TUGAS AKHIR
PERANAN ANALISIS SWOT
(STRENGHT,WEAKNESS,OPPORTUNITIES,THREATS) PADA FAKULTAS EKONOMI SUMATERA UTARA
Oleh :
MUHAMMAD SULAIMAN SEBAYANG 072102127
PROGRAM DIPLOMA III AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur Penulis panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa
karena dengan Rahmat dan KaruniaNya kepada Penulis dapat menyelesaikan
Tugas Akhir ini. Adapun isi Tugas Akhir ini membahas “Peranan Analisis
SWOT (Strenght,Weakness,Opportunities,Threats) Pada Fakultas Ekonomi Sumatera Utara”. Penulisan Tugas Akhir ini merupakan salah satu syarat dalam
menyelesaikan pendidikan pada program Diploma III Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.
Penulis menyadari bahwa Tugas Akhir ini masih terdapat banyak
kekurangan. Oleh karena itu, Penulis mengaharapkan kritik dan saran yang
bersifat membangun demi kesempurnaan Tugas Akhir ini.
Dalam penyelesaian Tugas Akhir ini maupun saat belajar di Fakultas
Ekonomi, Penulis banyak menerima bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak.
Pada kesempatan ini Penulis mengucapkan terima kasih pada :
1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Drs. Hasan Sakti Siregar, M.Si, Ak selaku Ketua Jurusan Program
Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera
3. Bapak Drs Rustam, M.Si,AK selaku Dosen Pembimbing yang telah
bersusah payah dan bersedia meluangkan waktunya untuk membimbing
Penulis hingga Tugas Akhir ini dapat diselesaikan.
4. Teristimewa untuk seluruh keluarga saya, Ayahanda Dr.H.Firman
Sebayang dan Ibunda Evi Yanti Lubis yang sangat saya cinta, yang selalu
mendoakan dan selalu mendukung serta selalu memberikan semangat
kepada Penulis sehingga Tugas Akhir ini selesai.
Akhir kata Penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya pada Bapak/Ibu
Dosen dan Semua rekan-rekan atas segala kesilapan dan kesalahan yang telah
diperbuat oleh Penulis selama ini, dan Penulis berharap semoga Tugas Akhir yang
sangat sederhana dapat bermanfaat bagi semua Pembaca dan pihak lain yang
memerlukannya khususnya bagi Penulis sendiri.
Medan, 20 September 2010
Penulis,
( M.Sulaiman.S 0 7 2 1 0 2 1 27
)
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR TABEL ... v
DAFTAR GAMBAR ... vi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah... 1
B. Rumusan Masalah ... 4
C. Tujuan Penelitian ... 4
D. Manfaat Penelitian ... 5
E. Rencana Penulisan ... 6
BAB II PROFIL FAKULTAS EKONOMI A. Sejarah Ringkas ... 8
B. Struktur Organisasi ... 10
C. Job Description ... 15
D. Jaringan Usaha/Kegiatan ... 19
E. Kinerja Usaha Terkini ... 20
F. Rencana Kegiatan ... 21
BAB III TOPIK PENELITIAN A. Perkembangan Lingkungan Strategis ... 23
B. Analisis SWOT Dalam Kebijakan Pendidikan
di Era Globalisasi... 25
C. Penjaminan Mutu di Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara ... 31
D. Analisis SWOT Fakultas Ekonomi Universitas
Sumatera Utara ... 32
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan... 38
B. Saran ... 38
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR TABEL
Halaman
DAFTAR GAMBAR
Halaman
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan di perguruan tinggi merupakan suatu wadah yang dibentuk
untuk memberikan proses belajar mengajar bagi dosen dan mahasiswa, dan para
administrator atau pengelola pendidikan harus berperan sebagai penggagas atau
inovator dalam merancang masa depan lembaga yang mereka kelola dan pegawai.
Untuk itu, sebuah pendidikan di perguruan tinggi memerlukan penyusunan
yang handal dan profesional belajar dan mengajar bagi dosen dan mahasiswa, dan
bagi para pegawai dalam menjalankan tugasnya mengurus administrasi
mahasiswa. Untuk lebih memajukan pendidikan, maka sumber daya manusia
harus mempunyai keahlian untuk mencari cara ataupun celah yang dapat
digunakan demi keberlangsungan dan kemajuan pendidikan yang dikelola untuk
masa depan atau jangka panjang.
Salah satu keahlian yang dimaksud adalah keahlian dalam bidang
manajemen strategi dalam pengelolaan pendidikan. Manajemen strategi adalah
serangkaian keputusan dan tindakan mendasar yang dibuat oleh manajemen
puncak dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran suatu organisasi dalam rangka
pencapaian tujuan organisasi tersebut. Secara umum diketahui bahwa istilah
strategi semula bersumber dari kalangan militer dan secara populer sering
dinyatakan sebagai “kiat yang digunakan oleh para jenderal untuk memenangkan
Dewasa ini istilah strategi sudah digunakan oleh pendidikan dan ide-ide
pokok yang terdapat dalam pengertian semula tetap dipertahankan hanya saja
aplikasinya disesuaikan dalam penerapannya, karena dalam arti yang
sesungguhnya, manajemen puncak memang terlibat dalam satu bentuk peperangan
tertentu.
Sebelum organisasi pendidikan melakukan kegiatan hendaknya mawas
diri. Mawas diri disini adalah mengkaji kekuatan dan kelemahan diri sebelum
menentukan tujuan dan menggariskan tindakan pencapaian tujuan, yang
merupakan konsekuensi logis yang perlu ditempuh perusahaan agar kegiatan
operasinya dapat berjalan lancar.
Dalam mencapai tujuan organisasi pendidikan, organisasi harus dapat
mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimilikinya. Untuk itu diperlukan
suatu perencanaan strategis, yaitu suatu pola atau struktur sasaran yang saling
mendukung dan melengkapi menuju ke arah tujuan yang menyeluruh. Sebagai
persiapan perencanaan, agar dapat memilih dan menetapkan strategi dan sasaran
sehingga tersusun program-program dan proyek-proyek yang efektif dan efisien
maka diperlukan suatu analisis yang tajam dari para pelaku organisasi. Salah satu
analisis yang cukup populer di kalangan pelaku organisasi adalah Analisis SWOT.
Penggunaan analisis SWOT ini sebenarnya telah muncul sejak ribuan
tahun lalu dari bentuknya yang paling sederhana. Dalam perkembangannya saat
ini, analisis SWOT dipakai untuk menyusun strategi di medan pertempuran yang
tujuan organisasi dapat dicapai dengan jelas dan dapat segera diambil keputusan,
serta semua perubahannya.
