest, kelompok kontrol negatif (P2) diberikan L-Name dengan dosis 1,75 mg/25g BB mencit, kelompok kontrol positif (P3) diberikan Captopril dengan dosis 0,049 mg/25g BB mencit, dan kelompok terapi (P4) diberikan Ekstrak etanol temulawak dengan dosis 75mg/Kg BB. mencit jantan (Mus musculus) diukur tekanan darahnya pada minggu ke 2 dan ke 4.

(8)

viii

(9)

xi DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

LEMBAR PENGUJIAN ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

RINGKASAN ... vii

ABSTRACT ... ix

ABSTRAK ... x

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR GAMBAR ... xv

DAFTAR LAMPIRAN ... xvi

DAFTAR SINGKATAN ... xvii

BAB 1 PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 4

1.3 Tujuan Penelitian ... 4

1.4 Manfaat Penelitian ... 4

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ... 5

2.1 Hipertensi ... 5

2.1.1 Definisi Hipertensi ... 5

2.1.2 Klasifikasi Hipertensi ... 6

2.1.3 Epidemiologi ... 6

2.1.4 Etiologi Hipertensi ... 7

2.1.5 Patofisiologi ... 8

2.1.6 Gejala Klinis Hipertensi ... 10

2.1.7 Komplikasi ... 10

(10)

xii

2.1.8.1 Tinjauan ACE Inhibitor ... 15

2.2 Tinjauan Obat Tradisional... 18

2.3 Tinjauan Temulawak (Curcuma xanthorriza roxb.) ... 18

2.4 Kandungan Temulawak ... 20

2.4.1 Sifat Struktur dan Golongan ... 22

2.4.2 Sifat Kimia dan Stabilitas ... 23

2.4.3 Khasiat dan Manfaat ... 23

2.4.4 Ekstraksi Temulawak ... 24

2.4.5 Tinjauan Pelarut ... 25

2.4.5.1 Etanol ... 25

2.4.6 Kromatografi ... 26

2.5 Tinjauan Penginduksi Hipertensi (L-Name) ... 26

2.6 Tinjauan Hewan Coba ... 27

BAB 3 KERANGKA KONSEPTUAL ... 30

3.1 Kerangka Konseptual ... 30

3.2 Uraian Kerangka Konseptual ... 31

BAB 4 METODE PENELITIAN... 33

4.1 Rancangan Penelitian ... 33

4.1.1 Jenis Penelitian ... 33

4.1.2 Jumlah Sampel ... 34

4.2 Variabel Penelitian ... 35

4.2.1 Klasifikasi Variabel ... 35

4.2.2 Definisi Operasional Variabel ... 35

4.3 Tempat dan Waktu Penelitian ... 35

4.4 Subyek Penelitian ... 35

4.4.1 Kriteria Inklusi ... 36

4.4.2 Kriteria Eksklusi ... 36

4.5 Prosedur Penelitian... 36

4.5.1 Pembuatan Ekstrak Temulawak ... 36

(11)

xiii

4.5.3 Pengujian Aktivitas Antihipertensi Temulawak Dengan

Kontrol Kaptopril ... 38

4.5.4 Pengukuran Tekanan Darah Hewan Coba ... 39

4.6 Alat dan Bahan ... 40

4.6.1 Bahan ... 40

4.6.2 Alat-Alat ... 40

4.7 Alur Penelitian ... 41

4.8 Analisis Data ... 42

BAB 5 HASIL PENELITIAN ... 43

5.1 Hasil Pembuatan Ekstrak Etano (Curcuma xanthorriza Roxb.) ... 43

5.2 Uji Normalitas Data ... 43

5.3 Uji Homogenitas Data Antar Kelomopok ... 45

5.4 Tekanan Darah Mean Arterial Pressure Mencit jantan ... 46

5.4.1 Analisis Komparabilitas ... 46

5.4.2 Analisis Efek Perlakuan... 46

BAB 6 PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN ... 50

BAB 7 SIMPULAN DAN SARAN ... 53

7.1 Simpulan ... 53

7.2 Saran ... 53

(12)

