• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peranan Audit Internal Dalam Menunjang Efektifitas dana Efisiensi Pengendalian Gaji dan Upah (Studi Kasus Pada Rumah Sakit Immanuel).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Peranan Audit Internal Dalam Menunjang Efektifitas dana Efisiensi Pengendalian Gaji dan Upah (Studi Kasus Pada Rumah Sakit Immanuel)."

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Upaya pemerintah untuk mewujudkan pembangunan nasional di bidang kesehatan adalah dengan menyelenggarakan berbagai sarana pelayanan kesehatan, diantaranya rumah sakit. Rumah Sakit Immanuel sebagai salah satu sarana pelayanan kesehatan masyarakat yang integrative dan komprehensif, dituntut untuk mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin kritis akan pelayanan kesehatan. Untuk itu Rumah Sakit Immanuel perlu dikelola dengan manajemen yang besar dan dapat guna memenuhi semua tuntutan tersebut.

Pengendalian intern penggajian menjadi sangat penting karena dapat

memberikan keyakinan yang memadai mengenai pencapaian tujuan perusahaan sesuai dengan perencanaan yang telah dilakukan pada saat awal. Suatu sistem pengendalian intern tidak terlepas sepenuhnya dari kemungkinan terjadinya penyimpangan. Ada batas-batas tertentu yang tidak memungkinkan suatu pengendalian yang ideal dapat tercapai dengan baik. Batas-batas tersebut adalah persekongkolan, biaya, dan kelemahan manusia.

Berdasarkan uraian tersebut, penulis menetapkan judul “PERANAN AUDIT

INTERN DALAM MENUNJANG EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PENGENDALIAN GAJI DAN UPAH”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peranan audit intern dalam menunjang efektivitas dan efisiensi pengendalian intern gaji dan upah.

Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis yang bertujuan memberikan gambaran yang jelas objek penelitian dan kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan melalui studi kepustakaan.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, penulis dapat menarik simpulan bahwa audit internal yang diterapkan oleh Rumah Sakit Immanuel cukup memadai, hal ini dapat terlihat dengan terpenuhinya unsur-unsur pengendalian intern dan dengan adanya audit intern yang memadai dapat berperan dalam menunjang efektivitas dan efisiensi pengendalian intern gaji dan upah.

Dengan demikian, hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa audit intern atas gaji dan upah dapat menunjang efektivitas dan efisiensi pengendalian intern gaji dan upah. Adapun saran yang dapat diberikan adalah sebaiknya dilakukan pemisahan antara auditor intern dengan kegiatan operasional Rumah Sakit Immanuel, sehingga auditor internal bebas dalam melaksanakan tugasnya.

(2)

DAFTAR ISI

ABSTRAK……….. i

KATA PENGANTAR……… ii

DAFTAR ISI………v

BAB I PENDAHULUAN 1.1Latar belakang Masalah………. 1

1.2Identifikasi Masalah………5

1.3Tujuan Penelitian………5

1.4Kegunaan Hasil Penelitian………..6

1.5Rerangka Pemikiran………....7

1.6Metodelogi Penelitian………12

1.7Lokasi dan Waktu Penelitian……….14

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Audit Intern 2.1.1 Pengertian Audit Intern………15

2.1.2 Fungsi Dan Tanggungjawab Audit Intern………16

2.1.3 Tujuan Dan Ruang Lingkup Audit Intern………16

2.1.4 Program Audit Intern………...18

2.1.5 Laporan Audit Intern………19

(3)

