Menyambut Bulan Suci; .doc 32KB Jun 13 2011 06:28:22 AM

Teks penuh

(1)

Menyambut Bulan Suci;

Antara yang Istimewa dan yang Biasa-Biasa Saja

Tanpa terasa, bulan Ramadhan telah tiba. Pada tanggal 15 Oktober bertepatan dengan 1 Ramadhan 1425 H adalah awal bagi seluruh umat Islam untuk menjalankan ibadah Puasa. Adalah kewajiban bagi setiap kaum muslimin dan muslimat untuk melaksanakan rukun Islam keempat, yaitu puasa di bulan Ramadhan selama satu bulan penuh.

Ramadhan menjadi salah satu bulan yang istimewa dibanding bulan-bulan lainnya. Umat Islam banyak yang mengistimewakan bulan suci ini. Termasuk para selebritis di Indonesia pun memandang serupa. Mereka mengistimewakan bulan ini dengan menggelar aneka kesibukan yang bersifat sosial-keagamaan, dilakukan secara individu maupun bersama-sama. Dengan mengkhususkan bulan puasa sebagai ajang memperdalam agama melalui ritual-ritual seperti: tadarrus, tarawih, qiyamul lail, i'tikaf, berderma dan sebagainya, para selebritis merasakan arti Ramadhan sebagai bulan yang sangat istimewa.

Bagaimanakah kesiapan, harapan serta pandangan-pandangan para artis menghadapi bulan Ramadhan di tengah-tengah krisis multidimensional bangsa ini? Terlebih-lebih

mengenai pandangan negative terhadap umat Islam akibat kasus-kasus kerusuhan yang baru-baru saja terjadi?

Para selebritis menyambut Ramadhan dengan cara masing-masing. Bulan Ramadhan yang hanya sekali dalam satu tahun disambut sesuai dengan cara masing-masing artis. Seperti Icha, bass player kelompok band Jikustik memandang Ramadhan sebagai bulan yang sangat istimewa. Alasannya cukup logis. Karena bulan Ramadhan hanya sekali dalam setahun, maka menyambutnya harus dengan istimewa.

Sewaktu ditanya mengenai harapan-harapannya di bulan suci ini berkaitan dengan pandangan negative terhadap umat Islam, dia mengatakan, " Saya berharap dengan

datangnyaa bulan Ramadhan segalanya menjadi baik. Terutama bagi umat Islam, agar lebih tenang, bijaksana dan arif".

Dia sempat mengeluhkan sikap dari sekelompok umat Islam yang diindikasikan sebagai pelaku terror dalam berbagai kasus akhir-akhir ini. Dia mengatakan, "Jujur saja, pandangan orang semakin negative akibat kasus-kasus memalukan di tahun ini. Hal ini pun diakui oleh kawan-kawan artis yang lain". Dengan menyesali tindakan-tindakan terror yang selama ini ditujukan kepada umat Islam, Icha berharap, "Mudah-mudahan dengan Ramadhan umat Islam bisa dewasa lagi. Hal ini untuk mengangkat citra Islam di mata umat beragama lain", tuturnya.

Icha yang baru saja mendirikan yayasan bernama Roudlotul Firdaus bersama Sakti, salah seorang personil Sheila On 7, telah bersiap-siap menyambut Ramadhan dengan berbagai aktivitas. Baik aktivitas yang dilakukan secara personal (individual) maupun bersama-sama melibatkan masyarakat.

Dia pun mengakui, bahwa para arti banyak yang menyambut bulan suci Ramadhan sesuai dengan cara masing-masing. Di antara para artis muslim, ada yang menyambut bulan Ramadhan secara biasa-biasa saja. Namun ada juga yang menyambutnya secara spesial, termasuk Icha sendiri.

Dia mengatakan, meskipun masing-masing orang menyikapi dengan cara yang berbeda-beda, tetapi menurutnya Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa. Karena hanya sekali dalam satu tahun. Bahkan pemain Bass yang sekaligus backing vocal Jikustik itu bercita-cita hendak mengkhatamkan al-Qur'an. "Saya ingin selama satu bulan nanti bisa khatam membaca al-Qur'an", kata Icha.

(2)

berorientasi sosial yang akan melibatkan masyarakat kurang mampu. Program yang berorientasi sosial itu diakuinya memang belum matang betul. Namun lewat yayasan yang baru didirikannya bersama Sakti, dia bermaksud menyalurkan santunan kepada masyarakat yang kurang mampu. Katanya, sebagian hasil royalty penjualan album dan tour Jikustik akan disumbangkan kepada yayasan Roudlotul Firdaus itu.

***

Di antara artis-artis muslim di Indonesia, ada yang menyambut bulan suci ini dengan cara biasa-biasa saja. Artinya, tidak ada program khusus dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan itu. Mereka hanya menjalankan puasa menyendiri di rumah untuk menghayati makna bulan Ramadhan itu. Seperti yang dilakukan oleh Paquita Wijaya, seorang artis yang baru masuk Islam 7 tahun yang lalu (muallafah), mengaku lebih banyak menyendiri di rumah selama berpuasa.

"Saya lebih banyak menyendiri di rumah berpuasa", katanya.

Sewaktu ditanya tentang program-program apa saja dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, dia mengatakan, "Kalau saya tidak ada yang istimewa, biasa-biasa saja. Tidak ada kegiatan yang saya periapkaan secara khusus. Puasa ya puasa. Tidak pernah adaa acara khususnya."

