Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS siswa kelas III SD Kanisius Pugeran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT)
Teks penuh
(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. ii.
(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. iii.
(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN. Setiap hadiah yang diberikan Allah Pasti ada tantangan yang harus kita hadapi Semakin besar tantangannya semakin besar Hadiah yang akan kita raih Terus semangat dan antusias dalam berusaha Tetap semangat Karena Allah SWT Selalu bersama kita.. Dengan segala kerendahan hati dan tulus Iklas, Secara khusus penelitian ini dipersembahkan kepada: Allah SWT, Ibu Ayah dan Bapak tercinta, Kakek Nenek ku terkasih, Adik-adikku dan teman-temanku Terima Kasih.. iv.
(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI.
(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI.
(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. ABSTRAK Indry, Intan (2015) Peningkatan Keaktifan Dan Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas III SD Kanisius Pugeran Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) . Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan dan prestasi belajar IPS siswa kelas III SD Kanisius Pugeran.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendiskripsikan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT)dalam upaya meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa; (2) meningkatkan keaktifan belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipeTGT; (3) meningkatkan prestasi belajar siswa melaluipenerapan modelpembelajaran kooperatif tipeTGT padamatapelajaran IPS kelasIII SD Kanisius Pugeran. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III SD Kanisius Pugeran yang terdiri dari 37 siswa. Tehnik pengumpulan data yang digunakan untuk penelitian ini meliputi: Dokumentasi, Observasi, Wawancara dan tes tertulis. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian menjukkan bahwa:(1) upaya peningkatkan keaktifan dan prestasi belajar IPS siswa kelas III SD Kanisius Pugeran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipeTeams Games Tournament (TGT)telah dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut a)Presentasi guru, b) Belajarkelompok, c) Tournament akademik, untuk mengukur penguasaan materi setiap individu dalam kelompok, d) Pengakuankelompok; (2) penerapan model pembelajaran kooperatif tipeTGT dapat meningkatkan keaktifan belajar IPS siswa kelas III SD Kanisius Pugeran. Hal ini ditunjukkan oleh adanya peningkatan jumlah siswa yang aktif dari kondisi awal 41%, menjadi 72% pada siklus 1,dan menjadi 86% pada siklus II. (3) penerapan model Pembelajaran Kooperatif tipe TGT, dapat meningkatkan prestasi belajar IPS siswa kelas III SD Kanisius Pugeran pada materi Kerja sama. Hal ini ditunjukkan oleh adanya peningkatan nilai rata-rata kelas dari kondisi awal 67,45, meningkat menjadi 78,34 pada siklus 1,dan menjadi 88,11 pada siklus II. Persentase siswa yang mencapai KKM (75) dari kondisi awal 45%, meningkat menjadi 91,89% pada siklus 1,dan menjadi 91,89% pada siklus II. Kata kunci : Model pembelajaran Kooperatif tipe TGT, Keaktifan, Prestasi belajar, dan mata pelajaran IPS.. vii.
(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. ABSTRACT Improvement Of Activeness And Learning Achievement In Social Studies Subject Of Grade Students Of Pugeran Canisius Primary School Using Teams Games Tournament (TGT) Model This research is triggered by the lack of activeness and learning achevement in social studies of third students of Pugeran Canisius Primary School. This research aims to (1) describe the use of cooperative learning type Teams Games Tournament (TGT) model in order to improve students’ learning activeness and achievement; (2) improve students’ larning activeness through the implementation of cooperative learnign type TGT model; (3) improve students’ learning achievement throough the implementation of cooperative learnign type TGT model in social subject of 3rd grade students of Pugeran Canisius Primary School. This research design used is Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles. The research participant was 3rd grade students of Pugeran Canisius Primary School which consist of 37 students. Research techniques used for this resesearch include: Documentation, Observation, Interview, and written test. Data analysis was done discriptively-quantitative. The result of this research showed that: (1) the effort to improve social learning activeness and achievement of 3rd grade students in Pugeran Canisius Primary School using cooperative learning type Teams Games Tournament (TGT) model has done with the steps as follow a) teacher presentation, b) learning in group, c) academic tournament, to measure material mastery for each individual in group, d) group acknowledgement; 2) the implementation of cooperative learning type TGT can improve social learning activeness of 3rd grade students in pugeran Canisius Primary School. This is showed by the inprovement in of the activeness of students from the initial condition 41% become 72% in the first cycle, and become 86% in the second cycle. 3) the implementation of Cooperative Learning model TGT, can improve students’ achievement in social study in 3rd grade students of pugeran Canisius Primary School 1 in Team Work material. This is showed by the improvement of class’ score average 67.45 at initial condition, improve to 78.34 in the first cycle and become 88.11 in the second cycle. Percentage of students who achieve KKM (75) from the initial condition 45%,improve to 91.89% in the first cycle and become 91.89% in the second cycle. Keywords: Cooperative Learning Model, Activeness, Learning Achievement and Social Subject.. viii.
(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI.
(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI.
(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ....................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................ ii HALAMAN PENGESAHAN ......................................................................... iii HALAMAN MOTTO & PERSEMBAHAN ................................................... iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .......................................................... v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ....................................... vi ABSTRAK ...................................................................................................... vii ABSTRACT ....................................................................................................... viii KATA PENGANTAR .................................................................................... ix DAFTAR ISI ................................................................................................... xi DAFTAR TABEL ........................................................................................... xiv DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xv DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... xvi. BAB I. PENDAHULUAN .............................................................................. 1 1.1 Latar Belakang Masalah ...................................................................... 1 1.2 Pembatasan Masalah ........................................................................... 5 1.3 Rumusan Masalah ............................................................................... 5 1.4 Tujuan Penelitian ................................................................................ 6 1.5 Definisi Operasional ............................................................................ 6 1.6 Manfaat Penelitian .............................................................................. 7. BAB II. LANDASAN TEORI. ..................................................................... 9. 2.1 Kajian Pustaka ...................................................................................... 9 2.1.1. Keaktifan Belajar ..................................................................... 9. 2.1.1.1 Pengertian Keaktifan .......................................................... 9 2.1.1.2 Indikator Keaktifan ............................................................ 10 2.1.1.3 Faktor yang Meningkat kan Keaktifan ..............................11. xi.
(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 2.1.2. Prestasi Belajar ......................................................................... 13. 2.1.2.1 Pengertian Prestasi Belajar ................................................. 13 2.1.2.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar .......... 14 2.1.3. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial .................................. 15. 2.1.3.1 Tujuan Mata Pembelajaran IPS .......................................... 16 2.1.4. Materi Pembelajaran ............................................................... 17. 2.1.5. Pembelajaran Kooperatif ......................................................... 20. 2.1.5.1 Pengertian Pembelajaran Kooperatif.................................. 20 2.1.5.2 Unsur Dasar dalam Pembelajaran Kooperatif .................... 22 2.1.5.3 Ciri-ciri Pembelajaran Kooperatif ...................................... 23 2.1.5.4 Prosedur Pembelajaran Kooperatif .................................... 23 2.1.5.5 Keuntungan Penggunaan Pembelajaran Kooperatif .......... 24 2.1.5.6 Beberapa Tipe Pembelajaran Kooperatif..........................25 2.1.6. Teams Games Tournament (TGT) ........................................... 26. 2.1.6.1 Pengertian TGT .................................................................. 26 2.1.6.2 Komponen Pembelajaran Kooperatif tipe TGT ................. 27 2.1.6.3 Kelebihan dan Kekurangan TGT ....................................... 27 2.1.7. Langkah-langkah TGT ............................................................. 28. 2.2 Penelitian yang Relevan ....................................................................... 30 2.3 Kerangka Berpikir ................................................................................ 32 2.4 Hipotesis Tindakan............................................................................... 34. BAB III. METODE PENELITIAN. .............................................................. 35. 3.1 Jenis Penelitian ..................................................................................... 35 3.2 Setting Penelitian.................................................................................. 36 3.3 Tindakan Penelitian .............................................................................. 37 3.4 Teknik Pengumpulan Data ................................................................... 50 3.5 Instrumen Pengumpulan Data .............................................................. 50 3.6 Validitas dan Reliabilitas .................................................................... 53 3.6.1 Validitas ...................................................................................... 53 3.6.2 Uji Validitas Instrumen Penelitian ............................................. 56. xii.
