Jl. Raya Taman Pagelaran No. 2 Lt.2 Ciomas Bogor
Jawa Barat
LPPHPL-004-IDN LVLK-007-IDN
PENGUMUMAN HASIL PENILIKAN PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI LESTARI (PHPL)
Nomor : 334/SIC/Dirut/V/2017
LPPHPL PT Sarbi International Certification, Telah melaksanakan PENILIKAN IV PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI LESTARI (PHPL) terhadap :
a) Nama Auditee : IUPHHK-HA PT ITCI Kayan Hutani
b) Alamat Lokasi/Sites : Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara c) Alamat Kantor Pusat : Jalan RM. Harsono No. 54 Ragunan, Jakarta Selatan d) Alamat Kantor Perwakilan : Jalan MT. Haryono No. 22 Tanjung Selor, Kabupaten
Bulungan, Kalimantan Utara
e) Nomor Izin : SK Menhut No.160/Menhut-II/2005 tanggal 7 Juni 2005.
f) Luas : + 218.375 Ha
g) Tanggal Pelaksanaan : Tanggal 05 s/d 12 April 2017
h) Hasil Penilaian : Nilai Akhir Penilikan IV Kinerja PHPL dan VLK IUPHHK-HA PT ITCI Kayan Hutani dengan total nilai kinerja indikator yang dicapai adalah 89%, tidak terdapat verifier dominan yang bernilai buruk dan Memenuhi norma penilaian untuk setiap verifier yang diterapkan pada VLK, sehingga dinyatakan Lulus dengan predikat “Baik” dan Sertifikat yang diperoleh Nomor : 36.r1-SIC-04.01 dapat dilanjutkan dan direvisi menjadi Nomor : 36.r2-SIC-04.01 Data, Informasi dan masukan terkait dengan kegiatan tersebut diatas dapat disampaikan tertulis dan dilengkapi dengan dokumen pendukung ke :
PT Sarbi International Certification
Jalan Raya Taman Pagelaran No. 02 Lt. 2 Ciomas-Bogor
Telpon : 0251-8634086, 8635464
Fax : 0251-8634232
Email : [email protected]
Bogor, 2 Mei 2017
PT SARBI INTERNATIONAL CERTIFICATION
Ir. Iin Indasah Direktur Utama
TMPL-SIC-022 28 Februari 2015 Halaman 1 dari 2 2
KEPUTUSAN PENILIKAN
NO.63/PHPL/DIRSERTF/IV/2017
TentangHASIL PENILIKAN IV KINERJA PHPL
PADA PEMEGANG IZIN USAHA PEMANFAATAN HASIL HUTAN KAYU PADA
HUTAN ALAM (IUPHHK-HA)
PT ITCI KAYAN HUTANI, PROVINSI KALIMANTAN UTARA
SK Menteri Kehutanan No.160/Menhut-II/2005 tanggal 7 Juni 2005.
Seluas ±
218.375 HaMenimbang : 1. Hasil Penilikan Kinerja PHPL dan VLK IUPHHK-HA PT ITCI Kayan Hutani, Provinsi Kalimantan Utara pada Penilikan IV memperoleh hasil total nilai kinerja seluruh indikator sebesar 89%, tidak terdapat verifier dominan yang bernilai buruk, dan pemenuhan Standar Verifikasi Legalitas Kayu dinyatakan memenuhi
Mengingat : 1. Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. SK. 6067/Menhut-VI/BPPHH/2012 tentang Penetapan Lembaga Penilai Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (LP-PHPL) dan Lembaga Verifikasi Legalitas Kayu (LV-LK) sebagai Lembaga Penilai dan Verifikasi Independen (LP&VI).
2. Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. SK 11/Menhut-VI/SET/2013 tentang Perubahan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK 6067/Menhut-II/BPPHH/2012 tentang Penetapan Lembaga Penilai Pengelolaan Hutan produksi Lestari (LP-PHPL) dan Lembaga Verifikasi Legalitas Kayu (LV-LK) Sebagai Lembaga Penilai dan Verifikasi Independen (LP-VI)
3. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.30/Menlhk-/Setjen/PHPL.3/3/2016 tanggal 1 Maret 2016 tentang Penilaian Kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari dan Verifikasi Legalitas Kayu pada Pemegang Izin, Hak Pengelolaan atau pada Hutan Hak.
4. Peraturan Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari No. P.14/PHPL/SET/4/2016 tanggal 29 April 2016 Jo No. P.15/PHPL/PPHH/HPL.3/8/2016 tanggal 31 Agustus 2016 Tentang Standar dan Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) dan Verifikasi Legalitas Kayu (VLK)
5. Pedoman Mutu Sertifikasi PHPL dan VLK No. SIC-PHPL.VLK-PM.01.001 dan Standar Operasional Prosedur Penilikan PHPL dan Verifikasi Legalitas Kayu No. SIC-PHPL.VLK-SOP.01.04
Memperhatikan : Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) Nomor : 002/SIC/SPK-Persh/PHPL/II/2017 tanggal 20 Februari 2017
TMPL-SIC-022 28 Februari 2015 Halaman 2 dari 2 2
Memutuskan
Menetapkan : 1. Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Alam (IUPHHK-HA) PT ITCI Kayan Hutani, Provinsi Kalimantan Utara pada Penilikan IV dinyatakan Lulus dengan predikat “Baik”.
2. Sertifikat Kinerja PHPL Nomor : 36.r1-SIC-04.01 atas nama IUPHHK-HA PT ITCI Kayan Hutani, direvisi menjadi Nomor : 36.r2-SIC-04.01, dengan masa berlaku tetap 5 Tahun sampai dengan tanggal 21 Maret 2018 3. Selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum berakhir masa berlaku
sertifikat PT ITCI Kayan Hutani Harus mengajukan Re-sertifikasi
4. Nilai dan Resume Hasil Penilikan IV PHPL PT ITCI Kayan Hutani, Provinsi Kalimantan Utara pada masing-masing indikator PHPL dan VLK, seperti terlampir dalam keputusan ini.
5. Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan.
Ditetapkan di : Bogor Tanggal : 28 April 2017 Mengetahui
Ir. Iin Indasah Ir. Gusdaji
Halaman 1 dari 25
RESUME HASIL PENILIKAN IV KINERJA PHPL DAN VLK
IUPHHK-HA PT ITCI KAYAN HUTANI
PROVINSI KALIMANTAN UTARA
1) Identitas LP-VI :
(a) Nama Lembaga : PT SARBI INTERNATIONAL CERTIFICATION (b) Nomor Akreditasi LPPHPL : LPPHPL-004-IDN
(c) Nomor Akreditasi LVLK : LVLK-007-IDN
(d) Alamat : Jl. Raya Taman Pagelaran No. 02 Lt 2 Ciomas-Bogor (e) Nomor telepon/faks/E-mail : Telp. (0251) 8635464, 8634086
Fax. (0251) 8634232
Email : [email protected] (f) Direktur Utama : Ir. Iin Indasah
(g) Standar : Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.30/Menlhk/ Setjen/PHPL.3/3/2016 tanggal 1 Maret 2016 dan Peraturan Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari Nomor P.14/PHPL/SET/4/2016 tanggal 29 April 2016 jo P.15/PHPL/PPHH/HPL.3/8/2016 tanggal 31 Agustus 2016.
(h) Tim Audit :
NO NAMA PERSONIL PENUGASAN (JABATAN)
1. Mashari, S.Hut Lead Auditor merangkap Auditor Prasyarat 2. M. Zaenal Arifudin, S.Hut Auditor Produksi
3. Wisnu Groho, A.Md Auditor Ekologi 4. Ardi Kusatrianto, S.Sos Auditor Sosial 5. Yudi Wahyudin, S.Hut Auditor VLK
Halaman 2 dari 25 2) Identitas Auditee :
(a) Nama Pemegang Izin : PT ITCI Kayan Hutani
(b) Nomor & Tanggal SK : SK Menteri Kehutanan No.160/Menhut-II/2005 tanggal 7 Juni 2005.
