Lembaga Donor LENGKAP

536  Download (0)

Teks penuh

(1)

2010

Penyunting: Machfudh

MENGAKSES DANA HIBAH DAN PEMBIAYAAN

LAIN DARI LEMBAGA DONOR POTENSIAL DI

INDONESIA

(2)

MENGAKSES DANA HIBAH

DAN PEMBIAYAAN LAIN

DARI LEMBAGA DONOR POTENSIAL DI INDONESIA

(3)

MENGAKSES DANA HIBAH DAN PEMBIAYAAN

LAIN

DARI LEMBAGA DONOR POTENSIAL

DI INDONESIA

EDISI 2010

Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang

Copy Right @ 2010

Sanksi Pelanggar Pasal 44:

Undang-undang Nomor 7 Tahun 1987 Tentang Perubahan

atas Undang-undang Nomor 6 Tahun 1982

Tentang Hak Cipta

1. Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak

mengumumkan atau memperbanyak suatu ciptaan

atau member izin untuk itu, dipidana dengan pidana 7

(tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.

100.000.000,- (seratus juta rupiah).

2. Barangsiapa dengan sengaja menyerahkan,

memamerkan, mengedarkan atau menjual kepada

umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaan Hak

Cipta sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), dipidana

dengan pidana penjara paling lama (lima) tahun

(4)

KATA PENGANTAR

Pertanyaan utama yang dihadapi semua Organisasi non pemerintah (Ornop/LSM), para mahasiswa paska sarjana, para peneliti dan para penggiat kegiatan social di masyarakat ialah di mana dan bagaimana caranya mengumpulkan dana untuk program maupun proyek-proyek yang sedang maupun yang akan digarap? Bantuan berupa apa yang cocok, dan untuk aktivitas mana? Bagaimana caranya pembiayaan jangka panjang dapat dijamin melalui berbagai sumber pembiayaan? Begitu kita memutuskan untuk mencari dana dari pihak luar (eksternal) guna membiayai program atau proyek kita, pertanyaan yang timbul ialah: dimanakah permintaan bantuan tersebut harus diajukan: pemerintah negara donor yang bersangkutan, yayasan internasional, sponsor, perusahaan atau lembaga keuangan multilateral lainnya? Bagaimana mengakses sumber pendanaan dari para lembaga donor tersebut?

Nah, untuk membantu para penggiat kegiatan kemasyarakatan maupun penelitian, penyunting buku ini berinisiatif membantu memecahkan persoalah yang dihadapi oleh para Ornop/LSM, mahasiswa paska sarjana maupun para peneliti, khususnya dalam hal penyediaan informasi tentang lembaga-lembaga donor yang ada di Indonesia dan berpotensi untuk dijadikan sumber pembiayaan kegiatan yang kita punyai. Oleh karena itu, semoga saja buku ini dapat bermanfaat khususnya bagi para penggiat kegiatan kemasyarakatan, para mahasiswa paska sarjana, para aktivis Ornop/LSM.

Pada kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada istriku tersayang, anak-anak dan juga kawan-kawan yang telah banyak membantu dalam mensukseskan penulisan buku ini. Juga kepada para pembaca, atas masukan dan bantuannya menyebarkan informasi ini ke para kolega.

Tiada gading yang tak retak. Demikian juga dengan buku ini. Buku ini belum sempurna dan masih banyak hal-hal yang perlu diperbaiki. Idealnya, memang buku ini perlu dibuat se ‘perfect’ mungkin baru kemudian di ‘release’ ke khalayak. Akan tetapi, setelah mempertimbangkan dari segi manfaat, maka penulis memutuskan bahwa masalah ke-‘perfect’an dapat dinomor duakan. Yang utama adalah informasi ini dapat segera diakses oleh khalayak. Oleh karena

(5)

itu, penulis memohon ma’af atas segala kekurangan yang ditemui dalam buku ini. Kami terbuka untuk menerima kriitik dari para pembaca sekalian. Dan akhirnya, terima kasih banyak atas partisipasi dari semua pihak sehingga buku ini dapat terwujud dihadapan para pembaca.

Salam

Bogor; 9 Februari 2010. Penyunting

(6)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... 5

PENDAHULUAN ... 8

BANTUAN PENDANAAN Pengertian Bantuan Pendanaan ... 14 Sifat Dan Bentuk Bantuan Pendanaan ... 16

Sumber-sumber Bantuan Pendanaan ... 19 Cakupan Bantuan Pendanaan ... 20

DAFTAR LEMBAGA PENYEDIA DANA ... 23

PROFIL 96 LEMBAGA DANA DAN CARA MENGAKSESNYA ... 30

(7)

I. PENDAHULUAN

Semenjak saya bekerja di United Nations Development Program (UNDP) Jakarta, yaitu suatu lembaga pendanaan untuk pembangunan di Indonesia, banyak kolega atau kenalan saya yang bertanya atau meminta apakah dapat membantu untuk mendapatkan dana bagi proyek atau usulan kegiatan yang mereka punyai. Kebetulan sewaktu saya bekerja di UNDP tersebut, tugas utama saya adalah mengembangkan proposal beberapa proyek untuk mendapatkan dana dari “global”. Selain di UNDP ini, saya sebelumnya telah bekerja di lembaga internasional lain yang antara lain juga menangani pengembangan proposal untuk mendapatkan dana bagi suatu program lembaga tersebut ke lembaga donor di ‘global’.

Banyak macam pertanyaan yang ditanyakan. Ada yang bertanya tentang bagaimana cara mendapatkan dana dari UNDP atau dari lembaga donor lainnya. Ada juga pertanyaan bagaimana trik-trik yang jitu agar proposal yang dibuatnya dapat di danai oleh lembaga donor tertentu. Salah seorang kolega saya yang menjadi direktur sebuah BUMN malah pernah ada yang meng-“hire” saya untuk membuatkan sebuah proposal untuk diusulkan ke lembaga donor internasional kalau tidak salah waktu itu adalah International Timber Trade Organization – ITTO. Karena waktu itu saya lagi tidak ada ‘job’ ya saya terima (walaupun honornya honor ‘pertemanan’ saja) dan alhamdulillaah proposalnya disetujui untuk didanai. Kolega yang lain pernah juga ada yang membawa suatu draft proposal penelitian ke saya dan meminta saya untuk mereview apakah proposalnya tersebut layak didanai atau tidak bila dikirim ke suatu lembaga donor internasional. Saya baca proposal tersebut dan saya tanya akan dikirim kemana. Kolega saya menjawab :” Belum tahu. Apa ada saran kemana proposal ini harus saya kirim?”. Masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang diajukan ke saya yang intinya adalah bagaimana agar proyek yang mereka punyai itu ada yang mau membiayai.

“Dana” merupakan kata pendek yang tampaknya mempunyai peranan yang sangat penting dalam menentukan berhasil tidaknya suatu kegiatan atau ide yang kita

(8)

punyai. Kita punya kegiatan atau ide untuk berbisnis, tetapi tanpa adanya dukungan dana sebagai modal maka susah untuk menjalankan kegiatan atau ide berbisnis tersebut. Kita telah mengembangkan proposal untuk suatu kegiatan sosial, tetapi bila dana tidak ada di tangan, maka susah untuk menjalankan kegiatan sosial tersebut. Kita harus mencari dana kesana ke mari untuk mensukseskan kegiatan sosial yang kita punyai. Kita mempunyai proposal penelitian yang umumnya memerlukan dana sejumlah tertentu guna merealisasikan atau melaksanakan penelitian tersebut. Sering kita temui kendala utama tidak jalannya penelitian ini ya karena dananya tidak tersedia, dananya tidak mencukupi alias terbatas, dan berbagai kendala lain yang menghadang yang ujung-ujungnya juga menyangkut dana alias uang.

Berbicara tentang dana, orang pasti akan terpikir tentang siapa yang akan mendanai. Siapa yang mau memberi dana untuk menjalankan kegiatan kita? Apakah dana tersebut akan diberikan gratis alias tidak harus mengembalikan (biasa dikenal dengan istilah dana hibah -grant) atau apakah kita harus mengembalikan dana tersebut sesuai dengan kesepakatan bersama antara penerima dan pemberi dana (biasa dikenal dengan dana pinjaman-loan). Kemana harus mencari dana dan bagaimana caranya bila kita tidak punya cukup uang untuk mendanai kegiatan yang kita punyai?

Berbicara masalah dana, memang kadang-kadang cukup memusingkan. Kalau kita punya dana yang cukup, tidak menjadi masalah. Berbeda dengan kalau kita tidak punya dana untuk membiayai kegiatan yang kita punyai. Cukup membuat kepala kita pusing tujuh keliling. Apalagi kalau ditimpali dengan kendala lainnya yaitu misalnya kegiatan tersebut harus selesai pada tanggal tertentu. Kemana dana itu harus kita dapatkan?

