i
RANCANGAN AKTUALISASI
EFEKTIVITAS SISTEM DISTRIBUSI OBAT DAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI (BMHP) DI INSTALASI RAWAT INAP PUSKESMAS BUNUT HILIR
DISUSUN OLEH
PRISCA WIDIYANTI, S.Farm.,Apt. 199611242020122019
30
BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA
MANUSIA KABUPATEN KAPUAS HULU
BEKERJASAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI KALIMANTAN BARAT
ii
iii
iv
v
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan “Rancangan Aktualisasi Calon Pegawai Negeri Sipil dalam Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan LXXIX Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2021 dapat diselesaikan.
Penulisan rancangan ini terlaksana karena kontribusi banyak pihak berupa bimbingan dan motivasi sehingga pada kesempatan ini penyusun ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Bupati Kabupaten Kapuas Hulu
2. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Barat 3. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Kabupaten Kapuas Hulu.
4. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu 5. Kepala Puskesmas Bunut Hilir
6. Bapak Deny Kurniawan, A.Md.Kep. selaku mentor yang telah memberikan bimbingan, masukan dan pengarahan.
7. Ibu Dian Sekar Ayu, S.STP., selaku Coach yang telah memberikan bimbingan, motivasi, nasehat-nasehat serta masukan yang sangat berharga dalam penyusunan rancangan aktualisasi.
8. Bapak Yetry Fasawal, S.I.P., M. Kesos. selaku penguji yang telah memberikan masukan dan saran perbaikan.
9. Kedua orang tuaku yang selalu memberikan doa, membimbing, memberikan semangat dan kasih sayang yang tulus.
10. Rekan peserta Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III Angkatan LXXIX Tahun 2021 Kabupaten Kapuas Hulu yang telah memberikan bantuan dan motivasi.
Penulis berupaya agar Rancangan Aktualisasi ini dapat mencapai tujuan, sehingga kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan penulisan ini diterima dengan terbuka. Semoga rancangan aktualisasi ini dapat bermanfaat bagi penulis maupun bagi pembaca sebagai tambahan pengetahuan yang telah dimiliki.
Putussibau, 20 April 2021
vi
DAFTAR ISI
LEMBAR PERSETUJUAN ... ii
BERITA ACARA ... iii
LEMBAR PENGESAHAN ... iv
KATA PENGANTAR ...v
DAFTAR ISI... vi
DAFTAR TABEL ... viii
BAB I PENDAHULUAN... 1
A. LATAR BELAKANG ... 1
B. RUANG LINGKUP ... 2
C. TUJUAN... 3
D. TEMPAT DAN WAKTU KEGIATAN ... 3
E. MANFAAT ... 4
BAB II GAMBARAN UMUM ... 5
A. Profil Instansi ... 5
1. Keadaan Umum ... 5
2. Visi dan Misi Organisasi ... 5
3. Nilai-nilai Organisasi ... 6
4. Stuktur Organisasi ... 7
B. Tugas dan Fungsi ... 8
1. Tugas Puskesmas ... 8
2. Fungsi Puskesmas ... 9
3. Uraian Tugas ... 9
BAB III KONSEP DASAR ASN ... 10
A. Identifikasi Nilai-Nilai Dasar ASN ... 10
1. Akuntabilitas ... 10
2. Nasionalisme ... 11
3. Etika Publik ... 12
4. Komitmen Mutu ... 13
5. Anti Korupsi ... 14
vii
1. Manajemen ASN ... 15
2. Whole of Government ( WoG ) ... 16
3. Pelayanan Publik ... 16
BAB IV RANCANGAN AKTUALISASI... 18
A. Identifikasi Isu dan Gagasan Pemecahan ... 18
B. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan ... 21
C. Jadwal Implementasi Aktualisasi ... 29
D. Jadwal Bimbingan ... 31
1. Jadwal Konsultasi dengan Coach ... 31
2. Jadwal Konsultasi dengan mentor ... 32
viii
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Struktur Organisasi Puskesmas Bunut Hilir ... 7
Tabel 2.2 Jumlah Tenaga Karyawan ( Tenaga Medis, Tenaga Bidan, Tenaga Paramedis dan Tenaga Administrasi ) ... 8
Tabel 4.1. Analisispenilaian Kualitas Isu Melalui Metode APKL (Aktualissasi, Problematik, Kekhalayakan, Kelayakan) ... 19
Tabel 4.2. Analisis Faktor Penyebab Melalui Metode USG ... 20
Tabel 4.3 Rancangan Aktualisasi ... 21
Tabel 4.4 Jadwal Implmentai Aktualisasi ... 29
Tabel 4.5 Jadwal Konsultasi Dengan Coach... 31
1
BAB I PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Berdasarkan Undang - Undang no 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara menjelaskan bahwa Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya di singkat ASN adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah.
Undang – undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara mengamanatkan Instansi Pemerintah untuk wajib memberikan Pendidikan dan Pelatihan terintegrasi bagi Calon Pengawai Negeri Sipil (CPNS) selama 1 (satu) tahun percobaan. Tujuan Pelatihan terintegrasi ini adalah untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggungjawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang. Dengan demikian Undang- Undang ASN mengedepankan nilai-nilai dan pembangunan karakter dalam mencetak PNS.
Pelatihan dasar Calon PNS pola baru mengedepankan internalisasi nilai-nilai dasar profesi PNS yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi atau yang diakronimkan sebagai ANEKA sehingga diharapkan dapat menghasilkan PNS yang professional dan berkarakter dalam melaksanakan tugas dan jabatannya. Nilai-nilai dasar profesi ASN tersebut akan diaktualisasikan selama masa habituasi (30 hari) yang dilakukan pada instansi unit kerja. Sebagai tindak lanjut dari pembelajaran, peserta Pelatihan Dasar Calon PNS melakukan best practice dengan cara menentukan isu yang terdapat pada instansi unit kerja. Kemudian dari isu tersebut Calon PNS menentukan suatu gagasan dan menyusun rancangan aktualisasi dengan mengacu pada materi pembelajaran yang telah diterima untuk diaktualisasikan pada instansi kerja guna menangani isu yang terjadi di unit kerja Calon PNS.
Pelaksanaan aktualisasi sebagai seorang Calon PNS profesi Apoteker salah satunya adalah dengan melakukan distribusi obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) ke sub unit pelayanan kesehatan di Puskesmas, salah satunya di instalasi rawat inap. Pada pertemuan Pemberian Informasi Obat
2
(PIO) tahun 2019 pihak Seksi Farmasi dan Makanan Dinas Kesehatan Kapuas Hulu memberikan instruksi terkait sistem distribusi obat rawat inap di Puskesmas menggunakan sistem penyimpanan obat di instalasi rawat inap khususnya untuk obat emergency, dimana setiap penggunaan obat dan BMHP harus dibuktikan dengan resep. Sistem ditribusi obat dan BMHP rawat inap di Puskesmas Bunut Hilir belum menerapkan sistem distribusi tersebut karena keterbatasan yaitu belum memiliki alur / prosedur yang jelas tentang sistem distribusi obat dan BMHP yang di butuhkan di instalasi rawat inap. Dengan adanya alur / prosedur sistem distribusi obat dan BMHP di instalasi rawat inap dapat menjadikan sistem distribusi yang efektif.