Sejalan dengan perubahan waktu, permasalahan yang dihadapi organisasi
akan semakin kompleks, sehingga dengan analisis SWOT diharapkan mampu
menyelesaikan masalah yang mungkin dihadapi dalam kegiatan organisasi atau
hanya sekedar meminimalisir dampak dari masalah yang dihadapi.
Siapa pun yang sudah biasa berkecimpung dalam kegiatan perumusan
strategi organisasi dan menjadi pelaku dalam proses pengambilan keputusan
dalam suatu organisasi pasti mengetahui bahwa analisis “SWOT” merupakan
salah satu instrumen analisis yang ampuh apabila digunakan dengan tepat.
Sesuai dengan istilah SWOT yang terdiri dari : strengths (kekuatan),
weaknesses (kelemahan), opportunities (kesempatan) dan threats (ancaman). Dengan mengetahui strengthes (kekuatan) yang dimiliki organisasi, maka
organisasi akan dapat memanfaatkannya dengan efektif dan efisien, dan dengan
weaknesses (kelemahan) yang dapat dianalisis diharapkan dapat memotivasi organisasi. Dengan opportunities (kesempatan) yang ada perusahaan harus
mengambilnya lebih cepat dari para pesaing yang mulai mengincarnya. Dengan
threats (ancaman) yang mungkin saja muncul dari pihak intern maupun eksteren dan dapat mengancam kelangsungan hidup organisasi dapat diantisipasi dan
menuntut respon organisasi secara tepat.
Faktor kekuatan dan kelemahan terdapat dalam tubuh suatu organisasi,
termasuk Fakultas Ekonomi di dalamnya sedangkan peluang dan ancaman
bahwa analisis “SWOT” dapat merupakan instrumen yang ampuh dalam
melakukan analisis strategik, keampuhan tersebut terletak pada kemampuan para
penentu strategi organisasi untuk memaksimalkan peranan faktor kekuatan dan
pemanfaatan peluang sehingga sekaligus berperan sebagai alat untuk minimalisasi
kelemahan yang terdapat dalam tubuh organisasi dan menekan dampak ancaman
yang timbul dan harus dihadapi. Jika para penentu strategi organisasi mampu
melakukan kedua hal tersebut dengan tepat, biasanya upaya untuk memilih dan
menentukan strategi yang efektif membuah hasil yang lebih baik.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, untuk mengarahkan penelitian
agar lebih sistematis dan terfokus pada pokok permasalahan, maka Penulis
membatasi pokok permasalahan dalam bentuk pertanyaan yaitu:
Apakah Analisis SWOT yang dilakukan oleh Fakultas Ekonomi berperan dalam kinerja pendidikan?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk :
1. Mengetahui peranan peranan analisis SWOT pada Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.
2. Mengetahui bagaimana analisis SWOT yang dirancang dan diterapkan
pada Fakultas yang dijadikan objek penelitian.
4. Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program studi Diploma III
Akuntansi Fakultas Ekonomi Sumatera Utara.
D. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini adalah :
1. Bagi Penulis
a. Mengembangkan ilmu pengetahuan yang diterima selama masa
perkuliahan khususnya mengenai analisis SWOT.
b. Sebagai bahan referensi bagi peneliti-peneliti lain yang tertarik pada
objek yang sama.
c. Menambah Pengetahuan penulis dalam bidang yang diteliti baik secara
teoritis maupun aplikasi.
d. Memberikan gambaran sedekat mungkin dengan kenyatan tentang
bagiamana peranan SWOT.
2. Bagi Fakultas
a. Memberikan sumbangan pemikiran dalam menentukan kebijaksanaan
pada masa yang akan datang, sehingga perusahaan dapat berkembang
sesuai dengan yang diharapkan.
b. Memberikan sumbangan pemikiran dalam menentukan kebijaksanaan
pada masa yang akan datang, sehingga perusahaan dapat berkembang
sesuai dengan yang di harapkan.
3. Bagi Peneliti
a. Memberikan masukan dan bahan pembanding dalam penelitian yang
b. Sebagai bahan referensi tugas akhir bagi mahasiswa lainnya.
E. Rencana Penulisan
a. Jadwal Survei/Observasi
Penelitian ini dilakukan di Fakultas Ekonomi Sumatera Utara Jl. T. M.
Hanfiah Kampus USU Medan. Untuk lebih jelasnya jadwal kegiatan ini dapat
[image:15.595.108.531.311.474.2]dilihat pada Tabel 1.2 di bawah ini.
Tabel 1.1
Jadwal Survei/Observasi
NO
KEGIATAN
MINGGU KE
1 2 3
1 Persiapan
2 Pengumpulan Data
3 Penulisan Laporan
Dalam kegiatan Pengumpulan Data, Penulis melakukan magang selama 10
minggu mulai tanggal 28 Juni s/d 4 September 2010, dan melakukan
pengumpulan data mulai tanggal 30 Agustus s/d 20 September 2010 di Fakultas
Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
b. Rencana Isi
Tugas Akhir ini dibagi atas 4 bab dan setiap banyak dibagi atas beberapa sub
Bab I : PENDAHULUAN
Dalam bab ini diuraikan tentang latar belakang masalah, rumusan
masalah, tujuan penelitian, manfaat penulisan, rencana penelitian yang
terdiri dari jadwal survei/observasi dan rencana isi.
Bab II : PROFIL FAKULTAS EKONOMI
Dalam bab ini diuraikan mengenai sejarah ringkas, struktur organisasi
dan personalia, job description, jaringan usaha/kegiatan, kinerja usaha
terkini,dan rencana kegiatan.
Bab III : PEMBAHASAN
Dalam bab ini diuraikan mengenai peranan analisis SWOT pada
Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
Bab IV : KESIMPULAN DAN SARAN
Dalam bab ini berisikan kesimpulan dan saran tentang Peranan Analisis
BAB II
PROFIL FAKULTAS EKONOMI
A. Sejarah Ringkas
Universitas Sumatera Utara (USU) diprakarsai oleh pemuka masyarakat
Sumatera Utara dan Aceh dengan membentuk Yayasan USU dan mendirikan
Fakultas Kedokteran pada 20 Agustus 1952 sebagai fakultas pertama. Menyusul
kemudian Fakultas Hukum, Pertanian, dan Teknik. Sementara Fakultas Ekonomi
USU pertama kali didirikan oleh Yayasan USU berlokasi di Kutaraja (sekarang
Kota Banda Aceh) pada tahun 1959.
Berhubung Fakultas Ekonomi USU yang berkedudukan di Banda Aceh
menjadi bagian dari Universitas Syiah Kuala, di Medan. Penetapan dilakukan
dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi RI Nomor 64/1961 tanggal
24 November 1961 yang berlaku surut terhitung mulai 1 Oktober 1961.
Berdasarkan surat keputusan tersebut, tanggal 24 November diperingati sebagai
hari lahir atau Dies Natalis Fakultas Ekonomi USU.
