• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Karakteristik Migrain Di Rumah Sakit Umum Pendidikan (RSUP) Dr. Hasan Sadikin Bandung Periode Januari 2010 - Juni 2012.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Gambaran Karakteristik Migrain Di Rumah Sakit Umum Pendidikan (RSUP) Dr. Hasan Sadikin Bandung Periode Januari 2010 - Juni 2012."

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

GAMBARAN KARAKTERISTIK MIGRAIN DI RUMAH SAKIT UMUM PENDIDIKAN (RSUP) DR. HASAN SADIKIN BANDUNG

PERIODE JANUARI 2010 – JUNI 2012

Dwi Nur Pratiwi Sunardi. 2013. Pembimbing I : Dedeh Supantini, dr., Sp.S., MPd. Ked.

Pembimbing II : Jo Suherman, dr., M.S. AIF.

Latar Belakang: Penelitian mengenai angka kejadian migrain dan karakteristiknya di Indonesia, terutama di kota Bandung masih terbatas. Tujuan: Untuk mengetahui angka kejadian migrain dan bagaimana gambaran karakteristiknya, yaitu: jenis migrain, tanda gejala klinis, faktor resiko, dan faktor komorbid di Rumah Sakit Umum Pendidikan (RSUP) Dr. Hasan Sadikin Bandung. Metode: Penelitian ini menggunakan studi potong lintang menggunakan data sekunder, yaitu data rekam medis pasien pada periode Januari 2010 – Juni 2012. Hasil: Dari 65 pasien, 49 orang (75,4 %) adalah perempuan, dengan jumlah penderita tertinggi adalah pada kelompok usia 41 - 64 tahun (46,2 %). Jenis migrain yang paling banyak diderita adalah migrain tanpa aura (44,6%). Aura ditemukan pada 12 pasien, 11 orang (16,9 %) mengalami aura visual,1 orang (1,5 %) mengalami keluhan aura auditorik. Distribusi nyeri pada migrain terbanyak adalah unilateral pada 44 orang pasien (67,7%). Kekambuhan 48 orang pasien (73,8 %) episodik dan 17 orang (26,2 %) lainnya kronis. Karakteristik nyeri yang paling banyak didapatkan adalah nyeri berdenyut (84,6 %), nyeri juga bertambah dengan aktivitas pada 60 % pasien. Gejala penyerta saat serangan adalah photophobia (23,0 %), phonophobia (7,7 %),

dan photophobia + phonophobia (29,2 %), mual (44,6%), mual disertai muntah (24,6

%), syncope (4,6 %), dan 73,8 % pasien masih dapat melakukan aktivitas normal saat serangan. Faktor resiko yang didapatkan adalah faktor hormonal (jenis kelamin) sebesar 75,4 %, stress (3,0 %), anxiety (3,0 %), depresi (4,6 %). Komorbiditasnya adalah hipertensi (38,5 %), trauma capitis (15,4 %), miopi (6,2 %), dislipidemia (30,8 %), dan stroke (4,6 %).

Simpulan: Nyeri kepala migrain di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung periode Januari 2010 – Juni 2012 lebih banyak diderita oleh dewasa terutama perempuan, dengan gejala klinis, faktor resiko, dan faktor komorbid yang bervariasi.

(2)

ABSTRACT

MIGRAINE CHARACTERISTICS OVERVIEW IN DR. HASAN SADIKIN GENERAL TEACHING HOSPITAL BANDUNG

PERIOD JANUARY 2010 JUNI 2012

Dwi Nur Pratiwi Sunardi. 2013. 1st Tutor : Dedeh Supantini, dr., Sp.S., MPd. Ked. 2nd Tutor : Jo Suherman, dr., M.S. AIF.

Background: Researches on characteristics of migraine headache in Indonesia,

especially in Bandung is still very limited.

Objective: To determine characterictics of migraine headache, namely: type of

migraine, clinical manifestations, risk factors, and comorbid factors in Dr. Hasan Sadikin General Teaching Hospital Bandung.

Methods: The research applied cross-sectional study using secondary data, which

were patients medical records in the period of January 2010 - June 2012.