Dengan pertimbangan di atas, peserta pelatihan dasar CPNS Golongan III Tahun 2021 ditugaskan untuk merancang aktualisasi nilai-nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi) yang akan dilaksanakan di tempat kerja yang dalam hal ini penulis akan melaksanakan di unit kerja Puskesmas Bunut Hilir, Kecamatan Bunut Hilir sebagai bentuk penerapan ilmu yang telah didapat selama mengikuti pelatihan dasar dalam kurun waktu 18 hari belajar on class. Dengan mengaktualisasi nilai-nilai dasar ASN yang Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA) diharapkan akan membentuk karakter ASN yang berakhlak mulia, professional, mampu menjalankan fungsinya sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik serta pemersatu dan perekat bangsa.
B. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup atau tempat penerapan mengacu pada unit kerja peserta pelatihan dasar Calon PNS di Kapuas Hulu tahun 2021 berada Puskesmas Bunut Hilir. Kegiatan yang dilakukan yaitu efektivitas sistem disribusi obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) di instalasi rawat inap dengan tahapan kegiatan sebagai berikut :
1. Melakukan konsultasi dengan pimpinan Puskesmas Bunut Hilir.
2. Membuat daftar nama dan jumlah obat dan BMHP yang dibutuhkan di
3
3. Membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait sistem distribusi
obat dan BMHP di instalasi rawat inap.
4. Sosialisasi kepada petugas rawat inap tentang SOP distribusi obat dan
BMHP di Instalasi rawat inap.
5. Penyusunan obat dan BMHP sesuai dengan daftar kebutuhan di instalasi
rawat inap.
6. Melakukan monitoring obat dan BMHP di instalasi rawat inap.
C. TUJUAN
Terdapat beberapa tujuan dilaksanakannya kegiatan aktualisasi di Puskesmas Bunut Hilir Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, Sub Bagian Farmasi
1. Mampu menerapkan nilai-nilai akuntabilitas sehingga memiliki
tanggungjawab dan integritas terhadap apa yang dikerjakan;
2. Mampu menerapkan nilai-nilai nasionalisme sehingga bekerja atas dasar semangat nilai-nilai Pancasila;
3. Mampu menerapkan nilai-nilai Etika Publik sehingga menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan kondusif;
4. Mampu menerapkan nilai-nilai Komitmen Mutu sehingga dapat mewujudkan pelayanan prima terhadap masyarakat;
5. Mampu menerapkan nilai-nilai Anti Korupsi sehingga dapat mewujudkan sikap jujur dan tidak mengambil keputusan berdasarkan kepentingan pihak tertentu.
D. TEMPAT DAN WAKTU KEGIATAN
Tempat penyelenggaraan rancangan aktualisasi dilakukan di Hotel Uncak Kapuas, Putussibau, Kapuas Hulu. Waktu penyelenggaraan rancangan aktualisasi dimulai pada tanggal 30 Maret sampai tanggal 21 April 2021. Sedangkan pelaksanaan aktualisasi dilakukan di unit kerja peserta pelatihan dasar yaitu di Puskesmas Bunut Hilir. Waktu penyelenggaraan aktualisasi dimulai pada tanggal 22 April sampai 5 Juni 2021.
4
E. MANFAAT
Kegiatan aktualisasi memberikan manfaat antara lain : 1. Bagi Peserta Pelatihan Dasar
Manfaat aktualisasi bagi peserta adalah untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dalam kebangsaan, karakter pribadi yang unggul dan bertanggungjawab, dan memperkuat profesionalisme di dalam diri peserta pelatihan dasar. Kegiatan aktualisasi juga bermanfaat bagi peserta dalam upaya memperkuat kompetensi bidang yang dimiliki.
2. Bagi Pihak Instansi
5
BAB II GAMBARAN UMUM
GAMBARAN UMUM
A. Profil Instansi 1. Keadaan Umum
Puskesmas Bunut hilir memiliki luas wilayah kerja 849,64 km² dengan batas-batas administrasi sebagai berikut : sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Batang Lupar Dan Embaloh Hilir; sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Jongkong. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Boyan Tanjung dan Timur berbatasan dengan Kecamatan Bunut Hulu dan Bika. Wilayah kerja Puskesmas Bunut Hilir terdiri atas 11 desa dan 24 dusun. Jarak tempuh Kecamatan Bunut Hilir dengan Kabupaten Kapuas Hulu kurang lebih 95 km, lama tempuh perjalanan dari Bunut Hilir ke Putussibau dengan menggunakan Speed Boat 40 pk kurang lebih 2 jam, kendaraan darat dapat ditempuh selama kurang lebih 3 jam dan kendaraan air menyusuri Sungai Kapuas dapat ditempuh selama kurang lebih 8 jam menggunakan Motor Bandung. Wilayah kerja Puskesmas Bunut Hilir berpenduduk 9.129 jiwa, dimana 4.613 jiwa laki-laki dan 4516 jiwa perempuan berdasarkan data penduduk tahun 2020.
Penduduk wilayah kerja Puskesmas Bunut Hilir beraneka suku / budaya termasuk suku melayu, jawa, cina, dan dayak. Perilaku masyarakat sangat dipengaruhi oleh adat istiadat setempat, seperti persatuan yang diwujudkan dalam sikap bergotong royong dengan masyarakat lainnya. Hal tesebut terlihat pada acara-acara seperti selamatan, pernikahan, dan masih banyak lagi acara-acara lain yang sangat mencerminkan budaya atau adat istiadat setempat.
2. Visi dan Misi Organisasi
Visi Puskesmas Bunut Hilir yaitu “ Masyarakat Bunut Hilir Sehat Mandiri Dan Merata”. Sedangkan Misi Puskesmas Bunut Hilir adalah:
1. Menggerakkan pembangunan yang berwawasan kesehatan; 2. Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat;
3. Memelihara dan meningkatkan pelayanan yang bermutu, merata dan terjangkau;
6
4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat beserta lingkungan.
