• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)"

Copied!
104
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA STRATEGIS

(RENSTRA)

DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN

DAN ASET DAERAH KABUPATEN LAMANDAU

TAHUN 2013-2018

(2)

PEMERINTAH KABUPATEN LAMANDAU

DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN

DAN ASET DAERAH

( DPPKAD )

Alamat : Jl. Bukit Hibul Timur No. 74 Nanga Bulik 74611

Telp. (0532) 2071013 Fax. (0532) 2071012

KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN

DAN ASET DAERAH

KABUPATEN LAMANDAU

NOMOR : 050/ /DPPKAD.A/IV/2014

TENTANG

PENETAPAN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)

DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH

KABUPATEN LAMANDAU

TAHUN 2013-2018

KEPALA DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN

DAN ASET DAERAH KABUPATEN LAMANDAU,

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan Diktum Ketiga Keputusan Bupati

Lamandau Nomor :188.45/219/III/HUK/2014 tanggal 28

Maret 2014 tentang Pengesahan Rencana Strategis Satuan

Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) Kabupaten Lamandau

Tahun 2013-2018, perlu menetapkan Keputusan Kepala

DPPKAD Kabupaten Lamandau tentang Penetapan Rencana

Strategis (Renstra) DPPKAD Kabupaten Lamandau Tahun

2013-2018;

Mengingat : 1. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2002

tentang Pembentukan Kabupaten Katingan, Kabupaten

Seruyan, Kabupaten Sukamara, Kabupaten Lamandau,

Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Pulang Pisau,

Kabupaten Murung Raya, Kabupaten Barito Timur di

Propinsi Kalimantan Tengah (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2002 Nomor 18, Tambahan Lembaran

Negara Republik Indonesia Nomor 4180);

2.

Undang–Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan

Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003

Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik

Indonesia Nomor 4286);

(3)

3.

Undang–Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem

Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara

Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

4.

Undang-Undang

Nomor

32

Tahun

2004

tentang

Pemerintahan

Daerah

(Lembaran

Negara

Republik

Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran

Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah

diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang

Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas

Undang-Undang

Nomor

32

Tahun

2004

tentang

Pemerintahan

Daerah

(Lembaran

Negara

Republik

Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran

Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

5.

Undang–Undang

Nomor

33

Tahun

2004

tentang

Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan

Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran

Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

6.

Undang–Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana

Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor

33 Tambahan Lembaran Nomor 4720);

7.

Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007

tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran

Negara Republik Indonesia Nomor 4725);

8.

Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang

Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran

Negara Republik Indonesia Nomor 4575);

9.

Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang

Pedoman Penyusunan Dan Penerapan Standar Pelayanan

Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005

Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik

Indonesia Nomor 4585);

10.

Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata

Cara Pengendalian Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana

Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia

Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara

Republik Indonesia Nomor 4663);

(4)

11.

Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang

Pembagian Urusan Pemerintahan Antar Pemerintah,

Pemerintah Daerah Provinsi Dan Pemerintahan Daerah

Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia

Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara

Republik Indonesia Nomor 4737);

12.

Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tata

Cara Penyusunan, Pengendalian Dan Evaluasi Pelaksanaan

Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran

Negara Republik Indonesia Nomor 4817);

13.

Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang

Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara

Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833);

14.

Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana

Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010 -

2014;

15.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006

tentang

Pedoman

Pengelolaan

Keuangan

Daerah

sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011

tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam

Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman

Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik

Indonesia Tahun 2011 Nomor 310);

16.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010

tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun

2008

tentang

Tahapan,

Tata

Cara

Penyusunan,

Pengendalian Dan Evaluasi Pelaksanaan Perencanaan

Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2010 Nomor 517);

17.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2012

tentang Pedoman Pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup

Strategis Dalam Penyusunan Atau Evaluasi Rencana

Pembangunan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia

Tahun 2012 Nomor 994);

(5)

18.

Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 4

Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka

Panjang Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2005 -

2025 (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Tengah

Tahun 2010 Nomor 04, Tambahan LembaranProvinsi

Kalimantan Tengah Nomor 34);

19.

Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 1

Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka

Menengah Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun

2010 – 2015 (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan

Tengah Tahun 2011 Nomor 01);

20.

Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 01 Tahun

2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang

Daerah

Kabupaten

Lamandau

Tahun

2005-2025

(Lembaran Daerah Kabupaten Lamandau Tahun 2009

Nomor 36 Seri E;

21.

Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 10 Tahun

2012 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Dinas Daerah

Kabupaten Lamandau (Lembaran Daerah Kabupaten

Lamandau Tahun 2012 Nomor 85, Tambahan Lembaran

Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 74 Seri D).

22.

Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 01 Tahun

2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah

Daerah

Kabupaten

Lamandau

Tahun

2013-2018

(Lembaran Daerah Kabupaten Lamandau Tahun 2014

Nomor 122, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten

Lamandau Nomor 105 Seri E).

M E M U T U S K A N

Menetapkan :

KESATU

:

Menetapkan

Rencana

Strategis

(Renstra)

DPPKAD

Kabupaten Lamandau Tahun 2013-2018 Tahun 2013-2018,

sebagaimana tercantum pada Lampiran Keputusan ini.

KEDUA

:

Rencana Strategis (Renstra) DPPKAD Kabupaten Lamandau

Tahun 2013-2018 menjadi pedoman dalam penyusunan

Rencana Kerja (Renja) DPPKAD Kabupaten Lamandau.

(6)

KETIGA

:

Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan

ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan

diubah dan diperbaiki sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Nanga Bulik

Pada tanggal 01 April 2014

Kepala DPPKAD

Kabupaten Lamandau,

Drs. ABISUA

Pembina UtamaMuda

NIP. 19641115 199003 1 015

(7)

DAFTAR ISI

Halaman

SURAT KEPUTUSAN BUPATI LAMANDAU

V

SURAT KEPUTUSAN KEPALA DPPKAD KAB. LAMANDAU

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I

PENDAHULUAN………

:

I-1

1.1 Latar Belakang………

I-1

1.2 Landasan Hukum………

1.3 Maksud dan Tujuan………

I-3

I-8

1.4 Sistematika Penulisan………..

I-10

BAB II

GAMBARAN PELAYANAN SKPD………..

:

II-12

2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi

SKPD……….

II-12

2.2 Sumber Daya SKPD………

II-19

2.3 Kinerja Pelayanan SKPD………..

II-22

2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan

Pelayanan SKPD………...

II-23

BAB III

ISU – ISU STRATEGIS BERDASARKAN

:

TUGAS POKOK DAN FUNGSI………...

III-25

3.1 Identifikasi

Permasalahan

Berdasarkan

Tugas

dan

Fungsi

Pelayanan

SKPD……….

III-25

3.2 Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala

Daerah

dan

Wakil

Kepala

Daerah

Tepilih………

III-27

3.3 Telaahan Renstra Dina Pendapatan Daerah

Provinsi Kalimantan Tengah………..

