• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATA PENGANTAR LAPORAN KINERJA 2021 KANREG II BKN SURABAYA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KATA PENGANTAR LAPORAN KINERJA 2021 KANREG II BKN SURABAYA"

Copied!
54
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Kantor Regional II Badan Kepegawaian Negara (BKN) Surabaya dapat menyelesaiakan Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2021 dengan baik. Laporan Kinerja ini merupakan bentuk pertanggungjawaban atas kinerja pencapaian sasaran strategis serta pelaksanaan tugas pokok dan fungsi dari Kantor Regional II BKN Surabaya.

Penyusunan Laporan Kinerja Kantor Regional II BKN Surabaya merupakan amanat dari Peraturan Presiden Nomor 29 tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan disusun dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, serta Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 3 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah di Lingkungan Badan Kepegawaian Negara.

Laporan ini menyajikan hasil dan analisis capaian kinerja Kantor Regional II BKN Surabaya berdasarkan realisasi dan capaian target yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2021.

Selanjutnya Laporan Kinerja ini diharapkan dapat memberikan informasi kinerja Kantor Regional II BKN Surabaya yang terukur kepada pemberi mandat atas kinerja yang telah dan seharusnya dicapai serta sebagai upaya perbaikan untuk meningkatkan kinerja secara berkesinambungan pada masa yang akan datang. Akhir kata, semoga Laporan Kinerja ini dapat bermanfaat sebagai bentuk pertanggungjawaban Kantor Regional II BKN Surabaya dan menjadi masukan sekaligus umpan balik bagi jajaran Kantor Regional II BKN Surabaya dalam rangka memperbaiki kekurangan maupun mendorong peningkatan kualitas pelayanan dalam mewujudkan pengelola ASN yang profesional dan berintegritas sebagai kunci keberhasilan pelayanan publik dan pemerintahan yang bersih menuju stabilitas nasional.

Sidoarjo, 6 Januari 2021 Kepala Kantor Regional II Badan Kepegawaian Negara

KATA

PENGANTAR

(3)

Kantor Regional II BKN Surabaya memiliki peran strategis dalam mewujudkan pengelola ASN yang profesional dan berintegritas. Untuk melaksanakan peran tersebut, Kantor Regional II BKN Surabaya telah menetapkan Sasaran Strategis sebagaimana dalam Rencana Strategis (Renstra) 2020-2024. Sesuai dengan Perjanjian Kinerja Kantor Regional II BKN Surabaya, terdapat 7 (tujuh) Sasaran Strategis yaitu: 1) Terwujudnya instansi pemerintah yang profesional dalam menerapkan manajemen ASN, 2) Terwujudnya pembinaan dan pelayanan kepegawaian yang berkualitas prima, 3) Terwujudnya pemenuhan kebijakan teknis manajemen ASN, 4) Terwujudnya peningkatan kualitas data dan sistem Informasi ASN, 5) Terwujudnya peningkatan digitalisasi penyelenggaraan layanan manajemen ASN, 6) Terwujudnya peningkatan kualitas pengawasan dan pengendalian pelaksanaan manajemen ASN, 7) Terwujudnya manajemen internal BKN yang efektif, efisien dan akuntabel. Pencapaian sasaran strategis tersebut dapat diukur dengan 14 (empat belas) Indikator Kinerja Utama (IKU).

Secara umum, dalam tahun 2021 Kantor Regional II BKN Surabaya telah mencapai target kinerja. Dari 14 Indikator Kinerja Utama, 10 indikator dinyatakan “berhasil” yaitu dengan memenuhi capaian ≥ 100% dari target yang telah ditetapkan, sedangkan 4 indikator lainnya : (1) Indeks Profesionalitas ASN, (2) Indeks Pelaksanaan Reformasi Birokrasi, (3) Skor atas Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja, dan (4) Persentase Kualitas Pelaksanaan Anggaran belum dapat memenuhi target karena mengalami beberapa kendala atau permasalahan.

Pada tahun 2021, pagu anggaran Kantor Regional II BKN Surabaya adalah sebesar Rp 21.521.843.000,00 (Dua Puluh Satu Miliar Lima Ratus Dua Puluh Satu Juta Delapan Ratus Empat Puluh Tiga Ribu Rupiah). Dari total anggaran tersebut, terealisasikan sebesar Rp 20.536.941.111 (Dua Puluh Miliar Lima Ratus Tiga Puluh Enam Juta Sembilan Ratus Empat Puluh Satu Ribu Seratus Sebelas Rupiah) atau 95.42% dari total pagu anggaran. Apabila dibandingkan dengan Nilai Pencapaian Sasaran Strategis (NPSS) total sebesar 104,16% menunjukkan adanya efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran.

RINGKASAN EKSEKUTIF

(4)

Daftar Isi

(5)

BAB I

PENDAHULUAN

(6)

1.1 Latar Belakang

Birokrasi yang berintegritas dan memiliki budaya melayani sangat dibutuhkan untuk mewujudkan program-program strategis yang berdampak besar bagi masyarakat. Birokrasi menjadi faktor penentu keberhasilan keseluruhan agenda negara dan pemerintahan dalam rangka upaya merealisasikan sebuah tata pemerintahan yang baik (good governance). Sejumlah komponen penting untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik adalah penerapan prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas dan integritas sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 29 tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang selanjutnya peraturan tersebut diturunkan dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

Berdasarkan hal tersebut, Kantor Regional II BKN Surabaya senantiasa proaktif menciptakan sistem dan iklim kerja organisasi agar lebih produktif dan akuntabel. Salah satu wujud nyata nya adalah dengan menyusun Laporan Kinerja (Lkj) tahun 2021. Usaha ini dimaksudkan untuk menjaga akuntabilitas penyelenggaraan kegiatan dalam rangka pencapaian kinerja Sasaran Strategis (SS), Indikator Kinerja Utama (IKU), serta kinerja anggaran yang telah ditetapkan.

Sehingga profesionalitas dan integritas ASN tetap dapat terjaga.

BAB I PENDAHULUAN

(7)

1.2 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi

Kantor Regional II BKN Surabaya pada dasarnya merupakan perpanjangan tangan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang memiliki cakupan wilayah kerja di Jawa Timur. sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, BKN merupakan lembaga pemerintah non kementerian yang diberi kewenangan melakukan pembinaan dan menyelenggarakan manajemen ASN secara nasional. Dalam undang-undang tersebut dijabarkan terkait fungsi BKN, yaitu :

1. Pembinaan penyelenggaraan Manajemen ASN;

2. Penyelenggaraan Manajemen ASN dalam bidang pertimbangan teknis formasi, pengadaan, perpindahan antar instansi, persetujuan kenaikan pangkat, pensiun; dan

3. Penyimpanan informasi Pegawai ASN yang telah dimuktahirkan oleh instansi Pemerintah serta bertanggung jawab atas pengelolaan dan pengembangan Sistem Informasi ASN.

BKN sendiri memiliki tugas sebagai berikut:

1. Mengendalikan seleksi calon pegawai ASN;

2. Membina dan menyelenggarakan penilaian kompetensi serta mengevaluasi pelaksanaan penilaian kinerja pegawai ASN oleh Instansi Pemerintah;

3. Membina jabatan fungsional di bidang kepegawaian;

4. Mengelola dan mengembangkan sistem informasi kepegawaian ASN berbasis kompetensi didukung oleh sistem informasi kearsipan yang komprehensif;

5. Menyusun norma, standar, dan prosedur teknis pelaksanaan kebijakan Manajemen ASN;

6. Menyelenggarakan administrasi kepegawaian ASN; dan

7. Menyelenggarakan dan mengendalikan pelaksanaan norma, standar, dan prosedur manajemen kepegawaian ASN.

(8)

STRUKTUR ORGANISASI

KANTOR REGIONAL II BKN SURABAYA

(9)

1.3 Sumber Daya Manusia

Pegawai Kantor Regional II BKN Surabaya merupakan sumber daya utama penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi Kantor Regional II BKN Surabaya. Pada kondisi 31 Desember tahun 2021 jumlah pegawai Kantor Regional II BKN Surabaya adalah sebanyak 121 orang, terdiri dari komposisi sebagai berikut:

Berdasarkan Jenis Kelamin

• Berdasarkan Golongan

121

PNS

(10)

• Berdasarkan Jabatan

• Berdasarkan Pendidikan

• Berdasarkan Usia

(11)

1.4 Aspek Strategis

Kantor Regional II BKN Surabaya memiliki peran strategis dalam mewujudkan visi, misi, tugas pokok dan fungsinya, yaitu:

1. Koordinasi, bimbingan, pemberian petunjuk teknis, dan pengendalian terhadap pelaksanaan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian;

2. Pemberian pertimbangan, persetujuan, dan atau penetapan mutasi kepegawaian bagi Pegawai Negeri Sipil instansi pusat dan instansi daerah di wilayah kerjanya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku;

3. Penetapan pensiun dan status kepegawaian Pegawai Negeri Sipil instansi pusat di wilayah kerjanya;

4. Penetapan pensiun dan status kepegawaian Pegawai Negeri Sipil instansi daerah di wilayah kerjanya;

5. Penyelenggaraan dan pemeliharaan jaringan informasi data kepegawaian Pegawai Negeri Sipil instansi pusat dan instansi daerah di wilayah kerjanya;

6. Pembinaan, fasilitasi, dan evaluasi penilaian kinerja dan penyusunan standar kompetensi Pegawai Aparatur Sipil Negara di wilayah kerjanya;

7. Pengelolaan teknologi informasi penilaian kinerja Pegawai Aparatur Sipil Negara di wilayah kerjanya; dan

8. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara.