3. Nilai-nilai Organisasi
Puskesmas Bunut Hilir memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan tata nilai “RAMAI”
1. Ramah : Ramah dalam memberikan pelayanan
2. Aman : Aman dalam melakukan tindakan
3. Mandiri : Mandiri dalam memberikan pelayanan
4. Adil : Adil dalam memberikan pelayanan
7
4. Stuktur Organisasi
Tabel 2.1 Struktur Organisasi Puskesmas Bunut Hilir
KEPALA SUB BAGIAN TATA USAHA SULYAN RIZKY JUNIFAR, S.K.M
PENGELOLA SISTEM INFORMASI UTIN UTAMI KARLINA, S.K.M PENGELOLA KEPEGAWAIAN YASIR, S.K.M PENGELOLA RUMAH TANGGA RUKIYAH, A.Md.Kes PENGELOLA KEUANGAN TUTUT RAHMAWATI, A.Md.Keb
PJ UKM ESENSIAL PENGEMBANGAN DAN PERKESMAS TUTUT RAHMAWATI, A.Md.Keb
PJ JARINGAN DAN JEJARING FASYANKES FIRDAUS A.Md.Kes
PJ UKP FARMASI DAN LAB dr. SYAMSUL HIDAYAT
PELAKSANA PELAYANAN KESLING RAHMI SURYANI, S.ST
PELAKSANA PELAYANAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT
JENARISTA ANGREINI, A.Md.AK. PELAKSANA PELAYANAN KEPERAWATAN
KESMAS Ns. GUNAWAN, S.Kep.
PELAKSANA PELAYANAN PROMOSI KESEHATAN SULYAN RIZKY JUNIFAR, S.K.M
PELAKSANA PELAYANAN KESEHATAN JIWA Dr. RIZKA ANNISA
PELAKSANA PELAYANAN KESEHATAN GIGI MASYARAKAT
EMI , A.Md.KG
PELAKSANA PELAYANAN KESEHATAN OLAHRAGA
FITRA HARIADI, A.Md.Kep
PELAKSANA PELAYANAN PEMERIKSAAN UMUM dr. RIZKA ANNISA
PELAKSANA PELAYANAN KIA-KB TUTUT RAHMAWATI, A.Md.Keb
PELAKSANA PELAYANAN GAWAT DARURAT NURHAFSAH, A.Md.Kep
PELAKSANA PELAYANAN PERSALINAN WINDA SARI UTAMI, A.Md.Keb
PENGELOLA PUSTU RADIANSYAH, A.Md.Kep PENGELOLA PUSKESMAS
KELILING
BILYAMIN SABRIE, A.Md.Kep PENGELOLA BIDAN DESA
YULIANA, A.Md.Keb PENGELOLA JEJARING
FASYANKES Dr. SYAMSUL HIDAYAT PELAKSANA PELAYANAN KEFARMASIAN
PRISCA WIDIYANTI, S.Farm., Apt.
PELAKSANA PELAYANAN LABORATORIUM JENARISTA ANGRENI, A.Md.AK. PELAKSANA PELAYANAN RAWAT INAP
JONI, A.Md.Kep.
7
KEPALA PUSKESMAS DENI KURNIAWAN, A.Md.Kep
PELAKSANA PELAYANAN GIZI R.KOPRIANA SARTIKA, A.Md.Gizi PELAKSANAN PELAYANAN KESEHATAN LANSIA
VERONIKA JUNARTI, A.Md.Keb
PELAKSANA PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT
EMI, A.Md.KG
PELAKSANA LOKET DAN RM BONEVASIA MARIA M. L., A.Md.Far.
8
Tenaga atau jumlah karyawan yang bekerja di Puskesmas Bunut Hilir adalah rinciannya sebagai berikut:
Tabel 2.2 Jumlah Tenaga Karyawan ( Tenaga Medis, Tenaga Bidan, Tenaga Paramedis dan Tenaga Administrasi )
NO Nama Tenaga Kesehatan P L Jumlah
1. Tenaga Medis (Dokter
Umum) 1 1 2
2. Tenaga Bidan 14 0 14
3. Tenaga Perawat DIII 7 10 17
4. Tenaga Perawat S1 1 0 1
5. Tenaga Gizi 1 0 1
6. Tenaga Kesling 1 0 1
7. Tenaga Perawat Gigi 0 1 1
8. Tenaga Laboratorium 1 0 1 9. Tenaga Farmasi 3 0 3 10. Tenaga Kesahatan Masyarakat (Promkes) 1 2 3 11. Tenaga Administrasi 1 1 2 12. Prakarya 0 2 2
13. Tenaga Cleaning Servies 2 0 2
Jumlah 25 14 50
Sumber: Data Puskesmas Bunut Hilir Bulan April 2021
B. Tugas dan Fungsi 1. Tugas Puskesmas
Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan urusan Dinas dalam suatu wilayah kerja Kecamatan melalui perumusan kebijakan teknis dan pembinaan pelaksanaan pemberantasan penyakit, pelayanan kesehatan, pembinaan dan fasilitasi kesehatan keluarga, pembinaan dan fasilitasi kesehatan lingkungan, pembinaan sistem informasi kesehatan, serta tugas lain yang diberikan Kepala Dinas sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.
9
2. Fungsi Puskesmas
Peraturan Bupati Kapuas Hulu Tahun 2015 Tentang Uraian Tugas Pusat Kesehatan Masyarakat di Lingkungan Kabupaten Kapuas Hulu pasal 2 (2), fungsi Puskesmas adalah
a. Perumusan kebijakan teknis dan pembinaan pelaksanaan di bidang pencegahan dan pemberantasan penyakit, pelayanan kesehatan, pembinaan kesehatan keluarga dan kesehatan lingkungan berdasarkan kebijakan umum yang ditetapkan oleh Kepala Dinas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
b. Pelaksanaan operasional dan evaluasi penyelenggaraan pencegahan dan pemberantasan penyakit menular serta pelaksanaan dan fasilitasi pelayanan imunisasi;
c. Pelaksanaan operasional dan evaluasi penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang meliputi kesehatan dasar dan rujukan serta penyelenggaraan pelayanan jaminan kesehatan masyarakat;
d. Pelaksanaan dan evaluasi penyelenggaraan fasilitasi kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi sehat dan pelayanan medis keluarga berencana; e. Pelaksanaan, fasilitasi dan evaluasi penyelenggaraan kesehatan
lingkungan;
f. Pelaksanaan dan evaluasi penyelenggaraan kegiatan program kesehatan perorangan dan masyarakat;
g. Pengelolaan urusan kesekretariatan yang mencakup ketatalaksanaan perkantoran, perlengkapan, kepegawaian, keuangan, penilaian kinerja dan pelaporan
3. Uraian Tugas
1) Merencanakan amprahan dan pengadaan obat serta pendistribusisan obat. 2) Penyuluhan cara pemakaian obat yang benar di puskesmas dan pustu. 3) Melayani resep sesuai petunjuk serta mengatur kebersihan dan kerapian
apotek.
4) Penyuluhan langsung ke pasien tentang tata cara pemakaian obat. 5) Pengecekan obat yang telah dikeluarkan/sensus harian obat. 6) Pencatatan dan pelaporan.