III-30

3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan

Kajian

Lingkungan

Hidup

Strategis

………...

III-32

3.5 Penentuan Isu – Isu Strategis...…...

III-32

(8)

BAB IV

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN,

:

STRATEGI DAN KEBIJAKAN………...

IV-34

4.1 Visi dan Misi...……….

IV-34

4.2 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah

SKPD...….

IV-36

4.3 Strategi dan Kebijakan………...….

IV-38

BAB V

RENCANA

:

PROGRAM,

KEGIATAN,

INDIKATOR KINERJA DAN PENDANAAN

INDIKATIF………..………...

V-40

BAB VI

INDIKATOR

:

KINERJA

SKPD

YANG

MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN

RPJMD………..………...

VI-41

BAB VII

PENUTUP………..………...

:

VII-42

(9)

DAFTAR TABEL

Tabe

l 2.1

PencapaianKinerjaPelayananSKPD

Tabe

l 2.2

AnggarandanRealisasiPendanaanPelayananSKPD

Tabe

l 4.1

TujuandanSasaranJangkaMenengahPelayananSKPD

Tabe

l 5.1

Rencana

Program,

Kegiatan,

IndikatorKinerja,

KelompokSasarandanPendanaanIndikatif

Tabe

l 6.1

IndikatorKinerjaSKPD Yang MengacuPadaTujuandanSasaranRPJMD

Tabe

l

FaktorPenghambatdanPendorongPelayananSKPDTerhadapPencapaianMisi

, Visidan Program Kepala Daerah danWakilKepala Daerah

(10)

C.11

TabelTujuan, Sasaran, StrategidanKebijakan

Tabel 2.21

Angka Konsumsi RT per Kapita Tahun 2006 s.d 2010

Kabupaten Lamandau

II.19

Tabel 2.22

Rasio Ketergantungan Tahun 2006 s.d 2010

Kabupaten Lamandau

II.19

Tabel 2.23

Pencapaian Kinerja Indikator Makro Pembangunan

Daerah Kabupaten Lamandau

(11)

Tabel 2.24

Perkembangan Indikator Makro Ekonomi Kabupaten

Lamandau Tahun 2009-2012

II.21

Tabel 2.25

Evaluasi dan Realisasi RKPD Kabupaten Lamandau

Tahun 2011

II.60

Tabel 3.1

Realisasi dan Proyeksi Pendapatan Daerah Kabupaten

Lamandau Tahun 2010-2014

III-11

Tabel 3.2

Realisasi dan Proyeksi Penerimaan Pembiayaan Daerah

Kabupaten Lamandau Tahun 2010-2014

III-12

Tabel 3.3

Realisasi dan Proyeksi Pagu Indikatif Belanja Tidak

Langsung Kabupaten Lamandau Tahun 2010-2014

III-13

Tabel 3.4

Realisasi dan Proyeksi Pengeluaran Pembiayaan Daerah

Kabupaten Lamandau Tahun 2010-2014

III-14

Tabel 3.5

Rekapitulasi Realisasi dan Proyeksi Pagu Indikatif

Kerangka Pendanaan Pembangunan Daerah Kabupaten

Lamandau Tahun 2010-2014

III-15

Tabel 5.1

Rekapitulasi Belanja per SKPD Kabupaten Lamandau

Tahun 2013

V-2

DAFTAR LAMPIRAN

(12)
(13)

Renstra Dinas PPKAD 2013-2018

Page

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang

Sesuai Pasal 19 ayat (1) Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004

tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional menetapkan

bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional merupakan

penjabaran Visi, Misi dan Program Presiden selama 5 (lima) tahun,

ditempuh melalui strategi pokok yang dijabarkan dalam agenda

pembangunan nasional, memuat sasaran pokok yang harus dicapai,

arah kebijakan dan program pembangunan.

Bupati selaku Kepala Pemerintahan Daerah sebagaimana

halnya Bupati Lamandau juga menyusun Rencana Pembangunan

Jangka Menengah Daerah yang menjabarkan Visi, Misi dan Program

Kepala Daerah dengan berpedoman kepada RPJP Daerah disamping

memperhatikan RPJM Nasional.

RPJM Daerah ini memuat arah kebijakan keuangan daerah,

strategi pembangunan daerah, kebijakan umum dan program Satuan

Kerja Perangkat Daerah, lintas satuan kerja perangkat daerah, serta

program kewilayahan dilengkapi dengan rencana-rencana kerja dalam

kerangka regulasi dan pendanaan yang bersifat indikatif. RPJM daerah

menjadi acuan/pedoman bagi Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah

(SKPD) dalam menyusun Renstra SKPD tahun 2013-2018.

(14)

Renstra Dinas PPKAD 2013-2018

Page

2

Rencana Strategis SKPD yang selanjutnya disingkat dengan

Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5

(lima) tahun. Fungsi Renstra SKPD Dinas Pendapatan, Pengelolaan

Keuangan

dan

Aset

Daerah

Kabupaten

Lamandau

dalam

penyelenggaraan pembangunan daerah adalah memberikan gambaran

tentang program dan kegiatan prioritas terutama mengenai

pengelolaan pendapatan dan keuangan serta aset daerah yang menjadi

salah satu faktor pendukung keberhasilan pembangunan daerah.

Pada dasarnya PAD sebagai sumber pendapatan daerah

merupakan sumber penerimaan yang sangat potensial dalam

mendukung struktur APBD serta meningkatkan kemampuan daerah

dalam membiayai semua kegiatan yang telah direncanakan.

Konsekuensi dari hal tersebut adalah semua sasaran penerimaan yang

telah ditetapkan dalam pos penerimaan harus dapat direalisasikan

guna mendukung pelaksanaan semua program pembangunan

daerah.PAD sebagai salah satu sumber penerimaan daerah masih

memerlukan optimalisasi pemungutan, pencegahan kebocorandan

mengkaji kemungkinan menggali sumber-sumber PAD baru yang

tidak memberatkan masyarakat, agar pelaksanaan otonomi daerah

benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat.Untuk itu diperlukan

upaya-upaya peningkatan efektivitas dan efisiensi dalam pelaksanaan

penggalian dana yang berasal dari pengelolaan sumber-sumber

pendapatan daerah, baik dari pajak daerah maupun retribusi daerah

dengan memperhatikan semua pedoman pemungutan yang masih

(15)

Renstra Dinas PPKAD 2013-2018

Page

3

berlaku maupun ketentuan-ketentuan yang baru dikeluarkan oleh

pemerintah.

Renstra SKPD tahun 2013 – 2018 disusun dengan melibatkan

berbagai pihak, baik itu dari Instansi Pemerintah maupun dari

masyarakat melalui Musrenbang dan Forum Gabungan SKPD yang

telah dilaksanakan sebelumnya.Semua usulanprogram dan kegiatan

diterima dan selanjutnya ditelaah,program dan kegiatan yang menjadi

prioritas.