Results: From 65 patients, 49 (75.4%) were women, with the highest number of

patients were in the age group 41-64 years (46.2%). Migraine without aura was the most common type of migraine (44.6%). Aura was found in 12 patients and 11 patients (16.9%) reported having visual aura. 1 patient (1.5%) complainted auditory aura. Distribution of migraine pain were unilateral in 44 patients (67.7%). From 65 patients, 48 (73.8%) experienced episodic migraine and 17 patients (26.2%) experienced chronic migraine. Pain characteristics were mostly throbbing pain (84.6%). Increasing pain during activity reported by 60% of all patients. Accompanying symptoms during attacks were photophobia (23.0%), phonophobia (7.7%), photophobia+phonophobia (29.2%), nausea (44.6%), nausea followed by vomiting (24.6%), and syncope (4.6%). 73.8% of patients reported to still be able to do normal activities during attacks. Acquired risk factors were hormonal factors (75.4%), stress (3.0%), anxiety (3,0%), depression (4.6%). Comorbid factors were hypertension (38.5%), head trauma (15.4%), myopia (6.2%), dyslipidemia (30.8%), and stroke (4.6%).

Conclusions: Migraine headache in Dr. Hasan Sadikin General Teaching Hospital

Bandung period January 2010 - June 2012 affected mostly adult women. Symptoms, risk factors, and comorbid factors were varied.

(3)

DAFTAR ISI

Halaman

JUDUL ... i

LEMBAR PERSETUJUAN ... ii

SURAT PERNYATAAN ... iii

ABSTRAK ... iv

ABSTRACT ... v

KATA PENGANTAR ... vi

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR TABEL... xii

DAFTAR GAMBAR ... xiii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Identifikasi Masalah ... 3

1.3 Maksud dan Tujuan ... 3

1.4 Manfaat Penelitian ... 3

1.5 Kerangka Teoritis ... 4

1.6 Metodologi Penelitian ... 4

1.7 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 6

2.1 Anatomi ... 6

2.1.1 Anatomi Kepala ... 6

2.1.1.1 Cranium ... 6

2.1.1.2 Cerebri ... 7

(4)

2.1.2 Persarafan Kepala ... 10

2.1.2.1 Nervus Cranialis ... 10

2.1.2.2 Struktur Peka Nyeri Pada Kepala ... 16

2.1.3 Pendarahan Kepala dan Leher ... 17

2.1.3.1 Perdarahan Otak ... 17

2.1.3.2 Perdarahan Wajah ... 21

2.1.3.3 Perdarahan Scalp ... 23

2.2 Nyeri dan Nyeri Kepala 2.2.1 Definisi Nyeri ... 24

2.2.2 Patofisiologi Nyeri ... 24

2.2.3 Definisi Nyeri Kepala ... 25

2.2.4 Insidensi dan Epidemiologi ... 25

2.2.5 Etiologi ... 25

2.2.6 Patofisiologi Nyeri Kepala ... 26

2.2.7 Klasifikasi Nyeri Kepala ... 26

2.2.7.1 Nyeri Kepala Primer dan Sekunder ... 26

2.2.7.2 Klasifikasi Nyeri Kepala Menurut IHS ... 26

2.3 Migrain 2.3.1 Kasifikasi Migrain Menurut IHS ... 29

2.3.2 Definisi Migrain Tanpa Aura ... 30

2.3.3 Definisi Migrain Dengan Aura ... 31

2.3.4 Kriteria Diagnosis Migrain ... 32

2.3.4.1 Migrain Dengan Aura ... 32

2.3.4.2 Migrain Tanpa Aura ... 33

2.3.4.3 Migrain Kronis ... 33

2.3.5 Insidensi, Epidemiologi, dan Faktor Resiko ... 33

2.3.6 Etiologi ... 34

2.3.7 Faktor Resiko ... 34

(5)