(12)

1.5 Sistematika Pelaporan

Sistematika penyajian Laporan Kinerja Kantor Regional II BKN Surabaya Tahun 2021 adalah sebagai berikut:

Bab I Pendahuluan

Pada bab ini disajikan penjelasan umum tentang tugas, fungsi, struktur organisasi dan peran strategis Kantor Regional II BKN Surabaya.

Bab II Perencanaan Kinerja

Pada bab ini diuraikan mengenai rencana strategis, Perjanjian Kinerja tahun 2021 serta pengukuran kinerja organisasi.

Bab III Akuntabilitas Kinerja

Pada bab ini disajikan data serta analisis atas capaian kinerja yang telah diperjanjikan pada tahun 2021, serta realisasi anggaran dikaitkan dengan pencapaian kinerja.

Bab IV Penutup

Berisi kesimpulan atas pencapaian kinerja, kendala dan saran untuk perbaikan pencapaian kinerja berikutnya.

Lampiran

Berisi data-data lainnya yang diperlukan.

(13)

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

(14)

2.1 Rencana Strategis

Rencana Strategis Kantor Regional II BKN Surabaya tahun 2020-2024 pada hakekatnya merupakan dokumen yang disusun melalui proses sistematis dan berkelanjutan serta merupakan penjabaran dari Visi dan Misi Badan Kepegawaian Negara dan terintegrasi dengan potensi sumber daya yang dimiliki. Dokumen tersebut sekaligus menjadi pernyataan komitmen bersama jangka menengah mengenai upaya perencanaan yang sistematis untuk meningkatkan kinerja serta cara pencapaiannya melalui pengelolaan manajemen internal yang terpadu dan sarana/prasarana kerja yang memadai. Hal ini bertujuan untuk dapat meningkatkan produktivitas dan akuntabilitas kinerja seluruh pejabat dan staf di lingkungan Kantor Regional II BKN Surabaya melalui perencanaan yang efektif dan terarah, pelaksanaan kegiatan yang berorientasi pada hasil, penyusunan laporan, pengendalian serta evaluasi kegiatan guna meningkatkan kinerja pada tahun berikutnya secara berkesinambungan. Penyusunan Rencana Strategis Kantor Regional II BKN Surabaya telah mengacu pada Rencana Strategis Badan Kepegawaian Negara tahun 2020-2024 dan untuk menyatukan persepsi dan fokus arah tindakan dimaksud, maka pelaksanaan tugas dan fungsi dilandaskan pada suatu visi dan misi.

VISI

Visi merupakan suatu gambaran tentang keadaan masa depan yang diinginkan untuk mewujudkan tercapainya tugas pokok dan fungsi Kantor Regional II BKN Surabaya. Dalam hal ini, visi yang diusung oleh BKN tahun 2020-2024 adalah melaksanakan visi Presiden Nomor 8 yaitu “Pengelolaan Pemerintahan yang Bersih, Efektif, dan Terpercaya” dengan melaksanakan arahan Presiden nomor 4 yaitu “Penyederhanaan Birokrasi” dan Agenda Pembangunan nomor 7 yaitu

“Memperkuat stabilitas Polhukam dan Transformasi Pelayanan Publik” dengan

“Mewujudkan Pengelola ASN yang Profesional dan Berintegritas untuk mendukung tercapainya Indonesia Maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong”.

BAB II PERENCANAAN KINERJA

(15)

Berdasarkan visi Kantor Regional II BKN Surabaya 2020-2024 tersebut, terdapat dua nilai yang menjadi titik berat oleh BKN yaitu profesional dan berintegritas. Nilai tersebut dapat dimaknai sebagai komitmen BKN dalam melaksanakan kewenangan, tugas dan fungsinya sesuai dengan yang telah diamanatkan melalui peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan memaksimalkan sumber daya yang tersedia dalam pembinaan dan penyelenggaraan Manajemen ASN secara efektif dan efisien; sebagai upaya untuk mewujudkan Aparatur Sipil Negara yang memiliki integritas, profesional, netral dan bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme serta mampu menyelenggarakan pelayanan publik bagi masyarakat. Selain itu, BKN juga menyadari akan pentingnya pengembangan kompetensi sehingga nilai dari visi tersebut juga bermakna melakukan upaya peningkatan kapabilitas dan kompetensinya sebagai lembaga pemerintah yang bertanggung jawab dalam melakukan pembinaan dan penyelenggaraan Manajemen ASN dan pelayanan kepegawaian

MISI

Misi merupakan kegiatan atau aktivitas yang dirancang untuk mendukung tercapainya visi yang telah ditetapkan oleh instansi. Sebagaimana fungsi BKN Kantor Regional sebagai perwakilan Badan Kepegawaian Negara di daerah yang harus menjalankan keseluruhan misi yang telah ditetapkan oleh BKN Pusat, maka disusunlah misi BKN Kantor Regional II Surabaya sesuai dengan wilayah kerja sebagai berikut:

1. Pembinaan penyelenggaraan manajemen ASN;

2. Penyelenggaraan manajemen ASN;

3. Penyimpanan informasi pegawai ASN;

4. Pengawasan dan Pengendalian Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) Manajemen ASN; dan

5. Mengembangkan dan mengoptimalkan sistem manajemen internal BKN.

(16)

TUJUAN

Tujuan didefinisikan sebagai sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu satu sampai dengan lima tahun dan tujuan tersebut ditetapkan mengacu kepada pernyataan visi dan misi BKN Kantor Regional II Surabaya.

Adapun tujuan yang hendak dicapai yaitu sebagai berikut:

1. Mewujudkan pembinaan penyelenggaraan Manajemen ASN yang berkualitas;

2. Mewujudkan penyelenggaraan Manajemen ASN berkualitas prima;

3. Mewujudkan peningkatan kualitas database dan sistem informasi ASN (SI–

ASN);

4. Mewujudkan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan NSPK Manajemen ASN;

5. Mewujudkan tata kelola Manajemen ASN BKN yang efektif, efisien, dan akuntabel.

SASARAN STRATEGIS

Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan secara terukur, yaitu sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan sebagai suatu outcome/impact dari beberapa program yang dilaksanakan dalam jangka waktu lima tahun kedepan dari tahun 2020 hingga tahun 2024. Dengan menggunakan pendekatan metode Balanced Scorecard (BSC) yang dibagi dalam 4 empat perspektif, yakni stakeholders perspective, customer perspective, internal process perspective, dan learning and growth perspective.

Berikut Peta Strategis Kantor Regional II BKN Surabaya:

(17)

Gambar 2.1 Peta Strategis BKN Kantor Regional II Surabaya

2.2 Perjanjian Kinerja

Perjanjian Kinerja Kantor Regional II BKN Surabaya berisikan penugasan dari Kepala Badan Kepegawaian Negara untuk melaksanakan program atau kegiatan yang disertai dengan indikator kinerja dan target. Melalui Perjanjian Kinerja inilah, kinerja Kantor Regional II BKN Surabaya menjadi terukur sesuai dengan tugas, fungsi dan wewenang, serta sumber daya yang tersedia untuk menjamin tercapainya sasaran strategis agar lebih optimal.