1.2.

Landasan Hukum

Landasan hukum dalam penyusunan Rencana Strategis

(Renstra) Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

Kabupaten Lamandau ini adalah :

1.

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2002 tentang Pembentukan

Kabupaten Katingan, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Sukamara,

Kabupaten Lamandau, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Pulang

Pisau, Kabupaten Murung Raya dan Kabupaten Barito Timur di

Provinsi Kalimantan Tengah;

2.

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47,

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesi Nomor 4286);

3.

Undang–Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem

Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara

Republik Indonesia Nomor 4421);

(16)

Renstra Dinas PPKAD 2013-2018

Page

4

4.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan

Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor

125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437)

sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan

Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor

59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

5.

Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan

Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126,

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

6.

Undang–Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana

Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 - 2025

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33,

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4720);

7.

Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68,

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);

8.

Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan

Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

Nomor 4575);

(17)

Renstra Dinas PPKAD 2013-2018

Page

5

9.

Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman

Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran

Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 150, Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4585).

10.

Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara

Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96,

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663);

11.

Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian

Urusan Pemerintahan Antar Pemerintah, Pemerintah Daerah

Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran

Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);

12.

Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tata Cara

Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana

Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia

Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik

Indonesia Nomor 4817) ;

13.

Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana

Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara

Republik Indonesia Nomor 4833);

(18)

Renstra Dinas PPKAD 2013-2018

Page

6

14.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010

tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional

Tahun 2010-2014;

15.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang

Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah beberapa kali

diubah, terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor

21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua atas Pedoman

Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia

Tahun 2011 Nomor 310);

16.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang

Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang

Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi

Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Berita Negara

Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 517);

17.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2012 tentang

Pedoman Pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Dalam

Penyusunan Atau Evaluasi Rencana Pembangunan Daerah (Berita

Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 994);

18.

Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 04 Tahun

2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah

Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2005 - 2025 (Lembaran Daerah

Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2010 Nomor 04, Tambahan

Lembaran Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 34);

(19)

Renstra Dinas PPKAD 2013-2018

Page

7

19.

Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 01 Tahun

2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah

Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2010 – 2015 (Lembaran

Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2011 Nomor 01);

20.

Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 01 Tahun 2009

tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten

Lamandau Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Kabupaten

Lamandau Tahun 2009 Nomor 36 Seri E);

21.

Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 10 Tahun 2012

tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten

Lamandau (Lembaran Daerah Kabupaten Lamandau Tahun 2012

Nomor 85, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Lamandau

Nomor 74 Seri D);

22.

Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 01 Tahun 2014

tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah

Kabupaten Lamandau Tahun 2013-2018 (Lembaran Daerah

Kabupaten Lamandau Tahun 2014 Nomor 122, Tambahan

Lembaran Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 105 Seri E).

(20)

Renstra Dinas PPKAD 2013-2018

Page

8

1.3.

Maksud dan Tujuan

Maksud dari penyusunan Rencana Strategis (Renstra) 2013 –

2018 Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

(DPPKAD) Kabupaten Lamandau adalah sebagai dokumen induk

perencanaan jangka menengah periode tahun 2013-2018, dan menjadi

pedoman dalam penyusunan Renja (Rencana Kerja) SKPD Dinas

PPKAD Kabupaten Lamandau dalam kerangka regulasi dan kerangka

pendanaan yang bersifat indikatif setiap tahun.

Untuk mencapai maksud tersebut, Renstra SKPD Dinas PPKAD

Kabupaten Lamandau antara lain memuat tentang :

a.

Hasil indentifikasi dan analisis permasalahan pengelolaan

pendapatan, keuangan dan aset daerah, baik yang mendasar

maupun permasalahan yang berkembang pada saat ini untuk

memperoleh perhatian khususnya untuk lima tahun yang akan

datang.

b.

Rumusan agenda pokok pengelolaan pendapatan, keuangan

dan aset daerah berdasarkan hasil indentifikasi dan analisis

permasalahan sebagai penjabaran pokok dari Visi dan Misi

Dinas PPKAD Kabupaten Lamandau, yang mengacu pada Visi

dan Misi Bupati, dan menuangkannya menjadi butir-butir

strategi, arah kebijakan dan kondisi yang diinginkan 5 (lima)

tahun yang akan datang.

(21)

Renstra Dinas PPKAD 2013-2018

Page

9

c.

Detail program dan kegiatan indikatif berdasarkan strategi

dan arah kebijakan pembangunan. Program yang dimaksud

merupakan instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih

kegiatan yang dirumuskan untuk mencapai sasaran dan tujuan

sesuai tugas dan fungsi Dinas PPKAD Kabupaten Lamandau

dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah.

Dokumen Renstra SKPD Dinas PPKAD Kabupaten Lamandau

bertujuan untuk :

1.

Pelaksanaan dari dokumen perencanaan dan sebagai dasar

penyusunan Renja SKPD.

2.

Pelaksanaan pembangunan 5 (lima) tahun ke depan sesuai Misi

Dinas PPKAD Kabupaten Lamandau.

3.

Mendukung koordinasi antar instansi pengelola pendapatan

daerah.

4.

Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi dan sinergi, baik

antara SKPD Daerah, Pemerintah Pusat dan Provinsi dengan

Daerah.

5.

Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan,

penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan.

6.

Menggalang partisipasi masyarakat.

7.

Menjamin terciptanya penggunaan sumber daya secara efisien,

(22)

Renstra Dinas PPKAD 2013-2018

Page

10

1.4.

Sistematika Penulisan

Rencana Strategis (Renstra) Dinas PPKAD Kabupaten

Lamandau disusun dengan Sistematika Penulisan sebagai berikut :

Bab I.

Pendahuluan

Pada Bab I dijelaskan tentang Latar Belakang RENSTRA,

Landasan Hukum, Maksud dan Tujuan serta Sistematika

Penulisan.

Bab II.

Gambaran Pelayanan SKPD

Bab II memberikan penjelasan tentang Tugas, Fungsi dan

Struktur Organisasi SKPD, Sumber Daya SKPD, Kinerja

Pelayanan SKPD dan Tantangan dan Peluang Pengembangan

Pelayanan SKPD.

Bab III.

Isu-isu Strategis Berdasarkan Tugas dan Fungsi

Pada Bab ini dikemukakan mengenai Identifikasi

Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan

SKPD, Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan

Wakil Kepala Daerah Terpilih, Telaahan RENSTRA K/L dan

RENSTRA Provinsi/Kabupaten/Kota, Telaahan Rencana Tata

Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis serta

Penentuan Isu-isu Strategis.

Bab IV.

Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, Strategi dan Kebijakan

Bab ini menjelaskan tentang Visi dan Misi SKPD, Tujuan dan

Sasaran Jangka Menengah SKPD, serta Strategi dan

Kebijakan.

(23)

Renstra Dinas PPKAD 2013-2018

Page

11

Bab V.

