• Tidak ada hasil yang ditemukan

Unduh BRS Ini

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Unduh BRS Ini"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

 Perekonomian Provinsi Sumatera Selatan yang diukur berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku semester I-2016 mencapai Rp 172,83 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 130,87 triliun.

 Ekonomi Provinsi Sumatera Selatan semester I-2016 terhadap semester I-2015 tumbuh 5,05 persen (c-to-c) meningkat dibanding periode yang sama pada tahun 2015 sebesar 4,65 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 11,98 persen.

 Ekonomi Provinsi Sumatera Selatan triwulan II-2016 terhadap triwulan II-2015 tumbuh 5,13 persen (y-on-y) meningkat dibanding periode yang sama pada tahun 2015 sebesar 4,71 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Pengadaan listrik dan gas sebesar 24,98 persen. Dari sisi Pengeluaran oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang tumbuh sebesar 13,13 persen.

 Ekonomi Provinsi Sumatera Selatan triwulan II-2016 terhadap triwulan sebelumnya naik menjadi 3,73 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan ini disebabkan oleh Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang tumbuh 7,95 persen. Sedangkan dari sisi Pengeluaran lebih disebabkan oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang tumbuh 30,34 persen.

Grafik 1. Pertumbuhan Beberapa Lapangan Usaha Semester I - 2016

Administrasi Pemerintahan, Pertahanan Pengadaan Listrik, Gas Penyediaan Akomodasi dan Makan

Minum

10,27 10,34

11,98 %

No. 47/08/Th.XVIII, 5 Agustus 2016

P

ERTUMBUHAN

E

KONOMI

P

ROVINSI

S

UMATERA

S

ELATAN

S

EMESTER

I-2016

EKONOMI PROVINSI SUMATERA SELATAN SEMESTER I-2016 TUMBUH 5,05 PERSEN

A. PDRB MENURUT LAPANGAN USAHA

Pertumbuhan Ekonomi Semester I-2016 Terhadap Semester I-2015 (c-to-c)

Ekonomi Provinsi Sumatera Selatan

semester 2016 dibanding semester

I-2015 (c-to-c) tumbuh 5,05 persen.

Pertumbuhan didukung oleh semua

lapangan usaha. Pertumbuhan tertinggi

(2)

Berita Resmi Statistik No. 47/08/Th.XVIII, 5 Agustus 2016

2

Grafik 2. Pertumbuhan Beberapa Lapangan Usaha Triwulan II - 2016

24,98

Pengadaan Listrik, Gas Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum

Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan

Sosial Wajib

%

0,30 0,33 0,35

1,40

0,40 0,79 0,88

1,90 1,52 1,42

4,70 4,97

sebesar 10,34 persen serta Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib

sebesar 10,27 persen.

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II-2016 Terhadap Triwulan II-2015 (y-on-y)

Ekonomi Provinsi Sumatera Selatan

triwulan 2016 dibanding triwulan

II-2015 (y-on-y) tumbuh 5,13 persen.

Pertumbuhan didukung oleh semua

lapangan usaha. Pertumbuhan tertinggi

dicapai oleh Pengadaan Listrik dan Gas

sebesar 24,98 persen, diikuti Penyediaan

Akomodasi dan Makan Minum 12,4, dan

Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 10,81 persen.

Struktur PDRB Provinsi Sumatera Selatan menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada

triwulan II-2016 tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Pertambangan dan Penggalian; Industri

Pengolahan dan Pertanian, Kehutanan dan Perikanan masih mendominasi PDRB Provinsi Sumatera

Selatan.

Bila dilihat dari sumber pertumbuhan

ekonomi Provinsi Sumatera Selatan

triwulan II-2016 (

y-on-y), Industri

Pengolahan memiliki sumber

pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar

1,02 persen, diikuti Konstruksi dan

Perdagangan Besar dan Eceran, dan

Reparasi Mobil dan Sepeda Motor

dengan besaran yang sama yaitu

sebesar 0,88 persen; Pertambangan

dan Penggalian sebesar 0,58 persen;

dan Administrasi Pemerintahan,

Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 0,35 persen.

