Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2000 pada Triwulan III/2012 mencapai 1,57 persen (q to q) dan apabila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2011 mengalami pertumbuhan 7,28 persen (y-on-y). Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi triwulan I-III tahun 2012 apabila dibandingkan dengan Triwulan I-III tahun 2011 mencapai 9,25 persen (c to c).
Nilai PDRB Triwulan III/2012 atas dasar harga berlaku mencapai Rp 12.948 miliar, dan atas harga konstan 2000 mencapai Rp 5.254 miliar.
Dua sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi pada Triwulan III/2012 (q to q) adalah sektor keuangan, real estate, dan jasa perusahaan 5,01 persen serta sektor konstruksi 4,04 persen. Justru sebaliknya, sektor pertambangan dan penggalian mengalami pertumbuhan minus (-7,62 ) persen.
Struktur PDRB menurut lapangan usaha Triwulan III/2012, sebagian besar didominasi oleh sektor pertanian 36,54 persen, sektor jasa-jasa 18,09 persen, sektor perdagangan, hotel, dan restoran 12,06 persen, sektor konstruksi 8,16 persen, sektor pengangkutan dan komunikasi 7,08 persen, sektor keuangan , real estate, dan jasa perusahaan 5,44 persen, sektor pertambangan dan penggalian 5,27 persen, dan sektor listrik, gas, dan air bersih 0,66 persen.
Menurut lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Triwulan III/2012 (q to q) sebesar 1,57 persen bersumber dari sektor pertanian 0,54 persen; jasa-jasa 0,43 persen; perdagangan hotel dan restoran 0,16 persen; konstruksi 0,31 persen; industri pengolahan 0,15 persen; keuangan, real estat dan jasa perusahaan 0,24 persen; pengangkutan dan komunikasi 0,08 persen; dan listrik, gas dan air bersih sekitar 0,01 persen. Untuk sektor pertambangan dan penggalian (-0,49) persen;
Struktur PDRB Sulawesi Tengah menurut penggunaan Triwulan III/2012 digunakan untuk memenuhi konsumsi rumah tangga yaitu 57,56 persen, sedangkan konsumsi lembaga non profit 1,56 persen, konsumsi pemerintah 18,48 persen, pembentukan modal tetap bruto atau investasi fisik 20,11 persen, perubahan inventori 1,46 persen dan ekspor 16,99 persen serta impor 16,19 persen
Menurut penggunaan pertumbuhan ekonomi triwulan III/2012 (q to q) sebesar 1,57 persen, bersumber dari komponen konsumsi rumah tangga sebesar 1,22 persen; lembaga non profit 0,02 persen; konsumsi pemerintah sebesar 0,22 persen, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 0,86 persen, perubahan inventori 0,02 persen dan ekspor sebesar (-0,26) persen. Sementara itu yang bersumber dari komponen impor, yang merupakan faktor pengurang, sebesar 0,51 persen.
No. 61/11/72/Th. XV, 05 November 2012
PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH
TRIWULAN III/2012
1. Perekonomian Sulawesi Tengah Triwulan III/2012
Perekonomian Sulawesi Tengah yang digambarkan oleh perkembangan PDRB atas dasar harga konstan 2000, pada Triwulan III/2012 (q to q) meningkat sebesar 1,57 persen. Kecuali sektor pertambangan dan penggalian yang (-7,62) persen, peningkatan terjadi di semua sektor ekonomi pada kisaran 1,03 – 5,01 persen.
Pertumbuhan masing-masing sektor adalah sebagai berikut: sektor pertanian tumbuh 1,42 persen; industri pengolahan 2,57 persen; listrik, gas dan air bersih 1,79 persen; konstruksi 4,04 persen; perdagangan hotel dan restoran 1,18 persen; angkutan dan komunikasi 1,03 persen; keuangan dan jasa perusahaan 5,01 persen dan jasa-jasa 2,72 persen. Terdapat tiga sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu sektor keuangan, real estate, dan jasa perusahaan, sektor konstruksi dan sektor jasa-jasa. Pertumbuhan sektor pertanian pada Triwulan III/2012 (q to q) sebesar 1,42 persen, didorong oleh adanya peningkatan produksi pada sub sekor perkebunan, subsektor perikanan, subsektor peternakan dan subsektor kehutanan sedangkan subsektor tanaman bahan makanan mengalami penurunan. Hal tersebut disebabkan oleh panen di tahun 2012 ini raya jatuh pada triwulan dua dan triwulan empat (perkiraan). Sektor konstruksi tumbuh cukup tinggi karena pekerjaan proyek-proyek konstruksi sudah banyak terlaksana dan dibangunnya tiga buah hotel yang relatif besar serta pembangunan mega proyek kilang LNG Donggi Senoro. Peningkatan di sektor perdagangan, hotel dan restoran didorong oleh peningkatan volume perdagangan yang sejalan dengan peningkatan sektor kelompok produksi dan konstruksi serta meningkatkan pemanfaatan jasa akomodasi yang banyak digunakan untuk kegiatan-kegitan yang dilakukan pemerintah.