(a) Luas dan Lokasi : ± 218.375 Ha
Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (b) Alamat Kantor : Kantor Pusat :
Jl. RM. Harsono No. 54 Ragunan Jakarta Selatan Telp. 021-7867030; 7867004, Fax. 021-7866946, Kantor Perwakilan :
Jl. MT Haryono No. 22 Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara
(c) Pengurus :
Dewan Komisaris :
(1) Komisaris Utama : Ir. Poetro Mangkoe Joedo, MM (2) Komisaris : Widjono Hardjanto, SH
(3) Komisaris : Drs. Wissubagio Dewan Direksi :
(1) Direktur Utama : Thomas Aquina Muliatna Djiwandono (2) Direktur Produksi : Mirza Sjamsoe’oed Sadjad, MM
3) Nomor S-LK : No. 36.r1-SIC-04.01 menjadi No. 36.r2-SIC-04.01 4) Masa Berlaku S-LK : Tanggal 22 Maret 2013 s/d 21 Maret 2018 5) Ringkasan Tahapan :
Tahapan Waktu dan Tempat Ringkasan Catatan
Perencanaan Bogor, tanggal 28 Mei s/d 30 2 April 2017
o Melakukan verifikasi terhadap dokumen-dokumen Auditee, mengumpulkan informasi dan melakukan komunikasi dengan Auditee o Membuat perencanaan untuk
pelaksanaan kegiatan Penilikan IV PHPL dan VLK
o Menetapkan metodologi penilikan o Penyusunan Laporan Pendahuluan
Halaman 3 dari 25
Tahapan Waktu dan Tempat Ringkasan Catatan
Verifikasi Lapangan Perjalanan Tim Audit dari Kantor LP-PHPL ke Samarinda
o Bogor, 5 April 2017
Koordinasi dengan Instansi Kehutanan o Kantor BPHP XI, tanggal 6 April 2017 o Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Utara, tanggal 6 April 2017
o Tim Auditor melapor dan menyampaikan rencana kegiatan Penilikan IV Kinerja PHPL PT ITCI Kayan Hutani kepada pihak BPHP Wilayah XI dan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Utara
Pertemuan Pembukaan Kantor Perwakilan Tanjung Selor, tanggal 7 April 2017
o Ketua Tim Auditor memperkenalkan Tim Auditor, manyampaikan maksud dan tujuan, ruang lingkup, jadwal kegiatan, metodologi penilaian dalam Penilikan IV Kinerja PHPL dan VLK. o Auditee memberikan pengantar tentang
kondisi terkini PT ITCI Kayan Hutani Auditee menunjuk pendamping untuk masing-masing kriteria.
o Tim Auditor berkoordinasi dengan tim pendamping auditee terkait pelaksanaan penilaian.
Verifikasi Dokumen dan Observasi Lapangan
Kantor Perwakilan, Base Camp dan Areal Kerja PT ITCI Kayan Hutani, tanggal 7 s/d 11 April 2017.
o Menghimpun, memverifikasi data dan dokumen Auditee serta melakukan analisis terhadap indikator dan verifier untuk kriteria prasyarat, produksi, ekologi, sosial dan VLK.
o Melakukan observasi lapangan untuk uji kebenaran data Auditee di lapangan melalui pengamatan, pencatatan, uji petik dan analisis; termasuk melakukan validasi informasi yang diperoleh pada saat koordinasi dengan Dinas Kehutanan.
o Melakukan wawancara dengan pihak manajemen PT ITCI Kayan Hutani dan Masayarakat Desa sekitar areal kerjanya.
Pertemuan Penutupan Kantor Perwakilan Tanjung Selor, tanggal 12 April 2017.
o Tim Auditor menyampaikan hasil verifikasi dan temuan lapangan. o Tim Auditor melakukan klarifikasi akhir
terhadap data dan temuan lapangan kepada Auditee.
Halaman 4 dari 25
Tahapan Waktu dan Tempat Ringkasan Catatan
o Penandatanganan tally sheet hasil verifikasi lapangan.
o Penandatanganan Berita Acara kegiatan Penilikan IV Kinerja PHPL dan VLK.
Koordinasi dengan Instansi Kehutanan o Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Utara, tanggal 12 April 2017 o Kantor BPHP XI, tanggal 13 April 2017
o Tim Auditor menyampaikan/melapor bahwa kegiatan audit Penilikan IV Kinerja PHPL dan VLK di PT ITCI Kayan Hutani telah selesai.
o Penandatanganan visum perjalanan Tim Auditor.
Penyusunan Laporan tanggal 14 s/d 24 April 2017
o Masing-masing Auditor menyusun laporan penilikan.
o Pemaparan hasil penilikan dan pembahasan antar verifier dan indikator antar auditor.
Rapat Penyampaian Hasil Verifikasi
Bogor, tanggal 25 April 2017.
o Rapat pembahasan hasil Penilikan IV Kinerja PHPL dan VLK dengan Pengambil Keputusan PT SIC.
Penyempurnaan Laporan Bogor, tanggal 26 s/d 27 April 2017
o Penyempurnaan laporan setelah rapat pembahasan hasil Penilikan IV Kinerja PHPL dan VLK dengan Pengambil Keputusan PT SIC.
Pengambilan Keputusan Bogor, tanggal 28 April 2017
Keputusan akhir yang diambil oleh Pengambil Keputusan sebagai berikut : o Nilai Akhir Penilikan IV Kinerja PHPL
dan VLK PT ITCI Kayan Hutani dengan total nilai kinerja indikator yang dicapai adalah 89%, tidak terdapat verifier dominan yang bernilai buruk dan VLK Memenuhi setiap verifier yang diterapkan sehingga dinyatakan Lulus dengan predikat
“Baik” dan Sertifikat Nomor : 36.r1-SIC-04.01 yang
diperoleh dapat dilanjutkan dan
direvisi menjadi Nomor : 36.r2-SIC-04.01
Halaman 5 dari 25 6) Resume Hasil Penilikan
Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi
Kriteria Prasyarat 1.1 Kepastian Kawasan Pemegang IUPHHK-HA 89% (Baik)
Ketersediaan dokumen legal dan administrasi tata batas PT IKANI lengkap sesuai dengan tingkat realisasi pelaksanaan tata batas yang telah dilakukan, meliputi dokumen perijinan, dokumen legal administrasi tata batas dan dokumen legal kegiatan pengelolaan hutan alam.
Realisasi kegiatan penataan batas areal kerja IUPHHK-HA PT IKANI baru mencapai 49,67% atau sepanjang 277,79 Km dari 559,25 Km. Batas areal kerjanya yang masih belum dilakukan penataan batas sepanjang 281,46 Km pada posisi berbatasan dengan Hutan Lindung. Kegiatan tata batas yang dilakukan selama satu tahun terakhir berupa pemeliharaan tata batas persekutuan antara PT IKANI dengan PT Inhutani I Unit Segah Hulu.
Terdapat pengakuan para pihak atas eksistensi areal IUPHHK-HA PT IKANI, baik dari pihak pemerintah, pihak perusahaan lain, maupun dari masyarakat di sekitar areal kerja PT IKANI. Selama periode satu tahun terakhir konflik batas yang terjadi dengan sekelompok kecil masyarakat di Desa Pejalin dan sudah dapat diselesaikan secara musyawarah mufakat. Berdasarkan hasil overlay antara Peta Areal Kerja IUPHHK-HA
PT IKANI (Lampiran SK. IUPHHK-HA) dengan Peta Lampiran SK. Menhut No. SK.718/ Menhut-II/2014 tanggal 29 Agustus 2014 tentang Kawasan Hutan Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, diketahui terdapat perubahan fungsi kawasan hutan di dalam areal keja PT IKANI. Perubahan perencanaan (revisi RKUPHHK-HA) PT IKANI telah disusun dan diajukan kepada Direktur Usaha Hutan Produksi, Ditjen PHPL, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tetapi belum ada pengesahan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
PT IKANI telah mendata, melaporkan dan berkoordinasi dengan pihak-pihak berwenang terkait dengan penggunaan kawasan di luar sektor kehutanan. Upaya yang dilakukan meliputi melakukan pendataan, inventarisasi dan monitoring perkembangan kegiatan peladangan, memetakan sebaran lokasi peladangan, melakukan sosialisasi dan penyuluhan bersama pihak-pihak berwenang terkait perlindungan dan pengamanan hutan, menyampaikan surat himbauan kepada Kepala Desa setempat agar warga masyarakat tidak melanjutkan rencana pembukaan lahan untuk peladangan di dalam areal kerja PT IKANI.
Halaman 6 dari 25
Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi
1.2 Komitmen Pemegang IUPHHK-HA 89% (Baik)
PT IKANI telah memiliki Visi Misi Perusahaan yang dibuat pada tahun 2015 berdasarkan Surat Keputusan Direktur Utama PT IKANI Nomor Kpts-015/IKANI/WSB/2606/2015 tanggal 26 Juni 2015, dan telah sesuai dengan kerangka Pengelolaan Hutan Lestari (PHL), yaitu telah mencakup kelestarian fungsi produksi, fungsi ekologi dan fungsi sosial. Visi misi perusahaan PT IKANI telah disosialisasikan kepada
staf karyawannya di Kantor Pusat Jakarta dan di Kantor Perwakilan Tanjung Selor. Sosialisasi visi misi perusahaan telah dilaksanakan kepada masyarakat di Desa Long Pari, Desa Long Lian, Desa Long Lejuh, Desa Pejalin, dan Desa Long Peso.
