• Tidak ada hasil yang ditemukan

RUANG VEKTOR. Nurdinintya Athari (NDT)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RUANG VEKTOR. Nurdinintya Athari (NDT)"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

RUANG VEKTOR

1

Nurdinintya Athari (NDT)

(2)

RUANG VEKTOR

Sub Pokok Bahasan

Ruang Vektor Umum

Subruang

Basis dan Dimensi

Basis Subruang

Beberapa Aplikasi Ruang Vektor

Beberapa metode optimasi

Sistem kontrol

Operation Research

dan lain-lain

(3)

Ruang Vektor Umum

Misalkan dan k, l Riil

V dinamakan ruang vektor jika terpenuhi aksioma : 1. V tertutup terhadap operasi penjumlahan.

Untuk setiap 2.

3.

4. Terdapat sehingga untuk setiap berlaku

5. Untuk setiap terdapat sehingga

V w

v

u , , 

V v

u V

v

u ,  maka   u

v v

u   

v w   u vw

u     

u u u  0  0  

V

0 uV

V

u

 

u u

   

u u u 0

(4)

6. V tertutup thd operasi perkalian dengan skalar.

Untuk setiap dan k  Riil maka 7.

8.

9.

10.

V

uk uV

u v

ku kv

k   

k l

u ku lu

     

lu l ku kl u

k

u u  . 1

(5)

Contoh :

1. Himpunan vektor Euclides dengan operasi standar (operasi penjumlahan dan operasi perkalian dengan skalar).

Notasi : Rn (Ruang Euclides orde n)

• R : Bilangan real

• R2 : Vektor di bidang

• R3 : Vektor di ruang tiga dimensi

2. Himpunan matriks berukuran m x n dengan operasi

standar (penjumlahan matriks dan perkalian matriks dengan skalar),

Notasi : Mmxn (Ruang Matriks mxn)

3. Himpunan polinom pangkat n dengan operasi standar.

Notasi : Pn (Ruang Polinom orde n)

(6)

Ruang Euclides orde n

Operasi-Operasi pada ruang vektor Euclides:

• Penjumlahan

Perkalian dengan skalar Riil sebarang (k)

Perkalian Titik (Euclidean inner product)

• Panjang vektor didefinisikan oleh :

• Jarak antara dua vektor didefinisikan oleh :

u v u v un vn

v

u   11, 22,..., 

ku ku kun

u

k1, 2,...,

n nv u v

u v

u v

u   1 12 2 ...

u u12

u

 

u v u v

d ,    2 22  2

2 1

1 v u v ... un vn

u

2 2

2 2

1 u ... un

u

(7)

Contoh :

Diketahui dan

Tentukan panjang vektor dan jarak antara kedua vektor tersebut Jawab:

Panjang vektor : Jarak kedua vektor

1, 1, 2, 3

u v

2, 2, 1, 1

 

u v u v

d ,  

u u

12

u  12 12 22 32  15 10

1 1 2

22 2 2 2

v

12

 

2 12

 

2 21

 

2 31

2

   

7

2 1 1

1 2 2 2 2

(8)

Misalkan W merupakan subhimpunan dari sebuah ruang vektor V.

W dinamakan subruang (subspace) V jika W juga merupakan ruang vektor yang tertutup terhadap operasi penjumlahan dan perkalian dengan skalar.

Syarat W disebut subruang dari V adalah : 1. W  { }

2. W  V

3. Jika maka

4. Jika dan k  Riil maka

W v

u ,  uvW W

uk uW

(9)

Contoh 1:

Tunjukan bahwa himpunan W yang berisi semua matriks orde 2x2 dimana setiap unsur diagonalnya adalah nol merupakan subruang dari ruang vektor matriks 2x2

Jawab :

2. Jelas bahwa W  M2x2

3. Ambil sembarang matriks A, B  W

Tulis dan

0 maka 0

0

1. O 0 W

 

 

W  



 



0 0

2

1

a

A a 

 

 

0 0

2

1

b B b

(10)

Perhatikan bahwa :

Ini menunjukan bahwa

4. Ambil sembarang matriks A  W dan k  Riil, maka

Ini menunjukan bahwa

Jadi, W merupakan Subruang dari M2x2.