2.1.6 Tindak Lanjut Audit Intern……….….19

2.1.7 Independensi, Kompetensi, dan Objektivitas Audit Intern……….….20

2.1.7.1 Independensi Audit Intern………....20

2.1.7.2 Kompetensi Audit Intern...………...21

2.1.7.3 Objektivitas Audit Intern………..21

2.2 Pengertian Efektivitas………....22

2.3 Pengendalian Intern………...22

2.3.1 Pengertian Pengendalian Intern………22

2.3.2 Tujuan Pengendalian Intern……….……….23

2.3.3 Komponen-Komponen Pengendalian Intern………25

2.3.4 Keterbatasan Pengendalian Intern………34

2.3.5 Pentingnya Pengendalian Internal………36

2.4 Pemahaman Atas Pengendalian Internal……….…..37

2.4.1 Alasan Pemahaman Atas Pengendalian Internal………..38

2.4.2 Prosedur Pemahaman Atas Pengendalian Internal………...40

2.4.3 Dokumentasi Pemahaman Atas Pengendalian Internal………41

2.5 Pengendalian Gaji Dan Upah………42

2.5.1 Pengertian Gaji Dan Upah………...42

2.5.2 Arti Penting Gaji Dan Upah………...………..43

2.5.3 Pengertian Siklus Kepegawaian dan Penggajian………..………44

2.5.4 Tujuan Pengendalian Gaji dan Upah………45

2.5.5 Pentingnya Pengendalian Gaji dan Upah……….45

(4)

2.6 Hubungan Audit Intern Dalam Menunjang Efektivitas Pengendalian

Gaji Dan Upah………...………46

BAB III METODE PENELITIAN DAN OBJEK PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian………47

3.2 Gambaran Umum Rumah Sakit….……….……..47

3.2.1 Sejarah Singkat Rumah Sakit………...47

3.2.3 Struktur Organisasi ……….…….50

3.2.3 Deskripsi Kerja……….……52

3.3 Metode Penelitian……….….…62

3.3.1 Pengumpulan Data………..……..63

3.3.2 Rancangan Analisis...……….…..…64

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1Kebijakan dan Prosedur Kepegawaian……..………66

4.1.1Prosedur Penerimaan, Pengangkatan, dan Penempatan Pegawai……….66

4.1.2Pendidikan dan Pelatihan………..70

4.1.3Hak Pegawai……….70

4.1.4Prosedur Pemberhentian Pegawai………76

4.2Prosedur Penggajian dan Pengupahan………...77

4.2.1Prosedur Pencatatan Waktu Kerja Pegawai………..77

4.2.2Prosedur Penghitungan Gaji dan Upah……….………78

(5)

4.2.3Prosedur Pembayaran Gaji dan Upah……….………..………78

4.2.4Prosedur Pemotongan Gaji Pegawai……….79

4.3Pengendalian Intern Gaji dan Upah Rumah Sakit Immanuel.…………...…………80

4.3.1Lingkungan Pengendalian………80

4.3.1.1Integritas dan Etika………...81

4.3.1.2Komitmen Terhadap Kompetensi……….81

4.3.1.3Filosofi Manajemen dan Gaya Organisasi………83

4.3.1.4Struktur Organisasi………...83

4.3.1.5Penetapan Wewenang dan Tanggung Jawab………....84

4.3.1.6Kebijakan dan Praktek Sumber Daya Manusia………85

4.3.2Penaksiran Risiko………...85

4.3.3Aktivitas Pengendalian……….87

4.3.3.1Pemisahan Tugas yang Memadai……….87

4.3.3.2Otorisasi yang Memadai Atas Transaksi Atau K.egiatan……….88

4.3.3.3Dokumen dan Catatan yang Memadai……….88

4.3.3.4Pengendalian Fisik Atas Aktiva dan Catatan………...89

4.3.3.5Pengecekan Independen Atas Kinerja………..89

4.3.4Informasi dan Komunikasi………...89

4.3.5Pemantauan……….…..…91

4.4Audit Intern Rumah Sakit Immanuel……….…....92

4.4.1Independensi Audit Intern………...….92

4.4.2Kompetensi Audit Intern……….….93

(6)

4.5Pelaksanaan Audit Intern……….…..93

4.5.1Program Audit Intern………94

4.5.2Laporan Hasil Audit……….96

4.6Pelaksanaan Audit Intern Atas Gaji dan Upah………...97

4.7Peranan Audit Intern Dalam Menunjang Efektivitas Pengendalian Gaji dan Upah……….98

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan……….100

5.2 Saran………102

DAFTAR PUSTAKA

SURAT PERNYATAAN

LAMPIRAN

(7)

LAMPIRAN

1. Struktur Organisasi

2. Sumber Daya Manusia

3. Diagram Arus Data Pembayaran Gaji

4. Rekap Absensi

5. Kontrak Perjanjian Kerja

6. Surat Tugas Kerja Lembur

7. Surat Permohonan Cuti

(8)
(9)