(3)

Grafik 4. Pertumbuhan PDRBq to q

Menurut Lapangan Usaha

-30 -20 -10 0 10 20 30

I - 14 II - 14 III - 14 IV - 14 I - 15 II - 15 III - 15 IV - 15 I-16 II-16 %

Pengada an Listrik

PD RB

Pert ania n

Jasa Keuang an

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II-2016 Terhadap Triwulan I-2016 (q-to-q)

Pertumbuhan ekonomi Provinsi

Sumatera Selatan triwulan II-2016

terhadap triwulan I-2016 dipengaruhi

oleh pertumbuhan Pertanian,

Kehutanan, dan Perikanan 7,95 persen;

Pertumbuhan juga terjadi pada kategori

Pengadaan Listrik dan Gas sebesar

5.59 persen dan Pertambangan dan

(4)

Berita Resmi Statistik No. 47/08/Th.XVIII, 5 Agustus 2016

4

Grafik 6. Pertumbuhan Beberapa Komponen Triwulan II-2016

Grafik 5. Pertumbuhan Beberapa Komponen Semester I-2016

B. PDRB MENURUT PENGELUARAN

Pertumbuhan Ekonomi Semester I-2016 Terhadap Semester I-2015 (c-to-c)

Dari sisi Pengeluaran, pertumbuhan

ekonomi semester I-2016 terhadap semester

I-2015 terjadi pada Komponen Pengeluaran

Konsumsi LNPRT (PKLNPRT),

Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB),

dan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga

(PKRT). Pertumbuhan tertinggi dicapai

Komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT

sebesar 8,95 persen; dan Komponen

Pembentukan Modal Tetap Bruto sebesar

8,17 persen.

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II-2016 Terhadap Triwulan II-2015 (y-on-y)

Dari sisi Pengeluaran, pertumbuhan ekonomi

triwulan II-2016 terhadap triwulan II-2015 terjadi

pada Komponen Pengeluaran Konsumsi

Pemerintah (PKP), Pembentukan Modal Tetap

Bruto (PMTB), dan Pengeluaran Konsumsi

Rumah Tangga (PKRT). Pertumbuhan tertinggi

dicapai Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar

13,13 persen; dan Komponen Pembentukan Modal

Tetap Bruto sebesar 6,31 persen.

Struktur PDRB Provinsi Sumatera Selatan menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku

triwulan II-2016 tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Aktivitas permintaan akhir masih

didominasi oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga yang mencakup lebih dari separuh

PDRB Provinsi Sumatera Selatan. Komponen lainnya yang memiliki peranan besar terhadap PDRB

secara berturut-turut adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto; Pengeluaran Konsumsi Pemerintah;

Ekspor Barang dan Jasa; dan Impor Barang dan Jasa, sedangkan Perubahan Inventori dan Pengeluaran

Konsumsi LNPRT relatif kecil.

0

PKP PMTB PKRT

%

PKLNPRT PMTB PKRT

(5)

Grafik 7. Sumber Pertumbuhan PDRB Menurut Pengeluaran

Bila dilihat dari penciptaan sumber

pertumbuhan ekonomi nasional triwulan

II-2016 (y-on-y), maka Komponen

Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga

merupakan komponen dengan sumber

pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 3,17

persen, diikuti Komponen Pembentukan

Modal Tetap Bruto Tangga sebesar 2,29

persen.

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II-2016 Terhadap Triwulan I-2016 (q-to-q)

Ekonomi Provinsi Sumatera Selatan

triwulan I2016 terhadap triwulan

I-2016 (q-to-q)meningkat sebesar 3,73

persen. Hal ini disebabkan oleh

pertumbuhan Komponen Pengeluaran

Konsumsi Pemerintah sebesar 30,34

persen dan Pengeluaran Konsumsi

Rumah Tangga sebesar 0,85 persen.

