• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Etika Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Garuda Plaza Hotel Medan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Pengaruh Etika Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Garuda Plaza Hotel Medan"

Copied!
63
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

PENGARUH ETIKA KERJA TERHADAP KINERJA

KARYAWAN PADA GARUDA PLAZA

HOTEL MEDAN

OLEH

MIFTAHUL FAUZI 070521157

PROGRAM STUDI STRATA 1 MANAJEMEN DEPARTEMEN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

(2)

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh etika kerja terhadap kinerja karyawan pada Garuda Plaza Hotel Medan.

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Populasi penelitian ini sebesar 295 orang karyawan, sehingga sampel penelitian dengan menggunakan rumus Slovin menjadi 75 orang karyawan. Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan regresi linier berganda.

Hasil penelitian membuktikan bahwa secara uji signifikansi etika kerja berpengaruh secara poisitif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada Garuda Plaza Hotel Medan.

(3)

ABSTRACT

The purpose of this study was to determine and analyze the influence of work ethic on the performance of employees on Garuda Plaza Hotel Medan.

The data used in this study is to use the primary data and secondary data. This study population of 295 employees, so the study sample using the formula Slovin to 75 employees. Data analysis methods used is descriptive quantitative by using multiple linear regression.

(4)

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kepada Allah SWT atas segala berkat dan rahmat dan ridho-nya khususnya bagi penulis sehingga dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini. Dalam penulisan skripsi ini penulis mengangkat judul “Pengaruh Etika Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Garuda Plaza Hotel Medan”.

Penulis mengucapkan terima kasih yang tulus, iklas dan tak terhingga kepada kedua orang tua penulis. Pada kesempatan ini penulis juga terima kasih kepada :

1. Kepada terkhusus kedua orang tua ku yakni, H. Husni Hamzah (Ayahanda), dan Hj. Dra. Rosmani Ahmad, M.A (Ibunda) yang telah membesarkan penulis yang tidak dapat terbalas jasanya oleh penulis.

2. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

3. Ibu Dr. Endang Sulistya Rini, SE, MSi selaku Ketua Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

4. Ibu Dra. Friska Sipayung, MSi, selaku Dosen Pembimbing yang telah bersedia memberikan waktu, saran, tenaga dan pemikirannya untuk membantu penulis didalam penyempurnaan skripsi ini.

5. Ibu Dr. Yeni Absah, SE, MSi selaku Dosen Penjuji I yang telah menyediakan waktu, didalam penulisan skripsi ini.

(5)

7. Kepada kekasihku yang tercinta Khania Fitri Antika yang telah banyak memberikan support kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

8. Kepada temen temen stambuk 2007 yang tidak dapat disebutkan penulis 9. Seluruh staf pegawai Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas

Sumatera Utara.

Akhirnya penulis mengucapkan terima kasih atas semuanya yang telah membantu penulis hingga dapat menyelesaikan skripsi ini, dan kepada Allah SWT penulis mohon ampun atas segala kesalahan dan kehilafan selama membuat skripsi ini. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan karunianya kepada kita semua khususnya kepada penulis.

Medan, November 2011 Penulis

(6)

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang ... 1

2.4.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penilaian Kinerja ... 14

2.5 Penelitian Terdahulu ... 14

2.6 Kerangka Konseptual ... 16

2.7 Hipotesis ... 17

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian ... 18

3.9 Uji Validitas dan Reliabilitas ... 22

(7)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Sejarah Singkat Berdirinya Garuda Plaza Hotel Medan 26

4.2 Hasil Penelitian 4.2.1 Uji Validitas dan Reliabilitas ... 28

4.2.2 Analisis Deskriptif Responden Penelitian ... 31

4.2.3 Analisis Deskriptif Variabel Penelitian ... 32

4.2.4 Uji Normalitas Penelitian ... 34

4.2.5 Analisis Regresi Linier Sederhana ... 35

4.3 Pembahasan ... 37

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 40

5.2 Saran ... 40

DAFTAR PUSTAKA ... 41

(8)

DAFTAR TABEL

No Judul Halaman

Tabel

Tabel 1.1 Rekapitulasi Kinerja Karyawan Garuda Plaza Hotel Medan

Periode 2008-2010 ... 4

Tabel 1.2 Penilaian Etika Kerja Karyawan Garuda Plaza Hotel Medan Periode 2010 ... 5

Tabel 1.3 Tingkat Absensi Karyawan Garuda Plaza Hotel Medan 2009-2010 ... 6

Tabel 3.1 Operasionalisasi Variabel ... 19

Tabel 3.2 Instrumen Skala Likert ... 20

Tabel 4.1 Item Total Statistic ... 29

Tabel 4.2 Reliability Statistic ... 30

Tabel 4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 31

Tabel 4.4 Karakteristik Responden BerdasarkanUmur ... 31

Tabel 4.5 Karakteristik Responden BerdasarkanLama Bekerja ... 31

Tabel 4.6 Frekuensi Responden Etika Kerja ... 32

Tabel 4.7 Frekuensi Responden Kinerja Karyawan ... 33

Tabel 4.8 One Sample Kolmogrov-Smirnov ... 35

Tabel 4.9 Uji Signifikansi ... 36

(9)

DAFTAR GAMBAR

No Judul Halaman

Gambar

(10)

DAFTAR LAMPIRAN

No Judul Halaman

Lampiran

Lampiran 1 Kuesioner Penelitian... 43

Lampiran 2 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas ... 45

Lampiran 3 Data Mentah Kuesioner Penelitian ... 46

Lampiran 4 Deskriptif Variabel Penelitian ... 48

(11)

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh etika kerja terhadap kinerja karyawan pada Garuda Plaza Hotel Medan.

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Populasi penelitian ini sebesar 295 orang karyawan, sehingga sampel penelitian dengan menggunakan rumus Slovin menjadi 75 orang karyawan. Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan regresi linier berganda.

Hasil penelitian membuktikan bahwa secara uji signifikansi etika kerja berpengaruh secara poisitif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada Garuda Plaza Hotel Medan.

(12)

ABSTRACT

The purpose of this study was to determine and analyze the influence of work ethic on the performance of employees on Garuda Plaza Hotel Medan.

The data used in this study is to use the primary data and secondary data. This study population of 295 employees, so the study sample using the formula Slovin to 75 employees. Data analysis methods used is descriptive quantitative by using multiple linear regression.

(13)

BABI

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada dasarnya setiap perusahaan yang didirikan mempunyai harapan bahwa kelak akan mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam lingkup usaha dari perusahaan tersebut. Perusahaan jasa pada dasarnya menginginkan tercapainya kinerja yang tinggi dalam bidang kerjanya. Untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan setiap perusahaan sangat memerlukan adanya hubungan dengan masyarakat dan perilaku yang sesuai didalam menjalankan sesuai dengan etika yang berlaku didalam masyarakat.