Pada tahun 1975 AAN (Akademi Aministrasi Niaga) Medan dilebur ke
Fakultas Ekonomi USU menjadi PAAP (Pendidikan Ahli Administrasi dan
Perusahaan). PAAP kemudian menjadi program diploma tiga (DIII) dengan tiga
program studi, yakni DIII Keuangan, DIII Akuntansi, DIII Kesekretariatan.
Dalam perjalanan yang panjang, pada taun 2003 USU menjadi PT. BHMN
(Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara) berdasarkan Peraturan
Ekonomi USU merupakan satu dari 10 Fakultas dan Program Pascasarjana yang
ada pada saat USU menjadi PT. BHMN. Setelah menjadi PT. BHMN, dengan
dibentuknya Fakultas Farmasi dan Fakultas Psikologi pada tahun 2007 USU telah
memiliki 12 fakultas.
Visi dan Misi USU • Visi USU:
University for Industry
• Misi USU:
a. Mempersiapkan mahasiswa menjadi anggota masyarakat bermoral dengan
kemampuan akademik dan/atau profesional dan/atau vokasional untuk
menerapkan dan mengembangkan, dan memprkaya ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni;
b. Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan seni
terutama pada kerja sama berbasis industri, dan pengembangan aplikasinya
untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkaya
kebudayaan nasional; dan
c. Mendukung pengembangan masyarakat sipil yang demokratis melalui
peran USU sebagai suatu kakuatan moral yang otonom untuk mencapai
kemampuan yang kuat dalam lingkkungan kompetisi global melalui
pengelolaan secara profesional sumber daya manusia, memperluas
partisipasi dalam pembelajaran, memenuhi kebutuhan nasional dalam
• Visi Fakultas Ekonomi USU
Menjadi salah satu Fakultas Ekonomi terkemuka yang dikenal unggul dan
mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam persaingan global.
• Misi Fakultas Ekonomi USU
a. Menghasilkan lulusan yang mempunyai karakter dan kompetensi dalam
bidang ilmu ekonomi, manajemen dan akuntasi yang berorientasi pasar;
b. Meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dengan memperdayakan
dan peningkatan kualifikasi dan kualitas dosen;
c. Mengembangkan dan meningkatkan pelaksanaan dharma penelitian dan
pengabdian sebagai upaya untuk meningkatkan mutu keilmuan dan
sumber pendanaan fakultas dalam status PT. BHMN;
d. Senantiasa berusaha meningkatkan pelayanan kepada mahasiswa selaku
pelanggan (customer) dan stakeholders lainnya;
e. Meningkatkan jaringan dan kerja sama dengan institusi swasta dan
pemerintah serta organisasi profesional dan lembaga lain terkait yang
bertaraf nasional dan internasional.
B. Struktur Organisasi dan Personalia
[image:20.595.44.564.126.606.2]
Sumber: Pedoman dan Informasi Fakultas Ekonomi 2007-2008 Gambar 2.1. Struktur Organisasi Fakultas Ekonomi USU
Pimpinan Fakultas Ekonomi USU
Dekan : Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec
Pembantu Dekan I : Fahmi Natigor Nasution, SE, M.Acc, Ak
Pembantu Dekan II : Drs. Arifin Lubis, MM,Ak
Pembantu Dekan III : Ami Dilham, SE, M.Si
Dewan Pertimbangan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara
Ketua : Drs. Erwin Abubakar, MBA, Ak
Sekretaris : Dra. Komariah Pandia, M.Si
Anggota : Prof. Bachtiar Hassan Miraza
Prof. Moenaf H. Regar, M.Acc
Prof. Dr. Amrin Fauzi
Prof. Dr. Arnita Zainuddin, M.Si
Prof. Dr. Ade Fatma Lubis, MAFIS, MBA, Ak
Prof. Dr. Ritha Dalimunthe, SE, M.Si
Prof. Dr. Azhar Maksum, M. Ec, A.cc, Ak
Prof. Dr. Syad Afifuddin S, M.Ec
Prof. Dr. Ramli, MS
Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec
Drs. Arifin Hamzah, MM., Ak
Fahmi Natigor Nasution, SE, M.Acc, Ak
Ami Dilham, SE, M.Si
Wahyu Ario Pratomo, SE, M.Ec
Prof. Dr. lic. Reg. Sirojuzilam, SE
Prof. Dr. Rismayani, MS
Departemen
Ekonomi Pembangunan
Ketua : Wahyu Ario Pratomo, SE, M.Ec
Sekretaris : Dr. Irsyad Lubis, SE, M.SocSc
Manajemen
Ketua : Prof. Dr. Ritha Dalimunthe, SE, M.Si
Sekretaris : Nisrul Irawati, SE, MBA
Akuntansi
Ketua : Drs. Hassan Sakti Siregar, M.Si, Ak
Sekretaris : Mutia Ismail, SE, MM, Ak
Program Diploma
Keuangan
Ketua : Prof. Paham Ginting, MS
Akuntansi
Ketua : Drs. Hassan Sakti Siregar, M.Si, Ak
Sekretaris : Iskandar Muda, SE, M.Si, Ak
Kesekretariatan
Ketua : Dr. Endang Sulistya Rini, SE, M.Si
Sekretaris : Dr. Arlina Nurbaiti Lubis, SE, MBA
Bagian Tata Usaha
Kepala Bagian Tata Usaha : Sofia Anita, SE
Kasub. Personalia : Kammariyah, SE
Kasub Keuangan : Eka Juliani, SE
Kasub Umum & Perlengkapan: M. Simba Sembiring, SE, M.Si
Kasub Akademik : Fepti Aniar, SE
Kasub Kemahasiswaan : Zaliana, S.Sos
Bendaharawan Gaji : Maslan, SE
PMUC : Suparyo, SE
Lembaga-Lembaga Penunjang
Puslitbank
Pengarah : Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec
Sekretaris : Wahyu Ario Pratomo, SE, M.Ec
Unit Pelayanan
C. Job Description
Unsur Pelaksana Akademik
Fakultas
Fakultas dipimpin oleh Dekan, berada di bawah dan bertanggung jawab kepada
Rektor.
Fakultas :
Fakultas adalah unsur pelaksana akademik yang melaksanakan dan
mengembangkan pendidikan, penelitian, pengabdian/pelayanan masyarakat dan
pembinaan sivitas akademik serta melaksanakan urusan tata usaha fakultas.