Implementasi pengelolaan hutan lestari baru sebagian yang sesuai dengan visi dan misi PT IKANI. Kegiatan penataan batas areal kerjanya belum temu gelang, Realisasi produksi pada RKT 2016 dan RKT 2017 (bulan Januari-Maret 2017), diketahui rata-rata produksi pada RKT 2016 mencapai 71% dan pada RKT 2017 (bulan Januari-Maret 2017) mencapai 18%, kegiatan TPTI pada RKT 2016 sebagian telah terrealisasikan, kegiatan penandaan batas kawasan lindung tahun 2016 terrealisasi 79%, program kegiatan PMDH pada tahun 2016 belum seluruhnya terrealisasikan.
1.3 Jumlah dan Kecukupan Tenaga Profesional Bidang Kehutanan pada Seluruh Tingkatan Untuk Mendukung Pemanfaatan Implementasi Penelitian, Pendidikan dan Latihan. 93% (Baik)
PT IKANI telah berupaya memenuhi ketentuan yang diatur dalam Permenhut No. P.54/Menhut-II/ 2014 dan Perdirjen PHPL No. P.16/PHPL-IPHH/ 2015, dengan keberadaan tenaga profesional bidang kehutanan (Ganis PHPL) di lapangan tersedia pada setiap bidang kegiatan pengelolaan hutan tetapi jumlahnya baru sebanyak 58,82% dari ketentuan yang berlaku. Realisasi peningkatan kompetensi SDM PT IKANI baik pelatihan Ganis PHPL maupun pelatihan Non Ganis PHPL sampai dengan bulan Maret 2017 seluruhnya sebanyak 78% atau 46 peserta dari 59 peserta yang direncanakan.
Dokumen ketenagakerjaan yang dimiliki oleh PT IKANI tersedia lengkap, meliputi dokumen peraturan perusahaan, laporan ketenagakerjaan, dokumen hubungan industrial, bukti pembayaran iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenaga-kerjaan, bukti pembayaran gaji karyawan, peningkatan kompetensi SDM dan peraturan perundang-undangan terkait ketenagakerjaan yang dijadikan acuan PT IKANI.
Halaman 7 dari 25
Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi
1.4 Kapasitas dan Mekanisme untuk Perencanaan Pelaksanaan Pemantauan Periodik, Evaluasi dan Penyajian Umpan Balik Mengenai Kemajuan Pencapaian (Kegiatan) IUPHHK-HA 83% (Baik)
PT IKANI telah memiliki struktur organisasi dan dan job description yang disahkan berdasarkan Surat Keputusan Direktur Utama PT IKANI Nomor Kpts-003/IKANI/WSB/1605/2012 tanggal 16 Mei 2012 dan Nomor Kpts-017/IKANI/WSB/0605/2015 tanggal 6 Mei 2015. Struktur organisasi dan job description PT IKANI telah sesuai dengan kerangka PHPL mencakup bidang perencanaan, produksi dan tata usaha kayu, pembinaan hutan, kelola lingkungan, sosial serta administrasi dan umum.
PT IKANI telah menerapkan Sistem Informasi Manajemen (SIM) dalam pengelolaan hutan dan Sistem Informasi Penatausahaan Hasil Hutan (SIPUHH) On Line, Sistem Informasi Pembayaran On Line (SIMPONI), e-Monev dan Sistem Informasi Produksi Hutan Alam Online (SIPHAO) dan didukung dengan perangkat SIM dan tenaga pelaksananya yang memadai.
PT IKANI telah memiliki tim SPI ditetapkan berdasarkan Keputusan Direksi Nomor Kpts-016/ IKANI/WSB/2611/2014 tanggal 26 November 2014. Terdapat bukti hasil kerja tim SPI, kegiatan monitoring dan evaluasi meliputi pemeriksaan operasional yang dilakukan oleh tim SPI dari Kantor Pusat Jakarta, pengawasan keuangan dilakukan oleh akuntan publik, sedangkan pengawasan terhadap kinerja mitra kerja PT IKANI di blok tebangan dilakukan oleh Manajemen PT IKANI Kantor Perwakilan Tanjung Selor. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh tim SPI pada tahun 2017 ini belum berjalan dengan efektif untuk mengontrol seluruh tahapan kegiatan, dimana masih fokus pada bidang perencanaan, pembinaan hutan dan produksi, sedangkan untuk bidang kelola sosial belum dilakukan.
Keterlaksanaan tindak koreksi manajemen berbasis hasil monitoring dan evaluasi PT IKANI telah diselesaikan untuk kegiatan pengelolaan hutan pada bidang perencanaan, pembinaan hutan dan produksi, sedangkan untuk bidang kelola sosial belum dilakukan.
1.5 Persetujuan Atas Dasar Informasi Awal Tanpa Paksaan (PADIATAPA) 81% (Baik)
Kegiatan RKTUPHHK-HA PT IKANI yang akan mempengaruhi kepentingan hak-hak masyarakat setempat telah mendapatkan persetujuan atas dasar informasi awal yang memadai melalui kegiatan sosialisasi RKTUPHHK-HA kepada masyarakat, pelacakan batas wilayah desa dimana lokasi blok RKTUPHHK-HA berada dan dibuat perjanjian kerjasama yang memuat kesepakatan antara manajemen perusahaan dengan masyarakat desa setempat, diantaranya dukungan
Halaman 8 dari 25
Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi
masyarakat, bantuan program PMDH dan kesepakatan pembagian konpensasi fee kubikasi atas produksi kayu. Sosialisasi rencana kegiatan RKTUPHHK-HA PT IKANI tahun 2017 telah dilaksanakan dan dibuat Perjanjian Kerjasama dengan Desa Long Peso, Long Lian, Naha Aya, Long Lejuh dan Desa Pejalin.
Perkembangan tata batas areal kerja IUPHHK-HA PT IKANI sampai dengan tahun 2017 baru terrealisasi 49,67% atau sepanjang 277,79 Km dari 559,25 Km. Batas areal kerjanya yang masih belum dilakukan penataan batas sepanjang 281,46 Km pada posisi berbatasan dengan Hutan Lindung yaitu HL Gn. Jamuk, HL Gn. Sondong, HL Gn Beras, HL Gn. Keluh, HL Gn. Kundas, dan HL Gn. Ubud Ajang. Sehingga masih terdapat batas areal kerja IUPHHK-HA PT IKANI yang belum mendapatkan persetujuan para pihak.
Terdapat persetujuan dalam proses dan pelaksanaan CSR/CD dari para pihak. Proses penyusunan program CSR/CD dalam bentuk Pemberdayaan Masyarakat Desa Hutan (PMDH) yang dilakukan berdasarkan program yang dibuat sebelumnya oleh pihak manajemen PT IKANI maupun usulan dari masyarakat dan selanjutnya disosialisasikan, dibuat kesepakatan perjanjian dan direalisasikan kepada masyarakat desa binaan PT IKANI. Kegiatan sosialisasi program PMDH tahun 2017 ini telah dilaksanakan di desa-desa yang berada di wilayah RKTUPHHK-HA tahun 2017 yaitu Desa Naha Aya, Lang Lejuh, Pejalin, Long Lian dan Long Peso.
Keberadaan kawasan lindung di areal kerja PT IKANI tertuang di dalam dokumen AMDAL maupun dokumen RKUPHHK-HA Berbasis IHMB periode Tahun 2012 s/d 2021, serta ditetapkan berdasarkan SK Direksi PT IKANI. Keberadaan kawasan lindung di areal kerja PT IKANI pada tahun 2017 ini telah disosialisasikan kepada masyarakat sekitarnya. Namun kondisi riil di lapangan masih terdapat perladangan masyarakat di dalam areal kawasan lindung Buffer Zone HL Gn Keluh, sehingga keberadaan kawasan lindung PT IKANI belum seluruhnya disetujui oleh para pihak.
Kriteria Produksi
2.1
Penataan areal kerja jangka panjang dalam pengelolaan hutan lestari
78% (Sedang)
PT IKANI memiliki dokumen RKUHHK-HA Berbasis IHMB Periode tahun 2012 s/d 2021 yang telah disetujui oleh Direktur Bina Usaha Hutan Alam atas nama Menteri Kehutanan berdasarkan Surat Keputusan Nomor SK.07/ BUHA-2/2012, RKUPHHK periode tahun 2012 s/d 2021 terdapat zonasi areal
Halaman 9 dari 25
Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi
yang dilindungi, areal tidak boleh ditebang dan areal yang boleh ditebang (produksi) berupa areal efektif yang realistis/benar. pada bulan Maret 2017 diajukan proses revisi karena adanya SK Menhut no 718.