Kalau kita jeli, sebenarnya sumber pendanaan atau lembaga donor di Indonesia ini cukup banyak, baik lembaga donor itu merupakan suatu lembaga asing ataupun suatu lembaga nasional. Baik lembaga sumber dana tersebut berstatus pemerintah, swasta, lembaga asing, lembaga nir-laba atau NGO (Lembaga Swadaya Masyarakat-LSM), atau bahkan perorangan. Hanya saja, banyak diantara kita yang tidak mengetahui namanya, alamatnya, jenis pembiayaan yang dapat diberikan, apalagi bagaimana cara memperoleh dana dari lembaga donor dimaksud.

(9)

Nah!!!!!, berkaitan dengan keberadaan lembaga donor yang ada di Indonesia dan bagaimana cara mengaksesnya, maka saya mencoba menulis buku ringkas ini. Dengan menuliskan buku ini, maksud dan tujuan saya melakukannya adalah ingin membantu para pembaca baik dari kalangan pencari dana yang bermaksud untuk mendapatkan informasi bagaimana mendapatkan dana guna mendukung kegiatan kemaslahatan ummat baik yang dilakukan oleh individu-individu maupun oleh lembaga, membantu para individu atau lembaga nir laba dalam mendapatkan referensi tentang berbagai program sosial yang menjadi prioritas dari lembaga-lembaga pendanaan, panduan bagi para pengambil kebijakan penanganan masalah kemasyarakatan baik yang berada di pusat, provinsi maupun kabupaten dan lokal, sehingga dapat dijadikan sebagai mitra kerja bila diperlukan. Penulisan ini juga dimaksudkan membantu para peneliti atau mahasiswa paska sarjana yang sedang menyelesaikan tugas akhirnya untuk mencari sumber pendanaan bagi kegiatan penelitiannya, membantu para aktivis kemasyarakatan untuk mendukung lancarnya program kemasyarakatannya, serta menjadi bahan masukan bagi para lembaga nirlaba untuk berkolaborasi menjalankan program yang serupa atau saling mendukung bila diperlukan.

Sesuai dengan maksud dari penulisan buku ini, maka dalam melaksanakan penyusunan buku ini, selain titik berat pada profil sumber-sumber pembiayaan untuk menyediakan informasi mengenai pihak-pihak yang dapat membantu pembiayaan suatu kegiatan yang sifatnya nir-laba, juga dikemukakan di pendahuluannya tentang hal-hal yang terkait dengan masalah pembiayaan yang ada di Indonesia. Dengan demikian, pembaca akan mengetahui secara luas tentang hal-hal yang terkait dengan masalah pembiayaan atua pendanaan, baik mengenai pengertiannya, macam-macamnya dan bagaimana lembaga donor mengucurkan dananya ke pemohon. Secara ringkas, pengorganisasian penyusunan buku ini dilakukan dengan urutan sebagai berikut:

Bab I tentang Pendahuluan, yaitu uraian tentang latar belakang penulisan buku ini, maksud dan tujuan serta bagaimana saya mengorganisir penulisan buku ini. Bab II tentang Dana dan Bantuan Teknis yang berisi uraian tentang apa itu dana hibah, dana pinjaman, bantuan teknis; bagaimana bentuk-bentuk dana itu; dan sumber dana-dana tersebut.

(10)

Bab III tentang List Lembaga Penyedia Dana yaitu daftar lembaga-lembaga donor yang berpotensi untuk dijadikan sebagai sumber pendanaan bagi kegiatan-kegiatan yang kita punyai.

Bab IV tentang Lembaga Donor yang ada di Indonesia yaitu suatu informasi penting dari lembaga donor yang ada di Indonesia khususnya yang terkait dengan kebijakan lembaga donor tersebut dalam mendistribusikan dana yang mereka punyai.

Penulisan buku ini cukup memakan waktu, khususnya dalam mengumpulkan informasi masing-masing lembaga donor tersebut. Tentu saja dalam mengumpulkan informasi ini saya harus mengeluarkan energi baik dari segi waktu, tenaga maupun dana. Untuk keperluan ini, saya tidak mencari dana dari luar, artinya pendanaan untuk kegiatan ini bersumber dari saya sendiri. Ini saya lakukan karena sewaktu ide penyusunan direktori ini muncul dalam pikiran saya, saya akan melaksanakannya secara sambilan, tidak mengalokasikan waktu secara khusus yang terus menerus. Saya melaksanakannya dengan cara mengambil waktu senggang saya, baik dalam mengumpulkan informasi maupun dalam penyusunannya. Mengapa harus cara ini yang saya tempuh? Alasannya adalah karena informasi tentang lembaga donor ini masih terserak dimana-mana, belum terorganisir dan juga setiap tahun sepengetahuan saya ada saja lembaga donor baru yang muncul dan juga ada yang menghilang alias sudah pergi dari bumi Indonesia.

Ada beberapa cara yang saya lakukan dalam mengumpulkan informasi lembaga donor ini, antara lain melalui penelurusan lewat internet, brosur-brosur yang dibagikan oleh lembaga donor, berbincang-bincang dengan staf dari suatu lembaga donor, informasi dari kolega, dan lain-lainnya. Dalam mengumpulkan informasi ini, ada template yang telah saya siapkan. Template ini perlu saya buat agar dalam menggali informasi saya tidak terjebak ke dalam hal-hal yang kurang penting, tetapi lebih mengfokuskan pada informasi yang memang sangat diperlukan oleh para pembaca yang sedang mencari dana bagi kegiatan yang dipunyainya. Template informasi yang saya buat mencakup paling tidak ada informasi tentang:

• Informasi ringkas tentang lembaga donor dimaksud. Informasi ini saya anggap penting agar kita tahu sedikit tentang latar belakang organisasi atau lembaga donor dimaksud seperti sejarah dibentuknya lembaga

(11)

tersebut, bidang apa yang menjadi fokus, kapan masuk di Indonesia, proyek-proyek apa saja yang sudah didanai, dan sebagainya.

• Alamat pos, telepon, fax, email, website, contact address. Informasi ini penting untuk diketahui agar kita bisa mengakses lembaga donor tersebut ataupun mengirimkan proposal permintaan bantuan dana untuk kegiatan kita.

• Bidang garapan / program yang dapat didanai. Informasi ini sangat penting kita ketahui karena tidak setiap kegiatan dapat didanai oleh lembaga donor dimaksud. Setiap lembaga donor biasanya hanya mendanai bidang-bidang atau program-program tertentu. Dengan mengetahui program yang akan didanai, maka kita dapat memilih lembaga donor mana yang seharusnya kita kirimi proposal.

• Persyaratan pendanaan dan tatacara proses pengajuannya. Kalau kita ingin mendapatkan pendanaan dari suatu lembaga donor, maka kita harus mengikuti persyaratan-persyaratan yang telah ditetapkan. Setiap lembaga donor mempunyai persyaratan yang berbeda-beda yang harus dipenuhi oleh para pengirim proposal. Kalau kita tidak mengikuti persyaratannya, jangan harap kita akan diberi dana. Jadi informasi ini sangat penting untuk diperhatikan dan diikuti.

Terakhir, perlu kami sampaikan kepada para pembaca bahwa :

• Sebagian besar sumber pembiayaan yang disajikan dalam buku ini adalah

lembaga yang dapat dengan mudah diakses informasinya lewat internet.

• Ada kemungkinan besar bahwa tidak menutup kemungkinan masih banyak

sumber pembiayaan lain yang belum teridentifikasi.

• Apabila alamat lembaga tidak berada di Indonesia, maka akses terhadap lembaga tersebut dapat dilakukan langsung ke kantor pusatnya yang berada di luar Indonesia. Apabila lembaga yang bersangkutan berada di Indonesia, maka sangat disarankan para pembaca untuk mengakses lembaga yang bersangkutan dengan alamatnya yang di Indonesia.

• Informasi tentang lembaga donor ini sangat dinamis, sering berubah.

Oleh karena itu, ada kemungkinan bahwa ada informasi yang mengalami perubahan sewaktu pembaca membandingkan antara apa yang tertulis di buku ini dengan kondisi saat pembaca menghubungi lembaga donor yang bersangkutan. Saran kami, selalu kontak lembaga donor melalui alamat masing-masing lembaga donor yang ada dibuku ini untuk peng-update informasi terbaru dari lembaga donor dimaksud. Dari kami sendiri, kami

(12)

berupaya untuk menyajikan informasi yang terkini sesuai dengan kemampuan kami dalam mengumpulkan informasi tersebut. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan bahwa buku ini selalu akan mengalami revisi dan penambahan informasi. Untuk itu, silahkan selalu kontak kami melalui alamat email address kami.

(13)

II. BANTUAN PENDANAAN A, PENGERTIAN

Berbicara tentang dana atau pembiayaan, secara umum pikiran kita akan terbawa tentang uang atau duit. Memang tidak disangkal bahwa dengan uang atau duit ini kita dapat melakukan apa saja. Hanya saja, kalau kita hanya berpikiran tentang duit dalam arti nyata, ini akan mengurangi ruang gerak kita untuk menjalankan kegiatan yang kita punyai yang memerlukan pembiayaan. Untuk itu, pembaca saya ajak untuk memperluas wawasannya tentang pengertian bantuan pendanaan atau bantuan pembiayaan sedikit melebar. Hal ini penting karena ada beberapa lembaga donor yang tidak mau memberikan bantuan pendanaan berupa uang cash, tetapi berupa barang misalnya atau berupa tenaga ahli, fasilitas menggunakan peralatan, tempat, dan sebagainya. Pokoknya bantuan tidak berupa uang cash. Oleh karena itu, pengertian bantuan pendanaan dalam buku ini mencakup semua jenis bantuan yang diberikan oleh suatu negara/lembaga donor baik berupa dana cash, bantuan peralatan yang kita perlukan, bantuan tenaga, atau bantuan-bantuan lain yang sifatnya adalah untuk mendukung berhasilnya pelaksanaan kegiatan yang kita punya.