-3 -1 1 3 5 7

Triw II-2015 Triw I-2016 Triw II-2016

%

Grafik 8. Pertumbuhan PDRBq to q

Beberapa Komponen

PMTB--> PKRT-->

Lainnya-->

-40 -30 -20 -10 0 10 20 30 40

(6)

Berita Resmi Statistik No. 47/08/Th.XVIII, 5 Agustus 2016

6

Tabel 1

PDRB Menurut Lapangan Usaha

Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010 (triliun rupiah)

Lapangan Usaha

Harga Berlaku Harga Konstan 2010

II-2015 Smt

I-2015 I-2016 II-2016

Smt

I-2016 II-2015

Smt

I-2015 I-2016 II-2016

Smt I-2016

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)

A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 13,97 26.79 13,49 14,23 27.72 12,27 23.41 11,48 12,39 23.87

B Pertambangan dan Penggalian 18,89 36.65 16,91 17,50 34.41 13,99 27.38 13,77 14,36 28.13

C Industri Pengolahan 15,20 29.78 16,00 16,61 32.61 11,90 23.51 12,16 12,54 24.70

D Pengadaan Listrik dan Gas 0,06 0.14 0,09 0,10 0.19 0,05 0.11 0,06 0,06 0.12

E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah,

Limbah dan Daur Ulang 0,09 0.18 0,10 0,10 0.19 0,08 0.15 0,07 0,08 0.15

F Konstruksi 10,71 21.12 11,29 11,71 23.00 6,84 13.64 7,30 7,40 14.69

G Perdagangan Besar dan Eceran;

Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 8,53 16.47 9,84 10,31 20.15 6,04 11.98 6,42 6,60 13.02

H Transportasi dan Pergudangan 1,69 3.33 1,84 1,87 3.72 1,19 2.37 1,24 1,26 2.50

I Penyediaan Akomodasi dan Makan

Minum 1,15 2.22 1,30 1,38 2.67 0,74 1.46 0,80 0,83 1.64

J Informasi dan Komunikasi 2,04 4.03 2,23 2,33 4.56 1,99 3.93 2,07 2,12 4.18

K Jasa Keuangan dan Asuransi 2,08 4.15 2,26 2,35 4.61 1,63 3.28 1,74 1,79 3.52

L Real Estat 2,31 4.54 2,53 2,65 5.18 1,84 3.63 1,93 2,00 3.92

M,N Jasa Perusahaan 0,09 0.18 0,10 0,10 0.20 0,07 0.13 0,07 0,07 0.14

O Administrasi Pemerintahan,

Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 2,95 5.91 3,31 3,35 6.66 2,05 4.11 2,25 2,27 4.53

P Jasa Pendidikan 2,13 4.37 2,31 2,28 4.60 1,76 3.63 1,92 1,88 3.80

Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 0,51 1.01 0,55 0,57 1.11 0,43 0.86 0,46 0,46 0.92

R,S,T,U Jasa Lainnya 0,62 1.22 0,62 0,63 1.26 0,50 0.99 0,50 0,51 1.01

(7)

Tabel 2

Laju Pertumbuhan PDRB Menurut Lapangan Usaha Tahun Dasar 2010 (persen)

Lapangan Usaha

Triw II- 2016 terhadap Triw I-2016

Triw II-2016 terhadap Triw II-2015

Smt I-2016 terhadap Smt I-2015

Pertum buhan

Sumber Pertum buhan

Pertum buhan

Sumber Pertum buhan

Pertum buhan

Sumber Pertumb uhan

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 7,95 1.42 0,99 0,19 2.00 0.37

B Pertambangan dan Penggalian 4,29 0.92 2,63 0,58 2.76 0.61

C Industri Pengolahan 3.14 0.59 5,41 1,02 5.06 0.95

D Pengadaan Listrik dan Gas 5.59 0.01 24,98 0,02 10.34 0.01

E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah,

Limbah dan Daur Ulang 1,92 0.00 0,36 0,00 0.83 0.00

F Konstruksi 1,34 0.15 8,19 0,88 7.72 0.85

G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi

Mobil dan Sepeda Motor 2,81 0.28 9,23 0,88 8.68 0.83

H Transportasi dan Pergudangan 1,24 0.02 5,75 0,11 5.82 0.11

I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 3,84 0.05 12,4 0,15 11.98 0.14

