• Tidak ada hasil yang ditemukan

P U T U S A N. Nomor 095/Pdt.G/2013/PA. Blu BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "P U T U S A N. Nomor 095/Pdt.G/2013/PA. Blu BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

P U T U S A N

Nomor 095/Pdt.G/2013/PA. Blu

BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Blambangan Umpu yang memeriksa dan mengadili perkara perdata pada tingkat pertama dalam persidangan Majelis Hakim telah menjatuhkan putusan dalam perkara Cerai Talak antara:

PEMOHON, umur 29 tahun, agama Islam, pendidikan SMK, pekerjaan Dagang, Tempat tinggal di Kelurahan Taman Asri Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, sebagai Pemohon;

l a w a n

TERMOHON, umur 19 tahun, agama Islam, pendidikan SMP, pekerjaan tidak bekerja, tempat tinggal di Jalan KS Tubun Kelurahan Taman Asri, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, sebagai Termohon; Pengadilan Agama tersebut;

Telah membaca dan mempelajari berkas perkara;

Telah mendengar keterangan Pemohon serta memeriksa bukti-bukti surat dan saksi-saksi di persidangan;

TENTANG DUDUK PERKARANYA

Bahwa, Pemohon dengan surat permohonannya tertanggal 02 Juli 2013 yang telah terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Agama Blambangan Umpu Nomor 095/Pdt.G/2013/PA.Blu. tanggal 02 Juli 2013 mengemukakan hal-hal sebagai berikut: 1. Bahwa Pemohon dan Termohon adalah suami isteri yang menikahnya

dilangsungkan pada tanggal 11 Februari 2012 , yang dicatat oleh Pegawai Pencatat Nikah Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan sebagaimana bukti berupa Duplikat/Buku Kutipan Akta Nikah Nomor : 56/09/II/2012, tertanggal 13 Februari 2012;

(2)

2. Bahwa pernikahan antara Pemohon dan Termohon didasarkan suka sama suka, Pemohon berstatus duda cerai hidup dengan 1 orang anak sedangkan Termohon berstatus perawan;

3. Bahwa Pemohon dan Termohon telah bergaul sebagaimana layaknya suami isteri namun belum dikaruniai anak;

4. Bahwa setelah akad nikah Pemohon dan Termohon bertempat tinggal di rumah orangtua Termohon di Jalan Jalan KS Tubun Kelurahan Taman Asri Kecamatan Baradatu sampai dengan tanggal 5 Juni 2013;

5. Bahwa pada mulanya rumah tangga Pemohon dan Termohon rukun dan damai, namun sejak awal bulan Juni 2012 rumah tangga Pemohon dan Termohon mulai terjadi perselisihan dan pertengkaran, adapun penyebabnya sebagai berikut :

a. Antara Pemohon dengan Termohon sebelum menikah sudah ada kesepakatan yakni Termohon mau menerima dan mengurus anak bawaan Pemohon seperti anak sendiri namun kenyataanya Termohon menolak menerima anak tersebut, Termohon mengaku sendiri kepada Pemohon bahwa Termohon tidak mau mengurus anak Pemohon dan tidak mau mengenal orang tua dan keluarga Pemohon;

b. Termohon jika dinasehati oleh Pemohon malah marah-marah dan berkata-kata kasar kepada Pemohon yakni memanggil Pemohon dengan sebutan babi, anjing dan lain-lain;

c. Termohon sejak bulan April 2013 setiap marah sering meminta cerai kepada Pemohon;

6. Bahwa puncak perselisihan dan pertengkaran Pemohon dengan Termohon terjadi pada tanggal 5 Juni 2013 dengan sebab Termohon marah kepada Pemohon karena Pemohon mengunjungi anak dan orang tua Pemohon di Kotabumi yang berakibat antara Pemohon dan Termohon pisah tempat tinggal Pemohon pergi karena di usir

(3)

oleh Termohon dan tinggal di rumah kontrakan sedangkan Termohon tetap tinggal di rumah orang tua Termohon;

7. Bahwa atas perbuatan Termohon tersebut, Pemohon tidak sanggup lagi mempertahankan rumah tangga antara Pemohon dan Termohon, sehingga Pemohon berkesimpulan lebih baik bercerai;