Bentuk Pembiayaan

Seperti dijelaskan di atas bahwa bantuan pendanaan atau bantuan pembiayaan yang dimaksud dalam buku ini tidak terbatas dalam bentuk dana yang diberikan secara langsung berupa cash, namun termasuk juga segala bentuk dana yang diwujudkan dalam bentuk barang, kegiatan atau upaya untuk mendukung pengembangan mikrohidro, baik secara langsung ataupun tidak.

Di dalam dunia pendanaan, ada beberapa kelompok bentuk bantuan pendanaan yang perlu diketahui yaitu:

a. Bantuan Program (Program AID). Bantuan ini biasanya diberikan oleh suatu Negara atau lembaga pendanaan internasional ke suatu Negara

(14)

berkaitan dengan suatu program pembangunan tertentu. Bantuan ini berupa devisa yang diperlukan untuk menutup kekosongan neraca pembayaran, yaitu untuk mengimpor barang-barang yang diperlukan oleh rakyat. Contohnya adalah bantuan pangan

b. Bantuan Proyek (Project Aid). Bantuan ini diberikan dalam bentuk

fasilitas pembiayaan berupa, valuta asing atau valuta asing yang dirupiahkan, untuk membiayai berbagai kegiatan proyek pembangunan baik dalam rangka rehabilitasi, pengadaan barang/peralatan dan jasa, perluasan atau pengembangan proyek baru. Pemberian dana secara langsung ini, bisa dalam bentuk hibah (pemberian dana tanpa kewajiban untuk mengembalikan), pinjaman (pemberian dana dengan kewajiban untuk mengembalikan berdasarkan kesepakatan yang disetujui sebelumnya) atau investasi (pemberian dana dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan dalam jangka waktu tertentu, termasuk penyertaan modal). Bentuk pembiayaan ini umumnya diberikan oleh lembaga pemerintah, lembaga donor, organisasi nirlaba/non-pemerintah dan lembaga keuangan.

c. Bantuan Teknis (Technical Assistance). Bantuan ini diberikan kesuatu proyek tertentu dalam bentuk bantuan penyediaan tenaga ahli (expert), pendidikan dan latihan, barang dan peralatan dan atau kegiatan pendukung lainnya. Secara umum, bantuan teknis ini dapat dijelaskan sebagai berikut (imidap, 2009):

1) Penyediaan perlengkapan fisik, mencakup pemberian secara langsung alat dan bahan untuk menunjang terlaksananya kegiatan pemohon, serta berbagai teknologi yang mendukung. Bentuk pembiayaan ini contohnya bantuan kereta rel listrik yang ada di Jabotabek yang diberikan oleh Kedutaan Besar Jepang kepada pemerintah Indonesia (dalam hal ini Departemen Perhubungan).

2) Pendampingan. Bentuk pembiayaan ini banyak diberikan oleh lembaga donor dan organisasi nirlaba/non-pemerintah dalam hal pembentukan organisasi masyarakat, pembuatan atau perbaikan kebijakan, pengembangan jaringan pemasaran hasil industri rumah tangga, dan lainnya. Termasuk di dalam pendampingan adalah kegiatan fasilitasi, advokasi kebijakan, pembentukan jaringan, kerjasama atau asosiasi.

3) Peningkatan kapasitas (capacity building). Yang dimaksud dengan peningkatan kapasitas adalah peningkatan kemampuan dan sumberdaya individu, organisasi dan komunitas dalam mengatasi

(15)

perubahan pembangunan. Kegiatan yang termasuk di dalam kategori peningkatan kapasitas adalah pembentukan kesadaran (awareness), pelatihan keterampilan, transfer pengetahuan, pemberian motivasi, pembentukan komitmen dan peningkatan kepercayaan diri.

4) Pengkajian. Model pembiayaan ini terutama dilakukan oleh lembaga pemerintah, lembaga donor serta beberapa organisasi nirlaba/non-pemerintah. Bentuk bantuan pembiayaan dapat berupa studi atau pemberian advise/saran kepada pemohon.

Ide dasar dari bantuan teknis ini adalah dimungkinkannya alih teknologi, yaitu mengisi kekosongan dalam bidang-bidang keahlian tertentu dan sekaligus memindahkan keahlian para tenaga ahli internasional tersebut kepada tenaga kerja Indonesia.

B. SIFAT / BENTUK BANTUAN PENDANAAN DAN MEKANISME PENYALURANNYA

1. SIFAT/BENTUK BANTUAN PENDANAAN

Perlu dimengerti oleh para pembaca bahwa pada kenyataannya, dijaman sekarang ini, tidak ada sesuatu bantuan itu yang gratis. Yang ada adalah sifat saling kerjasama untuk saling menguntungkan. Pihak lembaga pendanaan atau lembaga donor pasti mempunyai suatu misi tertentu dimana lembaga tersebut pasti menginginkan misinya tercapai. Ada yang mempunyai misi mendapatkan keuntungan materi misalnya dananya bertambah dan ada juga yang mempunyai misi service misalnya tujuan program yang dipunyainya dapat tercapai. Oleh karena itu, setiap bantuan pendanaan, pihak pemberi bantuan pendanaan pasti mempunyai persyaratan hasil yang harus dipenuhi oleh pemohon sebagai imbalan dari bantuan pendanaan yang diberikan ke pemohon. Berdasarkan atas imbalan yang harus dikembalikan oleh pemohon kepada lembaga donor, maka dapat dikelompokkan sifat/bentuk bantuan pendanaan yang ada di Indonesia sebagai berikut:

a. Infaq/sedekah/zakat/hadiah

Infaq/sedekah/zakat/hadiah dapat merupakan salah satu bentuk bantuan pendanaan bagi seseorang/kelompok/organisasi tertentu.

(16)

Pemberi dana tidak akan meminta pengembalian apapun terhadap bantuan yang telah dikeluarkan, tidak juga laporan pemakaian atau hasil pemakaian dana tersebut. Bantuan dana ini sifatnya pemberian sukarela atau charity. Pemberi bantuan dana jenis ini biasanya adalah perorangan.

b. Hibah (grant).

Bentuk bantuan pendanaan ini adalah suatu bantuan yang tidak mensyaratkan kepada pemohon untuk mengembalikan bantuan yang diberikan apabila kegiatan telah selesai tetapi pemohon cukup menyampaikan laporan hasil kegiatannya. Jadi tidak ada pembayaran balik dari penerima ke pemberi bantuan dana. Hasil kegiatan ini biasanya akan dipakai oleh lembaga donor tersebut sebagai salah satu pencapaian kegiatan lembaga donor. Hibah pada umumnya tidak hanya berbentuk modal/dana cash, tetapi bisa juga tenaga ahli dan manajemen, maupun alih teknologi. Hibah ini dapat berasal dari satu Negara (bilateral) dan dapat juga dari suatu lembaga pendanaan regional atau internasional (multilateral) misalnya lembaga-lembaga dibawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP, FAO, WHO, dan lain-lain).

c. Pinjaman (loan).

Sesuai dengan namanya, yakni pinjaman, maka pemberi bantuan dana ini akan meminta kembali dana yang telah diberikan, artinya penerima dana berkewajiban mengembalikan dana yang dia peroleh. Pinjaman sifatnya merupakan bantuan dana dalam jangka waktu tertentu dan penerima bantuan harus membayar kembali pinjaman serta bunganya bila telah jatuh waktunya. Bunga pinjaman ada yang bersifat sangat kecil atau biasa disebut pinjaman lunak (soft loan) dan ada juga yang bersifat bunga komersial. Pinjaman bunga lunak biasanya diberikan oleh suatu lembaga pemerintah baik itu pemerintah Indonesia maupun pemerintah asing (bantuan luar negeri). Apabila bantuan pinjaman ini berasal dari luar negeri, maka sumber pendanaan tersebut dapat berasal dari satu Negara (pinjaman bilateral) atau dari suatu lembaga keuangan regional atau internasional (pinjaman multilateral) seperti Bank Dunia. Bank Pembangunan Asia, dan lain-lainnya. Selain pinjaman dari pemerintah atau

(17)

lembaga keuangan regional/internasional, lembaga keuangan swasta pun dapat memberikan pinjaman dengan syarat-syarat tertentu yang telah ditetapkan.