Urusan administrasi di fakultas oleh Bagian Tata Usaha yang terdiri atas :
a. Sub Bagian Akademik
b. Sub Bagian Umum dan Keuangan
c. Sub Bagian Kepegawaian
d. Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni
e. Sub Bagian Perlengkapan
Adapun Rincian Tugas Bagian Tata Usaha
1. Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Bagian dan
mempersiapkan penyusunan RKAT Fakultas;
2. Menghimpun dan menelaah peraturan perundang-undangan di bidang
ketatausahaan akademik, administrasi umum dan keuangan,
3. Mengumpulkan dan mengolah data ketatausahaan di bidang akademik,
administrasi umum dan keuangan, kemahasiswaan dan alumni,
kepegawaian dan, perlengkapan;
4. Melaksanakan urusan persuratan, kerumahtanggan, perlengkapan,
kepegawaian, keuangan, dan kearsipan;
5. Melaksanakan urusan rapat dinas dan upacara resmi di lingkungan
fakultas;
6. Melaksanakan administrasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian/
pelayanan kepada masyarakat;
7. Melaksanakan urusan kemahasiswaan dan hubungan alumni fakultas;
8. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan di lingkungan
fakultas.
a. Adapun Rincian Tugas Sub Bagian Akademik
1. Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Sub Bagian
dan mempersiapkan penyusunan RKAT Bagian;
2. Mengumpulkan dan mengolah data di bidang pendidikan, penelitian,
pengabdian/Pelayanan kepada masyarakat;
3. Melakukan administrasi akademik;
4. Melakukan penyusunan rencana kebutuhan saran akademik;
5. Menghimpun dan mengklasifikasi data pencapaian target kurikulum;
6. Melakukan urusan kegiatan pertemuan ilmiah di lingkungan fakultas;
7. Melakukan administrasi penelitian dan Pengabdian/Pelayanan pada
8. Menyusun laporan kerja Sub Bagian dan mempersiapkan penyusunan
laporan Bagian.
b. Adapun Rincian Tugas Sub Bagian Umum dan Keuangan
1. Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Sub Bagian
dan mempersiapkan penyusunan RKAT Bagian;
2. Mengumpulkan dan mengolah data ketatausahaan dan
kerumahtanggan;
3. Melakukan urusan persuratan dan kearsipan di lingkungan fakultas;
4. Melakukan urusan penerimaan tamu pimpinan, rapat dinas, dan
pertemuan ilmiah di lingkungan fakultas;
5. Mengumpul dan mengolah data keuangan;
6. Melakukan penerimaan, penyimpanan, pembukuan, pengeluaran dan
pertanggungjawaban keuangan;
7. Melakukan pembayaran gaji, honorarium, lembur, vakansi, perjalanan
dinas, pekerjaan borongan dan pembelian serta pengeluaran lainnya
yang telah diteliti kebenarannya;
8. Mengoperasionalkan sistem informasi keuangan.
c. Adapun Rincian Tugas Bagian Kepegawaian
1. Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Sub Bagian
dan mempersiapkan pennyusunan RKAT Bagian;
2. Menyusun konsep juklak/juknis di bidang kepegawaian;
4. Melaksanakan urusan mutasi pegawai;
5. Memverifikasi usulan angka kredit jabatan fungsional;
6. Memproses penetapan angka kredit jabatan fungsional, usulan
kenaikan jabatan/pangkat, surat keputusan mengajar, pengangkatan
Guru Besar Tetap/Tidak Tetap/Emiritus, izin dan cuti;
7. Melaksanakan pemberian penghargaan pegawai;
8. Memproses SK jabatan struktural dan fungsional.
d. Adapun Rincian Tugas Bagian Kemahasiswaan
1. Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Sub Bagian
dan mempersiapkan penyusunan RKAT Bagian;
2. Mengumpulkan dan mengelola data di bidang kemahasiswaan dan
alumni serta kepegawaian dan perlengkapan;
3. Melakukan administrasi kemahasiswaan;
4. Melakukan pemberian izin dan rekomendasi kegiatan kemahasiswaan;
5. Mempersiapkan usul pemilihan mahasiswa berprestasi;
6. Mempersiapkan pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan tingkat
Universitas;
7. Melakukan pengurusan beasiswa, pembinaan karier dan layanan
kesejahteraan mahasiswa;
8. Melakukan pemantauan pelaksanaan kegiatan pembinaan
e. Adapun Rincian Tugas Sub Bagian Perlengkapan
1. Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Sub Bagian
dan mempersiapkan penyusunan RKAT Bagian;
2. Mengumpulkan dan mengolah data perlengkapan;
3. Mengoperasionalkan sistem informasi kerumahtanggaan dan
perlengkapan;
4. Melakukan penyimpanan dokumen dan surat di bidang
kerumahtanggaan dan perlengkapan;
5. Melakukan pemeliharaan kebersihan, keindahan dan keamanan
lingkungan.
D. Jaringan Usaha/Kegiatan
Fakultas adalah unsur pelaksana akademik yang melaksanakan dan
mengembangkan pendidikan, penelitian, pengabdian/pelayanan masyarakat dan
pembinaan sivitas akademika. Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara
merupakan sebuah instansi yang menghasilkan jasa pendidikan non-profit (tidak
berorientasi pada perolehan laba), seperti perusahaan penghasil jasa pada
umumnya yang bertujuan menghasilkan laba bagi perusahaan.
Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara lebih berorientasi
pelayanan pendidikan yang bermutu dan berkualitas, melakukan
penelitian-penelitian yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan serta melakukan kegiatan
Penyelenggaraan Pendidikan, Pengadaan Penelitian, dan Pengabdian Kepada
Masyarakat.
Dengan demikian, diharapkan lulusan-lulusan dari Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara adalah lulusan yang mempunyai kualitas yang baik
dan mampu bersaing di lapangan pekerjaan nantinya.
E. Kinerja Usaha Terkini
Setiap organisasi tentu mempunyai visi dan misi yang harus dijalankan
sesuai dengan tujuan perusahaan, butuh waktu untuk mencapai itu semua, begitu
juga pada Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara, fakultas terus berupaya
agar tujuan yang telah digariskan oleh fakultas dapat terwujud. Tidak mudah
dalam mewujudkan itu semua karena membutuhkan kerja keras yang tinggi,
disiplin dan loyalitas dalam bekerja.
Pastinya untuk mendorong mencapai hasil yang maksimal diperlukan
kinrja yang bermutu dan tepat. Jadi kinerja usaha terkini yang dijalankan
perusahaan adalah menyelenggarakan program pendidikan dan pengajaran
terhadap mahasiswa, melakukan berbagai macam penelitian-penelitian ilmiah
khususnya bidang ekonomi yang bermanfaat bagi universitas, mahasiswa dan
masyarakat, serta melakukan pengabdian kepada masyarakat berupa
seminar-seminar kepada masyarakat, memotivasi masyarakat agar dapat hidup lebih layak
dan mandiri, kegiatan bakti sosial kepada masyarakat, dan lain sebagainya.
menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang benar-benar memiliki kualitas
yang baik.
