Rapat / Sidang Sidang SENAT AKADEMIK No. : 12/RSSA/07092012 Hari / Tanggal Jumat / 7 September 2012 Waktu Pk. 14.00 – 16.25 Tempat Gedung Balai Pertemuan Ilmiah ITB, Jalan Dipati Ukur No. 4 Bandung Peserta Anggota SA = 20 orang (dari 33 orang) Ex‐officio (EO) = 10 orang (dari 19 orang) Tidak Hadir = 22 orang (termasuk 5 orang ijin berhalangan) Catatan : Daftar hadir lihat pada lampiran Agenda Sidang 1. Pengesahan Agenda Sidang 2. Pengesahan konsep risalah sidang 20 Juli 2012 3. Laporan pimpinan SA ITB 4. Laporan komisi : 1). Komisi III : Usulan kenaikan jabatan/pangkat a. GB : SF(1 orang) b. LK : SAPPK (2 orang), FTI (3 orang) 2). Komisi I : a. Penyampaian usulan prodi magister baru Farmasi Industri yang sudah mendapatkan pertimbangan dari MGB, untuk mendapatkan persetujuan SA untuk disampaikan ke Rektor b. Tanggapan SA terhadap Surat Edaran Dirjen Dikti tentang persyaratan publikasi untuk lulusan program sarjana, magister dan doktor 5. Usulan anggota tim penyusun STATUTA ITB 6. Lain‐lain Catatan Sidang Sidang dibuka pkl. 14.00 Pembukaan dan berdoa dipimpin oleh ketua SA. Secara khusus mendoakan dan mengenang almarhum Prof. Arief Sudarsono (Ketua SA 2010‐2012) yang telah meninggal dunia tanggal 4 September 2012 1. Agenda Sidang disetujui oleh forum 2. Pengesahan konsep risalah sidang 20 Juli 2012 ‐ Konsep risalah 6 Juli 2012 juga belum disahkan ‐ Keputusan : Risalah disahkan walaupun ada hal yang masih perlu diperbaiki 3. Laporan pimpinan SA ITB a. Ketua SA
‐ Ucapan terima kasih dan apresiasi kepada pimpinan SA periode sebelumnya (2010‐2012) yang telah selesai menjalankan tugas. ‐ Terima kasih atas kepercayaan untuk pimpinan SA baru ‐ Beberapa kebijakan dan rencana kegiatan SA terkait dengan perkembangan kondisi saat ini seperti, o Isu penyusunan Statuta ITB, SA mengusulkan tim penyusun mewakili semua ‘governing bodies’ di ITB o Rencana untuk mengunjungi SA di Sekolah/Fakultas untuk lebih mengenal, menampung informasi, serta agar lebih sensitif terhadap dinamika akademik kampus o Tinjau ulang komisi‐komisi dan bidang fokusnya pada SA untuk menyesuaikan dengan dinamika persoalan pada saat ini dan akan datang. Hal ini sudah pernah dibicarakan dalam rapat BKSA. b. Info Sekretariat SA 1). Menampilkan informasi Surat/SK masuk & keluar 2). Rencana pemberdayaan Sistem Informasi SA (website, mail tracking dsb) untuk peningkatan komunikasi yang lebih efektif dengan komunitas c. Komentar/pertanyaan dari forum 1). Prof. Benhard Sitohang (STEI) o Microphone perlu segera diperbaiki (fasilitas) o Rekaman (audio) jalannya sidang perlu diklarifikasi o Risalah rapat perlu dibuat efektif o Rangkuman hasil sidang pleno (kasus pada amandemen SK SA‐034/2003) yang tidak tepat/sesuaiseperti saat dibahas pada sidang o Pembahasan kenaikan jabatan, umumnya yang dibahas hal sangat umum. Apakah diperlukan pembahasan spt itu dengan mengambil waktu yang panjang ?. Diinginkan pesan tersampaikan dengan waktu yang efektif. 2). Dr. Yustiono (FSRD) ‐ Perlu ada penjelasan berita di media massa tentang 16 PT termasuk ITB yang dianggap terdapat masalah keuangan 4. Laporan komisi : 1). Komisi III : Usulan kenaikan jabatan/pangkat Disampaikan oleh : Prof. Sudarso Kaderi Wiryono [(EO) SBM], mewakili Ketua Komisi III) a. Guru Besar
