BUKU
RENCANA KERJA
(RENJA)
Tahun 2017
PEMERINTAH KOTA MALANG
BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH
Jl. Tugu No. 1 Malang
DARTAR ISI
DAFTAR ISI
i
DAFTAR TABEL
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1
1.1
Latar Belakang
1
1.2
Landasan Hukum Penyusunan Rencana Kerja
2
1.3
Maksud dan Tujuan
3
1.4
Sistematika Penulisan Rencana Kerja
4
BAB II
EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU
5
2.1
Usulan Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahun
Anggaran Tahun 2016
5
2.2
Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu dan Capaian
Renstra SKPD
9
2.3
Faktor-faktor Penyebab Tidak Tercapainya Target
Kinerja Program/Kegiatan dan Solusi Penyelesaiannya
31
2.4
Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi
SKPD dan SKPKD
42
2.5
Tantangan dan Peluang Dalam Meningkatkan Pelayanan
46
BAB III
TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN
48
3.1
Tujuan
48
3.2
Sasaran
49
3.3
Program
50
3.4
Kegiatan
51
DARTAR TABEL
Tabel 2.1.1
Program dan Kegiatan BPKAD Kota Malang Tahun 2017
5
Tabel 2.2.1
Program
dan
Kebijakan
Pencapaian
Sasaran
Meningkatnya pengelolaan keuangan dan aset daerah yang
tertib dan akuntabel
11
Tabel 2.2.2
Pengukuran Kinerja Sasaran Meningkatnya pengelolaan
keuangan dan aset daerah yang tertib dan akuntabel
21
Tabel 2.2.3
Realisasi Target Anggaran Per Program Per Kegiatan
22
Tabel 2.2.4
Capaian Program dan Anggaran Badan Pengelola
Keuangan Dan Aset Daerah Tahun 2016
26
Tabel 2.2.5
Alokasi Anggaran Per Sasaran Strategis Tahun 2016
28
Tabel 2.2.6
Pencapaian Kinerja Dan Anggaran Tahun 2016
29
Tabel 2.2.7
Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
31
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sebagai tindak lanjut amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Peraturan Pemerintah (PP) RI Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah serta Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP Nomor 8 Tahun 2008, maka Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Malang menyusun Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD). Renja SKPD merupakan dokumen perencanaan yang memuat program dan kegiatan dalam bentuk kerangka regulasi dan kerangka anggaran dalam rangka menjamin penyelenggaraan pemerintah yang demokratis, transparan, akuntabel, efisien dan efektif di bidang perencanaan pembangunan daerah.
Renja SKPD disusun dengan mengacu pada rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Rencana Strategis (Renstra) SKPD, hasil evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan tahun sebelumnya, serta masalah yang dihadapi. Dalam menyusun Renja SKPD perlu ditetapkan pula tujuan, sasaran, indikator kinerja, pagu indikatif, prakiraan maju, melakukan analisis serta penyelarasan program dan kegiatan sesusai skala prioritas daerah sebagai upaya pensinergian pencapaian sasaran dan target Renstra SKPD dan RPJMD tahun yang bersangkutan.
Renja SKPD mempunyai fungsi penting dalam sistem perencanaan daerah, karena Renja SKPD menerjemahkan perencanaan strategis jangka menengah (RPJMD dan Renstra SKPD) ke dalam rencana, program, dan penganggaran tahunan. Rencana Kerja ( Renja ) menjembatani sinkronisasi, harmonisasi Rencana Strategis ke dalam langkah-langkah tahunan yang lebih konkrit dan terukur. Dengan demikian Renja merupakan pedoman bagi penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) SKPD.
1.2 Landasan Hukum Penyusunan Rencana Kerja
Dasar Hukum penyusunan Renja- SKPD adalah :
1. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
2. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;
3. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015; 4. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 Perimbangan Keuangan antara Pemerintah
Pusat dan Daerah;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.
7. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Malang Tahun 2014 – 2018;
8. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Organisasi Perangkat Daerah;
9. Peraturan Walikota Malang Nomor 37 Tahun 2015 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Walikota Malang Nomor 94 Tahun 2015 tentang Penyempurnaan Indikator Kinerja Utama;
10. Peraturan Walikota Malang Nomor 47 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi,Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah
11. Peraturan Walikota Malang Nomor 85 Tahun 2016 tentang Pembentukan, Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Pengawasan dan Pengendalian Izin Pemakaian Kekayaan Daerah Pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah;
12. Keputusan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Nomor : 188.45/59/35.73.408/2015 tentang Reviu Rencana Strategis Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Malang Tahun 2013-2018;
13. Keputusan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Nomor : 188.45/20/35.73.404/2017 tentang Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ( LAKIP ) Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Malang Tahun 2016.
1.3. Maksud dan Tujuan
Maksud disusunnya Renja Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Malang Tahun Anggaran 2017, antara lain untuk :
a. Meningkatkan konsistensi antara kebijakan dengan pelaksanaannya ;
b. Meningkatkan transparansi dan partisipasi dalam proses perumusan kebijakan dan perencanaan program ;
c. Menyelaraskan program dengan penganggaran ;
d. Meningkatkan akuntabilitas pemanfaatan sumber daya dan keuangan ;
e. Terwujudnya penilaian kinerja yang terukur dan perencanaan yang pelaksanaan sesuai dengan Renstra SKPD.
Sedangkan tujuannya adalah :
a. Menjabarkan Rencana Strategis kedalam program dan kegiatan untuk 1 (satu) tahun anggaran, yaitu tahun 2017;
b. Menjadikan pedoman dalam pelaksanaan Program dan Kegiatan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Malang Tahun Anggaran 2017 ;
c. Sebagai upaya mewujudkan efisiensi dan efektifitas dalam perencanaan anggaran dan program kegiatan yang ada pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Malang Tahun Anggaran 2017.
1.4. Sistematika Penulisan Rencana Kerja
Bab I : Pendahuluan
Bab II : Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu Bab III : Tujuan, Sasaran, Program dan Kegiatan
BAB II
EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU
2.1. Usulan Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahun Anggaran 2017
Pada Tahun Anggaran 2017 Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah
Kota Malang mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 11.600.000.000,00 ( Sebelas milyar enam ratus juta rupiah ) yang tertuang dalam 9 ( sembilan ) program dan dijabarkan dalam 68 (enam puluh delapan) kegiatan. Secara keseluruhan, program kegiatan tersebut dapat dirinci sebagai berikut :
Tabel 2.1.1
Program dan Kegiatan BPKAD Kota Malang Tahun 2017
URAIAN PROGRAM/ KEGIATAN
ALOKASI ANGGARAN (Rp)
Pelayanan Administrasi Perkantoran 1.867.969.600
1. Penyediaan jasa surat
menyurat
269.300.000
2. Penyediaan jasa komunikasi,
sumber daya air dan listrik
68.000.000
3. Penyediaan jasa kebersihan
kantor
88.333.900
4. Penyediaan jasa perbaikan
peralatan kerja
47.275.000
5. Penyediaan alat tulis kantor 110.500.000
6. Penyediaan barang cetakan
dan penggandaan
114.397.000
7. Penyediaan peralatan dan
perlengkapan kantor
497.598.000
8. Penyediaan bahan bacaan dan
peraturan perundang-undangan