(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 3.6.3 Realibilitas .................................................................................. 58 3.7 Teknik Analisis Data ............................................................................ 59 3.8 Indikator Keberhasilan ......................................................................... 61 3.9 Jadwal Penelitian .................................................................................. 62. BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ....................................................... 63 4.1 Hasil Penelitian .................................................................................... 63 4.1.1 Pra Siklus .................................................................................... 63 4.1.2 Pelaksanaan Siklus I ................................................................... 66 4.1.3 Pelaksanaan Siklus II .................................................................. 72 4.2 Hasil Penelitian yang Diperoleh ........................................................... 77 4.2.1 Hasil Keaktifan Belajar Siswa .................................................... 77 4.2.2 Hasil Prestasi Belajar Siswa ....................................................... 79 4.3 Pembahasan .......................................................................................... 82. BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN ......................................................... 88 5.1 Kesimpulan........................................................................................... 88 5.2 Keterbatasan Penelitian ........................................................................ 89 5.3 Saran ..................................................................................................... 89. DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 91 LAMPIRAN. ................................................................................................. 93. DAFTAR RIWAYAT HIDUP ....................................................................228. xiii.
(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. DAFTAR TABEL Tabel 1. Instrumen Penelitian Keaktifan dan Prestasi Belajar ......................... 51 Tabel 2. Kisi Kisi Soal Evaluasi Siklus 1 ........................................................ 52 Tabel 3. Kisi Kisi Soal Evaluasi Siklus 2 ........................................................ 52 Tabel 4. Hasil Validasi Soal Tes Siklus I ......................................................... 54 Tabel 5. Hasil Validasi Soal Tes Siklus II ....................................................... 55 Tabel 6. Hasil Perhitungan Validasi Instrument Lembar Pengamatan Keaktifan ............................................................................................ 56 Tabel 7. Perhitungan Validasi Perangkat Pembelajaran .................................. 57 Tabel 8. Kriteria Validasi Perangkat Pembelajaran ......................................... 57 Tabel 9. Kriteria Kualifikasi Reliabilitas Instrumen ........................................ 58 Tabel 10. Kriteria Keberhasilan Keaktifan Siswa ........................................... 61 Tabel 11. Kriteria Keberhasilan Prestasi Siswa ............................................... 61 Tabel 12. Jadwal Penelitian.............................................................................. 62 Tabel 13. Data Awal Keaktifan Siswa ............................................................. 64 Tabel 14. Data Awal Prestasi Belajar Siswa .................................................... 65 Tabel 15. Persentase Keaktifan Siswa Siklus 1 ............................................... 78 Tabel 16. Presentase Keaktifan Siswa Siklus II ............................................... 79 Tabel 17. Prestasi Belajar Siswa Pada Siklus 1 ............................................... 80 Tabel 18. Prestasi Belajar Siswa Pada Siklus II ............................................... 81 Tabel 19. Persentase Keaktifan Belajar Siswa.................................................84 Tabel 20. Persentase Prestasi Belajar Siswa....................................................86. xiv.
(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Literatur Map Penelitian-Penelitian Relevan ................................. 32 Gambar 2. Dari Model Lewin .......................................................................... 35 Gambar 3. Grafik Peningkatan Keaktifan Siswa ............................................ 85 Gambar 4. Grafik Peningkatan Prestasi Belajar Siswa ................................... 86. xv.
(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Surat Ijin ...................................................................................... 93 Lampiran 2. Silabus ......................................................................................... 97 Lampiran 3. RPP .............................................................................................. 105 Lampiran 4. Materi Pembelajaran .................................................................... 144 Lampiran 5. LKS dan Soal Evaluasi Siklus I dan Siklus II ............................. 148 Lampiran 6.Kunci Jawaban Siklus I dan Siklus II ........................................... 157 Lampiran 7. Hasil PengerjaanLKS Siklus I dan Siklus II ............................... 161 Lampiran 8. Hasil PengerjaanLKS Siklus I dan Siklus II ............................... 166 Lampiran 9. Media Kartu Tournament Siklus I dan Siklus II.......................... 173 Lampiran 10. Validasi. ..................................................................................... 176 Lampiran 11. Uji Validitas Soal Evaluasi ........................................................ 192 Lampiran 12. Uji Reliabilitas ........................................................................... 197 Lampiran 13. Data Awal Keaktifan dan Prestasi Belajar Siswa ...................... 199 Lampiran 14. Hasil Keaktifan Belajar Siswa Siklus I dan Siklus II ............... 205 Lampiran 15. Hasil Prestasi Belajar Siswa Siklus I dan Siklus II ................... 223 Lampiran 16. Dokumentasi Foto...................................................................... 226. xvi.
(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. BAB I PENDAHULUAN Bab ini, terdapat enam hal yang diuraikan oleh peneliti. Keenam hal tersebut, yaitu : latar belakang masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, definisi operasional dan manfaat penelitian. 1.1 Latar Belakang Masalah Undang–Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional (Sanjaya,2011:2) menyatakan, bahwa pendidikan adalah usaha dasar dan terencana untuk menjadikan suasana dan proses belajar yang dapat membuat peserta didik menjadi lebih aktif mengembangkan potensi dalam dirinya, untuk memiliki berbagai hal yang berguna dalam hidupnya, seperti kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampialan yang diperlukan oleh dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan diberikan pada peserta didik sejak dini diharapkan agar peserta didik mampu mengembangkan potensinya, sehingga yang bersangkutan mampu menghadapi dan memecahkan problema kehidupan yang dihadapinya. Seorang pendidik atau guru sebaiknya memiliki sikap profesionalisme, namun. profesionalisme. seorang. guru. bukanlah. pada. kemampuanya. mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi lebih pada kemampuannya untuk melaksanakan pembelajaran yang menarik dan bermakna bagi siswanya. Daya tarik suatu mata pelajaran ditentukan oleh dua hal, pertama oleh mata pelajaran itu sendiri, dan kedua oleh cara mengajar guru. Cara mengajar guru. 1.
(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 2. juga sering kita sebut dengan metode pembelajaran. Metode pembelajaran adalah seluruh perencanaan dan prosedur maupun langkah-langkah kegiatan pembelajaran termasuk pilihan cara penilaian yang akan dilaksanakan (Hariyanto dan Suyono, 2011:19). Pendidik yang professional dapat menggunakan model pembelajaran yang dapat membuat siswa aktif dalam melakukan kegiatan belajar didalam maupun diluar kelas. Berdasarkan wawancara yang peneliti lakukan dengan wali kelas III SD Kanisius Pugeran Yogyakarta 11 Agustus 2014, beliau mengungkapkan bahwa sebagian besar siswa masih terlihat pasif. dalam kegiatan. pembelajaran, khususnya mata pelajaran IPS. Guru mengaku lebih mendominasi dalam kegiatan pembelajaran, siswa hanya seperti pendengar, namun disini siswa menjadi pendengar yang acuh, dan tidak aktif dalam pembelajaran IPS. Dari hasil wawancara kepada siswa kelas III pada tanggal 12 Agustus 2014 pada 10 siswa, terdapat 7 siswa yang menganggap mata pelajaran IPS adalah mata pelajaran yang sulit, dan juga membosankan dan 3 siswa yang menganggap pelajaran IPS sebagai matepelajaran yang mudah serta menyenangkan. Berdasarkan hasil observasi peneliti di SD Kanisius Pugeran Yogyakarta kelas III pada mata pelajaran IPS pada tanggal 13 Agustus 2014 peneliti melihat guru masih mendominasi pelajaran dengan menggunakan gaya konvensional dan masih kurang memberikan pelajaran yang berpusat pada siswa, guru juga jarang menggunakan model pembelajaran inovatif yang dapat membuat siswa lebih aktif dalam pembelajaran. Guru lebih banyak menggunakan metode ceramah dalam mengajar sehingga banyak.
(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 3. siswa yang kesulitan dalam menerima materi yang diberikan guru. Berdasarkan observasi data yang telah peneliti lakukan di kelas III dalam mata pelajaran IPS dengan materi “kerja sama” pada tahun 2013/2014, yang berjumlah 20 siswa, peneliti mendapatkan ada 11 siswa yang memiliki nilai di bawah KKM dan 9 siswa yang mendapat nilai di atas KKM, dengan rata-rata nilai siswa 67,45. Menurut hasil wawancara, observasi serta dokumentasi/pengumpulan data, peneliti menemukan permasalahan yang terjadi di SD Kanisius Pugeran yaitu rendahnya keaktifan dan prestasi belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran IPS. Menurut Zaini, dkk (2008:xiv) pembelajaran aktif adalah suatu pembelajaran yang mengajak peserta didik untuk belajar secara aktif. Sedangkan prestasi belajar menurut. kamus Bahasa Indonesia (2007:895). prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan guru. Banyak cara yang digunakan untuk membuat siswa aktif dalam pembelajaran misalnya dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif (cooperative learning). Menurut Slavin (2008:4) pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari 4-6 orang, dengan struktur kelompoknya yang bersifat heterogen. Cooperative learning mempunyai beberapa variasi model yaitu STAD (Student Teams Achievement Division), JIGSAW (tim ahli), investigasi kelompok TGT.