(14)

Dalam membina kemampuan bekerja dan meningkatkan kinerja masing masing karyawan, tidak terlepas dari etika kerja yang di yakini oleh individu individu tersebut. Etika kerja merupakan sikap, pandangan, kebiasaan, ciri-ciri atau sifat mengenai cara bekerja yang dimiliki seseorang, suatu golongan atau suatu bangsa (Tasmara, 2000:14). Etika kerja yang tinggi tentunya rutinitas tidak akan membuat bosan, bahkan mampu meningkatkan prestasi kerjanya atau kinerja. Hal yang mendasari etika kerja tinggi di antaranya keinginan untuk menjunjung tinggi mutu pekerjaan, maka individu yang mempunyai etos kerja tinggi akan turut serta memberikan masukan- masukan ide di tempat bekerja.

Industri perhotelan adalah industri jasa yang memadukan antara produk dan layanan. Desain bangunan, interior dan eksterior kamar hotel serta restoran, suasana yang tercipta di dalam kamar hotel, restoran serta makanan dan minuman yang dijual beserta keseluruhan fasilitas yang ada merupakan contoh produk yang dijual. Sedangkan layanan yang dijual adalah keramah-tamahan dan ketrampilan staff/karyawan hotel dalam melayani pelanggannya. Kotler dan Amstrong (2004) mendefinisikan jasa sebagai aktivitas atau manfaat yang ditawarkan oleh satu pihak lain yang pada dasarnya tanpa wujud dan tidak menghasilkan kepemilikan apapun. Definisi jasa adalah suatu kegiatan yang memilki beberapa unsur ketidak berwujudan (intangibility) yang melibatkan beberapa interaksi dengan konsumen atau properti dalam kepemilikannya, dan tidak menghasilkan transfer kepemilikan.

(15)

di di Indonesia mencapai lebih 30 persen setiap tahun, sedangkan kenaikan tingkat kunjungan wisatawan hanya mencapai sekitar 7-8 persen per tahun," pertumbuhan yang tidak seimbang ini mengakibatkan terjadinya ketimpangan antara jumlah permintaan dengan suplai yang tersedia dan secara tidak langsung akan berimbas terhadap kelangsungan operasional hotel. Hal ini memacu manajemen hotel untuk semakin meningkatkan kualitas hotel untuk memperoleh konsumen sebanyak- banyaknya. Dahulu fungsi hotel hanya sebagai tempat bermalam bagi konsumen yang melakukan perjalanan bisnis atau wisata dan tidak memiliki relasi di tempat tujuan. Namun seiring berjalannya waktu, fungsi hotel mengalami peningkatan.

(16)

Tabel 1.1

Rekapitulasi Kinerja Karyawan Garuda Plaza Hotel Medan Periode 2008-2010

Standar Kerja 2008 2009 2010

P1 54 Orang 51 Orang 65 Orang

P2 63 Orang 62 Orang 45 Orang

P3 165 Orang 172 Orang 182 Orang

Jumlah Karyawan 282 Orang 285 Orang 292 Orang

Sumber : PT. Garuda Plaza Hotel Medan (2011)/data diolah

Keterangan:

P1 = Kinerja karyawan > 100% (Sangat Baik) P2 = Kinerja Karyawan 50%-100% (Baik) P3 = Kinerja Karyawan 0%-50% (Kurang Baik)

Berdasarkan pada Tabel 1.1 dapat diketahui bahwa kinerja karyawan pada tahun 2008 yang memiliki kinerja yang sangat baik sebesar 54 orang, baik sebesar 63 orang, kurang baik sebesar 165 orang, tahun 2009 yang memiliki kinerja yang sangat baik sebesar 51 orang, baik sebesar 62 orang, kurang baik sebesar 172 orang, tahun 2010 yang memiliki kinerja yang sangat baik sebesar 65 orang, baik sebesar 45 orang, kurang baik sebesar 182 orang, secara umum dapat disimpulkan bahwa kinerja karyawan yang terjadi diperusahaan ini masih banyak karyawan yang memiliki kinerja yang kurang baik, hal ini mungkin dapat disebabkan oleh hubungan dengan para tamu hotel, dan perilaku tamu, atasan atau dengan masyarakat, yang notabene nya perusahaan yang bergeraka di bidang ini lebih banyak berinteraksi dengan para masyarakat (tamu hotel) sehingga perusahaan/karyawan harus menjaga perilaku atau etika kerja dengan baik agar kinerja karyawan dapat tercapai sesuai dengan yang diinginkan oleh perusahaan.

(17)

untuk menilai etika karyawan atau etika kerja Garuda Plaza Hotel Medan periode 2010 adalah sebagai berikut:

Tabel 1.2

Penilaian Etika Kerja Karyawan Garuda Plaza Hotel Medan

Periode 2010

Berdasarkan pada Tabel 1.2 dapat diketahui bahwa jumlah kritikan negatif dari bulan Januari sebesar 28 orang, Februari sebesar 24 orang, Maret sebesar 19 orang, Juni sebesar 32 orang, Juli sebesar 31 orang sampai dengan bulan Desember sebesar 28 orang nasabah. Secara umum lebih besar jika dibandingkan dengan kritikan positif. Namun hal ini tentu saja dapat menunjukkan salah satu etika karyawan dalam bekerja yang kurang baik, yang akan memiliki dampak terhadap kinerja karyawan.

(18)

Tabel 1.3

Tingkat Absensi Karyawan Garuda Plaza Hotel Medan Periode 2009-2010

Sumber: Garuda Plaza Hotel Medan (2011).

Keterangan:

C = Cuti S = Sakit I = Izin

TK = Tanpa Keterangan

Berdasarkan Tabel 1.3 selama tahun 2009 dari bulan Januari 2009 sampai dengan bulan Desember 2009 mengalami kenaikan terus menerus, jika dibandingkan dengan tahun 2010 jumlah karyawan yang mengalami cuti, sakit, izin, dan tanpa keterangan juga mengalami kenaikan, secara keseluruhan dari tahun 2009 mengalami kenaikan hal ini tentu saja menunjukkan bahwa etika karyawan dalam bekerja dalam hal menunjukkan adanya kinerja belum maksimal.

(19)

1.2 Perumusan Masalah

Perumusan masalah di penelitian ini adalah “Apakah etika kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada Garuda Plaza Hotel Medan?”.

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah “Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh etika kerja terhadap kinerja karyawan pada Garuda Plaza Hotel Medan”.

1.4 Manfaat Penelitian Manfaat penelitian adalah:

a. Sebagai sumber informasi dan pedoman bagi Garuda Plaza Hotel Medan mengenai etika kerja terhadap kinerja karyawan.

b. Sebagai bahan referensi bagi peneliti lain yang melakukan penelitian mengenai objek yang sama di masa yanag akan datang.