(18)

NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET

1. Terwujudnya instansi pemerintah yang profesional dalam menerapkan manajemen ASN

IKU 1. Persentase Instansi Pemerintah yang Telah Menyelenggarakan Tata Kelola Manajemen ASN Sesuai NSPK di wilayah kerja Kantor Regional II BKN Surabaya

20%

IKU 2. Persentase Instansi Pemerintah yang Melakukan Pengukuran Indeks Profesionalitas ASN di wilayah kerja Kantor Regional II BKN Surabaya

90%

2. Terwujudnya pembinaan dan pelayanan kepegawaian yang berkualitas prima

IKU 3. Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap Pembinaan Manajemen ASN yang Diselenggarakan Kantor Regional II BKN Surabaya

94

IKU 4. Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap Layanan Kepegawaian yang Diselenggarakan Kantor Regional II BKN Surabaya

94

3. Terwujudnya Pemenuhan Kebijakan Teknis Manajemen ASN

IKU 5. Persentase Pemenuhan Regulasi Teknis dan Instrumen Manajemen ASN di Kantor Regional II BKN Surabaya

100%

4. Terwujudnya Peningkatan Kualitas Data dan Sistem Informasi ASN

IKU 6. Persentase Sistem Informasi Kepegawaian Pengelola ASN yang Terintegrasi dengan SI ASN di wilayah kerja Kantor Regional II BKN Surabaya

90%

5 Terwujudnya Peningkatan Digitalisasi Penyelenggaraan Layanan Manajemen ASN

IKU 7. Persentase Layanan Manajemen ASN yang Berbasis Digital di Kantor Regional II BKN Surabaya

80%

(19)

NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET

6. Terwujudnya Peningkatan Kualitas Pengawasan dan Pengendalian Pelaksanaan Manajemen ASN

IKU 8. Persentase Rekomendasi Hasil Pengawasan dan Pengendalian Kepegawaian yang Ditindaklanjuti di wilayah kerja Kantor Regional II BKN Surabaya

65%

7. Terwujudnya manajemen internal BKN yang efektif, efisien dan akuntabel

IKU 9. Indeks Profesionalitas ASN

Kantor Regional II BKN Surabaya 77

IKU 10. Persentase Pemanfaatan Sistem Informasi yang terstandar di Kantor Regional II BKN Surabaya

100%

IKU 11. Indeks Pelaksanaan

Reformasi Birokrasi Kantor Regional II BKN Surabaya

81

IKU 12. Skor atas Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Kantor Regional II BKN Surabaya

77

IKU 13. Persentase Kualitas Pelaksanaan Anggaran Kantor Regional II BKN Surabaya

97%

IKU 14. Persentase Tindak Lanjut Temuan Hasil Audit/Pemeriksaan oleh BPK/Inspektorat di Kantor Regional II BKN Surabaya

100%

(20)

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

(21)

3.1 Analisa Capaian Kinerja

Akuntabilitas Kinerja Kantor Regional II BKN Surabaya merupakan bentuk pertanggung-jawaban kinerja yang memuat realisasi dan tingkat capaian kinerja yang ditetapkan pada tahun 2021. Pengukuran dilakukan dengan cara membandingkan antara target indikator kinerja sasaran yang ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja dengan realisasinya. Capaian kinerja merupakan dasar dalam menilai tingkat keberhasilan pelaksanaan kegiatan sesuai tujuan dan sasaran yang telah diperjanjikan. Secara keseluruhan 14 target Indikator Kinerja Utama Kantor Regional II BKN Surabaya tahun 2021 telah tercapai. Bahkan dari 14 Indikator Kinerja Utama (IKU) dalam tujuh (7) Sasaran Strategis, 10 IKU dinyatakan

“berhasil” yaitu dengan tingkat capaian ≥ 100% dari target yang telah ditetapkan, Rincian capaian kinerja tersebut dapat dilihat pada tabel-tabel sebagai berikut:

NO SASARAN STRATEGIS

INDIKATOR

KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN 1. Terwujudnya

instansi

pemerintah yang profesional dalam menerapkan Manajemen ASN

IKU 1. Persentase Instansi Pemerintah yang Telah

Menyelenggarakan Tata Kelola

Manajemen ASN Sesuai NSPK di wilayah kerja Kantor Regional II BKN Surabaya

20% 87,18% 120%

IKU 2. Persentase Instansi Pemerintah yang Melakukan Pengukuran Indeks Profesionalitas ASN di wilayah kerja Kantor Regional II BKN Surabaya

90% 100% 111%

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

(22)

NO SASARAN STRATEGIS

INDIKATOR

KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN 2. Terwujudnya

pembinaan dan pelayanan

kepegawaian yang berkualitas prima

IKU 3. Indeks

Kepuasan Masyarakat terhadap Pembinaan Manajemen ASN yang Diselenggarakan Kantor Regional II BKN Surabaya

94 94 100%

IKU 4. Indeks

Kepuasan Masyarakat terhadap Layanan Kepegawaian yang Diselenggarakan Kantor Regional II BKN Surabaya

94 94,8 100%

3. Terwujudnya Pemenuhan Kebijakan Teknis Manajemen ASN

IKU 5. Persentase Pemenuhan Regulasi Teknis dan Instrumen Manajemen ASN di Kantor Regional II BKN Surabaya

100% 100% 100%

4. Terwujudnya Peningkatan Kualitas Data dan Sistem Informasi ASN

IKU 6. Persentase Sistem Informasi Kepegawaian

Pengelola ASN yang Terintegrasi dengan SI ASN di wilayah kerja Kantor Regional II BKN Surabaya

90% 100% 111%

5 Terwujudnya Peningkatan Digitalisasi Penyelenggaraan Layanan

Manajemen ASN

IKU 7. Persentase Layanan Manajemen ASN yang Berbasis Digital di Kantor Regional II BKN Surabaya

80% 85% 106%

(23)

NO SASARAN STRATEGIS

INDIKATOR

KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN 6. Terwujudnya

Peningkatan Kualitas

Pengawasan dan Pengendalian Pelaksanaan Manajemen ASN

IKU 8. Persentase Rekomendasi Hasil Pengawasan dan Pengendalian Kepegawaian yang Ditindaklanjuti di wilayah kerja Kantor Regional II BKN Surabaya

65 66% 105%

7. Terwujudnya manajemen internal BKN yang efektif, efisien dan akuntabel

IKU 9. Indeks Profesionalitas ASN Kantor Regional II BKN Surabaya

77 70 90%

IKU 10. Persentase Pemanfaatan Sistem Informasi yang terstandar di Kantor Regional II BKN Surabaya

100% 100% 100%

IKU 11. Indeks

Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Kantor Regional II BKN Surabaya

81 76,86 95%

IKU 12. Skor atas Hasil Evaluasi

Akuntabilitas Kinerja Kantor Regional II BKN Surabaya

77 76,29 99%

(24)

NO SASARAN STRATEGIS

INDIKATOR

KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN IKU 13. Persentase

Kualitas Pelaksanaan Anggaran Kantor Regional II BKN Surabaya

97% 88% 90%

IKU 14. Persentase Tindak Lanjut Temuan Hasil

Audit/Pemeriksaan oleh BPK/Inspektorat di Kantor Regional II BKN Surabaya

100% 100% 100%

Berdasarkan tabel di atas dapat dijelaskan bahwa capaian kinerja Kantor Regional II BKN Surabaya sudah menunjukkan persentase keberhasilan yang baik. Hal tersebut dapat dilihat dari Sebagian besar indikator yang menunjukkan capaian di atas 100% bahkan lebih. Namun demikian, masih terlihat beberapa indikator yang belum mencapai target 100%, meskipun angkanya berkisar antara 90% hingga 99%. Hal ini menjadi evaluasi dan catatan penting yang perlu diperhatikan. Kantor Regional II BKN Surabaya telah melakukan pemetaan risiko serta identifikasi mitigasi-nya sebagai bentuk upaya pencegahan dan perbaikan di tahun mendatang, yang rinciannya akan dijelaskan lebih lanjut dalam laporan ini.

Pencapaian Sasaran Strategis (NPSS) Kantor Regional II BKN Surabaya tahun 2021 adalah sebesar 104,16. Nilai ini diperoleh dari akumulasi 4 (empat) Nilai Kinerja Perspektif (NKP) : stakeholders perspective, customer perspective, internal process perspective, dan learning and growth perspective. Dari penilaian keempat perspektif tersebut, stakeholders perspective, customer perspective dan internal process perspective memperoleh skor Sasaran Strategis (SS) > 100% yang mencerminkan pencapaian beberapa Indikator Kinerja Utama yang mencapai hingga melampaui target yang telah ditetapkan. Penilaian Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Utama secara rinci dapat dilihat sebagaimana pada tabel berikut:

(25)
(26)

3.2 Evaluasi Capaian Kinerja

SASARAN STRATEGIS 1: TERWUJUDNYA INSTANSI PEMERINTAH YANG PROFESIONAL DALAM MENERAPKAN MANAJEMEN ASN

Sasaran strategis ini bertujuan untuk memastikan bahwa instani pemerintah di bawah wilayah kerja Kantor Regional II BKN Surabaya telah menerapkan Manajemen ASN sesuai dengan peraturan yang berlaku sehingga menghasilkan kualitas instansi pemerintah yang profesional. Sasaran Strategis 1 ini kemudian diturunkan menjadi dua Indikator Kinerja Utama, yaitu Persentase Instansi Pemerintah yang Telah Menyelenggarakan Tata Kelola Manajemen ASN Sesuai NSPK di wilayah kerja Kantor Regional II BKN Surabaya dan Persentase Instansi Pemerintah yang Melakukan Pengukuran Indeks Profesionalitas ASN di wilayah kerja Kantor Regional II BKN Surabaya.

