• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Yuridis Terhadap Penahanan Debitur Pailit dalam Pengurusan dan Pemberesan Harta Pailit

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Yuridis Terhadap Penahanan Debitur Pailit dalam Pengurusan dan Pemberesan Harta Pailit"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

90

Daftar Pustaka

A. Buku

Apeldoorn, Van. Pengantar Ilmu Hukum, Cetakan Kedua Puluh Empat. Jakarta: Pradnya Pratama, 1983.

Arifin, Syamsul. Pengantar Falsafah Hukum. Bandung: Cipustaka Media, 2014.

Fuady, Munir. Hukum Pailit dalam Teori dan Praktek. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 2010.

Harahap, Yahya. Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP Penyidikan dan Penuntutan Edisi Kedua. Jakarta: Sinar Grafika, 2009.

Hartini, Rahayu. Hukum Kepailitan Edisi Revisi. Malang: UMM Press, 2007.

Huizink, MR. J. B. Insolventie, alih bahasa Linus Dolujawa. Jakarta: Pusat Studi Hukum dan Ekonomi Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2004.

Kartono. Kepailitan dan Pengunduran Pembayaran. Jakarta: Pradnya Paramita, 1974.

Malik, Edward. Cara Mudah Memahami Proses Kepailitan. Bandung: CV. Bandar Maju, 2012.

M. Hadjon, Philipus. Perlindungan Hukum Bagi Rakyat Indonesia. Surabaya: Bina Ilmu, 1987.

Nating, Imran. Peranan dan Tanggung Jawab Kurator dalam Pengurusan Dan Pemberesan Harta Pailit. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2005.

Sembiring, Sentosa. Hukum Kepailitan dan Peraturan Perundang-undangan yang terkait dengan Kepailitan. Bandung: Nuansa Aulia, 2006.

Sinaga, Syamsudin. Hukum Kepailitan Indonesia. Jakarta: Tianusa,2012.

Soekanto Soerjono dan Sri Mamudji. Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat, Cet. Ketujuh, Ed. Pertama. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2003.

ST Kansil. Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1989.

(2)

91

Sunarmi. Hukum Kepailitan Edisi 2. Medan: PT. Sofmedia, 2010.

Sunggono, Bambang. Metodologi Penelitian Hukum: Suatu Pengantar, Cet. Kedua, Ed. Pertama. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 1998.

Syahdeini, Sultan Remi. Hukum Kepailitan, Memahami

Faillessementsverordening Juncto Undang-Undang No. 4 Tahun 1998. Jakarta: PT. Pustaka Utama Grafiti, 2002.

Waluyo, Bambang. Penelitian Hukum Dalam Praktek. Jakarta: Sinar Grafika, 1996.

Yani, Ahmad dan Gunawan Widjaja. Seri Hukum Bisnis dan Kepailitan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2002.

B. Karya Tulis Ilmiah

Fence M. Wantu. “Antinomi Dalam Penegakan Hukum Oleh Hakim”. Jurnal Berkala Mimbar Hukum,Vol.19 No.3 Oktober 2007. Yogyakarta: Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada.

Erman Rajagukguk, Erman. “Bagaimana Penahanan Bisa Dianggap Positif” .

Wijayanta, Tata. “Asas Kepastian Hukum, Keadilan dan Kemanfaatan Dalam Kaitannya Dengan Putusan Kepailitan Pengadilan Niaga”. Jurnal Dinamika Hukum, Vol. 14 No. 2 Mei 2014. Yogyakarta: Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada.

C. Peraturan-Peraturan

Republik Indonesia. Kitab Undang-Undang Acara Pidana.

Republik Indonesia. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

Republik Indonesia. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Republik Indonesia. PERMA Nomor 1 Tahun 2000 tentang Lembaga Paksa Badan.

Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1998 tentang Kepailitan.

(3)

92

Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang.

Republik Indonesia. Peraturan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Nomor 2 Tahun 2014 tentang whistleblowing system atas dugaan pelanggaran di lembaga perlindungan saksi dan korban.

D. Website

Mekanisme Proses Penahanan dalam Hukum Pidana.

Mulyasi W. “Gizeling dalam Perkara Pajak”. http://eprints.undip.ac.id /15739 /1 / Mulyatsih_Wahyumurti.pdf (diakses pada tanggal 30 Desember 2014).

Pramudya, Kelik .“Hukum Kepailitan di Indonesia”.

Oktober 2014).

Pengertian Perlindungan Hukum Menurut Para Ahli. (diakses pada tanggal 5 Februari 2015).

Penyelesaian Hutang-Piutang dengan Paksa Badan.

Perlindungan Hukum Esensial. (diakses pada tanggal 5 Februari 2015).

Permohonan Gizjeling dalam Perkara Kepailitan.

Simanjuntak, Ricardo. “Rancangan Perubahan Undang-Undang Kepailitan Dalam Perspektif Pengacara (Komentar Terhadap Perubahan Undang-Undang Kepailitan”. Artikel Utama, Jurnal Hukum Bisnis Vol 17, Januari 2002 (diakses pada tanggal 21 Oktober 2014).

(4)

93

lib.ugm.ac.id / jurnal /download.php?dataId%3D7027 +syarat syarat +lembaga +paksa+ badan&hl=id&gl=id (diakses pada tanggal 5 Februari 2015).

Tumbuan, Fred B.G.. “Mencermati Pokok-pokok Undang-Undang Kepailitan yang diubah Perpu No. 1/1998”. Newsletter No. 33/IX/Juni/1998 (diakses pada tanggal 21 Oktober 2014).

Referensi

Dokumen terkait

Adapun permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini tentang tuntutan yang dihadapi kurator dalam pengurusan dan pemberesan harta pailit, perlindungan hukum bagi kurator

Sabarudin Hulu,Perlindungan Hukum Terhadap Kreditur Kongkuren Atas Pernyataan Pailit Setelah Adanya Undang-Undang Nomor 37 tahun 2004 tentang Kepailitan dan

Adapun permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini tentang tuntutan yang dihadapi kurator dalam pengurusan dan pemberesan harta pailit, perlindungan hukum bagi kurator

pengurusan dan pemberesan harta pailit. Materi dalam penelitian ini diambil dari data-data sekunder. Bahan hukum primer, yaitu peraturan perundang-undangan yang terkait,.

Mengenai penyanderaan debitor pailit ini diatur dalam Pasal 93 ayat (1) UU KPKPU yang berbunyi “Pengadilan dengan putusan pernyataan pailit atau setiap waktu setelah itu, atas

Peranan Kurator sebagai Mediator dalam Tugas Pengurusan dan/atau Pemberesan Harta Pailit Kepailitan adalah sebagai pranata hukum untuk melakukan pendistribusian aset Debitur terhadap

Kurator memiliki tanggung jawab dalam mengurus dan membereskan harta pailit secara adil, jika terjadi kesalahan akan dikenakan tanggung jawab hukum dan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji tanggung jawab hukum kurator dalam mengurus dan membereskan harta pailit dan untuk mengetahui dan mengkaji sanksi bagi kurator apabila terjadi kesalahan atau kelalaian dalam menjalankan