(20)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Perilaku Organisasi

Menurut Thoha (2007:5) perilaku organisasi merupakan suatu studi yang menyangkut aspek-aspek tingkah laku manusia dalam suatu organisasi atau suatu kelompok tertentu.

Menurut Duncan dalam Thoha (2007:5) hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam suatu perilaku organisasi adalah sebagai berikut:

a) Studi perilaku organisasi termasuk didalamnya bagian-bagian yang relevan dari semua ilmu tingkah laku yang berusaha menjelaskan tindakan-tindakan manusia didalam organisasi.

b) Perilaku organisasi sebagaiman suatu disiplin ilmu mengenai bahwa individu dipengaruhi oleh bagaimana pekerjaan diatur adan siapa yang bertanggung jawab untuk pelaksanaannya.

Walaupun dikenal adanya keunikan pada individu, namun perilaku organisasi masih memusatkan pada kebutuhan manajer untuk menjamin bahwa keseluruhan tugas pekerjaan yang bisa dijalankan

2.2 Etika

2.2.1 Pengertian Etika

(21)

berhubungan dengan manusia dan masyarakat seperti, antropologi, psikologi, sosiologi, ekonomi, ilmu politik, dan ilmu hukum.

Secara etimologis, etika adalah ajaran atau ilmu tentang adat kebiasaan yang berkenaan dengan kebiasaan baik atau buruk yang diterima umum mengenai sikap, perbuaatan, kewajiban, dan sebagainya. Pada hakikatnya moral menunjuk pada ukuran-ukuran yang telah diterima oleh suatu komunitas, sementara etika umumnya lebih dikaitkan dengan prinsip-prinsip yang dikembangkan diberbagai wacana etika atau aturan-aturan yang diberlakukan sebagai suatu profesi.

Menurut Johson dalam Ernawan (2007 : 2) etika merupakan suatu cabang ilmu filsafat, tujuannya adalah mempelajari perilaku, baik moral maupun immoral dengan tujuan membuat pertimbangan yang cukup beralasan dan akhirnya sampai pada rekomendasi yang memadai tentunya dapat diterima oleh suatu golongan tertentu atau individu.

Menurut Wiley dalam Ernawan (2007 :3) bahwa etika berpengaruh terhadap kewajiban moral, tanggung jawab, dan keadilan sosial. Etika secara lebih kontemporer mencerminkan karakter perusahaan, yang merupakan kumpulan individu-individu.

(22)

2.2.2 Persamaan dan Perbedaan Etika dan Etiket

2.2.2.1 Persamaan Etika dan Etiket

Seringkali dua istilah tersebut disamakan artinya, padahal terdapat perbedaan yang sangat mendasar antara keduanya. Dari asal katanya etika berarti perilaku sedangkan etiket berarti sopan santun. Pengertian etika berbeda dengan etiket. Etiket berasal dari bahasa Perancis etiquette yang berarti tata cara pergaulan yang baik antara sesama manusia. Sementara itu etika berasal dari bahasa latin berarti falsafah moral dan merupakan cara hidup yang benar dilihat dari sudut pandang budaya, susila, dan agama. Namun disamping ada persamaan antara keduanya (Ernawan, 2007 : 6) yakni:

a) Keduanya, menyangkut objek yang sama yaitu perilaku manusia.

b) Etika dan etiket mengatur perilaku manusia secara normative, artinya member norma bagi perilaku manusia dan dengan demikian menyatakan apa yang harus menyatakan apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan.

2.2.2.2 Perbedaan Etika dan Etiket

Menurut Ernawan (2007 : 7) perbedaan etika dan etiket adalah:

a) Etiket menyangkut cara suatu melakukan perbuatan harus dilakukan manusia. Diantaranya beberapa cara yang mungkin, etiket menunjukkan cara yang tepat artinya cara yang diharapkan serta ditentukan dalam suatu kalangan tertentu.

(23)

c) Etiket hanya berlaku dalam pergaulan pada suatu kelompok tertentu. Bila tidak ada saksi mata, maka etiket tidak berlaku.

d) Etika selalu berlaku dimana saja dan kapan saja, meskipun tidak ada saksi mata, tidak tergantung pada ada dan tidaknya seseorang.

e) Etiket bersifat relative artinya yang dianggap tidak sopan dalam suatu kebudayaan, bias saja di anggap sopan dalam kebudayaan lain.

f) Etiket bersifat absolut. Prinsip-prinsipnya tidak dapat ditawar lagi dan harus dilakukan

g) Etiket hanya memandang manusia dari segi lahiriah saja.

2.2.3 Teori Etika

Menurut Bertens (2000 : 66) teori etika, yakni: a) Utilitarisme

Utilitarisme berasal dari kata latin utilis yang berarti bermanfaat. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan.

b) Deontologi

(24)

c) Hak

Teori hak adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku. Teori hak merupakan suatu aspek dari teori deontologi, karena hak berkaitan dengan kewajiban, dan dapat dikatakan hak dan kewajiban bagaikan dua mata sisi dari uang logam yang sama.

2.3 Pengertian Etika Kerja

Webster (2007:45), “etika” didefinisikan sebagai keyakinan yang berfungsi sebagai panduan tingkah laku bagi seseorang, sekelompok, atau institusi. Jadi, etos kerja dapat diartikan sebagai doktrin tentang kerja yang diyakini oleh seseorang atau sekelompok orang sebagai baik dan benar yang mewujud nyata secara khas dalam perilaku kerja mereka .

Harsono dan Santoso (2006:35) yang menyatakan etika kerja sebagai semangat kerja yang didasari oleh nilai-nilai atau norma-norma tertentu. Hal ini sesuai dengan pendapat Sukriyanto (2000:29) yang menyatakan bahwa etika kerja adalah suatu semangat kerja yang dimiliki oleh masyarakat untuk mampu bekerja lebih baik guna memperoleh nilai hidup mereka. etika kerja menentukan penilaian manusia yang diwujudkan dalam suatu pekerjaan.

(25)

mutu pekerjaan, maka individu yang mempunyai etos kerja tinggi akan turut serta memberikan masukan- masukan ide di tempat bekerja.