10
BAB III KONSEP DASAR ASN
KONSEP DASAR ASN
A. Identifikasi Nilai-Nilai Dasar ASN
Nilai-Nilai Dasar Aparatur Sipil Negara tertuang dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Tujuannya menciptakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dapat menjadi Pelaksana Kebijakan Pemerintahan, Pelayan Publik, Perekat dan Pemersatu Bangsa. Maka dari itu ASN atau Pegawai Negeri Sipil harus dapat memahami dan melaksanakan Nilai-Nilai Dasar ASN.
Tujuan dari penerapan Nilai-Nilai Dasar ASN, secara umum untuk memenuhi tuntutan dan cita-cita dari butir-butir Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Secara khusus dapat memenuhi kebutuhan dan kepentingan masyarakat dalam fungsinya sebagai pelayan publik.
Adapun penjelasan dari Nilai-Nilai Dasar Pegawai Negeri Sipil tersebut adalah sebagai berikut:
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas seringkali disalah artikan sebagai responsibilitas karena dua kata itu memiliki pemahaman yang hampir sama. Akan tetapi dari kedua kata tersebut, terdapat perbedaan tentang bagaimana cara mencapainya dan konsep yang mendasari pengertian akuntabilitas dan responsibilitas. Menurut modul Akuntabilitas, responsibilitas adalah kewajiban untuk bertanggung jawab, sedangkan akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai. Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Nilai publik yang menjadi amanah seorang PNS adalah:
1) Mampu mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi konflik kepentingan, antara kepentingan publik dengan kepentingan sektor, kelompok, dan pribadi;
2) Memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari dan mencegah keterlibatan PNS dalam politik praktis;
3) Memperlakukan warga negara secara sama dan adil dalam
11
4) Menunjukan sikap dan perilaku yang konsisten dan dapat diandalkan sebagai penyelenggara pemerintahan.
Dari penjelasan dan definisi akuntabilitas di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Akuntabilitas diperlukan seorang PNS dalam mengambil keputusan, sehingga terhindar dari konflik kepentingan. Hal lain yang harus diperhatikan adalah PNS diharapkan melayani masyarakat dengan konsisten dan adil. Adapun indikator dari nilai akuntabilitas yang digunakan dalam dalam rancangan aktualisasi ini adalah :
a. Kejelasan target adalah sasaran yang tetapkan untuk dicapai.
b. Partisipatif yaitu mendorong keikutsertaan setiap individu di dalam suatu proyek kelompok tanpa memandang usia, jenis kelamin, kelas sosial dan latar belakang pendidikan yang tumbuh dari rasa kesadaran dan tanggung jawab.
c. Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak disengaja.
2. Nasionalisme
Nasionalisme merupakan suatu sikap yang dari masyarakat, bangsa dan negara yang mempunyai kesamaan kebudayaan, wilayah dan cita-cita serta kesamaan tujuan, dengan demikian masyarakat suatu negara menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa. Dari pengertian tersebut, nasionalisme tidak bisa dipahami secara sempit, karena rasa cinta yang berlebihan terhadap bangsa sendiri membuat perasaan merendahkan bangsa lain, karena merasa bangsanya yang paling hebat (chauvinisme). Sikap yang harus kita kembangkan adalah sikap menghargai dan menumbuhkan sikap kerjasama dengan bangsa lain. Dalam arti luas, Nasionalisme bisa dipahami sebagai rasa cinta yang wajar terhadap bangsanya serta menghormati bangsa.
Nasionalisme adalah paham kecintaan terhadap bangsa dan tanah air, mengedepankan kepentingan Negara dalam menjalankan tugas dan fungsinya terutama bagi seorang ASN. Nilai Nasionalisme sesuai dengan butir-butir dalam Pancasila, ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik
12
serta sebagai perekat dan pemersatu bangsa. Adapun indikator dari nilai akuntabilitas yang digunakan dalam dalam rancangan aktualisasi ini adalah : a. Religius adalah suatu sikap dan prilaku yang taat/patuh dalam menjalankan
ajaran agama yang dipeluknya, bersikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, serta selalu menjalin kerukunan hidup antar pemeluk agama.
b. Kerja sama adalah bekerja bersama menuju akhir yang sama dan mendapatkan hasil yang sama.
c. Musyawarah adalah pengambilan keputusan bersama yang telah disepakati dalam memecahkan suatu masalah.
d. Amanah adalah dapat bertanggungjawab dalam suatu hal yang sudah dipercayakan.
3. Etika Publik
Dalam kaitannya dengan pelayanan publik, etika publik adalah refleksi tentang standar/norma yang menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik. Integritas publik menuntut para pemimpin dan pejabat publik untuk memiliki komitmen moral dengan mempertimbangkan keseimbangan antara penilaian kelembagaan, dimensi-dimensi peribadi, dan kebijaksanaan di dalam pelayanan public.
Etika Publik merupakan refleksi tentang standar/norma yang menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik. Adapun indikator dari nilai Etika Publik yaitu jujur, tangungjawab, integritas tinggi, cermat, disiplin, hormat, sopan, taat pada peraturan perundang-undangan, taat perintah, dan menjaga rahasia.
Dalam melaksanakan etika publik, seorang pemimpin/pelayan publik juga harus mengetahui aturan-aturan yang mengatur tingkah laku mereka atau disebut dengan kode etik. Kode etik ini adalah aturan-aturan yang mengatur tingkah laku dalam suatu kelompok khusus, sudut pandangnya hanya ditujukan pada hal-hal prinsip dalam bentuk-bentuk ketentuan tertulis. Adapun kode etik profesi dimaksudkan untuk mengatur tingkah laku/etika suatu kelompok khusus
13
dalam masyarakat melalui ketentuan-ketentuan tertulis yang diharapkan dapat dipegang teguh oleh sekelompok professional tertentu.
Adapun indikator dari etika publik yangdigunakan dalam rancangan aktualisasi ini adalah :
a. Sopan adalah suatu kewajiban yang harus dikerjakan oleh tiap kelompok/prilaku yang mencerminkan kebaikan dan keramahan kepada orang lain
b. Hormat adalah sikap menghargai orang lain.
c. Jujur adalah suatu kesesuaian sikap antara perkataan dan perbuatan serta apa yang diucapkan memang itulah yang sesungguhnya yang di lakukan. d. Tanggung jawab adalah keadaan dimana wajib menanggung segala sesuatu
sehingga kewajiban, menanggung, segala sesuatu menjadi akibat.