xiv

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

2.1 Klasifikasi Hipertensi ... 6

2.2 Jenis Obat Terapi Hipertensi ... 16

2.3 Kombinasi Obat Terapi Hipertensi ... 17

2.4 Klasifikasi Mencit (Mus musculus) ... 28

5.1 Data Tekanan Darah Sistol dan Diastol Sebelum dan Sesudah dihitung Menjadi Mean Artria Pressure (MAP) ...44

5.2 Hasil Uji Normalitas Data Tekanan Darah MAP Masing-Masing Kelompok ...45

5.3 Hasil Uji Homogenitas Data Tekanan Darah Mean Arterial Pressure (MAP) Mencit Jantan Antar Kelompok ...45

5.4 Rerata Tekanan Darah Mean Arterial Pressure (MAP) Mencit Jantan Antar Kelompok Sebelum Diberikan Perlakuan (Pada Minggu Ke 2) ...46

5.5 Rerata Tekanan Darah Mean Arterial Pressure (MAP) Mencit Jantan Antar Kelompok Sesudah Diberikan Perlakuan ...47

5.6 Hasil Uji One Way Anova Post Hoc Test Tukey ...47

(13)

xv

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

2.1 Patofisiologi Hipertensi ... 8

2.3 Tanaman Temulawak ... 18

2.4 Struktur Kimia Kurkuminoid ... 20

2.5 Xanthorrizol ... 21

2.6 Mekanisme L-Name Menyebabkan Hipertensi. ... 27

4.5 Diagram Alir Ekstraksi Kurkumin ... 37

4.7 Skema Alur Penelitian ... 41

5.1 Ekstrak Etanol Rimpang Temulawak ...43

(14)

xvi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1 Daftar Riwayat Hidup ... 58

2 Surat Pernyataan... 59

3 Determinasi Tanaman ... 60

4 Perhitungan Dosis ... 61

5 Hasil Pengukuran Tekanan Darah dan Uji Statistik ... 63

(15)

xvii

DAFTAR SINGKATAN

ACEi : Angiotensin Converting Enzyme Inhibitors

ARB : Angiotensin Receptor Blockers

BBs : Beta Blockers

CCB : Calcium Chabnel Blockers

L-Name : Nω-nitro-L-arginine methyl ester

WHO : World Health Organization

NHANES : National Health and Nutrition Examination Survey

NO : Nitric Oxide

NOS : Nitric Oxide Synthase

(16)

xi

DAFTAR PUSTAKA

Anand-Srivastava, M.B., 2010. Modulation of Gi Proteins in Hypertension: Role of

Angiotensin II and Oxidative Stress. Bentham Science Publishers Ltd Current Cardiology Review, Vol. 6, pp 298-308

Arief, Irfan., 2008. Faktor Resiko Penatalaksanaannya. 24 Januari 2008 http://www.pjnhk.go.id/content/view/788/31/ diakses pada 14 Juni 2014

Armenia., Welmidayani., Yuliandra, Y., Rusdi., 2007. Daun Tanaman Akar Bambu

(connarus grandis jack) Sebagai Obat antihipertensi. Jurnal Sains dan

Teknologi Farmasi Vol. 12 No.2 Hal 100-107

Badan Litbang Pertanian,.2014. Temulawak. http://www.litbang.deptan.go.id diakses pada 20 Juni 2014

Bangun, Abednego., 2012. Ensiklopedia Tanaman Obat Indonesia. Bandung : Indonesia Publishing House

Battegay, Edouard J, et al., 2005. Hypertension : Principles and Practice. USA : Taylor & Francis Group, LLC

Benowitz, L., 2002. Obat Antihipertensi, dalam Katzung, B. G., 2002, Basic and Clinical Farmacology, ed ke-3, Penerjemah: Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Penerbit SalembaMedika

Campbell, et al., 2004. Biologi edisi kelima jilid III. Jakarta : Erlangga

Chobanian, A.V., Bakris, G.L., Black H.R., Cushman W.C., Green L.A., Izzo J.L.,

Jr., et al, 2003. The Seventh Report of the Joint National Committee on

Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure.

(17)

xii

Darmojo, B., 2001. Mengamati Perjalanan Epidemiologi Hipertensi di Indonesia.

Medika No.7

Depkes RI, 1994. Persyaratan Obat Tradisional. Jakarta: Departemen Kesehatan

Republik Indonesia. Halaman 5.