2.3.7.2 Faktor Jenis Kelamin- Hormonal ... 35

2.3.7.3 Faktor Stress, Cemas dan Depresi ... 35

2.3.7.4 Faktor Makanan dan Minuman ... 36

2.3.7 Patogenesis dan Patofisiologi ... 36

2.3.7.1 Teori Vascular Migrain ... 36

2.3.7.2 Hormon Perempuan dan Patofisiologi Migrain ... 38

2.3.8 Manifestasi Klinis ... 39

2.3.8.1 Tipe Serangan Migrain ... 40

2.3.9 Pemeriksaan Penunjang ... 42

2.3.10 Penatalaksanaan ... 43

2.3.10.1 Obat Migrain Non Spesifik ... 44

2.3.10.2 Obat Migrain Spesifik ... 47

2.3.11 Komplikasi ... 49

2.3.11.1 Status Migrainous ... 49

2.3.11.2 PAWI ... 49

2.3.11.3 Migraine Infarction ... 49

2.3.11.4 Migraine Seizure ... 50

2.3.12 Pencegahan ... 51

2.3.12.1 Obat Profilaksis Migrain ... 51

2.3.13 Prognosis ... 54

BAB III METODE PENELITIAN ... 55

3.1 Metode Penelitian ... 55

3.2 Rancangan Penelitian ... 55

3.3 Teknik Pengambilan Data ... 55

3.4 Instrumen Penelitian ... 55

3.5 Sampel Penelitian ... 55

(6)

3.7 Definisi Operasional ... 56

3.8 Alur Penelitian ... 56

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN... 57

4.1 Hasil Penelitian ... 57

4.1.1 Karakteristik Pasien ... 58

4.1.2 Tanda dan Gejala Klinis Migrain ... 62

4.1.3 Faktor Resiko Migrain ... 66

4.1.4 Faktor Komorbid Migrain ... 67

BAB V SIMPULAN DAN SARAN ... 70

5.1 Simpulan ... 70

5.2 Saran ... 70

DAFTAR PUSTAKA ... 72

(7)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 4.1 Karakteristik Pasien ... 58

Tabel 4.2 Tanda dan Gejala Klinis Migrain ... 62

Tabel 4.3 Faktor Resiko Migrain ... 66

(8)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Tengkorak/ Cranium (tampak depan dan lateral) ... 7

Gambar 2.2 Lobi Cerebri ... 8

Gambar 2.3 Saraf - Saraf Wajah ... 11

Gambar 2.4 Basis Cranii ... 11

Gambar 2.5 Pembuluh Darah dan Saraf Kepala (tampak lateral) ... 15

Gambar 2.6 Circulus Arteriosus Cerebri ... 18

Gambar 2.7 Arteri dan Vena Kepala ... 19

Gambar 2.8 Sinus- Sinus Otak ... 20

Gambar 2.9 Arteri dan Vena Luar Tengkorak ... 22

Gambar 2.10 Pembuluh Darah dan Saraf Kepala (tampak lateral) ... 24

Gambar 2.11 Klasifikasi Nyeri Kepala Menurut IHS ... 29

Gambar 2.12 Skema Patofisiologi Migrain ... 41

Gambar 2.13 Tabel Obat Migrain Non Spesifik ... 45

Gambar 2.14 Tabel Obat Migrain Spesifik ... 47

(9)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Nyeri kepala atau cephalgia adalah nyeri yang dirasakan di daerah kepala atau

merupakan suatu sensasi tidak nyaman yang dirasakan pada daerah kepala

(Goadsby, 2002) . Nyeri kepala merupakan salah satu gangguan sistem saraf yang

paling umum dialami oleh masyarakat. Telah dilakukan penelitian sebelumnya

bahwa dalam 1 tahun, 90% dari populasi dunia mengalami paling sedikit 1 kali

nyeri kepala. Menurut WHO dalam banyak kasus nyeri kepala dirasakan berulang

kali oleh penderitanya sepanjang hidupnya.

Nyeri kepala diklasifikasikan oleh International Headache Society, menjadi

nyeri kepala primer dan sekunder. Yang termasuk ke dalam nyeri kepala primer

antara lain adalah: nyeri kepala tipe tegang (TTH - Tension Type Headache),

migrain, nyeri kepala cluster dan nyeri kepala primer lain, contohnya hemicrania

continua. Nyeri kepala primer merupakan 90% dari semua keluhan nyeri kepala.