Rencana Program dan Kegiatan, Indikator Kinerja,

Kelompok Sasaran, dan Pendanaan Indikatif.

Pada bab ini menggambarkan tentang program-program

dan kegiatan-kegiatan indikatif yang akan dilaksanakan

dalam kurun waktu 2013-2018.

Bab VI.

Indikator Kinerja SKPD Yang Mengacu Pada Tujuan dan

Sasaran RPJMD.

Pada bagian ini diungkapkan tentang indikator kinerja SKPD

yang secara langsung menunjukan kinerja yang akan

dicapai SKPD dalam lima tahun mendatang sebagai

komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan

sasaran RPJMD.

(24)

Renstra Dinas PPKAD 2013-2018

Page

12

BAB II

GAMBARAN PELAYANAN DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN

DAN ASET DAERAH KABUPATEN LAMANDAU

2.1.

TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI DPPKAD

2.1.1.

Tugas Dinas PPKAD Kabupaten Lamandau

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2012 tentang

Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Lamandau,

bahwa tugas pokok Dinas PPKAD Kabupaten Lamandau adalah

melaksanakan kewenangan desentralisasi dan tugas pembantuan

dibidang pendapatan, pengelolaan keuangan dan aset daerah. Secara

teknis operasional bahwa Dinas PPKAD Kabupaten Lamandau

mempunyai tugas pokok membantu Bupati dalam merumuskan

kebijakan dibidang pendapatan, yaitu melaksanakan pemungutan

pajak dan retribusi daerah serta pengelolaan pendapatan lainnya

yang sah, serta melakukan pembinaan administrasi keuangan dan

kekayaan/aset daerah.

2.1.2.

Fungsi

Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana disebutkan di

atas Dinas PPKAD Kabupaten Lamandau menyelenggarakan fungsi :

a.

Perumusan kebijakan teknis dibidang pendapatan, pengelolaan

keuangan dan aset daerah;

b.

Pengkoordinasian pelaksanaan pemungutan pendapatan daerah;

c.

Penyelenggaraan pemungutan pendapatan daerah;

d.

Melaksanakan pengawasan pelaksanaan pemungutan pendapatan

(25)

Renstra Dinas PPKAD 2013-2018

Page

13

e.

Melaksanakan evaluasi pelaksanaan tugas atau fungsi Dinas

PPKAD Kabupaten Lamandau;

f.

Pembinaan,pelayanan, pengawasan, pengendalian, monitoring,

evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan pendapatan asli daerah

dan pengelolaan keuangan dan aset daerah;

g.

Penyelenggaraan pembinaan unit pelaksana teknis dinas; dan

h.

Penyelenggaraan urusan kesekretariatan dinas.

2.1.3.

Struktur Organisasi

Susunan organisasi Dinas PPKAD Kabupaten Lamandau

berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 10

Tahun 2012 terdiri dari :

1.

Kepala Dinas, mempunyai tugas memimpin, membina,

membimbing, memberi petunjuk dan mengawasi pekerjaan

unsur-unsur pembantu dan pelaksana serta merumuskan

kebijakan, mengkoordinasikan, mengembangkan pendapatan,

pengelolaan keuangan daerah, melaksanakan pemungutan pajak

daerah, dan melakukan pembinaan administrasi keuangan dan

kekayaan daerah serta bertanggungjawab atas terlaksananya

tugas pokok dan fungsi Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan

dan Aset Daerah Kabupaten Lamandau.

2.

Sekretaris, mempunyai tugas mengkoordinasikan penyusunan

program dan penyelenggaraan tugas-tugas bidang secara terpadu

dan tugas pelayanan administratif, pelayanan administrasi

ketatausahaan, pengelolaan urusan kepegawaian, keuangan,

perlengkapan rumah tangga dan hubungan masyarakat,

(26)

Renstra Dinas PPKAD 2013-2018

Page

14

organisasi dan tatalaksana pada DPPKAD Kabupaten Lamandau.

Sekretaris membawahkan :

a.

Sub Bagian Perencanaan dan Pengendalian Program,

mempunyai tugas menyiapkan dan menghimpun data dari

bidang sebagai bahan penyusunan program dan anggaran

dinas serta menghimpun bahan penyusunan pelaporan

pengendalian program;

b.

Sub Bagian Keuangan, mempunyai tugas menyelenggarakan

administrasi keuangan, pembinaan bendahara dan pelaporan

pelaksanaan anggaran; dan

c.

Sub

Bagian

Umum,Kepegawaian

dan

Perlengkapan,

mempunyai tugas menyelenggarakan urusan surat-menyurat,

rumah tangga, keprotokolan dan hubungan masyarakat,

pengelolaan administrasi kepegawaian, penatausahaan

barang-barang inventaris kantor serta memberikan pelayanan

administrasi kepada semua bidang di Lingkungan DPPKAD

Kabupaten Lamandau.

3.

Bidang Pendapatan, mempunyai tugas mengkoordinasikan

penerimaan daerah, melaksanakan pendaftaran, pendataan,

penetapan dan penagihan pajak daerah serta perencanaan,

pengawasan dan pembinaan pendapatan asli daerah dan pajak

bumi dan bangunan. Kepala Bidang Pendapatan membawahkan :

a.

Seksi Pendataan, mempunyai tugas melaksanakan sebagian

tugas pendapatan meliputi pendataan wajib pajak daerah,

menetapkan Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD) serta

melakukan pendaftaran, pemeriksaan kelengkapan berkas

(27)

Renstra Dinas PPKAD 2013-2018

Page

15

serta melakukan pengolahan data yang meliputi subjek dan

objek pajak daerah PBB dan BPHTB;

b.

Seksi Penetapan dan Penagihan, mempunyai tugas

melaksanakan kebijakan teknis dan pemantauan pelaksanaan

tatausaha

penerimaan,

piutang,

penagihan,

usul

penghapusan, restitusi dan kompensasi, keberatan dan

pengurangan sanksi administrasi serta pembetulan surat

keputusan keberatan dan surat keputusan pemberian

pengurangan pajak daerah, PBB dan BPHTB, menghitung dan

mengusulkan penetapan, melaksanakan penagihan pajak

daerah, PBB dan BPHTB, menerbitkan Surat Ketetapan pajak

dan menyiapkan daftar ketetapan pajak; dan

c.

Seksi Pembinaan dan Pengawasan, mempunyai tugas

menyusun kebijakan teknis pemungutan, pemeriksaan,

pengawasan dan penyelesaian sengketa pemungutan pajak

daerah, PBB sektor perkotaan dan pedesaan dan BPHTB,

melaksanakan

pelaporan,

pertanggungjawaban,

serta

mengkoordinasikan

pelaksanaan

tugas

dan

fungsi,

pengembangan,

pengkajian

dan

penyuluhan,

serta

(28)

Renstra Dinas PPKAD 2013-2018

Page

16

4.