Devaraj, S, et al., 2010. Evaluation of the hepatoprotective activity of standardized ethanolic extract of Curcuma xanthorrhiza Roxb. Journal of Medicinal

Plants Research, Vol. 4, pp 2512-2517

Dewato, H.R., 2007. Pengembangan Obat Tradisional Indonesia Menjadi

Fitofarmaka. Departemen Farmakologi, Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Dinkes, 2013. Riset Kesehatan Dasar 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan

Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Jakarta

European Medicines Agency, 2014. Assesment Report of Curcuma xanthorriza

Roxb. Rhizoma. London, United Kongdom : Agency of European Union

Fauzana, D.L., 2010. Perbandingan Metode Maserasi, Remaserasi, Perkolasi Dan

Reperkolasi Terhadap Rendemen Ekstrak Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza

Roxb.). Bogor : Skripsi Fakultas Pertanian IPB

Fleming, T., 2000. PDR For Herbal Medicine, Montvale, New Jersey: Medical

Economics Company Inc.

(18)

xiii

Gormer B,. 2007. Farmakologi Hipertensi. Penerjemah : Diana Lyrawati.

http://lyrawati.files.wordpress.com/2008/11/hypertensionhosppharm.pdf

Diakses pada tanggal 15 Agustus 2014

Guyton, A.C., Hall J.E., 2001. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, Alih bahasa: Setiawan, I. dan Santoso, A., Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC

Guyton A. C., Hall J. E. 1997. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 9. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Hlavackova, L., Janegova, A., Ulicna, O., Janega, P., Cerna, P., Babal, P., 2011.

Research article :Spice up the hypertension diet - curcumin and piperine

prevent remodeling of aorta in experimental L-NAME induced

hypertension. BioMed Central Ltd, Slovakia

http://www.nutritionandmetabolism.com/content/8/1/72 Diakses pada 1 Juni 2014

Hull, Alison., 1996. Penyakit Jantung. Hipertensi dan Nutrisi. Jakarta : Bumi Akasara.

Jayaprakasha, G. K., Jagan Mohan Rao, L., dan Sakariah, K. K. 2005. Chemistry and biological activities of C. longa. Trends in Food Science and Technology 16, 533-548.

Kapakos, G., Youreva, V., Srivastava, A.K., 2012. Cardiovascular Protection by

Curcumin : Molecular aspect. Indian Journal of Biochemistry & Biophysics Canada, Vol. 49, pp. 306-315

Kent Scientefic,.2014. Normal Range For Blood Pressure In Mice and Rats.

https://www.kentscientific.com/Products/Specs/SpecPopUp.asp?Mode=FAQ

(19)

xiv

Kinsella, J.E., Frankel, E., German, B. and Kanmer, J., 1993. Possible Mekanisme for the Protective role of Antioxidants in Wine and Plant FoodsJ Food Technology. 4:5-89

Knight, J.F., 2000. Jantung Kuat Bernafas Lega. Indonesia Pulishing House. Jakarta

Li, H.L., Liu, C., Ouzounian, M., Sun, M., Wang, A., et al, 2008. Research article:

Curcumin Prevents and Reverses Murine Cardiac Hypertrophy. The Journal

of clinical Investigation, Vol. 118, pp. 879-893

Lusia, oktora., 2006. Pemanfaatan Obat Tradisional dengan Pertimbangan Manfaat

dan Keamanannya. Jurnal Farmasi UI, Pharmaceutical Sciences and Research, Vol. 3.No.1

Malole, M.B.M. and Pramono, C.S.U., 1989. Pengantar Hewan-Hewan Percobaan

di Laboratorium. Bogor. Pusat Antara Universitas Bioteknologi IPB.

Marimoto, T, Sunagawa, Y., Kawamura, T., Takaya, T., Wada, H., et al. 2008.

Research article : The dietary compound curcumin inhibits p300 histone

acetyltransferase activity and prevents heart failure in rats. The Journal of

clinical Investigation, Vol. 118, pp. 868-878

Neal, M,J., 2006. At a Glance: Farmakologi Medis, Edisi Kelima. Surabaya:

Penerbit Erlangga. Hal 36-37.