Bahwa berdasarkan alasan/dalil-dalil di atas, Pemohon mohon agar Ketua Pengadilan Agama Blambangan Umpu Cq Majelis Hakim memeriksa dan mengadili perkara ini, selanjutnya menjatuhkan putusan yang amarnya berbunyi :

PRIMAIR :

1. Mengabulkan permohonan Pemohon;

2. Memberikan izin kepada Pemohon untuk menjatuhkan Talak Satu terhadap Termohon didepan sidang Pengadilan Agama Blambangan Umpu setelah putusan ini berkekuatan hukum tetap;

3. Membebankan biaya perkara menurut peraturan yang berlaku; SUBSIDAIR :

- Apabila Pengadilan berpendapat lain mohon putusan yang seadil-adilnya;

Bahwa, pada hari persidangan yang telah ditetapkan, Pemohon datang menghadap persidangan, sedangkan Termohon tidak datang menghadap dan tidak pula mengutus orang lain sebagai wakilnya yang sah untuk persidangan tersebut, meskipun ia telah dipanggil dengan resmi dan patut sesuai dengan relaas panggilan Nomor 095/Pdt.G/2013/PA.Blu. tanggal 03 Juli 2013 dan tanggal 16 Juli 2013;

Bahwa, Majelis Hakim telah berusaha memberi nasehat kepada Pemohon agar bersabar dan kembali membina rumah tangga bersama Termohon namun usaha tersebut tidak berhasil;

Bahwa, kemudian dilanjutkan memeriksa perkara ini dengan membacakan permohonan Pemohon, yang isinya Pemohon tetap pada permohonannya yaitu ia tetap ingin bercerai dengan Termohon;

(4)

Bahwa, untuk memperkuat dalil permohonannya, Pemohon telah mengajukan bukti surat berupa:

- Fotokopi Buku Kutipan Akta Nikah atas nama Pemohon dan Termohon yang dikeluarkan oleh Kantor Urusan Agama Kecamatan Baradatu Nomor 56/09/II/2012 tanggal 13 Februari 2012, (P.1);

Bahwa, bukti surat berupa fotokopi (P.1) telah dinazzegelen serta telah dicocokkan dan sesuai dengan aslinya;

Bahwa, selain bukti surat tersebut diatas, Pemohon juga telah menghadirkan 2 orang saksi masing-masing:

1. SAKSI I, umur 25 tahun, agama Islam, pekerjaan Karyawan telkomsel Baradatu, bertempat tinggal di Kelurahan Tiu balak Pasar Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, yang menerangkan di bawah sumpah pada pokoknya sebagai berikut: - Bahwa saksi mengaku kenal dengan Pemohon dan Termohon karena saksi

adalah teman dekat Pemohon;

- Bahwa Pemohon dan Termohon adalah suami isteri yang waktu menikahnya saksi hadir;

- Bahwa setelah menikah Pemohonn dengan Termohon tinggal dirumah orang tua Termohon;

- Bahwa awalnya rumah tangga Pemohon dengan Termohon rukun tetapi saat ini tidak rukun lagi sering terjadi perselisihan dan pertengkaran;

- Bahwa penyebab Pemohon dan Termohon bertengkar Termohon saksi tidak mengetahui persis;

- Bahwa sekarang Pemohon dengan Termohon telah pisah rumah lebih kurang 1 bulan yang lalu;

- Bahwa dari pernikahan Pemohon dan Termohon belum dikaruniai anak;

- Bahwa Pemohon dengan Termohon belum pernah didamaikan oleh keluarga dekat;

(5)

2. SAKSI II, umur 22 tahun, agama Islam, pekerjaan Dagang, bertempat tinggal di Kampung Umpu Kencana, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan Kampung, yang menerangkan di bawah sumpah pada pokoknya sebagai berikut: - Bahwa saksi mengaku kenal dengan Pemohon dan Termohon karena saksi teman

dekat Pemohon;

- Bahwa Pemohon dan Termohon adalah suami isteri waktu menikahnya saksi tidak hadir;

- Bahwa status Pemohon sebelum menikah denga Termohon adalah duda beranak 1 dan Termohon perawan;

- Bahwa setelah menikah Pemohon dengan Termohon tinggal dirumah orang tua Termohon;

- Bahwa dari pernikahan Pemohon dan Termohon belum dikaruniai anak;

