BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN - BAB IV

19 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

A. Umum

Kabupaten Sidrap beribukota di Pangkajenne Sidrap dan terletak

antara 3043 – 4009 Lintang Selatan dan 119041 - 120010 Bujur Timur dan

masing-masing berbatasan dengan:

Sebelah Utara = Kabupaten Pinrang dan Kabupaten Enrekang

Sebelah Timur = Kabupaten Luwu dan Kabupaten Wajo

Sebelah selatan = Kabupaten Barru dan Kabupaten Soppeng

Sebelah barat = Kabupaten pinrang dan Kabupaten Pare-pare

Wilayah administratif Kabupaten Sidrap terbagi dalam 11

kecamatan dan 106 Desa/kelurahan dengan luas 1.883,25 Km2. Kecamatan

terluas Pitu Riase dan Pitu Riawa dengan luas masing-masing 844,77 Km2 dan

210,43 Km2. Sebagian besar keadaan tanah Sidrap di Kabupaten Sidrap

berbentuk datar.

Jumlah sungai yang mengaliri wilayah Kabupaten Sidrap sekitar 38

aliran sungai, dengan jumlah aliran terbesar di Kecamatan Watang Pulu dan

Dua Pitue. Yakni 8 aliran sungai, sungai terpanjang terctat ada 3 sungai yaitu

Bilokka dengan panjang sungai 20.000 m dan Sungai Bila 15.100 m dan

Sungai Rappang 15.000 m.

Jumlah daya listrik terjual pada tahun 2009 sebesar 103.300.514

Kwh yang terbagi atas beberapa jenis pelanggan yaitu pelanggan sosial

dengan jumlah listrik yang terjual untuk tahun 2009 sebesar 781.431 Kwh,

(2)

pelanggan rumah tangga 23.181.034 Kwh, pelanggan bisnis jumlah daya yang

terjual sebesar 4.763.716 Kwh, pelanggan industri jumlah daya terjual sebesar

1.303.339 Kwh dan pelanggan pemerintahan jumlah daya terjual sebesar

2.893.186 Kwh.

Tabel 1. Memperlihatkan pertambahan jumlah penduduk dan rumah tangga Kabupaten Sidrap pada tahun 1999-2009.

tahun jumlah penduduk (jiwa)

jumlah rumah tangga (KK)

1999 241439 52173

2000 242207 55200

2001 241448 55344

2002 241716 55344

2003 246067 55322

2004 248479 55679

2005 244821 55679

2006 248816 62921

2007 248769 62921

2008 250666 63403

2009 252483 63772

Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Sidrap

B. Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Sidrap

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) salah satu fungsinya yakni

untuk melihat hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai sebelumnya dan

untuk menggambarkan sasaran pembangunan yang ingin dicapai kemudian.

PDRB merupakan salah satu indikator perekonomian yang penting bagi suatu

daerah yang diartikan sebagai keseluruhan nilai tambah barang dan jasa yang

dihasilkan dalam satu tahun disuatu wilayah. Guna mendapatkan series data

(3)

berupa perubahan tahun dasar dimana sebelumnya digunakan tahun dasar

1983 dan sejak tahun 1993 sampai sekarang telah menggunakan tahun dasar

1993.

Perkembangan perekonomian di Kabupaten Sidrap selama priode 10

tahun terakhir, 1999-2009, telah mengalami kemajuan yang berarti. Hal

tersebut diperlihatkan dari hasil perhitungan PDRB Kabupaten Sidrap , pada

tahun 2009 nilai PDRB atas dasar harga berlaku telah mencapai 2510070 juta

sedang pada tahun 1999 834160.90 juta

Tabel 2. PDRB atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga konstan1993 serta pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sidrap tahun 1999-2009.

Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Sidrap

Dari tabel 2. Di atas bisa kita lihat bahwa rata-rata pertumbuhan

ekonomi Kabupaten Sidrap selama priode 1999-2009 sebesar 11.87% dimana

laju pertumbuhan tertinggi pada tahun 2008 yakni sebesar 22.87%. Tahun

2000 sebesar 2.66%, tahun 2001 sebesar 17.86%, tahun 2002 sebesar 11.38%, Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sidrap tahun 1999-2009

(4)

tahun 2003 sebesar 5.87%, tahun 2004 sebesar 9.30%, tahun 2005 sebesar

15.71%, tahun 2006 sebesar 14.89%, tahun 2007 sebesar 13.17% dan tahun

2009 sebesar 4.34%.

Perkembangan struktur ekonomi di Kabupaten Sidrap dapat ditinjau

berdasarkan distribusi PDRB menurut sektor atas dasar harga berlaku.

Konstribusi sektor pertanian terhadap pembentukan total PDRB Kabupaten

Sidrap masih memegang peranan. Selama kurun waktu tahun 1999-2009.

Dimana pada tahun 2008 sektor pertanian memberikan konstribusi sebesar

51%, sektor pertambangan dan penggalian sebesar 0.49%, serktor industri

sebesar 7.17%, sektor listrik gas dan air sebesar 1.09%, sektro bangunan

sebesar 6.81% sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 10.96%, sektor

angkutan dan komunikasi sebesar 3.03%, sektor keuangan,persewaan, dan jasa

perusahaan sebesar 4.63% dan sektor jasa sebesar 0.40%

C. Deskripsi Data Pelanggan Listrik di Kabupaten Sidrap

Perkembangan pemakaian energi listrik di Kabupaten Sidrap tak

dapat dipisahkan dengan perkembangan jumlah penduduk. Dari data yang

diperoleh menunjukkan bahwa jumlah penduduk di Kabupaten Sidrap

cenderung mengalami peningkatan, demikian juga dengan data pelanggan di

Kabupaten Sidrap. Data perkembangan pelanggan listrik PT. PLN dapat

(5)

Tabel 3. Jumlah pelanggan listrik di Kabupaten Sidrap

Sumber : PT. PLN (Persero) Wilayah. Sulseltrabar Cabang Pare-Pare

Berdasarkan data jumlah pelanggan tahunan di atas dapat

dideskripsikan bahwa data tahun 1999, sampai dengan tahun 2009, terlihat

bahwa:

Tingkat pertumbuhan = 4995344417−44417x100 %

= 12,46%

Dan rata-rata pertumbuhannya,

Rata-rata pertumbuhannya = 1110.841

= 1.31%

D. Kondisi kelistrikan di Kabupaten Sidrap

Jumlah Pelanggan di

Kabupaten Sidrap yang terpasangjumlah energi (VA) Tahun Jumlah pelanggan

1999

2000 44417 28891660

2001 45298 30565100

2002 46013 32075100

2003 46469 32784100

2004 46724 33465866

2005 46761 34346616

2006 47291 35319716

2007 48198 37073016

2008 49048 38858000

(6)

Penyaluran sistem daya listrik pada PT. PLN (persero) ranting

Pangsid berasal dari interkoneksi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat yang

disalurkan melalui saluran transmisi berupa salauran udara 150 KV. Setelah

tenaga listrik disalurkan melalui saluran transmisi maka sampailah tenaga

listrik di Gardu Induk (GI) Sidrap yang diturunkan tegangannya melalui

transformator penurun tegangan (step down transformer) menjadi tegangan

menengah 20 KV atau biasa disebut dengan tegangan distribusi primer dan

kemudian diturunkan tegangannya pada gardu-gardu distribusi menjadi

380/220 Volt, kemudian disalurkan ke pelanggan atau konsumen.