Nursing Crib,.2014. Pathofisiology Of Hypertension.

http://nursingcrib.com/wp-content/uploads/pathophysio-hypertension-thumb.jpg Diakses pada 17 Juni

2014

Pelezer M.J., 1997. Buku Penentun Ilmu Gizi Umum. Jakarta.

Rayvita,.2010. Mean Arterial Pressure Postresusitasi.

(20)

xv

Setiawati, Arini dan Bustami, Zunilda S., 2005. Antihipertensi : Farmakologi dan

Terapi. Edisi 4. Jakarta : Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran

Universitas Indonesia. Hal. 315-316.

Sina, Y.M., 2013. Sejuta Khasiat Herbal Temulawak. Yogyakarta : Diandra Pustaka

Supranto J., 2007. Teknik Sampling Survey dan Eksperimen. Rineka Cipta, Jakarta

Tambayong, J., 2000. Patofisiologi Untuk Keperawatan, Alih Bahasa : Ester, M. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Tedjasukmana, P., 2012. Tata Laksana Hipertensi. Departemen Kardiologi, RS Premier Jatinegara dan RS Grha Kedoya Jakarta

Ugo Basile Inc., 2013. 58500-Blood Pressure Recorder (non invasive) Instrumen

Description. Varese : Ugo Basile Inc.

Varalakshmi, et al., 2008. Immunomodulatory Effects of Curcumin; In-Vivo.Int. Immunopharmacol 8(5): 688-700.

Veronique L., et al. 2011. Heart Disease and Stroke Statistic – 2012 : A Report From the American Heart Associaton. Circulation, journal of American Heart

Association, Vol. 125,pp. e2-e220

WHO, 2002. Traditional MedicineGrowingNeeds and Potential.Geneva.

WHO, 2013. A Global Brief on Hypertension.Switzerland

WHO, Regional Office for the Eastern Mediteranian., 2005. Clinical Guidelines for

(21)

xvi

Widiyanti, Ratna. 2006. Analisa Kandungan Antioksidan dan Fenol pada Jahe.

Universitas Indonesia. Jakarta.

Wijaya, N.D., 2013. Efektivitas Penggunaan Captopril Dalam Penanganan

Hipertensi Pada Pasien Stroke Iskemik di Istalasi Rawat Inap RSUP

Sanglah Denpasar. Jurnal Farmasi Udayana. Universitas Udayana Bali

http://ojs.unud.ac.id/index.php/jfu/article/view/5986 Diakses tanggal 4 Juli 2014

Yogiantoro M., 2006. Hipertensi Esensial dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam

(22)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1Latar belakang

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi medis dimana terjadi

peningkatan tekanan darah secara kronis (dalam jangka waktu yang lama).

Pemeriksaan tekanan darah akan didapat dua angka, angka yang lebih tinggi

diperoleh pada saat jantung berkontraksi atau sistolik, angka yang lebih rendah

diperoleh saat jantung berelaksasi atau diastolik. Tekanan darah kurang dari

120/80 mmHg didefinisikan sebagai normal. Tekanan darah tinggi biasanya

terjadi kenaikan tekanan sistolik dan diastolik. Hipertensi biasanya terjadi pada

tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih, diukur dikedua lengan tiga kali dalam

jangka waktu beberapa minggu (Guyton dan Hall, 2001)

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan masalah kesehatan yang

utama diseluruh dunia karena tingginya pravelensi yang ada dan memiliki peran

dalam meningkatkan resiko penyakit kardiovascular. kemajuan dalam hal

diagnosis dan pengobatan memainkan peran penting dalam hal menurunkan angka

kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung koroner dan stroke pada

negara-negara maju. (WHO, 2005) National helath and Nutrition examination survey

(NHANES III) yang dilaksanakan dari tahun 1988 sampai 1991, membuktikan

bahwa 24% populasi orang dewasa Amerika Serikat mengalami hipertensi.

Pravelensi bervariasi menurut umur, ras, pendidikan, dan banyak variabel lain.

Hipertensi arteri yang berkepanjangan dapat merusak pembuluh-pembuluh darah

dalam ginjal, jantung dan otak, serta dapat meningkatkan insiden gagal ginjal dan

penyakit jantung koroner (Benowitz, 2002).