Puasa biasanya sering diramaikan dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, seperti: pengajian-pengajian, tarawih, witir, tadarrus, i'tikaf pada sepertiga terakhir bulan Ramadhan serta berderma. Namun Paquita Wijaya sebagai muallafah yang kurang lebih sudah 7 tahun masuk Islam hanya menjalankannya dengan cara biasa-biasa saja. Kebiasaannya yang sering menyendiri, sehingga ketika Ramadhan datang, dia tidak banyak ikut-ikutan dengan yang lain. "Saya kan terbiasa sendiri. Jadi kalau Ramadhan pun ya cuma puasa sendiri aja. Tidak ada ikut pengajian-pengajian rutin seperti orang lain. Biasa ajalah buat saya", demikian tuturnya.

Mekipun Paquita Wijaya menyambut Ramadhan dengan cara yang biasa-biasa saja, namun dia tetap menaruh harapan besar di bulan suci ini agar presiden terpilih mampu memberikan yang terbaik untuk bangsa ini.

Nuansa Ramadhan yang biasa-biasa saja juga dialami oleh Astri Ivo. Namun artis yang satu ini pada hakekatnya lain dengan Paquita Wijaya. Meskipun Ramadhan

disambutnya dengan biasa-biasa saja tanpa kegiatan-kegiatan khusus, namun dia memandang seluruh amalan-amalan di bulan puasa itu sudah biasa dilakukannya di luar bulan ini. Shalat

qiyamul lail, tadarrus, pengajian-pengajian rutin justru telah biasa dijalaninya di luar bulan puasa. Sehingga ketika dia menghadapi bulan Ramadhan dipandangnya biasa-biasa saja.

Dia berpandangan bahwa setiap bulannya akan selalu diisi dengan kegiatan yang bermanfaat tanpa membeda-bedakannya. "Kalaau saya berusaha mengisi selama 12 bulan, bukan hanya bulan Ramadhan, untuk kegiatan-kegiatan yang bermanfaat", tuturnya. Yang membedakan antara bulan Ramadhan dengan bulan-bulan lainnya sebatas kegiatan tarawih

dan i'tikaaf. Kegiatan-kegiatan keagamaan lain, seperti: qiyamul lail dan pengajian-pengajian rutin justru sudah menjadi tradisi baginya. Sewaktu ditanya mengenai kegiatan-kegiatan keagamaan untuk mengisi bulan Ramadhan, dia mengatakan, "Hanya tarawih sama i'tikaf

saja. Tapi kalau tadarrus Al-Qur'an, witir dan pengajian hampir setiap hari atau setiap bulan." Dalam pandangan Astri Ivo, bulan puasa adalah fase ujian, bukan fase latihan. Karena itu, menghadapi bulan puasa memang harus siap jauh-jauh hari.

Kesiapan keluarga Astri Ivo, terutama bagi anak-anaknya telah ditempa sejak dini. Sehingga nuansa keagamaan menjadi bagian dari kehidupan keluarganya. Dengan

(3)

***

Bulan Ramadhan tahun ini yang insya Allah dimulai bertepatan dengan tanggal 15 Oktober nanti di mata para artis memiliki makna tersendiri. Dengan persiapan menyambut bulan puasa dengan cara masing-masing, para artis menguji diri untuk menakar sejauhmana tingkatan spiritualitsa mereka. Menyambut bulan puasa dengan sepenuh hati (ikhlas) memang tidak diindikasikan dengan pemrograman kegiatan secara besar-besaran atau mewah, juga tidak dengan cara biasa-biasa seperti penuturan beberapa artis di atas. Sebab, masing-masing artis memiliki tingkatan pengalaman keagamaan (religiusitas) yang berbeda-beda.

Seperti kesiapan Icha, pemain bass yang sekaligus backingvokal band Jikustik itu sangat besar menaruh harapan di bulan puasa ini. Terutama berkaitan dengan kasus-kasus terror yang melibatkan umat Islam. Icha yang memiliki nama lengkap Aji Mohammad Mirza Ferdinand Hakim menyambut bulan suci sebagai bulan special. Karena itu, menjalankan ibadah puasa pun harus dengan cara-cara spesial seperti mentargetkan khatam Al-Qur'an dalam satu bulan penuh dan menggelar kegiatan sosial melalui yayasan (Roudlotul Firdaus) yang baru didirikannya bersama Sakti. Artis yang mengidolakan nabi Muhammad Saw itu telah siap sepenuh hati menyambut bulan suci Ramadhan.

Manifestasi kesiapan menyambut bulan suci Ramadhan para arti ternyata berbeda-beda. Jika Icha banyak mem-planing program di bulan Ramadhan, lain dengan Paquita Wijaya yang hanya menyambutnya secara biasa-biasa saja. Artinya, puasa Ramadhan disambutnya tanpa melalui planning program yang bermacam-macam.

Lain juga dengan kesiapan Astri Ivo. Dia memandang bahwa kegiatan-kegiatan di bulan Ramadhan menurutnya tidak jauh berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Sebab, tradisi pengajian, qiyamul lail ataupun tadarrus Al-Qur'an merupakan rutinitas kesehariannya. Sehingga dia memandang, bahwa bulan puasa tidak jauh berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Hanya ada sedikit perbedaan saja menurutnya, yaitu mengenai pelaksanaan ibadah

tarawih dan i'tikaf.

Manifestasi penyambutan bulaan suci Ramadhan para artis yang berbeda-beda itu sebenarnya disebabkan karena tingkat pengalaman spiritual mereka yang berbeda-beda. Oleh karena itu, untuk mengukur tingkat kesiapan, atau bahkan keikhlasan hati para artis dengan tingkat pengalaman spiritual yang berbeda-beda itu jelas tidak bisa dilihat hanya dalam batas kegiatan-kegiatan ataupun program keagamaan di bulan Ramadhan yang telah mereka rencanakannya. (tulisan: rif. bahaan: rif, Wie2k)

Sumber:

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...