2. Mekanisme Penyaluran dana oleh Lembaga Donor

Begitu Anda mendapat persetujuan pembiayaan dari lembaga donor, maka jangan membayangkan bahwa uang akan segera diberikan ke Anda. Ada beberapa model para donor menyalurkan dananya ke penerima / pengaju proposal, antara lain:

a. Donor akan memberikan dana cash langsung ke pemohon. Model ini

seperti ini jarang terjadi, terkecuali donornya berasal dari individu. b. Donor akan mentransfer dananya ke rekening pemohon. Berkaitan

dengan rekening pemohon ini, ada dua macam yaitu rekening atas nama pemohon/Ornop/LSM atau rekening atas nama proyek. Kebijakan jenis rekening ini ditentukan oleh lembaga donor. Bagi pemohon yang berasal dari lembaga pemerintah, pembukaan rekening ini tidak serta merta dapat dilangkukan di bank. Pemerintah

mempunyai aturan tersendiri. Ada proses-proses yang harus diikuti agar rekening yang dipunyai tersebut tidak dikategorikan ‘rekening liar’.

c. Donor memberikan bantuannya dalam bentuk materi yang diperlukan oleh pemohon, bukan dalam bentuk uang cash. Pemohon memberikan daftar rencana pengeluaran anggarannya dan donor akan membayar langsung ke pihak penagih/pedagang/took/vendor. Pemohon tidak menerima sesenpun uang cash.

C. SUMBER BANTUAN PENDANAAN

Melihat asal atau sumbernya, bantuan pendanaan dapat diperoleh dari berbagai sumber. Sumber-sumber tersebut dapat berasal dari:

1. Perseorangan

Yang dimaksud dengan sumber dana dari perseorangan adalah bantuan pendanaan ini diperoleh dari seseorang yang secara individu menyediakan dana (baik dalam bentuk hibah atau pinjaman) untuk membiayai suatu kegiatan yang diajukan oleh pemohon. Sumber pendanaan dari kelompok ini

(18)

tidak dicakup dalam penulisan buku ini karena sumber pendanaan perorangan pada umumnya sangat tertutup untuk umum.

2. Lembaga non pemerintah/swasta/yayasan

Yang dimaksud dengan pembiayaan dari lembaga non pemerintah atau swasta adalah suatu pembiayaan yang berasal dari perusahaan swasta, BUMN dan organisasi nir laba seperti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau yayasan. Pembiayaan ini dapat mencakup pembiayaan sebagai bagian dari bisnis perusahaan atau dapat juga pembiayaan sebagai bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Yang dimaksud dengan Corporate Social Responsibility (CSR) adalah sebuah tanggung jawab sosial dari sebuah perusahaan terhadap lingkungannya, khususnya di tempat mereka melakukan kegiatan usahanya, yang sudah menjadi sebuah etika bisnis, sehingga sebuah perusahaan yang ingin melakukan kegiatan usahanya secara berkesinambungan harus mau dan mampu melakukan program-program CSR dengan sebaik baiknya

3. Lembaga pemerintah.

Yang dimaksud dengan lembaga pemerintah disini adalah lembaga pemerintah baik yang berada di pusat maupun di daerah (propinsi, kabupaten) serta berbagai program pembangunan yang dilakukan melalui pemerintah. Lembaga pemerintah ini mencakup lembaga pelaksana pemerintahan seperti Kementerian-kementerian, pemerintah propinsi, pemerintah kabupaten, universitas, ataupun badan-badan pemerintah.

4. Lembaga keuangan.

Definisi Lembaga Keuangan secara umum menurut Undang-undang No.14 / 1967 Pasal 1 ialah semua badan yang melalui kegiatan kegiatannya di bidang keuangan, menaruh uang dari dan menyalurkannya ke dalam masyarakat. Artinya kegiatan yang dilakukan oleh lembaga keuangan selalu berkaitan dengan bidang keuangan. Dalam praktiknya, lembaga keuangan dapat dibagi menjadi bank, seperti bank komersial dan bank syariah; dan non-bank,

(19)

seperti koperasi. Lembaga keuangan di sini mencakup lembaga keuangan swasta dan pemerintah.

5. Lembaga donor luar negeri.

Yang dimaksud dengan lembaga donor luar negeri adalah lembaga-lembaga internasional baik yang berkantor di Indonesia maupun di luar negeri. Lembaga-lembaga ini dapat lembaga pemerintah Negara lain ataupun lembaga non-pemerintah.

Bidang Cakupan Bantuan Pendanaan

Sudah tidak dapat dipungkiri bahwa suatu lembaga donor akan memberikan suatu bantuan apabila proposal yang diajukan itu sesuai dengan visi dan misi lembaga donor tersebut. Sepanjang pengetahuan saya, tidak ada lembaga donor yang memberikan bantuan pendanaan dengan mencakup segala aspek. Lembaga-lembaga donor ini telah mempunya cakupan program tertentu pada setiap tahunnya, misalnya infrastruktur, lingkungan hidup, ekonomi, pembangunan masyarakat tertinggal, politik, masalah gender, pendidikan, dan lain-lain. Untuk itu, pemohon perlu melihat keterkaitan proposal yang diajukan dengan cakupan program yang dipunyai oleh masing-masing lembaga donor. Ini penting untuk diperhatikan agar sumber-sumber pembiayaan yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal. Bidang cakupan dari masing-masing sumber pembiayaan ini sangat perlu diketahui oleh pemohon sebelum mengajukan permohonan pembiayaan agar pemohon dapat memilih sumber pembiayaan yang sesuai dengan arah program yang akan dikembangkan.

Selain itu, ada beberapa lembaga yang mengijinkan atau bahkan mensyaratkan adanya program pendamping, tetapi ada yang tidak mensyaratkan, atau bahkan berkeinginan bahwa program yang dibiayainya dalah program yang unik sehiingga tidak diperlukan adanya program pendamping (pembiayaan pendamping). Ini berarti bahwa ada kemungkinan bahwa suatu program dapat dibiayai oleh beberapa lembaga donor.

(20)

III. DAFTAR LEMBAGA PENYEDIA DANA (DONOR)

A. Bidang Pendanaan 1. Penelitian a. ACIAR b. AIGRP c. AvH d. CCA e. DML f. Fulbright/AMINEF g. Hibah Pekerti Dikti h. HKI

i. IFAD

j. Kedubes Jepang

k. Mac Arthur Foundation l. RUT-KRT

m. Sasakawa n. Sumitomo o. Toyota

(21)

2. Bantuan Kemanusiaan (akibat Bencana) a. ADRA b. DD c. DFID d. HKI e. IRM f. Mercy International g. YND

3. Inovasi social / pembangunan masyarakat / Pengentasan kemiskinan a. Ashoka b. BAZIS DKI c. CCF d. DD e. DFID f. DML g. IRM h. IFAD i. Kedubes Jepang j. Kedubes New Zealand k. Kehati

l. Mac Arthur Foundation m. Mercy International n. Oxfam

(22)

o. RAMP p. USAID q. WVI r. Yappika s. YBUL 4. Governance/Kelembagaan a. The Asia Foundation b. CUSO c. DD d. DFID e. FES f. FNS g. IRM

h. Kedubes New Zealand i. Mercy International j. Oxfam

k. PCI l. Sasakawa 5. Gender

a. The Asia Foundation b. CUSO

c. DFID d. FES

(23)

e. IRM

f. Kedubes Jepang g. Kedubes New Zealand h. Kehati

i. MMMF j. Oxfam k. Yappika

6. Hubungan Internasional / Pertukaran Budaya a. The Asia Foundation

b. JF Asia Center c. Sasakawa 7. Pendidikan/Beasiswa/Capacity Building a. AusAID b. BAZIS DKI c. CCA d. CCF e. DD f. DFID g. DML h. Fulbright / AMINEF i. IRM j. JF Asia Center k. Kedubes Jepang

(24)

l. Kedubes Jerman m. Kedubes New Zealand n. Mac Arthur Foundation o. Mercy International p. MMMF q. YND r. RAI s. RAMP t. Sampoerna u. UNICEF v. USAID w. Yappika 8. Pemerintahan a. AusAID b. CUSO c. DFID d. FES 9. Keamanan (Security) a. AusAID b. FES c. IRM d. PACT 10. Kesehatan

(25)

a. AusAID b. CCF c. CUSO d. CWS e. DFID f. HKI g. IRM h. Kedubes Jepang i. Kedubes Jerman j. Mercy International k. PACT l. PCI m. UNICEF n. USAID o. WHO 11. Lingkungan a. Birdlife b. CUSO c. CWS d. DFID e. DML f. GEF g. FNS

(26)

h. HSS

i. Kedubes Jepang j. Kedubes New Zealand k. Kehati

l. Khaula

m. Mac Arthur Foundation n. Oxfam

o. UNICEF p. USAID q. Yappika r. YBUL

12. Bisnis / Koperasi / swasta / usaha kecil-menengah a. CCA b. CCF c. CUSO d. DD e. DFID f. DML g. FNS h. GEF i. IRM j. KAS k. Kedubes Jepang

(27)

l. Yayasan Khaula m. Mercy International n. Oxfam o. USAID p. YBUL 13. Anak-anak a. CCF b. IRM c. PACT d. Terre des e. UNICEF f. WVI g. YBUL 14. Pertanian/Pangan a. CUSO b. CWS c. GEF d. IRM e. Khaula f. Oxfam 15. Resolusi Konflik a. CWS b. DFID