4. Komitmen Mutu
Menurut definisi yang dirumuskan Goetsch dan Davis, mutu merupakan suatu kondisi dinamis berkaitan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang sesuai atau bahkan melebihi harapan konsumen atau pengguna. Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa mutu mencerminkan nilai keunggulan produk/jasa yang diberikan kepada pelanggan (customer) sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya dan bahkan melampaui harapannya. Mutu merupakan salah satu standar yang menjadi dasar untuk mengukur pencapaian hasil kerja. Mutu juga dapat dijadikan sebagai alat pembeda atau pembanding dengan produk/jasa sejenis lainnya, yang dihasilkan oleh lembaga lain sebagai pesaing (competitors). Adapun indikator dari nilai akuntabilitas yang digunakan dalam dalam rancangan aktualisasi ini adalah :
a. Efektivitas adalah suatu keadaan yang menunjukkan tingkat keberhasilan atau pencapaian suatu tujuan yang diukur dengan kualitas, kuantitas,dan waktu sesuai dengan yang telah direncanakan sebelumnya.
b. Inovatif merupakan sebuah ide, yang dilandasi dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang ataupun kelompok tertentu untuk diaplikasikan ataupun diadopsi.
14
c. Berorientasi Mutu adalah suatu kondisi dinamis yang berkaitan dengan produk atau pelayanan yang sesuai atau melebihi harapan konsumen.
5. Anti Korupsi
Dalam UU No.31 Tahun 1999, pengertian korupsi, yaitu setiap orang yang dengan sengaja secara melawan hukum untuk melakukan perbuatan dengan tujuan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang mengakibatkan kerugian keuangan negara atau perekonomian negara. Berdasarkan pengertian korupsi yang dipaparkan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pengertian korupsi merupakan suatu tindakan yang sangat tidak terpuji yang dapat merugikan suatu bangsa dan negara, seperti penggelapan uang, penerimaan uang sogok, dan lain sebagainya untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi, yang mengakibatkan kerugian keuangan pada negara. Adapun indikator dari nilai Anti Korupsi yaitu sebagai berikut jujur, disiplin, tanggungjawab, kerja keras, sederhana, mandiri, adil, berani, dan peduli.
Berdasarkan etimologinya, kata korupsi berasal dari Bahasa latin yaitu Corruptio yang berarti kerusakan, kebobrokan dan kebusukan. Sejalan dengan arti kata asalnya, korupsi sering dikatakan sebagai kejahatan luar biasa, salah satu alasannya adalah karena dampaknya yang luar biasa menyebabkan kerusakan, baik dalam ruang lingkup pribadi, keluarga, masyarakat dan kehidupan yang.
Menurut Robert Klitgard Korupsi adalah diskresi atau monopoli tanpa adanya akuntabilitas.
➢ K: Korupsi ➢ D: Diskresi ➢ M: Monopoli ➢ A: Akuntabilitas
Dari penjelasan tersebut di atas, maka sebagai ASN yang baik segala tingkah laku dan tindakan yang melawan norma-norma dengan tujuan memperoleh keuntungan pribadi, merugikan negara dan masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung haruslah dihindari dengan memegang nilai-nilai dasar anti korupsi tersebut diatas.
15
Adapun indikator dari nilai akuntabilitas yang digunakan dalam dalam rancangan aktualisasi ini adalah :
a. Mandiri adalah sikap untuk tidak menggantungkan keputusan kepada orang lain.
b. Jujur adalah suatu kesesuaian sikap antara perkataan dan perbuatan serta apa yang diucapkan memang itulah yang sesungguhnya yang di lakukan. c. Tanggung jawab adalah keadaan dimana wajib menanggung segala
sesuatu sehingga kewajiban, menanggung, segala sesuatu menjadi akibat.
B. Kedudukan dan Peran ASN 1. Manajemen ASN
Manajemen ASN atau manajemen kepegawaian suatu proses pengelolaan pegawai/karyawan mulai dari perekrutan/rekruitmen sampai PHK (Putusan Hubungan Kerja). Tujuannya agar pegawai memberikan andil besar dalam lembaga untuk mencapai tujuan individu, lembaga dan masyarakat.Di dalam manajemen pegawai terdapat beberapa nilai indikator yaitu kepastian hukum, profesionalisme, proporsionalitas, keterpaduan, delegasi, netralitas, akuntabilitas, efektif dan efisen, keterbukaan, nondiskriminatif, persatuan dan kesatuan, keadilan dan kesetaraan, kesejahteraan.
Tugas Pegawai ASN menurut Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 Pasal 11 mengatakan bahwa tugas dari ASN adalah melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh pejabat pembina 48 kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas, dan mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. Peran ASN terdapat dalam pasal 12 Undang-Undang No. 5 Tahun 2014, yaitu sebagai perencana, pelaksana dan pengawas penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional melalui pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik yang profesional, bebas dari intervensi politik, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme. Dari pernyataan diatas jelaslah bahwa ASN dibentuk untuk profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
16
2. Whole of Government ( WoG )
Whole of Government (WoG) adalah sebuah pendekatan
penyelenggaraan pemerintahan yang menyatukan upaya kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas, guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen, program dan pelayanan publik.
Definisi Whole of Government (WoG) menurut United States Institute of Peace (USIP) adalah sebuah pendekatan yang mengintegrasikan upaya kolaboratif dari instansi pemerintah untuk menjadi kesatuan menuju tujuan bersama, juga dikenal dengan kolaborasi, kerjasama antar instansi, actor pelayanan dalam menyelesaikan suatu masalah pelayanan. Dengan kata lain, WoG menekankan pelayanan yang berintegrasi sehingga prinsip kolaborasi, kebersamaan, kesatuan dalam melayani permintaan masyarakat dapat selesai dengan waktu yang singkat.
Whole of Government (WoG) memiliki beberapa indikator yaitu koordinasi, integritas, kolaborasi, partisipasi, komunikasi, kerjasama, kemitraan, kepentingan bersama, dan berkesinambungan.
3. Pelayanan Publik
Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas jasa, barang dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Didalam pelayanan publik terdapat beberapa nilai indikator yaitu partisipatif, transparan, responsife, tidak diskriminatif, mudah dan murah, efektif efisien, dan berkeadilan.
Menurut Dwiyanto pelayanan publik adalah semua jenis pelayanan untuk menyediakan barang/jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat yang memenuhi kriteria yaitu merupakan jenis barang atau jasa yang memiliki eksternalitas tinggi dan sangat diperlukan masyarakat serta penyediaanya terkait dengan 49 upaya mewujudkan tujuan bersama yang tercantum dalam konstitusi maupun dokumen perencanaan pemerintah, baik dalam rangka
17
memenuhi hak dan kebutuhan dasar warga, mencapai tujuan strategis pemerintah dan memenuhi komitmen dunia internasional. .
Terdapat tiga unsur penting dalam pelayanan publik, yaitu unsur pertama, adalah organisasi penyelenggara pelayanan publik, unsur kedua, adalah penerima layanan (pelanggan) yaitu orang, masyarakat atau organisasi yang berkepentingan, dan unsur ketiga, adalah kepuasan yang diberikan dan atau diterima oleh penerima layanan/pelanggan.