IKU 1.1 Persentase Instansi Pemerintah yang Telah Menyelenggarakan Tata Kelola Manajemen ASN Sesuai NSPK di wilayah kerja Kantor Regional II BKN Surabaya

Indikator ini merupakan suatu ukuran persentase jumlah instansi pemerintah yang telah melaksanakan manajemen ASN sesuai dengan NSPK (berkategori minimal baik) yang diukur melalui indeks implementasi NSPK manajemen ASN.

Hasil pengukuran indikator ini menjadi instrumen utama dalam pengawasan dan pengendalian penyelenggaraan manajemen ASN dan sebagai salah satu instrumen penilaian pelaksanaan reformasi birokrasi pada instansi pemerintah. Kategori penilaian indeks implementasi NSPK manajemen ASN adalah sebagai berikut:

A = 81-100 (sangat baik) B = 61-80 (baik)

C = 41-60 (cukup) D = 21-40 (kurang) E = 0-20 (buruk)

(27)

Pengukuran nilai Indeks Implementasi NSPK manajemen ASN ini dilakukan oleh Bidang Pengembangan dan Supervisi Kepegawaian (PDSK) terhadap 39 instansi pemerintah yang terdiri dari 1 Pemerintah Provinsi, 29 Pemerintah Kabupaten, dan 9 Pemerintah Kota. Dari hasil penilaian yang telah dilakukan oleh Bidang PDSK dan kemudian telah divalidasi oleh Kedeputian Pengawasan dan Pengendalian, diperoleh hasil nilai akhir dari persentase instansi pemerintah yang telah menyelenggarakan Tata Kelola Manajemen ASN sesuai NSPK di wilayah kerja Kantor Regional II BKN Surabaya adalah sebesar 87,18% atau sebanyak 34 instansi pemerintah yang memperoleh kategori minimal baik dari target 20% yang telah ditetapkan.

Selama tahun 2021 Kantor Regional II BKN Surabaya telah melakukan serangkaian upaya untuk mendorong tercapainya Indikator Kinerja tersebut dengan cara melakukan bimbingan teknis bagi Instansi yang memperoleh nilai rendah (berdasarkan penilaian mandiri internal sebelum divalidasi oleh Kedeputian Pengawasan dan Pengendalian), hal tersebut merupakan salah satu mitigasi risiko terhadap rendahnya capaian kinerja yang perlu dipertahankan dalam tahun 2022.

Sehingga diharapkan dengan ketersediaan anggaran sosialisasi atau bimtek dapat diakomodir di tahun 2022 untuk menunjang tercapainya Penyelenggaraan Tata Kelola Manajemen ASN Sesuai NSPK di wilayah kerja Kantor Regional II BKN Surabaya. Hal yang berpotensi menunda rencana tindak karena belum terpetakannya Tata Kelola Manajemen ASN di wilayah kerja Kantor Regional II BKN Surabaya di tahun 2021 perlu dilakukan evaluasi bersama agar dapat membuat timeline pengukuran sehingga penilaian dapat dilaksanakan secara periodik dan tepat waktu

87%

(28)

IKU 1.2. Persentase Instansi Pemerintah yang Melakukan Pengukuran Indeks Profesionalitas ASN di wilayah kerja Kantor Regional II BKN Surabaya

Pada Indikator Kinerja ini, Kantor Regional II BKN Surabaya diharapkan dapat mengukur tingkat profesionalisme ASN di bawah wilayah kerja Kantor Regional II BKN Surabaya. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI No. 38 Tahun 2018 disebutkan bahwa Indeks Profesionalitas merupakan suatu ukuran statistik yang menggambarkan kualitas ASN berdasarkan kesesuaian kualifkasi, kompetensi, kinerja dan kedisiplinan pegawai ASN dalam melaksanakan tugas jabatannya. Indikator Kinerja ini di bawah tanggung jawab dari Bidang PDSK untuk mendorong dan mengawasi implementasi Indeks Profesionalitas seluruh instansi pemerintah di bawah wilayah kerja Kantor Regional II BKN Surabaya agar kompetensi ASN di seluruh wilayah Jawa Timur dapat terpetakan dan terbentuk standar profesionalitas ASN yang mampu meningkatkan produktivitas, nilai lembaga pemerintah, membawa perubahan serta kontrol sosial.

Ditinjau dari hasil capaian pengukuran Indeks Profesionalitas (IP) ASN di tahun 2021, dari target yang telah ditetapkan sebesar 90%, Kantor Regional II BKN Surabaya mampu mencapai realisasi hingga 100%. Hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh instansi pemerintah di bawah wilayah kerja Kantor Regional II BKN Surabaya sejumlah 39 instansi telah melakukan pengukuran IP ASN. Capaian ini

(29)

tentu merupakan suatu peningkatan yang sangat baik bagi Kantor Regional II BKN Surabaya mengingat di tahun 2020 target yang ditetapkan adalah sebesar 85% dan terealisasi sebesar 92,3%. Peningkatan capaian ini terjadi karena adanya upaya dari Kantor Regional II BKN Surabaya dalam melakukan kontrol secara periodik dan secara aktif memantau nilai IP ASN dengan bersurat kepada instansi pemerintah di bawah wilayah kerja yang masih memilki nilai IP ASN rendah, agar melakukan pembaruan data melalui SAPK. Hal ini terbukti efektif untuk meningkatkan persentase tersebut sehingga perlu dilakukan kembali di tahun 2022. Tidak hanya itu, Kantor Regional II BKN Surabaya di tahun 2021 juga berkesempatan untuk menjadi narasumber terkait IP ASN di beberapa kegiatan. Hal ini dapat dikatakan sebagai upaya lain dalam menunjang tercapainya Indikator Kinerja Utama ini.

Demi mempertahankan konsistensi pengukuran IP ASN instansi di bawah wilayah kerja melalui SAPK diperlukan adanya beberapa rencana tindak sehingga harapan ke depan tidak lagi terpacu kepada kuantitas namun mulai beralih ke kualitas. Hal ini dapat diwujudkan melalui perencanaan kegiatan sosialisasi IP ASN untuk seluruh instansi pemerintah di bawah wilayah kerja Kantor Regional II BKN Surabaya pada tahun 2022.

(30)

SASARAN STRATEGIS 2: TERWUJUDNYA PEMBINAAN DAN PELAYANAN KEPEGAWAIAN YANG BERKUALITAS PRIMA

Sasaran strategis 2 ini Kantor Regional II BKN Surabaya diharapkan mampu melakukan pembinaan dan pelayanan kepegawaian dengan kualitas yang prima.

Guna mewujudkan hal tersebut, dilakukan pengukuran kepuasan masyarakat terhadap pembinaan manajemen ASN dan layanan kepegawaian melalui survei dengan pengukuran yang berpedoman pada Permenpan & RB No. 14 Tahun 2017.

Dari sasaran strategis ini dihasilkan dua Indikator Kinerja Utama yaitu Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap Pembinaan Manajemen ASN yang Diselenggarakan Kantor Regional II BKN Surabaya dan Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap Layanan Kepegawaian yang Diselenggarakan Kantor Regional II BKN Surabaya.

IKU 2.1 Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap Pembinaan Manajemen ASN yang Diselenggarakan Kantor Regional II BKN Surabaya

Pada dasarnya indikator ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap pembinaan manajemen ASN yang telah diselenggarakan oleh Kantor Regional II BKN Surabaya. Sebagai bidang yang kerap kali melaksanakan pembinaan manajemen ASN, Bidang PDSK memiliki tanggung jawab terhadap tercapainya indikator ini. Hasil capaian kinerja ini diperoleh melalui survei terhadap stakeholder yang menerima layanan pembinaan oleh Kantor Regional II BKN Surabaya. Layanan tersebut terbagi atas 3 (tiga) pembinaan yaitu layanan pembinaan melalui bimbingan teknis, layanan pembinaan melalui narasumber, dan layanan pembinaan melalui kegiatan pengawasan dan pengendalian. Berdasarkan hasil survei indeks kepuasan terhadap pembinaan manajemen ASN yang telah dilakukan, dari target yang telah ditetapkan sebesar 94, Kantor Regional II BKN Surabaya mampu mencapai nilai 94 atau dapat dikatakan mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini menunjukkan tingkat kepuasan dari stakeholder terhadap pembinaan manajemen ASN yang diselenggarakan Kantor Regional II BKN Surabaya masih cukup tinggi, meskipun tidak terjadi peningkatan realisasi

(31)

yang signifikan dari tahun 2020 dan tahun 2021 karena masih terdapat responden penerima layanan pembinaan manajemen ASN yang tidak mengisi survei tersebut.