2.4Kinerja Karyawan

2.4.1 Pengertian Kinerja Karyawan

Klingner dan Nanbaldian Kinerja karyawan merupakan fungsi perkalian dari usaha karyawan (effort), yang didukung dengan motivasi yang tinggi,dengan kemampuan karyawan (ability), yang diperoleh melalui latihan-latihan. Kinerja yang meningkat, berarti performansi yang baik, akan menjadi feedback bagi usaha, atau motivasi pekerja pada tahap berikutnya (Gomes, 2003 : 160)

Penilaian kinerja karyawan memberikan mekanisme penting bagi manajemen untuk digunakan dalam menjelaskan tujuan-tujuan dan standar-standar kinerja serta kinerja serta memotivasi karyawan di waktu berikutnya. Penilaian kinerja karyawan memberikan dasar bagi keputusan-keputusan yang mempengaruhi gaji, promosi, pemberhentian, pelatihan, transfer, dan kondisi-kondisi kepegawaian lainnya.

(26)

2.4.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penilaian Kinerja Karyawan

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi penilaian kinerja karyawan, yaitu:

a. Karakteristik Situasi

b. Deskripsi Pekerjaan, spesialisasi pekerjaan dan standar kinerja c. Tujuan-tujuan penilaian kinerja

d. Sikap para karyawan dan manajer terhadap evaluasi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi, menurut Keith Davis dalam Sedarmayanti (2001 : 45) merumuskan :

a) Performance = Ability + Motivation b) Ability = Knowledge + Skill

c) Motivation = Attitude + Situation

Pernyataan di atas menunjukkan bahwa kinerja seseorang terkait dengan kemampuan (ability) dan motivasi (motivation). Kemampuan sendiri dipengaruhi oleh faktor pendidikan (knowledge) dan keahlian (skill), sedangkan motivasi dipengaruhi oleh sikap (attitude) dan situasi (situation) yang kemudian menggerakkan seseorang tersebut menuju pencapaian tujuan.

2.5 Penelitian Terdahulu

(27)
(28)

Anbri (2010) melakukan penelitian dengan judul ”Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Bank Central Asia, Tbk KCP Pulo Brayan Medan”. Hasil penelitian menunjukkan Gaya kepemimpinan dan lingkungan kerja berpengaruh secara serempak terhadap kinerja karyawan pada PT. Bank Central Asia, Tbk KCP Pulo Brayan Medan. Hal tersebut dapat diketahui dari hasil uji simultan (Uji-t), dimana nilai thitung sebesar 22,985 lebih besar dari ttabel sebesar 3,31 pada tingkat signifikansi 5 %. Gaya kepemimpinan merupakan variabel yang paling dominan yakni sebesar 6,007 jika dibandingkan dengan lingkungan kerja sebesar 2,162 dengan tingkat signifikansi di bawah 0,05.

2.6 Kerangka Konseptual

Etika kerja merupakan sikap, pandangan, kebiasaan, ciri-ciri atau sifat mengenai cara bekerja yang dimiliki seseorang, suatu golongan atau suatu bangsa (Tasmara, 2000:14). Etika kerja yang tinggi tentunya rutinitas tidak akan membuat bosan, bahkan mampu meningkatkan prestasi kerjanya atau kinerja. Hal yang mendasari etika kerja tinggi di antaranya keinginan untuk menjunjung tinggi mutu pekerjaan, maka individu yang mempunyai etos kerja tinggi akan turut serta memberikan masukan- masukan ide di tempat bekerja.

(29)

Sumber : Tasmara (2000:14) dan Gomes (2003:160)

Gambar 2.1 : Kerangka Konseptual

2.7 Hipotesis

Hipotesis penelitian ini adalah “Etika kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada. Garuda Plaza Hotel Medan”.

Etika Kerja Kinerja

(30)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian survei. Penelitian survei menurut Arikunto (2007:236) merupakan suatu jenis penelitian yang banyak dilakukan oleh peneliti dalam bidang, sosiolog, bisnis, politik, pemerintahan, dan pendidikan. Penelitian survei yang terkenal adalah dengan The Gallup Poll yang dimaksudkan untuk mengetahui pendapata masyarakat.

Informasi dari penelitian survei dapat dikumpulkan dari seluruh populasi dan dapat pula hanya sebagian dari populasi. Survei yang dilakukan kepada semua populasi dinamakan penelitian sensus, sedangkan jika pengumpulan data hanya dilakukan pada sebagian dari populasi disebut sebagai survei sampel.

Tujuan penelitian ini adalah penelitian eksplanatori untuk menjelaskan hubungan antara dua atau lebih variabel. Melalui penelitian penjelasan ini dapat diketahui bagaiman korelasi antara dua atau lebih variabel baik pola, arah, sifat, bentuk, maupun kekuatan hubungannnya (Silalahi, 2009:31), maka tujuan dari penelitian ini bersifat eksplanatori yakni mengungkapkan pengaruh nilai-nilai sosial dan etika bisnis terhadap kinerja karyawan.

3.2 Tempat dan Penelitian

(31)

3.3 Batasan Operasional

Batasan operasional penelitian ini yakni: a. Variabel bebas, yakni etika kerja (X) b. Variabel terikat, yakni kinerja karyawan

3.4 Definisi Operasional

Definisi operasional dalam penelitian ini adalah:

a) Etika kerja merupakan sikap, pandangan, kebiasaan, ciri-ciri atau sifat mengenai cara bekerja yang dimiliki seseorang, suatu golongan atau suatu bangsa (Tasmara, 2000:14)

b) Menurut Armstrong dan Baron dalam Wibowo (2011:7) kinerja karyawan merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi,kepuasan konsumen, dan memberikan kontribusi pada ekonomi. Dengan demikian,kinerja adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut. Kinerja adalah tentang apa yang dikerjakan dan bagaiman cara mengerjakannya.

Tabel 3.1

Operasionalisasi Variabel

Variabel Definisi Indikator Skala Pengukuran

Etika Kerja (X)

sikap, pandangan, kebiasaan, ciri-ciri atau sifat mengenai cara bekerja yang dimiliki seseorang, suatu golongan atau suatu bangsa

1. Kerja Keras

merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi,kepuasan konsumen, dan memberikan kontribusi pada ekonomi. Dengan demikian,kinerja adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut. Kinerja adalah tentang apa yang dikerjakan dan bagaiman cara mengerjakannya

1. Kualitas Kerja 2. Standar Waktu

3. Melayani Tamu dengan

Cepat 4. Kepribadian

Skala Likert

(32)

3.5 Skala Pengukuran Variabel

Pengukuran masing-masing variabel dalam penelitian adalah dengan menggunakan Skala Likert yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomena sosial. Skala Likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel.

Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan (Sugiyono, 2005:86).

Tabel 3.2

Instrumen Skala Likert

No. Skala Skor

1 Sangat Setuju 5

2 Setuju 4

3 Kurang Setuju 3

4 Tidak Setuju 2

5 Sangat Tidak Setuju 1

Sumber: Sugiyono (2005 : 86).