Kegiatan-kegiatan kerohanian juga tetap dilaksanakan fakultas, seperti
perayaan hari-hari besar keagamaan (misalnya Natal, Paskah, Idul Fitri, Isr’a
Mi’raj, dan lain-lain) sehingga para civitas akademika selalu memiliki nilai-nilai
dan norma-norma keagamaan dalam menjalankan hidup serta selalu bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa.
F. Rencana Kegiatan
Untuk mencapai program kerja dan rencana kerja Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara menyusun beberapa langkah kegiatan sebagai berikut:
1. Peningkatan proses belajar mengajar, silabus metode dan alat yang
digunakan dapat ditingkatkan;
2. Jumlah lulusan meningkat dan diharapkan lulus tepat waktu, serta indeks
prestasi lebih baik
3. Melakukan inovasi database Mahasiswa, Kartu Rencana Mahasiswa, Kartu
Hasil Studi, jadwal kuliah, jadwal ujian mid semester dan jadwal ujian
Semester telah terprogram.
4. Memperbaiki ruang kuliah Mahasiswa dan Dosen serta Departemen, ruang
baca.
5. Meningkatnya kompetensi Mahasiswa, setiap penerimaan mahasiswa baru
diadakan kepemimpinan mahasiswa untuk kegiatan perkenalan dengan
6. Dosen muda diwajibkan untuk mengikuti Program Pekerti, Applied
Approach, Workshop, Seminar, Lokakarya.
7. Mata kuliah yang diberikan kepada mahasiswa harus sesuai dengan
kurikulum dan harus ada rumpun ilmunya.
8. Membantu proses kenaikan pangkat dan jabatan Dosen.
9. Melaksanakan penelitian dan pengabdian masyarakat yang harus
dirapatkan oleh departemen.
10.Memberi dorongan kepada Dosen muda untuk melanjutkan program studi
S2 dan S3 baik di Dalam maupun di Luar Negeri.
11.Meningkatkan jumlah mahasiswa yang diterima.
12.Meningkatnya kegiatan Seminar, Lokakarya, Kuliah umum yang diadakan
Pimpinan Fakultas.
13.Memberi bimbingan kepada mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan
Magang/Praktek Kerja Lapangan agar dapat menghasilkan lulusan
mahasiswa yang berkualitas.
14.Departemen menyiapkan boring, laporan evaluasi diri per semester, untuk
meningkatkan nilai Akreditasi masing-masing departemen yang lebih baik.
15.Dengan adanya kerja sama pihak Fakultas dengan Instansi luar maka
BAB III
TOPIK PENELITIAN
A. Perkembangan Lingkungan Strategis
1. Pengembangan pendidikan tidak dapat terlepas dari perkembangan
lingkungan strategis, sebab pendidikan harus tanggap terhadap kebutuhan
lingkungannya. Poses pendidikan harus dapat menyesuaikan diri dengan
kondisi lingkungan strategis, khususnya dalam menangkap peluang yang
ada dan mengantisipasi kendala yang mungkin timbul, sedangkan
lingkungan itu sendiri merupakan materi pendidikan yang harus diajarkan
kepada peserta didik. Perkembangan lingkungan strategis berubah dengan
cepat yang tidak mudah dunia pendidikan dapat mengikuti, dihadapkan
pada masalah perubahan kurikulum, penyediaan tenaga pendidik, sarana
prasarana pendidikan dan lain-lain.
2. Lingkungan Strategis Global
a. Pesatnya perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Komunikasi
dan Informasi
Menjelang berakhirnya abad 20 ditandai dengan pesatnya kemajuan
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi Informasi menjadi cirri
kehidupan manusia dan yang paling menyolok adalah bidang
informasi. Media komunikasi yang berkembang membuat arus
informasi itu dapat dengan cepat mencapai setiap tempat di dunia ini,
menembus batas antar Negara, bahkan sudah menembus batas planet
b. Globalisasi Pendidikan
Globalisasi juga merambah dunia pendidikan baik menyangkut
kurikulum maupun peluang untuk mengikuti pendidikan. Sasaran
pendidikan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik suatu
Negara tetapi tetapi sudah diarahkan kepada kebutuhan globalisasi
untuk mengantisipasi “era keterbukaan”, dimana tenaga kerja sudah
dengan mudah melintasi batas-batas Negara. Peluang untuk mengikuti
pendidikan tinggi di dunia ini semakin banyak pilihan. Bahkan
lembaga-lembaga pendidikan domestik maupun asing sudah mulai
bergerak mendekati calon peserta didik dengan memanfaatkan
kemampuan promosi masing-masing, yang juga tidak jarang terjadi
pemberian gelar tanpa memperhatikan proses belajar mengajar yang
semestinya.
3. Lingkungan Strategis Nasional
a. Krisis Moneter, disusul dengan krisis ekonomi dan berlanjut sampai
pada krisis multidimensional yang sampai saat ini belum berakhir
berdampak buruk terhadap dunia pendidikan terutama terkait dengan
pendanaan dan menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat.
Upaya-upaya komersialisasi pendidikan nampaknya makin dapat
ditoleransi oleh masyarakat, karena tanpa dukungan dana yang kuat
agaknya sulit mengejar mutu yang baik.
Masyarakat masih menempatkan gelar kesarjanaan sebagai status
kesarjanaan. Berbeda dengan masa lalu dimana tidak jarang
diketemukan orang tanpa gelar namun menunjukkan kemampuan
bahwa ia cukup banyak belajar (terpelajar).
B. Analisis SWOT Dalam Kebijakan Pendidikan di Era Globalisasi
Analisis SWOT (singkatan bahasa Inggris dari “kekuatan”/strengths,
“kelemahan”/weaknesses, “kesempatan”/opportunities, dan “ancamaan”/threats)
adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi
kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam suatu proyek.
Analisis SWOT merupakan sebuah alat analisis yang cukup baik, efektif,
dan efisien serta sebagai alat yang cepat dalam menemukenali
kemungkinan-kemungkinan yang berkaitan dengan pengembangan awal program-program
inovasi baru di perguruan tinggi, di samping dapat digunakan sebagai alat
pengambilan keputusan dalam organisasi atau bahkan individu. Juga sebagai alat
bantu untuk memperluas dan mengembangkan visi dan misi suatu organisasi.
Analisis SWOT dapat melihat seluruh kemungkinan perubahan masa
depan sebuah institusi melalui pendekatan sistematik melalui proses instropeksi
dan mawas diri ke dalam, baik bersifat positif maupun negatif. Makna dan pesan
yang paling mendalam dari analisis SWOT adalah apapun cara-cara serta tindakan
yang diambil, proses pembuatan keputusan harus mengandung dan mempunyai
prinsip berikut ini; kembangkan kekuatan, minimalkan kelemahan, tangkap
Penggunaannya agar lebih efektif hendaknya analisis SWOT harus
bersifat fleksibel. Mengingat situasi dan kondisi yang cepat berubah seiring
dengan berjalannya waktu, maka analisis harus sesering mungkin dibuat dan
disesuaikan. SWOT sangat praktis dan tidak boros terhadap waktu, serta efektif
karena kesederhanaannya. Dapat digunakan secara kreatif, sehingga membentuk
dan membangun fondasi, dimana dapat menciptakan sejumlah rencana strategis
untuk pengembangan program-program baru di Perguruan Tinggi khususnya.