0 0

0 0 0

0

2 2

1 1

2 1 2

1

b a

b a

b

b a

B a A

W B

A  

ka W

kA ka  

 

 

0 0

2

1

W

kA

(11)

Contoh 2

Apakah W sub ruang dari ruang vektor R3 jika W didefinisikan sebagai {(a,b,c) dimana a.b.c = 0}

Jawab

W = {(a,b,c) dimana a.b.c = 0, a,b,c  R}

Vektor (0,0,0)  W W ≠ { } dan W  R3

Misalkan a = (0,1,2), b = (2,1,0) adalah vector di W c = a + b = (2,2,2) c bukan vector di W

karena 2.2.2 = 8 ≠ 0 W bukan sub ruang di R3

* Jika c di W, kita tidak dapat membuat kesimpulan bahwa W sub ruang dari R3

(12)

Contoh 3:

Periksa apakah himpunan W yang berisi semua matriks orde 2x2 yang determinannya nol merupakan subruang dari ruang vektor M2x2

Jawab :

 

2 2

1. 0 0 , maka W 0 0

2. Jelas bahwa W

W M

 

 

 

 

W= a b det a b 0, , , ,

a b c d R

c d c d

     

   

     

   

 

 

(13)

B

A



 

a b

b a

3. Misalkan ambil sembarang matriks A, B  W. Pilih a ≠ b :

=

Jadi W bukan merupakan subruang

karena tidak tertutup terhadap operasi penjumlahan Karena a ≠ b

Maka det (A + B ) = a2 – b2 ≠ 0



 

 

0 0

b A a



 



a B b0 0

, jelas bahwa det (A) = 0 , jelas bahwa det (B) = 0

(14)

Contoh 4

Tunjukkan bahwa W : garis yang berasal dari titik pusat di bidang adalah sub ruang dari ruang vektor R2

Jawab

W = {(x,y) | ax + by = 0, a,b  R}

1. Garis x + y = 0 dan x – y = 0  W W ≠ { }

2. Misalkan Garis1: a1x + b1y = 0 dan Garis2 : a2x + b2y = 0 adalah garis di W

3. Garis3 = Garis1+Garis2 = (a1+a2)x + (b1+b2)y = 0 ada di W 4. k Garis1= ka1x + kb1y = 0 ada di W

Maka, W sub ruang di R2

W  R2

(15)

u

v

1 v2 vn

n n v k v

k v

k

u1 12 2  ... 

Sebuah vektor dinamakan kombinasi linear dari vektor-vektor , , … ,

jika vektor-vektor tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk :

dimana k1, k2, …, kn adalah skalar riil.

(16)

Contoh

3) 1, – (1, 0)

4,

(2, 

v

u

0) 0, (0, .

6) 5, (1, .

6) 2, (4, .

c c

b b

a a

Misal dan adalah vektor-vektor di R3. Apakah vektor berikut merupakan kombinasi linear dari vektor-vektor di atas

(17)

6

2

4 3

1 -

1 0

4

2

2

1 k

k

6

2

4

3 0

1 - 4

1 2

2 1

k k

a. Tulis

akan diperiksa apakah ada k1, k2,

sehingga kesamaan tersebut dipenuhi.

Ini dapat ditulis menjadi:

Jawab :

a v k u

k

1

2

(18)













0 0 0

2 1 0

1 0 1

~ 0 0 0

2 1 0

2

1

~ 6 3 0

2 1 - 4

4 1 2

12

a

u

v u

a   

 2

dengan OBE, diperoleh:

Dengan demikian, k1 = 1 dan k2 = 2

merupakan kombinasi linear dari vektor dan atau

v

(19)

b v k u

k   

2

1

6

5

1 3

1 -

1 0

4

2

2

1 k

k





6

5

1 3

0

1 - 4

1 2

2 1

k k

b. Tulis :

ini dapat ditulis menjadi:

(20)

1 1 1

2 2 2

2 1 1 1 0 1 1 4 -1 5 ~ 0 -3 3 ~ 0 1 2 ~ 0 3 6 0 3 6 0 0 3

     

     

     

     

     

-12

0 0 1 2 0 0 3

 

 

 

 

 

dengan OBE dapat kita peroleh :

Baris terakhir pada matriks ini menunjukkan bahwa SPL tersebut adalah tidak konsisten (tidak mempunyai solusi).

Jadi, tidak ada nilai k1 dan k2 yang memenuhi

b tidak dapat dinyatakan sebagai kombinasi linear dari u dan v

(21)

c. Dengan memilih k1 = 0 dan k2 = 0, maka dapat ditulis

c v

k u

k   

2

1

artinya vektor nol merupakan kombinasi linear dari vektor apapun.

(22)

LATIHAN

u v

a b

Misalkan = (1, 2, -1) dan

Apakah vektor berikut merupakan kombinasi linear dari vektor-vektor di atas

= (9, 2, 7) adalah vektor di R3.

= (6, 4, 2)

b. = (4, -1, 8) a.

c.

c

= (2, 6, 10)

(23)

v1

v2

v3

Himpunan vektor

dikatakan membangun suatu ruang vektor V

jika setiap vektor pada V selalu dapat dinyatakan sebagai kombinasi linear dari vektor-vektor di S.