(28)

c. FES d. YND e. RAI 16. Media a. DFID b. DML c. FES d. Mac Arthur e. Sasakawa f. TIFA

17. Hukum / HAM / Politik a. FES

b. FNS c. HSF d. KAS

e. Kedubes New Zealand f. RAI g. TIFA 18. Penyandang cacat a. IBF b. Kedubes Jepang 19. Energi a. Khaula

(29)

b. YBUL c. IBEKA

d. DJLPE-ESDM

B. Kebolehan mengakses Pendanaan 1. Individu/perorangan a. ACIAR b. AIGRP c. AvH d. ADRA e. Ashoka f. BAZIS DKI g. DD

h. The Asia Foundation i. The JFAC j. Khaula Indonesia k. MMMF l. Sampoerna m. TIFA 2. Kelompok/Lembaga a. ACIAR b. AIGRP

(30)

c. AvH d. ADRA e. Ashoka

f. The Asia Foundation g. AusAID

h. BAZIS DKI i. GEF

j. The Japan Foundation Asia Center k. KAS

l. Kedubes Jepang m. Kedubes Jerman n. Kehati

o. Kedubes New Zealand p. Mac Arthur

q. YND r. UNICEF s. Yappika

(31)

IV. PROFIL 96 LEMBAGA DANA DAN CARA MENGAKSESNYA

Dalam bab ini, sebanyak 96 lembaga donor yang ada di Indonesia dijelaskan profilnya. Setiap lembaga donor dijelaskan secara detil tentang :

1. Riwayat serta penjelasan visi dan misi setiap lembaga donor.

2. Alamat setiap lembaga donor yang dapat diakses baik alamat pos (di Indonesia maupun di Luar Negeri), nomor telepon dan fax, alamat e-mail serta alamat URL atau websitenya.

3. Program yang dicakup atau yang didanai oleh lembaga donor termasuk cakupan wilayah kerjanya.

4. Cara mengakses dana ke lembaga donor dimaksud. Di sub bab ini dibahas bagaimana syarat-syarat yang diajukan oleh lembaga donor dimaksud, bagaimana cara mengajukan/menyampaikan proposal, dan lain sebagainya.

1.

Australian Community Development and

Civil Society Strengthening Scheme (ACCESS)

Tentang ACCESS Australian Community Development and Civil

Society Strengthening Scheme (ACCESS) adalah

sebuah proyek yang didanai oleh Australian Agency

for International Development (AusAID) dan

menggantikan Indonesia Australia Small Activities

Scheme (IASAS). Program tersebut telah menjadi

sebuah bagian terpadu dari bantuan bilateral resmi Australia kepada Indonesia sejak 1989.

(32)

dan menguatkan masyarakat sipil di dalam fokus sektoral dan geografis dari kerjasama pengembangan Australia dengan Indonesia. ACCESS bekerja secara khusus untuk menyediakan bantuan kepada para anggota masyarakat yang paling terpinggirkan, termasuk kaum perempuan dan kaum miskin. Untuk mencapai tujuannya, ACCESS bekerja melalui sebuah program dana hibah yang bertujuan untuk:

 Memperbaiki kapasitas keorganisasian dari mitra

LSM/OMS untuk membantu pengentasan kemiskinan di daerah mereka.

 Memperbaiki kapasitas masyarakat di dalam

perencanaan partisipatif dan manajemen kegiatan-kegiatan pengembangan berkelanjutan yang diinisiasi secara lokal.

Alamat / Contact Address Australian Community Development and Civil

Society Strengthening Scheme

PO BOX 3355 Denpasar, Bali 80033 Indonesia Telp.: 0361-288 428 Fax : 0361-287 509 Email: access-ind@indo.net.id

Website: http://www.access-indo.or.id Bidang Garapan / Program Pendekatan ACCESS menyadari bahwa

keberlanjutan manfaat yang didapat hanya akan terjadi bila pemberdayaan masyarakat diprioritaskan bersama dengan upaya pencapaian kebutuhan praktis masyarakat. Berikut adalah pendekatan ACCESS:

CLAPP

ACCESS terfokus pada bantuan sebuah program

untuk memperbaiki keahlian LSM/OMS di daerah sasaran dalam memfasilitasi Proses Penilaian dan Perencanaan yang Dipimpin Oleh Masyarakat

(33)

(CLAPP) dan sesudah itu perbaikan keahlian melalui pendampingan dan upaya-upaya pengembangan kapasitas dalam pelaksanaan program partisipatif, monitoring dan evaluasi.

ACCESS menyediakan sebuah dana hibah kecil

kepada mitra LSM/OMS dan masyarakat di desa terpilih di distrik sasaran untuk membantu masyarakat dalam memfasilitasi proses CLAPP.

Pengarus-utamaan Jender dan Kemiskinan (GPI) Pendekatan ACCESS terhadap jender dan kemiskinan memastikan bahwa kegiatan apapun yang didanai oleh ACCESS sejak awal akan memprioritaskan kebutuhan kaum perempuan dan kaum miskin. ACCESS juga memastikan bahwa kegiatan secara jelas didukung oleh para pemimpin desa dan sebuah perwakilan dari masyarakat yang menandatangani persetujuan dana hibah proyek apapun.

Pendekatan GPI dalam proses perencanaan dan penilaian program pengembangan kapasitas adalah sebuah kriteria pengajuan yang penting dalam mengakses dana hibah pengembangan kapasitas dan pengembangan masyarakat. Usulan untuk dana hibah ini harus secara jelas menunjukkan peran perempuan dan kaum miskin di dalam partisipasi dan pembuatan keputusan dan harus secara jelas mengidentifikasi bagaimana kelompok-kelompok ini akan mendapat keuntungan dari proyek.

Keberlanjutan

ACCESS sangat terfokus pada keberlanjutan

(34)

masyarakat dan pengembangan kapasitas. Sebuah kegiatan yang berkelanjutan adalah yang terus-menerus berfungsi baik setelah bantuan ACCESS selesai, dalam arti dikelola dan digunakan secara efektif oleh masyarakat, pada khususnya kaum miskin. Monitoring dan evaluasi dari keberlanjutan tersebut dibantu oleh Alat Snapshot Pengembangan Masyarakat.

ACCESS dilaksanakan diseluruh Indonesia. Bagaimanapun, pendanaan difokuskan di propinsi sasaran seperti yang disetujui oleh Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia, diantaranya

Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Di

empat propinsi sasaran tersebut terdapat delapan kabupaten sasaran. Kabupaten sasaran ini menentukan wilayah sasaran ACCESS, yaitu

Kabupaten ButonKabupaten Muna Kabupaten Jeneponto Kabupaten BantaengKabupaten Lombok BaratKabupaten Lombok TengahKabupaten Sumba BaratKabupaten Sumba Timur

Akses Pendanaan Terdapat tiga jenis dana hibah dalam program ACCESS dengan jumlah total anggaran dana hibah

diperkirakan sebanyak AUD 8,173,535 selama masa lima tahun.

1. Dana Hibah Bantuan Masyarakat

Dana Hibah Pengembangan Masyarakat di Wilayah Sasaran

(35)

membantu kegiatan masyarakat di wilayah sasaran

ACCESS. Mereka harus menyumbang terhadap

tujuan ACCESS tentang pengentasan kemiskinan dan bantuan bentuk pemberdayaan masyarakat. Usulan bagi bantuan di bawah kategori ini harus menunjukkan penggunaan proses pembuatan keputusan yang partisipatif dan/atau keadilan di dalam pembuatan keputusan. Kegiatan di bawah ini akan termasuk bantuan untuk:

1. Proses Penilaian dan Perencanaan yang Dipimpin Oleh Masyarakat (CLAPP)

2. Pelaksanaan rencana pengembangan masyarakat berdasar pada CLAPP

3. Lokakarya Civil Society Index (untuk membuat

Rencana Tindakan Masyarakat Sipil Kabupaten Setempat)

4. Pelaksanaan Rencana Tindakan Masyarakat Sipil Kabupaten

5. Dana hibah kreatif/inovatif

Dana Hibah Pengembangan Masyarakat di Luar Wilayah Sasaran

Jumlah dana yang terbatas tersedia bagi kegiatan diluar kabupaten sasaran. Kegiatannya harus menyumbang terhadap tujuan ACCESS tentang pengentasan kemiskinan dan/atau pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan keadilan. Walaupun kegiatannya hanya akan berjangka pendek (kurang dari 6 bulan), mereka harus menunjukkan secara jelas dampak jangka panjangnya.

Dana hibah di bawah kategori ini harus didasarkan pada ide atau pendekatan yang kreatif atau inovatif, dan untuk mencobakan inisiatif baru yang berpotensi bagi adopsi dan penerapan yang lebih luas lagi. Jenis kegiatan yang dapat didukung termasuk kegiatan percobaan (sebagai contoh tekhnologi yang cocok),

(36)

seminar, karya wisata, pengembangan media atau kegiatan yang meningkatkan penyertaan jender dan meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya kaum miskin.