3.6 Populasi dan Sampel

(33)

biaya, ukuran sampel ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin dalam Umar (2008 : 78), yaitu:

Dimana: n= Jumlah Sampel N= Ukuran Populasi e= Standart error sehingga: n = 2

n = 75 orang responden

Jadi sampel penelitian ini sebesar 75 orang responden. Teknik pengambilan sampel penelitian ini dengan menggunakan simple random sampling yakni teknik pengambilan sampling yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata dalam populasi itu sendiri (Sugiyono,2005:118).

3.7 Jenis Data

Jenis data didalam penelitian ini adalah:

a. Data primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari responden yang terpilih di lokasi penelitian. Data primer penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan daftar pertanyaan (questionaire) pada karyawan Garuda Plaza Hotel Medan dan melakukan wawancara (interview) pada pimpinan Hotel Garuda Plaza Medan.

(34)

1) Sejarah Singkat Garuda Plaza Hotel Medan. 2) Struktur Organisasi Garuda Plaza Hotel Medan.

3) Jurnal-jurnal penelitian mengenai etika kerja atau etika perhotelan, dan kinerja karyawan dan sebagainya yang mendukung penelitian ini.

3.8 Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data di dalam penelitian ini adalah: a. Kuesioner

Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data dengan cara menyebarkan daftar pertanyaan kepada karyawan Garuda Plaza Hotel Medan yang menjadi responden penelitian.

b. Studi Dokumentasi

Pengumpulan data diperoleh dari buku-buku, jurnal-jurnal penelitian dan internet yang mempunyai relevansi dengan penelitian yang dilakukan.

3.9 Uji Validitas dan Reliabilitas

(35)

instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama. (Sugiyono,2005:267).

a. Uji Validitas

Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan program SPSS versi 15.00, dengan kriteria sebagai berikut:

1) Jika rhitung > rtabel, maka pertanyaan dinyatakan valid. 2) Jika rhitung < rtabel, maka pertanyaan dinyatakan tidak valid. b. Uji Reliabilitas

Pengujian dilakukan dengan menggunakan program SPSS versi 15.00. butir pertanyaan yang sudah dinyatakan valid dalam uji validitas ditentukan reliabilitasnya dengan kriteria sebagai berikut:

1) Jika ralpha positif atau lebih besar dari rtabel maka pertanyaan reliabel. 2) Jika ralpha negatif atau lebih kecil dari rtabel maka pertanyaan tidak

reliabel.

3.10 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data penelitian ini adalah:

a. Metode Analisis Deskriptif

(36)

b. Uji Normalitas

Uji Normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah distribusi sebuah data mengikuti atau mendekati distribusi normal, yakni distribusi data dengan bentuk lonceng dan distribusi data tersebut tidak menceng ke kiri atau menceng ke kanan. Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan pendekatan Kolmogorov-Smirnov (K-S). Dengan menggunakan tingkat signifikan 5% (0,05) maka jika nilai Asymp.Sig. (2-tailed) di atas nilai signifikan 5% artinya variabel residual berdistribusi normal.

b. Analisis Regresi Linier Sederhana

Peneliti menggunakan analisis regresi linier sederhana untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Peneliti menggunakan bantuan program software SPSS (Statistic Product and Service Solution) versi 15.00 agar hasil yang diperoleh lebih terarah

Persamaan regresi berganda yang digunakan adalah sebagai berikut: Y = a + bX + + e

Dimana :

Y = Kinerja Karyawan. a = Konstanta.

b = Koefisien Regresi Linier Sederhana. X = Etika Kerja

e = Variabel Penganggu (standard error).

(37)

Pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Uji secara Parsial/Individual (Uji-t)

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara parsial (individual) menerangkan variasi variabel dependen.

Bentuk pengujiannya adalah sebagai berikut :

a) H0 : bi=0, artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat.

b) Ha : bi≠0, artinya secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat.

Kriteria pengambilan keputusan adalah sebagai berikut : 1. H0 diterima jika – thitung < ttabel pada α = 5% 2. Ha diterima jika – thitung > ttabel pada α = 5% Pengujian Goodness of Fit (R2)

(38)

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Sejarah Singkat Berdirinya Garuda Plaza Hotel Medan

Pada tahun 1958 Hj. Muhammad Arbie, Direksi Firma Madju Medan mendirikan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan yang berada di Jalan Sisingamangaraja No.18 Medan (d/h Jalan Radja Medan) yang bernama Hotel Garuda. Secara berangsur-angsur sesuai dengan bergulirnya waktu pada tahun 1970 losmen tersebut berkembang mencapai 58 kamar yang terdiri dari gedung berlantai tiga. Usaha perhotelan ini berjalan dengan penuh suka duka serta dengan modal pengalaman yang dimiliki selama berdikari dalam dunia bisnis perhotelan. Pada tahun 1973 usaha perluasan dimulai dengan didirikan sebuah hotel di jalan yang sama yaitu Motel Garuda dengan kapasitas 35 kamar dan menjadi cikal bakal Garuda Citra Hotel

Kedua hotel dan motel ini berjalan dengan lancar dari tahun ke tahun dan usaha-usaha peningkatan dalam pelayanan di segala bidang tetap berjalan dengan baik. Dengan bertambahnya tenaga profesional yang mengelola dan menangani kegiatan sehari-hari baik yang bersifat intern maupun yang bersifat ekstern, maka diharapkan usaha ini akan menjadi lebih maju kedepannya.

(39)

maka pimpinan mencoba untuk membuat gagasan baru. Lalu direncanakan untuk membangun kedua hotel dan motel tersebut lebih lanjut.

Pada tanggal 15 Oktober 1976, dimulailah pembangunan Hotel Garudadengan cara 2 tahap. Tahap pertama direncanakan dengan membangun 54 kamar beserta sarana-sarana hotel lainnya seperti : ruang rapat, restoran yang sesuai dengan kemampuan dan rencana yang ditetapkan. Pada tahap kedua, membangun kamar di Hotel Garuda menjadi lebih banyak yaitu sebanyak 115 kamar. Setelah menimbang berbagai hal, maka Dewan Direksi merasa perlu membentuk suatu badan untuk melaksanakan dan untuk terus merenovasi dan membangun kedua Hotel dan Motel tersebut. Maka di bentuk Perseroan Terbatas yang di beri nama PT.Garuda Maju Cipta dan inilah yang bertanggung jawab atas pembangunan kedua Hotel dan Motel tersebut sampai dengan selesai. Sesuai dengan rencana pokok, maka sekitar bulan Agustus 1980 dimulailah pembangunan di Motel Garuda yang meliputi 70 kamar ditambah dengan ruang pertemuan (meeting room). Pembangunan ini rampung pada tanggal 1 April 1982. Dengan selesainya pembangunan tersebut maka jadilah motel tersebut dengan nama Motel Garuda Citra sebagai salah satu hotel bertaraf internasional dengan jumlah kamar sebanyak 70 kamar.