18.634.000
9. Penyedian makanan dan
minuman
115.031.700 10. Rapat-rapat koordinasi dan
konsultasi keluar daerah
518.900.000
Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 831.362.000
12. Pembangunan Gedung Kantor (DED) 96.000.000 13. Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor 332.862.000 14. Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional 125.000.000 15. Pengadaan kendaraan dinas/
operasional
277.500.000 Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 684.521.200
16. Optimalisasi/Peningkatan
Kapsitas Aparatur Tentang Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
544.521.200
17 Sosialisasi Peraturan Tentang
Kebijakan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
140.000.000
Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
367.935.000
18. Penyusunan laporan capaian kinerja dan iktisar realisasi kinerja SKPD 63.000.000 19. Penyusunan pelaporan keuangan semesteran 111.385.000 20. Penyusunan Standart
Pelayanan Publik dan IKM
16.100.000
21. Penyusunan Buku Profil 88.800.000
22. Penyusunan RKA dan DPA 20.000.000
23. Review Renstra SKPD 12.000.000
24. Penyusunan ANJAB dan ABK 28.000.000
25. Penyusunan Standar Operasional Prosedur
28.650.000
Penyusunan Anggaran Daerah 1.675.293.000
26. Penyusunan Standar Satuan Harga (SSH)
105.480.000 27. Penyusunan Rancangan
Peraturan Daerah tentang APBD tahun anggaran 2018
591.832.500
28. Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD tahun 2017
29. Penyusunan Standar Biaya Umum
119.500.000 30. Penyusunan Dokumen Naskah
Perjanjian Hibah Daerah
106.425.000 31. Fasilitasi Penyusunan RKA dan
DPA
151.000.000 32. Pengendalian Pelaksanaan
Anggaran
46.693.000 Penyelenggaraan Perbendaharaan Daerah 1.822.522.000
33. Penatausahaan keuangan PPKD
373.000.000 34. Penatausahaan, Analisis dan
Evaluasi Pengelolaan Kas
118.876.000 35. Penyusunan dan Sosialisasi
Sistem Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah
145.456.000
36. Monitoring dan Penatausahaan Dana Transfer
63.000.000 37. Peningkatan pelayanan gaji
PNS
375.000.000 38. Pendampingan Aplikasi Sistem
Informasi Pengelolaan Keuangan SKPD berbasis Akrual
242.100.000
39. Penataan Arsip Administrasi Perbendaharaan dan Pengelolaan Kas
289.000.000
40. Peningkatan Pelayanan dan Penatausahaan
Perbendaharaan
216.090.000
Pelaporan Keuangan Daerah 973.178.800
41. Penatausahaan Pembukuan Penerimaan Pendapatan dan Pembukuan Belanja
149.799.800
42. Asistensi Penyusunan Laporan Keuangan SKPD di lingkungan Pemkot Malang
136.379.000
43. Penyusunan Laporan
Keuangan Pemerintah Daerah Tahun 2016
178.200.000
44. Penyusunan Ranperda dan Ranperwal
Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD
404.000.000
45. Monitoring dan Evaluasi Realisasi Pendapatan Asli Daerah
Penatausahaan Aset Daerah 2.008.610.000
46. Penatausahaan Aset Milik Daerah dan Update data dengan SIMBADA
167.600.000
47. Bimtek Penatausahaan Barang Milik Daerah melalui Aplikasi SIMBADA di Kota Malang
122.000.000
48. Pelaksanaan Pelayanan Benda-Benda Berharga
68.460.000
49. Peningkatan Manajemen Aset 144.000.000
50. Penyusunan dan Sosialisasi Petunjuk Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah
159.200.000
51. Fasilitasi Penatausahaan Barang Milik Daerah Kota Malang
176.850.000
52. Inventarisasi/Sensus dan Kodefikasi Aset Milik Daerah
337.000.000
53. Pengamanan Aset Daerah 500.000.000
54. Sertifikasi Tanah Aset Pemerintah Kota Malang
233.500.000 55. Pemeliharaan/Penataan Ruang
Arsip dan Penyimpanan Benda-Benda Berharga Milik Daerah
100.000.000
Pemanfaatan Aset Daerah 1.368.608.400
56. Penetapan dan Pemberitahuan Retribusi
56.700.000 57. Operasional Rutin/Berkala UPT
Pengelolaan Aset Daerah
60.000.000 58. Pengendalian, Pengawasan
Pemanfaatan Aset Daerah
88.700.000 59. Penyampaian Surat
Pemberitahuan Retribusi Terhutang ( SPRT ) pemanfaatan aset daerah
44.000.000
60. Pemberian Ijin Sewa Tempat-Tempat Tertentu Yang Dikuasai Oleh Pemerintah Kota Malang
145.808.400
61. Penyusunan Perubahan Perda Nomor 2 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha
65.000.000
62. Penaksiran Sewa Aset Pemerintah Kota Malang
128.100.000 63. Penghapusan Barang Milik
Daerah
110.000.000 64. Penyusunan Tata Cara Sewa
Pemanfaatan Aset Daerah
65. Penyusunan Perubahan Perda Nomor 1 Tahun 2015 tentang Retribusi Jasa Umum
130.000.000
66. Pengawasan dan Pengendalian Pengelolaan Barang Daerah
64.700.000 67. Fasilitasi penyelesaian
Konflik-Konflik Pertanahan
165.000.000 68. Penghitungan dan Penetapan
Ganti Rugi
74.600.000
2.2. Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu dan Capaian Renstra SKPD
Review hasil evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu dan pencapaian kinerja Renstra SKPD ditujukan untuk mengidentifikasi dan mengetahui sampai sejauh mana kemampuan SKPD dalam melaksanakan program dan kegiatan, mengidentifikasi realisasi pencapaian target kinerja program dan kegiatan Renstra SKPD, serta hambatan dan permasalahan yang dihadapi. Review ini, didasarkan atas laporan hasil evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun tahun sebelumnya, laporan evaluasi pelaksanaan Renstra SKPD, dan perkiraan pelaksanaan DPA-SKPD (Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah) tahun berjalan yang baru beberapa bulan dilaksanakan.
Sesuai dengan lampiran VI Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Tahap Penyajian Rancangan Renja SKPD, apabila laporan evaluasi pelaksanaan Renstra SKPD belum disusun, maka dapat dibuat rekapitulasi berdasarkan laporan evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun-tahun sebelumnya, dibandingkan dengan rencana program dan kegiatan yang tertuang dalam dokumen Renstra SKPD.
Pencapaian target kinerja APBD dinilai melalui suatu standar yang mampu menggambarkan tingkat keberhasilan dari program dan kegiatan yang direncanakan, berupa indikator-indikator tertentu dengan target-target kinerja sebagai instrumen penilaian. Badan Pengelola Keuangan Dan Aset Daerah Kota
Malang selain mempunyai tugas pokok dan fungsi juga melakukan fungsi koordinator pengelolaan keuangan dan aset daerah pada SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Malang. Oleh karena itu, untuk mendukung capaian kinerja Pemerintah Kota Malang. Mengacu pada Reviu Rencana Strategis ( Renstra ) BPKAD Tahun 2015 – 2018 dan selaras dengan Reviu RPJMD Kota Malang 2014-2018 sesuai Peraturan Walikota Malang Nomor 30 Tahun 2015 serta mengacu kepada Peraturan Walikota Malang Nomor 37 Tahun 2015 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Walikota Malang Nomor 94 Tahun 2015 tentang Penyempurnaan Indikator Kinerja Utama , dimana yang semula tujuan BPKAD sebanyak 2 (dua) menjadi 1 (satu) dan sasaran semula 2 (dua) menjadi 1 (satu) sasaran, dengan indikator sasaran yaitu :
1 Nilai Pengukuran Survey Kepuasan Masyarakat 2 Ketepatan Waktu Penyusunan APBD Kota Malang
3 Persentase Pelayanan Penerbitan SP2D Kurang Dari 2 (dua) hari 4 Persentase Realisasi Belanja Langsung SKPD ≥ 90%
5 Persentase Penyajian L/K SKPD Sesuai SAP Berbasis Akrual 6 Persentase Penyajian Laporan Barang Milik Daerah Secara Benar
7 Persentase Aset dan Barang Daerah Terinventarisasi Teridentifikasi dan Terdokumentasi Dengan Baik
8 Persentase Bidang Lahan Aset Daerah Yang Bersertifikat