SF : Dr. Komar Ruslan Wirasutisna o Persyaratan administratif sudah dipenuhi Perekomendasi : ‐ Dekan Sekolah Farmasi (Prof. Daryono Hadi,EO, SF) ‐ Prof. Abdul Salam M. Sofro (UYARSI – Jakarta) (tidak hadir) ‐ Prof. Wiranto Arismunandar (FTMD) ‐ Prof. Euis Holisotan Hakim (FMIPA) (tidak hadir) ‐ Prof. Asep Gana Suganda (SF) ‐ Prof. Elin Yulinah Sukandar (SF) (tidak hadir, mengirim email) ‐ Prof. Slamet Ibrahim Surantaatmadja (SF) ‐ Prof. Yeyet Cahyati Sumirtapura (SF) (tidak hadir) ‐ Catatan 1). Disetujui untuk diajukan menjadi GB dalam bidang Fitokimia pada KK Biologi Farmasi. 2). Komentar perekomendasi ada pada lampiran b. Lektor Kepala SAPPK : 1. Dr. Hanson Hendra Kusuma, 2. Dr. Ir. Heru P. Hidayat Putro FTI : 1. Dr. IGBN Makertihartha 2. Brian Yuliarto, PhD 3. Dr. Sukoyo Keputusan :Disetujui diajukan menjadi LK 3). Komisi I : a. Penyampaian usulan prodi magister baru Farmasi Industri yang sudahmendapatkan pertimbangan dari MGB, untuk mendapatkan persetujuan SA untuk disampaikan ke Rektor o Dr. Moedji Raharto (Sekretaris K‐I, FMIPA) : Membacakan rekomendasi MGB o Dekan SF : Diperlukan suatu prodi dalam ilmu terapan o Komentar (Prof. Djoko Suharto, FTMD) Ilmu dan profesi dalam Farmasi relatif sangat dekat jika dibandingkan bidang lain, setuju untuk diajukan keputusan : setuju untuk diajukan ke Rektor d. Tanggapan SA terhadap Surat Edaran Dirjen Dikti No. 152/E/T/2012 tanggal 27 Januari 2012 tentang persyaratan
publikasi untuk lulusan program S1/S2/S3 Disampaikan oleh Prof. Hermawan KD (EO, FTI), mewakili Prof. Yeyet Cahyati) o Terdapat 9 pandangan SA (lihat lampiran) ‐ Komentar forum Prof. Djoko Iskandar (SITH): o Jika penulisan makalah merupakan kewajiban maka harus tertulis dalam kurikulum o Karya ilmiah milik institusi dan harus jelas posisi dengan pihak luar Prof. Irwandy Arif (FTTM) : o Perlu perbandingan dengan universitas lain seperti di negara maju, khususnya untuk program sarjana Prof. Hermawan KD (EO, FTI) : o Perlunya meningkatkan kemampuan menulis terkait dengan latar belakang budaya untuk koreksi kekurangan kemampuan komunikasi menulis (diperkuat oleh Prof. Djoko Suharto) o Perlu lebih jelas dalam mendefinisikan ‘publikasi’ untuk sarjana Prof. Benhard Sitohang (STEI) : o Perlu direview lagi khususnya kalimat pada point ke‐1 Keputusan : disetujui untuk diterbitkan dengan perbaikan khususnya pada point ke‐1 5. Usulan anggota tim penyusun STATUTA ITB dari Senat Akademik i. Prof. Benhard Sitohang (STEI) ii. Prof. Masyhur Irsyam (FTSL) iii. Dr. Gatot Yudoko (SBM) Keputusan : disetujui untuk diajukan ke Rektor 6. Lain‐lain ‐ Berita di media tentang 16 PT yang terlibat masalah keuangan Penjelasan Rektor : o ITB tidak ada masalah khusus, adapun masalah yang ada hanya pemeriksaan rutin oleh BPK. Seharusnya ITB tidak ada dalam 16 PT yang tersebut
7. Sidang ditutup pkl. 16.25 LAMPIRAN 1. Komentar pemberi rekomendasi kenaikkan GB 2. Pandangan Senat Akademik untuk SE Dirjen Dikti 3. Catatan Lain‐lain 4. Daftar Hadir Bandung, 21 September 2012 Senat Akademik ITB Menyetujui Sekretaris, Ketua Senat Akademik ITB (Deddy Kurniadi) (Intan Ahmad)
LAMPIRAN I
Komentar Perekomendasi untuk Kenaikkan jabatan GB atas nama Dr. Komar Ruslan 1. Dekan Sekolah Farmasi (Prof. Daryono Hadi) ‐ Dr. Komar Ruslan saat ini ketua KK biologi farmasi dan ketua SA FA ‐ Naik ke LK 11 tahun lalu (2001) ‐ Banyak terlibat kegiatan administrasi seperti Pimpro pembangunan OECF ‐ Pernah menjadi Wakil Rektor ‐ Banyak kontribusi untuk pengembangan ITB 2. Prof. Abdul Salam M. Sofro (UYARSI – Jakarta) [tidak hadir] 3. Prof. Wiranto Arismunandar (FTMD) ‐ Kenal sejak mahasiswa dalam kegiatan LSS ‐ Selalu bersungguh‐sungguh dalam berbagai kegiatan ‐ Kegiatan akademik dilakukan dengan baik ‐ S3 diperoleh di Prancis, kemampuan akademik tidak diragukan ‐ Setia kepada