PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN PENELANTARAN ANAK
SKRIPSI
(Diajukan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Hukum) Oleh :
Theo Yahya Wijaya Mendrofa 312017176
PROGAM STUDI ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA SALATIGA
MARET 2022
i
LEMBAR PERSETUJUAN
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN PENELANTARAN ANAK
SKRIPSI
Diajukan Sebagai Syarat Untuk Mencapai Gelar Sarjana Hukum
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana
Theo Yahya Wijaya Mendrofa NIM : 312017176
Pembimbing
Sri Harini Dwiyatmi, S.H., M.S
FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
SALATIGA
MARET 2022
ii
Lembar Pengesahan
Komisi Penguji
Penguji I Penguji II
‘
Dr. Christina Maya Indah S., S.H., M.Hum Sri Harini Dwiyatmi, S.H., M.S
Penguji III
Dr. Dyah Hapsari Prananingrum, S.H., M.Hum
Diuji pada Tanggal 31 Maret 2022 Mengesahkan,
Ketua Program Studi Ilmu Hukum
Dr. Christina Maya Indah S., S.H., M.Hum
iii
LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS SKRIPSI
Yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama : Theo Yahya Wijaya Mendrofa NIM : 312017176
Judul Skripsi : Perlindungan Hukum Terhadap Korban Penelantaran Anak Menyatakan dengan sebenarnya bahwa skripsi yang ditulis ini tidak mempunyai persamaan dengan skripsi lain.
Demikian pernyataan ini dibuattanpa paksaan dari pihak manapun. Apabila pernyataan ini tidak benar, maka akan diberikan sanksi oleh Pemimpin Fakultas.
Salatiga, 31 Maret 2022
Theo Yahya Wijaya Mendrofa
iv
UCAPAN TERIMAKASIH
Dalam penulisan Skripsi ini, penulis mendapatkan banyak sekali dorongan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pertama, penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan segala rahmat dan karunia-Nya telah memberikan kekuatan untuk saya agar tetap kuat dalam mengerjakan dari awal hingga selesai skripsi ini yang menurut saya tidak mudah.
Secara Khusus penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada :
1. Ibu Sri Harini Dwiyatmi, S.H., M.S selaku Pembimbing saya yang telah membantu memberikan bimbingan, saran, serta masukan yang sangat membantu penulis dalam menyusun skripsi. Bimbingan, saran-saran yang beliau berikan sangat berguna bagi saya untuk menyelesaikan skripsi ini.
2. Ibu Dr. Christina Maya Indah S., S.H., M.Hum. selaku Dosen Penguji I yang telah memberikan kritikan dan saran-saran dari seminar proposal hingga seminar skripsi.
3. Ibu Dr. Dyah Hapsari Prananingrum, S.H., M.Hum. selaku Dosen Penguji II yang telah memberikan kritikan dan saran-saran dari seminar proposal hingga seminar skripsi.
4. Orang Tua serta Keluarga saya, saya mengucapkan terimakasih karena mereka selalu mendukung, selalu memberikan semangat kepada saya untuk menyelesaikan skripsi ini.
v
5. Diri saya sendiri, karena telah kuat, tidak gampang sakit ataupun menyerah untuk mengerjakan skripsi ini dari awal proposal hingga selesai.
6. Seluruh Dosen Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana, karena telah memberikan ilmu yang amat sangat bermanfaat untuk saya selama saya mengikuti perkuliahan disini, tak lupa juga para Staff dan karyawan Fakultas Hukum Universitas Satya Wacana.
7. Keluarga besar penulis yang selalu ada untuk memberikan semangat, hiburan dan sabar menghadapi keluhan-keluhan ketika saya sudah hampir jenuh dalam membuat skripsi ini.
8. Mbak Berta dan Yusman Saudara saya tercinta penulis yang menguatkan dan mengingatkan untuk penulis menyelesaikan skripsi dan saat penulis berada dalam titik terendah selama proses penyusunan skripsi.
9. Ausabeta Tito Kristian, Rifky Wahyu Prime, Danny Indrawan, Aldo Osa Asmara, Ricky Ming, Ayu Niken selaku sahabat saya selama kuliah ini yang juga selalu memberikan dukungan, semangat, menemani dari awal proposal hingga skripsi ini dan terkadang memberikan ide-ide untuk membuat skripsi ini.
10. Teman-teman Gereja GPdI Betesda Solo Baru saya yang selalu mendoakan yang terbaik, menerima dan mendengarkan sambatan juga memberikan dukungan dan kepercayaan kepada saya bahwa saya mampu menyelesaikan skripsi ini dengan baik.
vi
11. Yoshinda Satya Pratiwi Nur Sidharta, terimakasih karena telah memberikan semangat, mau dengan sabar mendengarkan keluhan- keluhan saya dan juga membantu dalam hal mengerjakan skripsi ini.
