PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMBELI ATAS KELALAIAN YANG DILAKUKAN OLEH PPAT DALAM JUAL BELI TANAH WARISAN (STUDI PUTUSAN NOMOR 156K/Pdt/2020)
Teks penuh
Dokumen terkait
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pertimbangan hukum hakim terkait perlindungan hukum pembeli hak atas tanah bersertipikat yang
Kaitannya dengan perlindungan hukum terhadap pemilik asal tanah dalam pelaksanaan jual beli yang dilakukan oleh tergugat I, II, III dan IV maka perlindungan hukum
c. mereka yang turut serta dalam melakukan perbuatan. Akta Jual beli tanah dan rumah merupakan produk hukum yang dibuat oleh PPAT dan Surat Kuasa merupakan produk
Hendaknya pihak yang dirugikan atas terbitnya akta jual beli hak atas tanah yang bersertipikat oleh PPAT yang mengandung unsur perbuatan melawan hukum dan cacat
Tujuan dari penelitian ini menjawab permasalahan mengenai kekuatan hukum perjanjian jual beli tanahyang tidak dilakukan dihadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT)
Masalah yang diteliti adalah mengapa dapat terjadi kesalahan dalam pembuatan akta jual beli tanah dan bagaimana tanggungjawab PPAT dalam memberikan perlindungan
Kekuatan hukum dalam perjanjian jual beli tanah di bawah tangan yang dapat dilakukan oleh pihak pembeli agar jual beli tanah yang dilakukan tanpa akta PPAT
Menurut hasil dari penelitian dan analisa, bahwa dari mata hukum, jual beli tanah yang dilakukan tanpa adanya akta jual beli dari PPAT dapat menjadi kerugian bagi pihak pembeli, karena