(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 4. (Teams Games Tournament), dan pendekatan structural yang meliputi TPS (Think Pair Share) dan NTH (Numbered Head Together). Berdasarkan permasalahan yang telah dipaparkan sebelumnya peneliti akan mencoba menerapkan model pembelajaran inovatif untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pembelajaran inovatif yang akan peneliti cobakan adalah pembelajaran inovatif dengan model pembelajaran kooperatif. tipe. TGT. TGT atau pertandingan permainan tim yang dikembangkan oleh Vries dan Edward (1995) adalah model pembelajaran yang meminta siswa untuk memainkan permainan dengan anggotanya untuk memperoleh tambahan point untuk memperoleh skor tim mereka. TGT sangat cocok untuk mengajar tujuan pembelajaran yang dirumuskan dengan tajam dengan satu jawaban benar. Meski demikian, TGT juga dapat diadaptasi untuk digunakan dengan tujuan yang dirumuskan dengan kurang tajam dengan menggunakan penelitian yang bersifat terbuka, misalnya esai atau kinerja (Nur & Wilkan dari, 2000:27). Berdasarkan uraian di atas, peneliti mendapatkan bahwa di SD Kanisius Pugeran sebagian besar siswa yang memiliki keaktifan dan prestasi belajar rendah, oleh karena hal tersebut peneliti melakukan penelitian dengan judul : “Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS siswa kelas III SD Kanisius Pugeran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT)”..
(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 5. 1.2 Pembatasan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas peneliti akan membatasi masalah pada: 1. Model pembelajaran dalam penelitian ini dibatasi pada model pembelajaran kooperatif menggunakan tipe TGT di kelas III SD Kanisius Pugeran. 2. Permasalahan dalam penelitian ini dibatasi pada Keaktifan dan prestasi belajar siswa SD Kanisius Pugeran kelas III pada mata pelajaran IPS. 1.3 Rumusan masalah Dalam penelitian ini ada 3 rumusan masalah yaitu : 1. Bagaimana proses penggunaan model Teams Games Tournament (TGT) dalam upaya untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas III SD Kanisius Pugeran? 2. Apakah penggunaan model Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan keaktifan siswa pada mata pelajaran IPS kelas III SD Kanisius Pugeran? 3. Apakah penggunaan model Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas III SD Kanisius Pugeran?.
(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 6. 1.4 Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui bagaimana proses penggunaan model Teams Games Tournament (TGT) dalam upaya meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas III SD Kanisius Pugeran. 2. Untuk mengetahui apakah penerapan model Teams Games Tournament (TGT) dapat meingkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas III SD Kanisius Pugeran. 3. Untuk mengetahui apakah penerapan model Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas III SD Kanisius Pugeran. 1.5 Definisi Operasional Untuk menghindari kesalah pahaman beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian ini, maka peneliti rumuskan definisi operasional sebagai berikut: 1. Keaktifan belajar Keaktifan merupakan suatu proses dimana peserta didik memiliki motivasi untuk mengikuti pembelajaran secara aktif, dari segi fisik dan mental pada saat pembelajaran di sekolah. 2. Prestasi belajar Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh seseorang setelah iya melakukan perubahan belajar yang menunjukan kecakapan belajar dalam bentuk skor atau nilai..
(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 7. 3. Model pembelajaran Kooperatif tipe TGT TGT adalah salah satu tipe dari model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. 1.6 Manfaat penelitian Penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk : 1. Manfaat Teoritis Secara. teoritis,. hasil. penelitian. ini. diharapkan. mampu. memberikan sumbangan bagi dunia pendidikan, khususnya bagi guru / pendidik. Hasil penelitian ini dapat menambah wawasan penelitian dan kekayaan penelitian dalam bidang pendidikan khususnya dalam penggunaan metode TGT pada matapelajaran IPS di SD kelas III. 2. Manfaat Praktis 1. Bagi peneliti lain Hasil. penelitian. ini. diharapkan. dapat. menambah. wawasan. pengetahuan dalam melakukan penelitian di kelas III pada mata pelajaran IPS dengan menggunakan model TGT 2. Bagi Guru Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk guru agar pembelajaran IPS, sebagai inspirasi dalam mengajar dan dapat digunakan dalam pembelajaran di dalam kelas..
(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 8. 3. Bagi Sekolah Meningkatkan kinerja sekolah dengan optimalnya kinerja guru dan mewujudkan. pembelajaran. efektif. di. sekolah,. khususnya. pembelajaran IPS. 4. Bagi Program Studi Penelitian ini dapat menambah referensi skripsi pada perpustakaan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma..
(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. BAB II LANDASAN TEORI Pada Bab II ini diuraikan yang mendasari penelitian, yaitu kajian pustaka, penelitian sebelumnya, kerangka berpikir dan hipotesis kerja. Berikut landasan teori : 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1. Keaktifan Belajar. 2.1.1.1 Pengertian Keaktifan Menurut Zaini, dkk (2008:xiv) pembelajaran aktif adalah suatu pembelajaran yang mengajak peserta didik untuk belajar secara aktif. Silberman (2013:ix) mengemukakan bahwa pembelajaran yang aktif berlangsung dengan cepat, menyenangkan, suportif, dan melibatkan semua murid, bahkan siswa sering meninggalkan tempat duduk kemudian berjalan berkeliling di dalam kelas untuk mencari informasi sendiri. Menurut Rusman (2013:324) pembelajaran aktif merupakan pendekatan pembelajaran yang lebih banyak melibatkan aktivitas siswa dalam mengakses berbagai informasi di kelas, sehingga mereka mendapatkan berbagai pengalaman yang dapat meningkatkan pemahaman dan kompetensinya. Rosdijati (2010:9) mengemukakan bahwa hal-hal yang dibutuhkan dalam pembelajaran aktif adalah motivasi dalam diri peserta didik, siswa aktif bertanya dan mempertanyakan, mengemukakan gagasan, berinteraksi dengan lingkungan, serta keterlibatan guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran.. 9.
(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 10. 2.1.1.2 Indikator keaktifan Lewis, Gina dan Pat Hollingsworth (2008:viii) mengungkapkan beberapa strategi untuk mendorong siswa agar terlibat aktif didalam kelas yaitu: 1) mengacu pada tujuan, 2) melibatkan siswa, 3) menggunakan seni, gerakan dan indera, 4) meragamkan langkah dan kegiatan. Menurut Rusman (2013:324) indikator keaktifan adalah 1) siswa mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, 2) siswa melakukan penilaian terhadap berbagai peristiwa belajar, 3) siswa menerapkan dalam kehidupan seharihari, 4) siswa membuat kesimpulan sendiri, 5) siswa terlibat secara aktif, 6) siswa berperan dalam proses pembelajaran. Rosdijati (2010:9) mengemukakan bahwa indikator keaktifan adalah 1) motivasi dalam diri peserta didik, 2) siswa aktif bertanya dan mempertanyakan, 3) mengemukakan gagasan, berinteraksi dengan lingkungan, 4) serta keterlibatan guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran. Menurut Zaini dkk (2008:xiv) indikator keaktifan adalah sebagai berikut: 1) siswa mempertanyakan informasi baru yang masuk, 2) siswa diajak untuk berdiskusi, 3) siswa menjawab pertanyaan atau membuat pertanyaan, 4) melibatkan indra belajar yang banyak. Berdasarkan indikator-indikator keaktifan yang dikemukakan oleh para ahli di atas, peneliti merumuskan 5 indikator sebagai acuan dalam penelitian, adapun Indikator tersebut adalah sebagai berikut, 1) tanya jawab, 2) mengemukakan pendapat, 3) berinteraksi dengan siswa lain, 4).
(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 11. memperhatikan penjelasan guru, 5) mengerjakan tugas. Setiap indikator memiliki penjelasan/penjabaran untuk memudahkan dalam proses pengamatan/observasi yang dilakukan pada saat pelaksanaan penelitian. Penjelasan/penjabaran dari indikator sebagai berikut: 1) tanya jawab meliputi siswa melakukan tanya jawab dengan siswa lain, siswa melakukan tanya jawab dengan guru; 2) mengemukakan pendapat meliputi siswa berpendapat dalam diskusi kelas, siswa berpendapat dalam diskusi kelompok; 3) interaksi dengan siswa lain meliputi siswa mengikuti diskusi kelas, siswa mengikuti diskusi kelompok; 4) memperhatikan penjelasan guru meliputi siswa memperhatikan guru saat penjelasan materi, siswa memperhatikan guru saat memberikan instruksi; 5) mengerjakan tugas meliputi. siswa. mengerjakan. tugas. yang. diberikan. guru,. siswa. melaksanakan instruksi yang diberikan guru. 2.1.1.3 Faktor yang Meningkatkan Keaktifan Muhibbin Syah (2012:146) mengatakan bahwa faktor yang mempengaruhi keaktifan belajar peserta didik dapat digolongkan menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut: 1. Faktor internal peserta didik Merupakan faktor yang berasal dari dalam diri peserta didik itu sendiri, yang meliputi: 1) Aspek fisiologis, yaitu kondisi umum jasmani dan tonus (tegangan otot) yang menandai tingkat kebugaran organ-organ tubuh dan.