Pertumbuhan ekonomi Triwulan III/2012 (q to q) ini bersumber dari sektor pertanian 0,54 persen; jasa-jasa 0,43 persen; perdagangan hotel dan restoran 0,16 persen; konstruksi 0,31 persen; industri pengolahan 0,15 persen; pengangkutan dan komunikasi 0,08 persen; keuangan, real estat dan jasa perusahaan 0,24 persen; pertambangan dan penggalian minus 0,49 persen; dan listrik, gas dan air bersih sekitar 0,01 persen.
Pertumbuhan ekonomi Triwulan III/2012 (y on y) terjadi di semua sektor kecuali sektor pertambangan dan penggalian. Pertumbuhan ekonomi Triwulan III/2012 sebesar 7,28 persen. Hal tersebut didukung oleh oleh pertumbuhan sektor pertanian sebesar 7,28 persen, sektor pertambangan dan penggalian minus 14,56 persen, sektor industri pengolahan 3,49 persen, sektor listrik, gas dan air bersih 9,39 persen, sektor konstruksi 15,37 persen, sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 8,93 persen, sektor pengangkutan dan komunikasi
meningkat sebesar 6,05 persen, sektor keuangan-real estat dan jasa perusahaan sebesar 18,60 persen, dan sektor jasa-jasa 8,62 persen.
PDRB kumulatif Triwulan I-III/2012 bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (c to c), semua sektor mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan ekonomi triwulan III/2012 (c to c) sebesar 9,25 persen. Sektor pertanian tumbuh sebesar 6,87 persen, sektor pertambangan dan penggalian 4,75 persen, sektor industri pengolahan 5,63 persen, sektor listrik, gas dan air bersih 8,95 persen, sektor konstruksi 21,80 persen, sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 12,11 persen, sektor pengangkutan dan komunikasi meningkat sebesar 8,45 persen, sektor keuangan-real estat dan jasa perusahaan sebesar 14,64 persen, dan sektor jasa-jasa 9,06 persen.
Pertumbuhan ekonomi Triwulan I-III/2012 sebesar 9,25 persen ini bersumber dari sektor pertanian 2,71 persen; jasa-jasa 1,47 persen; perdagangan hotel dan restoran 1,54 persen; konstruksi 1,52 persen; industri pengolahan tumbuh 0,34 persen; pengangkutan dan komunikasi 0,63 persen; keuangan, real estat dan jasa perusahaan 0,71 persen; pertambangan dan penggalian 0,27 persen; dan yang terkecil adalah listrik, gas dan air bersih sekitar 0,06 persen.
Tabel 1.
Pertumbuhan Ekonomi Menurut Sektor Ekonomi/ Lapangan Usaha (Persentase)
Sektor Ekonomi/ Lapangan Usaha Triw III/ 2012 Terhadap Triw III/2011 (y on y) Triw III/2012 Terhadap Triw II/2012 (q to q) Sumber Pertumbuhan Triw III/2012 (q to q) Triw I-III/ 2012 Terhadap Triw I-III/ 2011 (c to c) Sumber Pertumbuhan Triw I-III/ 2012 (c to c) (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. Pertanian, Peternakan,
Kehutanan dan Perikanan 7,29 1,42 0,54 6,87 2,71
2. Pertambangan dan Penggalian -14,56 -7,62 -0,49 4,75 0,27
3. Industri Pengolahan 3,49 2,57 0,15 5,63 0,34
4. Listrik, Gas dan Air Bersih 9,39 1,79 0,01 8,95 0,06
5. Konstruksi 15,37 4,04 0,31 21,80 1,52
6. Perdagangan, Hotel dan
Restoran 8,93 1,18 0,16 12,11 1,54
7. Pengangkutan dan Komunikasi 6,05 1,03 0,08 8,45 0,63
8. Keuangan, Real Estat dan Jasa
Persahaan 18,60 5,01 0,24 14,64 0,71
9. Jasa-jasa 8,62 2,72 0,43 9,06 1,47
PDRB 7,28 1,57 1,57 9,25 9,25
2. Nilai PDRB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Triwulan II/2012 dan Triwulan III/2012 serta Kumulatif Triwulan I-III/2011
Pada Triwulan III/2012 PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp 12.498 miliar, sementara bila PDRB ini dinilai dengan harga pada tahun 2000 (tahun dasar), maka pada triwulan ini mencapai Rp 5.254 miliar. Dalam Tabel 2, sektor ekonomi yang menunjukan nilai tambah bruto atas dasar harga berlaku terbesar pada Triwulan III/2012 bila diurutkan adalah sektor pertanian, sebesar Rp 4.715 miliar, sektor jasa-jasa sebesar Rp 2.342 miliar disusul oleh sektor perdagangan-hotel-restoran sebesar Rp 1.587 miliar, sektor konstruksi sebesar Rp 1.056 miliar, sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar Rp 916 miliar, sektor industri pengolahan Rp 860 miliar, sektor keuangan-real estat-jasa dan perusahaan sebesar Rp 705 miliar, sektor pertambangan dan penggalian sebesar Rp 683 miliar, serta sektor listrik-gas dan air bersih Rp 85 miliar.