Tingkat capaian efektifitas dan efisiensi program/ kegiatan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Malang pencapaian sasaran “Meningkatnya pengelolaan keuangan dan aset daerah secara tertib dan akuntabel ”
dituangkan ke dalam 11 (sebelas) program dan 73 (tujuh puluh tiga ) kegiatan sebagaimana dilihat pada tabel :
Tabel 2.2.1
Program dan Kegiatan
Pencapaian Sasaran meningkatnya pengelolaan keuangan dan aset daerah yang tertib dan akuntabel
NO
PROGRAM/KEGIATAN TARGET REALISASI %
A PENATAAN PENGUASAAN, PEMILIKAN, PENGGUNAAN DAN PEMANFAATAN TANAH
95.931.000,- 89.306.000,- 93,09
1 Pengamanan aset daerah tanah dan bangunan
Input Rp 95.931.000,- Rp 89.306.000,- 93,09
Output :
Jumlah titik lokasi bidang lahan aset daerah yang diamankan
40 titik lokasi / 5 kecamatan
40 titik lokasi / 5 kecamatan
Outcome :persentase bidang lahan aset daerah yang bersertifikat
10,86% 10,90% 100
B PENYELESAIAN KONFLIK-KONFLIK PERTANAHAN
174.926.100,- 164.055.075,- 93,78
2 Fasilitasi penyelesaian konflik-konflik pertanahan
Input Rp 174.926.100,- Rp 164.055.075,- 93,78 Output : kasus / konflik-konflik tanah dan
/ atau bangunan yang terfasilitasi penyelesaiannya
15 kasus 7 kasus 46.66
Outcome : Persentase konflik tanah dan atau bangunan yang terfasilitasi
100% 100% 100
C PENINGKATAN STATUS HUKUM ASET
253.245.700.- 235.615.950,- 93,03
3 Sertifikasi Tanah Aset Pemerintah Kota Malang
Rp 253.245.700.- Rp 235.615.950,- 93,03 Input
Output : jumlah bidang lahan tanah aset daerah proses sertifikasi
40 bidang 51 bidang 100 Outcome :persentase bidang lahan aset
daerah yang bersertifikat
10,86% 10,90% 100
D PROGRAM PELAYANAN ADMINISTRASI PERKANTORAN
4.255.949.800,- 3.942.731.029,- 92,64
4 Kegiatan Penyediaan jasa surat menyurat
Input Rp 146.540.000,- Rp 131.002.150 89,40
Output : surat terkirim setahun 32.000 surat 36.894 surat Outcome : Nilai pengukuran survey
kepuasan masyarakat
5 Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik
Input Rp 51.200.000,- Rp 30.244.392,- 59,07
Output : jenis dan bukti pembayaran rekening
3 jenis/12 bulan 3 jenis/12 bulan Outcome : Nilai pengukuran survey
kepuasan masyarakat
Nilai 75,875 Nilai 78,22 100 6 Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor
Input Rp 105.703.500,- Rp 105.644.700,- 99,94 Output : jumlah ruangan kantor yang
terpelihara
10 ruangan 10 ruangan Outcome : Nilai pengukuran survey
kepuasan masyarakat
Nilai 75,875 Nilai 78,22 100 7 Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan
Kerja
Input Rp 117.600.000,- Rp 103.673.000,- 88,16 Output : jumlah jenis peralatan kantor
yang terpelihara
7 jenis alat 7 jenis alat Outcome : Nilai pengukuran survey
kepuasan masyarakat
Nilai 75,875 Nilai 78,22 100 8 Penyediaan Alat Tulis Kantor
Input Rp 91.725.400,- Rp 91.669.400,- 99,93 Output : jumlah jenis alat tulis kantor
yang tersedia
61 jenis 61 jenis Outcome : Nilai pengukuran survey
kepuasan masyarakat
Nilai 75,875 Nilai 78,22 100 9 Penyediaan Barang Cetakan dan
Penggandaan
Input Rp 129.856.900,- Rp 124.449.170,- 95,83 Output : Jumlah jenis barang cetakan
yang tersedia
17 jenis 17 jenis Outcome : Nilai pengukuran survey
kepuasan masyarakat
Nilai 75,875 Nilai 78,22 100 10 Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan
Kantor
Input Rp 990.162.500,- Rp 912.166.900 92,12 Output : Jumlah jenis peralatan dan
perlengkapan kantor yang tersedia
22 jenis 22 jenis Outcome : Nilai pengukuran survey
kepuasan masyarakat
Nilai 75,875 Nilai 78,22 100 11 Penataan gudang arsip
Input Rp 66.000.000,- Rp 65.150.000,- 98,71
Output : arsip penatausahaan keuangan daerah
12 bulan 12 bulan Outcome : Nilai pengukuran survey
kepuasan masyarakat
Nilai 75,875 Nilai 78,22 100 13 Penyediaan Bahan Bacaan dan
Peraturan Perundang-undangan
Input Rp 21.000.000,- Rp 20.313.000,- 96,72 Output : jenis bahan bacaan yang
tersedia
4 surat kabar 3 surat kabar Outcome : Nilai pengukuran survey
kepuasan masyarakat
Nilai 75,875 Nilai 78,22 100 14 Penyediaan Makanan dan Minuman
Input Rp 75.750.000,- Rp 70.411.000,- 92,95 Output : jumlah rapat dinas dan tamu
dinas yang disediakan makanan dan minumannya
49 kali rapat dan 440 orang tamu
Jumlah rapat-rapat dinas = 11 kali; mamin tamu = 360 org Outcome : Nilai pengukuran survey
kepuasan masyarakat
Nilai 75,875 Nilai 78,22 100 15 Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke
Input Rp 422.035.000,- Rp 399.306.180,- 94,61 Output : jumlah koordinasi dan konsultasi
yang dilaksanakan
60 kali dalam daerah, 25 kali keluar daerah
91 kali / 314 org dalam daerah, 50 kl/203 org ke keluar daerah Outcome : Nilai pengukuran survey
kepuasan masyarakat
Nilai 75,875 Nilai 78,22 100 16 Operasional UPT PerkantoranTerpadu
Input Rp 2.013.376.500- Rp 1.864.259.137,- 92,60 Output : pemenuhan operasional
Perkantoran Terpadu Kota Malang
12 bulan 12 bulan Outcome : Nilai pengukuran survey
kepuasan masyarakat
Nilai 75,875 Nilai 78,22 100 17 Pawai pembangunan
Input Rp 25.000.000- Rp 24.442.000,- 97,77
Output : pawai pembangunan yang diikuti 1 kali 1 kali Outcome : Nilai pengukuran survey
kepuasan masyarakat
Nilai 75,875 Nilai 78,22 100
E PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR
1.722.547.500,- 1.628.372.444,- 94,53
18 Pengadaan kendaraan dinas/operasional
Input Rp 114.041.000,- Rp 107.391.000,- 94,17 Output :
Outcome : Nilai pengukuran survey kepuasan masyarakat
Nilai 75,875 Nilai 78,22 100
19 Pembangunan Gedung Kantor
Input Rp 390.340.000,- Rp 381.626.600,- 97,77 Output : jumlah dokumen perencanaan
yang tersusun 1 dokumen DED pembangunan gedung kantor 1 dokumen DED pembangunan gedung kantor Outcome : Nilai pengukuran survey
kepuasan masyarakat
Nilai 75,875 Nilai 78,22 100 20 Pembangunan kanopi penghubung antar
gedung dikantor terpadu
Input Rp 203.416.500,- Rp 201.409.000,- 99,01 Output :
Outcome : Nilai pengukuran survey kepuasan masyarakat
Nilai 75,875 Nilai 78,22 100 21 Pengecatan Gedung Perkantoran
Terpadu Kota Malang
Input Rp 204.348.000,- Rp 201.913.500,- 98,81 Output : Gedung Perkantoran Terpadu
yang dipelihara pengecatannya
1 paket ( Gedung A)
1 paket ( Gedung A)
Outcome : Nilai pengukuran survey kepuasan masyarakat
Nilai 75,875 Nilai 78,22 100 22 Penyediaan ruang kesehatan dan
menyusui/laktasi (pojok asi)
Input Rp 55.526.000,- Rp 54.861.500,- 99,29
Output : Kanopi parkir kendaraan yang terbangun
1 paket 1 paket Outcome : Nilai pengukuran survey
kepuasan masyarakat
Nilai 75,875 Nilai 78,22 100 23 Pembangunan ruang layanan publik di
perkantoran terpadu
Input : Rp 105.000.000,- Rp 102.727.000,- 97,84 Output : ruang layanan publik tersedia 1 paket ruang
layanan kependudukan
1 paket ruang layanan kependudukan Outcome : Nilai pengukuran survey
kepuasan masyarakat
Nilai 75,875 Nilai 78,22 100 24 Pemeliharaan rutin/berkala gedung
Input Rp 481.043.000,- Rp 453.257.220,- 94,22 Output : bangunan gedung kantor yang
terpelihara 2 bangunan : Gedung A dan gedung B 2 bangunan : Gedung A dan gedung B Outcome : Nilai pengukuran survey
kepuasan masyarakat
Nilai 75,875 Nilai 78,22 100 25 Pemeliharaan rutin/berkala gedung
kantor
Input Rp 11.633.000,- Rp 11.080.000,- 95,25
Output : jumlah ruangan gedung kantor yang terpelihara
10 ruang 8 ruang Outcome : Nilai pengukuran survey
kepuasan masyarakat
Nilai 75,875 Nilai 78,22 100 26 Pemeliharaan rutin berkala kendaraan
dinas operasional
Input Rp 157.200.000,- Rp 114.106.624,- 72,59 Output : jumlah kendaraan operasional
dinas yang terpelihara