Berdasarkan hasil overlay peta RKT tahun 2017 dengan peta RKUPHHK-HA PT IKANI menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara keduannya baik itu batas blok ataupun batas petaknya. Hasil verifikasi dokumen dan wawancara dengan kabag perencanaan dan produksi ketidaksesuaian blok RKT 2017 dengan rencana jangka panjang disebabkan adanya relokasi karena adanya beberapa pertimbangan diantaranyanya adanya sarang burung dan adanya sumber air masyarakat adat.
PT IKANI telah melaksanakan kegiatan pemeliharaan batas blok dan kompartemen pada blok 2016, 2017 dan Tanda-tanda batas blok dan petak kerja sebagian besar terlihat dengan jelas di lapangan,
2.2
Tingkat pemanenan lestari untuk setiap jenis hasil hutan kayu utama dan nir kayu pada setiap tipe ekosistem
67% (Sedang)
PT IKANI telah memiliki data potensi tegakan berdasarkan hasil pelaksanaan IHMB dan data hasil ITSP yang telah digambarkan lokasi pohon yang ditebang namun belum dilengkapi dengan jalur survey dan dilapangan masih terdapat beberapa pohon yang akan ditebang tidak berlabel.
PT IKANI telah memiliki data hasil pengukuran PUP di Blok UKKU dan UKKS dan sudah dianalisis, sedangkan PUP yang baru berjalan satu tahun di blok UKKU saja dan hasilnya belum dianalisis.
PT IKANI telah melakukan upaya menganalisis data potensi dan riap tegakan untuk menyusun perhitungan JTT sendiri, namun dalam pelaksanaannya masih menggunakan data hasil survey IHMB dan survey ITSP.
2.3 Pelaksanaan penerapan tahapan sistem silvikultur untuk menjamin regenerasi hutan 86% (Baik)
PT IKANI memiliki SOP tahapan sistem silvikultur yang lengkap dan instruksi kerjanya dan telah dilakukan revisi untuk beberapa SOP mengikuti peraturan yang baru.
PT IKANI telah mengimplementasikan sebagian SOP tahapan sistem silvikultur dilapangan.
Berdasarkan hasil survey IHMB pada tahun 2010 untuk pohon inti di Blok UKKU mencapai 49 pohon per hektar dan untuk Blok UKKS mencapai 32 pohon per hektar.
Berdasarkan ketersediaan kecukupan potensi permudaan tingkat tiang (diameter 10 – 19 cm) di Blok UKKU sebesar 148
Halaman 10 dari 25
Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi
batang /hektar sedangkan untuk Blok UKKS sebesar 94 batang / hektar. 2.4 Ketersediaan dan penerapan teknologi ramah lingkungan dalam pemanfaatan hasil hutan kayu.
71% (Sedang)
PT IKANI telah memiliki SOP pemafaatan/ pengelolaan hutan ramah lingkungan tetapi isinya tidak menjelaskan penanganan pada saat perencanaan operasi, pelaksanaan operasi dan penanganan pasca operasi.
Penerapan teknologi ramah lingkungan di areal PT IKANI baru sebagian dilaksanakan di lapangan.
Tingkat kerusakan tegakan tinggal dan keterbukaan wilayah akibat kegiatan penebangan di areal PT IKANI berdasarkan hasil penghitungan sebesar 25,97%.
Faktor eksploitasi hasil pengukuran di areal PT IKANI sebesar 0,80.. 2.5 Realisasi penebangan sesuai dengan rencana kerja penebangan/ pemanenan/ pemanfaatan pada areal kerjanya 81% (Baik)
PT IKANI telah memiliki dokumen RKT yang disusun berdasarkan RKU berbasis IHMB dan disahkan secara self approval.
PT IKANI telah memiliki peta kerja RKT Skala 1: 100.000 yang disahkan secara self approval dan telah menggambarkan lokasi yang boleh dipanen/dimanfaatkan dan areal yang ditetapkan sebagai kawasan lindung namun karena adanya relokasi blok tebangan dan tidak dilaksanakannya sistem TJTI maka peta RKT sudah tidak sesuai lagi dengan peta RKUnya. PT IKANI telah mengimplementasi peta kerja berupa
penandaan pada sebagian (minimal 50%) batas blok tebangan/dipanen/dimanfaatkan/ ditanam/dipelihara beserta areal yang ditetapkan sebagai kawasan lindung.
Tingkat kesesuaian untuk realisasi produksi yang dicapai PT IKANI mencapai 71% untuk luasannya dan 75% untuk realisasi volumenya, sehingga kesesuaianya mencapai 71%.
2.6
Kesehatan finansial perusahaan dan tingkat investasi dan reinvestasi yang memadai dan memenuhi kebutuhan dalam pengelolaan hutan, administrasi, penelitian dan 81% (Baik)
PT IKANI mempunyai nilai kinerja finansial dengan Likuiditas 237,42%, solvabilitas 108,72% dan rentabilitas positif = 11,37 dengan pendapat akuntan publik wajar dalam segala hal material.
PT IKANI telah merealisasi alokasi dana sebesar 100,80% (>80%) dari kebutuhan kelola hutan yang seharusnya berdasarkan laporan penatausahaan keuangan yang dibuat sesuai dengan Pedoman Pelaporan Keuangan Pemanfaatan Hutan Produksi.
Alokasi dana untuk seluruh bidang kegiatan yang dilaksanakan PT IKANI kurang proporsional (31,11%).
Halaman 11 dari 25
Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi
pengembangan, serta peningkatan kemampuan sumber daya manusia.
PT IKANI telah merealisaskani kegiatan teknis kehutanan namun masih kurang sesuai dengan tata waktu pelaksanaannya dilapangan.
Berdasarkan laporan keuangan realisasi modal yang ditanamkan kembali kedalam hutan untuk kegiatan pembinaan hutan secara keseluruhan-nya mencapai 110,65% dari yang direncanakan
PT IKANI telah merealisasikan kegiatan fisik pembinaan hutan sebesar 93% dan untuk persentase hidup taanaman pada luasan yang direalisasikan mencapai > 80%.
Kriteria Ekologi 3.1 Keberadaan, kemantapan dan kondisi kawasan dilindungi pada setiap tipe hutan
89% (Baik)
Luas kawasan lindung yang dialokasikan telah sesuai dengan dokumen perencanaan yang ada di RKUPHHK-HA Berbasis IHMB Periode Tahun 2012 s/d 2021 PT ITCI KAYAN HUTANI dan SK Direksi No : Kpts-018/IKANI/WSB/0705/2015.
Penandaan batas kawasan lindung PT IKANI di lapangan telah mencapai 79% atau sepanjang 190,55 Km dari total panjang kawasan lindung 240,41 Km. Berdasarkan observasi lapangan ditemukan papan nama pada kawasan lindung, tanda batas berupa polesan cat berwarna merah pada batang pohon di sepanjang batas kawasan lindung.
Berdasarkan hasil overlay Peta Penafsiran Citra Landsat 2015 dengan Peta Kawasan Lindung dan observasi lapangan pada kawasan lindung, diketahui bahwa kondisi penutupan lahan di areal kawasan lindung PT IKANI masih berhutan (hutan lahan kering sekunder) sebesar 94% atau seluas 22.889 Ha dari luas keseluruhan kawasan lindung 24.167 Ha.
Terdapat pengakuan kawasan lindung dari sebagian para pihak yang mengaku keberadaan kawasan lindung didalam areal PT IKANI karena berdasarkan hasil telaah dokumen dan pengamatan di lapangan menunjukkan masih terdapat gangguan berupa perladangan.
PT IKANI telah membuat laporan kegiatan pengelolaan kawasan lindung yang sesuai dengan ketentuan, tetapi belum terhadap seluruh kawasan lindung hasil tata ruang areal/land scaping. Dengan demikian nilai aktual verifier 3.1.5 adalah Sedang. 3.2 Perlindungan dan pengamanan hutan 75% (Sedang)
PT IKANI telah memiliki dokumen SOP Pengamanan dan Perlindungan Hutan, mencakup seluruh jenis gangguan yang ada seperti kegiatan pembalakan liar (Ilegal logging), kebakaran hutan, perambahan hutan, perladangan, dan perburuan satwa liar.
Halaman 12 dari 25
Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi
PT IKANI telah memiliki sarana prasarana perlindungan hutan tetapi jenis dan jumlahnya belum sesuai dengan ketentuan tetapi fungsinya sesuai.
