Studi Deskriptif Mengenai Work-Family Conflict pada Musisi Wanita yang sudah Berkeluarga di Komunitas "X" Kota Bandung.
Teks penuh
Dokumen terkait
1) Sebagian besar (54,3%) karyawati yang sudah berkeluarga di PT. Bank “X” Kota Bandung mengalami work-family conflict yang tergolong rendah. 2) Arah work-family conflict
Konflik ini dapat muncul ketika para manajer wanita ini mengalami masalah dengan pasangan, masalah akademis anak, ataupun anak/pasangan yang sakit sehingga membutuhkan
“X” yang mengalami konflik pada dimensi time-based WIF ialah, karyawati tersebut tidak dapat memenuhi tuntutan waktu untuk keluarga pada perannya sebagai ibu dan
Pada akhirnya karyawati yang sudah berkeluarga di Divisi Consumer Service akan merasakan derajat yang tinggi terhadap Time-Based FIW karena mereka tidak dapat memenuhi
Sehingga karyawati yang ludah berkeluarga dapat bekerja dengan baik dan dapat memenuhi tuntutan pekerjaan dari perulahaan dan memberikan waktu kerja yang lebih fleklibel
Universitas Kristen Maranatha yang menghambat pemenuhan waktu pada peran sebagai pekerja. Tuntutan waktu di rumah yang lebih banyak untuk seorang ibu membuat karyawati Bank “X”
Namun sebanyak 3 orang (30%) mengatakan bisa membagi waktu antara mengerjakan tanggung jawabnya sebagai Ibu Rumah Tangga dengan cara bangun lebih pagi untuk
Konflik peran antara tuntutan pekerjaan dan tuntutan rumah tangga sering dihadapi oleh wanita bekerja. Adanya work-family conflict yang dihadapi oleh wanita bekerja mempunyai