Tabel 2.
Nilai PDRB Menurut Sektor Ekonomi/Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Dan Harga Konstan 2000
(Miliar Rupiah) SEKTOR EKONOMI/
LAPANGAN USAHA
Harga Berlaku Harga Konstan 2000 Triw III/2011 Triw II/2012 Triw III/2012 Triw I-III/2012 Triw III/2011 Triw II/2012 Triw III/2012 Triw I-III/2012 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 1. Pertanian 4.157 4.567 4.715 13.643 1.778 2.005 2.034 5.969 2. Pertambangan dan Penggalian 723 712 683 2.257 153 262 242 830
3. Industri Pengolahan 798 827 860 2.497 285 302 310 911
4. Listrik, Gas dan Air Bersih 72 83 85 249 32 36 37 109
5. Konstruksi 865 988 1.056 2.982 302 401 417 1.203
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 1.359 1.535 1.587 4.611 583 674 682 2.020 7. Pengangkutan dan Komunikasi 809 885 916 2.649 343 385 388 1.146 8. Keuangan, Real Estat & Jasa Perusahaan 546 652 705 1.942 215 265 278 786
9. Jasa-jasa 2.044 2.250 2.342 6.676 741 842 865 2.500
PDRB 11.372 12.498 12.948 37.506 4.897 5.172 5.254 15.474 Tanpa Migas 11.124 12.247 12.687 36.734 4.818 5.099 5.178 15.247
Berdasarkan harga konstan 2000, sektor yang memberikan nilai tambah bruto terbesar urutannya tampak terlihat sama dengan harga berlaku yaitu berturut-turut sektor pertanian sebesar Rp 2.034 miliar, sektor jasa-jasa sebesar Rp 865 miliar disusul oleh sektor
perdagangan-hotel-restoran sebesar Rp 682 miliar, sektor konstruksi sebesar Rp 417 miliar, sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar Rp 388 miliar, sektor industri pengolahan Rp 310 miliar, sektor pertambangan dan penggalian sebesar Rp 242 miliar, sektor keuangan-real estat dan jasa perusahaan sebesar Rp 278 miliar, serta sektor listrik-gas dan air bersih Rp 37 miliar.
3. Struktur PDRB Menurut Sektor Ekonomi/Lapangan Usaha Triwulan II dan III Tahun 2012
Jika dilihat dari komposisi dan peranan masing-masing sektor ekonomi pembentuk PDRB, sektor pertanian masih merupakan sektor yang mendominasi struktur perekonomian Sulawesi Tengah karena kontribusinya cukup tinggi yaitu 36,41 persen, selanjutnya berturut-turut sektor jasa-jasa sebesar 18,09 persen, sektor perdagangan, hotel dan restoran 12,26 persen, sektor konstruksi memberikan kontribusi sebesar 8,68 persen, sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 7,08 persen, sektor industri pengolahan 6,64 persen, sektor keuangan-real estat dan jasa perusahaan sebesar 5,44 persen, sektor pertambangan dan penggalian sebesar 5,27 persen serta sektor listrik-gas-air 0,66 persen.
Tabel 3.