Nyeri kepala juga dapat terjadi sekunder, yang berarti disebabkan kondisi

kesehatan lain (Goadsby, 2002).

Migrain tanpa aura merupakan nyeri kepala vaskuler, unilateral, rekuren,

dengan gejala khas yaitu nyeri kepala yang berdenyut. Migrain termasuk ke dalam

derajat nyeri kepala sedang-berat, dapat berlangsung 4-72 jam jika pasien tidak

melakukan pengobatan (National Institute of Neurological Disorders and Stroke,

2009). Laporan WHO menunjukkan bahwa 3000 serangan migrain terjadi setiap

hari untuk setiap juta dari populasi di dunia (WHO, 2001). Serangan migrain

pertama kebanyakan dialami pasien pada 3 dekade pertama kehidupan dan angka

kejadian tertinggi didapatkan pada usia produktif, yaitu pada rentang usia rentang

usia 25 - 55 tahun (Lipton, et al., 2003). Biasanya penderita migrain juga

memiliki riwayat penyakit tersebut pada keluarganya (Silberstein, 2007).

Angka kejadian migrain lebih tinggi pada perempuan dibandingkan dengan

(10)

2

Pada perempuan lebih tinggi diduga karena adanya faktor hormonal

(hormonally-driven) yaitu hormon esterogen. Di Negara Barat angka kejadian migrain berkisar

antara 8-14 % (WHO, 2001), sedangkan di Asia lebih rendah yaitu 4-8% (Cheung,

2000). Penelitian di Eropa dan Amerika menunjukkan bahwa 15-18% perempuan,

6-8% laki-laki, 4% anak-anak mengalami migrain setiap tahun, sedangkan di Asia

10% pada perempuan dan 3% pada laki-laki (Cleveland Clinic). Data di Indonesia

yaitu dari penelitian Zuraini dkk. menunjukkan angka kejadian migrain di Medan

sebesar 18,26 % pada perempuan dan 14,87 % pada laki-laki sedangkan di Jakarta

sebesar 52,5 % pada perempuan dan 35,8 % pada laki-laki (Zuraini, et al., 2005).

Migrain diklasifikasikan menjadi migrain tanpa aura dan migrain dengan aura

(International Headache Society, 2004). Pada semua usia, migrain tanpa aura lebih

banyak terjadi dibandingkan dengan migrain dengan aura, dengan rasio kurang

lebih antara 1,5 - 2:1 (Rasmussen, 2001). Dari beberapa penelitian juga

didapatkan data bahwa sebagian besar migrain yang dialami perempuan usia

reproduksi merupakan migrain tanpa aura (Steiner, 2003).

Migrain pada saat ini menduduki urutan ke 20 dari semua penyakit yang

menyebabkan disabilitas di dunia (Migrain Research Foundation). Penelitian

sebelumnya juga melaporkan hal yang sama (Stovner, 2007), bahwa penderita

migrain mengalami gangguan dalam melakukan aktivitas sehari-hari saat serangan

timbul. Berdasarkan hal-hal yang dipaparkan di atas, dapat disimpulkan bahwa

nyeri kepala migrain merupakan jenis nyeri kepala yang cukup sering terjadi di

masyarakat, dengan gejala klinis yang bervariasi dan menimbulkan disabilitas,

namun begitu belum banyak penelitian yang dilakukan mengenai nyeri kepala

migrain itu sendiri, terutama di Indonesia.

Berdasarkan hal itu, penulis berharap karya tulis ini akan bermanfaat untuk

mempelajari mengenai nyeri kepala migrain, angka kejadian migrain,

karakteristiknya, serta efek disabilitas yang ditimbulkan terhadap penderitanya di

Indonesia. Penelitian dalam karya tulis ini berupa studi kasus yang dilakukan di

Rumah Sakit Umum Pendidikan (RSUP) Dr. Hasan Sadikin Bandung. Penelitian

dilakukan di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung sehubungan dengan kelengkapan

(11)

3

digunakan adalah data rekam medis pasien yang berobat ke Poliklinik Saraf

RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung periode Januari 2010 – Juni 2012.