- Bahwa pada awalnya rumah tangga Pemohon dengan Termohon rukun tetapi 1 tahun setelah pernikahan rumah tangga Pemohon dan Termohon mulai tidak rukun karena sering terjadi perselisihan dan pertengkaran;

- Bahwa penyebab mereka bertengkar kareana Termohon cemburu dengan bekas isteri Pemon dan juga sering berkata-kata kasar kepada Pemohon;

- Bahwa sekarang Pemohon dengan Termohon telah pisah rumah sejak Mei 2013 ( 2 bulan) yang lalu karena Pemohon diusir nenek Termohon;

- Bahwa saksi sering menasehati Pemohon dan Termohon agar berbaik lagi namun tidak berhasil;

- Bahwa Pemohon dengan Termohon sudah pernah didamaikan oleh keluarga dekat namun tidak berhasil;

Bahwa, kemudian Pemohon menyatakan sudah cukup dan tidak akan mengajukan pembuktian lagi ;

Bahwa, selanjutnya Pemohon menyampaikan kesimpulan secara lisan yang pada pokoknya tetap pada dalil permohonannya dan mohon putusan;

(6)

Bahwa, untuk menyingkat uraian dalam putusan ini, maka ditunjuk hal-hal yang tercantum dalam berita acara persidangan dan surat-surat yang berhubungan dengan perkara ini yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari putusan ini;

TENTANG HUKUMNYA

Menimbang, bahwa maksud dan tujuan permohonan Pemohon adalah sebagaimana tersebut di atas;

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan Pemohon dan bukti P.1, terbukti antara Pemohon dan Termohon telah terikat perkawinan yang sah, maka sesuai dengan ketentuan Pasal 7 ayat (1) Kompilasi Hukum islam, harus dinyatakan bahwa Pemohon dan Termohon berkualitas hukum untuk bertindak sebagai pihak-pihak yang perkara;

Menimbang, bahwa Majelis Hakim telah berusaha memberi nasehat kepada Pemohon agar mempertahankan rumah tangganya namun usaha tersebut tidak berhasil;

Menimbang, bahwa setelah dibacakan surat permohonan Pemohon yang isinya tetap dipertahankan oleh Pemohon yaitu Pemohon tetap ingin menceraikan Termohon;

Menimbang, bahwa pokok permohonan Pemohon adalah menceraikan Termohon dengan alasan bahwa Termohon tidak mau menerima anak bawaan Pemohon walaupun sebelumnya telah ada kesepakatan Termohon mau menerima dan merawatnya dan Termohon sering berkata-kata kasar kepada Pemohon bahkan pemohon sering minta bercerai dengan Pemohon sehingga rumah tangganya tidak harmonis karena telah terjadi perselisihan dan pertengkaran secara terus menerus dan tidak ada harapan untuk hidup rukun lagi sebagaimana dimaksud Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam;

Menimbang, bahwa oleh karena perceraian yang diajukan oleh Pemohon berdasarkan alasan sebagaimana tersebut diatas maka Majelis Hakim telah mendengarkan keterangan orang dekat dengan kedua belah pihak sekaligus sebagai saksi, sesuai ketentuan Pasal 22 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo Pasal 134 Kompilasi Hukum Islam;

(7)

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan Pemohon, bukti-bukti surat dan saksi-saksi yang satu sama lain saling bersesuaian dan secara materiil ada kesamaannya, Majelis Hakim telah menemukan fakta-fakta sebagai berikut;

- Bahwa Pemohon dan Termohon adalah suami isteri sah yang menikah pada tahun 2012;

- Bahwa Pemohon menikah dengan Termohon berstatus duda beranak 1 orang sedangkan Termohon berstatus perawan;

- Bahwa pada awalnya rumah tangga Pemohon dan Termohon rukun, namun sejak 1 tahun pernikahan mulai tidak rukun karena sering terjadi perselisihan dan pertengkaran;

- Bahwa perselisihan dan pertengkaran Pemohon dan Termohon disebabkan Termohon cemburu dengan mantan isteri Pemohon serta Termohon sering berkata kasar kepada Pemohon;

- Bahwa puncak dari perselisihan dan pertengkaran Pemohon dengan Termohon terjadi pada bulan Juni 2013 Pemohon dan Termohon berpisah tempat tinggal sampai sekarang tanpa saling menjalankan kewajiban sebagaimana layaknya suami-istri;