Capaian tersebut didapatkan tidak lepas dari upaya Kantor Regional II BKN Surabaya dalam meningkatkan kompetensi pegawaianya.

Selama tahun 2021, tercatat beberapa pegawai Kantor Regional II BKN Surabaya kerap kali ditunjuk untuk menjadi narasumber dan diberikan kesempatan untuk melakukan pelatihan internal bagi pegawai Kantor Regional II BKN Surabaya. Hal ini dinilai dapat memberikan dampak positif bagi beberapa pihak yaitu narasumber yang ditunjuk, secara langsung akan melakukan refreshment knowledge sehingga mampu mempelajari peraturan baru dan mendapatkan wawasan baru melalui pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh audience. Di sisi lain, pegawai lain juga akan mendapatkan ilmu mengenai manajemen ASN sehingga terbuka kesempatan bagi bibit-bibit baru yang dapat menjadi regenerasi dalam melakukan layanan pembinaan manajemen ASN. Selain itu untuk mendukung tercapainya peningkatan indeks kepuasan tersebut, diharapkan pada tahun 2022 Kantor Regional II BKN Surabaya mampu mengirim lebih banyak pegawai untuk dilakukan pelatihan manajemen ASN sehingga lebih banyak lagi menghasilkan sumber daya manusia tersertifikasi Manajemen ASN untuk melakukan pembinaan manajemen ASN.

(32)

IKU 2.2 Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap Layanan Kepegawaian yang Diselenggarakan Kantor Regional II BKN Surabaya

Indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kepegawaian dilaksanakan melalui pengisian kuesioner yang diberikan kepada pengunjung Kantor Regional II BKN Surabaya yang menerima pelayanan kepegawaian baik dalam hal mutasi dan status kepegawaian, pengangkatan dan pensiun, atau informasi kepegawaian.

Dalam capaian kinerja di tahun 2021, Kantor Regional II BKN Surabaya berhasil mendapatkan Indeks Kepuasan Masyarakat sebesar 94,8 dari target nilai yang ditetapkan yaitu 94. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa secara konsisten capaian kinerja untuk Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap Layanan Kepegawaian masih dalam kategori sangat baik. Capaian tersebut didapatkan melalui sinergi yang baik dari seluruh bidang, dimulai dari Bagian Tata Usaha sebagai fasilitator sarana dan prasarana dalam hal layanan, didukung dengan kecakapan atau kemampuan dari bidang lainnya dalam hal ini Bidang Mutasi dan Status Kepegawaian, Pengangkatan dan Pensiun, serta Informasi Kepegawaian untuk melakukan pelayanan yang prima bagi masyarakat.

Berdasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan, aspek tertinggi penilaian terdapat pada kecepatan layanan, sedangkan aspek terendah terdapat pada kemudahan prosedur layanan. Oleh karena itu, perlu adanya upaya perbaikan dalam meningkatkan kemudahan prosedur layanan pada tahun berikutnya. Di sisi lain, realisasi tahun 2021 masih belum menunjukkan peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2020 yang disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satu

(33)

faktor paling besar adalah adanya peralihan sistem pelayanan terpadu satu pintu yang dalam tahun 2021 dilakukan secara Daring dan mengurangi pelayanan tatap muka. Dengan perubahan tersebut, pengisian survei pun beralih melalui sistem yang dimana masih banyak calon responden penerima layanan kepegawaian yang tidak mengisi survei tersebut. Dalam hal mitigasi risiko tersebut, perlu adanya pengembangan sistem penyebaran survei di tahun 2022 dengan cara mewajibkan melakukan pengisian sebelum mengakhiri sesi layanan.

LAPORAN KINERJA 2021 KANREG II BKN SURABAYA

(34)

SASARAN STRATEGIS 3: TERWUJUDNYA PEMENUHAN KEBIJAKAN TEKNIS MANAJEMEN ASN

Sasaran Strategis 3 merupakan sebuah sasaran strategis yang berfokus pada bagaimana upaya Kantor Regional II BKN Surabaya dalam menjaga pemenuhan kebijakan teknis manajemen ASN sebagaimana yang diamanatkan oleh Undang- undang Nomor 5 Tahun 2014. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh kebijakan teknis yang dikeluarkan, baik oleh Kantor Pusat Badan Kepegawaian Negara maupun Kantor Regional II BKN Surabaya telah dipenuhi dengan baik.

IKU 3.1 Persentase Pemenuhan Regulasi Teknis dan Instrumen Manajemen ASN di Kantor Regional II BKN Surabaya

Kerangka regulasi Kantor Regional II BKN Surabaya disusun berdasarkan kebutuhan dalam pelaksanaan tugas, fungsi dan kewenangan sebagaimana diamanatkan oleh Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Kebijakan peraturan mengenai manajemen kepegawaian, baik yang berlaku bagi internal BKN maupun eksternal/instansi lainnya, selalu mengalami perubahan dan penambahan produk kebijakan peraturan sesuai dengan dinamika perkembangan keadaan atau kondisi yang dibutuhkan dalam manajemen ASN.

Metode yang digunakan dalam menghitung persentase pemenuhan regulasi teknis adalah dengan membandingkan antara regulasi teknis yang dikeluarkan oleh internal BKN Pusat maupun eksternal dengan tindak lanjut berupa memo dinas atau peraturan yang dikeluarkan oleh Kantor Regional II BKN Surabaya.

(35)

Selama tahun 2021 terdapat 16 regulasi yang telah ditindaklajuti oleh Kantor Regional II BKN Surabaya dari 16 regulasi yang dikeluarkan oleh BKN Pusat. Berdasarkan hal tersebut dapat diartikan bahwa 100% kebijakan yang telah diturunkan oleh BKN Pusat telah ditindaklanjuti oleh Kantor Regional II BKN Surabaya. Indikator ini secara konsisten harus dipertahankan capaiannya agar dapat menciptakan regulasi yang berkualitas, sederhana dan tertib di bidang Manajemen ASN.

(36)

SASARAN STRATEGIS 4: TERWUJUDNYA PENINGKATAN KUALITAS DATA DAN SISTEM INFORMASI ASN

Sasaran Strategis 4 berfokus pada upaya peningkatan kualitas data dan sistem informasi ASN. Sasaran ini menjadi tanggung jawab Bidang Informasi Kepegawaian dimana seluruh data instansi di bawah wilayah kerja Kantor Regional II BKN dikelola oleh Bidang Informasi Kepegawaian. Harapan besar dari sasaran strategis ini adalah bagaimana agar Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG) instansi daerah dapat secara langsung terintegrasi dengan Sistem Informasi ASN (SI ASN) sehingga apabila terdapat data pegawai yang diperbarui oleh instansi daerah, secara langsung dapat terhubung dengan SI ASN. Sasaran Strategis ini memiliki satu turunan Indikator Kinerja Utama yaitu Persentase Sistem Informasi Kepegawaian Pengelola ASN yang Terintegrasi dengan SI ASN di wilayah kerja Kantor Regional II BKN Surabaya.

IKU 4.1 Persentase Sistem Informasi Kepegawaian Pengelola ASN yang Terintegrasi dengan SI ASN di wilayah kerja Kantor Regional II BKN Surabaya

Mewujudkan Peningkatan Kualitas Database dan Sistem Informasi ASN (SI–ASN) tentu menjadi salah satu upaya dalam perbaikan kualitas data yang selama ini belum merata. Tercapainya tujuan ini diindikasikan oleh Sistem Informasi ASN yang terpadu dan terintegrasi secara nasional (meliputi pengelolaan data ASN yang handal dan terkini serta penyajian informasi kepegawaian secara akurat). Saat ini Pemerintah telah memiliki data ASN, hanya saja informasi yang disajikan kurang lengkap dan tidak mutakhir sehingga harapan ke depan adalah agar pengembangan database ASN (Big Data ASN) dapat memuat informasi yang lengkap, mutakhir dan terintegrasi. Dengan adanya Big Data ASN, kebijakan terkait manajemen ASN akan lebih tepat sasaran karena berlandaskan data yang valid.

Di tahun 2021 metode pengukuran indikator ini dilakukan dengan cara membandingkan antara jumlah SIMPEG instansi pemerintah di wilayah kerja Kantor Regional II BKN Surabaya yang telah terintegrasi dengan SI-ASN dengan

(37)

jumlah instansi pemerintah di wilayah kerja Kantor Regional II BKN Surabaya.