2. Dana Hibah Pengembangan Kapasitas

Dana hibah di bawah kategori ini adalah untuk mendukung pengembangan kapasitas bagi LSM/OMS yang terpilih di dalam kabupaten sasaran. Dukungan dapat disediakan bagi berbagai kegiatan pengembangan kapasitas, sebagai contoh pelatihan tradisional di dalam kelas, pelatihan praktis/berdasar di lapangan, study tour, produksi bahan-bahan, seminar, pertukaran, pelatihan dan pendampingan. Jenis dana hibah yang dapat didanai dibawah kategori ini termasuk diantaranya:

1. Pengembangan kapasitas umum (untuk memecahkan kebutuhan pengembangan kapasitas pada umumnya)

2. Dana hibah untuk mendukung peningkatan penilaian diri sendiri dan keahlian perencanaan keorganisasian

3. Pengembangan kapasitas perorangan (untuk kebutuhan khusus kelembagaan)

4. Penguatan bagi Penyediaan Layanan Propinsi (meningkatkan kualitas fasilitator lokal yang tersedia)

3. Dana Hibah Bantuan Khusus

Dana hibah di bawah kategori ini tersedia untuk mendukung kegiatan-kegiatan yang tidak dicakup di dalam kategori dana hibah lainnya dan didalam menanggapi kegiatan-kegiatan khusus dan hanya merupakan permintaan khusus dari AusAID. Dana

(37)

hibah ini mungkin untuk tanggapan yang cepat terhadap kasus darurat atau pemulihan dikarenakan bencana alam atau lainnya atau kekacauan sipil atau untuk perdamaian, seperti halnya Bali Rehabilitation Fund. Seluruh dana yang dikeluarkan di bawah kategori ini akan memerlukan permintaan dan persetujuan dari AusAID.

Kriteria Persyaratan

Proyek ini bertujuan untuk menyediakan bantuan kepada organisasi terpilih yang berdedikasi kepada tujuan proyek yang berupa pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat dengan pengarusutamaan jender dan kemiskinan, dan dapat menyertakan LSM/OMS serta KSM setempat (seperti halnya perkumpulan petani dan kelompok-kelompok perempuan). Untuk menerima bantuan dari proyek, organisasi bersangkutan harus, paling tidak:  Keberadaannya benar-benar ada di Indonesia

(secara resmi diakui oleh badan pemerintah) berikut bentuk komunikasi yang dapat dipercaya  Mau dan mampu menunjukkan laporan keuangan

tahunan atau pernyataan keuangan tahun lalu atau dibantu oleh sebuah organisasi dengan kemampuan tersebut

 Mau dan mampu untuk membuat sebuah rekening bank terpisah atau program akunting untuk menangani dana Proyek

Kriteria Pemilihan

Secara umum, sebuah usulan hanya akan dipertimbangkan untuk dibantu apabila usulan tersebut secara jelas dapat menunjukkan:

 Secara jelas sesuai dengan tujuan ACCESS tentang peningkatan kualitas hidup, khususnya bagi kelompok-kelompok yang paling terpinggirkan

 Pendekatannya adalah penyertaan jender dan kemiskinan, dan menyertakan sebuah analisa sosial

(38)

dan jender yang solid

 Usulan berorientasi pada upaya keberlanjutan dan upaya menolong diri sendiri, dengan menunjukkan komitmen di bagian pihak penerima manfaat dan/atau otoritas setempat (sebagai contoh, pemerintah setempat) untuk menerapkan dan melanjutkan kegiatan. Usulan yang menyertakan kegiatan-kegiatan dimana penerima dana hibah telah membuat/ sedang membuat sebuah kontribusi penting dalam hal tenaga kerja, bahan-bahan bangunan atau uang tunai akan sangat dipertimbangkan

 Organisasi bersangkutan memiliki pengalaman yang relevan dan catatan prestasi yang memuaskan, dan/atau menunjukkan dukungan masyarakat, serta memiliki sebuah struktur organisasi untuk mendukung kegiatan yang diusulkan

 Organisasi bersangkutan (berikut stafnya) dapat menunjukkan bahwa saat ini tidak bertanggung jawab pada, atau sedang dalam pekerjaan yang digaji untuk, organisasi lainnya (sebagai contoh, Pemerintah atau lembaga donor lain) untuk kegiatan yang sama atau mirip. Usulan tersebut menggunakan pendekatan yang inovatif untuk mendorong pemberdayaan dan keadilan masyarakat yang memiliki potensi penerapan yang lebih luas di lingkungan masyarakat lainnya

 Usulan tersebut sesuai dengan prioritas pengembangan dari Pemerintah Indonesia dan Australia, dan tidak membutuhkan banyak biaya  Organisasi bersangkuatan mau untuk bekerja

secara kemitraan dengan ACCESS didalam menyempurnakan rencana, kegiatan dan pendekatan monitoring dan evaluasi

 Bila perlu, organisasi telah melakukan penilaian

terhadap kegiatan yang diusulkan dalam hal dampak lingkungannya, mengidentifikasi berbagai

(39)

dampak yang memungkinkan dari kegiatan baik positif maupun negatif terhadap lingkungan, dan menjelaskan rencana untuk memonitor dan mengatasi dampak negatif yang mungkin terjadi. Proses Pengajuan Usulan

LSM/OMS atau kelompok masyarakat yang tertarik didalam pengajuan sebuah usulan direkomendasikan untuk mendiskusikan konsep usulan mereka dengan seorang Project Officer mengenai proses pengajuan usulan tersebut. LSM/OMS atau kelompok masyarakat akan diberi arahan dari Project Officer

ACCESS mengenai persyaratan usulan.

Penilaian dan Persetujuan

Proses penilaian telah dikembangkan sehingga bersifat terbuka, adil dan transparan, berdasarkan pada kejelasan panduan penilaian yang secara umum tersedia (lihat website dengan alamat di atas).

Bagi dana hibah masyarakat yang lebih besar, penilaian awal lapangan akan merupakan proses pemberdayaan dan pembelajaran itu sendiri. Bila dianggap sesuai (sebagai contoh, dana hibah masyarakat besar), tim penilai akan mengunjungi tiap masyarakat dan menyediakan kesempatan kepada masyarakat untuk menunjukkan usulan dan bagi tim penilai untuk mengajukan pertanyaan dan mengadakan diskusi bersama calon penerima manfaat selama mengunjungi/memantau desa. Seorang ahli tehnik (setempat) yang independen akan dilibatkan untuk menyediakan saran dalam tiap penilaian. Demi kepentingan transparansi, staf proyek yang melakukan penilaian tidak akan sama dengan anggota staf yang terlibat di dalam proses persiapan usulan.

(40)

LSM/masyarakat membuat perubahan terhadap usulan, bila perlu, dan memperhatikan rekomendasi dari tim penilaian sebelum PGA dipersiapkan. Untuk dana hibah masyarakat yang lebih besar, PGA disosialisasikan bersama masyarakat dan LSM, untuk memastikan bahwa semua memiliki pemahaman yang jelas mengenai peran dan tanggung jawab tiap kelompok, persyaratan pelaporan, dan proses untuk menghadapi dugaan penyimpangan keuangan.

Di akhir tiap tahap di dalam proses penilaian usulan, lembaga yang mengusulkan akan diberi tanggapan balik dan kesempatan untuk meningkatkan kapasitas mereka di dalam memfasilitasi rancangan dan manajemen proyek. Sebuah contoh dari format dan isu-isu yang akan disertakan di dalam proses penilaian proyek termasuk di dalam daftar format standar.

Usulan dapat diajukan kepada ACCESS kapanpun. Hasil dari penilaian akan diberitahukan kepada organisasi pengusul dalam waktu tiga minggu sejak keputusan dibuat atas usulan tersebut. Apabila usulan tersebut tidak berhasil, sebuah penjelasan akan diberikan kepada organisasi pengusul, bersama dengan rincian mengenai bagaimana cara untuk memperbaiki usulan, atau lembaga donor alternatif lainnya yang mungkin mampu menyediakan bantuan. Guna menghemat waktu dan menghindari kekecewaan, sangat direkomendasikan bahwa organisasi mendiskusikan rincian dan pendekatan dari usulan dengan staf proyek sebelum

pengajuan usulan mereka.

Persetujuan Dana Hibah Proyek (PGA)

Apabila sebuah usulan yang dinilai berhasil, staf ACCESS menyiapkan sebuah Persetujuan Dana

(41)

Hibah Proyek (PGA). Bentuk PGA agak berbeda di antara jenis-jenis dana hibah umumnya. Persetujuan tersebut merinci tentang peran dan tanggung jawab masing-masing pihak, serta persyaratan pelaporan keuangan dan perkembangan, profil pembayaran keuangan dan proses yang harus diikuti berkaitan dengan ketidakberesan keuangan atau dugaan penyimpangan keuangan.

Seperti disampaikan di atas, bagi dana hibah bantuan masyarakat yang lebih besar, penandatanganan kontrak akan dilaksanakan di saat “Sosialisasi PGA” berbasis desa. Setelah sosialisasi, PGA harus ditandatangani dan disetujui oleh ketua badan pengurus organisasi penerima dana hibah, wakil masyarakat, dan wakil terpilih dari pihak penerima manfaat (sebagai contoh, untuk keseluruhan kegiatan desa, oleh ketua Badan Perwakilan Desa – BPD).