J Informasi dan Komunikasi 2,54 0.08 6,56 0,21 6.38 0.20

K Jasa Keuangan dan Asuransi 3,12 0.08 9,54 0,25 7.60 0.20

L Real Estat 3,76 0.11 8,26 0,24 8.09 0.24

M,N Jasa Perusahaan 1,95 0.00 3,83 0,00 3.93 0.00

O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan

Jaminan Sosial Wajib 0,87 0.03 10,81 0,35 10.27 0.34

P Jasa Pendidikan -1,71 (0.05) 7,24 0,20 4.67 0.14

Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 1,32 0.01 6,71 0,05 6.64 0.05

R,S,T,U Jasa Lainnya 1,95 0.02 1,43 0,01 1.89 0.02

(8)

Berita Resmi Statistik No. 47/08/Th.XVIII, 5 Agustus 2016

8

Tabel 3

Struktur PDRB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2015, Triwulan II-2015, Triwulan I-2016, dan Triwulan II-2016

(persen)

Lapangan Usaha 2015 Triw II-2015

Smt I-2015

2016

Triw I Triw II Smt I

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 16,58 16,82 16.53 15,91 16,16 16.04

B Pertambangan dan Penggalian 21,87 22,75 22.61 19,95 19,87 19.91

C Industri Pengolahan 18,27 18,31 18.37 18,88 18,86 18.87

D Pengadaan Listrik dan Gas 0,08 0,07 0.08 0,08 0,08 0.11

E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan

Daur Ulang 0,11 0,11 0.11 0,11 0,11 0.11

F Konstruksi 13,25 12,90 13.03 13,32 13,30 13.31

G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil

dan Sepeda Motor 10,55 10,28 10.16 11,61 11,71 11.66

H Transportasi dan Pergudangan 2,07 2,04 2.05 2,18 2,13 2.15

I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 1,41 1,38 1.37 1,53 1,56 1.55

J Informasi dan Komunikasi 2,50 2,45 2.49 2,63 2,64 2.64

K Jasa Keuangan dan Asuransi 2,56 2,51 2.56 2,66 2,67 2.67

L Real Estat 2,81 2,78 2.80 2,98 3,01 3.00

M,N Jasa Perusahaan 0,11 0,11 0.11 0,11 0,11 0.11

O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan

Jaminan Sosial Wajib 3,77 3,56 3.65 3,90 3,81 3.85

P Jasa Pendidikan 2,69 2,57 2.70 2,73 2,59 2.66

Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 0,62 0,61 0.62 0,65 0,64 0.64

R,S,T,U Jasa Lainnya 0,75 0,75 0.75 0,73 0,72 0.73

(9)

Tabel 4

PDRB Menurut Pengeluaran

Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010 (triliun rupiah)

Lapangan Usaha

Harga Berlaku Harga Konstan 2010

II-2015 Smt

I-2015 I-2016 II-2016

Smt

I-2016 II-2015 Smt

I-2015 I-2016 II-2016

Smt I-2016

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (7) (9) (10) (11)

1. Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 54,18 106.87 58,01 59,05 117.07 40,43 80.27 42,08 42,43 84.51

2. Pengeluaran Konsumsi LNPRT 1,24 2.35 1,28 1,30 2.59 0,97 1.84 1,00 1,01 2.01

3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 6,42 12.07 5,70 7,38 13.08 4,71 9.06 4,09 5,33 9.42

4. Pembentukan Modal Tetap Domestik

Bruto 30,78 60.10 34,08 34,71 68.79 23,01 44.95 24,16 24,46 48.62

5. Perubahan Inventori 0,10 0.26 0,44 0,63 1.07 0,35 0.87 0,19 0,63 0.83

6. Ekspor Barang dan Jasa 24,04 45.74 20.04 22.28 42.32 9,76 44.83 8,33 7,38 41.07

7. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 33.74 65.33 34.79 37.30 72.08 4,00 57.25 5,31 2,73 55.59