5 (lima) kendaraan roda 4; 17 (sepuluh) kendaraan roda 2 5 (lima) kendaraan roda 4; 17 (sepuluh) kendaraan roda 2 Outcome : Nilai pengukuran survey
kepuasan masyarakat Nilai 75,875 Nilai 78,22 100 F PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS SUMBERDAYA APARATUR 348.189.000,- 307.222.350,- 88,23
27 Peningkatan kapasitas aparatur melalui bimtek tentang sisdur pengelolahan keuangan dan BMD
Input : Rp 253.754.000,- Rp 250.737.500,- 98,81 Output :
Outcome : Nilai pengukuran survey kepuasan masyarakat
Nilai 75,875 Nilai 78,22 100 28 Optimalisasi dalam rangka peningkatan
kapasitas SDM tentang pengelolaan keuangan dan aset daerah
Input : Rp 94.435.000,- Rp 56.484.850,- 59,81 Output :jumlah kali terselenggaranya
optimalisasi
8 orang/2 kali 10 orang/1 kali Outcome : Nilai pengukuran survey
kepuasan masyarakat
Nilai 75,875 Nilai 78,22 100
G PROGRAM PENINGKATAN PENGEMBANGAN SISTEM
PELAPORAN CAPAIAN KINERJA DAN KEUANGAN
259.010.000,- 255.528.250,- 98,65
29 Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD
Input Rp 48.395.000,- Rp 47.036.000,- 97,19
Output : jumlah dokumen yang tersusun 5 dokumen ( LAKIP, LPPD, RENJA, PK, P-PK)
5 dokumen ( LAKIP, LPPD, RENJA, PK,
P-PK) Outcome : Nilai pengukuran survey
kepuasan masyarakat
Nilai 75,875 Nilai 78,22 100 30 Penyusunan Pelaporan Keuangan
Semesteran
Input Rp 106.495.000,- Rp 106.489.000,- 99,99 Output : Jumlah laporan keuangan SKPD
yang tersusun 7 jenis dokumen ( Neraca,LRA, LAK,CaLK,Laporan keuangan Interim, LO, LPSAL) 6 jenis dokumen ( Neraca,LRA, LAK,CaLK,Laporan keuangan Interim, LO) Outcome : Nilai pengukuran survey
kepuasan masyarakat
Nilai 75,875 Nilai 78,22 100 31 Penyusunan Standard Pelayanan Publik
Input Rp 9.032.000,- Rp 8.988.000,- 99,51 Output : jumlah dokumen yang tersusun 2 dokumen
( SP,IKM/SKM)
2 dokumen (SP,IKM/SKM) Outcome : Nilai pengukuran survey
kepuasan masyarakat
Nilai 75,875 Nilai 78,22 100 32 Penyusunan buku profil
Input Rp 68.040.000,- Rp 66.293.500,- 97,43
Output :
Outcome : Nilai pengukuran survey kepuasan masyarakat
Nilai 75,875 Nilai 78,22 100 33 Penyusunan RKA dan DPA
Input Rp 15.736.000,- Rp 15.719.750,- 99,90
Output : jumlah dokumen yang tersusun 7 dokumen ( P-KUA PPAS,RKA/DPA, KUA PPAS, P-RKA/DPPA,RKT) 7 dokumen ( P-KUA PPAS,RKA/DPA, KUA PPAS, P-RKA/DPPA,RKT) Outcome : Nilai pengukuran survey
kepuasan masyarakat
Nilai 75,875 Nilai 78,22 100 34 Penyusunan Standard Operasional
Prosedur
Input Rp 11.312.000- Rp 11.002.000,- 97,26
Output : jumlah dokumen yan g tersusun 2 dokumen (SOP, SP)
2 dokumen (SOP, SP) Outcome : Nilai pengukuran survey
kepuasan masyarakat
Nilai 75,875 Nilai 78,22 100
H PROGRAM PENINGKATAN DAN PENGEMBANGAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH
5.194.635.950,- 4.735.648.089,- 91,78
35 Penyusunan Standar Satuan Harga
Input Rp 99.535.000- Rp 98.641.000,- 99,10
Output : jumlah dokumen yang tersusun 1 dokumen SSH 1 dokumen /Perwal nomor 21 tahun 2016 tentang Standar Satuan Harga ( SSH) Tahun Anggaran 2017
Outcome: penetapan APBD Kota Malang Tepat Waktu Tepat Waktu 100 36 Penyusunan Rancangan Peraturan
Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2017
Input Rp 625.042.050,- Rp 526.152.096,- 84,18 Output : jumlah dokumen yang tersusun 2 dokumen
( Perda + Perwal )
2 dokumen ( Perda nomor 9 Tahun 2016 tentang APBD Tahun Anggaran 2017; dan perwal nomor 93 tahun
2016 tentang Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2017
Outcome: penetapan APBD Kota Malang Tepat Waktu Tepat Waktu 100 37 Penyusunan Rancangan Peraturan
Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2016
Output : jumlah dokumen yang tersusun 2 dokumen ( Perda + Perwal )
2 dokumen ( Perda nomor 8 Tahun 2016 tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2016; dan perwal nomor 18 tahun 2016 tentang Penjabaran P-APBD Tahun Anggaran
2016
Outcome: penetapan APBD Kota Malang Tepat Waktu Tepat Waktu 100 38 Penataan Arsip Administrasi
Perbendaharaan dan Pengelolaan Kas
Input Rp 109.210.000,- Rp 105.535.000,- 96,63 Output 102 SKPD/12 bulan 102 SKPD/12 bulan
Outcome : persentase SP2D yang terbit kurang dari 2 (dua) hari
70% 81,17% 100
39 Peningkatan Pelayanan dan Penatausahaan Perbendaharaan
Input Rp 356.994.500,- Rp 331.597.000,- 92,89 Output : jumlah SP2D tercetak 25.000 SP2D 35.759 SP2D
Outcome : persentase SP2D yang terbit kurang dari 2 (dua) hari
70% 81,17% 100
40 Penatausahaan keuangan PPKD
Input Rp 188.318.000- Rp 180.314.410,- 95,75
Output : pelaksanaan fungsi dan pelayanan PPKD, penatausahaan dan fungsi BUD
12 bulan 12 bulan
Outcome : Persentase realisasi belanja langsung SKPD ≥ 90%
80% 77,45% 96,81%
41 Pendampingan Aplikasi Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan SKPD Berbasis Akrual
Input Rp 405.479.000- Rp 402.287.475,- 99,21
Output : jumlah SKPD yang mendapatkan pendampingan
102 SKPD/12 bulan 102 SKPD/12 bulan Outcome : persentase SP2D yang terbit
kurang dari 2 (dua) hari
70% 81,17% 100
42 Monitoring dan penatausahaan Dana Transfer
Input Rp 153.600.000,- Rp 125.874.138,- 81,95 Output : jumlah dan jenis dokumen
laporan yang tersusun
4 Laporan Konfirmasi Transfer (LKT), 12 laporan Bagi Hasil Pajak, 2 Laporan Dana Penyesuaian
4 Laporan Konfirmasi Transfer (LKT), 12 laporan Bagi Hasil Pajak, 2 Laporan Dana Penyesuaian Outcome : Persentase realisasi belanja
langsung SKPD ≥ 90%
80% 77,45% 96,81%
43 Penyusunan Standar Biaya Umum
Input Rp 149.631.000- Rp 140.941.494,- 94,19
Output : jumlah dokumen yang tersusun 1 dokumen SBU 1 dokumen /Perwal nomor 20 tahun 2016 tentang Standar Biaya Umum Tahun Anggaran 2017
Outcome: penetapan APBD Kota Malang Tepat Waktu Tepat Waktu 100 44 Penagihan dan Pemanggilan Wajib
Retribusi
Input Rp 30.774.100,- Rp 27.843.100,- 90,48
Output : jumlah Wajib Retribusi yang menunggak
350 WR 350 WR
daerah yang bersertifikat
45 Pendampingan Asistensi Penyusunan Laporan Keuangan Interim SKPD Berbasis Akrual
Input Rp 94.903.800,- Rp 94.676.800,- 99,76
Output : Jumlah kali PPK-SKPD yang mendapatkan pendampingan asistensi penyusunan L/K Interim SKPD
3 kali/102 SKPD 3 kali/102 SKPD
Outcome : Persentase penyajian L/K SKPD sesuai SAP berbasis Akrual
80% 94,12% 100
46 Penyusunan Laporan Keuangan Interim Pemerintah Daerah
Input Rp 39.081.000,- Rp 30.478.500,- 77,99
Output : Jumlah dan jenis dokumen laporan yang tersusun
4 jenis dokumen ( Neraca Restatement,LRA,L O dan LAK) 4 jenis dokumen ( Neraca Restatement,LRA,LO dan LAK) Outcome : Persentase penyajian L/K
SKPD sesuai SAP berbasis Akrual
80% 94,12% 100
47 Desiminasi sistem dan kebijakan akutansi berbasis akrual
Input Rp 210.517.000,- Rp 181.843.185,- 86,38 Output : Jumlah peserta desiminasi
sistem dan kebijakan akuntansi berbasis akrual
102 SKPD/3kali 102 SKPD/3kali
Outcome : Persentase penyajian L/K SKPD sesuai SAP berbasis Akrual
80% 94,12% 100
48 Penghitungan Penetapan dan Pengetikan Surat Pemberitahuan Retribusi Terhutang (SPRT)
Input Rp 49.084.000,- Rp 48.829.050,- 99,48 Output : jumlah Surat Pemberitahuan
Retribusi Terhutang yang teecetak dan terkirim
6.221 SKRD 5.447 SPRT dan 4.200 SKRD Outcome : persentase bidang lahan aset
daerah yang bersertifikat
10,86% 10,90% 100
49 Penyusunan perubahan sistem dan kebijakan akutansi pemerintah Kota Malang
Input Rp 105.000.000,- Rp 69.073.345,- 65,78
Output : jumlah dan jenis dokumen yg tersusun 1 Ranperwal tentang perubahan sistem 1 Ranperwal tentang perubahan sistem Outcome : Persentase penyajian L/K