(40)

penginapan yang cukup memadai yakni dengan pelayanan yang diberikan serta rendahnya tarif yang diberikan oleh pihak hotel kepada tamu.

Pada tahun 1982, merupakan tahun yang bersejarah bagi Hotel Garuda City karena pada tahun tersebut pembangunan telah rampung dan hotel tersebut dapat dioperasikan secara penuh. Pada tanggal 22 Juli 1982, hotel tersebut relatif megah dan pada waktu itu diresmikan oleh direksi kedua hotel tersebut yang pada asa itu masih dijabat oleh Bapak Haji Muhammad Arbie. Pada tanggal 7 Agustus 1985 Hotel Garuda City berubah nama menjadi Hotel Garuda Plaza karena untuk menciptakan kesan “lebih Indonesia” sekaligus mengikut anjuran pemerintah bagi perusahaan-perusahaan untuk menggunakan merek-merek berbahasa Indonesia. Sesuai dengan pengklasifikasian hotel sebagai hotel berbintang dilihat dari syarat-syarat lokasi, akomodasi, makanan dan minuman, fasilitas pelayanan, personil dan berbagai fasilitas lainnya. Maka sejak berdirinya hotel tersebut dan disahkan oleh Direktur Jenderal Pariwisata, Hotel Garuda Plaza sudah dianggap layak sebagai hotel bintang satu. Dan sekarang, Hotel Garuda Plaza telah menjadi Hotel berbintang tiga.

4.2 Hasil Penelitian

4.2.1 Uji Validitas dan Reliabilitas

Uji validitas dilakukan untuk mengukur data yang didapat setelah penelitian merupakan data yang valid dengan alat ukur yang digunakan (kuesioner). a. Jika r hitung > r tabel, maka butir pertanyaan tersebut valid.

(41)

Penyebaran kuesioner khusus dalam uji validitas dan reliabilitas diberikan kepada 30 orang responden diluar dari responden penelitian. Nilai rtabel dengan ketentuan df = jumlah kasus = 30 dan tingkat signifikasi sebesar 5 %, angka yang diperoleh = 0,361.

Corrected item total correlation menunjukkan korelasi antara skor item dengan skor total item yang dapat digunakan untuk menguji validitas instrument. Untuk mengetahui validitas pada setiap pertanyaan, maka nilai pada colom corrected item total correlation yang merupakan nilai rhitung dibandingkan dengan rtabel. Adapun pada ∝ = 0,05 dengan derajat bebas df = 30, sehingga r (0,05 : 30), diperoleh r tabel adalah 0.361.

Tabel 4.1

Berdasarkan Tabel 4.1 menunjukkan bahwa seluruh pertanyaan valid, karena nilai corrected item total correlaction seluruh pernyataan bernilai lebih besar atau sama dengan nilai r tabel 0,361 dan dapat dipergunakan dalam penelitian.

(42)

Pengujian dilakukan dengan menggunakan SPSS 15.0 dengan kriteria sebagai berikut :

a. Jika r alpha positif atau lebih besar dari rtabel maka dinyatakan reliabel.

b. Jika r alpha positif atau lebih kecil dari rtabel maka dinyatkaan tidak reliabel.

Tabel 4.2 Reliability Statistics

Cronbach's Alpha

N of Items

,853 10

Sumber : SPSS (Data Diolah)

Pada Tabel 4.2 dapat diketahui bahwa nila r alpha sebesar 0,856 dan r tabel sebesar 0,361 sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai r alpha positif dan lebih besar dari r tabel (0,853 > 0,361) maka kuesioner tersebut dinyatakan reliabel dan dapat digunakan untuk penelitian.

(43)

a. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Tabel 4.3

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Jumlah Persentase

Laki-laki 40 54

Perempuan 35 46

Jumlah 75 100

Sumber: Data Primer (2011) Data diolah.

Tabel 4.3 karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin, yakni responden laki-laki sebanyak 40 orang responden atau 54% dan wanita sebanyak 35 orang responden atau 46%.

b. Karakteristik Responden Berdasarkan Umur

Tabel 4.4

Karakteristik Responden Berdasarkan Umur

Umur Jumlah Persentase

< 30 Tahun 21 28,38

30 – 45 Tahun 49 66,22

> 45 Tahun 5 5,41

Jumlah 75 100

Sumber: Data Primer (2011) Data diolah.

Tabel 4.4 menunjukkan bahwa yang ber umur < 30 tahun sebanyak 21 orang responden atau 28,38%, 30-45 tahun sebanyak 49 orang responden atau 66,22%, dan umur > 45 tahun sebanyak 5 orang responden atau 5,41%.

c. Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Bekerja

Tabel 4.5

Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Bekerja

Lama Bekerja Jumlah Persentase

< 5 Tahun 31 41.89

5 – 10 Tahun 39 52.70

> 10 Tahun 5 5.41

Jumlah 75 100

(44)

Tabel 4.5 menunjukkan bahwa mayoritas lama bekerja responden berada pada kelompok lama bekerja < 5 tahun sebanyak 31 orang responden atau 4,.89% , kelompok 5–10 tahun sebanyak 39 orang responden atau 52,70%, dan yang kelompok > 10 tahun sebanyak 5 orang responden atau 5,41%.

4.2.3 Analisis Deskriptif Variabel Penelitian

a. Variabel Etika Kerja (X)

Tabel 4.6

Frekuensi Responden Etika Kerja Tanggapan

Sumber : Data Primer, 2011 (Diolah)

1) Pada pernyataan pertama, yakni menyatakan sangat tidak setuju, 9 responden tidak ada, kurang setuju 7 responden, setuju 29 orang, sangat setuju sebesar 29 orang responden.

2) Pada pernyataan kedua, yakni menyatakan sangat tidak setuju, 9 responden tidak ada, kurang setuju 2 responden, setuju 33 orang, sangat setuju sebesar 30 orang responden.