18
BAB IV RANCANGAN AKTUALISASI
RANCANGAN AKTUALISASI
A. Identifikasi Isu dan Gagasan Pemecahan
Isu menurut Hainsworth dan Meng adalah suatu konsekuensi atas beberapa tindakan yang dilakukan oleh satu atau beberapa pihak yang dapat menghasilkan negosiasi dan penyesuaian sektor swasta, kasus pengadilan sipil atau kriminal atau dapat menjadi masalah kebijakan publik melalui tindakan legislatif atau perundangan. Sedangkan menurut Barry Jones dan Chase, isu adalah sebuah masalah yang belum terpecahkan yang siap diambil keputusannya. Isu merepresentasikan suatu kesenjangan antara praktik korporat dengan harapan-harapan para stakeholder. Berdasarkan definisi yang telah disebutkan di atas, isu adalah suatu hal yang terjadi baik di dalam maupun di luar organisasi yang apabila tidak ditangani secara baik akan memberikan efek negatif terhadap organisasi dan berlanjut pada tahap krisis.
Faktor-faktor yang berperan dalam menentukan kualitas identifikasi isu adalah kepekaan peserta terhadap tuntutan dan kondisi lingkungan kerja, konsisten dan keakraban terhadap motif bekerja lebih baik dan kemampuan peserta menunjukannya ditempat kerja.
Adapun isu yang terjadi di instansi Puskesmas Bunut Hilir diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Belum efektifnya sistem distribusi obat dan BMHP di instalasi rawat inap. 2. Kurangnya sosialisasi tentang DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan
Buang) obat.
3. Kurangnya kesadaran keluarga pasien TB (Tuberkulosis) dalam pengambilan obat tepat waktu.
Dari masalah-masalah tersebut dilakukan analisis isu aktual menggunakan metode APKL (Aktual, Problematik, Khalayak, Layak) dengan menggunakan skala Likert dengan rentang angka 1-5 yang menyatakan isu tersebut : ‘(1) Tidak Penting”, “(2) Kurang Penting”,”(3) Cukup Penting”, “(4) Penting”, dan “(5) Sangat Penting”. Adapun penentuan isu aktualnya adalah :
19
Tabel 4.1. Analisis penilaian Kualitas Isu Melalui Metode APKL (Aktualissasi, Problematik, Kekhalayakan, Kelayakan)
No . Isu Aktual Kriteria ∑ Ran k A P K L
1. Belum efektifnya sistem distribusi obat dan BMHP di
instalasi rawat inap 4 4 4 4 16 I
2. Kurangnya sosialisasi tentang DAGUSIBU
(Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang) obat. 3 4 4 3 14 II
3. Kurangnya kesadaran keluarga pasien TB
(Tuberculosis) dalam pengambilan obat tepat waktu. 3 4 3 2 12 III
Berdasarkan analisis menggunakan teknik APKL, maka didapatkan hasil isu prioritas yaitu “BELUM EFEKTIFNYA SISTEM DISTRIBUSI OBAT DAN BMHP
DI INSTALASI RAWAT INAP”. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu :
1. Belum adanya prosedur yang jelas terkait sistem distribusi obat dan BMHP di instalasi rawat inap.
2. Kurangnya kesadaran petugas dalam membuat laporan penggunaan obat di instalasi rawat inap.
3. Belum jelasnya tugas pokok pada petugas rawat inap
Dari faktor-faktor tersebut, dilakukan analisis penyebab isu dengan menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, dan Growth) dengan skala penilaian 1-5 yang menyatakan : ‘(1) Sangat Rendah ”, “(2) Rendah”,”(3) Sedang”, “(4) Tinggi”, dan “(5) Sangat Tinggi”. Adapun analisis USG sebagai berikut ;
20
Tabel 4.2. Analisis Faktor Penyebab Melalui Metode USG
No .
Aspek U S G ∑ Ra
nk
1. Belum adanya prosedur yang jelas terkait
sistem distribusi obat dan BMHP di instalasi rawat inap
5 5 4 14 I
2. Kurangnya kesadaran dari petugas dalam
membuat laporan penggunaan obat di instalasi rawat inap.
4 4 3 11 III
3. Belum jelasnya tugas pokok pada petugas
rawat inap 4 4 4 12 II
Dari hasil analisis menggunakan metode USG, maka ditemukan penyebab utama isu yaitu “Belum adanya prosedur yang jelas terkait sistem distribusi obat
dan BMHP di instalasi rawat inap”. Berdasarkan hasil dua metode analisis
tersebut, ditetapkan gagasan pemecahan isu penulis yaitu “EFEKTIVITAS
SISTEM DITRIBUSI OBAT DAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI (BMHP) DI INSTALASI RAWAT INAP PUSKESMAS BUNUT HILIR”.
21
B. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan
Penerapan nilai-nilai dasar PNS dan peran PNS dalam ruang lingkup NKRI terkait dengan kegiatan yang dilakukan di unit kerja, tertera pada tabel di bawah ini:
Tabel 4.3 Rancangan Aktualisasi
Unit Kerja Puskesmas Bunut Hilir
Isu yang Diangkat Belum efektifnya sistem distribusi obat dan BMHP pada instalasi rawat inap
Masalah yang Diangkat
Belum adanya prosedur yang jelas terkait sistem distribusi obat dan BMHP di instalasi rawat inap
Gagasan
Pemecahan Isu
Efektivitas sistem distribusi obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) di instalasi rawat inap di Puskesams Bunut Hilir
No. Kegiatan Dan Output/Hasil
Kegiatan
Tahapan Kegiatan Proses Kegiatan Aktualisasi dan Keterkaitan dengan
Nilai-Nilai Dasar CPNS Kontribusi terhadap Visi-Misi Organisasi Kontribusi terhadap Nilai-nilai Organisasi 1 2 3 4 5 6 1 Kegiatan: Melakukan konsultasi dengan pimpinan Puskesmas 1. Menemui atasan untuk melakukan konsultasi mengenai kegiatan 2. Mengutarakan
maksud dan tujuan
1. Saya akan menemui atasan saya dengan menjunjung tinggi etika, sopan santun, dan berperilaku baik dengan mengutarakan maksud dan
tujuan (Etika Publik:
Sopan). Kemudian saya
Mendukung Visi
Puskesmas Bunut Hilir : Masyarakat
Bunut Hilir Sehat
Mandiri Dan Merata
Kegiatan ini mendukung nilai organisasi : Inovatif dan memiliki ide cerdas.