Kapasitas gardu induk di Kabupaten Sidrap sebesar 20 MVA dan

terdapat 5 feeder , yaitu P.1 Ampparita, P.2 Rappang, P.3 Enrekang P.4

Pangkajenna P.5 Tanru Tedong.(Lihat lampiran 1)

E. Jumlah daya listrik tersambung di Kabupaten Sidrap

Berkaitan dengan energi yang terpakai erat kaitanya dengan

pelanggan. Pelanggan yang ada di Kabupaten Sidrap berdasarkan jenis

tarifnya ada 5 jenis tarif yaitu pelanggan Rumah tangga (tarif R), pelanggan

sosial (tarif S), pelanggan bisnis (tarif B) dan pelanggan industri (tarif I),

penggolongan tarif tersebut berdasarkan batas daya tersambung

Tabel di bawah ini menujukkan jumlah daya listrik tersambung di

(7)

Tabel 4. Jumlah daya listrik tersambung di Kabupaten Sidrap tahun 1999-2009

Tahun Jumlah Daya Listrik Tersambung (VA)

R. Tangga Sosial Bisnis Industri Pemerintah Jumlah total 1999

2000 23,498,650 655,200 2,225,550 1,621,450 760,223 28,891,660

2001 24,730,600 687,550 2,712,500 1,511,950 916,500 30,565,100

2002 25,743,150 708,300 3,021,800 1,615,250 986,650

32,075,10 0

2003 26,380,000 737,400

3,019,10

2004 26,598,200 840,700

3,223,30

2005 27,022,050 914,400

3,965,00

2006 27,730,500 965,800

3,918,15

2007 28,936,350 1,029,250 4,116,350 1,625,600 1,392,466 37,073,016

2008 28,981,450 1,222,800 4,466,550 1,716,660 1,470,600 38,858,000

2009 29,876,600

Sumber : PT PLN (Persero) Wilayah sulseltrabar Cabang Pare-Pare

Berdasarkan data (lihat tabel IV.4) terlihat bahwa jumlah daya listrik

tersambung yang setiap tahunnya mengalami peningkatan yaitu jumlah daya

listrik tersambung untuk pelanggan Rumah tangga pada tahun 2000 daya

listrik tersambung sebesar 23,498,650 VA, sembilan tahun kemudian yaitu

tahun 2009 meningkat menjadi 29,876,600 VA untuk pelanggan sosial pada

tahun 2000 daya listrik yang tersambung sebesar 655,200 VA, sembilan

tahun kemudian yaitu tahun 2009 meningkat menjadi 1,271,250 VA, Pada

pelanggan bisnis daya listrik yang tersambung pada tahun 2000 adalah

(8)

meningkat menjadi 4,547,100 VA, Pada pelanggan industri daya tersambung

pada tahun 2000 sebesar 1,621,450 VA dan sembilan tahun kemudian

meningkat yaitu pada tahun 2009 sebesar 1,712,100 VA dan pada pelanggan

pemerintah daya listrik tersambung pada tahun2000 sebesar 760,223 VA dan

sembilan tahun kemudian yaitu tahun 2009 meningkat menjadi 1,606,000

VA. Sedangkan naik turunnya jumlah listrik tersambung pada industri

disebabkan karena di Kabupaten Sidrap masih berupa industri musiman.

Berdasarkan data jumlah daya listrik tersambung pada tahun 2000

sampai 2009 sesuai tabel IV.1 maka perlu dibuat suatu estimasi berapa besar

energi listrik yang akan tersambung pada tahun 2011 sampai 2020 dimasa

mendatang.

Sesuai dengan hasil regresi yang ada pada lampiran 1 daya listrik

terambung pada tahun 2011 sampai 2020 untuk pelanggan Rumah tangga,

sosial, bisnis, industri dan pemerintah diperoleh persamaan regresi sebagai

berikut:

Untuk pelanggan Rumah (lihat pada lampiran 1) diperoleh

persamaan:

Yt = 22247314.46 +(-2.15)X1t + 3.34X2t

Sehingga untuk mengetahui estimasi jumlah penduduk X111 dan

PDRB X211 untuk tahun ke 7 yaitu tahun 2011 dapat dihitung dengan

persamaan:

X111 = 246082.8 + 1127.027 (7)

(9)

X211 = 1493091.035 + 172247.005 (7)

= 2698820 Juta

Sehingga untuk mengetahui estimasi peningkatan jumlah daya listrik

tersambung (Yt) pada tahun (t), dapat dihitung dengan persamaan tersebut di

atas. Misalnya pada tahun Y11 (2011) dapat diestimasi peningkatan jumlah

daya listrik tersambung

Y11 = 22247314.46 +(-2.15)X111 + 3.34X211

= 22247314.46 + (-2.15)(253972) + 3.43(2698820)