Bidang Anggaran, mempunyai tugas merumuskan kebijakan

sistem penganggaran, penerpan system aplikasi penganggaran,

menyusun rancangan APBD dan rancangan Perubahan APBD,

menyusun pedoman pelaksanaan APBD, melakukan analisis dan

evaluasi serta pengendalian pelaksanaan APBD dan merumuskan

kebijakan pengelolaan keuangan daerah. Kepala Bidang Anggaran

membawahkan :

a.

Seksi Penyusunan Anggaran, mempunyai tugas menyusun

pedoman teknis penganggaran, standar biaya umum,

menyiapkan rancangan peraturan daerah tentang APBD atau

rancanagan perubahan APBD dan Peraturan Bupati tentang

penjabaran APBD atau perubahan APBD, menyiapkan bahan

rapat evaluasi rancangan APBD dan penyesuaian hasil

evaluasi, penyelesaian dokumen pelaksanaan anggaran SKPD

(DPA-SKPD) atau dokumen perubahan pelaksanaan anggaran

SKPD (DPPA-SKPD); dan

b.

Seksi Pelaksanaan Anggaran, mempunyai tugas menyusun,

menyiapkan pedoman teknis pelaksanaan APBD dan

perubahan APBD, menyiapkan bahan persetujuan revisi

program/kegiatan, menyiapkan data dan informasi untuk

pubikasi, menyimpan dan mengamankan database dan

dokumen APBD, penatausahaan administrasi pelaksanaan

APBD.

(29)

Renstra Dinas PPKAD 2013-2018

Page

17

5.

Bidang Perbendaharaan, mempunyai tugas menginventarisir dan

mengatur dana yang diperlukan dalam pelaksanaan APBD,

melaksanakan pengelolaan utang dan piutang daerah. Kepala

Bidang Perbendaharaan membawahkan :

a.

Seksi

Pengelolaan

Kas

Daerah,

mempunyai

tugas

melaksanakan pengelolaan administrasi kas daerah secara

sistematis dan kronologis, menyiapkan dan menyusun

laporan penerimaan dan pengeluaran kas daerah sesuai

ketentuan yang berlaku;

b.

Seksi Belanja Pegawai, mempunyai tugas menyiapkan surat

perintah pencairan dana (SP2D) Belanja Gaji, menguji

kebenaran penagihan belanja gaji dan pelayanan public serta

melaksanakan penatausahaan administrasi keuangan; dan

c.

Seksi Pembiayaan, Investasi dan Pinjaman Daerah,

mempunyai tugas menyiapkan surat perintah pencairan dana

(SP2D) belanja langsung, menguji kebenaran penagihan,

melaksanakan

pelayanan

public

dan

melakukan

penatausahaan administrasi keuangan pada belanja tidak

langsung dan belanja langsung.

(30)

Renstra Dinas PPKAD 2013-2018

Page

18

6.

Bidang Akuntansi, mempunyai tugas melaksanakan pencatatan

dan penatausahaan atas transaksi penerimaan dan pengeluaran

keuangan daerah, melaksanakan akuntansi keuangan daerah,

mengembangkan sistem akuntansi, menyiapkan laporan

keuangan dan menyajikan informasi keuangan daerah. Kepala

Bidang Akuntansi membawahkan :

a.

Seksi

Verifikasi,

mempunyai

tugas

melaksanakan

penelitian/pemeriksaan, konsolidasi dan rekonsiliasi laporan

keuangan SKPD dan kas daerah;

b.

Seksi

Pembukuan,

mempunyai

tugas

melaksanakan

pembukuan sistem akuntansi dan menyusun laporan

keuangan daerah; dan

c.

Seksi Akuntansi dan Pelaporan, mempunyai tugas

melaksanakan perumusan kebijakan akuntansi keuangan

SKPD dan menyajikan informasi keuangan daerah.

7.

Bidang Kekayaan dan Aset Daerah, mempunyai tugas

merumuskan kebijakan dan pedoman pengelolaan serta

penghapusan barang milik daerah. Kepala Bidang Kekayaan dan

Aset Daerah membawahkan :

a.

Seksi Pengadaan, mempunyai tugas merumuskan kebijakan

dan pedoman pengelolaan terhadap pengadaan barang milik

daerah;

b.

Seksi

Pemeliharaan,

mempunyai

tugas

merumuskan

kebijakan dan pedoman pengelolaan terhadap pemeliharaan

barang milik daerah; dan

(31)

Renstra Dinas PPKAD 2013-2018

Page

19

c.

Seksi Inventarisasi dan Penghapusan, mempunyai tugas

merumuskan kebijakan dan pedoman pengelolaan terhadap

inventarisasi serta penghapusan barang milik daerah.

2.2.

Sumber Daya Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

Kabupaten Lamandau

Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur Dinas PPKAD Kabupaten

Lamandau pada tahun 2014 adalah sebanyak 38 orang Pegawai Negeri Sipil.

Secara rinci Data Kepegawaian Dinas PPKAD Kabupaten Lamandausampai

dengan tahun 2014dapat disajikan pada Tabel berikutini :

Tabel 1

Data PNS dan Pegawai Kontrak DPPKAD

Kabupaten LamandauPer 1 Maret 2014

Berdasarkan Golongan / Ruang, Kelamin dan Pendidikan

LK

PR

SD

SLTP

SLTA

D1

D2

D3

S1

S2

1

IV d

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-2

IV c

1

-

-

-

-

-

-

-

-

1

1

3

IV b

1

-

-

-

-

-

-

-

-

1

1

4

IV a

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-5

III d

2

2

-

-

-

-

-

-

4

-

4

6

III c

4

4

-

-

-

-

-

-

7

1

8

7

III b

4

-

-

-

-

-

-

-

4

-

4

8

III a

3

2

-

-

-

-

-

-

5

-

5

9

II d

1

1

-

-

-

-

-

2

-

-

2

10

II c

1

2

-

1

1

-

1

-

-

3

11

II b

8

1

-

-

9

-

-

-

-

-

9

12

II a

-

1

1

-

1

-

-

-

-

-

1

13

I d

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-14

I c

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-15

I b

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-16

I a

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-17 Peg. Kontrak

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-18

THL

14

5

-

-

-

-

-

-

-

-

19

57

Jlh

JUMLAH

(32)

Renstra Dinas PPKAD 2013-2018

Page

20

Sampai dengan tahun 2014 masih terdapat 10 buah jabatan eselon

IV yang belum terisi karena terbatasnya SDM yang sesuai dengan tuntutan

profesionalisme bidang tugas, sehingga mekanisme dalam sistem pelayanan

publik belum berjalan secara optimal.

Sarana dan prasarana yang dimiliki Dinas PPKAD Kabupaten

Lamandau Per 31 Desember 2013meliputi tanah, kantor, kendaraan, dan

peralatan elektronik.

(33)

Renstra Dinas PPKAD 2013-2018

Page

21

Tabel 2

Data Peralatan Pendukung Operasional

No.