22 Bunut Hilir Output / Hasil Kegiatan: Terlaksanany a konsultasi bersama atasan. 3. Meminta persetujuan Kepala Puskesmas 4. Mencatat hasil konsultasi
akan melakukan konsultasi dengan kepala puskesmas mengenai
kegiatan.(Nasionalisme :
Musyawarah)
2. Saya akan mengutarakan maksud dan tujuan kegiatan serta pendapat saya kepada
atasan. (Akuntabilitas:
kejelasan Target),
(Komitmen Mutu : inovasi) (Whole of Government : Komunikasi). Saya juga akan bertanggung jawab atas apa yang telah diutarakan tentang pembuatan prosedur sistem distribusi obat dan BMHP di instalasi rawat inap (Anti Korupsi : Tanggung
Jawab)
3. Saya akan meminta
persetujuan Kepala
Puskesmas terkait kegiatan yang akan saya lakukan
(Manajemen ASN :
Delegasi); (Pelayanan Publik : Partisipatif)
4. Saya mencatat hasil
konsultasi bersama Kepala
Puskesmas sebagai Mendukung Misi Puskesmas Bunut Hilir : Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat beserta lingkungan.
23
tanggungjawab saya. (Etika
Publik : Tanggungjawab) 2 Kegiatan: Membuat daftar nama dan jumlah obat dan BMHP yang dibutuhkan di instalasi rawat inap Output/hasil kegiatan: Tersedianya daftar nama dan jumlah obat dan BMHP yang dibutuhkan 1. Mempersiapkan daftar obat yang
ada di gudang Puskesmas sebagai acuan pembuatan daftar obat dan BMHP di instalasi rawat inap. 2. Melakukan koordinasi dengan dokter. 3. Melakukan diskusi bersama dokter. 4. Mencatat hasil diskusi. 5. Membuat daftar
nama dan jumlah obat dan BMHP yang dibutuhkan
instalasi rawat
inap
1. Saya melakukan koordinasi
bersama dokter dengan
sopan, santun serta bersikap hormat (Etika Publik :
Sopan, Hormat) (Whole of Government : Koordinasi)
2. Saya akan melakukan
diskusi bersama dokter.
(Nasionalisme: Musyawarah);
(Akuntabilitas: Partisipatif)
3. Saya akan mencatat hasil
diskusi sebagai
tangungjawab saya. (Etika
Publik : Tanggungjawab)
4. Saya akan mempersiapkan daftar obat dan BMHP sesuai dengan yang ada di
gudang farmasi sebgai
acuan pembuatan daftar
obat dan BMHP yang
dibutuhkan di insalasi rawat inap. (Anti Korupsi : Jujur);
(Pelayanan Publik :
Transparan); (Manajemen ASN : Keterbukaan)
5. Saya membuat daftar nama dan jumlah obat dan BMHP yang dibutuhkan di instalasi
Mendukung Visi Puskesmas Bunut Hilir :. Masyarakat
Bunut Hilir Sehat Mandiri Dan Merata
Mendukung Misi Puskesmas Bunut Hilir : Memelihara dan meningkatkan pelayanan yang bermutu, merata dan terjangkau; Kegiatan ini mendukung nilai organisasi : Inovatif dan memiliki ide cerdas.
24
rawat inap (Komitmen
Mutu : Efektivitas); (Akuntabilitas : Kejelasan Target) 3 Kegiatan: Membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait sistem distribusi obat dan BMHP di instalasi rawat inap Output/Hasil Kegiatan: Tersedianya SOP tentang distribusi obat dan BMHP di instalasi rawat inap 1. Mempersiapkan bahan sebagai acuan pembuatan SOP distribusi 2. Melakukan diskusi bersama petugas farmasi 3. Mencatat hasil
SOP yang telah dibuat 4. Membuat SOP (Standar Operasional Operasional) tentang system
distribusi obat dan BMHP
5. Meminta persetujuan Kepala Puskesmas
1. Saya akan mempersiapkan
bahan yang dibutuhkan
untuk pembuatan SOP
sistem disribusi obat dan BMHP di instalasi rawat inap
(Anti Korupsi : Mandiri),
(Akuntabilitas :
Tanggungjawab)
2. Saya akan melakukan
kerjasama dengan petugas
farmasi lainnya dalam
pembuatan SOP sistem
distribusi obat dan BMHP di
instalasi rawat inap
(Nasionalisme : Kerjasama ); (Pelyanan Publik : Partisipatif ); (Whole of Government : Kolaborasi)
3. Saya akan mencatat hasil diskusi (Etika Publik :
Tanggungjawab)
4. Saya akan membuat SOP
tentang sistem distribusi
obat dan BMHP di instalasi rawat inap (Komitmen Mutu
: Efektivitas); (Manajemen ASN : Akuntabilitas)
Mendukung Visi Puskesmas Bunut Hilir :.Masyarakat Bunut Hilir Sehat Mandiri Dan Merata
Mendukung Misi Puskesmas Bunut Hilir : Memelihara dan meningkatkan pelayanan yang bermutu, merata dan terjangkau; Kegiatan ini mendukung nilai organisasi : Aman dalam melakukan tindakan
25
5. Saya akan meminta
persetujuan Kepla
Puskemas terkait SOP hasil
diskusi. (Akuntabilitas : Tanggungjawab). 4 Kegiatan: Sosialisasi kepada petugas rawat inap tentang SOP distribusi obat dan BMHP di Instalasi rawat inap. Output/Hasil Kegiatan: Terlaksanany a kegiatan sosialisasi kepada petugas rawat inap 1. Mempersiapkan alat, bahan, dan
ruangan untuk
kegiatan sosialisasi 2. Melakukan
koordinasi dengan petugas rawat inap 3. Membuka kegiatan sosialisasi 4. Menyampaikan materi sosialisai 5. Melakukan diskusi 6. Menutup kegiatan diskusi
1. Saya akan mempersiapkan
alat, bahan, media dan
ruangan untuk kegiatan
sosialisasi kepada petugas rawat inap. (Anti Korupsi :
Tanggungjawab)
2. Saya akan melakukan
koordinasi dengan petugas rawat inap dengan sikap sopan santun . (Etika Publik
: Sopan); (Whole of Government : Koordinasi)
3. Saya akan membuka
kegiatan sosialisasi dengan
mengucapkan salam.
(Nasionalisme : Religius)
4. Saya akan menyosialisasikan SOP sesuai SOP yang telah
dibuat kepada petugas
instalasi rawat inap.