Menurut WHO pada tahun 2008, diseluruh dunia sekitar 40% dari orang

dewasa dengan usia diatas 25 tahun telah di diagnosis hipertensi, mengalami

peningkatan dari 600 juta pada tahun 1980 menjadi 1 miliyar pada tahun 2008.

Pravelensi hipertensi tertinggi di wilayah Afrika dengan 46% orang dewasa

dengan usia diatas 25, sedangkan pravelensi terendah sebesar 35% ditemukan di

Amerika, sacara keseluruhan negara dengan pendapatan yang tinggi memiliki

(23)

2

Prevalensi hipertensi di Indonesia yang didapat melalui pengukuran pada umur ≥18 tahun sebesar 25,8 persen, tertinggi di Bangka Belitung (30,9%), diikuti Kalimantan Selatan (30,8%), Kalimantan Timur (29,6%) dan Jawa Barat (29,4%).

Prevalensi hipertensi di Indonesia yang didapat melalui kuesioner terdiagnosis

tenaga kesehatan sebesar 9,4 persen, yang didiagnosis tenaga kesehatan atau

sedang minum obat sebesar 9,5 persen. Jadi, ada 0,1 persen yang minum obat

sendiri. Responden yang mempunyai tekanan darah normal tetapi sedang minum

obat hipertensi sebesar 0.7 persen. Jadi prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar

26,5 persen (25,8% + 0,7 %) (Dinkes, 2013).

Hipertensi dibagi menjadi 2 yaitu hipertensi essensial dan sekunder, hipertensi

essensial adalah hipertensi yang tidak jelas etiologinya, sekitar 90% kasus

hipertensi masuk dalam kelompok ini, sedangkan hipertensi sekunder adalah

hipertensi yang disebabkan oleh penyakit ginjal, hormonal dan obat-obatan

(Setiawati dan Bustami, 2005).

Menurut data NHANES tahun 2005-2008 menunjukkan bahwa orang-orang

dengan dengan nilai lipid tinggi, diabetes mellitus (DM), kelebihan berat badan,

dan obesitas, sebagai faktor resiko yang dapat memicu terjadinya hipertensi

(Veronique L et al, 2011). Jika tidak diterapai dengan baik hipertensi dapat merusak organ target, kerusakan organ target yang perlu mendapatkan perhatian

di antaranya pada jantung, vaskular, ginjal dan otak (Tedjasukmana, 2012).

Tujuan terapi atau pengobatan hipertensi adalah menurunkan dan mencegah

kejadian kardioserebrovaskular dan renal, melalui penurunan tekanan darah dan

juga pengendalian dan pengobatan faktor-faktor risiko yang reversibel. Saat ini

tersedia 5 golongan obat antihipertensi: diuretik tiazida, antagonis kalsium, ACEi

(Angiotensin Converting Enzyme inhibitors), ARB, dan beta-blockers. Obat-obat

ini dapat digunakan sebagai monoterapi maupun sebagai bagian dari terapi

kombinasi. Kelima jenis golongan obat ini telah terbukti dapat menurunkan

morbiditas dan mortalitas kardiovaskuler pada pengobatan hipertensi jangka

panjang (Tedjasukmana, 2012).

Salah satu golongan ACE inhibitor yang paling banyak digunakan sebagai

antihipertensi adalah Captopril. Captopril sebagai dosis tunggal mempunyai

(24)

3

bahwa captopril efektif digunakan dalam pencegahan morbiditas dan mortalitas

akibat penyakit kardiovaskular (Wijaya, 2013).

Meskipun obat-obat sintetis sudah terbukti dalam terapi hipertensi, namun

demikian penggunaan obat-obat tradisional atau fitofarmaka perlu diperhatikan

sebagai alternatif dalam terapi hipertensi. Bangsa Indonesia telah lama mengenal

dan menggunakan tanaman berkhasiat obat sebagai salah satu upayadalam

menanggulangi masalah kesehatan. Pengetahuan tentang tanaman berkhasiat obat

berdasar pada pengalaman dan keterampilan yang secara turun temurun telah

diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya (Lusia Oktara, 2006).