Tersedia SDM perlindungan hutan dengan jumlah dan/atau kualifikasi personil tidak memadai, SDM perlindungan dirangkap jabatannya oleh bagian-bagian lain, tidak ada secara khusus regu satpamhut dan damkarhut dan belum diikutsertakan dalam pelatihan.
Upaya auditee mengimplementasikan kegiataan perlindungan melalui tindakan tertentu (preemptif/ preventif/ represif), tetapi belum mempertimbang kan seluruh jenis gangguan yang ada. Masih terdapat gangguan perambahan di dalam areal PT IKANI seperti perladangan, pengambilan kayu ulin dan perburuan satwa liar
3.3
Pengelolaan dan pemantauan dampak terhadap tanah dan air akibat pemanfaat an hutan
67% (Sedang)
PT IKANI telah memiliki SOP pengelolaan dan pemantauan tetapi belum mencakup seluruh dampak terhadap tanah dan air, terdapat SOP pemantauan yang belum dimiliki yaitu Sedimentasi dan Sifat Fisik Tanah.
Jumlah sarana pengelolaan dan pemantauan belum sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan (AMDAL dll.) belum terdapat sarana pemantauan Sedimentasi dan Sifat Fisik Tanah.
PT IKANI talah memiliki personil untuk melaksanakan pengelolaan dan pemantauan dampak terhadap tanah dan air. PT IKANI telah memiliki personil pengelolaan dan pemantauan dampak terhadap tanah dan air terdiri dari satu orang Kasi Litbang dan satu orang staf lingkungan dan dua orang yang diperbantukan dari bagian Binhut, serta baru memiliki 4 orang Ganis Binhut.
PT IKANI telah memiliki dokumen perencanaan pengelolaan dampak terhadap tanah dan air berupa penanaman pengayaan dan rehabilitasi, penanaman kanan kiri jalan dan penanaman tanah kosong tetapi hanya sebagian (minimal 50%) diimplementasikan sesuai dengan ketentuan.
Implementasi pemantauan dampak terhadap tanah dan air yang dilaksanakan oleh PT IKANI belum sesuai dengan dokumen perencanaan yang ada. pengukuran yang telah dilakukan antara lain pengukuran Erosi dengan menggunakan metode sederhana, debit air sungai, curah hujan dan pengujian kualitas air tetapi terdapat rencana pamantauan yang belum dilaksanakan yaitu pemantauan sedimentasi dan sifat fisik tanah.
Halaman 13 dari 25
Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi
Terdapat indikasi terjadinya dampak terhadap tanah dan air, masih terdapat lonsoran tanah baik itu dikelerengan curam maupun badan jalan dan erosi permukaan di jalan sarad dan areal tanah kosong tetapi ada upaya pengelolaan dampak sesuai ketentuan.
3.4
Identifikasi spesies flora dan fauna yang dilindungi dan/atau langka (endangered), jarang (rare), terancam punah (threatened) dan endemik. 83% (Baik)
PT IKANI telah memiliki SOP untuk identifikasi flora dan fauna dilindungi dan telah mencakup seluruh jenis flora dan fauna baik itu yang dilindungi maupun yang tidak dilindungi yang berada di arealnya.
PT IKANI telah melakukan implementasi identifikasi untuk jenis flora dan fauna yang dilindungi dan/atau langka, jarang, terancam punah dan endemik yang terdapat di areal kerjanya tetapi dalam pengklasifikasiannya belum mengacu pada semua peraturan yang ada seperti Endemik serta belum terhadap seluruh jenis yang dilindungi dan/atau langka, jarang, terancam punah dan endemik yang mengacu pada hasil identifikasi yang ada di ANDAL 1998 dan identifikasi tahun sebelumnya.
3.5
Pengelolaan flora untuk :
1.Luasan tertentu dari hutan produksi yang tidak terganggu dan bagian yang tidak rusak. 2.Perlindungan terhadap species flora dilindungi dan/atau jarang, langka dan terancam punah dan endemik 67% (Sedang)
Tersedia prosedur pengelolaan flora, namun belum secara rinci menyajikan tahapan kegiatan pengelolaan yang mencakup seluruh jenis flora yang dilindungi dan/atau langka, jarang, terancam punah dan endemik yang terdapat di areal kerja PT IKANI.
PT IKANI telah mengimplementasikan pengelolaan flora melalui kegiatan antara lain melakukan penataan dan penandaan batas kawasan lindung, pemasangan papan informasi, peringatan dan larangan, analisa vegetasi, membuat peta sebaran flora dan fauna dan patroli namun belum mencakup seluruh jenis yang dilindungi dan/atau langka, jarang, terancam punah dan endemik yang terdapat di areal kerjanya.
Masih terdapat gangguan terhadap sebagian kondisi species flora dilindungi dan/atau jarang, langka dan terancam punah dan endemik yaitu jenis Ulin yang terdapat di areal kerja PT IKANI.
Halaman 14 dari 25
Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi
3.6
Pengelolaan fauna untuk:
1. Luasan tertentu dari hutan produksi yang tidak
terganggu, dan bagian yang tidak rusak.
2.Perlindungan terhadap species fauna dilidungi dan/ atau jarang, langka, terancam punah dan endemik
67% (Sedang)
Tersedia prosedur pengelolaan fauna, namun belum secara rinci menyajikan tahapan kegiatan yang mencakup seluruh jenis fauna yang dilindungi dan/atau langka, jarang, terancam punah dan endemik yang terdapat di areal kerja PT IKANI. PT IKANI telah mengimplementasikan pengelolaan fauna
melalui kegiatan antara lain melakukan identifikasi, penataan dan penandaan batas, pemasangan papan informasi, peringatan dan larangan, membuat peta sebaran fauna dan patroli namun belum mencakup seluruh jenis yang dilindungi dan/atau langka, jarang, terancam punah dan endemik yang terdapat di areal kerjanya.
Terdapat gangguan keberadaan fauna, terdapat masyarakat berburu didalam areal izin, tetapi ada upaya penanggulangan gangguan melalui kegiatan sosialisasi dan pemasangan papan informasi, peringatan dan larangan.
Kriteria Sosial 4.1 Kejelasan deliniasikawasan operasional perusahaan/ pemegang izin dengan kawasan masyarakat hukum adat dan/atau masyarakat setempat 100% (Baik)
PT IKANI mengenai dokumen/laporan yang lengkap mengenai pola penguasaan dan pemanfaatan SDA/SDH setempat dalam Data Inventarisasi Perladangan Tahun 2016-2017, Identifikasi hak-hak dasar masyarakat hukum adat dan/atau masyarakat setempat dalam Laporan Utama Analisis Dampak Lingkungan Hak Pengusahaan Hutan Tahun 1998, dan rencana pemanfaatan SDH oleh pemegang izin dalam RKUPHHK Periode Tahun 2012 – 2021, RKTUPHHK Tahun 2016 dan RKTUPHHK Tahun 2017.
PT IKANI memiliki mekanisme penataan batas partisipatif dan penyelesaian konflik batas kawasan yang disepakati para pihak yang termuat dalam Standard Operating Procedure (SOP): Penataan Batas Partisipatif, Nomor: Sosial - 01/IKANI/2012. Dan Standard Operating Procedure (SOP): Penyelesaian Konflik Sosial, Nomor: Sosial - 05/IKANI/2012. PT IKANI memahami hak-hak dasar masyarakat hukum adat
dan masyarakat setempat dalam perencanaan pemanfataan SDH dengan tersedianya dokumen Standard Operating Procedure (SOP): Identifikasi Hak-hak Tradisional Masyarakat Adat, Nomor: Sosial - 02/IKANI/2012.
PT IKANI memiliki bukti secara administrasi tentang luas dan batas kawasannya dengan masyarakat, terkait dengan wilayah desa dan lokasi APL dalam areal kerjanya.
Halaman 15 dari 25
Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi
PT IKANI memiliki dokumen terbaru berupa Berita Acara Pelacakan batas wilayah Desa Mara I dengan Desa Long Pari, Desa Long Lian dengan Desa Long Peso, dan Desa long Lejoh dengan Desa Naha Aya.
4.2 Implementasi tanggungjawab sosial perusahaan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. 93% (Baik)
PT IKANI memiliki ketersediaan dokumen yang lengkap menyangkut tanggung jawab sosial sesuai dengan peraturan perundangan yang relevan mengenai tanggungjawab sosial perusahaan (Laporan Semester I dan II PMDH PT IKANI Tahun 2016, perencanaan pemanfaatan sumber daya hutan (RKUPHHK Periode 2012 - dan RKTUPHHK Tahun 2016 dan 2017), dan ketenagakerjaan (Peraturan Perusahaan Periode Tahun 2016 – 2018).
PT IKANI memiliki mekanisme yang lengkap dan legal tentang pemenuhan kewajiban sosial terhadap masyarakat, terkait dengan Pemberian Dana Kompensasi, Identifikasi Hak-hak Tradisional Masyarakat Adat, Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Kerjasama Berusaha, dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Hutan.
PT IKANI telah melakukan Sosialisasi kepada Desa Pejalin, Desa Long Lian, Desa Long Lejuh, dan Desa Long Peso sebagai desa-desa yang masuk terdampak dari kegiatan penebangan RKT 2016.
Tingkat realiasasi hingga semester ke-II Tahun 2016 adalah sebesar Rp. 424.656.000,- (Empat Ratus Juta Enam Ratus Lima Puluh Enam Juta Rupiah) dengan prosentase sebesar 75%.
PT IKANI memiliki laporan terkait pelaksaan tanggung jawab sosial kepada mayarakat secara lengkap yang termuat dalam Laporan Pelaksanaan Pembinaan Masyarakat Desa Hutan PT IKANI Semester I dan II Tahun RKT 2016 dengan disertai Dokumen Berita Acara Serah Terima Bantuan kepada masyarakat.
4.3 Ketersediaan mekanisme dan implementasi distribusi manfaat yang adil antar para pihak
100% (Baik)
PT IKANI memiliki data dan informasi yang lengkap tentang masyarakat setempat yang terlibat dari serapan tenaga kerja masyarakat lokal sejumlah 93 orang, masyarakat yang tergantung tergantung dari penerima fee kompensasi produksi (Desa-desa di UKKS dan UKKU), dan masyarakat yang terpengaruh oleh aktivitas pengelolaan SDH dari penerima bantuan program kelola sosial PT IKANI.
PT IKANI memiliki mekanisme yang lengkap dan legal tentang mengenai peningkatan peran serta dan aktivitas ekonomi
Halaman 16 dari 25
Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi
masyarakat dengan Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Kerjasama Berusaha, Pemberian Dana Kompensasi, dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Hutan.
PT IKANI memiliki dokumen rencana pemegang izin mengenai kegiatan peningkatan peran serta dan aktivitas ekonomi masyarakat, yang diturunkan dari RKUPHHK dan RKTUPHHK, lalu dioperasionalkan dalam Rencana Kegiatan PMDH. Tingkat realiasasi kegiatan peningkatan peran serta dan
aktivitas ekonomi masyarakat hukum adat dan atau masyarakat setempat oleh PT IKANI yang tepat sasaran adalah sebesar Rp. 170.450.000,- (Seratus Tujuh Puluh Juta Empat Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) dengan prosentase sebesar 58%.
PT IKANI memiliki laporan terkait distribusi manfaat kepada para pihak yang termuat dalam Laporan Pelaksanaan Pembinaan Masyarakat Desa Hutan PT IKANI Semester I dan II Tahun RKT 2016 dengan disertai Dokumen Berita Acara Serah Terima Bantuan kepada masyarakat.
4.4
Keberadaan
mekanisme resolusi konflik yang handal
92% (Baik)
PT IKANI memiliki Mekanisme Resolusi Konflik yang lengkap dan jelas, termuat dalam Standard Operating Procedure (SOP): Penyelesaian Konflik Sosial, Nomor: Sosial - 05/IKANI/2012. SOP disiapkan oleh Kasi Lingkungan, diperiksa oleh General Manager, dan disahkan oleh Direktur Produksi.
PT IKANI memiliki Peta Konflik Batas Wilayah Administrasi Desa dan Hutan Adat, Peta Sebaran Perladangan, namun belum ada kajian lebih lanjut dari perusahaan sebagai upaya untuk mengantisipasi agar konflik tidak berulang di kemudian hari..
PT IKANI memiliki organisasi, sumberdaya manusia, dan pendanaan yang cukup unuk mengelola konflik. Dalam upaya menyelesaikan konflik permasalahan yang ada dilapangan pihak perusahaan sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, pemerintahan desa, dan adat setempat.
PT IKANI telah mendokumentasikan proses penyelesaian konflik yang meliputi Konflik Tentang Tumpang tindih pengakuan batas wilayah administrasi Batas Desa Mara I dengan Desa Long Pari pada Blok TPTI RKTUPHHK 2016 dan Klaim Masyarakat Desa Pejalin atas kayu produksi PT IKANI.
Halaman 17 dari 25
Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi
4.5 Perlindungan, Pengembangan dan Peningkatan Kesejahteraan Tenaga Kerja 92% (Baik)
PT IKANI telah merealisasikan seluruh Hubungan Industrial dengan karyawan, mulai dari Kebebasan berserikat yang didukung oleh direksi, PP sebagai wadah dari hubungan industrial, standar pengupahan yang sudah mengacu kepada SK Gubernur Kalimantan Utara Tahun 2017, standar jenjang karir dan penilaian kinerja karyawan sesuai prosedur yang berlaku, tunjangan kesejahteraan karyawan dalam komponen gaji karyawan, serta BPJS kesehatan dan BPJS kesejahteraan.
Peningkatan kemampuan SDM PT IKANI yang telah terrealisasi sampai dengan bulan Maret 2017 seluruhnya sebanyak 78% atau 46 peserta dari 59 peserta yang direncanakan.
PT IKANI memiliki dokumen standar jenjang karir dan implementasinya sudah sesuai dengan prosedur Program Karir dan Penilaian Kinerja, Nomor: SDM - 02/IKANI/2012.
PT IKANI telah mengimplementasikan seluruh tunjangan kesejahteraan karyawan dengan mengacu kepada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan pada BAB IV Pasal 8 mengenai Informasi Ketenagakerjaan. Prinsip/Kriteria/ Indikator/ Verifier Memenuhi/ Tidak Memenuhi/ Not Applicable/ Not Verified Justifikasi
P1. Kepastian Areal IUPHHK-HA, IUPHHK-HTI, IUPHHK-RE, dan Hak Pengelolaan K1.1. Areal unit manajemen hutan terletak di kawasan hutan produksi.
Indikator 1.1.1. Pemegangizin mampu menunjukkan keabsahanIzin Usaha Pemanfaatan Hasil HutanKayu (IUPHHK) dan izin lain yang berada dalam kawasan hutan yang dikelola IUPHHK.
Verifier a. :
Dokumen legal terkait
perizinan usaha (SK IUPHHK-HA)
Memenuhi PT IKANI telah memperoleh SK
Perubahan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No. SK.160/Menhut-II/2005 tanggal 7 Juni 2005 tentang Perubahan Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan No. 248/KPTS-II/2000 Tentang pemberian HPH (IUPHHK-HA) kepada PT IKANI seluas areal ± 218.375
Halaman 18 dari 25 Prinsip/Kriteria/ Indikator/ Verifier Memenuhi/ Tidak Memenuhi/ Not Applicable/ Not Verified Justifikasi
hektar di Provinsi Kalimantan Timur, untuk jangka waktu 45 (tahun terhitung sejak tanggal 1995 s/d 2040) serta berdasarkan overlay antara Peta Areal Kerja IUPHHK PT. IKANI dengan Peta Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan Menjadi Bukan Kawasan Hutan, Perubahan Fungsi Kawasan Hutan dan Penunjukan Bukan Kawasan Hutan Menjadi Kawasan Hutan di Provinsi Kalimantan Timur, diketahui bahwa kawasan hutan di areal kerja PT IKANI terdiri dari Hutan Produksi (HP), Hutan Produksi Terbatas (HPT), Hutan Lindung (HL), Hutan Produksi Dapat Dikonversi (HPK), dan Areal Penggunaan Lain (APL)
Verifier b. :
Bukti pemenuhan kewajiban Iuran Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IIUPHHK).
Memenuhi PT IKANI telah membayar lunas Iuran
IUPHHK sesuai dengan SPP Nomor 2130/VI-PPHH/99, 2148/VI-PPHH/99, S.378/VI-BIKPHH/2008, S.422/VI-BIKPHH/2013 dan terdapat bukti Aplikasi Setoran Pembayaran.
Verifier c. :
Penggunaan kawasan yang sah di luar kegiatan IUPHHK (jika ada).
Not Aplicable Didalam areal PT IKANI tidak terdapat perijinan Penggunaan kawasan yang sah di luar kegiatan IUPHHK baik perkebunan maupun pertambangan
P2. Memenuhi sistem dan prosedur penebangan yang sah
K2.1 Pemegang izin memiliki rencana penebangan pada areal tebangan yang disahkan oleh pejabat yang berwenang.
Indikator: 2.1.1 RKUPHHK/RPKH dan Rencana Kerja Tahunan (RKT/ Bagan Kerja/RTT) disahkan oleh yang berwenang.
Verifier a. :
Dokumen RKUPHHK/RPKH, RKT/Bagan Kerja/ RTT beserta lampirannya yang telah disahkan oleh pejabat yang berwenang, meliputi : - Dokumen RKUPHHK/RPKH &
lampirannya yang disusun
Memenuhi PT IKANI telah memiliki dokumen
Rencana Kerja Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dalam Hutan Alam Pada Hutan Produksi (RKUPHHK-HA) berbasis IHMB Periode 2012 – 2021 dan telah mendapat persetujuan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan nomor : SK.07/BUHA-2/2012 Tanggal 10 Januari
Halaman 19 dari 25 Prinsip/Kriteria/ Indikator/ Verifier Memenuhi/ Tidak Memenuhi/ Not Applicable/ Not Verified Justifikasi berdasarkan IHMB/risalah hutan dan dilaksanakan oleh Ganis PHPL Timber Cruising dan/atau Canhut.
- Dokumen RKT/RTT yang disusun berdasarkan RKU/RPKH dan disahkan oleh pejabat yang berwenang atau yang disahkan secara self approval Peta rencana penataan areal kerja yang dibuat oleh Ganis PHPL Canhut.
2012 dan Telah dilengkapi dengan lampiran Peta RKUPHHK-HA, skala 1 : 100.000. Serta Dokumen RKTUPHHK Tahun 2016 yang telah disahkan secara self approval berdasarkan Keputusan Direktur Utama PT IKANI Provinsi Kalimantan Utara Nomor : Kpts-001/IKANI/WSB/0401/2016 Tanggal 4 Januari 2016 dan Dokumen RKTUPHHK tahun 2017 yang telah disahkan secara self approval berdasarkan Keputusan Direktur Utama PT IKANI Provinsi Kalimantan Utara Nomor : Kpts-006/IKANI/TD/2712/2016 Tanggal 27 Desember 2016 , dilampiri dengan Peta Skala 1 : 100.000.
Verifier b. :
Peta areal yang tidak boleh ditebang pada RKT/Bagan Kerja/RTT dan bukti
implementasinya di lapangan.
Memenuhi PT IKANI telah memetakan areal/lokasi
yang tidak boleh ditebang pada Peta RKTUPHHK-HA dan Peta Kawasan Lindung, Skala 1 : 300.00 serta terbukti keberadaannya di lapangan.
Verifier c. :
Penandaan lokasi blok tebangan/ blok RKT/ petak RTT yang jelas di peta dan terbukti di lapangan.
Memenuhi PT IKANI telah memiliki dokumen
RKTUPHHK-HA yang telah disahkan secara self Approval dan dilampiri peta RKT skala 1 : 100.000 yang didalamnya telah memuat informasi blok dan petak tebangan yang telah dicap/stample. keberadaan blok tebang dan petak dapat dibuktikan di lapangan
K2.2 Adanya rencana kerja yang sah
Indikator 2.2.1 Pemegang izin mempunyai rencana kerja yang sah sesuai dengan peraturan yang berlaku
Verifier a. :
Dokumen Rencana Kerja Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (RKUPHHK) (bisa dalam proses) dengan
lampiran- lampirannya.
Memenuhi PT IKANI telah memiliki dokumen
Rencana Kerja Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dalam Hutan Alam (RKUPHHK-HA) berbasis IHMB Periode 2012 – 2021 dan telah mendapat persetujuan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan nomor :
SK.07/BUHA-Halaman 20 dari 25 Prinsip/Kriteria/ Indikator/ Verifier Memenuhi/ Tidak Memenuhi/ Not Applicable/ Not Verified Justifikasi
2/2012 Tanggal 10 Januari 2012 serta telah dilengkapi dengan Peta RKUPHHK – HA
Verifier b. :
Kesesuaian lokasi dan volume pemanfaatan kayu hutan alam pada areal penyiapan lahan yang diizinkan untuk
pembangunan hutan tanaman industri.
Not verified PT IKANI telah memperoleh Hak Pengusahaan Hutan Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 160/Kpts-II/2005, Tanggal 7 Juni 2005 seluas ± 218.375 Ha di Provinsi Kalimantan Timur untuk jangka waktu 45 tahun. Seluruh areal PT IKANI diperuntukan sebagai IUPHHK-HA sehingga tidak ada penyiapan lahan untuk pembangunan hutan tanaman tidak ada
P3. Keabsahan perdagangan atau pemindahtanganan kayu bulat.
K3.1. Pemegang izin menjamin bahwa semua kayu yang diangkut dari Tempat Penimbunan Kayu (TPK) hutan ke TPK Antara dan dari TPK Antara ke industri primer hasil hutan (IPHH)/pasar, mempunyai identitas fisik dan dokumen yang sah.
Indikator 3.1.1. Seluruh kayu bulat yang ditebang/dipanen atau yang dipanen/dimanfaatkan telah di–LHP-kan.
Verifier:
Dokumen LHP yang telah disahkan oleh pejabat yang berwenang.
Memenuhi PT IKANI telah menunjukkan dokumen
LHP periode April 2016 s/d Maret 2017, seluruh dokumen telah dibuat oleh Petugas yang berwenang serta LHP sesuai dengan fisik kayu dan nomor Batang dapat di temukan dilapangan
Indikator 3.1.2 Seluruh kayu yang diangkut keluar areal izin dilindungi dengan surat keterangan sahnya hasil hutan.
Verifier:
Surat keterangan sahnya hasil hutan dan lampirannya dari : - TPK hutan ke TPK Antara, - TPK hutan ke industri
primer dan/atau penampung kayu terdaftar,
- TPK Antara ke industri primer hasil hutan dan/atau penampung kayu terdaftar.
Memenuhi PT IKANI dapat menunjukkan dokumen
angkutan untuk setiap kayu yang diangkut keluar dari areal konsesi dan telah dilengkapi dengan dokumen SKSHHK Online serta jumlah yang dilaporkan dalam dokumen LMKB/LMHH sesuai dengan dokumen angkutan SKSHHK
Halaman 21 dari 25 Prinsip/Kriteria/ Indikator/ Verifier Memenuhi/ Tidak Memenuhi/ Not Applicable/ Not Verified Justifikasi
Indikator 3.1.3 Pembuktian asal usul kayu bulat (KB) dari pemegang IUPHHK-HA.
Verifier a. :
Tanda-tanda PUHH/ barcode pada kayu dari pemegang IUPHHK-HA bisa dilacak balak.
Memenuhi PT IKANI telah melaksanakan SI-PUHH
Online dalam rangka Penatausahaan Hasil Hutannya. hasil uji petik terhadap tanda legalitas hasil hutan kayu yang tertera pada fisik kayu sesuai dengan dokumen LHP dan dapat dilakukan penelusuran identitas kayu (lacak balak) sampai ke tunggak
Verifier b. :
Identitas kayu diterapkan secara konsisten oleh pemegang izin.
Memenuhi PT IKANI telah melaksanakan sistem Tata
Usaha Kayu berupa SI-PUHH Online baik di dalam administrasi maupun di lapangan dan menerapkan sistem barcode label sehingga mempermudah dalam penelusuran kayu
Indikator 3.1.4 Pemegang izin mampu membuktikan adanya catatan angkutan kayu ke luar TPK
Verifier:
Arsip SKSKB dan dilampiri Daftar Hasil Hutan (DHH) untuk hutan alam, dan arsip FAKB dan lampirannya untuk hutan tanaman
Memenuhi PT IKANI dapat menunjukkan
pertinggal/arsip SKSHHK secara lengkap, setiap dokumen dibuat dan ditandatangani oleh petugas yang berwenang dan seluruhnya dilengkapi dengan DKB. Sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.43/Menlhk-Setjen/2015, pengesahan dokumen SKSHHK dilakukan secara Self Assesment.
K3.2 Pemegang izin telah melunasi kewajiban pungutan pemerintah yang terkait dengan kayu.
Indikator 3.2.1 Pemegang izin menunjukkan bukti pelunasan Dana Reboisasi (DR) dan atau Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH).
Verifier a. :
Dokumen SPP (Surat Perintah Pembayaran) DR dan/atau PSDH telah diterbitkan.
Memenuhi PT IKANI telah melakukan pembayaran
PSDH dan DR sesuai dengan tarif dan jumlah produksi dalam dokumen LHP
Halaman 22 dari 25 Prinsip/Kriteria/ Indikator/ Verifier Memenuhi/ Tidak Memenuhi/ Not Applicable/ Not Verified Justifikasi Verifier b. :
Bukti Setor DR dan/atau PSDH.
Memenuhi PT IKANI telah melunasi telah membayar
PSDH DR sesuai dengan SPP Pembuatan Tagihan PNBP Online dan terdapat bukti pembayaran (aplikasi Bank) dan Bukti Penerimaan Negara (SIMPONI) Verifier c. :
Kesesuaian tarif DR dan PSDH atas kayu hutan alam (termasuk hasil kegiatan penyiapan lahan untuk pembangunan hutan tanaman) dan kesesuaian tarif PSDH untuk kayu hutan tanaman.
Memenuhi PT IKANI telah melakukan pembayaran
PSDH dan DR periode April 2016 s/d Maret 2017 telah sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.12 Tahun 2014 dan Permenhut Nomor P.68/Menhut – II/2014
K 3.3. Pengangkutan dan perdagangan antar pulau
Indikator 3.3.1. Pemegang izin yang mengirim kayu bulat antar pulau memiliki pengakuan sebagai Pedagang Kayu Antar Pulau Terdaftar (PKAPT).
Verifier: Dokumen PKAPT Memenuhi PT IKANI telah memiliki Dokumen Pengakuan Sebagai Pedagang Kayu Antar Pulau Terdaftar (PKAPT) yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI dengan Nomor : 409/UPP/PKAPT/ Perpanjangan-2/4/2013 tanggal 12 April 2013 dengan Nomor PKAPT : 09.03.1.00077 berlaku sampai dengan tanggal 9 April 2018
Indikator 3.3.2. Pengangkutan kayu bulat yang menggunakan kapal harus kapal yang berbendera Indonesia dan memiliki izin yang sah.
Verifier:
Dokumen yang menunjukkan identitas kapal.
Memenuhi Dalam proses pengangkutan kayu keluar
pulau telah dilengkapi dengan dokumen Surat Persetujuan Berlayar (Port Clearance) yang didalamnya menunjukan bahwa kapal yang digunakan berbendera kebangsaan Indonesia
Halaman 23 dari 25 Prinsip/Kriteria/ Indikator/ Verifier Memenuhi/ Tidak Memenuhi/ Not Applicable/ Not Verified Justifikasi
K 3.4. Pemenuhan Penggunaan Tanda V- Legal Indikator 3.4.1. Implementasi Tanda V-Legal.
Verifier:
Tanda V-Legal yang
dibubuhkan sesuai ketentuan
Memenuhi PT ITCI Kayan Hutani telah
mengimplementasikan penggunaan tanda/logo V-Legal pada setiap log/kayu yang disatukan dengan ID Barcode dan dokumen SKSHHK. Pada bagian bawah logo V-Legal tertera identitas : 36.r1-SIC-04.01-LPPHPL-004-IDN
P4. Pemenuhan aspek lingkungan dan sosial yang terkait dengan Penebangan
K4.1 Pemegang izin telah memiliki dokumen lingkungan (Analisa Mengenai Dampak
Lingku- ngan (AMDAL)/ Dokumen Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan (DPPL)/ Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL)) dan melaksanakan kewajiban yang dipersyaratkan dalam dokumen lingkungan tersebut.
Indikator 4.1.1 Pemegang izin telah memiliki dokumen lingkungan yang telah disahkan sesuai peraturan yang berlaku meliputi seluruh areal kerjanya.
Verifier :
Dokumen AMDAL/
DPPL/UKL-UPL/RKL-RPL.
Memenuhi PT IKANI telah memiliki Laporan Utama
Analisis Dampak Lingkungan Hak Pengusahaan Hutan dan telah disetujui oleh Direktur Jenderal PHPA/Ketua Komisi Pusat AMDAL Departemen Kehutanan dan Perkebunan No. 115/DJ-VI/AMDAL/1998, tanggal 26 November 1998
Indikator 4.1.2 Pemegang izin memiliki laporan pelaksanaan RKL dan RPL yang menunjukkan penerapan tindakan untuk mengatasi dampak lingkungan dan menyediakan manfaat sosial.
Verifier a. :
Dokumen RKL dan RPL.
Memenuhi PT IKANI telah memiliki dokumen
Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan lingkungan (RPL) yang telah disetujui oleh Direktur Jenderal PHPA/Ketua Komisi Pusat AMDAL Departemen Kehutanan dan Perkebunan No. 115/DJ-VI/AMDAL/1998, tanggal 26 November 1998
Halaman 24 dari 25 Prinsip/Kriteria/ Indikator/ Verifier Memenuhi/ Tidak Memenuhi/ Not Applicable/ Not Verified Justifikasi Verifier b. : Bukti pelaksanaan
pengelolaan dan pemantauan dampak penting aspek fisik- kimia, biologi dan sosial.
Memenuhi PT IKANI telah melaksanakan Laporan
Pelaksanaan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan (RKL-RPL) Semester I dan II, telah disampaikan kepada Badan Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Utara terbukti dengan adanya Surat Nomor : 30/GM-IKANI/II-5/TS/3001/2017
P5. Pemenuhan terhadap peraturan ketenagakerjaan
K 5.1. Pemenuhan ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Indikator 5.1.1. Prosedur dan Implementasi K3.
Verifier a. :
Pedoman/ prosedur K3.
Memenuhi PT IKANI telah memiliki Prosedur
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Nomor SDM-04/IKANI/2012 dan telah menetapkan petugas K3 berdasarkan Surat Keputusan Nomor : Kpts-14/IKANI/WSB/0506/2012 tanggal 5 Juni 2012
Verifier b. :
Ketersediaan peralatan K3.
Memenuhi PT IKANI telah memiliki peralatan K3
sesuai dan kebutuhan serta masih berfungsi
Verifier c. :
Catatan kecelakaan kerja.
Memenuhi PT IKANI telah memiliki catatan
kecelakaan kerja yang dituangkan dalam laporan kecelakaan kerja, serta sebagai upaya untuk menekan terjadinya kecelakaan kerja, telah memasang spanduk K3 dan memiliki program kegiatan K3
K 5.2. Pemenuhan hak-hak tenaga kerja.
Indikator 5.2.1. Kebebasan berserikat bagi pekerja.
Verifier:
Ada serikat pekerja atau kebijakan perusahaan yang membolehkan untuk membentuk atau terlibat dalam kegiatan serikat pekerja.
Memenuhi PT IKANI belum ada Serikat Pekerja,
namun pihak perusahaan telah membuat pernyataan tertulis mengenai kebijakan perusahaan (surat edaran) yang membolehkan untuk membentuk atau terlibat dalam kegiatan serikat pekerja
Halaman 25 dari 25 Prinsip/Kriteria/ Indikator/ Verifier Memenuhi/ Tidak Memenuhi/ Not Applicable/ Not Verified Justifikasi
Indikator 5.2.2. Adanya Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) atau Peraturan Perusahaan (PP) yang mengatur hak – hak pekerja.
Verifier:
Ketersediaan Dokumen KKB atau PP
Memenuhi PT IKANI telah memiliki dokumen
Peraturan Perusahaan tahun 2016 – 2018 dan telah mendapatkan pengesahan dari Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Nomor : No. KEP. 30/PHIJSK-PK/PP/I/2016 tanggal 6 Januari 2016
Indikator 5.2.3. Tidak memperkerjakan anak di bawah umur (di luar ketentuan)
Verifier:
Pekerja yang masih di bawah umur
Memenuhi PT IKANI tidak terdapat karyawan yang
berusia di bawah umur.
Bogor, 28 April 2017 Pengambil Keputusan
Ir. Gusdaji
V
.
KAN
KOMITE AKREDITASI NASIONALPT SARBI INTERNATIONAL CERTIFICATION
L P . P H P L - 0 0 4 - I D N
{i
kimmr; l'» ^ l -— — 36.r2-SIC-04.01 Tanggal Terbit : 22-03-2013Tanggal Terbit Sertifikat Revisi r2 : 28-04-2017
D
r
Sarbi
RAYA P A G E L A R A N NO. 2 CIOMAS BOGORTanggal Berakhir : 21-03-2018
PT SARBI INTERNATIONAL CERTIFICATION (PT SIC) dengan ini memberikan sertifikat PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI LESTARI (PHPL) kepada :
PT ITCI KAYAN HUTANI
S E L A K U PEMEGANG IZIN USAHA PEMANFAATAN HASIL HUTAN KAYU PADA HUTAN ALAM
SK Menhut No. 160/Menhut-ll/2005 Tanggal 7 Juni 2005 Luas Areal ± 218.375 Hektar
di
Kabupaten Bulungan
Provinsi Kalimantan Utara
Predikat B A I K
N D A S A H
Direktur Utama
Perusahaan tersebut telah memenuhi Standar Penilaian Kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari dan Verifikasi Legalitas Kayu Sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.30/Menlhk/Setjen/PHPL.3/3/2016;