- Pemohon dan Termohon telah hidup berpisah dan selama itu pula antara Pemohon dan Termohon tidak ada komunikasi yang baik;

- Bahwa keluarga Pemohon dan Termohon sudah berusaha mendamaikan namun tidak berhasil;

Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta tersebut Majelis Hakim menilai bahwa rumah tangga Pemohon dan Termohon telah sering diwarnai perselisihan dan pertengkaran yang terus menerus setidak-tidaknya perselisihan batin, hingga kini sudah tidak ada harapan lagi untuk dapat dirukunkan kembali;

Menimbang, bahwa perselisihan dan pertengkaran antara Pemohon dan Termohon telah memuncak dan mengakibatkan suami isteri hidup berpisah dan

(8)

komunikasi tidak terjalin baik atau tidak berjalan sebagaimana mestinya, dengan demikian akibat yang ditimbulkan dari perselisihan dan pertengkaran sudah sedemikian rupa dan berpengaruh pada keutuhan kehidupan rumah tangganya, karena itu Majelis Hakim menilai bagi rumah tangga Pemohon dan Termohon penyebab perselisihan dan pertengkarannya tersebut merupakan sesuatu yang bersifat prinsipil;

Menimbang, bahwa oleh karena bahtera rumah tangga Pemohon dan Termohon telah dipenuhi perselisihan dan pertengkaran yang tidak berkesudahan bahkan antara suami isteri telah hidup berpisah maka rumah tangga yang demikian itu telah pecah yang tentu saja akan sulit bagi keduanya untuk dapat mencapai tujuan perkawinan sebagaimana tersebut diatas, oleh karenanya menurut Majelis Hakim tidaklah mungkin secara hukum dipaksakan kepada keduanya untuk tetap mempertahankan perkawinannya, karena hal itu dapat menimbulkan ekses-ekses negatif bagi kedua belah pihak seperti frustasi dan atau penderitaan-penderitaan lahir maupun batin yang berkepanjangan akan dialami oleh Pemohon dan Termohon, maka hal-hal tersebut harus dihindari dengan cara perkawinannya diputuskan selaras dengan qaidah fiqhiyah yang berbunyi sebagai berikut;

د

ر

ء

اﻟ

م

ّﺪ

ﺎﻟ

اﻟ

Artinya : Mencegah kemadharatan harus lebih diutamakan daripada menarik kemaslahatan;

Menimbang, bahwa berdasarkan atas pertimbangan-pertimbangan tersebut diatas maka Majelis Hakim berkesimpulan bahwa perceraian yang dikehendaki oleh Pemohon berdasarkan alasan antara Pemohon dan Termohon terjadi perselesihan dan pertengkaran secara terus menerus dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga telah terbukti dan memenuhi ketentuan pasal 39 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam, maka dengan memperhatikan ketentuan

(9)

pasal 149 ayat (1) R.Bg, dan dalil dalam Kitab Ahkamul Qur'an Juz II halaman 405 yang berbunyi :

ﻥﻤ

ﻰﻋﺩ

ﻰﻟﺇ

ﻡﻜﺎﺤ

ﻥﻤ

ﻡﺎﻜﺤ

ﻥﻴﻤﻠﺴﻤﻟﺍ

ﻡﻠﻓ

ﺏﺠﻴ

ﻭﻬﻓ

ﻡﻟﺎﻅ

ﻕﺤ

ﻪﻟ

yang artinya “Barangsiapa yang dipanggil oleh Hakim Islam untuk menghadap di muka persidangan, lalu ia tidak memenuhi panggilan tersebut maka ia termasuk dzalim dan gugurlah haknya”, sehingga permohonan Pemohon dapat dikabulkan dengan verstek;

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut diatas maka permohonan Pemohon pada petitum angka 2 yang berbunyi agar Pengadilan memberi izin kepada Pemohon untuk mengikrarkan talak kepada Termohon didepan sidang Pengadilan Agama Blambangan Umpu adalah beralasan karenanya patut dikabulkan sebagaimana ketentuan Pasal 70 ayat (3) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 yang waktunya akan ditentukan dikemudian hari setelah putusan ini berkekuatan hukum tetap;