YAYASAN BRS GKP

(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)

Sumber Daya Manusia

Bagian

Jumlah Pegawai

Tetap Kontrak

Direktur Umum - 1

Akuntansi 4 4

Keuangan 33 3

Personalia 9 3

PSDM 1 1

Rumah Tangga 12 2

Direktur Penunjang Medik

PSRS 104 11

USG 3

-Instalasi Farmasi 39 24 Instalasi Radiologi 15 6

PPM 6

-RJPD 63 15

Instalasi Rehab. Medik 8 6 Instalasi Laboratorium 31 11

Direktur Pelayanan Medik

Extramural 3 1

ODC 7

-Rekam Medik 28 9

Kamar Bedah 25 13

ODS 35

-PPSP 25

-Instalasi Perawatan Intensif 140 112

RJPM 55 6

Nutrisi Klinik 52 14

IGD 27 6

Direktorat Umum

Bid. BPP 4 1

Biro Direksi 1

-SPI 2 2

SIM 4 6

Pemasaran 5 6

Komite Medik 2

-Komite Keperawatan 1

-Komite Etik 1

(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)

100

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

1.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada Rumah Sakit Immanuel

didukung oleh data yang diperoleh melalui wawancara, dan observasi yang telah

dilakukan, penulis menarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Sistem penggajian dan pengupahan yang ditetapkan di Rumah Sakit Immanuel

sudah cukup efektif dan efisien. Hal tersebut didukung oleh adanya beberapa

faktor sebagai berikut:

a. Setiap pegawai melakukan absensi secara komputerisasi dengan

mesin absensi pada saat masuk kerja dan saat pulang.

b. Penghitungan daftar hadir pegawai Rumah Sakit Immanuel telah

dilakukan secara komputerisasi sehingga mengurangi kesalahan

dalam menghitung gaji secara keseluruhan.

c. Pembayaran gaji diotorisasi oleh bagian keuangan dan personalia

dengan bekerja sama dengan bank BNI.

d. Penghitungan gaji tidak memerlukan waktu karena daftar absensi

secara otomatis telah dihitung oleh komputer.

e. Pembayaran gaji diotorisasi oleh bank BNI sehingga resiko

(23)

101

2. Audit internal berperan dalam menunjang efektifitas pengendalian gaji dan

upah, hal tersebut dapat dilihat dari beberapa faktor sebagai berikut:

1. Terpenuhinya komponen-komponen pengendalian intern yang cukup

memadai.

2. Lingkungan Pengendalian

- Adanya kebijakan tertulis dari pihak manajemen

- Adanya kode etik yang dikomunikasikan kepada seluruh pihak

- Adanya struktur organisai yang menggambarkan adanya pemisahan

tugas

- Adanya program pelatihan untuk membina dan mengembangkan

pegawai

- Pegawai dituntut untuk bersikap selalu jujur dalam melaksanakan

tugasnya

3. Aktivitas Pengendalian

- Adanya pemisahan tugas yang memadai antara bagian penjaga mesin

kartu hadir dengan bagian pencatatan waktu hadir, bagian perhitungan

gaji dan upah dan pembayaran gaji dan upah

- Adanya otorisasi yang jelas dari pegawai yang berwenang atas transaksi

tertentu

- Adanya perlindungan fisik atas asset, dokumen dan catatan Rumah Sakit

- Adanya pengecekan independent atas kinerja pegawai

4. Penaksiran Risiko

Rumah Sakit Immanuel telah memperkirakan kemungkinan timbulnya

(24)

102

perusahaan, personel baru, sistem informasi baru, laju pertumbuhan yang

pesat, teknologi baru, lingkup, kegiatan baru sehingga dapat mengurangi

kemungkinan terjadinya resiko.

5. Informasi dan komunikasi

- Adanya kebijakan mengenai pemberian gaji dan upah sesuai dengan

peraturan yang berlaku.

- Adanya komunikasi baik yang mencakup pemahaman seorang karyawan

atas aktivitasnya yang berhubungan dengan aktivitas karyawan lainnya

6. Pemantauan

Pemantauan atau pengawasan dilakukan untuk mengetahui apakah

pengendalian telah dilakukan dengan baik, dan kelemahan-kelemahan

dilaporkan segera kepada Direktur.