Sumber data yang digunakan dalam pengukuran ini berdasarkan pada data dari Kedeputian Sistem Informasi Kepegawaian (SINKA), dimana sumber data tersebut berbeda dengan yang digunakan dalam pengukuran di tahun 2020 yang berdasarkan pada penilaian internal Bidang Informasi Kepegawaian (INKA) Kantor Regional II BKN Surabaya.

Berdasarkan hasil analisis Kedeputian SINKA BKN, hasil capaian kinerja atas indikator ini pada tahun 2021 menunjukkan persentase 100% dimana seluruh instansi pemerintah di bawah wilayah kerja Kantor Regional II BKN Surabaya telah mengintegrasikan SIMPEG-nya dengan SI-ASN. Persentase tersebut dapat dicapai dengan melakukan kontrol secara periodik untuk memantau daftar instansi yang belum terintegrasi dengan SI-ASN. Kantor Regional II BKN Surabaya secara aktif melakukan serangkaian upaya demi tercapainya indikator kinerja ini dengan cara bersurat kepada instansi yang belum terintegrasi agar segera melakukan integrasi sistem dengan SI-ASN. Namun tidak hanya itu, Kantor Regional II BKN Surabaya juga melakukan pendekatan langsung dengan cara melakukan pendampingan kepada instansi yang mengalami permasalahan atau kesulitan dalam mengintegrasikan SIMPEG-nya dengan SI-ASN. Intergrasi yang dilakukan selama tahun 2021 masih dibedakan dalam dua kategori yaitu training dan production.

Untuk menjaga konsistensi integrasi agar berjalan dengan lancar hingga tahun- tahun berikutnya, Kantor Regional II BKN Surabaya perlu tetap melakukan pengawasan dan aktif dalam berkoordinasi dengan instansi di bawah wilayah kerjanya untuk memantau progress integrasi SI-ASN.

(38)

SASARAN STRATEGIS 5: TERWUJUDNYA PENINGKATAN DIGITALISASI PENYELENGGARAAN LAYANAN MANAJEMEN ASN Sasaran Strategis 5 berfokus pada bagaimana agar seluruh layanan manajemen ASN dapat terdigitalisasi dengan baik. Hal ini tentu demi mewujudkan pelayanan yang lebih efektif dan efisien, serta menghindari potensi tindakan gratifikasi.

Seluruh pelayanan manajemen ASN diharapkan mampu beralih yang selama ini dilakukan secara offline yang membutuhkan banyak dokumen menjadi pelayanan secara digital yang mudah diakses sehingga tidak lagi membutuhkan dokumen fisik (paperless).

IKU 5.1 Persentase Layanan Manajemen ASN yang Berbasis Digital di Kantor Regional II BKN Surabaya

Penyelenggaraan layanan manajemen ASN yang dilakukan oleh Kantor Regional II BKN Surabaya perlu dikembangkan dari yang semula dilakukan secara tatap muka untuk beralih menjadi pelayanan secara digital. Isu utama dalam upaya digitalisasi layanan manajemen ASN ini adalah efisiensi anggaran dan waktu, serta tidak lupa perlunya kesiapan seluruh pihak dalam mengendalikan teknologi, terutama teknologi informasi. ASN harus dapat beradaptasi dengan revolusi industri 4.0 melalui mempelajari, memanfaatkan dan mengembangkan teknologi yang terus berkembang dengan cepat. Era industri 4.0 memberikan banyak peluang dan kesempatan untuk menjadikan pelayanan publik yang lebih efektif dan efisien melalui pemanfaatan teknologi tersebut.

(39)

Berdasarkan target layanan manajemen ASN yang ditetapkan pada Indikator Kinerja Utama ini yaitu sebesar 80%, Kantor Regional II BKN Surabaya selama tahun 2021 mampu mencapai realisasi sebesar 85% yang artinya bahwa dari seluruh layanan manajemen ASN yang ada pada Kantor Regional II BKN, sebanyak 85%

telah terdigitalisasi. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan apabila dibandingkan dengan tahun 2020 yang hanya mencapai 70%. Dari 14 layanan yang ditargetkan selama tahun 2021, 12 layanan telah berhasil untuk dilakukan digitalisasi. Adapun sejumlah aplikasi yang telah terdigitalisasi selama tahun 2021 sebagai berikut:

1. Usul Kenaikan Pangkat Reguler

2. Usul Kenaikan Pangkat Pilihan Jabatan Struktural 3. Usul Kenaikan Pangkat Pilihan Jabatan Fungsional 4. Usul Kenaikan Penyesuaian Ijazah

5. Usul Pensiun BUP Tanpa Pangkat Pengabdian 6. Usul Pensiun BUP Dengan Pangkat Pengabdian 7. Usul Kartu Pegawai

8. Usul Kartu Istri 9. Usul Kartu Suami

10. Aplikasi DOCCAT (Dokumen Pelaksanaan CAT) 11. Aplikasi IKM CAT

12. Usul Ujian Dinas/ Penyetaraan Ijazah

(40)

SASARAN STRATEGIS 6: TERWUJUDNYA PENINGKATAN KUALITAS PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN PELAKSANAAN MANAJEMEN ASN

Sasaran Strategis 6 pada dasarnya berfokus pada peningkatan kualitas pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan manajemen ASN yang telah dilakukan di wilayah kerja Kantor Regional II BKN Surabaya. Selama ini begitu banyak hasil pengawasan dan pengendalian yang telah dilakukan oleh Bidang PDSK, namun tidak ditindaklanjuti oleh instansi daerah yang bersangkutan. Sasaran strategis ini diturunkan menjadi satu Indikator Kinerja Utama yaitu Persentase Rekomendasi Hasil Pengawasan dan Pengendalian Kepegawaian yang Ditindaklanjuti di wilayah kerja Kantor Regional II BKN Surabaya.

IKU 6.1 Persentase Rekomendasi Hasil Pengawasan dan Pengendalian Kepegawaian yang Ditindaklanjuti di wilayah kerja Kantor Regional II BKN Surabaya

Indikator Kinerja Utama ini merupakan sebuah indikator untuk mengukur seberapa banyak hasil rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh Bidang PDSK atas kegiatan pengawasan dan pengendalian yang telah ditindaklanjuti. Tentu dengan adanya Indikator Kinerja Utama ini diharapkan mampu mendorong instansi daerah agar menindaklanjuti rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh Kantor Regional II BKN Surabaya. Berdasarkan target yang telah ditetapkan oleh Kantor Regional II BKN Surabaya yaitu sebesar 65%, selama tahun 2021 dapat tercapai sebesar 66%.

(41)

Data tersebut didapatkan melalui perbandingan antara rekomendasi yang sudah ditindaklanjuti oleh instansi daerah yang bersangkutan dengan jumlah rekomedasi yang dikeluarkan oleh Kantor Regional II BKN Surabaya. Selama tahun 2021 Kantor Regional II BKN Surabaya mengeluarkan 3 rekomendasi. Dari 3 rekomendasi tersebut, 2 rekomendasi telah ditindaklanjuti. sedangkan 1 rekomendasi lainnya yang belum ditindaklanjuti, Kantor Regional II BKN Surabaya telah berupaya mendorong instansi dengan cara bersurat kepada instansi daerah yang bersangkutan, dalam hal ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur, agar segera menindaklanjuti rekomendasi tersebut. Adanya keterbatasan wewenang yang dimiliki Kantor Regional dalam mendorong instansi daerah untuk menindaklanjuti rekomendasi yang telah diberikan merupakan suatu permasalahan tersendiri yang perlu menjadi evaluasi bersama bagi Kantor BKN Pusat dan Kantor Regional BKN.

(42)

SASARAN STRATEGIS 7: TERWUJUDNYA MANAJEMEN INTERNAL BKN YANG EFEKTIF, EFISIEN DAN AKUNTABEL

Sasaran Strategis 7 ini berfokus pada manajemen internal Kantor Regional II BKN Surabaya terkait bagaimana mewujudkan manajemen yang efektif, efisien dan akuntabel. Berdasarkan sasaran strategis tersebut, maka diturunkan menjadi beberapa Indikator Kinerja Utama yaitu:

1. Indeks Profesionalitas ASN Kantor Regional II BKN Surabaya;

2. Persentase Pemanfaatan Sistem Informasi yang Terstandar di Kantor Regional II BKN Surabaya;

3. Indeks Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Kantor Regional II BKN Surabaya;

4. Skor atas Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Kantor Regional II BKN Surabaya;

5. Persentase Kualitas Pelaksanaan Anggaran Kantor Regional II BKN Surabaya;

6. Persentase Tindak Lanjut Temuan Hasil Audit/Pemeriksaan oleh BPK/Inspektorat di Kantor Regional II BKN Surabaya.

IKU 7.1 Indeks Profesionalitas ASN Kantor Regional II BKN Surabaya Pengukuran Indeks Profesionalitas (IP) ASN adalah suatu instrumen yang digunakan untuk mengukur secara kuantitatif tingkat profesionalitas pegawai ASN yang hasilnya dapat digunakan sebagai dasar penilaian dan evaluasi dalam upaya pengembangan profesionalisme ASN. Kriteria yang digunakan untuk mengukur tingkat profesionalitas ASN mencakup dimensi kualifikasi, dimensi kompetensi, dimensi kinerja, dan dimensi disiplin. Dari target yang telah ditetapkan selama tahun 2021 yaitu IP ASN Kantor Regional II BKN yang mencapai 77, hanya mampu tercapai sebesar 70. Hal tersebut dikarenakan rendahnya aspek kualifikasi di Kantor Regional II BKN Surabaya dimana masih banyak pegawai yang berstatus pendidikan di bawah S1. Namun jika ditinjau kembali, capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan jika dibandingkan dengan capaian di tahun 2020

(43)

yang hanya sebesar 59. Hal ini disebabkan karena tersedianya anggaran peningkatan kompetensi pegawai sehingga pelaksanaan peningkatan kompetensi pegawai Kantor Regional II BKN Surabaya dapat terselenggara dengan lancar.