Beberapa contoh lingkungan lembaga pendidikan
1. Tempat kerja yang prospektif bagi lulusan
2. Orang tua dan keluarga Mahasiswa
3. Lembaga pendidikan pesaing lainnya
4. Demografi sosial dan ekonomi penduduk
5. Badan-badan penyandang dana
Secara garis besar, teori SWOT dibagi 2 yaitu faktor internal dan
eksternal. Faktor internal adalah kondisi yang telah kita miliki yang mana dapat
dikondisikan, diatasi dengan tindakan yaitu:
Faktor Internal :
a. Strengths (Kekuatan) b. Weaknesses (Kelemahan)
Sedangkan faktor eksternal adalah kondisi yang dari luar sistem, negara yang
hanya dapat diatasi dengan antisipasi, negosiasi, perundingan yaitu
Faktor eksternal :
b. Threats (Peluang atau Ancaman)
1. Kekuatan (Strengths) : Kualitas dan Kuantitas Perguruan Tinggi
Dilihat dari sektor demografi, Indonesia memiliki jumlah tenaga kerja
yang sangat besar. Hal ini merupakan satu kesatuan yang patut diperhitungkan
oleh Negara-negara lain. Di samping itu, jumlah perguruan tinggi yang cukup
besar di Negara ini, dapat pula menjadi nilai atau posisi tawar (bargaining
position) yang baik, terutama beberapa diantaranya dapat dikatakan memiliki
peringkat yang cukup tinggi bila dibandingkan dengan Universitas atau Perguruan
Tinggi di negara-negara kawasan Asia Tenggara.
Ditambah lagi, di beberapa Universitas tersebut telah terjalin kerja sama
yang baik dengan beberapa Negara di Amerika, Inggris atau Australia, yang
cukup dikenal sebagai Negara yang terbaik dan memiliki pengalaman yang
panjang dalam pengelolaan perguruan tinggi. Dilihat dari kekuatan ini, seharusnya
Indonesia mampu menjadi Negara sasaran perburuan pendidikan tinggi bagi
Negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Dengan kata lain, mereka tidak pergi
jauh-jauh untuk belajar di negara-negara tersebut, cukup datang ke Indonesia saja.
2. Hambatan (Weaknesses) : Krisis Multidimensi
Krisis multidimensi yang melanda kawasan Asia Tenggara dan beberapa
Negara Asia Timur dalam beberapa tahun belakangan ini membuat kondisi
perekonomian Negara di kawasan tersebut belum mampu bangkit kembali
Indonesia masih berkisar anatara bilangan 0 sampai 3 persen. Tingkat
pertumbuhan yang kecil ini membuat Indonesia perlu mengkaji ulang beberapa
proyek besar yang telah direncanakan sebelumnya. Hal ini berimplikasi pada
dunia pendidikan.
Usaha untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia lewat dunia
pendidikan menjadi terbengkalai dan terhambat. Beberapa Negara Asean yang
telah lebih dulu berhasil lepas dari krisis, akhirnya mampu meningkatkan jumlah
sarjananya yang secara persentase lebih besar dibandingkan dengan Negara
Indonesia.
3. Peluang (Opportunities) : Antara Motivasi dan Menangkap Peluang
Peluang Indonesia untuk dapat bangkit dan bersaing dengan negara-negara
di kawasan Asia Tenggara sebenarnya cukup besar. Hal tersebut terutama
disebabkan oleh kondisi dan kecenderungan global yang disebabkan oleh majunya
teknologi informatika membuat motivasi dan keinginan umum manusia untuk
terus maju dan bergerak ke depan menjadi sesuatu yang besar.
Di samping itu, kemajuan dan perkembangan dunia bisnis dan bidang
usaha lain yang persaingannya begitu ketat menjadi pemicu sebagian orang untuk
mendapatkan peluang tersebut. Hal itu membuat orang-orang berlomba-lomba
untuk mendapatkan gelar akademik yang lebih tinggi baik di dalam negeri
maupun di luar negeri. Motivasi yang cukup tinggi untuk meningkatkan mutu
sumber daya manusia bagi diri sendiri membuat bangsa Indonesia secara tidak
langsung memiliki peluang yang cukup besar untuk dapat bersaing di kawasan
Selain itu, beberapa Negara donor yang peduli pada peningkatan mutu
sumber daya manusia di bidang-bidang tertentu, juga memberikan beasiswa yang
cukup besar bagi orang-orang yang berminat dan memenuhi syarat yang mereka
tetapkan. Peluang-peluang ini, tentu saja menjadi sesuatu yang sangat berarti
ketika kondisi keuangan Negara sedang tidak kondusif. Hanya saja
peluang-peluang ini, sebagian diantaranya tidak pernah mendapat respons yang baik dari
para tenaga akademik yang ada di Indonesia.
Hal tersebut umumnya disebabkan kemampuan penguasaan bahasa asing
terutama Inggris para tenaga akademik tersebut tidak memenuhi syarat. Akhirnya,
peluang-peluang tersebut terbuang percuma, tanpa ada yang memanfaatkannya.
Kesalahan ini sepenuhnya ada pada pemerintah Indonesia. Pemerintah Indonesia
tidak mempersiapkan sebelumnya para tenaga akademik ini dalam menyambut
berbagai peluang tersebut. Pelatihan-pelatihan bahasa Inggris dan TPA secara
intensif dan berkesinambungan merupakan salah satu solusi yang perlu
dipertimbangkan untuk dapat dilaksanakan.