yang dipimpin dan yang memimpin dan ingin menjadi ‘manusia utama’ 4. Prof. Euis Holisotan Hakim (FMIPA) [tidak hadir] 5. Prof. Asep Gana Suganda (SF) ‐ Mengenal Dr. Komar sejak 1972 ‐ Budaya kerja Dr. Komar Ruslan luar biasa sejak mahasiswa, misal sering diskusi dengan mahasiswa hingga pkl. 10 malam 6. Prof. Elin Yulinah Sukandar (SF) [tidak hadir, tetapi mengirim email]7. Prof. Slamet Ibrahim Surantaatmadja (SF) ‐ Kenal sejak mahasiswa, pengurus himpunan mahasiswa, asisten mahasiswa dan pengurus LSS ‐ Dosen yang tegas, penuh dedikasi, setiakawan dan bertanggung jawab khususnya dalam memegang prinsip dan aturan ‐ Intelektualitas sudah terbukti, memperoleh doktor di Prancis 2 jenjang (1 dari 3 orang dosen FA yang memperoleh2 ijazah) ‐ Sitasi sejak 1983 : 28 (khususnya majalah Phytochemistry) ‐ Sejak 1980‐an sudah menjadi reviewer di Dikti ‐ Kepemimpinan akademik dan manajerial sudah terbukti 8. Prof. Yeyet Cahyati Sumirtapura (SF) [tidak hadir] 9. Prof. Yanuarsah Harun (tambahan) ‐ mendukung penuh ‐ kenal sejak 1978 Tambahan komentar : Prof. Widyo Nugroho ‐ Dengan memiliki 2 jenjang doktor, sangat wajar diusulkan ke GB ‐ Memiliki added value yang tinggi ‐ Memiliki sikap tegas ‐ Berbicara apa adanya dan jelas ‐ Setuju untuk diajukan ke GB
LAMPIRAN II
Pandangan SA untuk SE Dirjen Dikti
1. Direktur Jendral Pendidikan Tinggi melalui Surat Edaran Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Nomor 152/E/T/2012 tanggal 27 Januari 2012 Hal Publikasi Karya Ilmiah telah memberlakukan ketentuan publikasi dalam jurnal‐jurnal ilmiah bagi kelulusan mahasiswa program pendidikan sarjana, magister dan doktor di seluruh Perguruan Tinggi Indonesia. Ketentuan ini sejalan dengan usaha Institut Teknologi Bandung untuk meningkatkan produktivitas publikasi ilmiahnya di jurnal‐jurnal ilmiah bergengsi, khususnya dalam rangka mencapai kualitas universitas kelas dunia yang berkebangsaan. Namun mengingat ketentuan tersebut diberlakukan bagi kelulusan mahasiswa di semua jenjang pendidikan tinggi maka Senat Akademik Institut Teknologi Bandung perlu menyampaikan pandangan‐pandangan yang dimaksudkan untuk menyelaraskan edaran tersebut dengan ketentuan‐ketentuan yang berlaku di ITB, Nasional dan Internasional sesuai dengan jenjang pendidikan program sarjana (S1), program magister (S2) dan program doktor (S3), seperti dijelaskan di bawah ini.
2. Kemampuan berkomunikasi, lisan maupun tulisan, merupakan salah satu outcomes yang secara universal telah diakui harus dimiliki oleh setiap alumni perguruan tinggi, tidak terkecuali pula bagi alumni Institut Teknologi Bandung. Bahkan pentingnya kemampuan berkomunikasi ini mendapat penegasan kembali dalam bentuk menjadi syarat mutlak bagi diperolehnya akreditasi suatu program studi dari badan‐badan akreditasi elite dunia semisal ABET. Tuntutan itu pada dasarnya juga berasal dari dunia kerja karena badan akreditasi elite dunia merupakan federasi badan‐badan profesi dan industri.
3. Pendidikan tingkat sarjana merupakan terminal pendidikan tinggi minimal untuk program pendidikan akademik, namun mempunyai peserta didik paling banyak yang nantinya akan mewarnai lapangan kerja Indonesia masa depan. Kemampuan berkomunikasi secara tertulis seperti di ataspun harus pula dimiliki oleh para sarjana, alumni pendidikan tinggi ini. Terlepas apakah substansi isi makalah itu merupakan karya orisinil atau suatu hasil kegiatan penelusuran ulang atau review, kesemuanya itu merupakan suatu bentuk kegiatan masyarakat ilmiah yang secara universal dianggap sah dan layak.