Pengobatan menggunakan tanaman berkhasiat sudah lebih dulu diterapkan

dari obat-obat modern. Temulawak sering dimanfaatkan untuk pengobatan

alternatif. Rimpang temulawak, mengandung 0.8-2% kurkuminoid termasuk

didalamnya kurkumin dan demetoksikurkumin, 3-12% minyak atsiri termasuk

didalamnya xhanthorrhizol, dan 30-40% pati (Fleming, 2000). Kurkumin sebagai

salah satu senyawa pada fraksi dari kurkuminoid mempunyai aktifitas aktivitas

hepatoprotektor, antioksidan, anti inflamasi, antikolesterol, antimikroba dan

menambah nafsu makan (Bangun, 2012).

Penelitian yang dilakukan Morimoto (2008) menjelaskan bahwa kurkumin

dapat menghambat aktivitas p300 histone acetyltransferase sehingga mencegah

terjadinya gagal jantung pada tikus. Penelitian juga dilakukan oleh Nakmareong

dkk (2011) dengan dosis curcumin dan tetrahidrocurcumin 50 mg dan 100 mg/kg

yang diberikan pada tikus yang diinduksi hipertensi menggunakan L-Name

menunjukkan hasil rerata MAP (mmHg) pada dosis 50 mg dengan nilai MAP

140.4±2.2, dosis 100 mg 136.1±0.9 dan kelompok yang diberi plasebo 157.7±2.2.

Sejauh ini pengujian ekstrak temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb.) sebagai antihipertensi belum banyak dilakukan, maka dari itu penelitian ini bertujuan

untuk mengetahui manfaat ekstrak etanol temulawak dalam menurunkan

(25)

4

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan suatu masalah

yakni apakah pemberian ekstrak etanol temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb)

dapat menurunkan tekanan darah pada mencit jantan (Mus musculus) yang diinduksi hipertensi?

1.3 Tujuan Penelitian

Untuk menganalisa penurunan tekanan darah yang terjadi pada mencit jantan

(Mus musculus) yang hipertensi setelah diberikan ekstrak etanol temulawak dengan kontrol captopril.

1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1. Manfaat Ilmiah

Dari hasil penelitian ini diharapkan akan diperoleh informasi ilmiah tentang

potensi ekstrak etanol temulawak untuk menurunkan hipertensi pada mencit

jantan (Mus musculus) yang hipertensi. Diharapkan akan diperoleh dosis optimal pemberian ekstrak etanol temulawak untuk menurunkan tekanan darah.

1.4.2. Manfaat Aplikasi

Bila pemberian ekstrak temulawak terbukti dapat menurunkan tekanan darah

pada mencit jantan yang hipertensi, maka dapat diinformasikan kepada

masyarakat tentang potensi dan manfaat ekstrak temulawak untuk menurunkan

tekanan darah sebagai obat alternatif dalam pengobatan hipertensi.

Referensi

Dokumen terkait

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun data secara sistematis. Data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi dengan cara

Siregar, SpPD-KGEH, yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis di Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas

Penetapan Kepsesmen Paraf Draft Kepsesmen Usulan Kepmen PPN tembusan Usulan Kepmen PPN Koordinasi Penyiapan Keputusan Menteri tembusan. substansi

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan pandangan sehat dan sakit pada masyarakat di Dusun Tambran Kidul; (2) mendeskripsikan perilaku verbal dan nonverbal dalam

Manfaat lain yang diharapkan adalah secara khusus dapat dijadikan acuan dalam perencanaan bendung terutama desain bangunan pelimpah bertangga, dapat mengetahui sejauh mana

Sistem imun ayam sangat responsif terhadap protein asing atau mikroorganisme yang inemaparnya (akibat vaksinasi atau infeksi alam) sehingga kuning telur ayam mengandung

JUMLAH PEGAWAI TENAGA KERJA ASING TENAGA KERJA ASING TENAGA KERJA ASING TENAGA KERJA ASING 3 KOMISARIS. KOMISARIS KOMISARIS

 Mahasiswa mampu menjelaskan berbagai cara perancangan dan penentuan visi misi organisasi baik perusahaan profit maupun non profit, tujuan dan pentingnya berbagai