1.2Identifikasi masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas maka rumusan

masalah adalah bagaimana gambaran karakteristik migrain yang berobat ke

Poliklinik Saraf di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung periode Januari 2010 – Juni

2012.

1.3Maksud dan Tujuan Penelitian 1.3.1 Maksud Penelitian

Mengetahui gambaran karakteristik migrain di RSUP Dr. Hasan Sadikin

Bandung selama periode Januari 2010 – Juni 2012.

1.3.2 Tujuan Penelitian

 Mengetahui tanda dan gejala klinis yang dialami oleh pasien migrain di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung selama periode Januari 2010 –

Juni 2012.

 Mengetahui faktor risiko apa saja yang terdapat pada penderita migrain di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung selama periode Januari 2010 –

Juni 2012.

 Mengetahui faktor komorbid yang terdapat pada penderita migrain di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung selama periode Januari 2010 – Juni

2012.

1.4Manfaat Penelitian

Peneliti berharap karya tulis ini dapat bermanfaat bagi :

1. Kepentingan Peneliti

Mengetahui gambaran karakteristik migrain di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung

periode Januari 2010 – Juni 2012.

(12)

4

Menambah referensi dan bahan kajian fakultas dalam bidang ilmu saraf, mengenai

nyeri kepala khususnya migrain.

3. Masyarakat

 Menambah wawasan dan pemahaman masyarakat mengenai gambaran karakteristik nyeri kepala migrain.

 Meningkatkan kesadaran masyarakat dan kualitas hidup masyarakat yang mengalami migrain dengan melakukan pengobatan atau

memeriksakan diri ke dokter, serta dapat menghindari faktor-faktor

pencetus terjadinya serangan migrain.

1.5Kerangka Teoritis

Nyeri kepala merupakan suatu kondisi kesehatan yang selain membuat

penderitanya merasa sakit, nyeri kepala juga memberikan beban pada

penderitanya berupa gangguan kualitas hidup (menyebabkan disabilitas) dan

beban biaya keuangan untuk pengobatannya. Berulangnya serangan sakit kepala,

dan seringnya perasaan takut dari pasien akan kekambuhan nyeri kepala, dapat

mengganggu kegiatan sehari-hari, interaksi sosial dan juga pekerjaan. Aktivitas

sosial dan kapasitas kerja berkurang di hampir semua penderita migrain. Saat ini

migrain menduduki urutan ke 20 dari semua penyakit yang menyebabkan

disabilitas di dunia (Migrain Research Foundation).

1.6 Metodologi Penelitian

Metode Penelitian : Observasional Deskriptif

Rancangan Penelitian : Cross Sectional Retrospctive Study

Instrumen Penelitian : Data Rekam Medis (Status Pasien)

Populasi Penelitian : Pasien migrain yang berobat ke Poliklinik Saraf RSUP

Dr. Hasan Sadikin Bandung

Teknik Sampling : Whole sampling yang dibatasi periode Januari 2010 –

Juni 2012

(13)

5

1.7Lokasi dan Waktu

Lokasi penelitian : Bagian Rekam Medis Rawat Jalan RSUP Dr. Hasan

Sadikin Bandung

(14)

70 Universitas Kristen Maranatha BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan

Nyeri kepala migrain lebih banyak didapatkan pada perempuan dibandingkan

dengan laki-laki, angka kejadian tertinggi pada usia produktif usia antara 20 – 40

tahun. Angka kejadian migrain tanpa aura paling tinggi, diikuti probable

migraine, lalu migrain dengan aura. Aura paling banyak merupakan aura visual.

Distribusi nyeri kepala paling banyak adalah unilateral dengan tipe serangan

episodik lebih sering dibandingkan migrain kronis. Karakteristik nyeri yang

paling banyak adalah nyeri berdenyut yang dirasakan menjalar dan dipengaruhi

aktivitas.