4. Dalam hal karya tulis itu dikaitkan dengan syarat kelulusan pendidikan tingkat sarjana atau S1 maka sifat karya tulis itu dapat sekedar sebagai karya tulis yang membuktikan bahwa mereka telah mampu berkomunikasi secara tertulis dengan baik, memenuhi semua kaedah penulisan ilmiah, singkat, padat, runut, dan benar. Seandainya karya tulis itu mengandung data dan fakta yang merupakan hasil suatu penelitian ilmiah orisinil yang mempunyai makna manfaat luas maka karya itu sesungguhnya telah melebihi syarat minimal pendidikan S1.
5. Media atau sarana tempat para calon sarjana menuangkan bukti ketrampilannya berkomunikasi secara tertulis merupakan kebutuhan pelengkap bagi terbentuknya budaya akademik. Sarana itu juga sekaligus menjadi salah satu alat untuk menyampaikan kepada publik: bukti bahwa proses pendidikan telah dilakukan sesuai dengan yang dijanjikan, yaitu membekali peserta didik dengan
salah satu outcomes yang dituntut oleh publik. Dengan demikian sarana itu harus bersifat terbuka kepada publik, dapat ditelusur dan dibaca oleh masyarakat luas.
6. Sarana terbuka yang berisi karya‐karya tulis para calon sarjana ini mempunyai makna jamak. Di samping menjadi alat akuntabilitas publik mengenai proses pendidikan khususnya menyangkut kemampuan berkomunikasi secara tertulis, juga sarana untuk penyebar luasan karya yang dapat dimanfaatkan masyarakat luas, perwujudan visi ITB untuk berbagi pengetahuan yang telah dikembangkannya, sekaligus mempersempit ruang plagiasi. Seandainya karya tulis itu bukan sesuatu yang bersifat orisinil sekalipun, ia tetap dapat menjadi suatu contoh kepada publik mengenai bagaimana merangkum berbagai karya orang lain menjadi suatu karya tulis yang memenuhi kaedah etika ilmiah; mengajarkan kepada publik bahwa mereka ulang (reproducing) suatu karya ilmiah dalam rangka mengkaji dan menguji ulang pada dasarnya juga merupakan suatu kegiatan ilmiah yang sah.
7. Dengan demikian membuat karya tulis yang baik sebagaimana dijelaskan di atas sebagai salah satu persyaratan kelulusan pendidikan tingkat sarjana, apalagi untuk tingkat yang lebih tinggi, merupakan suatu kewajaran. Tuntutan substansi dari tulisan itu sudah sewajarnya pula disesuaikan dengan objektif jenjang pendidikannya, yaitu pendidikan sarjana (S1), magister (S2) atau program doktor (S3); tidak semestinyalah mengharuskan karya tulis mengandung substansi orisinil sebagai syarat kelulusan bagi para calon sarjana. Namun ketiadaan substansi yang bersifat orisinil tidak pula berarti suatu kemustahilan membuat karya tulis yang dapat memenuhi kaedah karya tulis yang baik. Pada kenyataannya, karya tulis yang bersifat review, tidak mengandung substansi orisinil, banyak pula ditemui dalam jurnal‐jurnal ilmiah bergengsi. 8. Oleh karena itu setiap usaha bagi terwujudnya sarana sebagaimana tersebut di atas perlu
mendapat bantuan dan dukungan sepenuhnya. Sarana tersebut dapat saja berupa jurnal, jurnal on‐line, repository, proceedings, technical reports atau sekedar kumpulan karya tulis yang dapat diakses masyarakat luas. Dalam hal dipilih menggunakan kata “jurnal” untuk menyebut sarana itu maka perlu dipertimbangkan bahwa di dalam kata ini, khususnya di lingkungan masyarakat akademis, telah dikandung makna atau pengertian baku, di antaranya ada persyaratan penilaian mitra (peer review); dosen penguji dalam ujian sarjana dapat bertindak sebagai penilai mitra jika jurnal tersebut dimaksudkan sebagai media publikasi makalah calon sarjana (strata 1).
9. Kebijakan yang mempersyaratkan publikasi bagi kelulusan mahasiswa program pendidikan sarjana, magister dan doktor di Institut Teknologi Bandung, hendaknya mengacu/mempertimbangkan berbagai hal tersebut di atas, sehingga kebijakan tersebut:
‐ Sejalan dengan tujuan pendidikan setiap jenjang pendidikan seperti dinyatakan dalam Harkat Pendidikan Institut Teknologi Bandung
‐ Tetap menjaga nilai‐nilai/harkat media publikasi yang terkandung dalam suatu jurnal ilmiah
‐ Tidak sampai merugikan peserta didik (mahasiswa), yaitu menjadi penghambat kelulusan mereka tepat pada waktunya.