Nama Fasilitas

Jumlah

Keterangan

1

2

3

4

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

24.

25.

26.

27.

28.

29.

30.

31.

32.

33.

34.

35.

36.

37.

Gedung Kantor

Pos Retribusi

Kendaraan Roda 4

Kendaraan Roda 2

Komputer

Laptop

Mesin Tik

Printer

Mesin Perforasi

Genset

Rumah Penjaga

Meja Kerja

Kursi Kerja

Meja / Kursi Tamu

Filling Kabinet

Lemari Besi

Lemari Arsip Kayu

Brankas

Televisi

Parabola

AC

Pesawat Telepon

Slide Proyektor

Handy Camera

Kulkas Mini

Kamera Digital

Kursi Lipat

Kursi Rapat

Mesin Potong Rumput

Mesin Pompa Air

Wireless

Kipas Angin

Faximili

Gudang Arsip

GPS

Tablet

Tanah

2 Unit

4 Buah

3 Unit

25 Unit

23 Unit

10 Unit

3 Buah

32 Buah

1 Buah

2 Buah

1 Unit

60 Buah

35 Buah

3 Set

40 Buah

10 Buah

6 Buah

2 Buah

1 Buah

1 Set

4 Buah

1 Paket

1 Buah

1 Buah

1 Buah

1 Buah

61 Buah

20 Buah

1 Buah

3 Unit

1 Unit

6 Buah

1 Buah

1 bangunan

1 unit

15 unit

11.758 m²

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

(34)

Renstra Dinas PPKAD 2013-2018

Page

22

2.3.

Kinerja Pelayanan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan

Aset Daerah Kabupaten Lamandau

Berisi uraian mengenai tingkat capaian kinerja SKPD berdasarkan

sasaran/target renstra periode sebelumnya, dan/atauindikator kinerja

pelayanan SKPD, dan/atau indikator kinerja pelayanan SKPD atau indikator

lainnya seperti MDGs atau indikator yang telah diratifikasi oleh Pemerintah.

Pelaksanaan pelayanan pada Dinas PPKAD Kabupaten Lamandau

adalah sebagai koordinator untuk merumuskan kebijakan dalam hal

pengelolaan keuangan dan aset daerah, melaksanakan pemungutan pajak

daerah dan melakukan pembinaan administrasi keuangan daerah.

Capaian kinerja pelayanan Dinas PPKAD Kabupaten Lamandau

berdasarkan tugas dan fungsi menurut indikator sasaran/target serta

anggaran dan realisasi Dinas PPKAD Kabupaten Lamandau periode

(35)

Renstra Dinas PPKAD 2013-2018

Page

23

2.4.

Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD

Tantangan yang dihadapi dalam upaya untuk meningkatkan

pendapatan asli daerah dan pengelolaan keuangan serta aset daerah antara

lain :

a.

Dengan semakin berkembangnya teknologi dan pengetahuan, aparatur

Dinas PPKAD Kabupaten Lamandau dituntut untuk selalu mengikuti

perubahan-perubahan tersebut meskipun dengan jumlah personil yang

sangat terbatas, baik itu aparatur pemungut pajak maupun aparatur

pengelola keuangan dan aset daerah.

b.

Masih banyak masyarakat yang kurang memahami peran penting

mereka dalam pengelolaan Pajak Daerah, sehingga dituntut sumber

daya aparatur Dinas PPKAD Kabupaten Lamandau untuk memberikan

pengertian kepada masyarakat mengenai Pajak Daerah, manfaat dari

pajak daerah itu sendiri dan peran serta masyarakat dalam pengelolaan

pajak daerah.

c.

Terbatasnya sarana pendukung kegiatan operasional baik untuk

pemungutan pajak maupun pengelolaan keuangan dan aset daerah,

aparatur Dinas PPKAD Kabupaten Lamandau dituntut untuk

mengoptimalkansarana yang ada dengan sebaik-baiknya untuk

menghasilkan pekerjaan yang berkualitas dan dapat mencapai target

yang telah ditetapkan.

(36)

Renstra Dinas PPKAD 2013-2018

Page

24

Peluang yang mungkin diterapkan dalam upaya pengembangan

pelayanan antara lain :

a.

Pada tahun 2014, berdasarkan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009

tentang Pajak dan Retribusi Daerah menyebutkan bahwa PBB-P2

pengelolaannya akan diserahkan kepada Daerah.

Ini berarti bahwa PBB-P2 akan menjadi pajak daerah, dengan demikian

daerah mempunyai peluang besar untuk meningkatkan potensi

pendapatan asli daerah.

b.

Sosialisasi tentang pajak dan retribusi daerah akan diarahkan langsung

kepada masyarakat (wajib pajak), tidak lagi hanya melalui aparat desa

atau tokoh masyarakat saja sehingga potensi penerimaan pajak daerah

diharapkan dapat meningkat.

c.

Penerapan teknologi informasi (SIMDA BMD) dalam pengelolaan aset

daerah.

d.

Penerapan teknologi informasi (SIMDA Keuangan) dalam pengelolaan

keuangan daerah.

e.

Optimalisasi pemanfaatan Barang Milik Daerah dalam peningkatan

(37)

Renstra Dinas PPKAD 2013-2018

Page

25

BAB III

ISU – ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI

3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan

SKPD

Beberapa permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan

tugas dan fungsi pelayanan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan

dan Aset Daerah, yaitu :

a.

Masih terbatasnya jumlah personil untuk petugas pemungut pajak

dan retribusi daerah dan kurangnya sarana kerja yang dimiliki

sehingga mengakibatkan belum optimalnya kinerja aparatur

pemungut pajak daerah mengingat luasnya Wilayah Kabupaten

Lamandau.

b.

Kurangnya koordinasi antar dinas terkait pengelola pendapatan

daerah dengan Dinas PPKAD Kabupaten Lamandau dan ini

berdampak pada penetapan target pendapatan dari masing-masing

instansi terkait tersebut.

c.

Pengetahuan masyarakat yang masih minim tentang pajak dan

retribusi daerah juga menjadi kendala yang cukup besar dan hal

ini mengakibatkan banyak masyarakat (wajib pajak) yang tidak

memiliki NPWPD serta tidak bersedia untuk melaksanakan

kewajiban membayar pajak.

(38)

Renstra Dinas PPKAD 2013-2018

Page

26

d.

Dalam hal pengelolaan keuangan daerah, Dinas PPKAD Kabupaten

Lamandau seringkali mengalami kesulitan terutama karena

terjadinya perubahan perundang-undangan yang mengharuskan

SKPD untuk melakukan penyesuaian dengan aturan yang berlaku,

dan ini memerlukan waktu yang cukup lama dan sumber daya

yang ada pada SKPD terbatas.

e.