SKPD sesuai SAP berbasis Akrual
80% 94,12% 100
50 Sinkronisasi data wajib retribusi pemanfaatan tempat-tempat tertentu yang dikuasai oleh Pemerintah Kota Malang
Input Rp 68.025.200,- Rp 59.438.000,- 87,38
Output : data wajib retribusi pemanfaatan tanah
Wilayah kecamatan klojen
Wilayah kecamatan klojen Outcome : persentase aset dan barang
daerah terinventarisasi sudah teridentifikasi dan terdokumentasi dengan baik
60% 48,25% 80,41
51 Peningkatan Pelayanan Gaji PNS
Input Rp 298.901.000,- Rp 272.916.895,- 91,31 Output : jumlah rekapan gaji yang
tercetak
468 Daftar Gaji, 500 SKPP/12 bulan
532 Daftar Gaji, 379 SKPP/12 bulan Outcome : persentase SP2D yang terbit
kurang dari 2 (dua) hari
52 Penyusunan Dokumen Naskah Perjanjian Hibah Daerah
Input Rp 176.205.000,- Rp 167.007.500,- 94,78 Output : jumlah NPHD yang tersusun 300 NPHD 885 NPHD
Outcome: penetapan APBD Kota Malang Tepat Waktu Tepat Waktu 100 53 Fasilitasi Penyusunan RKA dan DPA
SKPD
Input Rp 176.130.000,- Rp 122.974.000,- 69,82 Output : SKPD yang terfasilitasi 102 SKPD/2 kali 102 SKPD/2 kali
Outcome: penetapan APBD Kota Malang Tepat Waktu Tepat Waktu 100 54 Penatausahaan Pembukuan Penerimaan
Pendapatan dan Pembukuan Belanja
Input Rp 135.632.500,- Rp 131.852.582,- 97,21 Output : jumlah laporan penerimaan dan
belanja yang tersusun
2 laporan ( Laporan penerimaan dan Laporan Belanja ) 2 laporan ( Laporan penerimaan dan Laporan Belanja ) Outcome : Persentase penyajian L/K
SKPD sesuai SAP berbasis Akrual
80% 94,12% 100
55 Asistensi Penyusunan Laporan Keuangan SKPD di lingkungan Pemkot Malang
Input : Rp 125.876.500,- Rp 124.290.500,- 98,74 Output : jumlah kali PPK-SKPD
mendapatkan pendampingan asistensi penyusunan L/K SKPD
3 kali /102 PPK-SKPD
3 kali /102 PPK-SKPD
Outcome : Persentase penyajian L/K SKPD sesuai SAP berbasis Akrual
80% 94,12% 100
56 Pengendalian Pelaksanaan Anggaran
Input Rp 46.693.000,- Rp 46.353.000,- 99,27
Output : pelaksanaan anggaran SKPD yang terkendali
102 SKPD/12 bulan 102 SKPD/12 bulan
Outcome: penetapan APBD Kota Malang Tepat Waktu Tepat Waktu 100 57 Pemberian Ijin Sewa Tempat-Tempat
Tertentu yang Dikuasai oleh Pemerintah Kota Malang
Input Rp 150.918.600,- Rp 144.163.500,- 95,52 Output : ijin pemanfaatan tanah aset
daerah yang diterbitkan
350 ijin 165 ijin Outcome : persentase bidang lahan aset
daerah yang bersertifikat
10,86% 10,90% 100
58 Penatausahaan, Analisis dan Evaluasi Pengelolaan Kas
Input Rp 216.411.500,- Rp 213.308.908,- 98,57 Output : jumlah dan jenis dokumen
laporan yang tersusun
6 jenis ( Laporan RC,BKU BUD, Rekonsiliasi, Fungsional, Administrasi dan Laporan STS) 6 jenis ( Laporan RC,BKU BUD, Rekonsiliasi, Fungsional, Administrasi dan Laporan STS) Outcome : Persentase realisasi belanja
langsung SKPD ≥ 90%
80% 77,45% 96,81%
59 Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun 2015
Input Rp 178.169.500,- Rp 174.577.251.25,- 97,98 Output : jumlah jenis dokumen yang
tersusun
7 jenis dokumen ( Neraca, LO, LRA,
CaLK, LPE, LPSAL dan LAK)
7 jenis dokumen ( Neraca, LO, LRA, CaLK, LPE, LPSAL dan LAK) Outcome : Persentase penyajian L/K
SKPD sesuai SAP berbasis Akrual
60 Penyusunan Ranperda dan Ranperwal Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD
Input Rp 410.615.000,- Rp 396.543.586,- 96,57 Output : jumlah jenis dokumen yang
tersusun
2 dokumen ( Ranperda dan Ranperwal )
2 dokumen Perda nomor 6 Tahun
2016 dan Perwal nomor 16 Tahun 2016 tentang Pertanggungjawaban APBD Tahun 2015 Outcome : Persentase penyajian L/K
SKPD sesuai SAP berbasis Akrual
80% 94,12% 100
61 Monitoring dan Evaluasi Realisasi Pendapatan Asli Daerah
Input Rp 39.308.000,- Rp 31.738.000,- 80,74 Output : jumlah SKPD penghasil 15 SKPD dan 3
BUMD
15 SKPD dan 3 BUMD Outcome : Persentase penyajian L/K
SKPD sesuai SAP berbasis Akrual
80% 94,12% 100
I PROGRAM PENINGKATAN MANAJEMEN ASET/BARANG DAERAH
1.152.586.310,- 1.007.465.461,- 87,41
62 Penaksiran Sewa Aset Pemerintah Kota Malang
Input Rp 204.124.300,- Rp 179.360.551,- 87,87 Output : Data nilai taksir aset dan Barang
Milik Daerah yang akan disewakan/ penghapusan
5 jenis 10 jenis
Outcome : Persentase Penyajian Laporan Barang Milik Daerah secara benar
40% 100% 100
62 Penghapusan Barang Milik Daerah
Input Rp 143.289.000,- Rp 104.866.400,- 73,19 Output : tanah dan barang milik daerah
dalam proses penghapusan
5 SK penghapusan 1 SK penghapusan ( SK penghapusan kendaraan yg terdiri dr 12 (duabeelas) unit kendaraan roda 4 dan 21 (duapuluh satu) untuk kendaraan roda 2 Outcome : Persentase Penyajian
Laporan Barang Milik Daerah ( LBMD ) secara benar
40% 100% 100
63 Bimbingan Teknis Penatausahaan Barang Milik Daerah melalui Aplikasi SIMBADA di Kota Malang
Input Rp 178.716.300,- Rp 174.081.000,- 97,41 Output : jumlah peserta bimbingan teknis 200 org/1 kali / 102
SKPD
200 org/1 kali / 102 SKPD Outcome : Persentase Penyajian
Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) secara benar
40% 100% 100
64 Penatausahaan Aset Milik Daerah dan Update Data dengan SIMBADA
Input Rp 185.275.500,- Rp 177.546.900,- 95,83 Output : Tersedianya Sistem Informasi
Barang Milik Daerah melalui sistem aplikasi
1 software SIMBADA dengan data yang
ter-update
1 sofware SIMBADA dengan data yang
ter-update Outcome : Persentase Penyajian
Laporan Barang Milik Daerah (LBMD)
secara benar
65 Fasilitasi Penatausahaan Barang Milik Daerah
Input Rp 88.030.300,- Rp 86.637.700,- 98,42
Output : jumlah SKPD yang terfasilitasi 102 SKPD/12 bulan 102 SKPD/12 bulan Outcome : Persentase Penyajian
Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) secara benar
40% 100% 100
66 Asistensi penyusunan laporan barang milik daerah
Input Rp 51.003.100,- Rp 44.558.500,- 87,36
Output : Jumlah kali SKPD yang mendapatkan asistensi penyusunan LBMD
102 SKPD/3 kali/tahun
102 SKPD/3 kali/tahun
Outcome : Persentase Penyajian Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) secara benar
40% 100% 100
67 Pembinaan Pengelolahan Barang Milik Daerah
Input Rp 67.200.000,- Rp 40.586.500,- 60,40
Output : jumlah SKPD/pengguna barang 102 Pengguna Barang
102 Pengguna Barang Outcome : Persentase Penyajian
Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) secara benar
40% 100% 100
68 Penyuluhan tentang pemanfaatan aset/barang milik daerah
Input Rp 25.594.900,- Rp 2.389.900,- 9,34
Output : 100 Wajib Retribusi ( WR)
0 Outcome : persentase bidang lahan aset
daerah yang bersertifikat
10,86% 10,90% 100
69 Pengawasan dan pengendalian pengelolahan barang daerah
Input Rp 103.991.610,- Rp 92.241.610,- 88,70 Output : jumlah dokumen perjanjian
kerjasama pemanfaatan BMD yang dikendaliakan
27 dokumen PKS 27 dokumen PKS Barang Outcome : persentase aset dan barang
daerah terinventarisasi sudah teridentifikasi dan terdokumentasi dengan baik
60% 48,25% 80,41
70 Pelaksanaan dan Penyusunan pedoman teknis Kegiatan Perforasi Benda-Benda Berharga
Input Rp 105.361.300,- Rp 105.196.400,- 99,84 Output : jumlah dokumen yang tersusun 1 dokumen Pedoman Teknis ttg
kegiatan Porforasi Benda-benda Berharga “ Penyusunan Standar Desain Blanko/Form benda-benda berharg a
Retribusi Daerah Kota Malang” dan pengadaan mesin porforasi. Outcome : persentase aset dan barang
daerah terinventarisasi sudah teridentifikasi dan terdokumentasi dengan baik
Adapun seluruh capaian tujuan yang diuraikan dalam capaian sasaran dapat diuraikan pada tabel pengukuran kinerja sebagai berikut.
Tabel 2.2.2.