Gejala klinis yang terdapat pada penelitian ini adalah photophobia,

photophobia, mual dan/atau muntah, dan syncope. Pada hasil penelitian ini

didapatkan pasien masih dapat melakukan aktivitas saat serangan migrain,

sedangkan beberapa pasien harus menghentikan aktivitasnya.

Pada penelitian ini faktor risiko migrain yang menonjol adalah jenis kelamin,

dimana migrain lebih banyak diderita oleh perempuan dibandingkan dengan

laki-laki. Sedangkan faktor resiko lain seperti stress, depresi dan gangguan cemas lebih

sedikit.

Faktor komorbid migrain dengan jumlah paling banyak adalah hipertensi.

Selain itu terdapat pula trauma capitis, kelainan mata, dislipidemia, dan stroke

dengan jumlah yang lebih sedikit.

5.2 Saran

Untuk ke depannya dapat dilakukan penelitian terhadap angka kejadian dan

gambaran karakteristik migrain dengan rancangan penelitian prospektif,

menggunakan tabel penelitian yang sudah disusun sebelumnya terhadap populasi

yang lebih luas. Dengan harapan dapat mempelajari mengenai nyeri kepala

(15)

71

Universitas Kristen Maranatha klinis, faktor pencetus, faktor resiko (terutama faktor genetis) dan faktor komorbid

dapat dicantumkan dengan lebih lengkap. Dan dengan penelitian tersebut

gambaran karakteristik migrain di Indonesia terutama di Kota Bandung dapat

(16)

72 Universitas Kristen Maranatha DAFTAR PUSTAKA

Allan H. Ropper, Robert H.Brown. 2005. Pain and Other Disorders Of Somatic Sensation, Headache, and Backache in: Adams and Victor’s Principles of

Neurology, McGraw-Hill Companies, Inc. 8: 109

Aygun D, Bildik F. 2003. Clinical Warning Criteria in Evaluation by Computed Tomography the Secondary Neurological Headaches in Adults. Europe Journal

Neurology. 10:437-42

Bicakci S, Over F, Aslan K, Bozdemir N, Saatci E, Sarica Y,. 2007. Headache Characteristics in Senior Medical Student in Turkey. Tohoku J. Exp. Med. 213:277-82

Bigal ME, Rapoport AM, Lipton RB, Tepper SJ, Sheftell FD. 2003. Assessment of Migraine Disability Using the Migraine Disability Assessment (MIDAS) questionnaire: a Comparison of Chronic Migraine with Episodic Migraine.

Headache. 43(4):336-42.

Blumenthal HJ, Rapoport AM. 2001. The Clinical Spectrum of Migraine. In:

Headache. W.B.Saunders Company . 85(4).

Brandes JL. 2006. The Influence of Esterogen on Migraine. JAMA. 295;1824-1830

Cheung RTF. 2000. Prevalence of Migraine, Tension Type Headachen and Other Headache in Hongkong, Headache. 40:473-9

Dodick DW. 2003. Diagnosing Headache: Clinical Clues and Clinical Rules. Adv

Stud Med. 3(2):87-92.

Dowson AJ, Lipscombe S, Sender J, Rees T, Watson D. 2002. MIPCA Migraine Guidelines Development Group, et al. New Guidelines For the Management of

Migraine in Primary Care. Curr Med Res Opin. 18(7):414-39.

Drake R, Vogl W, Mitchell A. 2005. Gray's Anatomy for Students. Churchill Livingstone.

(17)

73

Universitas Kristen Maranatha Elisabeth YL, Kiking R, Sjahris H. 2004. Peranan Stres, Cemas, dan Depresi Pada

Penderita Nyeri Kepala Primer Kronik yang Berobat Jalan di Poli Sefalgia RS H. Adam Malik Medan. Neurona: 19-25

Erikson E, 2006. Ego Psychologists Lecture Notes.

Evans RW, Matthew NT. 2005. Handbook of Headache. Second Edition. Philadelphia: Lippincott William Wilkin Handbook: 49-55.