(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 12. sendi-sendinya, dapat mempengaruhi semangat dan intensitas peserta didik dalam mengikuti pelajaran. 2) Aspek psikologis, belajar pada hakikatnya adalah proses psikologis.. Adapun faktor psikologis. peserta didik. yang. mempengaruhi keaktifan belajarnya adalah sbegai berikut: (1) inteligensi, tingkat kecerdasan atau inteligensi (IQ) peserta didik; (2) sikap, adalah gejala internal yang berdimensi afektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespon dengan cara yang relatif tetap terhadap objek orang, barang, dan sebagainya, baik secara positif maupun negatif; (3) bakat, adalah potensi atau kecakapan dasar yang dibawa sejak lahir yang berguna untuk mencapai prestasi sampai ke tingkat tertentu sesuai dengan kapasitas masing-masing; (4) minat, adalah kecenderungan atau kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu; dan (5) motivasi, adalah kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Jadi motivasi belajar adalah kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk belajar. 2. Faktor eksternal peserta didik Merupakan faktor dari luar siswa yakni kondisi lingkungan di sekitar siswa. Adapaun yang termasuk dari faktor ekstrenal di anataranya adalah: (a) lingkungan sosial, yang meliputi: para guru, para staf administrasi, dan teman-teman sekelas; serta (b) lingkungan.
(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 13. non sosial, yang meliputi: gedung sekolah dan letaknya, rumah tempat tinggal keluarga peserta didik dan letaknya, alat-alat belajar, keadaan cuaca dan waktu belajar yang digunakan peserta didik. 3. Faktor pendekatan belajar Merupakan segala cara atau strategi yang digunakan peserta didik dalam menunjang keefektifan dan efisiensi proses pembelajaran materi tertentu. 2.1.2. Prestasi Belajar. 2.1.2.1 Pengertian Prestasi Belajar Winkel (dalam Nurochim, 2013:6) menyatakan belajar adalah aktivitas mental atau psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, nilai dan sikap. Djamarah, syaiful bahri (dalam Nurochim, 2013:6) mengungkapkan bahwa belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkunganya yang menyangkut kognitif, afektif dan psikomotorik. Moh Surya, (dalam Nurochim, 2013:7) menyatakan bahwa belajar dapat diartikan sebagai susatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh perubahan perilaku baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengelaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Menurut Ali (dalam Yusnandar E, 2009:3),” belajar dapat diartikan sebagai proses perubahan tingkah laku, akibat interaksi individu.
(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 14. dengan lingkungan”. Slameto (2010:2) mengatakan bahwa “belajar ialah suatu proses untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.” Berdasarkan ketiga pendapat tersebut terlihat bahwa interaksi merupakan unsur penting dalam proses belajar. Menurut. kamus Bahasa Indonesia (2007:895) prestasi belajar. adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan guru. Sadirman (2009:46) mengemukakan bahwa prestasi adalah kemampuan nyata yang merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhi baik dari dalam maupun luar individu dalam belajar. Dari berbagai pendapat yang dikemukakan oleh para ahli tentang definisi prestasi belajar di atas maka dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah suatu hasil dari berinteraksi yang telah dicapai sebagai bukti usaha yang telah dilakukan. 2.1.2.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Mulyasa (2006:191), menjelaskan “prestasi belajar bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri, tetapi merupakan hasil berbagai faktor yang melatar belakanginya”. Berikut ini merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar, diantaranya :.
(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 15. 1. Pengaruh faktor internal Contoh pengaruh faktor internal adalah intelegensi, keberhasilan individu dapat diukur dengan intelegensinya, semakin tinggi tingkat intelegensi maka kemungkinan tingkat hasil yang dicapai semakin tinggi. Namun belum tentu dengan intelegensi yang rendah maka siswa mendapatkan hasil belajar yang rendah, hal ini dikarenakan masih ada faktor-faktor lain, yaitu minat, sikap, waktu, dan kesempatan. 2. Pengaruh faktor eksternal Faktor eksternal terdiri dari faktor sosial dan faktor non-sosial. Faktor sosial meliputi hubungan manusia dengan berbagai situasi sosial, contoh sekolah, masyarakat, teman, lingkungan keluarga, dan lain-lain. Faktor non-sosial bukan menyangkut seperti keadaan fisik atau lingkungan alam, melainkan lebih ke keadaan rumah, fasilitas belajar, ruang belajar, dan lain-lain. 2.1.3. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Menurut Sapriya (2009:11) Pendidikan IPS adalah penyederhanaan atau adaptasi dari disiplin ilmu-ilmu sosial dan humaniora, serta kegiatan dasar. manusia yang diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan. pedagogis/psikologis untuk tujuan pendidikan. Menurut standart ISI oleh BSNP (2006:175), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai dari SD/MI/SDLB sampai SMP/MTs/SMPLB. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial..
(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 16. Pada jenjang SD/MI mata pelajaran IPS memuat materi Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi. Melalui mata pelajaran IPS, peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta damai. Menurut Somantri (dalam Supriya, 2009:11) pendidikan IPS adalah seleksi dari disiplin ilmu-ilmu social dan humaniora, serta kegiatan dasar manusia yang diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan psikologis untuk tujuan pendidikan. Ilmu pengetahuan sosial sendiri merupakan suatu bidang studi yang mempelajari kehidupan manusia dalam lingkungan sosial dan lingkungan fisiknya yang didasarkan pada bahan kajian geografi, ekonomi, sosiologi, antropologi, tata negara, dan sejarah. 2.1.3.1 Tujuan Mata Pembelajaran IPS Sapriya (2009:12) berpendapat bahwa IPS di tingkat sekoah pada dasarnya bertujuan untuk mempersiapkan para peserta didik sebagai warga Negara yang menguasai pengetahuan (knowledge), keterampilan (skills), sikap dan nilai (attitudes and value) yang dapat digunakan sebagai kemampuan untuk memecahkan masalah pribadi atau masalah sosial serta kemampuan mengambil keputusan dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan agar menjadi warga Negara yang baik. Standar isi (2006:175) mengungkapkan bahwa Mata pelajaran IPS bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:.
(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 1. Mengenal. konsep-konsep. yang. berkaitan. dengan. 17. kehidupan. masyarakat dan lingkungannya 2. Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan social 3. Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan 4. Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan global. Pada intinya, tujuan mata pelajaran IPS yaitu memberikan bekal kepada siswa untuk memiliki pengetahuan mengenai peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu social. Pelajaran IPS juga sebagai dasar siswa untuk bersosialisasi dan menjalankan kehidupan sehari-hari di lingkunganya. 2.1.4. Materi Pembelajaran 1. Pengertian kerjasama Kerjasama adalah kegiatan yang dilakukan beberapa orang untuk mencapai tujuan bersama. Sebagai mahluk sosial, manusia selalu. berhubungan. dengan. manusia. yang. lain.. Manusia. membutuhkan bantuan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya. Kerjasama yang baik adalah kerja sama yang saling menguntungkan. Artinya kerja sama itu tidak boleh berat sebelah atau merugikan salah.
(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 18. satu pihak. Kerja sama yang baik juga harus dilakukan dengan sukarela. Apabila orang dipaksa bekerja sama, maka hasilnya tidak akan baik. 2. Bentuk-bentuk kerja sama Kerjasama dapat dilakukan dilingkungan rumah, sekolah, dan kelurahan/desa. Ketika melakukan kerjasama setiap orang harus melaksanakan dengan tanggung jawab agar hasilnya dapat dirasakan bersama. a. Kerjasama di rumah Kerjasama dirumah sebaiknya melibatkan seluruh anggota keluarga, seperti ayah, ibu dan anak atau mungkin keluarga lain yang juga berada dalam satu rumah. Setiap anggota keluarga dapat bekerja sama dengan cara saling membantu dan saling menghormati. Ayah dan ibu bekerja mencari nafkah. Mereka bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Bagi ibu yang tidak bekerja, tugasnya adalah mengurus semua kebutuhan keluarga. Tentunya hal tersebut memmerlukan kerjasama dari anggota keluarga yang lain. Anak sebagai anggota keluarga harus dapat bekerja sama dengan anggota keluarga yang lain. Misalnya, membantu pekerjaan ayah atau ibu..