Selama tahun 2021, tercatat 3 kegiatan peningkatan kompetensi yang telah dilakukan Kantor Regional II BKN Surabaya yaitu Pelatihan TOEFL, Pelatihan Public Speaking, dan Pelatihan Manajemen ASN. Namun, kendala yang terjadi dari seluruh pelatihan yang lakukan, hanya beberapa pelatihan saja yang diakui sebagai peningkatan kompetensi dikarenakan dinilai tidak menunjang tugas pokok dan fungsi pegawai. Tentu hal ini perlu menjadi evaluasi bersama bagi Kantor Regional BKN dan Kantor Pusat BKN dalam hal ini Biro Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menentukan sejauh mana kesesuaian pelatihan yang bisa dilakukan oleh Kantor Regional BKN. Untuk dapat terus menjaga kenaikan nilai IP ASN Kanreg II BKN Surabaya, perlu adanya anggaran tambahan untuk mendongkrak dimensi kompetensi pegawai dengan cara memberikan pelatihan yang diutamakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi pegawai.

IKU 7.2 Persentase Pemanfaatan Sistem Informasi yang terstandar di Kantor Regional II BKN Surabaya

Indikator ini menjelaskan tentang seberapa besar sistem informasi yang telah dimanfaatkan oleh Kantor Regional II BKN Surabaya demi memperlancar pelaksanaan tugas dan fungsinya dari masing-masing bidang/bagian. Dengan memanfaatkan sistem informasi yang terstandar, diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya perantara sistem informasi, menjamin tersedianya

(44)

kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis, serta mengembangkan proses perencanaan yang efektif.

Berdasarkan data capaian kinerja selama tahun 2021, Kantor Regional II BKN Surabaya berhasil mencapai 100% dari target yang telah ditetapkan. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa semua sistem informasi yang digunakan oleh Kantor Regional II BKN Surabaya dalam memberikan layanan internal maupun eksternal telah menggunakan sistem informasi yang terstandar.

(45)

IKU 7.3 Indeks Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Kantor Regional II BKN Surabaya

Pada dasarnya indikator ini bertujuan untuk mengukur tingkat keberhasilan reformasi birokrasi yang ada di Kantor Regional II BKN Surabaya. Dalam hal pengukuran tingkat pelaksanaan reformasi birokrasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden No. 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi Tahun 2010-2025, terdapat beberapa komponen penilaian dalam Indeks Reformasi Birokrasi yang dilakukan oleh Kementerian PAN dan RB, yakni komponen pengungkit dan komponen hasil. Komponen pengungkit terdiri atas manajemen perubahan, penataan perundang-undangan, penataan dan penguatan organisasi, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan dan terakhir peningkatan kualitas pelayanan publik. Sedangkan pada komponen hasil terdiri dari nilai akuntabilitas kinerja, survei internal integritas organisasi, survei eksternal persepsi korupsi, opini BPK dan survei eksternal pelayanan publik.

Selama tahun 2021, Kantor Regional II BKN Surabaya berupa dalam memastikan konsistensi pelaksanaan program Reformasi Birokrasi (RB) agar berjalan optimal dengan cara melakukan koordinasi internal terkait pengembangan RB serta melakukan penguatan koordinasi antar kelompok kerja (pokja).

Pengukuran Indikator Kinerja Utama ini dilakukan dengan sinkronisasi terhadap nilai Reformasi Birokrasi Kantor BKN Pusat, sehingga diperoleh nilai sebesar 76,86.

(46)

IKU 7.4 Skor atas Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Kantor Regional II BKN Surabaya

Indikator Skor atas Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja menggambarkan nilai akuntabilitas mulai dari Perencanan Kinerja, Pengukuran Kinerja, Pelaporan Kinerja, Evaluasi Kinerja dan Capaian Kinerja yang dievaluasi oleh Inspektorat.

Indikator ini bertujuan untuk mengukur tingkat akuntabilitas kinerja Kantor Regional II BKN Surabaya dalam menjalankan tugas dan fungsi organisasi.

Komponen penilaian terdiri atas lima komponen besar yang meliputi perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja, evaluasi kinerja, dan capaian kinerja.

Pada tahun 2021, target yang ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja sebesar 77, sedangkan capaian pada tahun 2021 nilai SAKIP Kantor Regional II BKN Surabaya menunjukkan nilai sebesar 76,29. Capain tersebut menunjukkan peningkatan angka apabila dibandingkan dengan pencapaian di tahun sebelumnya atau tahun 2020 yang hanya mencatat pencapaian di angka 74,97. Pencapian tersebut didapatkan tentu tidak lepas dari upaya Kantor Regional II BKN Surabaya dalam melakukan reviu secara periodik atas dokumen perencanaan dan laporan capaian kinerja. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem akuntabilitas kinerja di Kantor Regional II BKN Surabaya mengarah pada peningkatan kinerja dan penguatan akuntabilitas.

IKU 7.5 Persentase Kualitas Pelaksanaan Anggaran Kantor Regional II BKN Surabaya

Indikator kinerja ini merupakan ukuran dari tingkat kualitas pelaksanaan anggaran di Kantor Regional II BKN Surabaya. Secara jelas terlihat bahwa jika dibandingkan

(47)

realisasi capaian di tahun 2020, capaian realisasi tahun 2021 mengalami penurunan.

Penurunan tersebut disebabkan oleh adanya perubahan metode pengukuran yaitu pada tahun 2020 menggunakan persentase penyerapan anggaran, sedangkan pada tahun 2021 menggunakan nilai SMART DJA yang terdiri atas 5 (lima) komponen penilaian kualitas anggaran yaitu Penyerapan, Konsistensi, Capaian Rincian Output, Efisiensi, dan Nilai Efisiensi. Persentase capaian realisasi Kualitas Pelaksanaan Anggaran Kantor Regional II BKN Surabaya pada tahun 2021 menunjukkan angka 87,25%.

Capaian realisasi tersebut masih berada di bawah target yakni 97% sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja. Upaya perbaikan terhadap kualitas pelaksanaan anggaran perlu dilakukan untuk pencapaian tahun 2022 dengan berfokus pada 5 komponen penilaian kualitas pelaksanaan anggaran.

IKU 7.6 Persentase Tindak Lanjut Temuan Hasil Audit/Pemeriksaan oleh BPK/Inspektorat di Kantor Regional II BKN Surabaya

Indikator ini berfungsi sebagai tolak ukur dalam mengetahui persentase tindak lanjut temuan hasil audit oleh Inspektorat/BPK. Sesuai dengan data yang disajikan, Kantor Regional II BKN Surabaya telah menentukan target sebesar 100% pada tahun sebelumnya (tahun 2020), dan capaian realisasi menunjukkan persentase 100%. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan baik oleh Inspektorat maupun BPK pada tahun 2021, tindak lanjut temuan hasil audit/pemeriksaan telah direalisasikan sebesar 100% oleh Kantor Regional II BKN Surabaya.