= 30,722,927 VA

Persamaan di atas signifikan pada taraf nyata α sebesar 10% karena

nilai statistik Uji-F sebesar 34.55 atau p = 0.0002 (lihat lampiran 1),

Artinya secara bersama-sama variabel pendaptan dan jumlah penduduk

berpengaruh terhadap konsumsi energi listrik di Kabupaten Sidrap. Korelasi

berganda dari kedua variabel bebas terhadap kebutuhan energi listrik

sebesar 0.95 dengan nilai determinasi 0.90. Dengan demikian variasi

perubahan kebutuhan energi di Kabupaten Sidrap ditentukan oleh kedua

variabel tersebut secara bersama-sama sebesar 90% dan hanya 10%

dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diamati pada penelitian ini.

Untuk pelanggan sosial (lihat pada lampiran 1) diperoleh persamaan:

Yt = 240028.3 + 0.356X1t + 0.371X2t

Sehingga untuk mengetahui estimasi peningkatan jumlah daya listrik

(10)

atas. Misalnya pada tahun Y11 (2011) dapat diestimasi peningkatan jumlah

daya listrik tersambung

Y11 = 240028.3 + 0.356X111 + 0.371X211

= 240028.3 + 0.356(253972) + 0.371(2698820)

= 1,332,725 VA

Persamaan di atas signifikan pada taraf nyata α sebesar 10% karena

nilai statistik Uji-F sebesar 399.47 atau p = 6.10 (lihat lampiran 1), Artinya

secara bersama-sama variabel pendaptan dan jumlah penduduk

berpengaruh terhadap konsumsi energi listrik di Kabupaten Sidrap. Korelasi

berganda dari kedua variabel bebas terhadap kebutuhan energi listrik

sebesar 0.99 dengan nilai determinasi 0.99. Dengan demikian variasi

perubahan kebutuhan energi di Kabupaten Sidrap ditentukan oleh kedua

variabel tersebut secara bersama-sama sebesar 99% dan hanya 1%

dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diamati pada penelitian ini.

Untuk pelanggan bisnis (lihat pada lampiran 1) diperoleh persamaan:

Yt = 1653547 + (-0.755)X1t + 1.312X2t

Sehingga untuk mengetahui estimasi peningkatan jumlah daya listrik

tersambung (Yt) pada tahun (t), dapat dihitung dengan persamaan tersebut di

atas. Misalnya pada tahun Y11 (2011) dapat diestimasi peningkatan jumlah

daya listrik tersambung

Y11 = 1653547 + (-0.755)X1t + 1.312X2t

= 1653547 + (-0.755) (253972) + 1.312 (2698820)

(11)

Persamaan di atas signifikan pada taraf nyata α sebesar 10% karena

nilai statistik Uji-F sebesar 33.71 atau p = 0.0002 (lihat lampiran 1),

Artinya secara bersama-sama variabel pendaptan dan jumlah penduduk

berpengaruh terhadap konsumsi energi listrik di Kabupaten Sidrap. Korelasi

berganda dari kedua variabel bebas terhadap kebutuhan energi listrik

sebesar 0.95 dengan nilai determinasi 0.90. Dengan demikian variasi

perubahan kebutuhan energi di Kabupaten Sidrap ditentukan oleh kedua

variabel tersebut secara bersama-sama sebesar 90% dan hanya 10%

dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diamati pada penelitian ini.