(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 19. b. Kerja sama di Sekolah Di sekolah kamu dapat bekerja sama dengan siswa yang lain atau juga dengan bapak/ibu guru. Kerjasama yang dilakukan adalah dalam hal kebaikan, misalnya diskusi kelompok atau membuat majalah dinding (mading) Kerjasama dalam hal keburukan tidak boleh dilakukan. Misalnya saling mencontek ketika ulangan atau membuat kegaduhan dan kekacauan dikelas sewaktu guru tidak ada. Beberapa contoh kegiatan bekerja sama disekolah adalah diskusi kelompok, membersihkan kelas, dan mengumpulkna sumbangan untuk korban bencana. c. Kerjasama dilingkungan kelurahan/desa. Lingkungan yang lebih besar dari lingkungan rumah adalah lingkungan tetangga di sekitar mu. Tetangga adalah orang-orang yang tinggal disekitar rumah kita. Untuk membina hubungan yang baik dilingkungan tetangga biasanya diadakan suatu kerja sama. Bentuk kerjasama yang di lakukan. misalnya kerjasama. dalam penyelenggaraan upacara perkawinan, kematian, ronda atau siskamling (sistem keamanan lingkungan) dan kerja bakti membersihkan lingkungan..
(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 20. 3. Manfaat kerja sama Kerja sama yang dilakukan di lingkungan rumah, sekolah, ataupun lingkungan masyarakat dapat memberi manfaat. Beberapa manfaat kerja sama adalah sebagai berikut. a. Kerjasama membuat pekerjaan yang berat akan terasa ringan dan menjadi cepat selesai. b. Kerjasama dapat menumbuhkan rasa kebersamaan sehingga mempererat tali persaudaraan. c. Kerjasama dapat menumbuhkan rasa sosial dan menciptakan kepedulian terhadap sesama. d. Kerjasama dapat menghindari sifat egois atau mementingkan diri sendiri. e. Kerjasama dapat menimbulkan ide-ide baru berdasarkan hasil diskusi selama bekerja sama. 2.1.5. Pembelajaran Kooperatif. 2.1.5.1 Pengertian Pembelajaran Kooperatif Menurut Slavin (2008:4) pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompokkelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari 4-6 orang, dengan struktur kelompoknya yang bersifat heterogen. Pembelajaran kooperatif mengandung pengertian suatu sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu diantara sesama dalam struktur kerja sama.
(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 21. yang teratur dalam kelompok, yang terdiri dari dua orang atau lebih di mana keberhasilan kerja sangat di pengaruhi oleh keterlibatan dari setiap kelompok itu sendiri. Model. pembelajaran. kooperatif. ini. memandang. bahwa. keberhasilan dalam belajar bukan semata-mata harus diperoleh dari guru, melainkan bisa dari pihak lain yang terlibat dalam pembelajaran tersebut seperti misalnya teman sebaya. Melalui belajar dari teman sebaya dan di bawah bimbingan guru maka proses penerimaan dan pemahaman siswa akan semakin mudah dan cepat terhadap materi yang di pelajari. Lie. (dalam. Wena. Made,. 2009:189). mengatakan. bahwa. pembelajaran kooperatif dikembangkan dengan dasar asumsi bahwa proses belajar akan lebih bermakna jika peserta didik dapat saling mengajari. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang mendorong siswa berinteraksi untuk dapat menggali ilmu tidak hanya dari guru melaikan juga dari sesama siswa. Pembelajran kooperatif juga mendorong siswa ikut aktif dalam suatu pembelajaran yang sedang berlangsung..
(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 22. 2.1.5.2 Unsur Dasar dalam Pembelajaran Kooperatif Menurut Lie (dalam Rusman, 2013:212) ada lima unsur dasar dalam pembelajaran kooperatif, yaitu sebagai berikut : 1. Prinsip ketergantungan positif (positive independence) Yaitu. dalam. pembelajaran. kooperatif,. keberhasilan. dalam. penyelesaian tugas tergantung pada usaha yang dilakukan oleh kelompok tersebut. 2. Tanggung jawab perseorangan (individual accountability) Yaitu keberhasilan kelompok sangat tergantung dari masingmasing anggota kelompoknya. 3. Interaksi tatap muka (face to face promotion interaction) Yaitu memberikan kesempatan yang luas kepada setiap anggota kelompok untuk bertatap muka melakukan interaksi dan diskusi untuk saling memberi dan menerima informasi dari anggota kelompok lain. 4. Partisipasi dan komunikasi (participation communication) Yaitu melatih siswa untuk dapat berpartisipasi aktif dan berkomunikasi dalam kegiatan pembelajaran. 5. Evaluasi proses kelompok Yaitu menjadwalkan waktu khusus bagi kelompok untuk mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerja mereka, agar selanjutnya bisa bekerja sama dengan lebih efektif..
(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 23. 2.1.5.3 Ciri-ciri Pembelajaran Kooperatif Taniredjo dkk (2011:59) mengemukakan cirri-ciri Pembelajaran Kooperatif sebagai berikut: 1. Belajar dengan teman 2. Selama proses belajar terjadi tatap muka antar teman 3. Saling mendengarkan pendapat diantara anggota kelompok 4. Belajar dengan teman sendiri dalam kelompok 5. Belajar dalam kelompok kecil 6. Produktif berbicara atau saling mengemukakan pendapat 7. Keputusan tergantung pada siswa sendiri 8. Siswa aktif 2.1.5.4 Prosedur Pembelajaran Kooperatif Menurut. Rusman. (2013:212-213). pembelajaran. kooperatif. memiliki prosedur atau langkah-langkah, yang pada prinsipnya memiliki empat tahap sebagai berikut: 1. Penjelasan materi Ini merupakan tahapan untuk menyampaikan pokok-pokok materi pembelajaran sebelum siswa belajar dalam kelompok, yang bertujuan untuk membuat siswa paham akan pokok materi pembelajaran. 2. Belajar kelompok Tahapan ini dilakukan siswa setelah guru memberikan penjelasan materi, siswa bekerja dalam kelompok yang telah dibentuk..
(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 24. 3. Penilaian Penilaian dalam pembelajaran kooperatif dapat dilakukan melalui tes atau kuis, yang dilakukan secara individu maupun kelompok. 4. Pengakuan tim Pengakuan tim merupakan penetapan tim yang dianggap paling menonjol atau tim paling berprestasi untuk kemudian diberikan penghargaan atau hadiah. 2.1.5.5 Keuntungan Penggunaan Pembelajaran Kooperatif Sugiyanto. (2009:43-44). mengemukakan. ada. banyak. nilai. pembelajaran kooperatif diantaranya adalah: 1. Meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan social 2. Memungkinkan. para. siswa. saling. belajar. mengenai. sikap,. keterampilan, informasi, perilaku social, dan pandangan-pandangan. 3. Memudahkan siswa melakukan penyesuaian social 4. Kemungkinan terbentuk dan berkembangnya nilai-nilai social dan komitmen. 5. Menghilangkan sifat mementingkan diri sendiri atau egois 6. Membangun persahabatan yang dapat berlanjut hingga masa dewasa 7. Berbagai keterampilan social yang diperlukan untuk memelihara hubungan saling membutuhkan dapat diajarkan dan dipraktekan. 8. Meningkatkan rasa saling percaya kepada sesame manusia. 9. Meningkatkan kemampuan memandang masalah dan situasi dari berbagai prespektif.
(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 25. 10. Meningkatkan kesediaan menggunakan ide orang lain orang lain yang dirasakan lebih baik 11. Meningkatkan kegemaran berteman tanpa memandang perbedaan kemampuan, jenis kelamin, normal atau cacat, etnis, kelas social, agama dan orientasi tugas. 2.1.5.6 Beberapa tipe pembelajaran Kooperatif 1. STAD (Student Teams Achievement Division) Pada. model. pembelajaran. kooperatif. tipe. STAD. ini. siswa. dikelompokkan ke dalam kelompok kecil yang disebut tim. Kemudian seluruh kelas diberikan presentasi materi pelajaran. Siswa kemudian diberikan tes. 2. Jigsaw Koopertif tipe Jigsaw ini dikembangkan oleh Elliot Aronson’s. kooperatif tipe jigsaw ini didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota kelompoknya. Dengan demikian siswa saling tergantung satu dengan yang lain dan harus bekerjasama secara kooperatif untuk mempelajari materi yang ditugaskan.. 3. Tipe Team Games Tournamens (TGT).
(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 26. Pembelajaran kooperatif tipe TGT adalah suatu pembelajaran dimana setelah kehadiran guru, siswa pidah kekelompoknya masingmasinguntuk saling membantru menjawab pertanyaan-pertanyaan dari materi yang diberikan. 4. TPS (Think Pairs Share) Model pembelajaran kooperatif tipe TPS (think pairs share) mulanya dikembangkan oleh Frank T. Lyman (1981). Tipe model pembelajaran kooperatif ini memungkinkan setiap anggota pasangan siswa untuk berkontemplasi terhadap sebuah pertanyaan yang diajukan. 5. Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) Merupakan. inovasi. dalam. pembelajaran. karena. dalam. PBM. kemampuan berpikir siswa betul-betul dioptimalisasikan melalui proses kerja kelompok/tim yang sistematis, sehingga siswa dapat memberdayakan,. mengasah,. menguji,. dan. mengembangkan. kemampuan berpikirnya secara berkesinambungan. 2.1.6. Teams Games Tournament (TGT). 2.1.6.1 Pengertian TGT TGT atau pertandingan permainan tim yang dikembangkan asli oleh David De Vries dan Keath Edward pada tahun 1995. Menurut Isjoni (2013:83-84) TGT adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok belajar yang berisi 5 sampai 6 orang siswa yang memiliki kemampuan, jenis kelamin dan suku bangsa atau ras yang berbeda. Menurut Saco (dalam rusman, 2012:224).