Menimbang, bahwa perkara ini termasuk bidang perkawinan maka berdasarkan Pasal 89 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2006 dan Undang-undang Nomor 50 Tahun 2009 segala biaya perkara yang timbul dibebankan kepada Pemohon;

Mengingat segala ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan hukum Syara' yang berkaitan dengan perkara ini;

MENGADILI

1. Menyatakan bahwa Termohon yang telah dipanggil secara resmi dan patut untuk menghadap di persidangan, tidak hadir;

2. Mengabulkan permohonan Pemohon dengan verstek;

3. Memberi izin kepada Pemohon untuk menjatuhkan talak satu raj’i terhadap Termohon di depan sidang Pengadilan Agama Blambangan Umpu;

(10)

4. Memerintahkan kepada Panitera Pengadilan Agama Blambangan Umpu untuk menyampaikan salinan penetapan ikrar talak kepada Pegawai Pencatat Nikah ditempat perkawina Pemohon dan Termohon dilangsungkan dan di tempat tinggal Pemohon dan Termohon;

4. Membebankan biaya perkara ini kepada Pemohon sebesar Rp. 491.000,- (empat ratus sembilan puluh satu ribu rupiah);

Demikianlah diputuskan dalam rapat permusyawaratan Majelis Hakim pada hari Senin tanggal 29 Juli 2013 M bertepatan dengan tanggal 21 Ramadhan 1434 H, oleh kami Drs. H. ALI SOFWAN sebagai Ketua Majelis serta NOFIA MUTIASARI, S.Ag dan GENIUS VIRADES, SH sebagai Hakim Anggota, putusan mana pada hari itu juga dibacakan dalam persidangan yang terbuka untuk umum oleh Ketua Majelis serta dihadiri oleh Hakim-hakim Anggota dan EDI LAILI ALKAN, SH sebagai Panitera Pengganti dan dihadiri pula oleh Pemohon tanpa hadirnya Termohon.

Ketua Majelis

.

Drs. H. ALI SOFWAN

Hakim Anggota, Hakim Anggota,

Ttd. Ttd.

NOFIA MUTIASARI, S.Ag GENIUS VIRADES, SH

Panitera Pengganti,

Ttd.

EDI LAILI ALKAN, SH Rincian Biaya Perkara:

1. 2. 3 Biaya Pendaftaran Biaya Proses Biaya Panggilan : : : Rp Rp Rp 30.000,- 50.000,- 400.000,- 4. Biaya Redaksi : Rp 5.000,- 5. Biaya Meterai : Rp 6.000,- Jumlah : Rp 491.000,-

(11)

Setelah isi Salinan Putusan ini diperiksa dan dicocokkan sesuai dengan aslinya, ternyata cocok dan

sesuai dengan aslinya. Sungai Penuh, 04 Januari 2012

PANITERA,

Referensi

Dokumen terkait

Merupakan suatu sistem yang memberikan dukungan komputer secara langsung kepada seorang manajer dalam proses pengambilan/pembuatan keputusan. Seorang manajer produksi

Faktor kekuatan dan kelemahan terdapat dalam suatu organisasi (internal) termasuk satuan bisnis tertentu, sedangkan peluang dan ancaman merupakan faktor-faktor lingkungan

Jejaring sosial saat ini telah menguasai kehidupan para pengguna Internet. Layanan yang dihadirkan oleh masing-masing situs jejaring sosial berbeda-beda. Hal inilah

Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah memberikan bekal ilmu dan pengalaman yang sangat berguna bagi masa depan penulis. Baskoro Adi Prayitno, M.Pd., selaku

Pajak penghasilan terkait pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi 0. Penyesuaian akibat penjabaran laporan keuangan dalam mata uang

Setelah melihat cara kerja masing-masing serangan, dapat disimpulkan bahwa kata sandi yang kuat adalah kata sandi yang cukup panjang, menggunakan kombinasi setidaknya

Proposisi ialah suatu pernyataan yang terdiri dari satu atau lebih dari satu konsep atau variabel4. Proposisi yang hanya terdiri dari satu konsep atau variabel disebut

Ibid.. Untuk evaluasi yang dilakukan mengenai sistem penjaminan mutu internal dilaksanakan satu semester satu kali. Didukung oleh pendapat wakil kepala sekolah, tim