1.2 Saran

Dari hasil penelitian yang penulis lakukan, maka penulis mengemukakan

saran-saran yang diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak perusahaan dalam hal

memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada agar diperoleh hasil yang

memuaskan. Saran-saran yang dikemukakan adalah sebagai berikut:

1. Sebaiknya dilakukan pemisahan antara auditor intern dengan kegiatan

operasional Rumah Sakit. Sehingga auditor internal bebas dalam

melaksanakan tugasnya. Auditor internal juga bisa memiliki pandangan yang

bebas dan objektif yang berfungsi mengamati dan menganalisis berbagai

(25)

103

2. Sebaiknya dibuat kebijakan dan prosedur mengenai gaji dan upah secara

tertulis bagi pegawai baru sehingga tidak menimbulkan kebingungan dan

pegawai dapat mengetahui hak-haknya.

3. Sebaiknya program audit dibuat secara tertulis agar dapat mempermudah

dalam melaksanakan prosedur audit dan dapat menghindari penyimpangan

(26)

DAFTAR PUSTAKA

Anthony, Robert N, John Pearden, and Norton M, Bedford. 1999. Management

Control System, 6th . Illionis, Richard O. Irwin.

American Institute of Certified Public Accountants. 1995. Statement on Auditing

Standards no 78. New York.

Arens, A. Arens, and James K. Loebbecke. 1994. Auditing and Integrated Approach, 6th. New Jersey: Prenhall.

Arens, Alvin A. and James K. Loebbecke. 1997. Auditing Pendekatan Terpadu, Edisi Indonesia. Salemba Empat. Adaptasi oleh Amir Abadi Yusuf.

Arens, A. Arens, Randall J Elder, and Mark S Beasley.2000. Auditing: An Integrated

Approach, 8th Edition, New Jersey. Prentice Hall Internasional, Inc.

Arens, A. Arens, Randall J Elder, and Mark S Beasley.2003. Auditing: An Integrated

Approach, 9th Edition, New Jersey. Prentice Hall Internasional, Inc.

Auditing Standards Boards. 1995. Statement on Auditing Standards Number 78. New York : American Institue of CPA, Inc.

Bailey, L P.2002. Miller, GAAS Guide : A Comperhensive Statement of Standards for

Auditing Attestation. Compilation and Review. New York : Aspen Publisher,

Inc.

Berita Ikatan Dokter Indonesia. 2006. BIDI. Jakarta.

Bodnar, G. H., and William S. Hopwood. 2001. 8th Edition. Accounting Information

Systems. New Jersey : Prentice-Hall,Inc.

Cashin, J. A., Paul D. Neuwirth, and John F. Levy, 1988.Edisi 2. Cashin’s Handbook

For Auditors. Singapore : McGraw-Hill Book Company.

Committee of Sponsoring Organization of Treadway Commission 2002, 01 November. COSO definition of Internal Control. http :// www.coso.org/

Cooper dan Emory, 1996, Metode Penelitian Bisnis, Jakarta:Erlangga

(27)

Courtemanche, Gil, 2000. Pandangan Baru Internal Auditing, Cetakan keempat, Yogyakarta, Penerbit Kanisius, Diterjemahkan oleh Agung Wijanarko.

Cushing, B.E., Marshall B. Romney and Paul J.Steinbart. 1997. 7th Edition. Accounting Information Systems. USA : Addison – Wesley Pub. Co.

Friedman, D. J. 1987. Dictionary of Business Terms. New York : Barron’s Business Guide.

Garis – garis Besar Haluan Negara Tahun 1993 bab III.

Hartadi, Bambang. 1991. Internal Auditing. Yogyakarta. Andi Offset

Heckert, Brooks J., and Wilson, James D., 1981. Controllership The Work Of

Managerial Accountant. 3th Edition. New York. The Ronal Press Company.

Holmes, Arthur W., and Burns, David C. 1979. Auditing Standard And Procedures. 9th Edition. Homewood Illinois, Irwin, Richard D., Inc.

Ikatan Akuntansi Indonesia. 2001. Standar Profesional Akuntan Publik. Jakarta. Penerbit Ikatan Akuntansi Indonesia.