(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 27. dalam TGT siswa memainkan permainan dengan anggota-anggota tim lain untuk memperoleh skor bagi tim mereka masing-masing. Tipe TGT dapat digunakan dalam berbagai mata pelajaran, dari ilmu-ilmu eksak, ilmu-ilmu sosial maupun bahasa dai jenjang pendidikan dasar (SD,SMP) hingga perguruan tinggi. Dari pengertian para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa TGT merupakan model pembelajaran yang mengharuskan peserta didik untuk belajar dengan cara berinteraksi dengan kelompok belajar yang telah di tentukan oleh guru. 2.1.6.2 Komponen Pembelajaran Kooperatif tipe TGT Menurut slavin dalam Taniredja dkk (2011:67-68) ada lima komponen utama dalam pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) yaitu: 1. Penyajian kelas (Class Pressentation) 2. Kelompok (teams) 3. Permaianan (games) 4. Kompetisi atau turnamen (turnaments) 2.1.6.3 Kelebihan dan Kekurangan TGT Menurut Taniredja dkk (2011:72-73) pembelajaran kooperatif tipe TGT memiliki kelebihan dan kekurangan seperti sebagai berikut: 1. Kelebihan TGT a. Di dalam kelas kooperatif siswa memiliki kebebasan untuk berinteraksi dan menggunakan pendapatnya; b. Rasa percaya diri siswa menjadi lebih tinggi;.
(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 28. c. Perilaku mengganggu terhadap manusia lain menjadi lebih kecil; d. Motivasi belajar siswa bertambah; e. Pemahaman yang lebih mendalam terhadap pokok bahasan pembelaan Negara f. Meningkatkan kebaikan budi, kepekaan, toleransi antara siswa dengan siswa lain dan antara siswa dan guru; g. Siswa dapat menelaah sebuah mata pelajaran atau pokok bahasan bebas mengaktualisasikan diri dengan seluruh potensi yang ada dalam diri siswa tersebut dapat keluar, selain itu kerjasama antar siswa juga siswa dengan guru akan membuat interaksi belajar dalam kelas menjadi hidup dan tidak membosankan. 2. Kekurangan TGT a. Sering terjadi dalam kegiatan pembelajaran tidak semua siswa ikut serta menyumbangkan pendapatnya; b. Kekurangan waktu untuk proses pembelajaran; c. Kemungkinan terjadinya kegaduhan jika guru tidak dapat mengelola kelas. 2.1.7. Langkah-Langkah TGT Langkah-langkah pembelajaran TGT : Secara runtut TGT terdiri atas 4 komponen utama: 1. Presentasi guru Guru memberikan penjelasan mengenai materi yang akan di gunakan untuk kegiatan teams games tournament..
(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 29. 2. Belajar kelompok Setiap kelompok di beri waktu untuk belajar kembali guna mempersiapkan kegiatan teams game tournaments yang akan dilakukan. 3. Tournament akademik Prosedur kegiatan tournament adalah sebagai berikut : a. Masing-masing kelompok menunjuk 6 perwakilan kelompok yang akan di letakkan 6 meja tournament di atasnya terdapat kartu soal yang di letakan terbalik bersama kunci jawabanya terkait materi kerja sama. b. Keempat pewakilan menuju masing-masing meja tournament. Sehingga dalam satu meja tournament terdiri dari 6 orang siswa yang berbeda kelompok. c. Setiap perwakilan kelompok duduk mengelilingi meja tournament. Dalam meja tournament dilakukan pengundian untuk menentukan peran sebagai pembaca soal, pemain , penantang 1, penantang 2, penantang 3, dan penantang 4. d. Siswa yang berperan sebagai pemain mengmbil satu soal dan memberikan. kepada. pembaca. soal,pembaca. soal. akan. membacakan isi soal kemudian pemain menjawab soal tersebut. e. Jika pemain tidak dapat menjawab soalnya maka soal di lemparkan kepada penantang. Jika penantang satu tidak dapat menjawab maka penantang 2 boleh menjawab dan seterusnya..
(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 30. Namun jika semua pemain tidak bisa menjawab maka soal tersebut di diamkan saja. f. Siswa yang menjawab benar berhak mendapatkan skor. Kemudian dilanjutkan pada soal berikutnya sampai waktu yang di tentukan oleh guru selesai dan posisi pemain di putar searah jarum jam. g. Siswa kembali ke kelompok asal untuk menghitung jumlah skor yang di peroleh. 4. Pengakuan kelompok Kelompok dengan jumlah skor paling banyak mendapatkan hadiah dari guru sebagai penghargaan atas prestasinya. Berdasarkan pendapat ahli mengenai langkah-langkah TGT maka dapat disimpulkan bahwa langkah-langkah TGT yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a) Presentasi guru, b) Belajar kelompok, c) Tournament akademik, atau tournament untuk mengukur penguasaan materi setiap individu dalam kelompok c) Pengakuan kelompok; 2.2 Penelitian yang Relevan Pada bagian ini peneliti akan memaparkan beberapa penelitian terdahulu yang relevan. Hadiah (2012), meneliti tentang peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas III SDN Ungaran II menggunakan model TGT. Hasil perolehan keaktifan siswa pada mata pelajaran IPA di siklus I dan II ada peningkatan cukup baik di setiap indikator yaitu: 1) tertib dan senang.
(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 31. melakukan games: dari 20 anak menjadi 26 siswa, 2) menghargai pendapat teman: dari19 siswa menjadi 20 siswa, 3) bekerja sama: dari 26 anak menjadi 29 siswa, 4) tertib dan senang mengikuti tournament: dari 12 siswa menjadi 23 siswa, 5) bersikap sportif: dari 18 siswa menjadi 21 siswa. Untuk peningkatan hasil prestasi siswa pada mata pelajaran IPA dari kondisi awal nilai rata-rata 78,8 pada siklus I meningkat menjadi 81,6 dan pada siklus II 84,4. Kesimpulannya adalah penggunaan model pembelajaran kooperatif TGT dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA siswa. Pramodyawardani (2011), meneliti tentang peningkatan Motivasi, Partisipasi, dan prestasi belajar siswa kelas X-8 SMA Negeri 7 Surakarta siswa melalui penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe TGT dalam mata pelajaran Ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada siklus II sebanyak 96,87% siswa memiliki motivasi belajar tinggi dan sangant tinggi, 84,38% siswa yang memiliki partisipasi tinggi dan sangat tinggi, 100% siswa melebihi standar ketuntasan belajar minimal atau KKM untu mata pelajaran ekonomi. Ningrum (2012), meneliti tentang peningkatan motivasi dan prestasi belajar IPS melalui model pembelajaran kooperatif teknik TGT. Hasil dari penelitian menunjukan adanya peningkatan motivasi belajar siswa pada siklus I meningkat menjadi 12,4 dan siklus II meningkat menjadi 15,5. Sedangkan peningkatan pada prestasi belajar pada siklus I 82,31% dan siklus II meningkat menjadi 86,88%. Kesimpulannya adalah penggunaan model.
(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 32. pembelajaran kooperatif teknik TGT dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS siswa. Keaktifan. Hadiah, Sri Hartini (2012) Peningkatan Keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa SDN Ungaran II Yogyakarta melalui model Teams Games Tournaments (TGT). Teams game Tournament. Prestasi Belajar. Pramodyawardani (2011) Peningkatan Motivasi, Partisipasi, dan prestasi belajar ekonomi siswa kelas X-8 SMA Negeri 7 Surakarta melalui model Teams Games Tournaments (TGT). Ningrum, Windy Kusuma (2012) Peningkatan motivasi dan prestasi belajar IPS melalui model Team Games Tournamnet (TGT). Yang diteliti: Keaktifan, prestasi belajar dan model pembelajaran kooperatif teknik Team Games Tournamnet (TGT) pada siswa kelas III Gambar 1. Literature Map Penelitian-Penelitian Relevan 2.3 Kerangka Berpikir Sapriya (2009:12) berpendapat bahwa IPS di tingkat sekoah pada dasarnya bertujuan untuk mempersiapkan para peserta didik sebagai warga Negara yang menguasai pengetahuan (knowledge), keterampilan (skills), sikap dan nilai (attitudes and value) yang dapat digunakan sebagai kemampuan untuk memecahkan masalah pribadi atau masalah sosial serta kemampuan mengambil keputusan dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan agar menjadi warga Negara yang baik. Menurut.