4. Tantangan (Threats) : Antara Memerangi Kebodohan dan Stabilisasi Ekonomi
Hal mendasar yang patut diperhitungkan oleh bangsa Indonesia,
khususnya pemerintah saat ini ialah menjadikan Negara besar dalam jumlah
penduduk ini betul-betul besar dalam mutu sumber daya manusianya. Dengan
demikian tantangan terbesar bangsa ini ialah bagaimana mengalahkan kebodohan
SDM lewat pendidikan menjadi sesuatu yang bersifat keniscayaan. Bangsa ini
mau tidak mau harus melakukan perbaikan dan pembaruan di segala sektor yang
berkaitan dengan bidang pendidikan. Upaya pemerintah yang akan menaikkan
anggaran belanja bidang pendidikan sebesar 20 persen, haruslah menjadi
kenyataan. Janganlah hal itu hanya sekedar hisapan jempol atau hanya digunakan
sebagai pemanis bibir ketika sedang berbicara. Jika itu baru pada tataran wacana
dalam arti belum sanggup untuk dilaksanakan dalam waktu dekat, hendaknya
jangan dulu diumumkan. Tantangan lain yang perlu dicermati oleh pemerintah
saat ini, terutama yang berhubungan dengan Program AFTA 2003 atau
kecenderungan global umumnya, yaitu bagaimana meningkatkan atau
mengembalikan posisi perekonomian seperti tahun 80-an, tetapi dengan landasan
perekonomian yang lebih kokoh. Dalam menghadapi AFTA 2003 dan WTO 2020,
Azhari melihat tantangan yang perlu dicermati oleh pemerintah Indonesia ialah
berusaha mempertahankan suatu tingkat pertumbuhan ekonomi yang mantap dan
berkelanjutan. Azhari meramalkan pertumbuhan sekitar 9 persen dengan skenario
tinggi dan 6,5 persen dengan skenario pertumbuhan rendah. Hal itu akan membuat
peluang-peluang yang ada dapat direalisasikan secara baik dan optimal.
Selain itu, tentu saja pemerintah ini harus berupaya bagaimana caranya
agar Indonesia dapat menjadi sentral perburuan pendidikan tinggi bagi para calon
mahasiswa yang ada di Negara-negara Asia Tenggara. Dengan kondisi tersebut,
C. Penjaminan Mutu di Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara
Mutu pendidikan di USU bersifat proaktif dalam arti bahwa lulusan USU
mampu secara terus-menerus menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu dan
teknologi serta realitas sosial budaya yang terus berkembang secara dinamis.
Mutu pendidikan di USU juga mencakup aspek pelayanan administrasi, sarana,
prasarana, organisasi dan manajemen yang dapat memenuhi harapan sivitas
akademika dan masyarakat (baik orang tua mahasiswa, pengguna lulusan, maupun
masyarakat luas).
Sistem penjaminan mutu akademik di USU dirancang dan dilaksanakan
untuk dapat menjamin mutu gelar akademik yang diberikan. Hal ini berarti bahwa
sistem penjaminan mutu harus dapat menjamin bahwa lulusan akan memiliki
kompetensi yang ditetapkan dalam Spesifikasi Program Studi. Dengan demikian
Universitas juga menjamin Mahasiswa akan memperoleh pengalaman belajar
seperti yang dijanjikan di dalam spesifikasi departemen.
Organisasi Sistem Manajemen Mutu (SMM) USU pada tingkat
Universitas telah masuk dalam organisasi Universitas, sesuai SK Majelis Wali
Amanat (MWA) USU Nomor: 26/SK/MWA/IV/2007 tanggal 25 April 2007.
untuk dapat berjalannya sistem penjaminan mutu secara efektif dan terintegrasi
sesuai pendekatan siklus PDCA: P (Plan), D (Do), C (Check), A (Action), yang
dibentuk Unit Manajemen Mutu (UMM) SK Rektor Nomor: 190/J05/SK/PP/2007
tanggal 18 Januari 2007. Gugus Jaminan Mutu (GJM) pada tingkat Fakultas serta
Gugus Kendali Mutu (GKM) pada Departemen SK Rektor Nomor:
D. Analisis SWOT Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara
Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara dalam kegiatan kerja
tahunan dilaksanakan berdasarkan analisis SWOT yang mana di dalam analisis
tersebut didasarkan kepada kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses),
peluang (opportunities), dan tantangan (threats).
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Fakultas Ekonomi merencanakan
kegiatan kerja yang akan dihadapi adalah harus melihat ke depan sesuai
kebutuhan pasar dalam menghasilkan Mahasiswa yang berkualitas, beretika, serta
berakhlak sesuai yang diharapkan oleh masyarakat serta negara.
Kekuatan (Strengths)
1. Minat staf pengajar untuk mengikuti pendidikan S2 dan S3 meningkat
Meningkatkan keahlian Dosen dalam penelitian
2. Minat staf pengajar untuk mengikuti pelatihan pekerti, AA Seminar dan
workshop meningkat
Mengadakan pelatihan yang mendukung peningkatan keahlian Dosen
seperti workshop dan penulisan karya ilmiah.
3. Jumlah Dosen Fakultas Ekonomi yang berpendidikan S1=4%, S2=74%,
S3=22%
Dosen yang memiliki posisi strategi dalam usaha tercapainya kualitas
pendidikan yang semakin baik amat dituntut kemampuan profesionalnya.
Skill dan kemampuan profesional ini harus selalu ditingkatkan, terutama dalam mempersiapkan SDM yang mampu menghadapi persaingan dunia
4. Bertambahnya Guru Besar di Fakultas Ekonomi meningkat setiap tahun
Kelemahan (Weaknesses)
1. Jumlah Dosen yang sangat terbatas
Masalah kuantitas dan kualitas Dosen di Fakultas Ekonomi, juga
merupakan hal yang dilematis. Secara objektif jumlah Dosen saat ini
memang kurang memadai, namun hal ini tidak dapat dipukul rata begitu
saja karena ternyata jumlah yang sedikit ini salah satu indikatornya adalah
masalah pemerataan Dosen.
2. Penghasilan yang rendah bagi Dosen dan Staf Administrasi
Jika ada keinginan pemerintah menaikkan gaji Dosen dan Staf
Administrasi, baik berita maupun keinginan, harga-harga telah melambung
tinggi mendahului kenaikan sesungguhnya yang masih saja tidak
memadai. Ditambah lagi dengan efek berita kenaikan gaji yang menyodok
meningkatnya kenaikan harga. Alhasil, kadang-kadang justru dengan
kenaikan gaji, kesejahteraan Dosen dan Staf Administrasi bukan semakin
membaik malah semakin memburuk.
Kadang-kadang untuk menutupi kekurangan gajinya dan untuk memenuhi
kebutuhan keluarganya, seorang Dosen ada yang mencari pekerjaan
sampingan dengan membuka bisnis di luar dan mengajar malam sebagai
Dosen di suatu Perguruan Tinggi Swasta.
Dilihat dari kesejahteraan Dosen, bagaimana seorang Dosen dapat
pelatihan-pelatihan yang seharusnya menjadi hak Dosen, pada kenyataannya di
lapangan jika ada kegiatan-kegiatan yang berupaya meningkatkan skill dan
profesionalisme, Dosen pula harus mengeluarkan biaya. 3. Ratio Dosen dan Mahasiswa tidak sesuai
Posisi Dosen sangat rentan. Dari segi kuantitas ratio Dosen dan
Mahasiswa tidak sesuai. Untuk hal ini Pemerintah mengeluarkan
kebijakan untuk memberikan peluang untuk menjadi Dosen baru.