12. Untuk teman-teman yang tidak bisa saya sebutkan semuanya, yang telah menemani saya dan juga menghibur saya dalam mengerjakan skripsi ini.
13. Mobile Lagend, Joox, Youtube, selaku media yang amat sangat menghibur saya ketika saya jenuh membuat skripsi. Terimakasih telah menyediakan lagu-lagu yang bagus, video-video yang menghibur saya.
14. Google, karena telah memberikan banyak sekali informasi seperti jurnal-jurnal yang saya butuhkan, hal ini sangat membantu saya dalam mengerjakan skripsi ini.
Penulis tidak dapat membalas kebaikan seperti dukungan dan semangat yang diberikan kepada penulis. Penulis hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian.
vii
KATA PENGANTAR
Skripsi ini mengambil judul Perlindungan Hukum Terhadap Korban Penelantaran Anak. Tulisan ini terbagi atas 3 (tiga) bab yang sistematikanya sebagai berikut. Bab I akan menguraikan mengenai latar belakang masalah, yaitu alasan mengapa penulis mengambil topik ini dan gambaran mengenai permasalahan atau isu dari topik ini, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode penelitian.
Bab II dari hasil penelitian dan pembahasan maka penulis akan memaparkan 2 sub bab yaitu, Sub Bab 1 (pertama) akan menguraikan tentang tinjauan pustaka yang berisi menjelaskan mengenai perlindungan hukum terhadap penelantatan anak menyangkut pengertian; Menjelaskan pengertian penelantaran anak; Menjelaskan karakteristik kejahatan dalam keluarga; Menjelaskan identifikasi aspek pidana dalam Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.
Sub Bab 2 (kedua) akan menguraikan tentang hasil penelitian dan analisis yang membahas tentang kasus-kasus yang digunakan oleh peneliti mengenai penelantaran anak.
Bab III akan menguraikan kesimpulan dan saran.
Dengan demikian Kata Pengantar skripsi berisikan sistematika penulisan.
Penulis berharap semoga hasil skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
Salatiga, 31 Maret 2022
Theo Yahya Wijaya M
viii DAFTAR ISI
LEMBAR PERSETUJUAN... i
LEMBAR PENGESAHAN ... ii
LEMBAR ORISINALITAS………..……….iii
UCAPAN TERIMAKASIH ... iv
KATA PENGANTAR ... vii
DAFTAR ISI ... viii
ABSTRAK ... ix
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. LATAR BELAKANG ... 1
B. RUMUSAN MASALAH ... 8
C. TUJUAN PENELITIAN ... 8
D. MAFAAT PENELITIAN... 8
E. METODE PENELITIAN ... 9
BAB II TINJAUAN PUSTAKA, HASIL PENELITIAN, DAN ANALISA ... 12
A. TINJAUAN PUSTAKA ... 12
1.1 Perlindungan Hukum terhadap Penelentaraan Anak ... 12
1.2 Penelantaran Anak ... 12
1.3 Karakteristik Kejahatan Dalam Keluarga ... 17
1.4 Identifikasi Aspek Pidana dalam Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga ... 19
B. Hasil dan Analisis ... 24
1.1 Perlindungan Hukum Terhadap Korban Penelantaran Anak ... 24
1.2 Pertanggung jawaban pidana orang tua yang menelantarkan anaknya.... 27
BAB III PENUTUP ... 33
A. Kesimpulan ... 33
B. Saran ... 34
DAFTAR PUSTAKA ... 35
ix ABSTRAK
Penulisan yang diambil ini berjudul perlindungan hukum terhadap korban penelantaran anak. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan konseptual dan pendekatan perundang-undangan. Hasil dari penelitian ini menunjuk bahwa Perlindungan hukum bagi anak yang menjadi korban penelantaran oleh orang tua berdasarkan hukum pidana Indonesia sebagai mana yang diatur dalam Undang-Undang No.35 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang No.23 tahun 2014 tentang Perlindungan anak Pasal 59 mengatur bahwa Pemerintah dan lembaga negara lainnya berkewajiban dan bertanggung jawab untuk memberikan perlindungan khusus terhadap anak. Untuk mendukung pasal tersebut maka diharapkan agar pemerintah lebih memperhatikan mengenai kasus-kasus penelantaran anak yang terjadi dengan mempertegas aturan-aturan dan penegak hukumnya agar nantinya hak-hak asasi anak mendapatkan perlindungan hukum yang selayaknya.
Apabila terjadi penelantaran maupun tindak kekerasan pada anak maka penegak hukum, mulai dari tingkat penyidikan kepolisian, sampai pada proses persidangan dalam wajib memberikan perlindungan terhadap anak korban tindak kekerasan dalam rumah tangga harus meningkatkan koordinasi dalam rangka pemenuhan hak-hak korban untuk dilindungi.
Kata Kunci : Perlindungan, Penelantaran Anak, Hak Asasi Anak