Dinas PPKAD Kabupaten Lamandau juga masih mengalami

kendala dalam pengelolaan asset daerah, hal ini dikarenakan

minimnya aparatur yang ada serta kualitas SDM yang masih belum

memadai sedangkan aset yang dikelola begitu besar dan tersebar

di 8 (delapan) kecamatan se-Kabupaten Lamandau.

f.

Aplikasi Simda Keuangan dan Simda BMD masih belum maksimal

dalam penggunaannya dikarenakan sistem yang ada pada saat ini

masih belum disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan

yang berlaku sehingga aplikasi yang ada harus segera diupdate

sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku saat

ini.

(39)

Renstra Dinas PPKAD 2013-2018

Page

27

3.2. Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala

Daerah Terpilih

Bagian ini mengemukakan apa saja tugas dan fungsi SKPD yang

terkait dengan visi, misi, serta program kepala daerah dan wakil kepala

daerah terpilih.

Menelaah visi, misi, dan programkepala daerah dan wakil kepala

daerah terpilih ditujukan untuk memahami arah pembangunan yang

akan dilaksanakan selama kepemimpinan kepala daerah dan wakil kepala

daerah terpilih dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penghambat

dan pendorong pelayanan SKPD yang dapat mempengaruhi pencapaian

visi dan misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah tersebut.

Visi Kepala Daerah Kabupaten Lamandau terpilih periode

2013-2018 yaitu :

Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat, Terlaksananya

Tata Kelola Pemerintahan yang Baik, Bebas dari Korupsi, Kolusi dan

Nepotisme yang dilandasi Keimanan dan Ketaqwaan kepada Tuhan

Yang Maha Esa

”,

dengan

Misi

:

1.

Membangun ekonomi kerakyatan untuk meningkatkan pendapatan

masyarakat, mengurangi penduduk miskin dan angka pengangguran

sehingga masyarakat sejahtera;

2.

Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia agar generasi muda

memiliki pengetahuan, keterampilan dan mampu mandiri;

3.

Mewujudkan pola hidup masyarakat sehat agar angka harapan hidup

meningkat, angka kematian ibu dan bayi menurun;

4.

Menciptakan ketentraman, keamanan dan kenyamanan masyarakat

(40)

Renstra Dinas PPKAD 2013-2018

Page

28

5.

Membuka keterisolasian daerah pedesaan dan kecamatan agar

lancarnya angkutan orang, barang dan jasa;

6.

Meningkatkan martabat masyarakat Kabupaten Lamandau melalui

keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan olahraga, adat dan budaya;

7.

Mewujudkan tata kelola kepemerintahan yang baik, bebas dari KKN

agar pemerintahan menjadi kuat, berwibawa, demokratis serta

melayani;

8.

Menumbuhkembangkan kehidupan beragama agar mempunyai

keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa;

9.

Menjadikan sector pariwisata sebagai salah satu kekuatan ekonomi

kerakyatan; dan

10.

Mewujudkan kelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan.

Telaahan terhadap visi, misi dan program Kepala Daerah dan

Wakil Kepala Daerah memberikan gambaran peran serta dan keterlibatan

langsung Dinas PPKAD Kabupaten Lamandau. Hal ini ditunjukkan

melalui:

a.

Pernyataan misi ke-1 :

Pada misi ini sangat jelas peran penting dari Dinas PPKAD untuk

meningkatkan

pendapatan

masyarakat

demi

kesejahteraan

masyarakat.

b.

Pernyataan misi ke-7 :

Peran serta Dinas PPKAD diperlukan dalam mewujudkan tata kelola

keuangan dan aset daerah sehingga tercipta tata kelola pemerintahan

yang baik, bebas dari KKN, berwibawa dan tulus melayani masyarakat.

(41)

Renstra Dinas PPKAD 2013-2018

Page

29

Tugas dan Fungsi Dinas PPKAD Kabupaten Lamandau terkait dengan Visi

dan Misi Kepala Daerah terpilih tersebut di atas adalah :

Tugas Dinas PPKAD Kabupaten Lamandau adalah membantu Bupati

dalam merumuskan kebijakan dibidang pendapatan, Pengelolaan

Keuangan dan Aset Daerah, melaksanakan pemungutan pajak

daerah, dan melakukan pembinaan administrasi keuangan dan

kekayaan daerah.

Fungsi Dinas PPKAD Kabupaten Lamandau

adalah :

a.

Melaksanakan pemungutan pajak daerah yang telah ditetapkan

dengan Peraturan Daerah.

b.

Menyusun kebijakan dan pedoman pelaksanaan APBD.

c.

Mengkoordinasikan penyusunan RAPBD dan Rancangan Perubahan

APBD.

d.

Menyusun dan melaksanakan kebijakan pengelolaan keuangan

daerah.

e.

Menyusun

Laporan

Keuangan

Daerah

dalam

rangka

pertanggungjawaban pelaksanaan APBD.

f.

Mengesahkan DPA SKPD/DPPA SKPD.

g.

Melakukan pengendalian pelaksanaan APBD.

h.

Memberikan petunjuk teknis pelaksanaan sistem penerimaan dan

sistem pengeluaran kas daerah.

i.

Menetapkan Surat Penyediaan Dana (SPD).

j.

Menyiapkan pelaksanaan pinjaman dan pemberian pinjaman atas

nama Pemerintah Daerah.

(42)

Renstra Dinas PPKAD 2013-2018

Page

30

l.

Menyajikan informasi keuangan daerah.

m.

Melaksanakan kebijakan dan pedoman pengelolaan serta

penghapusan barang milik daerah.

n.

Melaksanakan tugas lainnya berdasarkan kuasa yang dilimpahkan

oleh Bupati.

3.3. Telaahan Renstra Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Kalimantan

Tengah

Telaahan terhadap Renstra Dinas Pendapatan Provinsi Kalimantan

Tengah Tahun 2010-2015 bertujuan untuk mengemukakan apa saja yang

menjadi faktor penghambat dan faktor pendorong dari pelayanan SKPD.

Berdasarkan Rencana Strategis Dinas Pendapatan Daerah Provinsi

Kalimantan Tengah tahun 2010-2015, Visi Dinas Pendapatan Daerah

Provinsi Kalimantan Tengah adalah :

“Mewujudkan

Peningkatan

Pendapatan

Daerah

yang

Berorientasi Pada Pelayanan Publik Yang Berkualitas”.

Sedangkan Misi Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Kalimantan

Tengah Tahun 2010-2015 adalah :

1.

Menggali dan Mengembangkan Sumber-Sumber Pendapatan

Daerah.

2.

Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik.

3.

Menjalin Jejaring Kerja (Networking).

(43)

Renstra Dinas PPKAD 2013-2018

Page

31

Berdasarkan visi dan misi Dinas Pendapatan Daerah Provinsi

Kalimantan Tengah, maka Dinas PPKAD Kabupaten Lamandau dapat

memperhatikan beberapa hal yang bisa menjadi pedoman dalam

pelaksanaan pelayanan SKPD untuk 5 (lima) tahun ke depan, yaitu

sebagai berikut :

1.