(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 33. Standar isi (2006:175) pada poin ke 4 mengungkapkan bahwa Mata pelajaran IPS bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan global. Dinutuhkan model pembalajaran dan hal-hal lain yang dapat membantu pencapaian tujuan tersebut salah satunya adalah membuat siswa aktif dalam pembelajaran. Menurut Rusman (2013:324) pembelajaran aktif merupakan pendekatan pembelajaran yang lebih banyak melibatkan aktivitas siswa dalam mengakses berbagai informasi di kelas, sehingga mereka mendapatkan berbagai pengalaman yang dapat meningkatkan pemahaman dan kompetensinya. Pembelajaran yang banyak melibatkan siswa salah satunya yaitu pembelaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). Dengan menggunakan TGT siswa akan lebih aktif dalam pembelajaran dengan perasaan senang, karena TGT adalah pembelajaran kooperatif yang berisi permainan, pertandingan/turnamen dan. bekerja. bersama. kelompok.. Dengan. demikian,. penggunaan. pembelajaran kooperatif tipe TGT diharapkan dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi siswa dalam pembelajaran IPS. Kelebihan model pembelajaran kooperatif tipe TGT ini adalah sebagai berikut: 1) siswa memiliki kebebasan untuk berinteraksi dan menggunakan pendapatnya, 2) rasa percaya diri siswa menjadi lebih tinggi; 3) perilaku mengganggu terhadap manusia lain menjadi lebih kecil;.
(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 34. 4) motivasi belajar siswa bertambah; 5) pemahaman yang lebih mendalam terhadap pokok bahasan pembelaan Negara; 6) meningkatkan kebaikan budi, kepekaan, toleransi antara siswa dengan siswa lain dan antara siswa dan guru; 7) siswa dapat menelaah sebuah mata pelajaran atau pokok bahasan bebas mengaktualisasikan diri dengan seluruh potensi yang ada dalam diri siswa tersebut dapat keluar, selain itu kerjasama antar siswa juga siswa dengan guru akan membuat interaksi belajar dalam kelas menjadi hidup dan tidak membosankan. 2.4 Hipotesis Tindakan Berdasarkan kerangka berpikir itulah peneliti merumuskan hipotesis tindakan sebagai berikut: 1. Upaya peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS siswa SD Kanisius Pugeran dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut: a) presentasi guru, b) belajar kelompok, c) tournament akademik, untuk mengukur penguasaan materi setiap individu dalam kelompok c) Pengakuan kelompok; 2. Penggunaan. model. pembelajaran. kooperatif. tipe. TGT. dapat. meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas III di SD Kanisius Pugeran. 3. Penggunaan. model. pembelajaran. kooperatif. tipe. TGT. dapat. meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas III di SD Kanisius Pugeran..
(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. BAB III METODE PENELITIAN Bab ini berisi tentang jenis penelitian yang dilakukan, setting penelitian, rencana tindakan, teknik penumpulan data, instrumen pengumpulan data, validitas dan reliabilitas, teknik analisis data, indikator keberhasilan, dan jadwal penelitian, berikut penjelasan lebih lanjut. 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu penelitian tindakan kelas (PTK). Menurut Sanford dalam Taniredja, dkk (2010:16) penelitian tindakan kelas merupakan suatu kegiatan siklus yang bersifat menyeluruh yang terdiri atas analisis, penemuan fakta, konseptualisasi, perencanaan, pelaksanaan, penemuan fakta tambahan, dan evaluasi. Model Kurt Lewin dalam Taniredja, dkk (2010:23). adalah model dalam PTK yang. diperkenalkan pada tahun 1946, yang kemudian menjadi acuan dari model lainya. Konsep inti PTK Lewin, bahwa dalam satu siklus PTK terdiri dari empat langkah, yaitu (1) perencanaan (planning);(2) aksi atau tindakan (acting); (3) observasi (observing); dan (4) refleksi (reflecting).. 35.
(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 36. Keterangan : 1. Planning / perencanaan Pada tahap ini peneliti merencanakan segala hal yang akan dilakukan untuk tindakan penelitian. 2. Acting / tindakan Pada tahap ini peneliti bersama guru saling bekerja sama untuk mengimplementasi kan atau melakukan tindakan dengan menggunakan rencana yang sudah dibuat peneliti. 3. Observing / observasi Pada tahap ini peneliti melakukan pengamatan kepada siswa pada saat pembelajaran sedang berlangsung. 4. Reflecting / refleksi Pada tahap ini peneliti menganalisis, mengevaluasi, dan merefleksikan data yang telah didapat ketika observasi dan juga pembelajaran di kelas. 3.2. Setting Penelitian 3.2.1 Tempat Penelitian Peneliti melakukan penelitian ini di SD Kanisius Pugeran yang beralamat di dusun Pugeran, kelurahan Suryodiningratan, kecamatan Mantrijeron, kabupaten Sleman, Yogyakarta pada tahun ajaran 2014/2015. 3.2.2 Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan selama Oktober sampai November 2014..
(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 37. 3.2.3 Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III SD Kanisius Pugeran, Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 37 siswa yang terdiri dari 16 siswa perempuan dan 21 siswa laki-laki. 3.2.4 Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah keaktifan dan prestasi belajar IPS siswa kelas III SD Kanisius Pugeran dengan menggunakan model TGT. 3.3. Tindakan Penelitian 3.3.1 Persiapan Kegiatan pertama yang dilakukan peneliti adalah menentukan SD yang akan di buat tempat penelitian. Kemudian peneliti meminta izin kepada kepala sekolah dan guru kelas untuk melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi pada kelas III di SD tersebut. Setelah memperoleh perizinan, peneliti membuat janji dengan guru kelas untuk melakukan wawancara, dokumentasi, observasi. Hasil yang diperoleh peneliti berdasarkan wawancara dan dokumentasi dari guru kelas diketahui bahwa nilai rata- rata kelas tahun sebelumnya untuk KD kerja sama pada tahun pelajaran 2013/2014 adalah 67,45. KKM untuk mata pelajaran IPS adalah 70. Peneliti kemudian meminta izin kepada kepala sekolah dan guru kelas III SD Kanisius Pugeran untuk melakukan penelitian. Setelah mendapatkan izin, Setelah mengetahui keadaan kelas, peneliti kemudian membuat rumusan masalah berdasarkan hari observasi terhadap kelas III SD Kanisius Pugeran. Tahap penelitian dilanjutkan dengan penyusunan proposal dan mengkaji.
(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 38. standar kompetensi, kompetensi dasar, dan materi pokok serta menyusun rencana penelitian setiap siklus. 3.3.2 Tindakan Setiap Siklus Siklus ini terdiri dari 4 tahap yaitu tahap perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Setiap tahap akan dijelaskan sebagai berikut: Siklus I : 1. Perencanaan Tindakan Tahap pertama adalah tahap perencanaan. Penelitian ini akan dilakukan Peneliti. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang telah dilakukan sebelumnya, peneliti mempersiapkan instrumen pembelajaran yang terdiri dari silabus, RPP, LKS yang telah dibuat berdasarkan pembelajaran kooperatif tipe TGT. Lebar silabus, RPP, LKS terlampir di bagian lampiran. 2. Pelaksanaan Tindakan Siklus ini dilaksanakan dalam dua (2) kali pertemuan, setiap pertemuan dialokasikan selama 2 jam pelajaran (JP). a. Pertemuan I: Kegiatan Awal: 1) Menyampaikan inti tujuan pembelajaran (menyampaikan tujuan dan motivasi) Kegiatan Inti: Siswa mengikuti struktur belajar dengan model pembelajaran teams games tournament dalam kegiatan 1 meliputi :.
(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 39. Presentasi : 1) Guru memperlihatkan sebuah gambar berkaitan tentang kerja sama pada siswa. 2) Guru dan siswa melakukan tanya jawab tentang pengertian kerjasama. 3) Siswa menceritakan kegiatan kerja sama yang dilakukan di rumah Teams : 4) Siswa dibagi menjadi. beberapa kelompok heterogen setiap. kelompok berisi 6 siswa. 5) Setiap kelompok mendapatkan ringkasan materi dan LKS. 6) Setiap kelompok berdiskusi untuk memahami kerja sama di sekolah dan menuliskannya di LKS. 7) Setiap kelompok membedakan kegiatan kerja sama yang baik dan tidak baik di sekolah melalui kegiatan diskusi kelompok dan mengerjakan LKS. 8) Kelompok yang telah selesai mengerjakan LKS, kemudian guru memberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasilnya. 9) Kelompok lain memberikan tanggapan, pertanyaan dan komentar. 10) Guru memberikan penguatan dari hasil pekerjaan kelompok. Kegiatan Akhir 11) Siswa diberi penjelasan mengenai tata cara dan peraturan dalam melakukan kegiatan Games dan tournament yang akan dilakukan di pertemuan selanjutnya..