Produk Domestik Bruto (PDRB) 83,02 162.07 84,77 88,06 172.83 63,38 124.57 64,23 66,63 130.87

Tabel 5

Laju Pertumbuhan PDRB Menurut Pengeluaran Tahun Dasar 2010 (persen)

Komponen

Triw II- 2016 Terhadap Triw I-2016

Triw II-2016 terhadap Triw II-2015

Smt I-2016 terhadap Smt I-2015

1. Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 0,85 0.56 4,96 3,17 5.29 3.41

2. Pengeluaran Konsumsi LNPRT 1,01 0.02 3,78 0,06 8.95 0.13

3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 30,34 1.93 13,13 0,98 3.93 0.29

4. Pembentukan Modal Tetap DomestikBruto 1,24 0.47 6,31 2,29 8.17 2.95

5. Perubahan Inventori 226,33 0.68 78,55 0,44 -4.44 -0.03

6. Ekspor Barang dan Jasa 9.84 3.00 -4.77 -1.70 -8.41 -3.03

7. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 6.98 2.92 0.22 0.10 -2.91 -1.34

(10)

Berita Resmi Statistik No. 47/08/Th.XVIII, 5 Agustus 2016

10

Tabel 6

Struktur PDRB Menurut Pengeluaran Tahun 2015, Triwulan II-2015, Triwulan I-2016, dan Triwulan II-2016

(persen)

Lapangan Usaha 2015 Triw II 2015 Smt I-2015

2016

Triw I Triw II Smt I-2016

(1) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

1. Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 66,29 65,26 65.94 68,43 67,06 67.74

2. Pengeluaran Konsumsi LNPRT 1,47 1,50 1.45 1,51 1,48 1.50

3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 7,97 7,73 7.45 6,73 8,38 7.57

4. Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto 38,09 37,07 37.09 40,20 39,41 39.80

5. Perubahan Inventori -0,07 0,12 0.16 0,52 0,72 0.62

6. Ekspor Barang dan Jasa 28.82 28.95 28.22 23.64 25.30 24.48

7. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 42.57 40.64 40.31 41.04 42.35 41.71

Gambar

Grafik 1. Pertumbuhan Beberapa Lapangan Usaha
Grafik 2. Pertumbuhan Beberapa Lapangan Usaha
Grafik 4. Pertumbuhan PDRB q to q
Grafik 6. Pertumbuhan Beberapa Komponen
+7

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Nilai ITK di Provinsi Sumatera Selatan pada triwulan II-2017 sebesar 114,67, artinya kondisi ekonomi konsumen meningkat dibandingkan triwulan I-2017 (nilai ITK

Nilai ITK di Provinsi Sumatera Selatan pada triwulan III-2016 sebesar 110,85, artinya kondisi ekonomi konsumen meningkat dibandingkan triwulan II-2016.. Lebih tingginya

Nilai ITK di Provinsi Sumatera Selatan pada triwulan II-2016 sebesar 108,05, artinya kondisi ekonomi konsumen meningkat dibandingkan triwulan I-2016.. Lebih tingginya

 Nilai ITK Provinsi Sumatera Selatan pada triwulan IV-2015 sebesar 100,35, artinya kondisi ekonomi konsumen meningkat dari triwulan sebelumnya namun dengan tingkat optimisme

Nilai ITK di Provinsi Sumatera Selatan pada triwulan III-2015 sebesar 107,31, artinya kondisi ekonomi konsumen meningkat dibandingkan triwulan II-2015.. Lebih tingginya

 Ekonomi Provinsi Sumatera Selatantriwulan I-2015terhadap triwulan I-2014 tumbuh 4,77 persen ( y-on-y ) meningkatdibanding periode yang sama pada tahun 2014 sebesar

 Ekonomi Provinsi Sumatera Selatan tahun 2014 tumbuh 4,68 persen melambat dibanding tahun 2013 sebesar 5,47 persen.. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai

Dari sisi Pengeluaran oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga yang tumbuh 4,21 persen..  Ekonomi Sumatera Barat triwulan I-2015 terhadap triwulan sebelumnya (