Untuk pelanggan industri (lihat pada lampiran 1) diperoleh

persamaan:

Yt = 1621695 + (-0.761)X1t + 0.091X2t

Sehingga untuk mengetahui estimasi peningkatan jumlah daya listrik

tersambung (Yt) pada tahun (t), dapat dihitung dengan persamaan tersebut di

atas. Misalnya pada tahun Y11 (2011) dapat diestimasi peningkatan jumlah

daya listrik tersambung

Y11 = 1621695 + (-0.761)X1t + 0.091X2t

= 1621695 + (-0.761) (253972) + 0.091 (2698820)

= 1,676,451 VA

Persamaan di atas tidak signifikan pada taraf nyata α sebesar 10%

karena nilai statistik Uji-F sebesar 1.16 atau p = 0.36 (lihat lampiran 1),

Artinya secara bersama-sama variabel pendaptan dan jumlah penduduk

(12)

berganda dari kedua variabel bebas terhadap kebutuhan energi listrik

sebesar 0.50 dengan nilai determinasi 0.25. Dengan demikian variasi

perubahan kebutuhan energi di Kabupaten Sidrap ditentukan oleh kedua

variabel tersebut secara bersama-sama sebesar 25% dan hanya 75%

dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diamati pada penelitian ini.

Untuk pelanggan pemerintah (lihat pada lampiran 1) diperoleh

persamaan:

Yt = 440146+ 0.44X1t + 0.425X2t

Sehingga untuk mengetahui estimasi peningkatan jumlah daya listrik

tersambung (Yt) pada tahun (t), dapat dihitung dengan persamaan tersebut di

atas. Misalnya pada tahun Y11 (2011) dapat diestimasi peningkatan jumlah

daya listrik tersambung.

Y11 = 440146 + 0.44X1t + 0.425X2t

= 440146 + 0.44 (253972) + 0.425 (2698820)

= 1,699,202 VA

Persamaan di atas signifikan pada taraf nyata α sebesar 10% karena

nilai statistik Uji-F sebesar 29.48 atau p = 0.0003 (lihat lampiran 1),

Artinya secara bersama-sama variabel pendaptan dan jumlah penduduk

berpengaruh terhadap konsumsi energi listrik di Kabupaten Sidrap. Korelasi

berganda dari kedua variabel bebas terhadap kebutuhan energi listrik

sebesar 0.94 dengan nilai determinasi 0.89. Dengan demikian variasi

(13)

variabel tersebut secara bersama-sama sebesar 89% dan hanya 11%

dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diamati pada penelitian ini.

Untuk Kabupaten Sidrap (lihat pada lampiran 1) diperoleh

persamaan:

Yt = 26202730 + (-2.874)X1t + 5.544X2t

Sehingga untuk mengetahui estimasi peningkatan jumlah daya listrik

tersambung (Yt) pada tahun (t), dapat dihitung dengan persamaan tersebut di

atas. Misalnya pada tahun Y11 (2011) dapat diestimasi peningkatan jumlah

daya listrik tersambung

Y11 = 26202730 + (-2.874)X1t + 5.544X2t

= 26202730 + (-2.874) (253972) + 5.544 (2698820)

= 40,436,113 VA

Persamaan di atas signifikan pada taraf nyata α sebesar 10% karena

nilai statistik Uji-F sebesar 52.03 atau p = 6.28 (lihat lampiran 1), Artinya

secara bersama-sama variabel pendaptan dan jumlah penduduk

berpengaruh terhadap konsumsi energi listrik di Kabupaten Sidrap. Korelasi

berganda dari kedua variabel bebas terhadap kebutuhan energi listrik

sebesar 0.96 dengan nilai determinasi 0.93. Dengan demikian variasi

perubahan kebutuhan energi di Kabupaten Sidrap ditentukan oleh kedua

variabel tersebut secara bersama-sama sebesar 93% dan hanya 7%

(14)

Tabel 5. Estimasi jumlah daya listrik tersambung di Kabupaten Sidrap pada tahun 2010 sampai 2020.

tahun jumlah daya listrik tersambung (VA)

R. tangga Sosial bisnis industri pemerintah jumlah total

2010 30,149,497

2011 30,722,927 1,332,725 5,004,809 1,676,451 1,699,202 40,436,113

2012 31,296,357 1,397,086 5,230,092 1,691,436 1,772,914 41,387,884

2013 31,869,787

2017 34,163,506 1,718,891 6,356,507 1,766,361 2,141,475 46,146,740

2018 34,736,936 1,783,252 6,581,790 1,781,347 2,215,187 47,098,512

2019 35,310,366

(15)

pelanggan Rumah tangga, Sosial, bisnis, Industri dan Pemerintahandi

Kabupaten Sidrap pada tahun 2010 sampai 2020.