(Komitmen Mutu : Orientasi Mutu); (Pelayanan Publik : Transparansi); (Manajemen ASN : Profesionalitas)
5. Saya akan melakukan diskusi bersama petugas rawat inap
Mendukung Visi Puskesmas Bunut Hilir :. Masyarakat
Bunut Hilir Sehat Mandiri Dan Merata
Mendukung Misi Puskesmas Bunut Hilir : Memelihara dan meningkatkan pelayanan yang bermutu, merata dan terjangkau; Kegiatan ini mendukung nilai organisasi : Aman dalam melakukan tindakan
26
terkait SOP yang telah
disosialisasikan
(Akuntabilitas : Partisipatif)
6. Saya akan menutup kegiatan dengan mengucakan salam.
(Nasionalisme : Religius) 5 Kegiatan: Penyusunan obat dan BMHP sesuai dengan daftar kebutuhan di instalasi rawat inap Output/Hasil Kegiatan: Tersedianya obat dan BMHP sesuai dengan daftar yang dibutuhkan di instalasi rawat inap 1. Menyiapkan sediaan farmasi
sesuai dengan hasil daftar nama dan jumlah yang telah ditentukan 2. Melakukan distribusi/penyalura n obat dan BMHP 3. Melakukan penyusunan sediaan farmasi di instalasi rawat inap
4. Mencatat nama
dan jumlah
sediaan farmasi di kartu stok
1. Saya menyiapkan obat dan BMHP sesuai dengan daftar nama dan jumlah yang telah dibutuhkan. (Etika Publik :
Jujur), (Akuntabilitas : Tanggungjawab);
(Manajemen ASN :
Akuntabilitas)
2. Saya akan melakukan
distribusi atau penyaluan obat dan BMHP sesuai dengan daftar yang telah ditentukan.
(Nasionalisme : Amanah)
3. Saya akan melakukan
penyusunan obat dan BMHP di instalasi rawat inap sesuai dengan daftar yang telah ditetapkan. (Anti Korupsi :
Tanggungjawab);
(Pelayanan Publik :
Partisipatif);
4. Mencatat nama dan jumlah obat dan BMHP di kartu stok sesuai degan nama dan jumlah obat yang telah didistribusikan
Mendukung Visi Puskesmas Bunut Hilir : Masyarakat
Bunut Hilir Sehat
Mandiri Dan Merata. Mendukung Misi Puskesmas Bunut Hilir : Memelihara dan meningkatkan pelayanan yang bermutu, merata dan terjangkau; Kegiatan ini mendukung nilai organisasi : Mandiri dalam memberikan pelayanan
27
(Komitmen Mutu : Efektif); (Whole of Government : Partisipasi) 6. Kegiatan: Melakukan monitoring obat dan BMHP di instalasi rawat inap Output/Hasil Kegiatan: Terlaksananya kegiatan monitoring obat dan BMHP di instalasi rawat inap 1. Melakukan pengecekan penggunaan obat dan BMHP di
instalasi rawat inap. 2. Menyesuaikan
jumlah fisik sediaan
farmasi dengan
daftar nama dan jumlah yang telah ditentukan
3. Meminta resep
kepada petugas
rawat inap sebagai bukti apabila ada
obat dan BMHP
yang digunakan 4. Mengganti obat dan
BMHP sesuai
dengan nama dan jumlah yang tertulis di resep
1. Saya akan melakukan
pengecekan penggunaan
obat dan BMHP di instalasi rawat inap. (Akuntabilitas :
Tanggunjawab);
(Manajemen ASN:
Akuntabilitas)
2. Saya akan menyesuaikan jumlah fisik sediaan farmasi dengan daftar nama dan jumlah yang telah ditentukan.
(Anti Korupsi : Jujur);
3. Saya akan melakukan
kerjasama dengan petugas rawat inap dan meminta resep sebagai bukti apabila ada obat dan BMHP yang digunakan. (Etika Publik :
Jujur); (Nasionalisme :
Amanah); (Whole of
Government : Kerjasama);
(Pelayanan Publik :
Partisipatif)
4. Saya akan mengganti obat dan BMHP sesuai dengan nama dan jumlah yang
Mendukung Visi Puskesmas Bunut Hilir : Masyarakat
Bunut Hilir Sehat Mandiri Dan Merata
Mendukung Misi Puskesmas Bunut Hilir : Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat beserta lingkungan. Kegiatan ini mendukung nilai organisasi : Mandiri dalam memberikan pelayanan
29
C. Jadwal Implementasi Aktualisasi
Table 4.4 Jadwal Implementasi Aktualisasi
Nama peserta : Prisca Widiyanti, S.Farm.,Apt. Instansi : Puskesmas Bunut Hilir
Tempat Aktualisasi : Puskesmas Bunut Hilir
No Kegiatan Tanggal Pelaksanaan Output Bukti 1 Melakukan konsultasi bersama pemimpin Puskesmas Bunut Hilir 26 – 28 April 2021 Terlaksananya konsultasi bersama atasan. Dokumentasi
2 Membuat daftar nama
dan jumlah obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) yang
dibuutuhkan di
instalasi rawat inap.
29 April – 1 Mei 2021
Tersedianya daftar nama dan jenis obat dan
BMHP yang
dibutuhkan
Daftar nama dan jumlah obat dan
BMHP yang dibutuhkan di instalasi rawat inap 3 Membuat prosedur tentang sistem
distribusi obat dan
BMHP di instalasi
rawat inap.
2 – 5 Mei 2021 Tersedianya SOP tentang distribusi obat dan BMHP di instalasi rawat inap Standar Operasional Prosedur (SOP) tentang sistem distribusi obat dan BMHP di instalasi rawat inap 4 Sosialisasi kepada
petugas rawat inap
tentang SOP
distribusi obat dan
BMHP di Instalasi rawat inap. 6 – 8 Mei 2021 Terlaksananya kegiatan sosialisasi kepada petugas rawat inap a. Dokumentasi b. Daftar hadir
31
D. Jadwal Bimbingan
32
33
DAFTAR PUSTAKA
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2015). Akuntabilitas: Modul Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2015). Nasionalisme: Modul Modul Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan III Pola Baru Tahun 2015. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2015). Etika Publik:Modul Modul Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan III Pola Baru Tahun 2015. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2015). Komitmen Mutu: Modul Modul Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan III Pola Baru Tahun 2015. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2015). Anti Korupsi: Modul Modul Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan CPNS Golongan III Pola Baru Tahun 2015. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2015). Whole Of Government::Modul Modul Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan CPNS Golongan III Pola Baru Tahun 2015. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2015). Manajemen Aparatur Sipil Negara:Modul Modul Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan CPNS Golongan III Pola Baru Tahun 2015. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
34
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2015). Pelayan Publik:Modul Modul Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan CPNS Golongan III Pola Baru Tahun 2015. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Peraturan Lembaga Administrasi Negara Nomor 12 Tahun 2018 Tentang Pedoman Penyelanggaraan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil.
Peraturan Lembaga Administrasi Negara Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil.
Peraturan Menteri Kesehatan No 74 Tahun 2014 tentang Puskesmas. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia
Peraturan Menteri Kesehatan No 76 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas, Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia
Peraturan Bupati Kapuas Hulu Nomor 28 tahun 2015 Tentang Uraian Tugas Puskesmas di Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu.