• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS SWOT PADA USAHA WARALABA Studi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ANALISIS SWOT PADA USAHA WARALABA Studi"

Copied!
99
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

Oleh: Ratna Wahyuning

03160022

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN SOSIAL

FAKULTAS TARBIYAH

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MALANG

(2)

HALAMAN PENGAJUAN

ANALISIS SWOT PADA USAHA WARALABA

(Studi Kasus Bakso Kota Cak Man Malang)

Diajukan kepada Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Malang untuk memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Strata Satu

Sarjana Pendidikan (S.Pd)

Oleh: Ratna Wahyuning

03160022

JURUSAN PENDIDIKAN IPS

FAKULTAS TARBIYAH

(3)

ii SKRIPSI

Oleh: Ratna Wahyuning

03160022

Telah disetujui oleh Dosen Pembimbing,

Kusumadyahdewi, M.AB

Mengetahui,

Ketua Jurusan Pendidikan IPS (Ekonomi)

(4)

HALAMAN PENGESAHAN

ANALISIS SWOT PADA USAHA WARALABA (Studi Kasus Bakso Kota Cak Man Malang)

SKRIPSI

Dipersiapkan dan disusun oleh Ratna Wahyuning (03160022)

Telah dipertahankan di dewan penguji pada tanggal 27 Oktober 2008 dengan nilai A

dan telah dinyatakan diterima sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar strata satu Sarjana Pendidikan (S. Pd)

pada tanggal 09 November 2008 Panitia Ujian

Ketua Sidang

Drs. Hadi Masruri, LC, MA NIP. 150331145

Sekretaris Sidang

Kusumadyahdewi, M.AB

Penguji Utama

Drs. M. Yunus, M. Si NIP. 150 282 515

Pembimbing

Kusumadyahdewi, M.AB

Mengesahkan,

Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Malang

(5)

iv

kakakku Mas Didik, Mbak Fatonah, Mbak Iis, Mas Salam, Mas yusron dan Mbak Yuyun yang telah memberikan siraman cinta, nilai kasih sayang, dan do'a serta dukungan moral dan material yang tiada henti-hentinya dalam kehidupanku

yang takkan pernah bisa kubalas dan dengan apa aku akan membalasnya.

Keponakan-keponakanku yang mungil dan lucu, Nafis, Ruroh, Chica, Badri dan Chandra hanya dengan mengingat senyum kalian semangat dan keceriaan dalam

diriku tumbuh.

Guru-guruku dan Dosen-dosenku....

Karena ilmu dan jasa kalianlah diri ini menjadi terbimbing dan terdidik ke arah yang lebih baik, jasa-jasamu selalu terukir di sanubariku.

Untuk semua teman-teman IPS angkatan 2003, terima kasih atas kebersamaan dan motivasi yang diberikan.

Sahabat-sahabatku "Gerombolan Siberat" Mak'e Ula, Bulek Afifi, Budhe Atoon, dan Ghoendhoetz Titi walaupun ukuran qta XL or XXL, Ingat "Big is Beautiful" bersama kalian selalu saja ada hal yang bisa membuatku tertawa dan

banyak peristiwa serta kenangan yang tak terlupakan....

Seluruh Keluarga Besar Pagar Nusa, dari kalianlah kudapatkan jiwa yang kuat dan raga yang sehat.

Yang tersisa dari Angkatan V yang juga sangat sulit diajak Ujian Kenaikan Tingkat ke Sabuk Cokelat, Fadli, Zakiyah, Echa, dan Abdurrahman (Dur) dengan persaudaraan dan kesetiaan, capailah apa yang kalian inginkan "Be Your

(6)

Seluruh Keluarga Besar IPNU-IPPNU Koms. UIN Malang yang mengajarkan aku arti kebersamaan dan keikhlasan dalam melakukan segala hal serta dengan

sungguh-sungguh.

PP. Sabilurrosyad sebagai pelabuhan hati yang sedang letih menghadapi segala kepenatan dalam hidup ini dan saksi di setiap malam yang kelam. Seluruh santri di PP. Sabilurrosyad yang telah menorehkan sebentuk kenangan

(7)

vi

"Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) Karena Allah, menjadi saksi dengan adil. dan janganlah

sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. berlaku adillah, Karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu

(8)

Kusumadyahdewi, M. AB. Dosen Fakultas Tarbiyah

Universitas Islam Negeri Malang NOTA DINAS PEMBIMBING

Hal : Skripsi Ratna Wahyuning Lamp : 4 (Empat) Eksemplar Kepada Yth.

Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Malang Di

Malang

Assalamualaikum Wr. Wb.

Sesudah melakukan beberapa kali bimbingan baik dari segi isi, bahasa maupun teknis penulisan, setelah membaca skripsi mahasiswa tersebut di bawah ini:

Nama : Ratna Wahyuning

NIM : 03160022

Jurusan : Pendidikan IPS (Ekonomi)

Judul Skripsi : Analisis SWOT Pada Usaha Waralaba (Studi Kasus Bakso Kota Cak Man Malang).

Maka selaku pembimbing, kami berpendapat bahwa skripsi tersebut sudah layak diajukan untuk diujikan.

Demikian, mohon maklum adanya. Wassalamu'alikum Wr. Wb

Pembimbing,

(9)

viii

yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan pada suatu perguruan tinggi, dan sepanjang sepengetahuan saya, juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Malang, 16-10-2008

(10)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat, taufiq, dan hidayahNya sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi ini tanpa adanya hambatan yang berarti.

Sholawat serta salam penulis haturkan kehariban sang pendidik sejati Rosulullah SAW, serta para sahabat thabi'in, dan para umat yang senantiasa berjalan dengan risalahNya.

Dengan terselesainya skripsi ini penulis tak lupa mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada semua pihak yang telah memberikan sumbangan baik moril maupun spiritual.

Selanjutnya dengan segala kerendahan hati, penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Abah (alm), Umi serta kakak-kakakku yang tercinta, yang telah ikhlas memberikan do'a restu, kasih sayang dan menyertai setiap langkahku dalam meraih kesuksesan.

2. Bpk. Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, selaku Rektor UIN Malang, yang telah memberikan pengetahuan dan pengalaman yang berharga.

3. Bpk. Prof. HM. Djunaidi Ghony, selaku Dekan Fakultas Tarbiyah.

4. Bpk. Drs. M. Yunus, M.Si, selaku Ketua Jurusan Pendidikan IPS, yang selama ini tidak pernah bosan memberikan motivasinya pada mahasiswanya.

5. Ibu Kusumadyahdewi, M.AB, selaku Dosen Pembimbing yang telah meluangkan waktu untuk membimbing penulis.

6. Bapak H. Abdur Rachman Tukiman selaku Pimpinan Bakso Kota Cak Man Malang beserta staf-stafnya yang telah menerima dan memberi kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan penelitian.

(11)

x

10.Para rekan-rekanita IPNU-IPPNU Komisariat UIN Malang, terima kasih hanya dengan berkumpul bersama kalian mampu membuatku tertawa dikala sedih.

11.Seluruh santri di PP. Sabilurrosyad yang telah memberikan motivasi kepada penulis.

Semoga Allah SWT akan selalu melimpahkan rahmat dan balasan yang tiada tara kepada semua pihak yang telah membantu penulis hingga terselesaikannya skripsi ini. Penulis hanya bisa mendoakan semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT sebagai amal yang mulia.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan skripsi ini masih terdapat kekurangan-kekurangan, walaupun begitu penulis sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membuat yang terbaik. Untuk itu dengan segala kerendahan hati dan dengan tangan terbuka penulis mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca skripsi ini.

Akhirnya dengan harapan mudah-mudahan penyusunan skripsi ini bermanfaat bagi kita semua. Amin!

Malang, 16-10-2008 Penulis

(12)

DAFTAR ISI

Halaman Judul... i

Halaman Pengajuan... ii

Halaman Persetujuan... iii

Halaman Pengesahan ... iv

Halaman Persembahan ... v

Halaman Motto ... vi

Halaman Nota Dinas ... vii

Halaman Pernyataan... viii

Kata Pengantar ... ix

Daftar Isi ... x

Abstrak ... xi

BAB I PENDAHULUAN... 1

A.Latar Belakang Masalah... 1

B.Rumusan Masalah... 7

C.Tujuan Penelitian dan Kegunaan Penelitian... 7

D.Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian... 8

E.Definisi Operasional... 8

F.Sistematika Pembahasan... 10

BAB II KAJIAN PUSTAKA... 12

A.Pembahasan tentang Analisis SWOT... 12

1. Pengertian Analisis SWOT... 12

(13)

xii

BAB III METODE PENELITIAN... 33

A.Pendekatan dan jenis penelitian... 33

B.Kehadiran peneliti... 35

C.Lokasi penelitian... 35

D.Sumber data... 35

E.Metode pengumpulan data... 36

F.Analisis data... 37

G.Pengecekan keabsahan temuan... 40

H.Tahap-tahap penelitian... 40

BAB IV HASIL PENELITIAN... 43

A.Gambaran Objek Penelitian... 43

1. Sejarah berdirinya usaha Bakso Kota Cak Man... 43

2. Lokasi Usaha... 45

3. Rencana Investasi Franchisee Bakso Kota Cak Man... 51

BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN………... 63

A.Menganalisis profil usaha Bakso kota Cak Man saat ini dengan menggunakan analisis SWOT... 63

(14)

BAB VI PENUTUP... 74 A.Kesimpulan... 74 B.Saran-saran... 75 DAFTAR PUSTAKA

(15)

xiv

Islam Negeri (UIN) Malang. Pembimbing: Kusumadyahdewi, M. AB Kata kunci : Analisis SWOT

Analisis SWOT merupakan salah satu cara untuk menentukan strategi bisnis yang digunakan oleh perusahaan untuk mengalahkan musuh agar memenangkan persaingan bisnis, dalam bentuk sederhananya adalah apabila perusahaan telah mengenal kekuatan dan kelemahan dalam tubuh sendiri dan mengetahui kekuatan dan kelemahan lawan, dapat dipastikan perusahaan dapat memenangkan pertempuran. Dalam perkembangan selanjutnya analisis SWOT digunakan untuk menetapkan strategi bahkan perencanaan strategi bisnis jangka pendek maupun jangka panjang.

Dari uraian di atas, penulis mencoba meneliti mengenai " Analisis SWOT pada usaha waralaba (Studi Kasus Bakso Kota Cak Man).

(16)

Berdasarkan hasil analisis dari data hasil penelitian pada objek penelitian, bahwa rencana strategi dapat dibagi dua yaitu rencana strategi jangka pendek yang meliputi : a). pengadaan program-program promosi dan agresif dalam beriklan yang dapat meningkatkan penjualan, seperti promo diskon ketika mengadakan pesta atau jamuan. b). mempertahankan kualitas rasa dan bahan produk ke semua outlet franchisee dengan melakukan pengontrolan periodik. c). membentuk tim khusus pengontrol dan penilai agar kualitas mutu rasa maupun barang sama di setiap cabang maupun outlet franchisee. d). selalu continue dalam meningkatkan program pengembangan sumber daya manusia, karena hal itu merupakan hal yang terpenting untuk pencapaian rencana strategis. e). membina hubungan yang baik dengan pemasok. Sedangkan untuk rencana strategis dalam jangka panjang adalah: a). continue dalam melakukan riset dan pengembangan variasi produk agar tidak ketinggalan dari pesaing. b). memahami serta memantau perkembangan, kebutuhan serta kecenderungan perilaku konsumen. c). terus-menerus membina hubungan kerjasama yang baik dengan franchisee, pemasok dan konsumen sehingga dapat menciptakan sinergi dalam menghadapi pesaing-pesaing yang ada maupun pesaing-pesaing yang akan muncul. d). melakukan survey untuk ekspansi ke wilayah lain yang sedang berkembang di dalam memperluas jaringan pemasaran.

(17)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Manusia sering dihadapkan pada kondisi memilih. Dalam proses untuk

memilih, tentunya, ia membutuhkan informasi yang seimbang. Seimbang di sini

dimaksudkan pada keseimbanganan informasi sehingga tidak berat sebelah.

Pengambilan keputusan untuk memilih berdasarkan informasi yang seimbang dan

benar diharapkan akan memberikan akhir tanpa penyesalan.

Pengambilan keputusan adalah hal yang lazim dilakukan, terlebih dalam

dunia bisnis. Hal ini menjadi kebutuhan yang harus dilakukan, meskipun acap kali

keduanya memiliki resiko yang sangat besar. Namun, tentunya hal tersebut akan

menjadi mudah apabila informasi yang diperoleh ada dan benar. Meskipun, tidak

jarang informasi yang diperoleh sangat minim dan masih membutuhkan uji

kebenaran.

Rakyat Indonesia yang sebagian besar beragama Islam lupa dan tidak

bayak mengetahui akan ajaran Islam tentang pekerjaan di bidang bisnis, pernah

Rasulullas SAW. ditanya oleh para sahabat, pekerjaan apakah yang paling baik

ya Rasulullah? Rasulullah menjawab, seseorang bekerja dengan tangannya

sendiri dan setiap jual beli yang bersih.1

1

(18)

2

Karena itu, waralaba adalah salah satu praktik jual beli baik itu berupa

barang maupun pelayanan jasa, maka hal itu tidak bertentangan dengan agama

apalagi bentuk usahanya adalah berserikat (mitra kerja).

Keberadaan dunia bisnis di Indonesia, seiring kejadian krisis moneter

hingga akhir-akhir ini, diramaikan oleh sistem bisnis waralaba. Dengan segala

keuntungan dan kerugiannya, perkembangan ini patut dijadikan fokus

pembahasan kita.

Usaha waralaba merupakan salah satu potensi pembangunan, baik dalam

jumlah maupun dalam mutu waralaba itu sendiri, sehingga dapat menjadi salah

satu faktor bagi suksesnya pembangunan terutama di bidang perekonomian.

Menjamurnya bisnis ini memberikan daya tarik tersendiri bagi bisnis

makanan karena menurut pakar waralaba Amir Karamoy, bahwa bisnis yang layak

dan bakal tumbuh di Indonesia antara lain makanan khas daerah, hal ini

disebabkan keunikannya2. Jika saja banyak pengusaha Indonesia yang serius

menangani bisnis makanan ini maka bukan tak mungkin makanan etnis Indonesia

bisa tembus ke mancanegara.

Selain itu menjelang tahun 2000 dan sesudahnya, kita mengenal beberapa

perusahaan yang menggunakan pola bisnis waralaba, diantaranya merk dagang

terkenal Alfa Mart, Lekker Crepes, Indomaret, Metode Komon, Mr.Celup's, Fresh

Corn, Buana Bakery, Yoppy Saln, Primagama, Hop-hop the Bubble Drink, Es

Teler 77, Roti Buana, Ray White, Air/Amira, Video Ezy, Profesionals, Sasec,

Paparons Pizza, Raine Horne, Medicine Shope, The California Fried Chicken,

2

(19)

Crepps and Coins (cc), Crispy Fried Chicken, Lutuye Salon, Ayam Goreng

Fatmawati, English First, Markaz Ritel Waralaba, A&W Family Restaurant, Rudi

Hadi Suwarno Salon, ERA Cel, Wong Solo, Mailbox Distro & Clothing Co,

Coldwell Banker, Hobby Craft, Studia, Kiddy Cuts & Funs Cuts, Sony Sugema

College, LPIA, Bakmi Japos, Steak KQS, Future Kid, Taman Sari Royal Heritage

Sap, Dunkin Donuts, Texas Chicken, Digital Studio Work Shop, LP3I, Wendys,

Wendys Hambergers, Mc.Donald's, LP3N, Malibu Photo Studio, Country Donuts,

ILP, High Scope School, Multiplus, Tea Ball Bubble Drink, Fish Bone, Bebek

Bali, Rahman Jean, Action International, Hartz Chicken Buffet, Julia Jewelry,

Abara Kebab, Boogie, Swensens Ice Cream, Dailly Bread, Laundrette, Tony

Roma's, AMDW, Black Steer Steak. (Source Data: Rekso Research Intellegence

and Partner: 2004).3

Berdasarkan pertumbuhan outletnya paling cepat, maka urutan sepuluh

besar adalah waralaba lokal, sedang waralaba asing hanya tiga buah, itu

menandakan bahwa pola bisnis waralaba amat digemari di Indonesia.

Waralaba, sebenarnya bukanlah hal baru di Indonesia mengingat

nama-nama yang dikembangkan dengan waralaba seperti KFC, Pizza Hut dan merk

dagang asing lainnya. Adapun pengertian dari waralaba menurut Peraturan

Pemerintah RI nomor 16 tahun 1997 adalah perikatan dimana salah satu pihak

diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan

intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan

3

(20)

4

suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan pihak lain tersebut, dalam

rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan atau jasa.4

Dari pengertian waralaba tersebut kita ketahui bahwa satu pihak

menggunakan hak atas kekayaan intelektual dan pihak lain mendapatkan imbalan

atas pemanfaatan hak tersebut. Dari pemanfaatan hak dari satu pihak ke pihak lain

tersebut, maka muncul aturan-aturan yang membahas tentang cara-cara

melakukan kegiatan tersebut seperti yang tertuang dalam peraturan RI nomor 16

tahun 1997.

Orang yang memberikan franchising (waralaba) disebut franchisor

(pewaralaba) sedangkan orang yang menerima franchising disebut franchisee

(terwaralaba) setelah adanya perjanjian perlimpahan franchising ini maka terbuka

peluang bagi franchisee untuk memasuki bisnis baru dan mempunyai mempunyai

kesempatan untuk sukses. Untuk pelaksanaan franchising dibuat semacam

kontrak antara franchisor dan franchisee, format kontrak ini mencakup rencana

pemasaran, prosedur aliran-aliran dokumen, pelaksanaan bantuan dan usaha

pengembangan bisnis.

Kontrak franchising ini disebut pula license agreement atau franchise

contract. Merek dagang merupakan aset yaang paling berharga bagi franchisor

oleh sebab itu faktor-faktor bentuk bangunan dan desain yang spesifik, desain

perabot dan perlengkapan serta formula dan resep-resep makanan yang

dirahasiakan merupakan bagian terpenting tetap menjadi franchisor, aset tersebut

hak paten bagi franchisor.

4

(21)

Karena semakin maraknya bisnis waralaba di Indonesia maka penulis

mengangkat masalah pola bisnis waralaba ini dengan menggunakan analisis

SWOT, dikarenakan dalam analisis SWOT terdapat empat unsur yang menjadi

penentu dalam pengambilan keputusan yang strategis. SWOT, singkatan dari S

adalah strenght (kekuatan), W adalah weakness (kelemahan), O adalah

opportunities (kesempatan), dan T adalah threats (ancaman), yang mana semua

itu sangat diperlukan dalam berdirinya suatu usaha.

Suatu perusahaan bisa dikatakan berhasil apabila dapat mengembangkan

dan menjalankan strategi untuk mengatasi berbagai ancaman baik internal

maupun eksternal dan meraih peluang yang ada. Proses analisis, perumusan dan

evaluasi strategi-strategi itu disebut perencanaan strategis. Tujuan utama

perencanaan strategis adalah agar perusahaan dapat melihat secara obyektif

kondisi-kondisi internal dan eksternal, sehingga perusahaan dapat mengantisipasi

perubahan lingkungan eksternal.5

Analisis dampak pengaruh lingkungan eksternal terhadap bisnis banyak

dijumpai dalam literatur manajemen strategik, pendekatan ini mencoba

menganalisis pengaruh lingkungan eksternal dalam dua tahapan kebutuhan.

Kebutuhan pertama, analisis tersebut dilakukan pada saat perusahaan akan

memulai proses penyusunan business plan, termasuk pada saat perusahaan akan

melakukan revisi atas rencana bisnis tersebut. Kebutuhan kedua, analisis dampak

lingkungan eksternal yang dilakukan pada saat pelaksanaan kegiatan perusahaan,

5

Rangkuti Freddy, ANALISIS SWOT Tekhnik Membedah Kasus Bisnis Reorientasi Konsep Perencanaan Strategi Untuk Menghadapi Abad 21 (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2004), hlm., 03.

(22)

6

misalnya melihat sejauh mana pengaruh perubahan lingkungan eksternal terhadap

business process atau kinerja perusahaan.

Jika ditarik benang merah dengan adanya kasus semakin besar minat

masyarakat Indonesia terhadap bisnis waralaba seperti yang dikatakan oleh Jusuk

Soehardja, Development Manager Australian Trade Commision di kedubes

Australia. Bahwa orang Indonesia itu sensitif dengan harga.6 Maka sangatlah

mungkin bahwa bisnis waralaba menjadi pilihan usaha bagi masyarakat Indonesia

daripada usaha pencari laba lainnya, yang mana waralaba adalah bisnis minim

resiko maksim di laba.

Berdasarkan latar belakang di atas, penulis mengangkat permasalahan

tersebut menjadi sebuah skripsi yang berjudul " Analisis SWOT pada usaha

waralaba (Studi kasus Bakso Kota Cak Man Malang)."

Adapun penulis meneliti permasalahan tersebut adalah: pertama,

pentingnya strategi dalam mengembangkan bisnis waralaba di Indonesia, dengan

analisis SWOT maka strategi-strategi dalam mengembangkan usaha dapat

diketahui sehingga langkah-langkah dalam menjalankan usaha lancar serta dapat

mencapai tujuan yang diharapkan. Kedua, menurut pengamatan penulis, usaha

waralaba belum banyak terdapat dalam judul penelitian skripsi sehingga

mendorong peneliti untuk mengangkat dalam sebuah judul penelitian.

(23)

B. Rumusan Masalah

Setelah mengetahui latar belakang di atas maka rumusan masalah yang

dapat diambil sebagai berikut:

1. Bagaimana profil usaha Bakso Kota Cak Man dengan menggunakan

analisis SWOT padasaat ini?.

2. Apa strategi Cak Man dalam mengembangkan usahanya?

C. Tujuan Penelitian dan Kegunaan Penelitian

Setelah mengetahui rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitiannya

adalah sebagai berikut:

1. Untuk mendeskripsikan usaha Bakso Kota Cak Man saat ini dengan

menggunakan analisis SWOT.

2. Untuk mendeskripsikan strategi Cak Man dalam mengembangkan

usahanya.

Adapun kegunaan yang dapat diambil dari beberapa penelitian tersebut

adalah sebagai berikut:

1. Menjadi suatu landasan dalam menentukan strategi melalui sistem

waralaba agar usaha Bakso Kota Cak Man berkembang.

2. Sebagai bahan masukan bagi Cak Man untuk mengetahui kondisi

bisnis waralaba di Indonesia khususnya di Malang dengan

menggunakan analisis SWOT sehingga dapat menentukan strategi

yang tepat dan dapat meningkatkan potensi perusahan agar

(24)

8

3. Hasil penelitian ini tentunya akan sangat berguna bagi peneliti untuk

memperluas pengetahuan baik secara teori maupun praktek.

D. Ruang Lingkup dan Keterbatasan penelitian

Untuk mempermudah pemahaman terhadap pembahasan dalam skripsi ini

dan agar tidak melebarnya pembahasan, maka penulis perlu memberikan ruang

lingkup dan keterbatasan penelitian yang akan dibahas adalah perkembangan

usaha waralaba Bakso Kota Cak Man dengan menggunakan analisis SWOT

sebagai upaya-upaya Cak Man dalam pengambilan keputusan strategis untuk

mengembangkan usahanya, serta pembatasan obyek penelitian hanya dilakukan di

kota Malang saja, mengingat bahwa outlet Bakso Kota Cak Man juga sudah

tersebar di luar kota Malang.

E. Definisi Operasional

Dalam pembahasan skripsi ini agar terfokus lebih pada pembahasan yang

akan dibahas sekaligus menghindari terjadinya persepsi lain mengenai

istilah-istilah yang ada, maka perlu adanya penjelasan mengenai definisi istilah-istilah dan

batasan-batasannya. Adapun definisi dan batasan istilah yang berkaitan dengan

penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut:

1. Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis

untuk merumuskan strategi perusahaan. Dan analisis ini didasarkan

pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (strengts) dan

peluang (opportunities), namun secara bersamaan dapat

meminimalkan kelemahan (weakness) dan ancaman (threats). Dari

(25)

dan pengertian strategi menurut Stephanie K. Marrus, didefinisikan

sebagai suatu proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang

berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan

suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai.7

2. Strengts atau kekuatan adalah unsur-unsur yang dapat diunggulkan

oleh perusahaan tersebut seperti halnya keunggulan dalam produk

yang dapat diandalkan, memiliki keterampilan yang juga dapat

diandalkan serta berbeda dengan produk lain yang mana dapat

membuatnya lebih kuat dari para pesaingnya.

3. Weakness atau kelemahan adalah kekurangan atau keterbatasan dalam

hal sumber daya yang ada pada perusahaan baik itu keterampilan atau

kemampuan yang menjadi penghalang bagi kinerja organisasi.

4. Opportunity atau peluang adalah berbagai hal dan situasi yang

menguntungkan bagi suatu perusahaan. Situasi penting yang

menguntungkan dalam lingkungan perusahaan,

kecenderungan-kecenderungan penting merupakan salah satu sumber peluang.

Identifikasi segmen pasar yang tadinya terabaikan, perubahan pada

situasi persaingan atau peraturan, perubahan tekhnologi, serta

membaiknya hubungan dengan pembeli atau pemasok dapat

memberikan peluang bagi perusahaan

5. Threats atau Ancaman adalah faktor-faktor lingkungan yang tidak

menguntungkan dalam perusahaan jika tidak diatasi maka akan

7

Husein Umar, Strategic Management In Action (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2005),

(26)

10

menjadi hambatan bagi perusahaan yang bersangkutan baik masa

sekarang maupun yang akan datang. Ancaman merupakan pengganggu

utama bagi posisi sekarang atau yang diinginkan perusahaan.

Masuknya pesaing baru, lambatnya pertumbuhan pasar, meningkatnya

kekuatan tawar-menawar pembeli atau pemasok penting, perubahan

tekhnologi, serta peraturan baru atau yang direvisi dapat menjadi

ancaman bagi keberhasilan perusahaan

6. Usaha adalah dagang, perdagangan.8

7. Franchise atau bisa disebut juga waralaba adalah suatu bentuk

kerjasama dimana pemberi waralaba (franchisor) memberikan izin

kepada penerima waralaba (franchisee) untuk menggunakan hak

intelektualnya, seperti nama, merek dagang produk dan jasa serta

sistem operasi usahanya.

F. Sistematika Pembahasan

Dalam pembahasan ini, maka sistematika pembahasannya adalah sebagai

berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Terdiri dari beberapa bagian mengenai latar belakang, rumusan masalah,

tujuan penelitian dan kegunaan penelitian, ruang lingkup dan keterbatasan

penelitian, definisi operasional dan sistematika pembahasan.

8

(27)

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Berisi tentang kajian teoritis yang memuat teori-teori yang berkaitan

dengan judul penelitian.

BAB III METODE PENELITIAN

Berisi tentang pendekatan dan jenis penelitian, kehadiran penelitian, lokasi

penelitian, sumber data, prosedur pengumpulan data, analisis data, pengecekan

keabsahan temuan dan tahap-tahap penelitian.

BAB IV HASIL PENELITIAN

Berisi tentang deskripsi data yang memuat gambaran objek penlitian mulai

dari sejarah berdirinya Bakso Kota Cak Man, tujuan usaha Bakso Kota Cak Man

dan lokasi usaha.

BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

Berisi jawaban dari masalah penelitian tentang hubungan Cak Man dengan

mitra kerjanya berdasarkan sistem franchise dengan analisis SWOT dan strategi

Cak Man dalam mengembangkan usahanya melalui sistem waralaba.

BAB VI PENUTUP

Berisi tentang kesimpulan dan saran-saran dalam bab ini dikemukakan

tentang uraian-uraian yang berkaitan dengan judul saran-saran yang dapat

menujang pengembangan usaha Bakso Kota Cak Man demi tercapainya

keuntungan yang maksimal dalam usahanya.

DAFTAR PUSTAKA

(28)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Pembahasan tentang analisis SWOT

1. Pengertian Analisis SWOT

Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk

merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat

memaksimalkan kekuatan (strengts) dan peluang (opportunities), namun secara

bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weakness) dan ancaman (threats).10

Dalam membuat keputusan perusahaan perlu pertimbangan faktor internal

yang mencakup kekuatan dan kelemahan maupun faktor eksternal yang mencakup

peluang dan ancaman. Dalam hal ini analisis SWOT dipakai jika para penentu

strategi perusahaan mampu melakukan pemaksimalan peranan faktor kekuatan

dan memanfaatkan peluang sekaligus berperan sebagai alat untuk meminimalisi

kelemahan yang terdapat dalam tubuh organisasi dan menekan ancaman yang

timbul dan harus dihadapi dengan tepat.

10

(29)

Diagram analisis SWOT 11

Sel 3 Sel 1

Mendukung strategi berbenah Mendukung strategi Agresif

Sel 4 Sel 2

Mendukung strategi defensif Mendukung strategi diversifikasi

Sel 1 : Ini merupakan situasi yang sangat menguntungkan perusahaan tersebut

memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang

yang ada, strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah

mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif.

11

Ibid., hlm 19.

Berbagai Peluang

Kelemahan Internal

Kekuatan Internal

(30)

14

Sel 2 : Meskipun menghadapi berbagai ancaman, perusahaan ini masih

memiliki kekuatan dari segi internal. Strategi yang harus diterapkan

adalah menggunakan kekuatan memanfaatkan peluang jangka panjang

dengan cara strategi diversifikasi (produk atau pasar).

Sel 3 : Perusahaan menghadapi peluang pasar yang sangat besar, tetapi di lain

pihak, ia menghadapi beberapa kendala atau kelemahan internal. Fokus

strategi perusahaan ini adalah meminimalkan masalah-masalah internal

perusahaan sehingga dapat merebut peluang pasar yang lebih baik

Sel 4 : Ini merupakan situasi yang sangat tidak menguntungkan. Perusahaan

tersebut menghadapi berbagai ancaman dan kelemahan internal.

Analisis SWOT digunakan sebagai penentu kebijakan strategi perusahaan

atau organisasi dalam memaksimalkan faktor kekuatan dan memanfaatkan

peluang yang ada sekaligus berperan memperkecil kelemahan yang ada dalam

perusahaan serta menekan berbagai ancaman yang akan timbul.

2. Pertimbangan-pertimbangan penting untuk analisis SWOT.

Dalam mengidentifikasi berbagai masalah yang timbul dalam tubuh

perusahaan, maka sangat diperlukan penelitian yang sangat cermat sehingga

mampu menemukan strategi yang sangat cepat dan tepat dalam mengatasi

masalah yang timbul dalam perusahaan dan ada beberapa pertimbangan yang

perlu diperhatikan dalam mengambil keputusan antara lain:

a. Kekuatan (Strenght).

Yang dimaksud dengan kekuatan adalah unsur-unsur yang dapat

(31)

yang dapat diandalkan, memiliki keterampilan yang juga dapat diandalkan serta

berbeda dengan produk lain yang mana dapat membuatnya lebih kuat dari para

pesaingnya.

Menurut Pearce. Robinson, kekuatan adalah sumber daya, keterampilan,

atau keunggulan-keunggulan lain relatif terhadap pesaing dan kebutuhan pasar

yang dilayani atau ingin dilayani oleh perusahaan. Kekuatan adalah kompetensi

khusus yang memberikan keunggulan komparatif bagi perusahaan di pasar.

Kekuatan dapat terkandung dalam sumber daya, keuangan, citra, kepemimpinan

pasar, hubungan pembeli-pemasok, dan faktor-faktor lain.12

b. Kelemahan (Weakness).

Yang dimaksud dengan kelemahan adalah kekurangan atau keterbatasan

dalam hal sumber daya yang ada pada perusahaan baik itu keterampilan atau

kemampuan yang menjadi penghalang bagi kinerja organisasi.

Keterbatasan atau kekurangan dalam sumber daya, keterampilan dan

kapabilitas yang secara serius menghambat kinerja efektif perusahaan. Fasilitas,

sumber daya keuangan, kapabilitas manajemen, keterampilan pemasaran, dan citra

merek dapat merupakan sumber kelemahan.13

c. Peluang (opportunity).

Yang dimaksud dengan peluang adalah berbagai hal dan situasi yang

menguntungkan bagi suatu perusahaan.

Situasi penting yang menguntungkan dalam lingkungan perusahaan,

kecenderungan-kecenderungan penting merupakan salah satu sumber peluang.

12

Pearce. Robinson, Manajemen Stratejik Formulasi, Implementasi, dan Pengendalian Jilid 1 (Jakarta: Binarupa Aksara, 1997), hlm,. 231

(32)

16

Identifikasi segmen pasar yang tadinya terabaikan, perubahan pada situasi

persaingan atau peraturan, perubahan tekhnologi, serta membaiknya hubungan

dengan pembeli atau pemasok dapat memberikan peluang bagi perusahaan.14

d. Ancaman (Treats).

Ancaman adalah faktor-faktor lingkungan yang tidak menguntungkan

dalam perusahaan jika tidak diatasi maka akan menjadi hambatan bagi perusahaan

yang bersangkutan baik masa sekarang maupun yang akan datang.

Ancaman merupakan pengganggu utama bagi posisi sekarang atau yang

diinginkan perusahaan. Masuknya pesaing baru, lambatnya pertumbuhan pasar,

meningkatnya kekuatan tawar-menawar pembeli atau pemasok penting,

perubahan tekhnologi, serta peraturan baru atau yang direvisi dapat menjadi

ancaman bagi keberhasilan perusahaan.15

Faktor kekuatan dan kelemahan terdapat dalam suatu perusahaan, sedang

peluang dan ancaman merupakan faktor-faktor lingkungan yang dihadapi oleh

perusahaan yang bersangkutan. Jika dapat dikatakan bahwa analisis SWOT

merupakan instrumen yang ampuh dalam melakukan analisis strategi, keampuhan

tersebut terletak pada kemampuan para penentu strategi perusahaan untuk

memaksimalkan peranan faktor kekuatan dan pemanfaatan peluang sehingga

sekaligus berperan sebagai alat untuk meminimalisasi kelemahan yang terdapat

dalam tubuh perusahaan dan menekan dampak ancaman yang timbul dan harus

dihadapi.

14

Ibid,. hlm. 230

(33)

Analisis SWOT dapat digunakan untuk membantu analisis strategis dan

acuan logis dalam pembahasan sistematik tentang situasi perusahaan dan

alternatif-alternatif pokok yang mungkin dipertimbangkan perusahaan.

e. Manajemen Strategi

Suatu perusahaan bisa dikatakan berhasil apabila dapat mengembangkan

dan menjalankan strategi untuk mengatasi berbagai ancaman baik internal

maupun eksternal dan meraih peluang yang ada. Proses analisis, perumusan dan

evaluasi strategi-strategi itu disebut perencanaan strategis. Tujuan utama

perencanaan strategis adalah agar perusahaan dapat melihat secara obyektif

kondisi-kondisi internal dan eksternal, sehingga perusahaan dapat mengantisipasi

perubahan lingkungan eksternal.

Strategi adalah tujuan jangka panjang dari suatu perusahaan, serta pendaya

gunaan dan alokasi semua sumber daya yang penting untuk mencapai tujuan

tersebut 16. Ada beberapa konsep yang sangat menentukan suksesnya strategi yang

disusun antara lain:

1) Distintinctive Competence menjelaskan kemampuan spesifik yaitu

suatu perusahaan yang memiliki kekuatan yang tidak mudah ditiru

oleh perusahaan pesaing yang meliputi keahlian tenaga kerja dan

kemampuan sumber daya.17

16

Rangkuti Freddy, op.cit,. hlm., 4

17

(34)

18

2) Competetive Adventage menjelaskan keunggulan bersaing oleh pilihan

strategi dilakukan untuk merebut peluang pasar meliputi cost

leadership, diferensiasi dan fokus18.

Proses manajemen strategis merupakan sebuah proses yang mencakup

perencanaan strategi, pelaksaanaan dan evaluasi seperti pada diagram berikut

ini.19

(35)

B. Pembahasan tentang waralaba

1. Pengertian Bisnis Waralaba

Jika kita mendengar istilah franchise maka, otomatis yang ada dibenak

kita adalah restoran siap saji ala Amerika karena konon istilah franchise memang

berasal dari negeri Paman Sam tersebut. Akan tetapi, sesungguhnya franchise

tidak hanya milik restoran ala Amrik saja, secara spesifik franchise atau dalam

istilah Indonesianya adalah waralaba tak ubahnya sebuah pola bisnis maupun pola

pemasaran yang melibatkan kerjasama dua belah pihak.

Sedangkan pengertian dari waralaba adalah terjemahan bebas dari kata

franchise dimana menurut peraturan Pemerintah RI nomor 16 tahun 1997 tanggal

13 Juni 1997, pengertian waralaba (franchising) adalah suatu bentuk kerjasama

dimana pemberi waralaba (franchisor) memberikan izin kepada penerima

waralaba (franchisee) untuk menggunakan hak intelektualnya, seperti nama, merk

dagang produk dan jasa dan sistem operasi usahanya.20

Kata franchise berasal dari bahasa Perancis (franchise) yang berarti bebas

dari kungkungan atau belenggu(free from servitude). Menurut Prof. Dr. Winardi,

SE, franchise berarti hak istimewa dari pemerintah untuk sebuah badan usaha.21

Hisrich Peters memberikan definisi franchising maybe defined as “an

arrangement where by the menu facturer or sale distributor of a trademarked

product or service gives exclusive rights of local distribution to independent

20

Sarosa, Pietra, RFA, Mewaralabakan Usaha Anda Panduan Praktis dan Komprehensif Mengembangkan Usaha dengan Sistem Waralaba (Jakarta: Elex Media Komputindo, 2006), hlm. 2

21

(36)

20

retailers in return for their payment of royalties and conformance to standardized

operating procedures.

(artinya: franchising didefinisikan sebagai pelimpahan dari pabrikan atau

distributor suatu produk atau jasa yang diberikan kepada agen-agen lokal atau

pengecer dengan membayar sejumlah royalti).22

Menurut Karamoy adapun kata waralaba berasal dari wara yang berarti

lebih istimewa dan laba berarti untung. Jadi, kata waralaba berarti usaha yang

memberikan keuntungan lebih atau istimewa.23

Dari beberapa pengertian di atas dapat disederhanakan bahwa bisnis

waralaba melibatkan dua belah pihak menurut Peraturan Pemerintah RI nomor 16

tahun 1997 yaitu:

a. Pewaralaba (franchisor).

Pemberi waralaba adalah badan usaha atau perorangan yang memberikan

hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas

kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas yang dimilikinya.

b. Terwaralaba (franchisee).

Penerima waralaba adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan

hak atas kekayaan intelektual atau penemuan, ciri khas yang dimiliki pemberi

waralaba.24

22

Buchari Alma, Kewirausahaan untuk Mahasiswa dan Umum (Bandung: Alfabeta, 2006), hlm,. 143

23

Budi Suseno Darmawan, op.cit., hlm 44

24

(37)

Waralaba lebih menguntungkan daripada bisnis tradisional maka dari itu

terus berkembang dari tahun ke tahun.

Waralaba merupakan salah satu format bisnis yang digemari karena risiko

kegagalan yang lebih kecil ketimbang mendirikan sebuah bisnis baru terutama

bagi pebisnis pemula.

Ada dua jenis waralaba yang biasa dijalankan oleh pebisnis Tanah Air.

Pertama, waralaba format bisnis, franchisor memberikan hak (lisensi) kepada

franchisee untuk menjual produk/jasa menggunakan merek, identitas dari sistem

yang dimiliki franchisor. Jenis yang terbanyak digunakan oleh pebisnis di

Indonesia ini menawarkan sistem yang komplit dan komprehenship tentang tata

cara menjalankan bisnis. Termasuk di dalamnya pelatihan dan konsultasi usaha

dalam hal pemasaran, penjualan, pengelolaan stok, akunting, personalia,

pemeliharaan, pengembangan bisnis.

Berbeda dengan waralaba format bisnis, waralaba jenis kedua yaitu

waralaba produk dan merek dagang, merupakan pemberian hak izin dan

pengelolaan dari franchisor kepada franchisee untuk menjual produk dengan

menggunakan merek dagang dalam bentuk keagenan, distributor atau lesensi

penjualan. Pada jenis ini franchisor membantu franchisee memilih lokasi dan

menyediakan jasa orang untuk pengambilan keputusan. Franchisor membuat

operating manual sebagai panduan operasional yang detail bagi franchisee tentang

bagaimana melakukan fungsi-fungsi operasional dalam menjalankan bisnis,

bagian-bagian yang tercantum pada operating manual berkaitan dengan

(38)

22

perawatan dan sebagainya, penyimpangan terhadap manual operasional dapat

menyebabkan franchisee kehilangan hak waralaba.

Bagi franchisor, waralaba merupakan sarana pengembangan bisnis yang

tidak memerlukan banyak modal25. Karena waralaba merupakan alternatif dalam

mengembangkan usaha kecil menengah (UKM) dengan bantuan modal dari

franchisee yang juga ikut menanggung resiko dan berdedikasi tinggi, maka

pertumbuhan perusahaan dapat berjalan lancar dan ringan. Sedangkan bagi

franchisee, waralaba adalah cara memiliki bisnis sendiri tanpa resiko26, dan

franchisee dapat merintis bisnis lain tanpa berpusing kepala, dapat menggunakan

nama yang sudah terkenal tanpa harus merintis dari awal, dan juga dapat

menumpang iklan. Dan bagi pelanggan, waralaba menawarkan nama produk atau

perusahaan yang sudah populer27, sehingga jenis dan rasa yang ditawarkan sama

dari satu tempat ke tempat lainnya.

Sebagai franchisor dan franchisee dalam menjalankan waralaba perlu

pemahaman diri sendiri, apa yang akan dikerjakan dan apa yang diperoleh.

Berikut ini beberapa ketentuan yang perlu diketahui28.

a. Jangan berharap cepat kaya

Setiap bisnis bagaikan berjudi, walau waralaba merupakan sistem

pengembangan bisnis yang baik, tetapi tidak punya kepastian baik bagi

framchisor maupun franchisee, perlu kesabaran yang tinggi, keuntungan pasti

datang tetapi perlu proses yang panjang.

25Mancuso, Joseph & Boroin, Donald. Peluang Sukses Bisnis Waralaba Bagaimana Membeli & Mengelola Bisnis Waralaba (Yogyakarta: Dolphin Books, 2006), hlm.,17

(39)

b. Apakah dapat sukses?

Ada banyak pilihan bisnis, tetapi menjalankan outlet yang diwaralabakan

atau perusahaan waralaba bukan bisnis yang mudah. Sebagai franchisee harus

tahu cara mengelola outlet dari buka sampai tutup, sebagai franchisor, harus

bekerja keras. Ini merupakan tantangan yang memerlukan stamina dan keteguhan

hati.

c. Apakah waralaba cocok dengan keinginan?

Waralaba pada dasarnya mengikuti program orang lain, maka orang yang

berjiwa mandiri biasanya tidak cocok sebagai franchisee yang baik. Sebagai

franchisor, anda harus mendidik, mendukung, dan memberi inspirasi kepada

franchisee. Jika tidak berjiwa besar maka tidak akan menjadi franchisor yang

sukses.

d. Bersikap realistis terhadap tujuan dan waktu yang dialokasikan.

Dalam menjalankan usaha pastilah memiliki ambisi dan tujuan baik

franchisor maupun franchisee, tetapi harus realistis terhadap tujuan yang akan

dicapai agar tidak gagal di kemudian hari.

e. Faktor penting lainnya adalah status keuangan, dukungan keluarga,

keahlian manajemen, dan temperamen.

Waralaba merupakan suatu sistem dalam pemasaran barang dan jasa yang

melibatkan dua pihak franchisor dan franchisee. Sistem ini merupakan suatu kiat

untuk memperluas usaha dengan cara menularkan sukses dengan demikian, dalam

sistem ini harus terdapat pelaku bisnis yang sukses dan kesuksesan yang

(40)

24

Manfaat utama dari franchisor yang sukses adalah pengurangan resiko dan

investasi modal yang diperlukan untuk suatu keperluan internal namun demikian,

ia memiliki tanggung jawab tambahan atas bisnisnya yang menuntut banyak

usaha. Bagi franchisee dapat memiliki suatu sistem yang teruji yang dimiliki oleh

franchisor, yang dalam banyak hal dilengkapi dengan nama dagang yang sudah

diterima khalayak29.

Mekanisme kerja dalam waralaba berdasarkan prinsip kesetaraan dan

saling menguntungkan. Kesetaraan berarti hubungan kerja antara franchisor dan

franchisee bersifat horisontal, tidak seperti hubungan atasan dan bawahan

kalaupun ada hubungan yang bersifat vertikal, semata-mata itu kewajiban

franchisee dalam mengikuti sistem dan aturan yang ditetapkan franchisor. Saling

menguntungkan berarti masing-masing pihak menciptakan sinergi untuk

mencapai tingkat laba optimal dan dibagi proposional.

Dalam usaha waralaba, bentuk kerjasama dapat ditinjau dari dua aspek

yaitu aspek formal dan relasional. Aspek formal landasan yang paling penting

adalah perjanjian kerjasama yang dituangkan dalam dokumen tertulis. Sedangkan

aspek relasional adalah kerjasama yang bersifat operasional dan tidak menutup

kemungkinan juga bersifat hubungan emosional. Dalam hal ini kedua belah pihak

sudah harus sepakat untuk melakukan hubungan kerjasama yang saling

menguntungkan tersebut dengan penuh kejujuran dan saling percaya.30

29

Budi Suseno Darmawan, op.cit., hlm 49

30

(41)

Aspek keuangan yang utama dalam bisnis waralaba adalah sebagai

berikut:31

a. Biaya waralaba awal (Up Front fee / Initial Franchise Fee) atau lazim

disebut fee saja.

Biaya ini dibebankan kepada franchisee untuk semua jasa yang

disediakan, termasuk biaya rekruitmen sebesar biaya pendirian yamg dikeluarkan

oleh franchisor untuk kepentingan franchisee.

Jumlah dan jangka waktu pembayaran awal dicantumkan di dalam

perjanjian. Pembayaran yang telah diserahkan sepenuhnya menjadi milik

franchisor dan tidak dapat dikembalikan kecuali disebutkan di dalam perjanjian.

Fee awal diperlukan oleh franchisor untuk membantu franchisee terdiri

dari:

1) Bantuan pra operasi dan awal operasi bisnis waralaba.

2) Pembuatan manual operasi untuk digunakan franchisee.

3) Penyelenggaraan pelatihan awal (initial training) dan biaya

konsultasi, khususnya pada operasi bisnis waralaba.

4) Biaya promosi / periklanan khususnya untuk promosi menjelang

pembukaan perusahaan (grand opening franchisee).

5) Seleksi pemilikan / seleksi lokasi.

b. Royalti

Menurut Karamoy biaya yang ditarik oleh franchisor secara rutin

diperlukan untuk membiayai pemberian bantuan tekhnik, manajemen, atau

31

(42)

26

promosi kepada franchisee secara berkelanjutan selama kedua belah pihak terikat

dalam perjanjian.

Umumnya dalam perjanjian waralaba menyebutkan bahwa franchisee

membayar sejumlah biaya waralaba (royalti) kepada franchisor berdasarkan

besarnya penjualan. Isinya antara lain mengenai:

1) Dasar pembayaran biasanya berdasarkan penjualan kotor (gross

sales).

2) Tingkat royalti seminimum mungkin terutama ditempat franchisee

memperoleh hak atas wilayah tertentu tanpa persyaratan tingkat

kuota terendah.

3) Pembayaran secara periodik (mingguan, bulanan, dan sebagainya)

4) Waktu pembayaran, misalnya setiap hari kamis, atau berdasarkan

penjualan pada minggu sebelumnya, setiap tanggal sepuluh

berdasarkan penjualan pada bulan sebelumnya dan sebagainya.

Besarnya fee awal dan royalti masing-masing perusahaan yang menganut

waralaba memang berbeda-beda, tidak semua jenis fee atau royalti disyaratkan

oleh franchisor. Setiap franchisor mempunyai kebijakan sendiri dalam

menentukan jenis fee atau royalti.

Dalam waralaba terdapat perjanjian yang melibatkan kedua belah pihak.

Agar perjanjian berjalan mulus, franchisor harus menyampaikan semua informasi

yang berhubungan erat dengan perusahaannya kepada franchisee, sehingga

franchisee dapat mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh apakah akan

(43)

Menurut Amir Karamoy, disclosure document (dokumen pengungkapan)

itu membuat informasi mengenai:

a. Latar belakang franchisor, status hukum, pemilik (pemegang saham),

live of business.

b. Latar belakang pengalaman direksi dan kunci perusahaan.

c. Pengalaman bisnis.

d. Penjelasan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan litigasi

e. Riwayat kebangkrutan (bankrupty history).

f. Gambaran program waralaba.

g. Uang muka yang dibayar franchisee (up front fee).

h. Biaya-biaya lain, misalnya ketentuan, jumlah investasi dan

permodalan.

i. Kewajiban membeli atau menyewa bahan baku, peralatan atau real

estate.

j. Pengaturan biaya, khususnya tentang royalti atau pembiayaan berkala,

komisi, pinjaman dari bank.

k. Pengaturan wilayah ekslusif dan teritorial.

l. Pengaturan penggunaan merek dagang, logo, dan tanda-tanda

komersial.

m. Hak paten dan hak cipta.

n. Kewajiban franchisee kepada franchisor.

o. Pengaturan perpajakan kontrak, terminasi, pengalihan dan hal-hal yang

(44)

28

p. Laporan situasi keuangan franchisor.

q. Perkiraan pendataan dan informasi perkembangan jumlah franchisee.

2. Keuntungan dan kerugian sistem waralaba

Dalam melakukan suatu kegiatan usaha pastinya berhadapan dengan dua

kata ini yaitu keuntungan dan kerugian, apalagi dalam sistem waralaba ini yang

melibatkan dua belah pihak, sedangkan keuntungan yang jelas bagi franchisee

adalah resiko yang ditanggung tidak sebesar memulai usaha baru dari awal,

keuntungannya antara lain:

a. Produk yang ditawarkan telah memasuki pasaran yang luas dan

diterima oleh umum.

b. Franchisee tidak perlu mengeluarkan biaya lagi untuk

memperkenalkan kredibilitas perusahaan induknya.

c. Keahlian manajemen karena pengalaman sudah lama dari franchisor,

dia dapat memberikan bantuan manajemen kepada franchisee. Dapat

diberikan pelatihan-pelatihan dalam bidang akunting, manajemen

personalia, marketing dan produksi.

d. Kelengkapan modal ini mencakup fasilitas perlengkapan, tata letak,

kontrol persediaan dan sebagainya.

e. Pengetahuan tentang pasar, karena pengetahuan tentang pasar sudah

begitu tinggi maka dengan mudah dilakukan perencanaan secara detail

untuk menghadapi pasar lokal. Hal ini sangat penting karena pasar

regional atau pasar lokal ada kesamaan dan juga ada perbedaan.

(45)

diperhatikan, untuk mengatasi hal ini maka franchisor dapat

memberikan nasihat dan bantuan untuk memecahkan masalah yang

dijumpai.

f. Pengawasan. Satu hal yang dihadapi oleh wirausaha pada permulaan

berbisnis adalah menjaga kualitas produk dan layanan. Franchisor

akan memberikan nasihat-nasihat dalam bidang pengawasan ini.32

Menurut Anang Sukandar, Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia

(AFI) agar keuntungan tidak berubah menjadi kerugian maka yang perlu

diperhatikan adalah:

a. Menjaga mutu secara konsisten, penampilan bersih, rapi,

menyenangkan dan bergengsi.

b. Memiliki konsep bisnis yang jelas, berpengalaman dalam mengatasi

berbagai persoalan yang muncul dan telah terbukti keberhasilannya.

c. Bisnis mempunyai keunikan tersendiri sehingga tidak dimiliki

pesaingnya.

d. Keunggulan itu telah dibakukan secara tertulis, mulai dari pemilihan

lokasi, perijinan, analisa bisnis seperti jam operasional, sistem

manajemen dan sebagainya.

e. Pemasaran, pelatihan dan pengawasan harus jelas agar mutu tetap

terjaga, itu sebagai bukti dukungan pemilik waralaba pada mitra

usahanya.

32

(46)

30

f. Dengan standar operasi yang ada, ilmu bisa diajarkan dan mudah

dipelajari orang lain dengan baik dan benar.

g. Potensi pasar yang besar.

h. Keuntungan pasti diperoleh bila bisnis dijalankan dalam kurun waktu

yang telah ditetapkan, keuntungan itu bukan sesaat, melainkan jangka

panjang.

i. Perjanjian bisnis yang jelas, setara antara pihak yang terlibat, saling

menguntungkan dan memiliki dasar hukum yang kuat.

j. Ciri utama bisnis waralaba adalah kesempatan mandiri, dukungan

pemasaran, kesempatan menggunakan nama dan jaringan, dan

dilandasi perjanjian. 33

Menurut karamoy keunggulan dari sistem waralaba adalah:34

a. Keunggulan bagi pewaralaba

1) Metode perluasan pasar (market expansion).

Suatu wilayah pasar atau suatu pasar yang baru mudah

dikembangkan, karena nama citra pewaralaba dapat meluas dengan

cepat melalui unit-unit usaha waralaba.

2) Alternatif sumber dana.

Modal untuk memperluas usaha lebih kecil, karena sebagian besar

biaya untuk mendirikan unit usaha baru dipikul oleh pemegang

waralaba.

33

Zainal Abidin, klinik bisnis (http: // republika. co.id/, diakses 27 Desember 2005).

34

(47)

3) Tingkat laba lebih tinggi yang diperoleh dari up front fee dan

royalti, peralatan dan suplai bahan baku, konsultasi dan

sebagainya.

4) Tingkat kegagalan rendah.

b. Keunggulan bagi terwaralaba

1) Memulai suatu bisnis dengan kepercayaan diri yang tinggi, karena

didukung oleh pewaralaba.

2) Menjalankan bisnis secara efisien karena memiliki sistem bisnis

yang sudah mapan.

3) Akses pasar dan perbankan terbuka.

4) Tingkat kegagalan rendah.

Setelah mengulas segala keuntungan dari sistem waralaba baik dari pihak

franchisor maupun franchisee maka dalam sistem inipun ada kelemahannya

antara lain: 35

a. Kurangnya pengawasan langsung

Outlet sudah bukan milik franchisor, meskipun namanya terpasang,

outlet itu milik franchisee. Sebagai pemilik perusahaan dapat memecat

karyawan tetapi sebagai franchisor tidak dapat memecat franchisee

seenaknya karena menyangkut hubngan kerjasama kedua belah pihak.

35

(48)

32

b. Kinerja franchisee jelek. Ada dua penyebab kinerja franchisee jelek

yaitu:

1) Franchisee tidak diberi pelatihan dengan baik atau tidak kompeten

saat menghadapi masalah tertentu.

2) Franchisor egois dan menganggap tidak ada yang sekaliber dia.

c. Sulit mencari franchisee yang memenuhi syarat meskipun banyak

(49)

33 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Pendekatan dan jenis penelitian.

Sesuai dengan judul, rumusan masalah dan tujuan penelitian, maka penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif.

Pengertian dari penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan pada manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut, dalam bahasanya dan dalam peristilahannya.36 Penelitian kualitatif menggunakan metode kualitatif, metode ini digunakan karena beberapa pertimbangan. Pertama, menyesuaikan metode kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan ganda, kedua, metode ini menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dan responden dan ketiga, metode ini lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama dan terhadap pola-pola nilai yang dihadapi.37

Sedangkan jenis penelitin yang digunakan adalah studi kasus (case studi). Menurut Nana Syaodih S bahwa studi kasus merupakan suatu penelitian yang dilakukan terhadap suatu kesatuan sistem. Kesatuan ini dapat berupa program,

36

Lexi J. Moleong, Metodelogi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2004),hlm,.4-5

37

(50)

34

kegiatan, peristiwa, atau sekelompok individu yang terikat oleh tempat, waktu atau ikatan tertentu.38

Sebagai suatu metode kualitatif, studi kasus mempunyai beberapa keuntungan. Lincoln dan Guba39 mengemukakan bahwa keistimewaan studi kasus meliputi hal-hal berikut:

a. Studi kasus merupakan sarana utama menyajikan pandangan subjek yang diteliti.

b. Studi kasus menyajikan uraian menyeluruh yang mirip dengan apa yang dialami pembaca dalam kehidupan sehari-hari.

c. Studi kasus merupakan sarana yang efektif untuk menunjukkan hubungan antara peneliti dan responden.

d. Studi kasus memungkinkan pembaca untuk menemukan konsistensi internal yang tidak hanya merupakan konsistensi gaya dan konsistensi faktual tetapi juga keterpercayaan.

e. Studi kasus memberikan “uraian” tebal yang diperlukan bagi penilaian atas transferbilitas.

f. Studi kasus terbuka bagi penilaian atas konteks yang turut berperan bagi pemaknaan atas fenomena dalam konteks tersebut.

Sama seperti jenis penelitian kualitatif lainnya, setiap analisis kasus didasarkan wawancara, pengamatan, data dokumenter, kesan pernyataan mengenai kasus yang diteliti tersebut.

38

Nana Syaodih S, Metode Penelitian Pendidikan (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya. 2005), hlm.,64

39

(51)

B. Kehadiran Peneliti

Dalam penelitian kualitatif, peneliti sendiri atau dengan bantuan orang lain merupakan alat pengumpul data utama. Kedudukan peneliti dalam penelitian kualitatif cukup rumit, ia sekaligus merupakan perencana, pelaksana pengumpulan data, analis, penafsir data, dan pada akhirnya ia menjadi pelapor hasil penelitiannya.40

Jadi kunci dari penelitian ini adalah peneliti itu sendiri, karena bertindak sebagai instrumen sekaligus pengumpul data sedangkan instrument lainnya hanyalah berfungsi sebatas pendukung tugas peneliti

C. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Jl. W.R. Supratman C-1 Kav. 13-14 yaitu pusat (franchisor) Bakso Kota Cak Man

Berdasarkan keberhasilan yang telah diraih Bakso Kota Cak Man tersebut, merupakan alasan peneliti untuk meneliti lebih jauh mengenai strategi dalam mengembangkan usahanya.

D. Sumber Data

Sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Jadi kata-kata dan tindakan orang-orang yang diamati atau diwawancarai merupakan sumber data utama dan dokumen atau sumber tertulis lainnya merupakan data tambahan.41

Sumber data menunjukkan asal informasi diperoleh. Data harus diperoleh dari sumber yang tepat, jika data tidak tepat, maka mengakibatkan data yang

40

Lexi J Moleong, op.cit., hlm,.168

41

(52)

36

terkumpul tidak relevan dengan masalah yang diteliti. Adapun sumber data yang dimanfaatkan adalah:

1. Data Primer

Sumber data primer adalah sumber data yang diperoleh secara langsung dari lapangan.42 Jadi data primer diperoleh secara langsung melalui pengamatan dan pencatatan lapangan. Yang menjadi data primer adalah:

a. Pimpinan Bakso Kota Cak Man

b. Bagian Manajemen Bakso Kota Cak Man c. Bagian Administrasi Bakso Kota Cak Man 2. Data Sekunder

Data sekunder adalah sumber dari bahan bacaan.43 Data ini digunakan untuk melengkapi data primer yang telah ada. Data ini berupa gambaran umum tentang obyek penelitian yakni latar belakang obyek penelitian, tujuan dan sebagainya.

E. Metode Pengumpulan Data 1. Metode Observasi

Pengertian observasi atau yang disebut pengamatan, meliputi kegiatan, pemuatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan menggunakan seluruh alat indra. Jadi mengobservasi dapat dilakukan melalui penglihatan, penciuman, pendengaran, peraba dan pengecap.44

42

S. Nasution, Metode Research (Bandung: Jammars, 1991), hlm,.185

43 Ibid. 44

(53)

Metode ini peneliti gunakan untuk mengamati dan memperoleh data tentang bagaimana strategi Cak Man dalam mengembangkan usahanya melalui sistem waralaba.

2. Metode Interview

Metode interview merupakan metode pengumpulan data dengan wawancara atau tanya jawab yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari obyek peneliti.

3. Metode Dokumentasi

Metode dokumentasi adalah metode mencari data yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, notulen, rapat, agenda.45

F. Analisis Data

Menurut Bodgan dan Biklen (1982) analisis data kualitatif merupakan upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasi data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensistensinya, mencari dan menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain.46

Berdasarkan hal tersebut dapat dikemukakan bahwa analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari,

45

Ibid,. hlm.,135 46

(54)

38

dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.47

Analisis dalam penelitian ini menggunakan matrik SWOT sesuai judul dan tujuan dari penelitian itu sendiri yaitu untuk mengetahui strategi Cak Man dalam mengembangkan usahanya.

Matrik ini dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi perusahaan dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. Matrik ini dapat menghasilkan empat kemungkinan alternatif strategis.48

Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif (Bandung: ALFABETA, 2005), hlm., 89

48

Rangkuti Freddy, op.cit,. hlm., 31

(55)

a. IFAS, internal strategic factory analysis summary dengan kata lain faktor-faktor strategis internal suatu perusahaan disusun untuk merumuskan faktor-faktor internal dalam kerangka strength and weakness

b. EFAS, eksternal strategic factory analysis summary dengan kata lain faktor-faktor strategis eksternal suatu perusahaan disusun untuk merumuskan faktor-faktor eksternal dalam kerangka opportunities and threaths.

c. Strategi SO

Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan, yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya.

d. Strategi ST

Adalah strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk mengatasi ancaman.

e. Strategi WO

Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada.

f. Strategi WT

(56)

40

G. Pengecekan Keabsahan Temuan

Pengecekan keabsahan temuan sangat diperlukan agar data yang dihasilkan dapat dipercaya dan dipertangung jawabkan secara ilmiah.

Peneliti mengunakan tekhnik triangulasi untuk pengecekan keabsahan temuan. Triangulasi diartikan sebagai tekhnik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai tekhnik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Bila peneliti melakukan pengumpulan data dengan triangulasi, maka sebenarnya peneliti mengumpulkan data yang sekaligus menguji kredibilitas data, yaitu mengecek kredibilitas data dengan berbagai tekhnik pengumpulan data dan berbagai sumber data.50

H. Tahap-tahap Penelitian

Dalam penelitian ini peneliti memakai tiga tahap yaitu: 1. Tahap Persiapan

Peneliti melakukan observasi pendahuluan sebagai acuan dan gambaran umum obyek yang diteliti. Sebelum meneliti, peneliti mempersiapkan rancangan atau desain penelitian agar penelitian yang dilakukan lebih teratur dan terarah.

Adapun kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah:

a. Pengajuan judul dan proposal ke jurusan, dalam hal ini adalah jurusan pendidikan IPS.

b. Konsultasi proposal ke dosen pembimbing.

c. Melakukan kegiatan kajian pustaka yang sesuai dengan judul penelitian.

50

(57)

d. Menyusun metodologi penelitian

e. Mengurus surat izin penelitian kepada jurusan pendidikan IPS fakultas tarbiyah UIN Malang dan izin kepada pemilik Bakso Kota Cak Man 2. Tahap Pelaksanaan

Tahap pelaksanaan merupakan kegiatan inti dari suatu penelitian karena pada tahap ini, peneliti mencari dan mengumpulkan data yang diperlukan seperti observasi, wawancara dan sebagainya, guna memperoleh data yang diperlukan dengan cara:

a. Mengadakan observasi langsung ke franchisor maupun franchisee Bakso Kota Cak Man Malang.

b. Melakukan wawancara kepada subjek penelitian

c. Menggali data penunjang melalui dokumen-dokumen yang diperlukan

d. Pengolahan data dilakukan dengan cara data-data yang telah diperoleh dari hasil penelitian dianalisis dengan tekhnik analisis data yang telah ditetapkan.

3. Tahap Penyelesaian

Tahap penyelesaian adalah tahap akhir dari sebuah penelitian. Pada tahap ini peneliti menyusun dan menganalisis data yang diperoleh kemudian disimpulkan.

(58)

42

b. Menyusun laporan akhir penelitian dengan selalu berkonsultasi kepada dosen pembimbing

c. Ujian pertanggung jawaban hasil penelitian di dewan penguji. d. Penggandaan dan menyampaikan laporan hasil penelitian kepada

(59)

43

BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Obyek Penelitian

1. Sejarah berdirinya Bakso Kota Cak Man

H. Abdur Rachman Tukiman yang akrab dipanggil Cak Man, dilahirkan

tanggal 4 April 1961 dari pasangan keluarga petani, Ibu Paijem dan Bapak

Saimun di sebuah dusun kecil di lereng Gunung Wilis, Desa Sumurup, Kecamatan

Bendungan, Kabupaten Trenggalek. Berawal dari berjualan keliling dengan

gerobak, ternyata bakso yang selama ini dipikulnya keluar-masuk gang

laris-manis terjual habis, dari hari ke hari omzetnya senantiasa meningkat dan akhirnya

berkembang pesat. Cak Man memutuskan untuk membangun merk dagang yaitu

dengan nama Bakso Kota Cak Man untuk ketahap yang lebih besar dan jangka waktu yang panjang karena selama ini Cak Man merasa bahwa telah cukup

menimba ilmu memasak bakso dan lebih berpengalaman.

Cak Man memberi merek Bakso Kota karena bakso kotalah nama ynag

tepat, karena nama ini mencerminkan cita-cita Cak Man sejak kecil yaitu ingin

tinggal di kota dan layaknya orang kaya yang serba kecukupan sandang, pangan,

papan dan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi serta ilmu agama anak cucu

kelak dikemudian hari. Sejak saat itulah Cak Man menggunakan nama bakso kota

dan untuk memperluas jaringan. Cak Man memiliki visi ke depan yang sangat

(60)

44

penyuluhan yang salah satunya adalah tentang hak atas kekayaan intelektual

(HAKI).

Tahun 2001, Cak Man mengajukan permohonan hak paten terhadap merek

dagangnya “BAKSO KOTA Cak Man “ kepada instansi pemerintah yang

berwenang. Pada tahun 2002 secara resmi Dirjen HAKI, Departemen Kehakiman

dan HAM menerbikan Sertifikat Merek tanggal 14-3-2002 No.J00-01-04385.

Suatu ketika, reputasi baik Bakso Kota Cak Man ini, membuat Saudara Noercholis, Pegawai Dirjen Pajak Departemen Keuangan Jakarta tertarik

membuka beberapa cabang di Jakarta pada tahun 2004-2005 dan sekaligus

sebagai konsultan manajemen pengembangan usaha. Oleh karena jarak yang

begitu jauh sehingga komunikasi tidak berjalan sebagaimana diharapkan, akhirnya

pada awal tahun 2006 kerja sama tersebut dihentikan dan diganti oleh Saudara

Drs. Gatot Sujono, MA, mantan pegawai Dirjen Anggaran dan pengajar tidak

tetap pada BPLK, Departemen Keuangan yang sekarang berprofesi sebagai Dosen

di STIE Malangkucecwara Malang.

Setelah dilakukan pembenahan manajemen, maka untuk kepentingan

terjaminnya pengembangan usaha dalam format waralaba (franchising), pada bulan Februari 2007 Cak Man mendirikan sebuah badan usaha dalam bentuk

Perseroan Terbatas (PT) dengan nama PT KOTA JAYA yang berkedudukan di

Malang. Hubungan merk dagang Bakso Kota Cak Man dengan PT. KOTA JAYA yang mana suatu badan usaha sebagai pemegang merk dalam pengembangan

(61)

sekarang telah dibangun kerjasama dengan para investor (franchisee) di seluruh penjuru nusantara (per awal Maret 2008 sebanyak 81 outlet).

Standar mutu bagi kehalalan, kerahasiaan dan keunikan, Cak Man

menempatkan satu juru masak dan satu asisten yang handal juga terpercaya di

setiap cabang atau gerai. Sedangkan untuk menjaga kesegaran semua produk

bakso beserta variannya dimasak di masing-masing gerai dengan menggunakan

daging sapi segar (fresh meat) yang bumbunya dipasok dari Malang. Dalam rangka kegiatan promosi, Cak Man telah menciptakan Rekor MURI dalam hal

membuat bakso terbesar berdiameter 1.65 meter pada tanggal 8 Juli 2007 di ITC

Mega Grosir Surabaya.51

2. Lokasi Usaha

Bakso Kota Cak Man adalah salah satu usaha yang menggunakan sistem waralaba dari sekian banyak usaha produk makanan lainnya, sehingga

tidaklah heran di luar Kota Malang kita menemukan brand Bakso Kota Cak Man, di Kota Malang sendiri mempunyai tujuh outlet.

Daftar outlet Bakso Kota Cak Man (per Mei 2008) berdasarkan data yang masuk di bagian administrasi PT.KOTA JAYA.

KOTA NO ALAMAT

1 Jl. Indragiri No. 48 C

2 Jl. Manyar Kertoarjo

3 ITC Mega Grosir

SURABAYA

4 Royal Plaza

51

Referensi

Dokumen terkait

Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan

Ancaman yang harus diatasi serta diminimalisasikan oleh pihak PT. Samekarindo Indah agar paradigma masyarakat dapat berubah sehingga masyarakat percaya akan kualitas

Di dalam tulisan ini disajikan pokok-pokok bahasan yang menggambarkan keadaan internal (kekuatan dan kelemahan) dan eksternal (peluang dan ancaman) dari permata konveksi

Threats atau ancaman yang dimaksud di sini adalah kemungkinan kemungkinan yang dapat terjadi atau berpengaruh terhadap kesinambungan dan keberlanjutan kegiatan

Analisis SWOT merupakan analisis untuk mengkaji strengths (kekuatan), weaknesses (Kelemahan), opportunities (peluang), dan threats (ancaman) pemain. Hasil penelitian

Analisis SWOT ini merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weakness), peluang (opportunity), dan ancaman

suatu ancaman adalah situasi utama yang tidak menguntungkan dalam lingkungan suatu perusahaan. Ancaman adalah rintangan-rintangan utama bagi posisi

Adapun faktor analisis SWOT yang dipergunakan untuk menganalisis sebuah produk tersebut adalah Kekuatan (Strength), Kelemahan (Weakness), Peluang (Opportunities), dan