20102011201220132014201520162017201820192020

Gambar 5. Diagram balok estimasi peningkatan jumlah daya listrik tersambung pada tahun 2010 sampai 2020

Estimasi peningkatan jumlah daya listrik tersambung untuk

pelanggan Rumah tangga dari tahun 2010 sampai 2020 dapat digambarkan

seperti pada kurva di bawah ini.

(16)

Estimasi peningkatan jumlah daya listrik tersambung untuk

pelanggan sosial dari tahun 2010 sampai 2020 dapat digambarkan seperti

pada kurva di bawah ini.

2010 2012 2014 2016 2018 2020 1200000

Gambar 7. Estimasi pertumbuhan jumlah daya listrik tersambung untuk pelanggan Sosial pada tahun 2010 sampai 2020

Estimasi peningkatan jumlah daya listrik tersambung untuk

pelanggan Bisnis dari tahun 2010 sampai 2020 dapat digambarkan seperti

pada kurva di bawah ini.

2010 2012 2014 2016 2018 2020 4000000

(17)

Estimasi peningkatan jumlah daya listrik tersambung untuk

pelanggan Industri dari tahun 2010 sampai 2020 dapat digambarkan seperti

pada kurva di bawah ini.

2010 2012 2014 2016 2018 2020 1600000

Gambar 9. Estimasi pertumbuhan jumlah daya listrik tersambung untuk pelanggan Industri pada tahun 2010 sampai 2020 Estimasi peningkatan jumlah daya listrik tersambung untuk

pelanggan Pemerintah dari tahun 2010 sampai 2020 dapat digambarkan

seperti pada kurva di bawah ini.

2010 2012 2014 2016 2018 2020 1600000

(18)

F. Pembahasan

Hasil analisis regresi Estimasi diperoleh bahwa jumlah daya listrik

tersambung untuk pelanggan Rumah tangga, sosial, bisnis, industri dan

pemerintah terlihat bahwa setiap tahunnya mengalami peningkatan dan

berdasarkan gambar kurva regresi jumlah daya listrik tersambung

menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang linier. Dari data Estimasi

pemakaian daya listrik tersambung untuk pelanggan Rumah tangga pada tahun

2010 diperoleh bahwa daya listrik tersambung sebesar 30,149,497 VA,

sepuluh tahun kemudian meningkat menjadi 35,883,796 VA, atau meningkat

sebesar 19.02% atau rata-rata pertumbuhannya sebesar 1.76%. dan ini sesuai

dengan gambar 5. Yaitu suatu kurva yang menunjukkan bahwa terjadi

peningkatan yang linier.

Untuk pelanggan Sosial pada tahun 2010 diperoleh bahwa daya

listrik tersambung sebesar 1,268,364 VA, sepuluh tahun kemudian meningkat

menjadi 1,911,974 VA, atau meningkat sebesar 50.74% atau rata-rata

pertumbuhannya sebesar 4.19%. dan ini sesuai dengan gambar 6. Yaitu suatu

kurva yang menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang linier.

Untuk pelanggan Bisnis pada tahun 2010 diperoleh bahwa daya

listrik tersambung sebesar 4,779,526VA, sepuluh tahun kemudian meningkat

menjadi 7,032,356 VA, atau meningkat sebesar 47.13% atau rata-rata

pertumbuhannya sebesar 3.93%. dan ini sesuai dengan gambar 7. Yaitu suatu

(19)

Untuk pelanggan Indusri pada tahun 2010 diperoleh bahwa daya

listrik tersambung sebesar 1,661,466 VA, sepuluh tahun kemudian meningkat

menjadi 1,811,317 VA, atau meningkat sebesar 9.01% atau rata-rata

pertumbuhannya sebesar 0.87%. dan ini sesuai dengan gambar 8. Yaitu suatu

kurva yang menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang linier.