Pengukuran Kinerja Sasaran Meningkatnya pengelolaan keuangan dan aset daerah yang tertib dan akuntabel
Tahun 2016
Misi : Meningkatkan pengelolaan keuangan dan aset daerah secara dan normatif
Tujuan 1 : Tercapainya optimalisasi pengelolaan keuangan dan aset daerah
Sasaran Strategis Indikator Kinerja Tahun 2016 % Target Realisasi
Meningkatnya pengelolaan
Nilai Pengukuran Survey Kepuasan Masyarakat
Nilai 75,875 Nilai 78,22 100%
J PEMBANGUNAN SISTEM PENDAFTARAN TANAH
331.369.300,- 302.724.100,- 91,35
71 Inventarisasi/Sensus dan kodefikasi Aset Milik Daerah
Input Rp 331.369.300,- Rp 302.724.100,- 91,36 Output : jumlah obyek aset dan barang
milik daerah yg terinventarisasi
1500 obyek/2 kecamatan 1.1192 obyek/1 kecamatan/4 Kelurahan ( Sukun, Bakalankrajan,Pisang Candi, Karang Besuki) Outcome : persentase aset dan barang
daerah terinventarisasi sudah teridentifikasi dan terdokumentasi dengan baik
60% 48,25% 80,41
K PENYELAMATAN DAN PELESTARIAN DOKUMEN/ARSIP DAERAH
255.030.800,- 250.347.300,- 98,17
72 Pengadaan sarana pengolahan dan penyimpanan benda berharga
Input Rp 189.690.000,- Rp 186.014.500,- 98,06 Output : ruangan arsip yang terpelihara 1 ruang arsip/12
bulan
1 ruang arsip/12 bulan Outcome : persentase aset dan barang
daerah terinventarisasi sudah teridentifikasi dan terdokumentasi dengan baik
60% 48,25% 80,41
73 Penataan, Identifikasi dan penyimpanan sertifikat hak pakai (SHP)
Input Rp 65.340.800,- Rp 64.332.800,- 98,46
Output : kodefikasi dokumen serifikat hak pakai SHP= 821, 1.900 ijin pemakaian; BPKB= 1.243 900 SHP, Dokumen Ijin Pemakaian= 2.443 obyek, BPKB= 1.380 Outcome : persentase aset dan barang
daerah terinventarisasi sudah teridentifikasi dan terdokumentasi dengan baik
60% 48,25% 80,41
keuangan dan aset daerah yang tertib dan akuntabel
Ketepatan Waktu Penyusunan APBD Kota Malang
Tepat Waktu Tepat Waktu 100% Persentase Penyajian L/K SKPD
sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual
80% 94,12 % 100%
Persentase bidang lahan aset daerah yang bersertifikat
10,86% 10,90% (900 bid/ 8.256 bid x100%)
100%
Persentase realisasi belanja langsung SKPD ≥ 90%
80% 77,45% 96,81%
Persentase SP2D Yang Terbit Kurang dari 2 (dua) hari
70% 81,17% 100%
Persentase Penyajian Laporan Barang Milik Daerah ( LBMD) Secara Benar
40% 100% 100%
Persentase aset dan barang daerah terinventarisasi sudah teridentifikasi dan terdokumentasi dengan baik
60% 48,25% 80,41%
Rata - rata 97,15%
Tabel berikut menyajikan data capaian realisasi target anggaran per kegiatan Tabel 2.2.3.
Realisasi Target Anggaran Per Program Per Kegiatan
NO URAIAN TARGET (Rp) REALISASI (Rp) CAPAIAN ( %) 1. Pemberian / Pemasangan
Papan Himbauan untuk Pengamanan Aset Pemerintah Daerah 95.931.000 89.306.000 93,09 2. Fasilitasi penyelesaian konflik-konflik pertanahan 174.926.100 164.055.075 93,78%
3. Sertifikasi Tanah Aset
Pemerintah Kota Malang
253.245.700 235.615.950 93,03%
4. Penyediaan jasa surat
menyurat
146.540.000 131.002.150 89,40%
5. Penyediaan jasa komunikasi,
sumber daya air dan listrik
51.200.000 30.244.392 59,07%
6. Penyediaan jasa kebersihan
kantor
105.703.500 105.644.700 99,94%
7. Penyediaan jasa perbaikan
peralatan kerja
117.600.000 103.673.000 88,16%
8. Penyediaan alat tulis kantor 91.725.400 91.669.400 99,93%
9. Penyediaan barang cetakan
dan penggandaan
10. Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor
990.162.500 912.166.900 92,12%
11. Penyediaan bahan bacaan
dan peraturan perundang-undangan
21.000.000 20.313.000 96,72%
12. Penyedian makanan dan
minuman
75.750.000 70.411.000 92,95%
13. Rapat-rapat koordinasi dan
konsultasi keluar daerah
422.035.000 399.306.180 94,61%
14. Penataan gudang arsip 66.000.000 65.150.000 98,71%
15. Operasional UPT Perkantoran
Terpadu 2.013.376.500 1.864.259.137 92,60% 16. Pawai pembangunan 25.000.000 24.442.000 97,77% 17. Pembangunan Gedung Kantor (DED) 390.340.000 381.626.600 97,77% 18. Pengadaan kendaraan dinas/operasional 114.041.000 107.391.000 94,17% 19. Pembangunan Kanopi
penghubung antar gedung dikantor terpadu
203.416.500 201.409.000 99,01%
20. Pengecatan gedung
perkantoran terpadu
204.348.000 201.913.500 98,81%
21. Penyediaan ruang kesehatan
dan menyusui/laktasi (pojok asi)
55.526.000 54.861.500 99,29%
22. Pembangunan ruang layanan
publik di perkantoran terpadu
105.000.000 102.727.000 97,84%
23. Pemeliharaan rutin/berkala
gedung kantor pelayanan terpadu 481.043.000 453.257.220 94,22% 24. Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor 11.633.040 11.080.000 95,25% 25. Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasioanal 157.200.000 114.106.624 72,59% 26. Peningkatan kapasitas
aparatur melalui bimtek tentang sisdur pengelolahan keuangan dan BMD
253.754.000 250.737.500 98,81%
27. Optimalisasi dalam rangka
peningkatan kapasitas SDM tentang pengelolaan
keuangan dan aset daerah
94.435.000 56.484.850 59,81%
28. Penyusunan laporan capaian
kinerja dan iktisar realisasi kinerja SKPD 48.395.000 47.036.000 97,19% 29. Penyusunan laporan keuangan semesteran 106.495.000 106.489.000 99,99% 30. Penyusunan Standart
Pelayanan Publik dan IKM
31. Penyusunan buku profil 68.040.000 66.293.500 97,43%
32. Penyusunan RKA dan DPA 15.736.000 15.719.750 99,90%
33. Penyusunan Standar
Operasional Prosedur
11.312.000 11.002.000 97,26%
34. Penyusunan Standar Satuan
Harga (SSH)
99.535.000 98.641.000 99,10%
35. Penyusunan rancangan
peraturan daerah tentang APBD 2017
625.042.050 526.152.096 84,18%
36. Penyusunan rancangan
Peraturan Daerah tentang perubahan APBD tahun anggaran 2016
554.580.700 518.135.774 93,43%
37. Penataan arsip administrasi
perbendaharaan dan pengelolaan kas
109.210.000 105.535.000 96,63%
38. Peningkatan pelayanan dan
penatausahaan Perbendaharaan 356.994.500 331.597.000 92,89% 39. Penatausahaan keuangan PPKD 188.318.000 180.314.410 95,75% 40. Pendampingan aplikasi
sistem informasi pengelolaan keuangan SKPD berbasis akrual 405.479.000 402.287.475 99,21% 41. Monitoring dan penatausahaan Dana Transfer 153.600.000 125.874.138 81,95%
42. Penyusunan Standar Biaya
Umum
149.631.000 140.941.494 94,19%
43. Penagihan dan Pemanggilan
Wajib Retribusi 30.774.100 27.843.100 90,48% 44. Pendampingan Asistensi Penyusunan Laporan Keuangan Interim SKPD Berbasis Akrual 94.903.800 94.676.800 99,76% 45. Penyusunan Laporan
Keuangan Interim Pemerintah Daerah
39.081.000 30.478.500 77,99%
46. Desiminasi sistem dan
kebijakan akutansi berbasis akrual
210.517.000 181.843.185 86,38%
47. Perhitungan penetapan dan
pengetikan surat pemberitahuan retribusi terhutang (SPRT)
49.084.000 48.829.050 99,48%
48. Penyusunan perubahan
sistem dan kebijakan akutansi pemerintah Kota Malang
105.000.000 69.073.345 65,78%
49. Sinkronisasi data wajib
retribusi pemanfaatan tempat-tempat tertentu yang dikuasai
oleh Pemerintah Kota Malang
50. Peningkatan pelayanan gaji
PNS
298.901.000 272.916.895 91,31%
51. Penyusunan Dokumen
Naskah Perjanjian Hibah Daerah
176.205.000 167.007.500 94,78%
52. Fasilitasi penyusunan RKA
dan DPA SKPD
176.130.000 122.974.000 69,82%
53. Penatausahaan Pembukuan
Penerimaan Pendapatan dan Pembukuan Belanja
135.632.500 131.852.582 97,21%
54. Asistensi penyusunan
Laporan Keuangan SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Malang
125.876.500 124.290.500 98,74%
55. Pengendalian Pelaksanaan
Anggaran
46.693.000 46.353.000 99,27%
56. Pemberian Ijin Sewa
Tenpat-Tempat tertentu yang dikuasai oleh Pemerintah Kota Malang
150.918.600 144.163.500 95,52%
57. Penatausahaan, Analisis dan
Evaluasi Pengelolaan Kas
216.411.500 213.308.908 98,57%
58. Penyusunan Laporan
Keuangan Pemerintah Daerah Tahun 2015
178.169.500 174.577.251.25 97,98%
59. Penyusunan Ranperda dan
Ranperwal
Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD
410.615.000 396.543.586 96,57%
60. Monitoring dan Evaluasi
Realisasi Pendapatan Asli Daerah
39.308.000 31.738.000 80,74%
61. Penaksiran Sewa Aset
Pemerintah Kota Malang
204.124.300 179.360.551 87,87%
62. Penghapusan Barang Milik
Daerah
143.289.000 104.866.400 73,19%
63. Bimtek Penatausahaan
Barang Milik Daerah melalui Aplikasi SIMBADA di Kota Malang
178.716.300 174.081.000 97,41%
64. Penatausahaan Aset Milik
Daerah dan Update data dengan SIMBADA
185.275.500 177.546.900 95,83%
65. Fasilitasi Penatausahaan
Barang Milik Daerah
88.030.300 86.637.700 98,42%
66. Asistensi penyusunan laporan
barang milik daerah
51.003.100 44.558.500 87,36% 67. Pembinaan pengelolahan BMD 67.200.000 40.586.500 60,40% 68. Penyuluhan tentang pemanfaatan aset/barang milik daerah 25.594.900 2.389.900 9,34%
69. Pengawasan dan
pengendalian pengelolahan barang daerah
103.991.610 92.241.610 88,70%
70. Pelaksanaan dan
penyusunan pedoman teknis tentang kegiatan porforasi benda-benda berharga
105.361.300 105.196.400 99,84%
71. Inventarisasi/sensus dan
kodefikasi aset milik daerah
331.369.300 302.724.100 91,36%
72. Pengadaan sarana
pengolahan dan
penyimpanan benda berharga
189.690.000 186.014.500 98,06%
73. Penataan, Identifikasi dan
penyimpanan sertifikat hak pakai (SHP)
65.340.800 64.332.800 98,46%
JUMLAH TOTAL 14.043.421.500 12.950.754.048,25 92,22%
Selanjutnya pengukuran capaian program dengan menggunakan indikator program yaitu ukuran atas hasil ( outcome ) dari suatu program yang merupakan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi. Berikut adalah tabel (tabel 2.2.4) yang menyajikan capaian program Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Tahun 2016.