(45)

4) Pada pernyataan keempat, yakni menyatakan sangat tidak setuju, tidak setuju 9 orang responden, kurang setuju 5 responden, setuju 55 orang responden, sangat setuju sebesar 5 orang responden. 5) Pada pernyataan kelima, yakni menyatakan sangat tidak setuju,

tidak setuju 9 orang responden, kurang setuju 10 responden, setuju 48 orang responden, sangat setuju sebesar 7 orang responden.

b. Variabel Kinerja Karyawan (Y)

Tabel 4.7

Frekuensi Responden Kinerja Karyawan (Y) Tanggapan

Sumber : Data Primer, 2011 (Diolah)

1) Pada pernyataan pertama, yakni menyatakan sangat tidak setuju, tidak setuju 5 orang responden, kurang setuju 15 responden, setuju 26 orang responden, sangat setuju sebesar 28 orang responden. 2) Pada pernyataan kedua, yakni menyatakan sangat tidak setuju,

tidak setuju 6 orang responden, kurang setuju 14 responden, setuju 27 orang responden, sangat setuju sebesar 27 orang responden. 3) Pada pernyataan ketiga, yakni menyatakan sangat tidak setuju,

(46)

4) Pada pernyataan keempat, yakni menyatakan sangat tidak setuju, tidak setuju 6 orang responden, kurang setuju 5 responden, setuju 58 orang responden, sangat setuju sebesar 5 orang responden. 5) Pada pernyataan kelima, yakni menyatakan sangat tidak setuju,

tidak setuju 4 orang responden, kurang setuju 10 responden, setuju 53 orang responden, sangat setuju sebesar 7 orang responden.

4.2.4 Uji Normalitas Penelitian

Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi berdistribusi normal. Uji normalitas dapat dilakukan dengan analisis grafik yaitu pada

Normal P-P Plot of Regression Standarizied Residual. Apakah titik menyebar di sekitra garis diagonal maka data telah berdistribusi normal.

Normal P-P Plot of Regression Standarizied Residual

Gambar 4.1 :Pegujian Normalitas. Sumber : Data Primer (2011).

Gambar 4.1 dapat dilihat bahwa titik-titik menyebar mengikuti data di sepanjang garis diagonal, hal ini berarti data berdistribusi normal. Selain itu, uji normalitas juga dapat dilakukan dengan menggunakan uji

Observed Cum Prob

(47)

kolmogorov-sumirnov pada tingkat signifikan 5 % (0,05). Hasil uji

kolmogrov-Sumirnov dapat dilihat pada Tabel 4.8 berikut:

Tabel 4.8

Sumber : Data Primer Diolah (2011).

Pada Tabel 4.8 dapat dilihat bahwa data berdistribusi normal karena nilai Asympy.Sig (2-tailed) sebesar 0,300 diatas tingkat signifikansi 0,05 atau 5 %. Atau Asympy.Sig (2-tailed) > 0,05

4.2.5 Analisis Regresi Linier Sederhana

Uji Signifikansi

Uji signifikansi digunakan untuk menguji secara parsial seberapa besar pengaruh varabel bebas terhadap variabel terikat. Untuk melakukan uji t maka menggunakan Tabel Cofficients.

(48)

Tabel 4.9 Signifikansi

Sumber : SPSS (2011)

a. Hasil uji signifikansis menghasilkan persamaan regresi sebagai berikut :

Y = 11.306 + 0,454 X + e. b. Etika Kerja (X)

Etika Kerja memiliki thitung sebesar 9,327, karena nilai thitung > nilai ttabel = 9,327 > 2,000 hal ini berarti H0 ditolak, dan Ha diterima yaitu etika kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada Garuda Plaza Hotel Medan.

Uji Koefisien Determinan(R2). .454 .049 .740 9.327 .000 (Constant)

(49)

a. R square disebut juga koefisien determinasi, dapat dilihat bahwa R square (R2) adalah 0,74.

b. Adjusted R Square 0,547 berarti 54,7 % kinerja karyawan dipengaruhi oleh etika kerja, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar penelitian ini.

c. Std.Error of the Estimate merupakan kesalahan standar dari penaksiran yang bernilai 1,86628.

4.3 Pembahasan

Berdasarkan dari hasil penelitian dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana bahwa etika kerja memiliki thitung sebesar 9,327, karena nilai thitung > nilai ttabel = 9,327 > 2,000 hal ini berarti H0 ditolak, dan Ha diterima yaitu etika kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada Garuda Plaza Hotel Medan.

Berdasarkan pada analisis deskriptif terutama pada analisis variabel penelitian lebih banyak yang menjawab setuju dibandingkan dengan kurang setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju pada variabel etika kerja dan kinerja karyawan, hal ini menunjukkan bahwa etika kerja memiliki pengaruh singnifikan terhadap kinerja karyawan yang terjadi pada Garuda Plaza Hotel Medan.

(50)

responden. Pada pernyataan ketiga, yakni menyatakan sangat tidak setuju, tidak setuju tidak ada, kurang setuju 9 responden, setuju 60 orang responden, sangat setuju sebesar 5 orang responden. Pada pernyataan keempat, yakni menyatakan sangat tidak setuju, tidak setuju 9 orang responden, kurang setuju 5 responden, setuju 55 orang responden, sangat setuju sebesar 5 orang responden. Pada pernyataan kelima, yakni menyatakan sangat tidak setuju, tidak setuju 9 orang responden, kurang setuju 10 responden, setuju 48 orang responden, sangat setuju sebesar 7 orang responden.

Dari semua indikator etika kerja, persentase yang menjawab sangat setuju lebih besar jika dibandingkan dengan persentase yang menjawab setuju, kurang setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju. Hal ini berarti pengaruh dari etika kerja signifikan.

(51)

yakni menyatakan sangat tidak setuju, tidak setuju 4 orang responden, kurang setuju 10 responden, setuju 53 orang responden, sangat setuju sebesar 7 orang responden.

Dari semua indikator kinerja karyawan, persentase yang menjawab setuju lebih besar jika dibandingkan dengan persentase yang menjawab setuju, kurang setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju. Hal ini berarti pengaruh dari etika kerja signifikan.

(52)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan penelitian ini adalah:

1. Secara uji signifikansi etika kerja berpengaruh secara poisitif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada Garuda Plaza Hotel Medan. 2. Koefisien determinan sebesar 54,7 % kinerja karyawan dipengaruhi oleh

etika kerja, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar penelitian ini.

5.2 Saran

Saran penelitian ini adalah:

1. Agar Garuda Plaza Hotel Medan lebih memperhatikan etika dari setiap karyawannya agar kinerja karyawan dengan cara melakukan evaluasi setiap periode yang tujuan yang diinginkan dapat tercapai.

(53)

DAFTAR PUSTAKA

Buku:

Arikunto, Suharsimi, 2007. Manajemen Penelitian. Cetakan Kesembilan, Penerbit PT. Rineka Cipta, Jakarta.

Arikunto, Suharsimi, 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.

Cetakan Ketigabelas, Penerbit PT. Rineka Cipta, Jakarta.

Bertens K, 2000. Pengantar Etika Bisnis. Cetakan Pertama, Penerbit PT. Kanisius, Yogyakarta.

Ernawan, R Erni, 2007. Etika Bisnis. Cetakan Pertama, Penerbit CV. Alfabeta, Bandung.

Ginting, Paham dan Helmi, 2008. Filsafat Ilmu dan Metode Penelitian. Penerbit USU Press.