= (1, 1, 2),

= (1, 0, 1), dan

= (2, 1, 3)

Definisi membangun dan bebas linear

v v vn

S1, 2, ... ,

Contoh :

Tentukan apakah

membangun V???

(24)

3 2 1

3 2 1

3 1 2

1 0 1

2 1 1

u u u

k k k

Jawab :

misalkan

.

Tulis :

.

Sehingga dapat ditulis dalam bentuk : Ambil sembarang vektor di R2

3 3 2

2 1

1

v k v k v

k

u   

3 2 1

u u u u

(25)

Syarat agar dapat dikatakan kombinasi linear

SPL tersebut harus mempunyai solusi (konsisten) Dengan OBE diperoleh :

Agar SPL itu konsisten haruslah u3 – u2 – u1 = 0

Ini kontradiksi dengan pengambilan vektor sembarang (unsur-unsurnya bebas, tak bersyarat)

Dengan demikian, vektor-vektor tersebut tidak membangun R3

(26)

u u u

n

S

1

,

2

,...,

Misalkan

1 1 2 2 ... n n 0

k uk u   k u  0 ,

...

, 0 ,

0 2

1kkn

k

S dikatakan bebas linear (linearly independent)

hanya mempunyai satu solusi (tunggal), yakni adalah himpunan vektor diruang vektor V

JIKA SPL homogen :

Jika solusinya tidak tunggal,

(Bergantung linear / linearly dependent)

maka S kita namakan himpunan tak bebas linear

(27)

1, 3, 2

u a

1, 1, 1

2

0

1

 

 a ku

k





0

0 0 1

2

1 3

1 1 -

2 1

k k

Diketahui dan

Apakah saling bebas linear di R3

Tulis

atau Contoh :

Jawab :

(28)

~ 0 0 0 1 2

1 3

1 1 -

~ 0 0 0 1 0

4 0

1 1

0 0 0 0 0

1 0

0 1

dengan OBE dapat diperoleh :

dengan demikian diperoleh solusi tunggal yaitu : k1 = 0, dan k2 = 0.

Ini berarti ū dan ā adalah saling bebas linear.

(29)



2 3 1 a

1 1 1

b

4 6 2 c

c k b k a

k1 2 3

0   

0 0 0 4

1 2

6 1

3

2 1

1

3 2 1

k k k

,

,

Jawab :

atau Tulis :

Apakah ketiga vektor diatas saling bebas linear R3 Contoh :

Misalkan

(30)

~ 0 1 0

0 4 0

2 1 1

0 0

0

0 1

0

2 1

1

c b a, ,

dengan OBE diperoleh :

Ini menunjukan bahwa

k1, k2, k3 merupakan solusi tak hingga banyak

adalah vektor-vektor yang bergantung linear.

Jadi

(31)

1 0 0 1 0 0

0 0 0

      1 0

0 1

0 0 0

      1 0

0 1

0 0 0       1 0

0 1

0 0                0

1 0 0 1

0 0             0

(32)

Basis dan Dimensi

Jika V adalah sembarang ruang vektor dan S = { ū1, ū2, … , ūn } merupakan himpunan berhingga dari vektor-vektor di V, maka S dinamakan basis bagi V jika kedua syarat berikut dipenuhi :

• S membangun V

• S bebas linear

(33)





2 1

0 , 1

4 12

8 , 0

0 1

1 , 0

6 3

6 M 3



 

 



 

 



 

 



 

 



 

c d

b k a

k k

k 1 2

0 1 4

12

8 0

0 1

1 0

6 3

6 3

4 3

2 1

Contoh :

Tunjukan bahwa himpunan matriks berikut :

merupakan basis bagi matriks berukuran 2 x 2 Jawab :

Tulis kombinasi linear :

atau



 

 



 

d c

b a k

k k

k k

k k

k k

k k

k

4 3

1 4

3 2

1

3 2

1 4

1

2 4

6 12

3

8 6

3

(34)









d c b a

k k k k

4 3 2 1

2 4

0 6

1 12

1 3

0 8

1 6

1 0

0 3

dengan menyamakan setiap unsur pada kedua matriks, diperoleh SPL :

Determinan matriks koefisiennya (MK) = 48

• det(MK)  0  SPL memiliki solusi untuk setiap a,b,c,d Jadi, M membangun M2 x 2

• Ketika a = 0, b = 0, c = 0, d = 0,

det(MK)  0 SPL homogen punya solusi tunggal.

Jadi, M bebas linear.

(35)

Karena M bebas linear dan membangun M2 x 2 maka M merupakan basis bagi M2 x 2.

Ingat…

Basis untuk setiap ruang vektor adalah tidak tunggal.

Contoh :

Untuk ruang vektor dari M2 x 2, himpunan matriks :





1 0

0 , 0

0 1

0 , 0

0 0

1 , 0

1 0

0 1

juga merupakan basisnya.