Struktur PDRB Menurut Sektor Ekonomi/Lapangan Usaha Triwulanan Tahun 2012
(Persentase)
Sektor Ekonomi/Lapangan Usaha Tahun 2012
Triw II Triw III Triw I-III
(1) (2) (3) (4)
1. Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan 36,54 36,41 36,38
2. Pertambangan dan Penggalian 5,69 5,27 6,02
3. Industri Pengolahan 6,62 6,64 6,66
4. Listrik, Gas dan Air Bersih 0,67 0,66 0,66
5. Konstruksi 7,90 8,16 7,95
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 12,28 12,26 12,29
7. Pengangkutan dan Komunikasi 7,08 7,08 7,06
8. Keuangan, Real Estat dan Jasa Perusahaan
5,22 5,44 5,18
9. Jasa-jasa 18,00 18,09 17,80
PDRB 100,00 100,00 100,00
4. PDRB Menurut Penggunaan
Ditinjau dari sisi penggunaan, PDRB Sulawesi Tengah dipengaruhi oleh berbagai komponen penggunaan, yaitu konsumsi rumah tangga, konsumsi lembaga non profit, konsumsi pemerintah, pembentukan modal tetap bruto, perubahan inventori, dan ekspor dikurangi impor.
Pertumbuhan ekonomi yang dicapai pada Triwulan III/2012 (q to q) sebesar 1,57 persen, bersumber dari komponen konsumsi rumah tangga sebesar 1,22 persen, lembaga non profit 0,02 persen, konsumsi pemerintah sebesar 0,22 persen, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 0,86 persen, perubahan inventori 0,02 persen dan ekspor (-0,26) persen. Sementara komponen impor sebagai faktor pengurang, mempunyai andil sebesar 0,51persen.
Sedangkan pertumbuhan ekonomi selama Triwulan I-III/2011 (c to c)sebesar 9,25 persen, bersumber dari komponen konsumsi rumah tangga sebesar 3,13 persen, lembaga non profit (-0,01) persen, konsumsi pemerintah sebesar 2,23 persen, PMTB 4,59 persen, perubahan inventori 0,15 persen, ekspor sebesar 1,29 persen dan impor 2,13 persen.
Pada Triwulan III/2012, PDRB Sulawesi Tengah digunakan untuk memenuhi konsumsi rumah tangga sebesar 57,56 persen, sedangkan konsumsi lembaga non profit 1,56 persen, konsumsi pemerintah 18,48 persen, pembentukan modal tetap bruto 20,11 persen, perubahan inventori 1,46 persen dan ekspor 16,99 persen serta impor 16,16 persen.
Tabel 4.
Pertumbuhan Ekonomi Menurut Penggunaan (persen)
Komponen Penggunaan Triwulan III/2012 Terhadap Triwulan III/2011 (y on y) Triwulan III/ 2012 Terhadap Triwulan II/2012 (q to q) Sumber Pertumbuhan Triwulan III/2012 (q to q) Triwulan I-III/2012 Terhadap Triwulan I-III/2011 (c to c) Sumber Pertumbuhan Triwulan I-III/2012 (c to c) (1) (2) (3) (4) (5) (6)
1. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 4,74 2,26 1,22 5,59 3,13 2. Pengeluaran Lembaga Non Profit 1,00 1,43 0,02 -0,34 -0,01 3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 12,93 1,17 0,22 12,46 2,23 4. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 20,86 3,90 0,86 23,64 4,59 5. Perubahan Inventori 9,60 2,10 0,02 11,73 0,15 6. Ekspor Barang dan Jasa -0,19 -1,69 -0,26 8,07 1,29 7. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 15,90 3,98 0,51 17,81 2,13
Pengeluaran konsumsi rumah tangga secara riil (atas dasar harga konstan 2000) meningkat sekitar 2,26 persen pada Triwulan III/2012 (Rp 2.857 miliar), dibandingkan dengan Triwulan II/2012 (Rp 2.794 miliar). Jika dibandingkan triwulan III/2012 terhadap triwulan yang sama tahun sebelumnya (y on y) meningkat sebesar 4,74 persen. Sedangkan pengeluaran konsumsi rumah tangga atas dasar harga berlaku dari Rp 6.973 miliar pada Triwulan II/2012 menjadi Rp 7.136 miliar pada Triwulan III/ 2012.
Selama Triwulan I - III/2012 atas dasar harga konstan 2000 pengeluaran konsumsi rumah tangga mengalami pertumbuhan sebesar 5,59 persen dibanding periode Triwulan I -III/2011 (c to c).
Pengeluaran konsumsi lembaga non profit atas dasar harga konstan 2000 pada Triwulan III/2012 naik sebesar 1,43 persen dibanding triwulan sebelumnya (q to q), sedangkan apabila dilihat dari Triwulan I-III/2012 mengalami kontraksi sebesar minus 0,01 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (c to c).
Tabel 5.