Indriantoro, Nur, dan Bambang Supomo. 1999. Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen. Yogyakarta : BPSE.

Kohler, Erick Louis. 1984. Kohler’s Dictionary For Accountant. 6th Edition. Prentice Hall Of India. Edited.

Marwansyah & Mukaran. 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi 2. Bandung : Administrasi Niaga Politeknik Negeri Bandung. Indonesia.

Mathis, Robert L., and John H. Jakson. 2002. Manajemen Sumber Daya

Manusia.Edisi 9. Jakarta : Salemba Empat.

Mondy, R. W, & Robert M. Noe. 1995. Human Resource Management. Macsachusetts : Ally & Bacon.

Mulyadi. 1992. Pemeriksaan Akuntan. 4th. Yogyakarta: Bagian Penerbitan Sekolah

Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN.

Mulyadi. 1998. Pemeriksaan Akuntan. Edisi Lima. Yogyakarta. Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu YKPN.

(28)

Neuner.1980. Accounting Systems. 5th Edition. International Textbook Company

Pigors, Paul., & Charles A. Myers. 1961. Personal Administration. New York : Mc Graw Hill Book Company, Inc.

Thabrany, Hasbullah. 2006.BIDI. Jakarta

The Institute of Internal Auditors ( IIA ).1997. Internal Auditing Principles and

Techniques. 2th Edition. Florida : IIA.

Tugiman, Hiro. 1997. Norma Praktek Profesional Audit Intern. Yogyakarta. Penerbit Kanisius.

Tugiman, Hiro. 2000. Pengenalan Internal Audit. Edisi ke-5. Yogyakarta: Kanisius

Tugiman, Hiro. 2001. Standar Profesional Akuntan Publik. Yogyakarta: Kanisius.

Tugiman, Hiro. 2002. Pandangan Baru Internal Auditing. Yogyakarta: Kanisius

Tuanakotta, Theodorus M. 1982. Edisi 3. Auditing Petunjuk Pemeriksaan Akuntan

Publik. Jakarta : Lembaga Penerbit akultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Undang – Undang Republik Indonesia No 25.1997. Ketenagakerjaan. Jakarta.

Victor Z. Brink and Herbert Wilt. 1982. Statement Of Responsibilities Of Internal. Yogyakarta. Bagian Penerbit STIE YKPN.

Wahana Komunikasi Lintas Spesifik. 2006. FARMACIA. Jakarta

Warren, Fees, Reeve.2002. 20th . Accounting. Ohio. South Western Publishing Co.

Wether, William B.; & Keith Davis.1996. Human Resources & Personel

Management. 5th Edition. USA : Mc Graw Hill, Inc.

Wilson, James D, dan John B. Campbell. 1991. Controllership: Tugas Akuntan

Referensi

Dokumen terkait

Hasil Penelitian yang dapat disimpulkan ialah audit internal sangat berperan dalam meningkatkan aktivitas pengendalian internal atas gaji dan upah pada perusahaan.. Proses

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya peranan audit internal dalam menunjang optimalisasi penjualan obat di Bagian Farmasi Rumah Sakit. Metode penelitian

Dapat diambil simpulan dari pengembangan hipotesis, bahwa audit internal yang memadai menunjang efektivitas pengendalian internal penjualan dan penagihan piutang..

kemukakan, yaitu: “ Audit Internal yang dilaksanakan dengan memadai berperan dalam menunjang efektivitas pengelolaan gaji ” , dapat diterima.. Kata kunci: Peranan,

Bagi bank, audit internal ini merupakan proses yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dengan pengendalian internal pengelolaan kredit investasi.hal ini dapat

Dari hasil penelitian dan pembahasan maka penulis menarik simpulan bahwa penerapan pengendalian intern pada Bank BNI Cabang Pangkalpinang telah cukup memadai untuk

Pancajaya Citra Sakti dalam menunjang pengendalian internal gaji dan upah perusahaan dapat dilihat dari sistem informasi akuntansi sudah diterapkan dengan memadai dilihat dari

(1) Kualitas auditor internal khusus kualitas Kompetensi Auditor Internal dapat dianggap cukup memadai dalam menjalankan kegiatan fungsi audit di lingkungan Perum