(36)





1 2

2 1

1 3

2 1

1 1 2

1

A Vektor baris

Vektor kolom Misalkan matriks :

dengan melakukan OBE diperoleh :

Perhatikan kolom-kolom pada matriks hasil OBE

(37)

matriks A mempunyai basis ruang kolom yaitu :





2 3 1 , 1 1 1

basis ruang baris diperoleh dengan cara, mentransposkan terlebih dahulu matriks A, lakukan OBE pada At,

sehingga diperoleh :

(38)

Kolom-kolom pada matriks hasil OBE yang memiliki satu utama berseseuaian dengan matriks asal (A).

Ini berarti, matriks A tersebut mempunyai basis ruang baris :









1 3 2 1 , 1

1 2 1

Dimensi basis ruang baris = ruang kolom dinamakan rank.

Jadi rank dari matriks A adalah 2.

(39)

Contoh :

Diberikan SPL homogen : 2p + q – 2r – 2s = 0 p – q + 2r – s = 0 –p + 2q – 4r + s = 0 3p – 3s = 0

Tentukan basis ruang solusi dari SPL diatas Jawab :

SPL dapat ditulis dalam bentuk :





0 3 0

0 3

0 1 4 2

1

0 1 2

1 1

0 2 2

1 2

(40)





0 0 0

0 0

0 0 0

0 0

0 0 2 1

0

0 1 0

0 1

b a

s r q

p

























0 1 2 0

1 0 0 1

dengan melakukan OBE diperoleh :

Solusi SPL homogen tersebut adalah :

dimana a, b merupakan parameter.

(41)

Jadi, basis ruang solusi dari SPL diatas adalah :

























0 1 2 0 , 1 0 0 1

Dimensi dari basis ruang solusi dinamakan nulitas.

Dengan demikian, nulitas dari SPL diatas adalah 2.

(42)

8 0

3 6

1 3 2

1

 

4 2

1

0 

 

 2 0

2 4

Latihan Bab 5

1.Nyatakanlah matriks

sebagai kombinasi linear dari matriks berikut : dan

2. Periksa, apakah himpunan berikut bebas linear ! a. {6 – x2 , 6 + x + 4x2 }

b. {1 + 3x + 3x2, x + 4x2, 5 + 6x + 3x2, 7 + 2x – x2} , ,

3. Periksa, apakah himpunan A = {6 – x2 , 6 + x + 4x2 } membangun polinom orde 2 !

(43)





a bx cx2 a2 b2 c2 J

4. Periksa, apakah himpunan berikut merupakan basis bagi polinom orde 2 (P2)

a. {4 + 6x + x2, – 1 + 4x + 2x2, 5 + 2x – x2} b. {– 4 + x + 3x2, 6 + 5x + 2x2, 8 + 4x + x2}

Periksa apakah J merupakan sub ruang dari ruang vektor Polinom orde dua

Jika ya, tentukan basisnya 5. Misalkan

merupakan himpunan bagian dari ruang vektor Polinom orde dua.

(44)

6. Diberikan SPL homogen : p + 2q + 3 r = 0

p + 2q – 3 r = 0 p + 2q + 3 r = 0,

Tentukan basis ruang solusi (buktikan) dan tentukan dimensinya.

1 2

2 1

1 3

2 1

1 1 2

1

7. Tentukan rank dari matriks :

Referensi

Dokumen terkait

Setiap subruang vektor S juga merupakan

Jadi repersentasi matriks dari vektor eigen ** adalah vektor kolom (matriks kolom) dengan hanya satu elemennyayang tidak nol yaitu di baris ke i.. Jadi permasalah menemukan

Cara yang dilakukan adalah kumpulkan vektor – vektor tersebut dalam sebuah matriks sehingga vektor – vektor tadi merupakan vektor kolom pada matriks tersebut.. Selanjutnya,

himpunan semua vektor penyelesaian dari sistem homogen tersebut merupakan subruang dari n , dan disebut dengan ruang penyelesaian (solution space).. Jika terdapat

Akan tetapi, vektor - vektor baris yang tak nol dari sebuah matriks di dalam bentuk eselon baris selalu bebas linier sehingga vektor - vektor baris yang tak nol ini membentuk

Jelas bahwa vektor nol pada daerah asal transformasi merupakan unsur

(ii) Himpunan yang terdiri atas dua elemen vektor saja mrp himpunan bebas linier jhj tidak ada vektor yg mrp kelipatan skalar dari vektor lain... Jadi yang benar adalah S’

Ketika kita mengatakan bahwa vektor V tidak dapat di tulis sebagai jumlah vektor –vektor dari subruang berbeda dari S dan T, ini berarti V tidak dapat ditulis sebagai jumlah x + y,