Untuk pelanggan Pemerintah pada tahun 2010 diperoleh bahwa

daya listrik tersambung sebesar 1,625,489 VA, sepuluh tahun kemudian

meningkat menjadi 2,363,611 VA, atau meningkat sebesar 45.35% atau

rata-rata pertumbuhannya sebesar 3.81%. dan ini sesuai dengan gambar 9. Yaitu

suatu kurva yang menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang linier.

Untuk Kabupaten Sidrap pada tahun 2010 diperoleh bahwa daya listrik

tersambung sebesar 39,484,342 VA, sepuluh tahun kemudian meningkat

menjadi 49,002,054 VA, atau meningkat sebesar 24.11% atau rata-rata

pertumbuhannya sebesar 2.18%. dan ini sesuai dengan gambar 10. Yaitu suatu

Figur

Tabel 1. Memperlihatkan pertambahan jumlah penduduk dan rumah tanggaKabupaten Sidrap pada tahun 1999-2009.
Tabel 1 Memperlihatkan pertambahan jumlah penduduk dan rumah tanggaKabupaten Sidrap pada tahun 1999 2009 . View in document p.2
Tabel  2.  PDRB  atas  dasar  harga  berlaku  dan  atas  dasar  hargakonstan1993 serta pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sidraptahun 1999-2009.
Tabel 2 PDRB atas dasar harga berlaku dan atas dasar hargakonstan1993 serta pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sidraptahun 1999 2009 . View in document p.3
Tabel 3. Jumlah pelanggan listrik di Kabupaten Sidrap
Tabel 3 Jumlah pelanggan listrik di Kabupaten Sidrap . View in document p.5
Tabel 4. Jumlah daya listrik tersambung di Kabupaten Sidrap tahun1999-2009
Tabel 4 Jumlah daya listrik tersambung di Kabupaten Sidrap tahun1999 2009. View in document p.7
Tabel  5.  Estimasi  jumlah  daya  listrik  tersambung  di  KabupatenSidrap pada tahun 2010 sampai 2020.
Tabel 5 Estimasi jumlah daya listrik tersambung di KabupatenSidrap pada tahun 2010 sampai 2020 . View in document p.14
Gambar 6. Estimasi pertumbuhan jumlah daya listrik tersambunguntuk pelanggan Rumah tangga dari tahun 2010 sampai2020
Gambar 6 Estimasi pertumbuhan jumlah daya listrik tersambunguntuk pelanggan Rumah tangga dari tahun 2010 sampai2020. View in document p.15
Gambar 5. Diagram balok estimasi peningkatan jumlah daya listrik tersambung pada tahun 2010 sampai 2020e s t im a s i ju m la h  d a y a  lis t r ik  t e r s a m b u n g  ( V A )
Gambar 5 Diagram balok estimasi peningkatan jumlah daya listrik tersambung pada tahun 2010 sampai 2020e s t im a s i ju m la h d a y a lis t r ik t e r s a m b u n g V A . View in document p.15
Gambar 7. Estimasi pertumbuhan jumlah daya listrik tersambung untuk pelanggan Sosial pada tahun 2010 sampai 2020
Gambar 7 Estimasi pertumbuhan jumlah daya listrik tersambung untuk pelanggan Sosial pada tahun 2010 sampai 2020. View in document p.16
Gambar 8. Estimasi pertumbuhan jumlah daya listrik tersambunguntuk pelanggan Bisnis pada tahun 2010 sampai 2020
Gambar 8 Estimasi pertumbuhan jumlah daya listrik tersambunguntuk pelanggan Bisnis pada tahun 2010 sampai 2020. View in document p.16
Gambar 9. Estimasi pertumbuhan jumlah daya  listrik  tersambung
Gambar 9 Estimasi pertumbuhan jumlah daya listrik tersambung . View in document p.17
Gambar 10. Estimasi pertumbuhan jumlah daya listrik tersambunguntuk pelanggan Pemerintah pada tahun 2010 sampai2020.
Gambar 10 Estimasi pertumbuhan jumlah daya listrik tersambunguntuk pelanggan Pemerintah pada tahun 2010 sampai2020 . View in document p.17

Referensi

Memperbarui...