Tabel 2.2.4.
Capaian Program dan Anggaran Badan Pengelola Keuangan Dan Aset Daerah Tahun 2016
Sasaran : : Meningkatnya pengelolaan keuangan dan aset daerah yang tertib dan akuntabel
Strategi : Meningkatkan kuantitas dan kualitas bidang pengelolaan administrasi keuangan dan aset daerah berorientasi pada kepuasan masyarakat Kebijakan : 1. Meningkatkan kualitas sumberdaya aparatur pengelolaan keuangan dan aset daerah
sesuai dengan standar pelayanan umum 2. Mengembangkan pengelolaan Keuangan daerah
3. Merumuskan sistem dan prosedur akuntansi pengelolaan keuangan daerah 4. Meningkatkan manajemen aset/barang milik daerah
5. Merumuskan pengelolaan barang milik daerah
Program/Indikator Kinerja Capain Indikator Kinerja
Anggaran
Target (Rp) Realisasi (Rp) % Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran 4.255.949.800 3.942.731.029 92,64
Nilai Pengukuran Survey Kepuasan Masyarakat (SKM)
Nilai 78,22
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 1.722.547.540 1.628.372.444 94,53 Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur 348.189.000 307.222.350 88,23
Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
259.010.000 255.528.250 98,65 Program Peningkatan dan
Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah
5.194.635.950 4.735.648.089 91,78
Ketepatan Waktu Penyusunan APBD Kota Malang
Tepat Waktu
Persentase realisasi belanja
langsung SKPD ≥ 90% 77,45% Persentase SP2D Yang
Terbit Kurang dari 2 (dua) hari
81,17%
Persentase Penyajian Laporan Keuangan SKPD sesuai SAP Berbasis Akrual
94,12%
Program Peningkatan Manajemen Aset/ Barang Milik Daerah
1.152.586.310 1.007.465.461 87,41
Persentase penyajian Laporan Barang Milik Daerah ( LBMD) secara benar 100% Program Penataan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah 95.931.000 89.306.000 93,09
Persentase bidang lahan aset daerah yang bersertifikat 10,90% Program Penyelesaian Konflik-konflik Pertanahan 253.245.700 235.615.950 93,03 Program Peningkatan
Status Hukum Aset
174.926.100 164.055.075 93,78 Program Pembangunan
Sistem Pendaftaran Tanah
331.369.300 302.724.100 91,35
Persentase aset dan barang daerah terinventarisasi sudah teridentifikasi dan terdokumentasi dengan baik 48,25% Program Penyelamatan dan pelestarian dokumen/arsip daerah 255.030.800 250.347.300 98,17 Jumlah 14.043.421.500 12.950.754.048,25 92,22
Dari tabel di atas, menunjukkan bahwa capaian indikator program Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Malang Tahun 2016 dari 11 (sebelas) program yang dilaksanakan tercapai seluruhnya dengan rincian sebagai berikut :
predikat “Sangat Berhasil” = 10 (sepuluh) program predikat “ Berhasil” = 1 (satu) program
Berikut tabel 2.2.5 menunjukkan besaran alokasi anggaran pencapaian sasaran strategis “Meningkatnya pengelolaan keuangan dan aset daerah yang tertib dan akuntabel” terhadap total anggaran per indikator kinerja sasaran yang ditetapkan.
Tabel 2.2.5.
ALOKASI ANGGARAN PER SASARAN STRATEGIS TAHUN 2016
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja
Anggaran Tahun 2016 Persentase Terhadap Total Anggaran ( % ) Target (Rp) Realisasi (Rp) 1 Meningkatnya pengelolaan keuangan dan aset daerah yang tertib dan akuntabel
14.043.421.500 12.950.754.048,25 92,22
Nilai Pengukuran Survey
Kepuasan Masyarakat 6.585.696.340 6.133.854.073 93,13
Ketepatan Waktu Penyusunan APBD Kota Malang
1.827.816.750 1.620.204.864 88,64
Persentase SP2D Yang Terbit Kurang dari 2 (dua) hari 1.170.584.500 1.112.336.370 95,02 Persentase realisasi belanja langsung SKPD ≥ 90% 558.329.500 519.497.456 93,04 Persentase Penyajian L/K SKPD sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual 1.339.103.300 1.235.073.749,25 92,23 Persentase Penyajian Laporan Barang Milik Daerah ( LBMD) Secara Benar
1.152.586.310 1.007.465.461 87,41 Persentase bidang lahan
aset daerah yang bersertifikat
524.102.800 488.977.025 93,29 Persentase aset dan
barang daerah terinventarisasi sudah teridentifikasi dan terdokumentasi dengan baik 586.400.100 553.071.400 94,31 Dari tabel sebagaimana diatas, terlihat alokasi anggaran Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah untuk mencapai sasaran strategis “ , meningkatnya
pengelolaan keuangan dan aset daerah yang tertib dan akuntabel” mencapai
sebesar 92,22 % dari total anggaran yang terealisasi atau sebesar Rp 12.950.754.048,25 ( Dua belas milyar sembilan ratus lima puluh juta tujuh ratus
lima puluh empat ribu empat puluh delapan rupiah dua puluh lima sen ).
Tabel berikut di bawah ini menyajikan data pencapaian kinerja terhadap anggaran pada tahun 2016
Tabel 2.2.6.