Fransisca R, Sitorus F, Ali W. 2007. Prevalensi dan Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Migren Pada Populasi Usia Muda di Jakarta, Neurona. 24: 9-15

Goadsby PJ, Lipton RB, Ferrari MD. 2002. Migraine - Current Understanding and Treatment. New England Journal Medicine. 346:257-70.

Goetz, Christopher G and Pappert, Eric J. 2007. Textbook of Clinical Neurology. Philadelphia: W.B Saunders Company

Guyton, Arthur C. John E. Hall. 2006. The Nervous System: A. General Principles and Sensory Physiology in : Textbook of Medical Physiology , Saunders- Elsevier Inc. 11.

Hastuti T, Rusdi I, Setyaningsih I. 2006. Patofisiologi Nyeri Kepala Migrain Berfokus Pada Peran Calcitonin Gene – Related Peptide. BNS. 7(3): 105-113

Headache Classification Subcommittee of the International Headache Society. 2004. The International Classification of Headache Disorders, 2nd ed. Cephalalgia. 24: 1-160

Hettiarachchi J, et al. 2003. A Self-administered Screener for Migraine in Primary Care: the ID Migraine-SuperValidation Study. Neurology. 61(3):375-82.

Howard L. Fields, Joseph B. Martin, 2008, Pain in: Anthony S. Fauci, Dennis L. Kasper, Dan L. Longo, Eugene Braunwald, Stephen L. Hauser, L. Jarry Jameson, Harrison’s Principles of Internal Medicine, McGraw-Hill Companies Inc: 17: 81

I Made Oka. 2009. Prevalensi, Karakteristik dan Beberapa Faktor yang Berkaitan dengan Nyeri Kepala Migren Pada Mahasiswa Stiker Bali. Neurona: 17-28

(18)

74

Universitas Kristen Maranatha Lipton, RB., Bigal, M. E., Diamond, M. 2001. Migraine Prevalence, Disease Burden,

and The Need for Preventive Therapy.

Lipton RB, Stewart WF, Diamond S, Diamond ML, Reed M. 2007. Prevalence and Burden of Migraine in The United States; data from The American Migraine Study II. Headache. 41;646-57

Mac Gregor EA. 1997. Menstruation, Sex Hormones, and Migraine. In: Neurologic

Clinics. W.B.Saunders Company. Philadelphia. 15(1): 125-139

Maizels M, Burchette R. 2003. Rapid and Sensitive Paradigm for Screening Patients with Headache in Primary Care Settings. Headache. 43(5):441-50.

Matharu MS, Boes CJ, Goadsby PJ. 2003. Management of Trigeminal Autonomic Cephalgias and Hemicrania Continua. Drugs. 63(16):1637-77.

Mathew NT. 1997. Transformed Migraine, Analgesic Rebound, and Other Chronic Daily Headaches. In: Neurologic Clinics. W.B.Saunders Company. Philadelphia. 15(1): 167-184

Morley, Sharon Scott. 2000. Guidelines on Migraine: Part 3. Recommendations for Individual Drugs. Am Fam Phys. 62:2145-52.

Mulleners WM, Aurora SK, Chronicle EP, Stewart R, Gopal S, Koehler PJ. 2001. Self-Reported Photophobic Symptoms in Migraineurs and Controls are Reliable and Predict Diagnostic Category Accurately. Headache. 41(1):31-9.

Mumenthaler Mark, M.D, Mattle H, M.D. 2006. Neck and Facial Pain in

Fundamentals of Neurology, Thieme: 246

National Institute of Neurological Disorders and Stroke

Ojini F, Okubadejo NU, Danesi MA. 2007. Prevalence and Clinical Characteristics of Headache in Medical Students of The University of Lagos Nigeria, Cephalalgia. 29:472-7

Putz R, Pabst R. 2003. Sobotta Atlas Anatomi Manusia. 21 (1).