(48)

3.3 Realisasi Anggaran

Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor SP- 088.01.2.450454/2021 tanggal 23 November 2020 tentang Alokasi Anggaran Kementerian Negara/Lembaga tahun 2021, Kantor Regional II BKN Surabaya memperoleh pagu Anggaran sebesar Rp. 17.425.740.000,00 (Tujuh Belas Miliar Empat Ratus Dua Puluh Lima Juta Tujuh Ratus Empat Puluh Ribu Rupiah). Namun dalam jangka waktu tahun 2021 terdapat refocusing anggaran dengan total sejumlah Rp 1.564.441.000,00 (Satu Miliar Lima Ratus Enam Puluh Empat Juta Empat Ratus Empat Puluh Satu Ribu Rupiah). Refocusing anggaran diperoleh melalui anggaran kegiatan teknis yaitu dengan mengurangi kegiatan sosialisasi di luar kantor dan pengembalian belanja pegawai. Selain itu pada Bulan Agustus Tahun 2021, Kantor Regional II BKN Surabaya mendapatkan anggaran tambahan melalui BA BUN sejumlah Rp 5.660.544.000,00 (Lima Miliar Enam Ratus Enam Puluh Juta Lima Ratus Empat Puluh Empat Ribu Rupiah). Oleh karena itu total pagu anggaran terakhir Kantor Regional II BKN Surabaya sebesar Rp21.521.843.000,00 (Dua Puluh Satu Miliar Lima Ratus Dua Puluh Satu Juta Delapan Ratus Empat Puluh Tiga Ribu Rupiah). Pagu anggaran tersebut terbagi atas 2 (dua) program, yaitu:

1. Program Kebijakan, Pembinaan Profesi, dan Tata Kelola ASN (088.01.CO) sebesar Rp 6.196.103.000 (Enam Miliar Seratus Sembilan Puluh Enam Juta Seratus Tiga Ribu Rupiah)

2. Program Dukungan Manajemen (088.01.WA) sebesar Rp 15.325.740.000 (Lima Belas Miliar Tiga Ratus Dua Puluh Lima Juta Tujuh Ratus Empat Puluh Ribu Rupiah)

(49)

Berdasarkan program tentang pagu anggaran tersebut, realisasi ditinjau melalui Anggaran Per Jenis Belanja dirincikan sebagai berikut:

Dari seluruh total anggaran di tahun 2021, Kantor Regional II BKN Surabaya berhasil merealisasikan anggaran sebesar Rp 20.571.153.704 (Dua Puluh Miliar Lima Ratus Tujuh Puluh Satu Juta Seratus Lima Puluh Tiga Ribu Tujuh Ratus Empat Rupiah) atau 95,58%. Angka tersebut menunjukkan penyerapan anggaran telah dilakukan secara efektif dan efisien apabila ditinjau dari capaian kinerja melalui NPSS yang menunjukkan nilai 99,82. Capaian realisasi ini tidak lepas dari catatan atau evaluasi sebagai upaya perbaikan di tahun mendatang mengingat capaian yang masih belum mencapai 100%. Oleh sebab itu, perlu adanya penguatan dalam sistem monitoring kinerja dan anggaran untuk memastikan bahwa seluruh target yang telah ditetapkan dapat tercapai secara optimal.

Kode Jenis Belanja Anggaran Realisasi % 51 Belanja Pegawai 10.512.113.000 10.192.187.158 96,96%

52 Belanja Barang 10.630.230.000 10.000.794.911 94,08%

53 Belanja Modal 379.500.000 378.171.635 99,65%

TOTAL 21.521.843.000 20.571.153.704 95,58%

(50)

3.4 CAPAIAN KINERJA LAINNYA

Pada tahun 2021, Kantor Regional II BKN Surabaya untuk kedua kalinya sukses menyelenggarakan seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) ditengah pandemi Covid-19. Hal tersebut tentunya menjadi tantangan yang besar karena penyelenggaraan seleksi harus tetap mengedepankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah dalam peraturan perundang-undangan. Selain itu, untuk memastikan akuntabilitas sistem Computer Assisted Test (CAT), BKN Pusat menginstruksikan penggunaan operation system yang baru yang kemudian juga menjadi salah satu tantangan bagi Kantor Regional II BKN Surabaya untuk secara cepat beradaptasi di tengah-tengah keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM).

Tantangan tersebut pada akhirnya dapat dipenuhi oleh Kantor Regional II BKN Surabaya dengan dukungan komitmen bersama antara Kantor Regional II BKN Surabaya dengan seluruh Instansi terkait dalam hal ini Instansi Daerah maupun Instansi Vertikal.

Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di wilayah Kantor Regional II BKN Surabaya ditunjang dengan 26 (dua puluh enam) Titik Lokasi Mandiri, 4 (empat) Titik Lokasi Sharing, 1 (satu) Titik Lokasi Kantor Regional II BKN Surabaya, dan 1 (satu) Titik Lokasi Mandiri Kantor Regional (Jatim Expo). Jumlah peserta yang melakukan SKD CASN di wilayah kerja Kantor Regional II BKN Surabaya adalah sebanyak 131.902 Peserta. Sedangkan untuk pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CASN, ditunjang dengan 24 (dua puluh empat) Titik Lokasi Mandiri, 5 (lima) Titik Lokasi Sharing, dan 1 (satu) Titik Lokasi Kantor Regional II BKN. Jumlah Peserta SKB CASN tercatat sebanyak 17.000 peserta.

Pelaksanaan seleksi CASN di wilayah Kantor Regional II BKN Surabaya menjadi salah satu wilayah Kantor Regional dengan peserta dan titik lokasi terbanyak jika dibandingkan dengan Kantor Regional lain. Namun, secara umum Pelaksanaan seleksi CASN di wilayah Kantor Regional II BKN Surabaya berjalan dengan lancar tanpa mengalami hambatan besar.

(51)

DOKUMENTASI PELAKSANAAN SELEKSI CASN 2021 DENGAN PROTOKOL KESEHATAN

Pengecekan Suhu Pengecekan Dokumen

Penitipan Barang Tempat Mencuci Tangan

Body Checking Verifikasi

Ruang Ujian CAT BKN Penyemprotan Disinfektan

(52)

BAB IV

PENUTUP

(53)

Penyusunan Laporan Kinerja Kantor Regional II BKN Surabaya mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 Tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi, dan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Dokumen Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Laporan Kinerja ini merupakan Laporan Kinerja pada tahun pertama pelaksanaan Renstra tahun 2020-2024. Laporan ini memberikan gambaran atas kinerja yang telah dilaksanakan, termasuk hambatan atau kendala, serta langkah-langkah perbaikan yang telah dilakukan sehingga dapat menjadi landasan untuk menentukan rencana aksi selanjutnya dalam pencapaian visi, misi, dan tujuan organisasi.

Capaian kinerja Kantor Regional II BKN Surabaya tahun 2021 secara keseluruhan dapat dinyatakan cukup berhasil. Keberhasilan tersebut terlihat dari sebagian besar capaian rata-rata Indikator Kinerja Utama (IKU) yang telah mencapai maupun yang telah berhasil melampaui target yang ditetapkan. Namun untuk beberapa indikator yang menjadi catatan sebagai upaya perbaikan dalam rencana aksi pada tahun berikutnya, antara lain : (1) Indeks Profesionalitas ASN, (2) Indeks Pelaksanaan Reformasi Birokrasi, (3) Skor atas Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja, dan (4) Persentase Kualitas Pelaksanaan Anggaran.

Dengan demikian, berdasarkan evaluasi dan laporan kinerja Kantor Regional II BKN Surabaya ini seluruh jajaran pegawai Kantor Regional II BKN Surabaya memiliki tanggung jawab dan komitmen untuk melaksanakan program kerja dan target kinerja dengan peningkatan capaian pada tahun-tahun berikutnya sesuai dengan tugas dan fungsinya untuk mendukung terwujudnya visi dan misi Kantor Regional II BKN Surabaya yang telah ditetapkan.

BAB IV PENUTUP

(54)

Gambar

Gambar 2.1 Peta Strategis BKN Kantor Regional II Surabaya

Referensi

Dokumen terkait

Walaupun tidak semua sasaran rencana Strategis termuat dalam Perjanjian Kinerja, namun dalam dokumen Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) tetap

Walaupun tidak semua sasaran rencana Strategis termuat dalam Perjanjian Kinerja, namun dalam dokumen Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) tetap

Perlu adanya penerapan anggaran untuk tahun-tahun berikutnya yang mengacu kepada indikator kinerja utama yang telah ditetapkan dari tahun 2020-2024 sehingga

Pada lampiran Perjanjian Kinerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Jember Tahun 2020 dicantumkan sasaran-sasaran strategis dinas, indikator kinerja, target kinerja,

Penetapan Sasaran Strategis dan target capaian untuk Indikator Kinerja Utama BBPBAP Jepara telah tercantum pada Penetapan Kinerja BBPBAP Jepara Tahun 2014 sebagai

Indikator kinerja untuk mengukur terwujudnya sasaran meningkatnya kepuasan internal unit kerja atas layanan umum yang diberikan Biro Perencanaan, Keuangan dan Umum

Dalam rangka mewujudkan akuntabilitas atas pencapaian sasaran strategis untuk memenuhi amanat Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja

Dalam dokumen Perjanjian Kinerja BPTP Lampung Tahun 2019, telah ditetapkan 8 (delapan) sasaran strategis beserta target indikator kinerja yang akan dicapai dalam periode tahun 2019