Nilai PDRB Menurut Penggunaan
Komponen Penggunaan Atas Dasar Harga Berlaku (Miliar Rupiah) Atas Dasar Harga Konstan 2000 (Miliar Rupiah) Triw III/ 2011 Triw II/ 2012 Triw III/ 2012 Triw I -III/2012 Triw III/ 2011 Triw II/ 2012 Triw III/ 2012 Triw I -III/2012 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 1. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 6.781 6.973 7.136 21.562 2.727 2.794 2.857 8.385 2. Pengeluaran Lembaga Non Profit 179 192 197 591 67 66 67 199 3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 1.917 2.069 2.289 6.752 865 965 977 2.843 4. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 2.035 2.309 2.472 7.385 980 1.139 1.184 3.401 5. Perubahan Inventori 155 169 182 539 62 67 68 199 6. Ekspor Barang dan Jasa 1.942 2.253 2.160 6.613 787 799 786 2.445 7. Dikurangi Impor Barang
dan Jasa 1.637 1.906 1.938 5.936 591 658 685 1.998 PDRB 11.372 12.059 12.498 37.506 4.897 5.172 5.254 15.474
Pengeluaran konsumsi pemerintah pada Triwulan III/2012 sedikit mengalami peningkatan dibandingkan Triwulan II/2012 (q to q). Peningkatan konsumsi pemerintah atas dasar harga berlaku tersebut yaitu dari Rp 2.069 miliar pada Triwulan II/2012 menjadi Rp 2.289 miliar pada Triwulan III/2012. Sementara pada kurun waktu yang sama pengeluaran
konsumsi pemerintah atas dasar harga konstan 2000 meningkat sebesar 1,17 persen. Sedangkan pada periode Triwulan I-III/2012 pertumbuhan konsumsi pemerintah mencapai 12,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2011 (c to c).
Pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atas dasar harga berlaku mengalami peningkatan dari Rp 2.309 miliar pada Triwulan II/2011 menjadi Rp 2.472 miliar pada Triwulan III/2012. Demikian juga PMTB atas dasar harga konstan 2000 pada Triwulan III/2012 (Rp 1.184 miliar) meningkat sebesar 3,90 persen bila dibandingkan dengan triwulan II/2012 (Rp 1.139 miliar). Pada periode Triwulan I-III/2011 laju pertumbuhannya meningkat sebesar 20,86 persen dibanding periode yang sama tahun 2011. Peningkatan PMTB tersebut terutama terjadi karena meningkatnya realisasi belanja modal baik dari pemerintah maupun swasta.
Nilai ekspor atas dasar harga berlaku dari Rp 1.906 miliar pada Triwulan II/2012 menjadi Rp 1.938 miliar pada Triwulan III/2012.
Tabel 6.
Struktur Komponen PDRB Penggunaan Triwulanan Tahun 2012 (Persentase)
Komponen Penggunaan Tahun 2012
Triwulan II Triwulan III Triwulan I-III
(1) (2) (3) (4)
1. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 57,09 57,56 57,49
2. Pengeluaran Lembaga Non Profit 1,58 1,56 1,58
3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 18,32 18,48 18,00
4. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 19,78 20,11 19,69
5. Perubahan Inventori 1,45 1,46 1,44
5. Ekspor Barang dan Jasa 17,29 16,99 17,63
6. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 15,51 16,16 15,83
PDRB 100,00 100,00 100,00
Nilai ekspor pada Triwulan III/2012 berdasarkan harga konstan 2000 dibanding Triwulan II/2012 (q to q) mengalami kontraksi sebesar minus 1,69 persen sedangkan bila dibanding dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya (y on y) terjadi kontraksi sebesar minus 0,19 persen. Bila dibandingkan dengan triwulan I-III tahun sebelumnya (c to c) tumbuh sebesar 8,07 persen.
Grafik 1.
Struktur PDRB Menurut Penggunaan Triwulan III/2012 (persen)
Nilai impor atas dasar harga berlaku pada Triwulan III/2012 dibandingkan dengan Triwulan II/2012 mengalami peningkatan dari Rp 1.906 miliar menjadi Rp 1.938 miliar. Sementara itu nilai impor Sulawesi Tengah atas dasar harga konstan 2000 pada Triwulan III 2012 mengalami pertumbuhan sebesar 3,98 (q to q). Apabila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya (y on y) mengalami pertumbuhan sebesar 15,90 persen.
BPS PROVINSI SULAWESI TENGAH
Informasi lebih lanjut hubungi:Syaiful Rahman, SE, MT
Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Sulawesi Tengah
Telopon: (0451)-(483611-483612) E-mail: [email protected]