• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prinsip Prinsip Umum dan Khusus Dalam Pe

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Prinsip Prinsip Umum dan Khusus Dalam Pe"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

PRINSIP – PRINSIP UMUM DAN KHUSUS DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM

Octaviani Lanberta (1501002) Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis e-mail: [email protected]

Prinsip adalah suatu hal yang sifatnya sangat penting dan mendasar, terlahir dari dan menjadi suatu kepercayaan. Prinsip pengembangan kurikulum dapat dibedakkan menjadi 2, yaitu; prinsip umum dan prinsip khusus.

a. Prinsip Umum

1. Prinsip Relevansi, artinya kesesuaian. Terbagi atas dua jenis, yaitu; relevansi eksternal dan internal. Eksternal artinya kurikukum harus sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat. Sedangkan internal, yaitu kesesuaian antarkomponen kurikulum itu sendiri.

2. Prinsip Fleksibilitas, berarti suatu kurikulum harus lentur (tidak kaku), terutama dalam hal pelaksanaannya.

3. Prinsip Kontinuitas, artinya kurikulum dikembangkan secara berkesinambungan, yang meliputi sinambung antarkelas dan antarjenjang pendidikan.ditujukkan agar proses pendidikan dapat maju secara berkesinambungan.

4. Prinsip Praktis atau Efisiensi, kurikulum harus mudah atau praktis diterapkan di lapangan.

5. Prinsip Efektivitas, kurikulum harus berorientasi pada satu tujuan tertentu yang ingin dicapai. Karena tujuan akan mengarahkan dan memudahkan dalam implementasi kurikulum itu sendiri.

b. Prinsip Khusus

1. Prinsip yang berkenaan dengan tujuan pendidikan,

a) Ketentuan dan kebijakan pemerintah, yang dapat ditemukan dalam dokumen lembaga negera mengenai tujuan strategi pembangunan pendidikan.

b) Survei tentang mapower (sumberdaya manusia/tenaga kerja) c) Penelitian, dll

2. Prinsip yang berkenaan dengan isi pendidikan,

a) Isi bahan pelajaran harus meliputi pengetahuan, sikap, dan keterampilan.

b) Perlu penjabaran tujuan pendidikan, kurikulum dan pembelajaran kedalam perbuatan hasil belajar.

c) Unit-unit kurikulum harus disusun dalam urutaj yang logis dan sistematis. 3. Prinsip berkenaan dengan proses pembelajaran

Menentukan pendekatan, strategi yang digunakan dalam proses pembelajaran, apakah strategi yang digunakan cocok untuk mengajarkan bahan pelajaran?, hal yang perlu diperhatikan salah satunya menurut Jeffrey G. Wong, MD :

“What strategy/activity will best help the learner attain the goals and objectives?” 4. Prinsip berkenaan dengan media dan alat bantu pembelajaran

Untuk mewujudkan proses pembelajaran yang efektif dan efisien perlu didukung oleh penggunaan media dan alat bantu pembelajaran yang tepat.

(2)

Prinsip evaluasi, yaitu objektivitas, komprehensif, kooperatif, mendidik, akuntabilitas, dan praktis. Dalam praktiknya, ada 5 fase pengembang kurikulum dalam kegiatan evaluasi yaitu perencanaan evaluasi, pengembangan alat evaluasi, pengumpulan data, pengolahan hasil evaluasi, laporan dan pemanfaatan hasil evaluasi.

Daftar pustaka:

Ruhimat, Toto, dkk. (2013). Kurikulum dan pembelajaran. Depok: PT Rajagrafindo Persada.

Wong, Jeffrey D. 2014. Principles of Curriculum Design: Tips for Clinician-Educators.[online].Tersedia

Referensi

Dokumen terkait

merujuk pada prisip-prinsip yang digunakan dalam pengembangan komponen-komponen kurikulum secara khusus (tujuan, isi, metode dan evaluasi) yang mencakup; prinsip

Kelima prinsip efektivitas, yaitu sejauh mana perencanaan kurikulum dapat sesuai dengan keinginan yang ditentukan .Dalam proses pendidikan, efektivitas dapat dilihat dari dua

Dalam prinsip ini adanya kesinambungan dalam kurikulum, baik secara vertikal, maupun secara horizontal. Kurikulum disusun secara berkesinambungan, artinya

Ada beberapa prinsip yang menjadi dasar dalam pendidikan yang dikembangkan secara filosofis, yaitu : pertama prinsip filsafat yang berhubungan dengan watak

Sukmadinata (2012: 150-151) menjelaskan bahwa terdapat lima prinsip umum pengembangan kurikulum, yaitu ; (1) Prinsip Relavansi, yaitu yang dimaksud dengan

Prinsip ini menunjukkan isi kurikulum (1) harus mencerminkan filosofi dan dasar suatu negara, (2) harus diintegrasikan dalam pembangunan bangsa dan karakter, (3) harus

Oleh karena itu, dalam implementasi kurikulum di lembaga pendidikan sangat dimungkinkan untuk menggunakan prinsip yang berbeda dari kurikulum yang digunakan di lembaga pendidikan lain,

Prinsip fleksibilitas artinya bahwa kurikulum itu harus bersifat luwes, lentur dan tidak kaku, terutama dalam hal pelaksanaannya, dalam pengembangan kurikulum mengusahakan agar