Intensif melakukan koordinasi dan konsultasi mengenai potensi

daerah yang bisa digali dan kembangkan sehingga dapat menjadi

sumber pendapatan daerah.

2.

Semakin

mengoptimalkan

kualitas

pelayanan

terhadap

pengelolaan pendapatan, pengelolaan keuangan dan pengelolaan

aset milik daerah.

3.

Selalu mengedepankan kerjasama antar instansi pengelola

pendapatan

daerah,

juga

koordinasi

dengan

seluruh

Dinas/Badan/SKPD dalam hal pengelolaan keuangan dan aset

daerah demi terciptanya pemerintahan yang baik.

4.

Melaksanakan pendidikan dan pelatihan bagi setiap aparatur

Dinas PPKAD Kabupaten Lamandau demi peningkatan kualitas

SDM dalam melayani publik.

(44)

Renstra Dinas PPKAD 2013-2018

Page

32

3.4. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup

Strategis

Dalam hal ini sedang dalam proses penyelesaian oleh pihak

terkait..

3.5. Penentuan Isu- Isu Strategis

Penentuan isu-isu strategis Dinas PPKAD Kabupaten Lamandau dapat

dirumuskan sebagai berikut :

1.

Koordinasi yang solid dengan instansi pengelola retribusi daerah dalam

rangka meningkatkan Pendapatan Daerah Kabupaten Lamandau.

2.

Pengalihan PBB-P2 pada tahun 2014 menjadi pajak daerah menjadi

potensi yang sangat besar untuk meningkatkan pendapatan daerah

Kabupaten Lamandau.

3.

Peningkatan Pendapatan Asli Daerah secara otomatis memampukan

daerah untuk membiayai pembangunan yang merata dan sejahtera.

4.

Peningkatan mutu pelayanan administrasi pengelolaan pajak daerah yang

tertib dan akurat, baik itu SDM maupun sarana dan prasarana.

5.

Regulasi peraturan daerah tentang pengelolaan pajak daerahdemi

peningkatan pendapatan pajak daerah.

6.

Peningkatan mobilisasi pelayanan pajak daerah dalam rangka

menjangkau wajib pajak.

7.

Keberhasilan pembangunan dapat dilihat dari seberapa banyak asset /

kekayaan yang dihasilkan / dicapai oleh daerah itu dalam tiap-tiap tahun

anggaran, oleh sebab itu pengelolaan kekayaan dan aset daerah perlu

dilakukan secara profesional, sesuai peraturan dan perundang-undangan

yang berlaku.

(45)

Renstra Dinas PPKAD 2013-2018

Page

33

8.

Penyusunan APBD dan Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD secara

tepat waktu.

9.

Peningkatan Opini atas laporan keuangan pemerintah daerah.

(46)

Renstra Dinas PPKAD 2013-2018

Page

34

BAB IV

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

4.1.

Visi dan Misi

Perumusan visi dan misi Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan

dan Aset Daerah Kabupaten Lamandau tidak terlepas dari kondisi

lingkungan internal dan eksternal serta kedudukan, fungsi dan tugas

pokok yang telah diuraikan. Disamping itu visi dan misi ini pula harus

sejalan dan mendukung Visi dan Misi Kabupaten Lamandau yang

merupakan visi dan misi Bupati Lamandau periode 2013 - 2018.

Sejalan dengan itu maka visi DPPKAD Kabupaten Lamandau adalah

“Terwujudnya pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah yang

akuntabel dan professional serta meningkatnya Pendapatan Daerah

sebagai penyangga pembangunan Kabupaten Lamandau menuju

masyarakat yang maju dan sejahtera”.

Makna yang terkandung

didalam visi tersebut di atas dapat dijelaskan sebagai berikut :

1.

Akuntabel atau akuntabilitas (pertanggung jawaban) dapat diartikan

sebagai kewajiban-kewajiban dari individu-individu atau penguasa

yang dipercayakan untuk mengelola sumber-sumber daya publik

dan yang bersangkutan dengannya untuk dapat menjawab hal-hal

yang menyangkut pertanggung jawabannya.

(47)

Renstra Dinas PPKAD 2013-2018

Page

35

2.

Profesional adalah sifat-sifat (kemampuan, kemahiran, cara

pelaksanaan sesuatu dan lain-lain) sebagaimana yang sewajarnya

terdapat pada atau dilakukan oleh seseorang. Profesional itu adalah

seseorang yang memiliki 3 (tiga) hal, yaitu :

-

Skill, yang artinya seseorang itu benar-benar ahli dibidangnya.

-

Knowledge, selain ahli dan menguasai, minimal mengetahui dan

berwawasan tentang ilmu pengetahuan lain yang berhubungan

dengan bidangnya.

-

Attitude, bukan hanya pintar dan cerdas, tetapi juga

mempunyai etika yang diterapkan dalam bidangnya.

Pengertian lain dari professional adalah mampu menata, mengelola

dan mengendalikan dengan baik, terampil, berpengalaman dengan

pengalaman yang cukup bervariasi, menguasai standar pendidikan

minimal, menguasai standar penerapan ilmu dan praktek, kreatif

dan berpandangan luas yang sudah dibuktikan dalam praktek, serta

memiliki kecakapan dan keahlian yang cukup tinggi dan

berkemampuan memecahkan problem teknis.

3.

Maju artinya membawa kedalam keadaan yang lebih baik dan lebih

sempurna.

4.

Sejahtera, menunjukan keadaan yang baik dimana masyarakat

Referensi

Dokumen terkait

Bagian Hukum dipimpin oleh seorang Kepala Bagian yang mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Asisten Pemerintahan dalam merencanakan teknis operasional,

Perumusan kebijakan teknis Dinas dalam penyusunan rencana, pelaksanaan, pembinaan, evaluasi dan laporan serta penyiapan bahan perumusan kebijakan pemerintahan daerah

Dalam penyusunan Rencana Strategis Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau, diharapkan sebagai acuan bagi pimpinan / pejabat di jajaran

Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bogor mempunyai tugas pokok membantu Walikota dalam melaksanakan fungsi penunjang di Bidang Pengelolaan

Untuk mendukung pencapaian visi dan misi tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sesuai tugasnya yaitu membantu Bupati dalam melaksanakan penyusunan dan

(2) Kepala Dinas mempunyai tugas pokok memimpin, merumuskan kebijakan teknis operasional, mengkoordinasikan, melaksanakan kerja sama dan mengendalikan pelaksanaan

Rencana strategis Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah yang kemudian disingkat dengan Renstra adalah dokumen teknis operasional yang menjadi

(1) Kepala Dinas mempunyai tugas pokok memimpin, merumuskan kebijakan teknis operasional, mengkoordinasikan, melaksanakan kerja sama dan mengendalikan pelaksanaan urusan