(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 40. 12) Guru dan siswa menyimpulkan materi. 13) Siswa merefleksikan apa yang telah dipelajari. b. Pertemuan 2 Kegiatan Awal: Menyampaikan inti tujuan pembelajaran (menyampaikan tujuan dan motivasi) Kegiatan Inti: Siswa mengikuti struktur belajar dengan model pembelajaran teams games tournament dalam kegiatan 1 meliputi : Presentasi : 1) Siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang materi yang sebelumnya. 2) Siswa di beri penjelasan kembali mengenai meteri yang akan digunakan untuk teams games tournament. Teams : 3) Setiap kelompok di beri waktu untuk belajar kembali bersama teman satu kelompok guna mempersiapkan kegiatan teams games tournament yang akan dilakukan. Games : Setiap kelompok menunjuk satu perwakilan kelompok untuk melakukan permainan. Guru menjelaskan langkah-langkah dalam melakukan permainan sebagai berikut:.
(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 41. 4) Perwakilan kelompok maju untuk mengambil kartu soal. Siswa berdiskusi dengan teman kelompoknya mengenai soal yang di peroleh. Siswa kelompok lain tidak diperkenankan untuk menjawab. 5) Jika jawaban benar mendapat skor 10 jika salah maka tidak mendapat skor. 6) Perwakilan kelompok yang sudah menjawab soal kembali lagi kedalam. kelompoknya.. Kemudian. dilanjutkan. perwakilan. kelompok lain untuk maju ke depan untuk mengambil kartu soal. 7) Permainan tersebut dilakuan terus hingga semua kelompok mendapat giliran. 8) Kelompok yang memperoleh skor terbanyak mendapatkan bintang. Tournament : Setelah siswa kembali kedalam kelompok, guru menjelaskan aturan tournament yang akan di lakukan. Prosedur kegiatan tournament adalah sebagai berikut : 9) Masing-masing kelompok menunjuk 6 perwakilan kelompok yang akan di letakkan 6, meja tournament di atasnya terdapat kartu soal yang di letakan terbalik bersama kunci jawabanya terkait materi kerja sama..
(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 42. 10) Keenam pewakilan menuju masing-masing meja tournament. Sehingga dalam satu meja tournament terdiri dari 6 orang siswa yang berbeda kelompok. 11) Setiap perwakilan kelompok duduk mengelilingi meja tournament. Dalam meja tournament dilakukan pengundian untuk menentukan peran sebagai pembaca soal, pemain , penantang 1, penantang 2, penantang 3, penantang 4 dst . 12) Siswa yang berperan sebagai pemain mengmbil satu soal dan memberikan. kepada. pembaca. soal,pembaca. soal. akan. membacakan isi soal kemudian pemain menjawab soal tersebut. 13) Jika pemain tidak dapat menjawab soalnya maka soal di lemparkan kepada penantang. Jika penantang satu tidak dapat menjawab maka penantang 2 boleh menjawab dan seterusnya. Namun jika semua pemain tidak bisa menjawab maka soal tersebut di diamkan saja. 14) Siswa yang menjawab benar berhak mendapatkan skor. Kemudian dilanjutkan pada soal berikutnya sampai waktu yang di tentukan oleh guru selesai dan posisi pemain di putar searah jarum jam. 15) Siswa kembali ke kelompok asal untuk menghitung jumlah skor yang di peroleh..
(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 43. Penghargaan kelompok : 16) Setelah selesai tournament siswa kembali ke dalam kelompoknya dan menyerahkan nilainya untuk di jumlahkan dan dituliskan dipapan tulis. 17) Kelompok dengan jumlah skor paling banyak mendapatkan medali dan hadiah dari guru sebagai penghargaan atas prestasinya. Kegiatan Akhir 18) Siswa mengerjakan evaluasi 19) Siswa merefleksikan apa yang telah dilakukan. 3. Observasi Pada tahap ini peneliti melakukan observasi untuk mengetahui bagaimana proses penerapan TGT dan hasil tingkat keaktifan siswa serta prestasi belajar, saat mengikuti pembelajaran dengan lembar observasi yang telah dibuat oleh peneliti yang dilakukan 3 orang observer. Observasi dilakukan pada setiap pertemuan. 4. Refleksi Pada tahap ini peneliti merefleksikan apakah proses pembelajaran dengan model TGT yang telah dilaksanakan berlangsung dengan baik dan hasil yang dicapai apakah telah mencapai target siklus II. Hasil refleksi digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan apakah siklus perlu dilanjutkan ke siklus berikutnya atau tidak..
(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 44. Siklus II: 1. Perencanaan Tindakan Tahap pertama adalah tahap perencanaan. Penelitian ini akan dilakukan Peneliti. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang telah dilakukan sebelumnya, peneliti mempersiapkan instrument pembelajaran yang terdiri dari silabus, RPP, LKS yang telah dibuat berdasarkan pembelajaran kooperatif tipe TGT. Lebar silabus, RPP, LKS terlampir di bagian lampiran. 2. Pelaksanaan Tindakan Siklus ini dilaksanakan dalam dua (2) kali pertemuan, setiap pertemuan dialokasikan selama 2 jam pelajaran (JP). a. Pertemuan I: Kegiatan Awal: 1) Menyampaikan inti tujuan pembelajaran (menyampaikan tujuan dan motivasi) Kegiatan Inti: Siswa mengikuti struktur belajar dengan model pembelajaran teams games tournament dalam kegiatan 1 meliputi: Presentasi: 2) Siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang kerjasama di desa/kelurahan mereka..
(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 45. 3) Siswa menceritakan kegiatan kerja sama yang dilakukan di desa/kelurahan. Teams : 4) Setiap kelompok mengerjakan LKS dan berdiskusi untuk memahami manfaat kerja sama dalam kehidupan manusia. 5) Kelompok yang telah selesai mengerjakan LKS, kemudian guru memberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasilnya. Games: Setiap kelompok menunjuk satu perwakilan kelompok untuk melakukan permainan. Guru menjelaskan langkah-langkah dalam melakukan permainan sebagai berikut: 6) Perwakilan kelompok maju untuk mengambil kartu soal. Siswa berdiskusi dengan teman kelompoknya mengenai soal yang di peroleh. Siswa kelompok lain tidak diperkenankan untuk menjawab. 7) Jika jawaban benar mendapat skor 10 jika salah maka tidak mendapat skor. 8) Perwakilan kelompok yang sudah menjawab soal kembali lagi kedalam. kelompoknya.. Kemudian. dilanjutkan. perwakilan. kelompok lain untuk maju ke depan untuk mengambil kartu soal..
(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 46. 9) Permainan tersebut dilakuan terus hingga semua kelompok mendapat giliran. Kelompok yang memperoleh skor terbanyak mendapatkan bintang. Kegiatan Akhir: 10) Siswa dalam kelompok diminta untuk memahami kembali materi hari ini, untuk melakukan kegiatan teams game tournament di pertemuan selanjutnya. c. Pertemuan 2 Kegiatan Awal: Menyampaikan inti tujuan pembelajaran (menyampaikan tujuan dan motivasi) Kegiatan Inti: Siswa mengikuti struktur belajar dengan model pembelajaran teams games tournament dalam kegiatan 1 meliputi : Presentasi : 1) Siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang materi yang sebelumnya. 2) Siswa di beri penjelasan kembali mengenai meteri yang akan digunakan untuk teams games tournament. Teams : 3) Setiap kelompok di beri waktu untuk belajar kembali bersama teman satu kelompok guna mempersiapkan kegiatan teams games tournament yang akan dilakukan..
Gambar
Dokumen terkait
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar IPA melalui penggunaan strategi Teams Games Tournament dan hasil belajar IPA melalui penggunaan strategi Teams Games
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Terhadap Prestasi Belajar Ilmu Statika Dan Tegangan Siswa Kelas X SMKN 5 Bandung.. Universitas
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan prestasi belajar
Penelitian ini dilaksanakan di SD Kanisius Pugeran Yogyakarta.Subjek penelitian adalah siswa kelas V sebanyak 61 siswa.Alat pengumpulan data berupa angket dan
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui prestasi belajar siswa sebelum diberikan model pembelajaran kooperatif teams games tournament (TGT), (2) mengetahui
Penelitian yang dilakukan Negara, (2018) dengan judul Hubungan Kerja sama dengan Hasil Belajar Muatan Pelajaran Matematika Siswa Kelas III SD Kanisius
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam mata pelajaran IPS Terpadu dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif Teams
Adapun tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan langkah-langkah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan hasil belajar