4. Kurang memadainya media pendukung pengajaran
Diperlukan penambahan jumlah LCD, menambah pengeras suara pada
masing-masing ruang belajar dan menambah penerangan dan pendingin
ruangan, serta pengecetan ulang ruang belajar.
5. Kurang memadainya ruang kerja Dosen
Menambah ruang kerja Dosen dengan mempersiapkan ruang untuk Dosen
Muda dan Dosen yang belum memiliki ruang kerja.
Peluang (Opportunities)
1. Kerjasama yang erat, baik bagi Perusahaan Swasta dan Pemerintah Kota,
dan Kabupaten
Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara telah menjalin kerja sama
kemitraan dengan berbagai instansi baik dari dalam maupun dari luar
negeri. Kerja sama tersebut dalam berbagai bentuk seperti penelitian,
telah menjalin kerja sama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera
Utara adalah:
1) Pemerintah Propinsi Sumatera Utara
2) Bappeda Propinsi Sumatera Utara
3) Badan Pusat Statistik Sumatera Utara
4) Dinas Pendapatan Propinsi Sumatera Utara
5) Pemerintah Kota Medan
6) Bappeda Kota Medan
7) Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara
8) Bappeda Kabupaten Tapanuli Utara
9) PT. Bank Sumut
10)PTPN 2
11)PTPN 3
12)PTPN 4
13)BSMR (Badan Sertifikasi Manajemen Risiko)
14)PT. Pertamina (Persero)
15)Pemerintah Kota Tanjung Balai
16)Pemerintah Kota Tebing Tinggi
17)Pemerintah Kabupaten Simalungun
18)Lembaga Riset Informasi (LRI)
19)Bank Indonesia
20)Pemerintah Kabupaten Deli Serdang
22)Departemen Keuangan Indonesia
23)Indonesian Business Links (IBL) 24)Komisi Pemberantasan Korupsi
25)Beberapa Universitas Negeri maupun Swasta di Indonesia
26)Universiti Utara Malaysia
27)Universiti Kebangsaan Malaysia
28)International Islamic University of Malaysia
29)INCEIF (International Islamic University for Education in Islamic Finance)
30)Universiti Teknologi Mara (UiTM, Shah Alam)
31)Komisi Pengawasan dan Persaingan Usaha (KPPU)
2. Minat Siswa untuk memilih kuliah di Fakultas Ekonomi sangat tinggi
Peningkatan animo calon mahasiswa ditempuh dengan cara menyiapkan
brosur dan menyebarkannya ke sekolah-sekolah menengah (SMA/SMK
sederajat). Selain itu, Fakultas menyelenggarakan seminar-seminar dengan
mengundang kepala sekolah.guru SMA/SMK sederajat di Kota Medan.
Selain itu, Fakultas juga menyiapkan sebuah situs
memberikan informasi kepada masyarakat tentang perkembangan
Fakultas. Pada situs tersebut diberikan informasi mengenai tata cara
pendaftaran mahasiswa baru dan pengumuman kelulusan mahasiswa baru
yang masuk ke Universitas Sumatera Utara.
3. Para alumni yang lulus banyak memperoleh Indeks Prestasi di atas 3.00
sedangkan program D-III dapat menyelesaikan studi 5 sampai dengan 6
semester.
Tantangan (Threats)
1. Persaingan yang semakin ketat bagi para alumni
a. Menghasilkan lulusan yang profesional, objektif, independen, dan
berkualitas untuk memenuhi permintaan dunia usaha yang tumbuh
dengan cepat.
b. Menghasilkan lulusan yang tanggap terhadap perubahan dan kemajuan
ilmu dan teknologi informasi.
2. Perkembangan ilmu dan teknologi yang sangat pesat
Kemajuan di bidang informasi dalam ilmu dan teknologi ini memberi
dampak positif maupun negatif terhadap dunia pendidikan. Meningkatnya
akses pendidikan kepada sumber informasi ilmu pengetahuan merupakan
dampak positif yang diharapkan.
3. Para pekerja pada era globalisasi harus profesionalisme
Era globalisasi merupakan suatu kondisi yang memperlihatkan bahwa
dunia ini semakin kecil. Hal ini kemungkinan terjadi berkat kemajuan
teknik informatika. Globalisasi ini menjadi sebuah proses interaktif yang
mengembangkan suatu kebudayaan dunia yang sama sehingga akan
memunculkan suatu kebudayaan atau peradaban universal. Dengan
demikian pada era globalisasi, para pekerja harus profesional dalam
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
Pada bab terakhir ini Penulis telah membuat suatu uraian yang berupa
kesimpulan dan saran atas hasil penelitian yang dilakukan Penulis pada Fakultas
Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Adapun kesimpulan dan saran yang
mencakup penulisan tugas akhir ini sebagai berikut:
A. Kesimpulan
1) Dengan melakukan kedua analisis yaitu analisis internal dan analisis
eksternal berarti Fakultas Ekonomi USU dikenal telah melakukan analisis
SWOT.
2) Analisis SWOT sangat berperan dalam upaya pengembangan pendidikan
pada Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
3) Membantu kelancaran perkembangan Fakultas sebagai suatu keseluruhan.
4) Fakultas Ekonomi merencanakan kegiatan kerja yang akan dihadapi
adalah harus melihat ke depan sesuai kebutuhan pasar dalam menghasilkan
Mahasiswa yang berkualitas, beretika, serta berakhlak sesuai yang
diharapkan oleh masyarakat serta negara.
B. Saran
1) Untuk terus memperhatikan pelaksanaan analisis SWOT ini untuk dalam
diwujudkan dalam misi dan visi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera
Utara diperlukan analisa lingkungan yang baik agar tujuan fakultas secara
menyeluruh dan dapat tercapai sebagaimana mestinya.
2) Hendaknya ditetapkan kebijakan SWOT di Fakultas Ekonomi Universitas
Sumatera Utara secara efektif sehingga dapat bersaing dengan perguruan
tinggi yang terkemuka di dalam negeri maupun di luar negeri.
3) Melihat pentingnya persaingan yang semakin ketat bagi para alumni,
perkembangan ilmu dan teknologi yang sangat pesat, para pekerja pada era
globalisasi harus profesionalisme, maka sebaiknya semakin ditingkatkan
DAFTAR PUSTAKA
Bryson M, John. “Perencanaan Strategis Bagi Organisasi Sosial”. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar Offset, 2003.
Chan M, Sam. “Analisis SWOT Kebijakan Pendidikan Era Otonomi Daerah”. Jakarta:
Raja Grafindo Persada, 2005.
Rebeneka, Dita. “Analisis SWOT”. Diakses 12 November 2009, < http ://analisis swot.com >
Ritonga T. Jhon. “Pedoman dan Informasi Fakultas Ekonomi 2007-2008”. Medan: USU