Berbagai perubahan pada PGA, sepanjang perubahan itu secara jelas sesuai dengan pendekatan dan tujuan usulan aslinya, dapat dilakukan secara langsung oleh Australian Team Leader.

(42)
(43)

2. The Australian Centre for International Agricultural

Research (ACIAR)

Tentang ACIAR ACIAR merupakan salah satu lembaga pemerintah

Australia yang menjalankan Program Bantuan Pemerintah Australia yang dikelola oleh Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan . ACIAR membantu memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan penelitian di bidang pertanian di negara-negara berkembang.

Saat ini, negara-negara yang menjadi partner adalah Papua Nugini dan Negara-negara di kepulauan Pasifik, Asia Tenggara (termasuk Indonesia), Asia Utara, Asia Selatan dan Afrika bagian selatan.

Alamat / Contact Address ACIAR – Indonesia

c/o Australian Embassy Jl. Rasuna Said Kav 15-16 Kuningan, Jakarta 12940. Telepon: (021) 2550 5565, 2550 5578, 2550 5577 Website: http://www.aciar.gov.au Bidang Garapan / Program Kegiatan penelitian di bidang pengentasan

kemiskinan di wilayah Indonesia bagian timur khususnya yang berkaitan dengan sector pertanian meliputi ekonomi pertanian, peternakan, perikanan, perlindungan tanaman, kehutanan, pengelolaan lahan dan air serta tehnologi paska panen. Topik masing-masing bidang dapat dilihat di Tabel 1.

Akses Pendanaan Peneliti yang akan mengajukan proposal pendanaan

diwajibkan melakukan kontak terlebih dahulu dengan manager penelitian masing-masing bidang tersebut. Informasi manager penelitian setiap

(44)

bidang dapat dilihat di table 1 atau ditanyakan ke secretariat. Form-form pengajuan proposal serta detail persyaratan dapat didownload di

http://www.aciar.gov.au

Tabel 1. Daftar Bidang-bidang penelitian yang dicakup oleh ACIAR untuk Indonesia (untuk up date, dipersilahkan menghubungi secretariat ACIAR)

Bidang Topik Penelitian

Ekonomi Pertanian (Agriculture

economics) • Impact of 44ptimize44ization on natural resource management and development of better management policies

• Impact of trade agreements on food security and incomes of small producers

• Empowerment of small producers in agribusiness for better access to production factors and market returns

• Structural adjustment options for agribusiness to 44ptimize economic and social benefits)

Peternakan (Animal science) •Development of sustainable crop-livestock systems

Enhancement of Bali cattle productivity through improved management and genetic improvement

•Management of livestock diseases to improve production and establish market access and trade relationships

• Disease risk assessment and risk management to enhance safety of foods of animal origin

Perlindungan tanaman (Crop

protection) • Integrated Pest Management, especially in soybean, potato, crucifers and other vegetables

• Rodent pest control, including strategies for management in upland crops as well as paddy rice

• Host plant surveys and pre-harvest control of fruit flies

• Diagnosis and control of phytophthora on citrus rootstocks, potato and pepper.

• Management of major pests and diseases of bananas, including Fusarium wilt, blood disease and banana skipper

Information systems for quarantine, including pest and disease compendia

Perikanan (Fisheries) • Sustainable aquatic farming systems in inland, coastal and marine waters (genetic improvement, disease management, feeds and nutrition) for small and medium enterprises

Stock assessment and management of shared and common-interest fisheries, including policy level research, IUU fishing issues, and environmentally friendly fishing techniques

•Management of inland open water fisheries including aquaculture

•Improved processing, packaging and transport technologies which extend product life and increase market value

Kehutanan (Forestry) •Development and domestication of Eastern Indonesian species for income generation from non-timber forest products

(45)

•Species selection and breeding to support plantation development, with emphasis on indigenous species, land rehabilitation and environmental services in Eastern Indonesia

•Development of tree farming (out-grower scheme) models with improved smallholder and plantation company cooperation

•Improved utilisation and value addition of timber from fast growing plantation species

Pengelolaan sumberdaya lahan dan air (Land and Water

Resource Management)

• Improved irrigation efficiency and soil disease management in vegetable cropping systems

Establishment of prescriptive regional fertilizer recommendations, including for micronutrients

• Application of seasonal climate forecasting for improved crop management

• Efficient water management in Eastern Islands irrigation systems

Paska panen (post harvesting) •Postharvest disinfestation for quarantine

•Postharvest control of mycotoxins in maize, copra and medicinal plants

•Value addition to agricultural products and utilization of by-products, including for animal feed

(46)

3. Asian Development Bank (ADB)

Tentang ADB Asian Development Bank (ADB) atau Bank

Pembangunan Asia adalah lembaga keuangan multilateral yang didirikan pada tahun 1966 dan dimiliki oleh 67 negara anggota, 48 dari kawasan Asia Pasifik dan 19 lainnya dari kawasan lain di dunia. Indonesia adalah salah satu negara anggota yang ikut mendirikan ADB pada tahun 1996. Saham yang dimiliki oleh Indonesia sebesar 5,43% dengan jumlah suara 4.65%. Jika dilihat dari jumlah pinjaman yang disetujui hingga akhir 2007, Indonesia merupakan klien ADB terbesar dan merupakan penerima bantuan teknis kedua terbesar. ADB bertekad untuk mengurangi kemiskinan di seluruh kawasan Asia dan Pasifik dengan suatu visi mengenai negara-negara yang makmur, modern, dan terintegrasi satu dengan yang lain dan juga dengan dunia. Misi ADB adalah membantu negara berkembang yang menjadi anggotanya untuk

(47)

mengurangi kemiskinan secara substansial dan meningkatkan kualitas hidup warganya.

Kantor pusat ADB berada di Manila, Filipina. Di Indonesia, badan pemerintah yang menangani urusan ADB adalah Departemen Keuangan. Kantor Perwakilan ADB di Indonesia didirikan tahun 1987 dengan fungsi sebagai penghubung antara ADB dengan para pemangku kepentingan dari pihak pemerintah, sektor swasta dan masyarakat sipil. Kantor perwakilan tersebut turut serta dalam dialog kebijakan dan juga bertindak sebagai pusat pengetahuan tentang isu-isu pembangunan di Indonesia.

Alamat / Contact Address ADB-Indonesia Resident Mission

Gedung BRI II, 7th Floor Jl. Jend. Sudirman Kav. 44-46 Jakarta 10210, Indonesia atau P.O. Box 99 JKPSA Jakarta Pusat, Indonesia Telp. : 021-251 2721 Fax : 021-251 2749 Email : adbirm@adb.org Website :http:// www.adb.org/irm Bidang Garapan / Program Mitra utama ADB adalah pemerintah, sektor swasta,

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), lembaga pembangunan, organisasi berbasis masyarakat dan yayasan. ADB menyediakan bantuan teknis, pinjaman dan hibah, serta menanamkan modal di sektor swasta untuk membantu memobilisasi dana dari sumber-sumber lain dengan cara mengurangi risiko. Dalam melakukan kegiatannya, ADB mengikuti tiga

agenda strategis yang saling melengkapi, yaitu:

(48)

Pembangunan yang melibatkan semua pihak atau inklusif. Agenda ini memiliki dua fokus strategis yang saling menguatkan, yaitu pertumbuhan ekonomi yang kuat menciptakan dan memperluas kesempatan, dan akses yang lebih luas untuk mendapatkan kesempatan ini menjamin bahwa semua lapisan masyarakat memperoleh manfaat dari pertumbuhan. ADB menanamkan modal dalam bidang infrastruktur sebagai landasan bagi pertumbuhan perdagangan dan ekonomi sehingga masyarakat miskin dapat memperoleh akses terhadap layanan pokok. ADB juga menggalakan pelatihan pengembangan keterampilan dan pendidikan. ADB juga menyediakan layanan umum yang mendasar, seperti air dan sanitasi, yang terutama bermanfaat bagi orang miskin dan perempuan. Pertumbuhan inklusif seperti ini diharapkan dapat mengurangi ketimpangan yang ekstrim dan memberikan sumbangan bagi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Pertumbuhan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Orang miskin dapat menjadi pihak yang paling menderita dari pendekatan yang hanya mementingkan pertumbuhan dan mengabaikan dampak lingkungan hidup. ADB mendukung transisi kawasan ini untuk mencapai pertumbuhan ekonomi dengan menggunakan karbon yang rendah dan ramah lingkungan. Hal ini dilakukan dengan memberikan bantuan kepada proyek dan program lingkungan hidup, termasuk prakarsa untuk mengurangi emisi karbon dioksida dan mebnatu negara-negara untuk mengatasi perubahan iklim.

(49)

Mendukung kerjasama dan integrasi regional. ADB mengembangkan infrastruktur lintas negara untuk meningkatkan perdagangan dan hubungan fisik antar bangsa. ADB juga membantu para pemerintah menangani ancaman bersama terhadap lingkungan hidup, kesehatan dan bencana alam. ADB mendukung sejumlah usaha kerjasama regional. Di kawasan Pasifik, ADB mendukung prakarsa regional untuk meningkatkan keamanan penerbangan, menyediakan bantuan teknis keuangan, dan mencegah penyebaran penyakit HIV/AIDS. Dialog kebijakan secara regional dan aksi kolektif untuk menanamkan sistem keuangan yang baik dan manajemen makro ekonomi secara bijaksana juga merupakan prioritas dalam agenda ADB.