Ghozali,Imam,2006. Aplikasi Analisis Multvariate Dengan Program SPSS. Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.

Gomes, Cardaso, Faustino, 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia. Penerbit Andi Yogyakarta.

Lubis Ade Fatma, Arifin Akhmad, Firman Syarif, 2007. Aplikasi SPSS (Statistical Product and Service Solution) Untuk Penyusunan Skripsi dan Tesis. Penerbit USU Press.

Nazir,M, 2005. Metode Penelitian. Penerbit Ghalia Indonesia.

Robbins, Stephen P, 2001. Perilaku Organisasi. Edisi Kesembilan, Jilid 2, PT. Indeks Kelompok Gramedia, Jakarta.

Rudito Bambang, Melia Famiola, 2007. Etika Bisnis dan Tanggung Jawab Sosial Masyarakat Di Indonesia. Cetakan Pertama, Penerbit Rekayasa Sains,Bandung.

Silalahi,Ulber, 2009. Metode Penelitian Sosial. Penerbit Erlangga

Situmorang Syafrizal Helmi, Doli M.Jafar Dalimunthe, Iskandar Muda, Muslich Lutfi, Syahyunan,2008. Analisis Data Penelitian (Menggunakan Program SPSS). Penerbit USU Press.

(54)

Sofyandi, Herman, 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia. Penerbit Graha Ilmu, Yogyakarta

Supardan Dadang, 2009. Pengantar Ilmu Sosial Sebuah Kajian Pendekatan Struktural. Cetakan Kedua, Penerbit PT. Bumi Aksara, Jakarta.

Sugiyono. 2005. Metode Penelitian Bisnis. Cetakan Pertama. Penerbit CV. Alpha Betha: Bandung.

Thoha, Miftah, 2007. Perilaku Organisasi Konsep Dasar dan Aplikasinya.

Penerbit PT. RajaGrafindo Persada, Jakarta

Umar, Husein. 2008. Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis.

Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Wibowo,2011. Manajemen Kinerja. Edisi Ketiga Penerbit PT. Rajagrafindo Persada.

Skripsi:

Hidayat (2009) “Pengaruh Komitmen Organisasi Pada Kinerja Karyawan Dengan Etika Kerja Islami Sebagai Variabel Moderator (Studi Pada Karyawan CV. Sukaharjo), Skripsi Universitas Sebelas Maret.

Anbri, Alvi (2010)Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Bank Central Asia, Tbk KCP Pulo Brayan Medan” Skripsi (Tidak Dipublikasikan)

Jurnal

(55)

Lampiran 1 Kuesioner Penelitian

PENGARUH ETIKA KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA GARUDA PLAZA HOTEL MEDAN

Petunjuk Pengisian

1. Jawablah pertanyaan ini dengan jujur dan benar.

2. Bacalah terlebih dahulu pertanyaan dengan cermat sebelum anda memulai untuk menjawabnya.

3. Pilihlah salah satu jawaban yang tersedia dengan meberi tanda (√) pada salah satu jawaban yang anda anggap paling benar.

Berilah tanda (√) pada kolom yang paling sesuai dengan pilihan Anda. Setiap responden diharapkan memilih hanya 1 jawaban.

Keterangan Skor Penilaian : 5 = Sangat Setuju (SS) 4 = Setuju (S)

3 = Kurang Setuju (KS) 2 = Tidak Setuju (TS)

1 = Sangat Tidak Setuju (STS)

Data Responden Penelitian:

Jenis Kelamin : a. Pria b. Perempuan Usia : Tahun

(56)

Etika Kerja (X) SS S KS TS STS

1. Kerja keras merupakan kunci sukses seorang karyawan

2. Pegawai Garuda Plaza Hotel Medan memiliki gaya bicara yang baik.

3. Nilai kerja lebih ditentukan oleh niat seseorang dan hasil kerjanya

4. Kreaktifitas kerja merupakan sumber kebahagiaan seseorang

5. Karyawan memiliki ide pemikiran yang cemerlang

Kinerja Karyawan (Y) SS S KS TS STS

1. Bapak/Ibu memiliki tingkat kualitas kerja yang cukup tinggi didalam pekerjaan saudara.

2. Bapak/Ibu didalam menyelesaikan tugas atau pekerjaan lebih cepat.

3. Bapak/Ibu memiliki tingkat melayani tamu lebih cepat.

4. Bapak/Ibu kepribadian mencerminkan kinerja seseorang

5. Bapak/Ibu tingkah laku sangat diperhatikan dalam bekerja

(57)

Lampiran 2 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas

Lampiran 3 Data Mentah Kuesioner Penelitian

(58)
(59)

47 5 5 4 4 4 22 4 3 4 4 4 24

(60)
(61)
(62)
(63)

Lampiran 5 Analisis Regresi Linier Sederhana

Model Summary

.740a .547 .541 1.86628

Model

303.008 1 303.008 86.996 .000a

250.776 72 3.483

Squares df Mean Square F Sig.

Gambar

Tabel 1.1 Rekapitulasi Kinerja Karyawan Garuda Plaza Hotel Medan
Tabel 1.2 Penilaian Etika Kerja Karyawan
Tabel  1.3 Tingkat Absensi Karyawan Garuda Plaza Hotel Medan
Tabel 3.1 Operasionalisasi Variabel
+7

Referensi

Dokumen terkait

berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Garuda Plaza Hotel Medan. Hal ini sesuai dengan pernyataan berikut ini untuk meningkatkan kinerja

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat dari 78 responden ada 3 responden atau 3,8% yang menjawab tidak setuju adanya AC membantu menghilangkan bau- bauan tidak sedap yang

Untuk mencapai apa yang telah menjadi tujuan perusahaan yang telah ditetapkan, maka perusahaan harus mampu membentuk manusia yang bermotivasi kuat dan berani melihat perubahan

melaksanakan tugas jika perusahaan memberikan pekerjaan yang lebih banyak kepada Bapak/ibu, responden yang menjawab sangat tidak setuju tidak ada, tidak setuju

Geladikarya ini disusun untuk memenuhi persyaratan mendapatkan gelar Magister Manajemen sesuai dengan kurikulum pada Program Studi Magister Manajemen Sekolah

Teori harapan (expectancy theory) yang dikemukakan oleh Victor H Vroom dalam Thoha (2002) berpendapat bahwa orang-orang atau karyawan aka termotivasi untuk

Hani, 2004, Manajemen Personalia Dan Sumber Daya Manusia, Edisi Kedua, Cetakan Kesebelas, Badan Penerbit Fakultas Ekonomi (BPFE), Yogyakarta.. Hasibuan, Malayu H,

Saya menyelesaikan pekerjaan yang diberikan kepada saya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan8. Saya akan diberi sanksi jika saya terlambat