PENCAPAIAN KINERJA DAN ANGGARAN TAHUN 2016
Sasaran/
Program Indikator Kinerja
Kinerja Anggaran Target Realisa si Capaian (%) Target Realisasi Capaian (%) Sasaran : Meningkatnya pengelolaan keuangan dan aset daerah yang tertib dan akuntabel Nilai Pengukuran Survey Kepuasan Masyarakat Nilai 75,875 Nilai 78,22 100 6.585.696.340 6.133.854.073 93,13 Program 1.1. Pelayanan Administrasi Perkantoran Program 1.2. Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Program 1.3 Peningkatan kapasitas sumberdaya aparatur Program 1.4. Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan Program 1.5 Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah Ketepatan Waktu Penyusunan APBD Kota Malang Tepat Waktu Tepat Waktu 100 1.827.816.750 1.620.204.864 88,64 Persentase SP2D Yang Terbit Kurang dari 2 (dua) hari 70% 81,17% 100 1.170.584.500 1.112.336.370 95,02 Persentase realisasi belanja langsung SKPD ≥ 90% 80% 77,45% 96,81 558.329.500 519.497.45 6 93,04 Persentase Penyajian 80% 94,12 % 100 1.339.103.300 1.235.073.7 49,25 92,23
L/K SKPD sesuai Standar Akuntansi Pemerintaha n Berbasis Akrual Program 1.6. Peningkatan Manajemen Aset Daerah Persentase Penyajian Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) Secara Benar 40% 100% 100 1.152.586.310 1.007.465.4 61 87,41 Program 1.7. Penataan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah Persentase bidang lahan aset daerah yang bersertifikat 10,86% 10,90% (900 bid/ 8.256 bid x100%) 100 524.102.800 488.977.02 5 93,29 Program 1.8 Penyelesaian Konflik-konflik Pertanahan Program 1.9. Peningkatan Status Hukum Aset Program 1.10. Pembangunan Sistem Pendaftaran Tanah Persentase aset dan barang daerah terinventaris asi sudah teridentifikas i dan terdokument asi dengan baik 60% 48,25% 80,41 586.400.100 553.071.40 0 94,31 Program 1.11. Penyelamatan dan pelestarian dokumen/arsip daerah Rata-Rata 97,15 92,22
Dari tabel 2.2.6. terlihat bahwa capaian anggaran masing-masing capaian sasaran rata-rata sebesar 92,22% dengan capaian kinerja sasaran rata-rata sebesar 97,15% dengan kategori “ Sangat Berhasil”,
Tabel 2.2.7. berikut adalah penyampaian tingkat efisiensi penggunaan sumberdaya yang tersedia untuk pencapaian target kinerja sasaran
Tabel 2.2.7
EFISIENSI PENGGUNAAN SUMBER DAYA
NO SASARAN INDIKATOR SASARAN CAPAIAN KINERJA PENYERAPA N ANGGARAN TINGKAT EFISIENSI 1 Meningkatnya pengelolaan keuangan dan aset daerah yang tertib dan akuntabel
97,15% 92,22% 105,34%
Nilai Pengukuran Survey Kepuasan Masyarakat Ketepatan Waktu Penyusunan APBD Kota Malang
Persentase SP2D Yang Terbit Kurang dari 2 (dua) hari Persentase realisasi belanja langsung SKPD ≥ 90%
Persentase Penyajian L/K SKPD sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual Persentase Penyajian Laporan Barang Milik Daerah ( LBMD) Secara Benar
Persentase bidang lahan aset daerah yang bersertifikat Persentase aset dan barang daerah terinventarisasi sudah teridentifikasi dan terdokumentasi dengan baik
Tabel 2.2.7. menunjukkan tingkat efisiensi atas penggunaan sumberdaya pencapaian sasaran “ meningkatnya pengelolaan keuangan dan aset daerah yang tertib dan akuntabel “ sebesar 105,34%, dimana dengan capaian serapan anggaran sebesar 92,22% namun capaian indikator kinerjanya mencapai 97,15%.
2.3. Faktor-faktor Penyebab Belum Tercapainya Target Kinerja Program/ Kegiatan
dan Solusi Penyelesaiannya
Dengan memperhatikan tugas pokok dan fungsi BPKAD Kota Malang selaku koordinator pengelolaan keuangan dan aset daerah, maka keberhasilan pelaksanaan suatu program kegiatan sangat dipengaruhi beberapa faktor, baik faktor internal maupun eksternal yang berdampak belum optimal capaian kinerja Satuan
Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan/atau bahkan seolah-olah ada kesan perencanaan anggaran dari program kegiatan kurang maksimal. Secara umum, dapat diinformasikan beberapa kendala/permasalahan yang perlu diantisipasi terkait dengan belum optimalnya capaian kinerja SKPD, antara lain :
Secara kualitas pencapaian sasaran strategis telah sesuai dengan target yang ditetapkan, walaupun masih ada hal-hal lainnya yang masih menjadi kendala, antara lain dengan adanya perubahan kebijakan akuntansi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan, dimana Laporan Keuangan disusun sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan ( SAP ) Berbasis Akrual, yaitu SAP yang mengakui pendapatan, beban, aset, utang dan ekuitas dalam pelaporan finansial berbasis akrual, serta mengakui pendapatan, belanja, dan pembiayaan dalam pelaporan pelaksanaan anggaran berdasarkan basis yang ditetapkan dalam APBD, yang selanjutnya diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2013 tentang Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual Pada Pemerintah Daerah. Pemerintah Kota Malang telah menyusun Laporan Keuangan Daerah yang Sesuai SAP berbasis Akrual sejak tahun 2015. Namun demikian dalan penerapan SAP berbasis akrual dari hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK - RI ) terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kota Malang Tahun 2015, terdapat beberapa cacatan yaitu:
# Belum sepenuhnya Pemerintah Kota Malang menerapkan sistem akuntansi berbasis akrual sesuai ketentuan antara lain :
a. Kebijakan akuntansi terkait pelaporan dana BOSNAS di Dinas Pendidikan belum diatur secara spesifik, yang selanjutnya telah ditindaklanjuti dengan penyusunan peraturan Walikota Malang
tentang Perubahan Sistem dan Kebijakan Akuntansi Pemerintah Kota Malang, sedangkan mekanisme pengesahan pendapatan dan belanja pada satuan pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan akan diatur tersendiri
b. Kebijakan akuntansi yang belum menggabungkan nilai aset yang diperoleh dari pengeluaran setelah perolehan awal dengan aset induknya. Hal ini dikarenakan kebijakan akuntansi tersebut dibuat pada saat kondisi pencatatan aset Pemerintah Kota Malang yang masih terpisah antara SKPD yang mencatat aset definitif dengan SKPD pengguna yang menggunakan dan melakukan renovasi atas aset tersebut. Pada tahun 2015 telah dilakukan penyerahan sebagian besar aset-aset definitif tersebut kepada SKPD pengguna yang memanfaatkan aset-aset tersebut, sehingga antara aset definitif dan aset hasil renovasi sudah dicatat pada SKPD yang sama. Ketentuan dimaksud sudah diatur dengan menyusun Peraturan Walikota Malang Nomor 88 Tahun 2015 tentang Kebijakan Penyusutan Aset Tetap Pemerintah Daerah.
Tindaklanjut atas rekomendasi hasil Pemeriksaan L/K oleh Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK ), pada perubahan anggaran tahun 2016 dilakukan
perubahan dan/atau penambahan Peraturan Walikota Malang Nomor 14 Tahun 2014 tentang Sistem dan Kebijakan Akuntansi yang meliputi :
a. Standar/kriteria yang ditambahkan :
1) Akuntansi dan pelaporan penerimaan dan pengeluaran daerah yang tidak melalui Rekening Kas Umum Daerah; 2) Akuntansi Badan Layanan Umum Daerah;
4) Penghapusan aset konstruksi dalam pengerjaan. b. Standar/kriteria yang diubah :
1) Nilai satuan minimum kapitalisasi aset tetap untuk aset tetap lainnya;
2) Tabel masa manfaat setelah perolehan awal diubah sesuai ketentuan dalam tabel penambahan masa manfaat aset tetap dalam Peraturan Walikota nomor 88 Tahun 2015 tentang Kebjakan Penyusutan Aset Tetap dan
Aset Tak berwujud
3) Penerapan penyusutan aset tetap untuk pertamakalinya diubah sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Walikota tersebut;
4) Penentuan masa manfaat aset tidak berwujud
Pun terkait aset daerah, maka Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 mengamanatkan aset tetap disajikan berdasarkan biaya perolehan aset tersebut dikurangi akumulasi penyusutan. Maka harus dilakukan penyajian kembali/restatement atas aset daerah atas pos-pos dalam Neraca antara lain :
1 Persediaan
2 Aset tetap, disajikan dengan nilai buku setelah dikurangi penyusutan
3 Aset tetap tidak berwujud, disajikan kembali dengan nilai buku setelah dikurangi akumulasi amortisasi
Maka dalam rangka penyusunan neraca pemerintah daerah, perlu dilakukan penetapan nilai barang milik daerah, sehingga perlu dilakukan penyusutan. Agar memberikan kepastian hukum dalam menghitung, menyajikan nilai
aset tetap secara wajar sesuai dengan manfaat ekonomi aset tetap dalam laporan keuangan pemerintah daerah serta agar penyusutan dapat dilaksanakan secara efektif, efisien dan terintegrasi maka disusunlah Peraturan Walikota Malang Nomor 88 Tahun 2015 tentang Kebijakan Penyusutan Aset Tetap Pemerintah Daerah yang pada tahun 2016 telah diatur dalam perubahan Peraturan Walikota Malang nomor 14 Tahun 2014 tentang Sistem dan Kebijakan Akuntansi Pemerintah Daerah.
Seringnya terjadi perubahan regulasi tentang pengelolaan keuangan daerah, sehingga kurangnya koordinasi dan komunikasi antara SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Malang dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah dapat memunculkan masalah tersendiri. Sebagai contoh kebijakan terbitnya PMK Menteri Keuangan RI Nomor 208/PMK.07/2016 tentang Kebijakan Penyaluran Dana DAK Fisik yang pada tahun 2016 mengalami perubahan dibanding 2 tahun terakhir, yaitu tahun 2014 dan 2015, berdampak pada penyerapan anggaran yang tidak maksimal pada beberapa SKPD penerima dana Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2016.
Seiring dengan perubahan itu, hal-hal yang dilakukan oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah antara lain :
Melaksanakan sosialisasi dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Keuangan bagi SKPD penerima Dana Alokasi Khusus ( DAK ) Tahun 2016;
Rapat-rapat koordinasi dalam rangka evaluasi realisasi penyerapan Dana Alokasi Khusus ( DAK ) Tahun 2016
Melaksanakan koordinasi dan konsultasi ke Kementerian Keuangan RI di Jakarta.