Raskin NH. 2006. Headache in: Harrison T, et al. Harrison’s Principles of Internal Medicine. 16: 88

(19)

75

Universitas Kristen Maranatha Rocksy F, Sitorus F, Ali W. 2003. Prevalensi dan Faktor-Faktor yang berhubungan

dengan Migren pada Populasi Usia Muda di Jakarta. Neurona: 12-20

Ropper AH, Brown RH. 2005. Headache and Other Craniofacial Pains. Adam’s and Victor’s Principal of Neurology: 145

Rohkamm R, Color Atlas of Neurology 2004. Thieme.

Russell MB, Fenger K, Olesen J. 1996. The Family History of Migraine. Direct Versus Indirect Information. Cephalalgia. 16(3):156- 60.

Scottish Intercollegiate Guidelines Network 2008

Selby G, Lance JW. 1960. Observation on 500 Cases of Migraine and Allied Vascular Headaches. J Neurol Neurosurgery Psychiatry:23-32.

Sempere AP, Porta-Etessam J, Medrano V, Garcia-Morales I,Concepcion L, Ramos A, et al. 2005. Neuroimaging in The Evaluation of Patients with Non-Acute Headache. Cephalalgia. 25(1):30-5.

Shibata T, Kubo M, Kuwayama N, Hirashima Y, Endo S. 2006. Warning Headache of Subarachnoid Hemorrhage and Infarction Due to Vertebrobasilar Artery Dissection. Clin J Pain. 22(2):193-6.

Silberstein S, Lipton RB. 2001. Chronic Daily Headache, Including Transformed Migraine, Chronic Tension-Type Headache, and Medication Overuse. In:

Headache and Other Head Pain. Oxford University Press. New York: 247-276

Silberstein, MD Stephen D. 2007. Headache and Facial Pain in: Christopher G. Goetz, MD Textbook of Clinical Neurology, Saunders-Elsevier Inc.

Smetana GW. 2000. The Diagnostic Value of Historical Features in Primary Headache Syndromes: a Comprehensive Review. Arch Intern Med. 160(18):2729-37

Steiner TJ, Scher AI, Stewart WF, Kolodner K, Liberman J, Lipton RB. 2003. The Prevalence and Disability Burden of Adult Migraine in England and Their Relationships to Age, Gender and Ethnicity. Cephalalgia. 23(7):519-27.

(20)

76

Universitas Kristen Maranatha Suzuki N. 2005. Migraine Update – Current Concepts of Migraine Pathogenesis.

Rinsho Shinkeigaku. 45(11): 834-6.

Takeshima T. 2009. Metabolic Syndrome and Prevention of Migraine Headache. (10):1143-53.

Welch KM. 2003. Contemporary Concepts of Migraine Pathogenesis. Neurology. 61(8): 2-8

Wober C, Brannath W, Schmidt K, Kapitan M, Rudel E, Wessely P, et al. 2007. Prospective Analysis of Factors Related to Migraine Attacks: The PAMINA Study. Cephalalgia. 27(4):304-14.

World Health Organization. The World Health Report 2001 - Mentalhealth: New Understanding, New Hope. Geneva: World Health Organization.

Referensi

Dokumen terkait

dengan faktor gejala klinis memiliki frekuensi tertinggi pada mata menonjol sejumlah. 40 kasus (87%), sedangkan gejala klinis utama lainnya seperti cat eye sejumlah

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui angka kejadian hiperplasia prostat, kelompok usia tersering, hasil pemeriksaan histopatologi, gejala klinik tersering

Hasan Sadikin Bandung periode Januari- Desember 2014 berdasarkan golongan usia, jenis kelamin, pekerjaan, keluhan utama, stadium, dan pemeriksaan histopatologi..

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran autoantibodi pada pemeriksaan ANA dengan menggunakan Hep 2 cell dan primate liver serta melihat gejala klinis. Subjek

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui distribusi kasus hepatitis A ini berdasarkan gambaran frekuensi penderita menurut usia, jenis kelamin, keluhan utama,

Maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui gambaran faktor risiko pada pasien PJK di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung periode Januari 2011 –

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui angka kejadian kanker paru di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung periode 1 Januari 2011-31 Desember 2011,

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pasien kanker ovarium dengan karakteristik distribusi menurut golongan usia, jumlah paritas, keluhan utama,