Program dan strategi ADB untuk Indonesia 2006-2009 berfokus pada percepatan pertumbuhan, penciptaan lapangan kerja, dan pengurangan kemiskinan melalui peningkatan kuantitas dan kualitas infrastruktur fisik dan sosial, dan melalui penggunaan sumber daya publik, eksternal dan bidang swasta secara efektif. Reformasi kebijakan, kelembagaan dan peraturan akan menjadi hal yang vital untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan dan meningkatkan rasa percaya diri masyarakat serta investor. Pemberian pinjaman dan dukungan teknis melalui strategi tersebut harus memenuhi semua kebutuhan pembiayaan dan investasi yang ditetapkan pemerintah. ADB akan berfokus pada penguatan kemitraan publik-swasta dan akan menyesuaikan dukungannya

(50)

dengan program dan proyek pemerintah untuk mengurangi biaya dalam perancangan dan pemberian bantuan.

Akses Pendanaan Instrumen ADB untuk membantu negara-negara

anggotanya adalah dialog kebijakan, pinjaman, penyertaan modal, jaminan, hibah dan bantuan teknis. Bantuan teknis merupakan layanan vital yang digunakan untuk membantu negara-negara dalam mengidentifikasi dan merancang proyek, meningkatkan kelembagaan, memformulasikan strategi pembangunan, atau mendorong kerjasama regional. Bantuan teknis dapat dibiayai dalam bentuk hibah, atau pinjaman namun jarang, melalui anggaran pusat ADB atau sejumlah dana khusus yang disediakan oleh anggota lembaga donor ADB.

Dalam empat tahun terakhir, jumlah pinjaman ADB rata-rata adalah $7 miliar per tahun, dengan bantuan teknis rata-rata $218 juta dan dana hibah proyek $616 juta. ADB juga mengatur sejumlah trust fund dan menyalurkan pembiayaan hibah yang disediakan oleh lembaga donor bilateral. Walaupun sebagian besar pemberian bantuan dilakukan untuk sektor publik dan pemerintah, namun ADB juga menyediakan bantuan langsung bagi pengusaha swasta di negara berkembang melalui penyertaan investasi, jaminan dan pinjaman.

Pihak yang berminat dapat menghubungi langsung alamat di atas untuk melihat kemungkinannya dan persyaratan yang lebih detil.

(51)
(52)

4. Adventist Development and Relief Agency (ADRA)

Tentang ADRA ADRA adalah suatu lembaga nir laba internasional

yang bergerak dibidang pembangunan dan pemulihan musibah dengan memfokuskan pada proyek-proyek pembangunan jangka panjang dan berkelanjutan. Lembaga ini mempunyai jaringan yang luas dan telah mempunyai kantor-kantor perwakilannya di lebih dari 120 negara di dunia, termasuk Indonesia. ADRA membantu kepada siapa saja yang memerlukan bantuan tanpa memandang suku, politik maupun agama.

Di Indonesia, ADRA memperoleh dukungan dari lembaga-lembaga pemerintah, perorangan, gereja-gereja, organisasi lain-lainnya. ADRA Indonesia merupakan bagian dari jaringan operasi kemanusiaan yang dimiliki oleh Gereja Advent Hari Ketujuh. ADRA telah dikenal oleh berbagai lembaga donor dan telah diakui sebagai anggota ECOSOC (Konsil ekonomi dan sosial) di Perserikatan Bangsa-bangsa.

Alamat / Contact Address Gedung Pertemuan Advent

Jalan M. T. Haryono, Blok A, Kav 4-5 Jakarta 12810 Telp: 021-8370 3185 Fax: 021 – 8370 7341 Email: webmaster@adraindonesia.org Webpage: http://www.adraindonesia.com/contact.html Bidang Garapan /

Program ADRA Indonesia mempunyai misi sebagai suatu

lembaga Kristen yang bergerak di bidang kemanusian dan pemulihan bencana dengan menciptakan berbagai peluang, pemberdayaan manusia dan berbagi harapan. Program-program Program ADRA Indonesia dirancang sedemikian rupa dengan cakupan perbagai proyek untuk kepentingan masyarakat Indonesia yang

(53)

memerlukan. Program-program ADRA dimaksud untuk mendukung sasaran-saran sebagai berbagai berikut: meningkatkan hubungan kemitraan, memfasilitasi masyarakat, mengurangi konflik dan kemiskinan, meningkatkan kualitas hidup dan berbuat sebaik mungkin yang dapat dikerjakan oleh ADRA.

Saat ini ADRA bekerja di wilayah Sumatera, Jawa dan Nusa Tenggara Timur, dan akan meluaskan wilayah kerjanya ke Sulawesi dan Irian Jaya. Program ADRA Indonesia dirancang sedemikian rupa dengan cakupan perbagai proyek untuk kepentingan masyarakat Indonesia yang memerlukan. Program-program tersebut mencakup pendidikan dasar, kesehatan primer, pengembangan ekonomi, siaga dan respon terhadap bencana.

Pendidikan Dasar

Pendidikan memberikan masyarakat kekuatan untuk keluar dari lingkaran kemiskinan. ADRA menggunakan pendidikan primer untuk mengubah kehidupan anak-anak. Sebagai tambahan, bersamaan dengan pengajaran membaca dan menulis untuk perempuan, mereka juga diajarkan tentang praktek-praktek kesehatan primer dan keterampilan usaha kecil.

Kesehatan Primer

ADRA Indonesia menyediakan air bersih dan pendidikan dasar kesehatan untuk mengubah komunitas yang rentan dengan penyakit menjadi komunitas yang sehat dengan sedikitnya anak-anak yang meninggal karena sebab-sebab yang dapat dicegah. ADRA menyediakan layanan kesehatan kepada masyarakat dengan melatih tenaga dan relawan kesehatan, mendidik masyarakat mengenai HIV/AIDS/STI, dan membangun pusat-pusat kesehatan.

(54)

Pengembangan Ekonomi

Sumberdaya finansial sering tidak dapat diakses oleh sebagian besar masyarakat di negara-negara berkembang, terutama oleh perempuan dan masyarakat miskin pedesaan. Menyadari kebutuhan akan layanan finansial di negara berkembang, ADRA mengimplementasikan program-program pengembangan ekonomi yang mengenalkan perbankan masyarakat, menyediakan kesempatan-kesempatan untuk para usahawan dan menstimulasi ekonomi regional.

Kegiatan ADRA di bidang pengembangan ekonomi ini mencakup:

Pengembangan usaha kecil Peningkatan pendapatan Agrikultur non-tradisional Pendidikan dasar

Pinjaman bagi perusahaan mikro Melek huruf

Pelatihan kejuruan Lingkungan hidup

Siaga dan Respon terhadap Bencana

ADRA menanggapi bencana dengan menyediakan makanan, air, shelter, pakaian dan peralatan kesehatan. Sebagai tambahan, ADRA juga kerap tinggal dan membantu masyarakat korban bencana untuk membangun kembali. Hal ini termasuk program-program rekonstruksi, membangun dan memperbaiki sumber air atau sekolah.

Akses Pendanaan ADRA Indonesia memberikan bantuan pada

kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan portofolionya. Selain dari proposal yang masuk, ADRA juga mencari wilayah atau sasaran program dengan mengkaji data sekunder dan

(55)

melakukan asesmen, serta bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat. ADRA Indonesia mendapatkan dana dari berbagai lembaga donor dan menyalurkannya sesuai dengan mandat dari lembaga donor terkait. Dana tersebut tidak diberikan secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan melainkan dikelola oleh ADRA. Umumnya ADRA bekerja dengan kelompok-kelompok masyarakat, seperti koperasi, untuk dibina dan dalam hal bantuan pengembangan ekonomi, juga diberikan pinjaman lunak. Namun demikian ADRA tidak menutup kemungkinan untuk membina usaha perorangan. Dengan membina kelompok-kelompok masyarakat diharapkan terdapat suatu wadah yang akan meneruskan program-program yang telah dibina oleh ADRA jika suatu saat program berakhir.

Untuk mengimplementasikan program-programnya, ADRA mempekerjakan staf dan tenaga ahli yang kompeten di bidangnya. Proses monitoring dilakukan pada semua proyek yang diimplementasikan oleh ADRA melalui pertemuan bulanan Project

Coordinator's Committee, supervisi lapangan dan monitoring regular. Tinjauan dan evaluasi juga dilakukan pada interval yang telah dijadwalkan.

Persyaratan untuk berkolaborasi dapat menghubungi alamat ADRA seperti diatas. Permohonan bantuan dapat diajukan dengan mengirimkan proposal secara langsung ke alamat di atas. Proposal dengan kegiatan yang sesuai dengan portofolio ADRA Indonesia akan dipertimbangkan dan dicarikan sumber pembiayaannya.

Figur

Memperbarui...

Related subjects :